"Emm ... sejak kita masuk ke sekolah mungkin." Ucap Naruto.

"Heh teman dekat? Jangan harap kalian di anggap teman dekat oleh ku. Kalian hanya teman biasa bagiku." Ucap Sasuke sembari menatap sinis Naruto.

"Yah mulai lagi tuh sinis nya." ucap Naruto menatap sebal Sasuke.

"Sasuke masih aja gak mau ngakuin kita sebagai teman dekatnya." ucap Sakura sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

Mikoto tertawa pelan mendengar ucapan Sasuke, Naruto dan Sakura. "Ah maafkan Sasuke. Dia sebenarnya sudah mengakui kalian sebagai teman dekat nya hanya saja dia mempunyai sifat emm ... tsundere?" ucap Mikoto.

"hah tsundere?" ucap Sakura dan Naruto bersamaan.

Lalu Sakura dan Naruto menatap serius kepada Sasuke. "Apa? Siapa juga yang tsundere?" tanya Sasuke.

Tiba-tiba saja Naruto dan Sakura tertawa. Sasuke menatap bingung mereka berdua. "Iya benar kata Mikoto-basan. Sasuke memang tsundere. Buktinya, di sekolah so dingin tapi waktu di hadapan makam Itachi-nii dia menjadi sosok yang jauh berbeda seperti di sekolah." Ucap Naruto.

"Diam!" ucap Sasuke sembari menatap kesal Naruto dan wajah Sasuke bersemu karena malu.

Naruto, Sakura juga Mikoto tertawa. Mereka tertawa bahagia. Sasuke menatap ketiga orang itu tertawa dan entah kenapa dia tersenyum tipis.

Team 7!

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Drama, Friendship

Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.

Chapter 6 : Panggilan Sayang team 7

Sekarang Naruto, Sakura dan Sasuke sedang duduk malas-malasan di kelas. Kenapa mereka malas-malasan? Karena guru yang mengajar di kelas itu tidak masuk di karenakan ada rapat. Dan lagi guru itu tidak memberikan mereka tugas. Naruto menguap dan menyimpan kepalanya di meja dengan tangan nya sebagai bantal. "Bosen..." ucap Naruto malas.

Sakura yang duduk di belakang Naruto pun menatap bosan Naruto. "Kenapa juga ya guru gak ngasih tugas. Hah ... bingung mau ngapain ini." ucap Sakura.

"Pemalas." Ucap Sasuke sembari membaca sebuah buku pelajaran sastra.

Naruto menatap Sasuke malas. "Kamu so baca buku padahal asli nya gak baca tuh." Ucap Naruto.

"So tau"

"Emang tau bukan so tau. Buktinya, kamu baca buku di halaman itu saja terus."

"Halaman ini belum selesai di baca, bodoh." Ucap Sasuke sembari menatap Naruto sinis.

"APA?! Kenapa kamu harus mengatakan aku ini bodoh?" ucap Naruto menatap kesal Sasuke.

"Sudahlah yang bodoh memang bodoh." Ucap Sasuke sembari membaca buku nya kembali.

Naruto menggeram menatap Sasuke. "Errr ... TEME!" ucap Naruto.

Sasuke langsung menatap Naruto ketika Naruto mengucapan 'Teme' "Apaan kamu manggil aku teme? Teme itu panggilan kasar." Ucap Sasuke menatap sebal Naruto.

"Itu memang pantas buat mu." ucap Naruto sembari menyeringai.

"Dasar baka-Naruto. DOBE." Ucap Sasuke menatap Naruto menyeringai juga.

"DOBE? Argh jangan panggil aku dobe, teme." Ucap Naruto sembari menatap kesal Sasuke.

"DOBE."

"TEME."

"DOBE."

"TEME."

"DO-" "Bisakah kalian diam? Kalian itu berisik tau!" ucap Sakura menghentikan pertengkaran kecil Naruto dan Sasuke.

Naruto dan Sasuke saling pandang dengan tatapan kesal. "Apa kamu natap ku seperti itu, teme?" tanya Naruto.

"Seharusnya aku yang nanya itu padamu, dobe." Ucap Sasuke.

