Title: KiHae
Author: aoora
Pair: KiHae
Warning: yaoi, boys love, boyXboy, typos, OOC sedikit, alur waktu-tempat semua gak jelas, etc...
All Cast Belong to God
.
.
.
.
.
"eunghhh… jam berapa ini?" Donghae mengerjapkan matanya heran karna keadaan kamarnya yang minim akan cahaya sekarang.
"Sepertinya ini sudah malam" dengan perlahan Donghae bangkit dari kasurnya lalu dengan hati-hati dilangkahkannya kakinya untuk menyalakan lampu kamarnya
'KLIK'
Seketika kamar yang tadinya gelap kini menjadi terang akibat cahaya lampu yang kini menerangi kamarnya. Donghae mengerjapkan matanya beberapa kali untuk membiasakan cahaya lampu tersebut.
"Ehh… sudah jam sepuluh malam" kaget Donghae saat ia melirik kearah jam dinding yang ada dikamarnya
"Aish… gara-gara menangis, aku bahkan jadi lupa makan dan sekarang aku malah kelaparan" Donghae berujar lemas saat ia mendengar suara perutnya. Biarpun merasa lapar tapi Donghae tak ada niatan sedikit pun untuk mengisi perutnya yang kosong itu.
"Hah… sebaiknya aku mandi saja."
.
"Haha… jelek sekali wajahku saat ini" ucap Donghae sambil tersenyum miris saat bercermin dan melihat matanya yang bengkak dan sedikit memerah karna terlalu lama menangis tadi. Entah berapa lama Donghae menangis sampai-sampai ia tertidur karnanya.
Setelah selesai mandi. Donghae pun kembali ke kamarnya untuk kembali tidur. sudah beberapa menit ia pejamkan matanya, namun tak juga matanya tertidur
"Arghhh… aku benci Kim Kibum" teriak Donghae frustasi saat ia teringat kembali sosok Kibum yang sedang memeluk seseorang
"Hiks… apa selama ihik…ni Bummie hanya mepermainkanku hiks… hiiks…" Donghae pun kembali menangis membuat matanya kembali memerah dan tambah membengkak. Dan setelah satu jam penuh ia menangis akhirnya ia pun kelelahan dan tertidur kembali.
.
.
.
Donghae terbangun saat waktu menunjukkan pukul setengah enam pagi. Dengan santai dilangkahkannya kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi ia pun memakai seragam sekolahnya lengkap. Setelah itu ia kedapur, membuat susu untuk menghangatkan perutnya. Setelah menghabiskan susunya, lalu Donghae mengambil sebuah apel untuk menganjal perutnya yang dari kemarin siang belum diisi apa-apa.
Diliriknya jam yang ada diruangan itu sebentar. Sekarang baru pukul setengah tujuh, itu berarti ia masih memiliki waktu banyak satu jam untuk berangkat ke sekolah. Biasanya Kibum akan menjemputnya pada jam tujuh kurang sepuluh menit.
'Kibum'
Mengingat nama itu membuat Donghae kembali sedih. Bahkan saat ia melihat handphone saat bangun tadi, ia tak menemukan satu pun pesan dari Kibum. Donghae tersenyum miris karna ia merasa telah dilupakan oleh Kibum dengan gampangnya. Memikirkan Kibum membuat Donghae jadi malas untuk bertemu dengan namjachingunya itu.
Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu rumahnya, bermaksud ingin pergi ke sekolah duluan sebelum Kibum datang menjemputnya. Donghae menghembuskan napasnya perlahan mencoba mengurangi beban pikirannya yang selalu memikirkan Kibum. Setelah itu ia pun berangkat kesekolah sendirian. Hampa, itulah yang dirasakan Donghae sekarang. Serasa ada yang kurang ketika Kibum tidak ada disebelahnya saat ini. Namun apa daya untuk sekarang ia tak ingin bertemu dengan Kibum dulu.
.
.
.
"Hai Donghae… kau berangkat sendiri?" tanya Sungmin kepada Donghae yang baru saja memasuki kelas
"Ne… hyung" jawab Donghae singkat
"Memang Kibummie kemana hyung?" tanya Kyuhyun yang saat itu ada disamping Sungmin. Mendengar nama Kibum, wajah Donghae pun menjadi lesu. Dengan perlahan digelengkannya kepalanya untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun tersebut.
"Matamu kenapa Hae?" tanya Sungmin perhatian saat ia menyadari kalau mata Donghae terlihat bengkak. Donghae tak menjawab membuat Kyuhyun dan Sungmin menatap heran kearahnya
"Kau habis menangis hyung?" Donghae hanya menggeleng kecil sambil tersenyum
"Oh ia, aku ada urusan sebentar. Kalau ada Bummie mencariku, bilang saja aku belum datang ya" ucap Donghae sambil berusaha tersenyum lebar
"Kenapa?" tanya Kyuhyun dan Sungmin berbarengan
"Hem… sudahlah aku keluar dulu ya" Donghae pun melangkahkan kakinya cepat tanpa menaruh tasnya dulu.
"Donghae…" panggil Sungmin membuat Donghae yang sudah ada diambang pintu berbalik dan menatap Sungmin bingung
"Kenapa kau bawa tasmu? Berusaha ingin membolos, eoh?" tanyanya lagi
"Tidak hyung… aku akan kembali saat bell masuk berbunyi" jawab Donghae lalu keluar kelas dengan tergesa. Kyuhyun dan Sungmin hanya saling menatap, heran karna sikap Donghae yang terlihat aneh pagi ini.
Tak berapa lama setelah kepergian Donghae, Kibum pun datang memasuki kelas Sungmin dan namjachingunya itu dengan santai.
"Apa Hae hyung sudah datang?" tanya Kibum tiba-tiba membuat Kyuhyun dan Sungmin yang sedang bermesraan itu kaget karna baru menyadari keberadaan Kibum
"Donghae hyung—"
"Hae belum datang Bummie" ujar Sungmin cepat memotong perkataan Kyuhyun. Seketika Kyuhyun pun menatap Sungmin bingung, namun Sungmin malah menatap kearahnya tajam. Kyuhyun baru ingat dengan pesan Donghae tadi lalu ia pun mengangguk mengerti.
"Benarkah Hae hyung belum datang?" tanya Kibum santai namun terlihat jelas dari wajahnya kalau ia sekarang sangat mengkhawatirkan Donghaenya itu.
"Ne Bummie, Hae hyung memang belum datang" jawaba Kyuhyun membuat Kibum menghembuskan napasnya perlahan
"Kenapa kau malah menanyakannya? Biasanya kan, kau berangkat bersama Hae" tanya Sungmin sambil menatap kearah Kibum penasaran
"Aishh… aku tidak tau hyung. Tadi saat aku ada didepan rumahnya, tetangga Hae hyung bilang kalau Hae hyung sudah berangkat duluan" mendengar itu Kyuhyun dan Sungmin pun saling bertatapan dan heran sendiri
'Sebenarnya ada apa dengan mereka?' batin Kyuhyun dan Sungmin bingung. Sementara itu Kibum pun melangkahkan kakinya pelan meninggalkan kelas Sungmin tanpa berpamitan dulu.
'Sebenarnya kau kenapa hyung?' tanya Kibum dalam hati, bingung akan keberadaan Donghae dan juga bingung karna Donghae meninggalkannya dan memilih berangkat ke sekolah mendahuluinya.
.
.
.
Tiga hari sudah Donghae mencoba menghindari Kibum. Berangkat sekolah duluan, mencoba bersembunyi dari Kibum saat disekolah, pulang sekolah pun duluan, bahkan handphonenya beberapa hari ini dimatikannya supaya Kibum tidak bisa menghubunginya. Membuat Kibum jadi bingung sekaligus frustasi karna tidak tahu menahu tentang kabar namjachingu polosnya itu.
Walaupun Kibum sudah berusaha mendatangi rumah Donghae, menanyakan keadaan Donghae dengan Sungmin, namun semua itu tidak ada hasilnya. Ia tidak tau bagaimana kabar namjachingunya itu.
Kibum berpikir, apa yang menyebabkan Donghaenya seperti ini? Apakah ia ada melakukan kesalahan? Sepertinya tidak, karna ia merasa tidak ada melakukan kesalahan apa pun pada Donghae. Tapi mengapa Donghae menjauhinya. Aish… entahlah yang bisa Kibum lakukan sekarang hanyalah pasrah dan menunggu adanya keajaiban supaya Donghaenya kembali kepadanya.
.
.
.
-skiptime-
Hari sudah malam, orang-orang kini sudah tertidur nyenyak. Namun tidak dengan Kibum, sekarang ia tampak termenung memikirkan sesuatu yang membuatnya tidak bisa tertidur sekarang
Kibum POV
.