Perdebatan kecil pun terjadi kembali. Sakura mulai kesal melihat tingkah laku kedua teman nya itu. Sakura berdiri dan menggebrak meja dan sukses membuat mereka berdua kaget dan menghentikan perdebatan kecil mereka. Mereka berdua menatap Sakura yang sedang memasang wajah sangar. Seketika itu juga mereka berdua langsung menatap Sakura takut. "KALIAN ... BISA DIAM TIDAK?! Lihat dong sekitar kalian." ucap Sakura menatap geram Sasuke dan Naruto.

Naruto dan Sasuke langsung menatap ke sekeliling mereka dan mereka mendapatkan sebuah tatapan aneh dari para teman kelas nya. Naruto memasang wajah tanpa dosa kepada mereka. Dan setelah itu semua warga kelas di sana langsung kembali ke aktifitas masing-masing. Naruto dan Sasuke saling pandang dan mereka langsung buang muka dan wajah mereka bersemu. Sakura menghela nafas melihat tingkah laku mereka berdua.

.

Jam pelajaran sekolah pun sudah berakhir. Sekarang Naruto, Sakura dan Sasuke sedang berjalan beriringan menuju gerbang. Selama perjalan menuju gerbang, mereka tidak mengobrol. Sakura menatap aneh kedua teman nya itu. 'Tumben gak debat.' Batin Sakura.

Dan sekarang mereka bertiga sudah di depan gerbang dan berdiri di sisi jalan. Sasuke menatap kedua teman nya bingung. "Ngapain kalian disini?" tanya Sasuke.

"Kita kan udah biasa nemenin kamu nunggu jemputan." Ucap Sakura.

"Kita sebagai teman mu yang baik, berniat untuk menunggu mu. Kita gak mau kamu kesepian." Ucap Naruto.

"Gak perlu di kasihani, Dobe." Ucap Sasuke sembari menatap Naruto datar.

Naruto menatap geram Sasuke. "Aku hanya kasihan kalau kamu gak ada temen disini saat kamu nunggu jemputan, teme." Ucap Naruto sebal.

"Sudah ku bilang, aku gak perlu di kasihani, Dobe." Ucap Sasuke menatap Naruto kesal.

Naruto semakin geram kepada Sasuke. "Heh, ya sudah kita pulang duluan saja. Yuk Sakura, biarkan dia sendirian di sini menunggu jemputan nya." ucap Naruto.

"Sana pergi." Ucap Sasuke mengusir Naruto dan Sakura.

"Ya sudah." Ucap Sakura.

"Dadah yang lagi nunggu jemputan. Udah SMA masih diantar jemput. Kaya anak TK saja. hahaha..." ucap Naruto mengejek Sasuke sembari tertawa.

Sakura dan Naruto langsung berjalan pergi meninggalkan Sasuke yang menatap Naruto kesal. Sasuke masih menatap kepergian Naruto dan Sakura dengan tatapan sulit diartikan. Tiba-tiba saja terlintas ide itu dari kepalanya dan Sasuke langsung menyeringai dan mengangguk-angguk. Sasuke langsung mengeluarkan handphone nya dan berlari kearah Sakura dan Naruto. "Nar, kok aku merasa ada yang mengikuti kita deh." Ucap Sakura.

"Hah?" ucap Naruto.

Sakura dan Naruto melihat kebelakang mereka dan alangkah kaget nya begitu melihat Sasuke berlari kearah nya sembari memegang handphone. "Ngapain tuh anak ke sini? bukan nya lagi nunggu jemputan?" tanya Naruto.

Sekarang Sasuke sudah berada di depan mereka. Nafas Sasuke tidak beratur. Setelah merasa nafas nya sudah teratur, Sasuke memegang handphone nya dan memencet beberapa tombol. Setelah itu Sasuke menyimpan handphone di saku celana nya. "Ngapain sih kau ngalangin jalan saja." ucap Naruto menatap sebal Sasuke.

"Akan ku buktikan bahwa aku bukan anak TK seperti yang kau ucapkan tadi. Aku sudah mengirim pesan kepada Ebisu untuk tidak menjemput ku kemari." Ucap Sasuke sembari menatap Naruto dengan tatapan menantang.

"Bagus deh kalau gitu. Kita buktikan bahwa kamu bisa sampai rumah mu dengan jalan kaki." Ucap Naruto sembari menyeringai.

Sakura menatap mereka berdua yang sedang saling tatap menantang. Sakura menghela nafas 'Mereka itu tidak ada kapok nya apa?!' batin Sakura. "Eh tapi, Sasuke kan rumah nya gak sedekat aku dan Naruto." Ucap Sakura.

"Rumah ku dan si Dobe dekat kok." Ucap Sasuke datar.

"Ya sudah ayo kita jalan." Ucap Naruto sembari berjalan di ikuti Sakura dan Sasuke.

Sementara itu Ebisu sedang bersiap untuk menjemput Sasuke. Saat akan menjalankan mobil nya menuju sekolah tuan nya, tiba-tiba saja handphone nya bergetar. Ebisu mengambil handphone nya dan membuka satu pesan. 'Ebisu, jangan jemput! Aku akan pulang sendiri! Jangan banyak komentar!' itu lah isi pesan dari Sasuke yang sukses membuat Ebisu kaget. "Waduh ... apa gak kenapa-kenapa nih? Tapi Sasuke-sama bilang untuk jangan banyak komentar." Ucap Ebisu.

'Iya, Sasuke-sama. Bila terjadi apa-apa, cepat hubungi saya.' Balas pesan Ebisu kepada Sasuke.

Sasuke, Sakura dan Naruto sekarang mereka sedang berjalan menuju rumah masing-masing. Selama perjalanan, Naruto terus berbicara dan Sakura juga Sasuke kadang merespon ocehan Naruto itu. "Tadi di kelas pas pelajaran sensei..." "Dari tadi kamu bicara mulu. Gak capek apa? Berisik tau!" ucap Sasuke memotong ocehan Naruto.

"Kali ini aku setuju dengan Sasuke." ucap Sakura sembari menatap sebal Naruto.

"Kalian jahat." Ucap Naruto sembari memasang wajah cemburut.

"Hah ... dasar dobe." Ucap Sasuke sembari memutar kedua bola matanya bosan.

"TEME!" ucap Naruto sembari menatap Sasuke sebal.

"DOBE!"

"TEME!"

Naruto dan Sasuke terus saja mengucapkan itu dan tanpa sadar mereka meninggalkan Sakura di belakang mereka. Sakura menatap mereka berdua dengan tatapan sulit di artikan. Tapi lama kelamaan Sakura tersenyum menatap mereka berdua. 'Yah itu lah mereka berdua, menunjukkan keakraban mereka seperti itu.' batin Sakura.

Sakura berhenti berjalan karena dia sudah sampai di depan rumah nya. Sakura menatap Naruto dan Sasuke yang masih belum sadar Sakura sudah berhenti berjalan. "Naruto ... Sasuke..." teriak Sakura kearah mereka berdua.

Mereka berdua berhenti saling poyok dan berhenti jalan juga. Mereka berdua menatap kebelakang dan menatap Sakura bingung. "Sakura pasti marah karena kita tinggal." Ucap Naruto menatap Sakura takut.

"Apalagi kalau dia marah itu sungguh merepotkan." Ucap Sasuke datar.

"Samperin yuk." Ucap Naruto dan langsung di setujui oleh Sasuke.

Mereka berdua pun berjalan kembali ke arah Sakura. Tanpa mereka berdua sadari, mereka sudah akur kembali. Sakura menatap mereka berdua dan tersenyum kepada mereka berdua. 'Kok senyum sih?' batin Naruto.

'Ternyata bukan marah. Dasar baka-dobe.' Batin Sasuke.

"Aku sudah sampai di rumah." Ucap Sakura sembari menunjuk rumah nya.

"Oh sudah sampai ya. hehe..." ucap Naruto sembari menggaruk belakang leher nya yang tidak gatal.

"Iya. Kalian terlalu asyik debat sampai-sampai melupakan aku." ucap Sakura menatap sebal ke arah Sasuke dan Naruto.

"Gomenne, Sakura-chan." ucap Naruto.

"Iya tidak apa. Aku pulang duluan ya. Terimakasih sudah mau pulang bareng yah walau aku sempat di lupakan oleh kalian. Kalian di jalan jangan berdebat ya apalagi ini di tempat umum, malu tau." ucap Sakura menasihati Naruto dan Sasuke.