Sebenarnya ada apa dengan Hae hyung? Aish… kenapa selama tiga hari ini aku tidak melihat sosoknya. Aku kerumahnya pun, tak kunjung jua ada yang membukakan pintu untukku. aku juga sudah mencoba menghubunginya namun percuma karna handphonenya dinon-aktifkan.
Selama tiga hari ini aku hanya mengetahui kabarnya dari Sungmin hyung dan Kyuhyun saja. Kenapa juga saat aku bertanya pada mereka, mereka hanya menjawab 'Dia baik-baik saja. Dan ada baiknya kau tidak bertemu dengannya dulu'
Hah… sebenarnya apa maksud mereka. Tak tau kah mereka kalau aku begitu merindukan sosok Donghae hyung
"Donghae hyung aku merindukkanmu" gumam Kibum lirih
"Apa kau tak merindukan ku hyung?" tanyanya sambil menatap sendu foto Donghae yang ada dilayar handphonenya
"Besok aku ak— aahh… kenapa aku tak kepikiran dari kemarin ya. besok aku akan berangkat pagi saja. Aku akan menunggu Hae hyung sebelum Hae hyung berangkat mendahuluiku" Kibum pun tersenyum senang saat membayangkan esok pagi ia akan kembali melihat wajah polos namjachingunya yang sekarang sangat ia rindukan. Setelah itu Kibum pun mematikan lampu dan menarik selimutnya mencoba untuk tidur.
.
Kibum POV end
.
.
.
Hari ini Kibum berangkat sangat pagi demi bisa berangkat bersama Donghae. Karna Kibum tau pasti Donghae berangkat pagi lagi sebelum ia datang menjemput dan malah meninggalkannya tanpa kabar. Kibum menunggu didepan pintu rumah Donghae dengan sabar. Sampai akhirnya sang pemilik rumah menampakkan wajahnya kaget. Jelas saja kaget, siapa sangka saat Donghae membuka pintu rumahnya, Donghae malah menemukan sosok Kibum yang kini tersenyum manis dihadapannya. Seketika Donghae pun mematung ditempat saat Kibum dengan santainya memberi kecupan lembut dipipinya. Mencoba menyalurkan rasa rindu yang dirasakannya beberapa hari ini. Donghae menunduk mencoba menyembunyikan rona merah yang kini menghiasi pipinya. Kibum tertawa kecil saat melihatnya. Karna hampir setiap hari ia memberikan kecupan pada Donghae, tapi tetap saja kecupannya itu dapat membuat Donghae merona.
Setelah Donghae merasa rona merah dikedua pipinya sudah hilang, ia pun mendongak mencoba menatap Kibum. Namun bukannya sosok Kibum yang ada dihadapannya saat ini, melainkan sosok namja tampan bertubuh tegap sedang memamerkan senyum lebar sehingga terlihat dimples dikedua pipinya membuatnya bertambah tampan.
"Selamat pagi" ucap namja tampan tersebut
Seketika mata Donghae membulat, jantungnya berdetak tak karuan, dan sekarang ia merasa begitu takut. Takut? Takut karna ia berpikir Kibum akan memutuskannya saat ini juga dan langsung memperkenalkannya kepada namjachingunya yang baru. Memikirkan itu mata Donghae pun mulai berkaca-kaca. Ditatapnya sosok Kibum yang kini dirangkul oleh namja tampan itu. Namun Kibum hanya tersenyum membuat Donghae merasa kalau pemikirannya tadi benar. Donghae pun langsung mengeluarkan air matanya tanpa sadar.
"Ehh… hyung kau kenapa?" tanya Kibum panik, lalu mendekati Donghae untuk menghapus air mata Donghae yang kini meluncur tanpa henti. Namun sebelum tangan Kibum menyentuh pipi Donghae, Donghae langsung menepis tangan Kibum tersebut lalu menatap tajam kearah Kibum dan namja tampan yang ada disebelahnya.
"Kau… Kim Kibum sebaiknya jangan dekati aku lagi" ujar Donghae pelan namun masih dapat didengar jelas
"Apa maksudmu hyung?" tanya Kibum hati-hati
"Aku tau namja yang ada disampingmu itu namjachingu barumu kan"
"Ehh? Bukan hyung, dia in—"
"Aku tau dia namjachingumu dan aku tau kau akan memutuskan aku sekarang kan" setelah itu Donghae pun kembali menangis membuat Kibum langsung memeluk tubuh Donghae dengan sayang. Namun Donghae berontak membuat Kibum lebih mengeratkan pelukkannya. Sementara itu namja tampan yang sedari tadi diam itu hanya menatap kearah KiHae bingung.