"Iya, Sakura-chan." ucap Naruto sembari tersenyum lebar.

"Hn." Ucap Sasuke sembari menganggukkan kepalanya.

"Kita pulang ya Sakura. Sampai jumpa." Ucap Naruto.

"jaa ne." Ucap Sasuke datar.

Sakura mengangguk kepala merespon ucapan Naruto dan Sasuke. Naruto dan Sasuke kembali berjalan menuju rumah mereka masing-masing. "Hati-hati." teriak Sakura kepada mereka berdua.

Terlihat oleh Sakura, Naruto mengangkat tangan kanan nya dan mengacungkan jempol nya. Sedangkan Sasuke dia terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya. Sakura masuk ke rumah dan membuka sepatu nya. Lalu Sakura menyimpan sepatu nya. Setelah itu Sakura berjalan menuju ruang keluarga yang disana ada kaasan nya yang sedang nonton televisi. "Tadaima." Ucap Sakura lemah.

"Okaeri." Ucap Mebuki.

Sakura duduk disamping Mebuki dengan lesu. Mebuki menatap Sakura aneh. "Kok lesu sih? apa ada masalah di sekolah?" tanya Mebuki.

"Itu tuh si Naruto sama Si Sasuke"

"Naruto sama Sasuke? apa mereka merebutkan mu?" tanya Mebuki antusias.

Sakura sweatdrop mendengar pertanyaan Mebuki. "Apa sih? bukan itu kaasan. Naruto sama Sasuke terus saja saling poyok memoyok sampai-sampai aku di lupakan. Sebel kan jadi nya? biasanya juga kita selalu bersama lah sekarang ... mereka malah berdua terus." Curhat Sakura kepada kaasan nya.

"Oh jadi putri kaasan ini cemburu melihat mereka berdua akrab? Dan kamu di lupakan gitu?" tanya Mebuki.

"emm ... gak gitu juga sih. Tapi, Sakura senang kok mereka sudah akrab yah walau akrab nya dengan cara seperti itu."

Mebuki tersenyum mendengar ucapan putri nya itu. "Syukurlah kalau kamu senang. Kalau mereka berdua sedang berdebat sehingga melupakan kamu, kamu tinggal sama temen deket kamu saja yang di kelas. Kamu punya kan temen cewek?" tanya Mebuki.

Tiba-tiba saja Sakura memasang wajah sendu. Tapi dia langsung tersenyum paksa kepada Mebuki. "Iya ada temen cewek di kelas. Sakura ke kamar ya, mau ganti baju." Ucap Sakura.

Mebuki mengangguk mempersilahkan Sakura untuk ke kamar. Sakura beranjak dari duduk nya berjalan menuju kamar nya dengan lesu. 'Masalahnya Sakura gak punya temen deket cewek. Dan lagi di kelas teman dekat Sakura cuma Naruto dan Sasuke saja, kaasan.' batin Sakura.

Sekarang Naruto sudah sampai di depan rumah nya. Dia menyeringai menatap Sasuke yang sedang menatap nya datar. "Ngapain masang wajah jelek gitu?" ucap Sasuke datar.

Naruto langsung memasang wajah cemburut "Enak aja di bilang wajah jelek. Wajah keren gini."

Sasuke langsung memasang wajah jijik kepada Naruto. "Kenapa malah masang wajah seperti itu?" ucap Naruto marah-marah.

Sasuke mengangkat bahu nya cuek. Naruto menghela nafas. "Aku masuk ke rumah. Awas loh, jangan panggil Ebisu-jisan saat aku sudah masuk ke rumah. Kamu harus berjalan dari sini ke rumah mu, teme" ucap Naruto.

"Iya, Dobe."

"Sampai besok." Ucap Naruto sembari berjalan masuk ke rumah nya.

Sasuke langsung berjalan dengan santai nya menuju rumah nya yang jarak nya sudah dekat. Naruto masuk ke rumah nya dan berjalan menuju dapur. Naruto melihat kaasan nya sedang duduk meja makan sembari membaca sebuah majalah. "Tadaima." Ucap Naruto sembari berjalan mengambil gelas dan mengisi gelas itu dengan air minum.

"Okaeri." Ucap Kushina sembari membaca majalah.

Naruto menyimpan gelas yang tadi dia pakai di meja makan dan berjalan dengan santai nya ke kamar. Kushina melihat Naruto yang masih mengenakan sepatu dan langsung menatap Naruto geram. "NARUTOOO...! KENAPA KAMU TIDAK MELEPASKAN SEPATU MU?!" teriak Kushina sukses membuat Naruto ketakutan.

Naruto buru-buru membuka sepatu nya. Kushina beranjak dari duduk dan menatap tajam Naruto. Naruto menatap takut Kushina. "E-eto ... emm ... a-aku tadi lupa, okaachan. A-aku tadi haus sampai-sampai lupa t-tidak membuka sepatu." Ucap Naruto sembari ketakutan.

"Alasan kamu bagus ya. Lihat lantai yang kamu injak, jadi kotor kan? Rumah ini baru selesai okaachan di pel. Ganti baju dan pel lantai yang kamu injak dengan sepatu mu itu." ucap Kushina galak.

"B-baik, okaachan". Ucap Naruto langsung berlari menyimpan sepatu nya di rak sepatu dan berlari menuju kamar nya.

Kushina menghela nafas melihat tingkah Naruto. 'Dasar Naruto.' Batin nya.

.

Pagi hari kemudian, Sasuke sudah bangun jam lima pagi dan itu sukses membuat pembantu yang ada di rumah nya bengong. Biasanya pembantu itu yang suka membangunkan Sasuke tapi sekarang, Sasuke bangun sendiri dan jam 6 sudah berada di meja makan. Biasanya jam 6 Sasuke baru bangun. "Mana makanan nya?" tanya Sasuke sembari mengebrak meja makan itu.

Beberapa menit kemudian pelayan di rumah itu datang sembari membawa banyak makanan dan menyimpan di meja makan itu. Sasuke mulai mengambil makan dan mulai sarapan pagi nya dengan santai. Tiba-tiba saja Mikoto datang dan kaget menatap Sasuke. "Loh, Sasuke sudah bangun?" tanya Mikoto kaget.

Sasuke menghentikan makan nya dan menatap Mikoto datar. "Hn." Ucap Sasuke datar.

Sasuke kembali melanjutkan sarapan nya yang sempat tertunda. Mikoto duduk di kursi meja makan di dekat Sasuke. Mikoto mengambil makanan yang ada di meja itu dan mulai sarapan nya. "Jangan dulu pergi sekolah sebelum kaasan menyelesaikan sarapan." Perintah Mikoto kepada Sasuke.

Sasuke yang sudah menyelesaikan sarapan nya menatap Mikoto. "Aku sedang cepat-cepat. Aku akan berangkat ke sekolah dengan jalan kaki." Ucap Sasuke sukses membuat Mikoto tersedak.

Mikoto mengambil air minum yang ada di depan nya dan langsung meminum air itu hingga tandas. Mikoto menatap kaget Sasuke. "Kenapa harus jalan kaki? Kan ada Ebisu yang akan mengantar mu ke sekolah?" tanya Mikoto.

"Sasuke tidak mau di sebut anak TK oleh teman Sasuke di sekolah. Aku akan membuktikan pada mereka bahwa aku bisa pergi sendiri ke sekolah tanpa harus di antar." Ucap Sasuke serius.

"Kalau begitu kamu pakai mobil saja sendiri. Bukan nya kamu sudah bisa menyetir mobil?"

Sasuke menatap tidak percaya ke arah Mikoto. 'Dia tau dari mana?' batin Sasuke.

"Kenapa tidak menjawab pertanyaan kaasan?" tanya Mikoto.

"Hn. Di sekolah tidak di perbolehkan anak kelas sepuluh membawa kendaraan. Apalagi bawa mobil. Sudah, aku berangkat dulu. Aku akan menghampiri rumah Naruto dulu untuk berangkat bareng dengan nya dan membuktikan bahwa aku bisa ke sekolah sendiri tanpa harus di antar dan lagi aku berangkat nya jalan kaki." Ucap Sasuke antusias.

Mikoto sedikit tidak percaya dengan Sasuke hari ini. Tapi dia tersenyum menatap putra nya itu. 'Sekarang-sekarang ini Sasuke menjadi lebih terbuka pada ku. Aku senang sekali.' Batin Mikoto.