"Hyung kau salah paham" jelas Kibum pada Donghae yang kini sudah agak tenang dalam pelukkannya
"Dia ini hanya temanku hyung"
"Benarkah?" tanya Donghae sambil sesekali terisak. Kibum hanya mengangguk. Ingin rasanya Donghae tidak mempercayai itu, namun karna rindunya yang begitu besar ia lebih memilih mempercayai kalau namja tampan itu adalah teman Kibum dari pada ia harus menjauhi Kibum lagi.
"Maaf sebelumnya mengganggu, tapi kapan kita berangkat ke sekolah?" tanya namja tampan itu yang membuat Kibum dan Donghae melepaskan pelukan mereka.
"Sekarang jam berapa?" tanya Kibum
"Jam tujuh lewat lima menit"
"Berarti kita masih memiliki waktu sekitar dua puluh menit sebelum pagar ditutup" ujar Donghae pelan sambil menghitung dengan kedua tangannya
"Kalau begitu, kajja kita berangkat sekarang" ucap Kibum lalu meraih tangan Donghae dan melupakan keberadaan namja tampan tadi
"Aish… Kibum ini" namja tampan itu pun hanya bisa berdecak sebal lalu ia menyusul Kibum dan Donghae yang sudah berjalan beberapa langkah didepannya.
.
"Oh ia… perkenalkan namaku Choi Siwon" ucap Siwon tiba-tiba saat mereka sudah hampir sampai didepan gerbang
"Ehh? aku Lee Donghae" balas Donghae sambil meraih tangan Siwon untuk berjabat tangan
"Kau murid baru Siwon-ssi?"
"Ne… baru tiga hari yang lalu hyung" jawabnya sambil tersenyum kecil
"Hyung?" Donghae manatap Siwon bingung. Siwon hanya tersenyum
"Siwon satu angkatan denganku hyung" ujar Kibum membuat Donghae mengangguk mengerti
Setelah itu mereka pun melangkahkan kakinya bersama memasuki area sekolah.
.
.
.
Saat ini Kibum dan Donghae ada ditaman belakang sekolah. Padahal ini waktunya istirahat. bukannya ke kantin untuk mengisi perut, mereka malah saling berpelukan mencoba mngobati rasa rindu yang begitu terasa menyiksa karna tidak bertemu selama tiga hari ini.
"Hyung, mengapa selama beberapa hari ini kau menghindariku?" bukannya menjawab Donghae malah membenamkan kepalanya didada Kibum
"Apa pun alasannya, aku tak ingin hyung menjauhiku seperti itu lagi" ucap Kibum lalu mengecup pucuk kepala Donghae dengan sayang.
.
.
.
.
.
.
.
tbc
.
Nyahahaha maaf ao baru apdet. Maaf juga kalo chap ini kurang panjang. Tapi gpp yah, yang penting ini epep tetep lanjut :D
Balesan Reviews:
Lullu48129: jahahaha… maafkan ao karna apdetnya gak cepet ne m(_ _)m
cloudyeye: ehh… ao yeoja ko, cuma agak bandel aja karna penasaran malah jadi merokok hehe. Ne namja itu Siwon, seratus buat chingu… yey XD
ChwangMine95: udah ketebak ya, namja itu siapa. Makasih ripiunya chingu :D
lee minji elf: gomen ne… ao apdetnya gak asap. Makasih ripiunya chingu
elfish: ini udah apdet. Makasih ripiunya
isfa . id: tenang aja Kibum gak selingkuh ko chingu
BabyKiHae98: ini udah lanjut. Makasih ripiunya chingu
Park Je Hee a. k. a NaHaZa: hua gampang banget ketebak. Ini udah panjang belum saeng?
dew'yellow: ia bandel, habisnyakan ao penasaran eomma *loh* makasih ripiunya chingu
elfishy: Kibum gak selingkuh ko chingu. Andweeee dari pada Hae sama chingu, mending Hae sama ao aja nyahaha… makasih ripiunya chingu
cloud3024: ne bener namja itu Siwon. ini udah lanjut… Makasih ripinya chingu
anon: ini udah lanjut. Makasih ripinya chingu
ecca augest: Ne chingu bener :D makasih ripiunya chingu
Hueeee semuanya bisa nebak namja yg meluk Bummie itu Siwon *pundung
.
udahlah… Mind to review chingu? :D