Sasuke langsung menarik tangan Mikoto dan ternyata Sasuke menyalami tangan Mikoto bahkan di cium oleh nya. Mikoto makin tidak percaya dengan apa yang Sasuke perbuat. Biasanya Sasuke hanya menyalami atau menjabat tangan nya saja tanpa mencium nya. "Sasuke pergi dulu." Ucap Sasuke sembari membawa tas nya dan berjalan keluar dari dapur.

Mikoto langsung mengejar Sasuke dan meninggalkan sarapan nya. "Sasuke-kun tunggu." Teriak Mikoto.

Sasuke berhenti jalan dan menatap ke arah Mikoto. "Ada apa?" tanya Sasuke datar.

"Kamu di jalan hati-hati ya. Kalau ada apa-apa cepat hubungi Ebisu atau kaasan ya?" ucap Mikoto khawatir.

Sasuke menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan menuju gerbang rumah nya.

Terlihat di sebuah rumah tepat nya di sebuah kamar yang 'agak' berantakan seorang remaja berusia 15 tahun lebih sedang tidur dengan nyenyak. Padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, kenapa dia masih tidur? Sebut saja remaja itu Naruto. Kaasan Naruto datang menuju kamar Naruto dengan wajah yang geram. Dia mendobrak pintu dan berteriak "NARUTOOOOOOOO ... bangun ini sudah jam setengah tujuh." Teriak Kushina sembari menarik selimut Naruto.

Naruto langsung bangun dari tidurnya di karenakan kaget dengan kelakuan kaasan nya di pagi hari. Kushina menatap galak ke arah Naruto sehingga Naruto ketakutan melihat Kushina. "O-o-Ohayou ... o-okaachan." ucap Naruto ketakutan.

"Cepat mandi. Nanti sekolah kesiangan." Ucap Kushina galak.

"Iyaaa..." ucap Naruto sembari beranjak dari tempat tidur nya dengan buru-buru.

Sasuke sekarang sudah ada di depan rumah Naruto. Sasuke menghela nafas. 'Terakhir menghampiri rumah teman untuk berangkat ke sekolah bareng itu waktu masih TK. Jadi agak aneh menghampiri rumah teman.' batin Sasuke.

Sasuke berjalan menuju pintu rumah Naruto dan mengetuk pintu itu. Sasuke mendengar di dalam rumah teriakan seorang ibu-ibu. 'Pasti si dobe lagi di marahi oleh kaasan nya.' batin Sasuke.

Pintu itu di buka dan tampak pria dewasa mirip seperti Naruto. Sebut saja Minato. "Eh temen nya Naruto?" tanya Minato.

Sasuke menganggukkan kepalanya. "Do-Naruto nya ada? saya mau ngajak Naruto sekolah bareng." Ucap Sasuke datar.

"Oh begitu. Naruto baru saja mandi. Mending kamu duluan saja berangkatnya. Nanti takut nya terlambat kalau menunggu Naruto." Ucap Minato sembari tersenyum maklum.

"Baiklah. Saya permisi." Ucap Sasuke sembari pergi meninggalkan daerah rumah Naruto.

Sakura sekarang sedang memakai sepatu. "Ah beres juga." ucap Sakura sembari berdiri.

"Kaasan, Sakura sekolah dulu ya." teriak Sakura di depan rumah.

"Hati-hati." teriak Mebuki di dalam rumah.

Sakura berjalan meninggalkan kawasan rumah nya. Saat sedang berjalan dengan santai nya menuju sekolah, tiba-tiba ada seorang menepuk pundak Sakura. Sakura langsung berhenti berjalan dan menatap ke arah seorang yang menepuk pundak nya. Saat melihat orang yang menepuk pundak nya, Sakura memasang wajah terkejut. "K-kau ... Sasuke?" ucap Sakura tidak percaya.

"Hn." Ucap Sasuke datar.

"Kamu ngapain di sini?" tanya Sakura.

"Mau ke sekolah." Ucap Sasuke datar.

"Sekolah? Jalan kaki?" tanya Sakura lagi.

"Iya." ucap Sasuke sembari berjalan di ikuti Sakura.

"Kenapa kamu berangkat ke sekolah jalan kaki?" tanya Sakura lagi.

Sasuke menatap tajam Sakura. Sakura kaget karena di tatap seperti itu oleh Sasuke. "Aku hanya ingin belajar saja untuk berangkat sekolah jalan kaki." Ucap Sasuke.

Sakura menghela nafas. 'Ku kira dia bakal marah pada ku karena banyak nanya.' Batin Sakura lega.

"Bagus kalau begitu. Lagian jalan kaki kan sehat apalagi bisa menikmati udara pagi yang sejuk ini." ucap Sakura.

.

Jam pelajaran di mulai dari jam setengah delapan dan istirahat jam sepuluh. Sekarang Naruto, Sakura dan Sasuke sedang istirahat di kantin. Karena sekarang mereka kebagian bangku di kantin. "Naruto, kenapa kamu tadi terlambat masuk kelas?" tanya Sakura.

"Semalam aku mengerjakan tugas dan jadinya aku kesiangan bangun tidur." ucap Naruto.

"Pantas tadi aku menghampiri rumah mu untuk mengajak mu ke sekolah bareng tapi tousan mu menyuruh ku untuk pergi duluan ke sekolah." Ucap Sasuke datar.

Naruto dan Sakura menatap tidak percaya ke arah Sasuke. "Teme, kamu mengajak ku sekolah bareng?" tanya Naruto tidak percaya.

"Dan lagi dia tadi berangkat sekolah nya jalan kaki loh, Nar." Ucap Sakura.

Naruto semakin menatap Sasuke tidak percaya. Sasuke risih di tatap seperti itu oleh Naruto. "Tatapan mu itu membuat ku risih. Seolah-oleh kamu itu tertarik dengan ku, dobe." Ucap Sasuke menatap risih Naruto.

Naruto langsung menatap sebal Sasuke. "Gini-gini, aku masih normal tau. Dan lagi jangan panggil aku Dobe." Ucap Naruto.

"Kamu juga jangan panggil aku Teme."

"Itu pantas buat mu."

"Dan Dobe juga pantas buat mu."

"TEME!"

"DOBE!"

Sasuke dan Naruto saling adu mulut sehingga orang-orang menatap mereka aneh. Sakura yang kena imbas di tatap aneh oleh orang-orang pun langsung malu dan menatap kesal Sasuke dan Naruto. "KALIAN ... BISA DIAM TIDAK?!" Teriak Sakura.

Sasuke dan Naruto berhenti saling poyok dan menatap Sakura kesal karena mengganggu perdebatan mereka.

"Diam kau Pinky-" ucap Sasuke

"Rambut aneh." Ucap Naruto.

Sakura menatap tidak percaya kepada Sasuke dan Naruto. Sasuke dan Naruto kembali lagi saling adu mulut dan saling menatap tajam. Sakura geram menatap mereka berdua dan secara tiba-tiba dia menarik rambut Sasuke dan Naruto. Secara bersamaan mereka berteriak kesakitan. "Ittai, Sakura." ucap Naruto.

"Kalian malu-maluin saja. Dasar..." tiba-tiba Saja Sakura berhenti berucap karena bingung harus menyebut mereka apa karena telah memanggil nya rambut aneh dan pinky. Sakura menatap rambut mereka berdua tiba-tiba saja Sakura berucap "Rambut pantat ayam." Ucap Sakura kepada Sasuke dan sukses membuat Sasuke menatap Sakura tajam.

"Rambut duren." Ucap Sakura kepada Naruto dan sukses membuat Naruto cemberut.

"APAA KATA MU, pingky?!" ucap Sasuke dan Naruto bersamaan.

.

Dan sejak saat itu Sasuke memanggil Naruto, dobe. Naruto memanggil Sasuke, teme. Sakura memanggil Sasuke yaitu ayam dan memanggil Naruto dengan duren. Sedangkan Naruto dan Sasuke memanggil Sakura dengan panggilan pinky.

TBC

Holla saya kembali dengan chapter 6 yang gaje ini :3

Whehe, bagaimana komentar, saran dan kritik untuk chapter 6 ini?

maaf kalau gak jelas karena saya masih belajar :D

seperti biasa, terimakasih sudah membaca fict saya. bisa kah anda mereview fict saya ini? :)

Thanks to Reviews :Nitya-chan & sanner uchiha