.
KyuSung Fanfiction
.
Song For You
.
Present by
Cloudlilac and Magbe3
.
.
Enjoy Your Time
.
.
.
CHAPTER 6
Yesung berjalan linglung ke tempat kerjanya, kedua bahu merosot dengan kepala tertunduk. Jelas sekali dia kelelahan. Yah walau ketika dijalani seakan tidak terasa tetapi jika sudah selesai langsung terasa lelahnya. Untungnya sang boss kejam Jung Yunho memperbolehkannya untuk cuti sehari, mungkin sudah mendengar kasus kecelakaan yang menimpanya di Hokkaido, walaupun begitu terasa kurang juga. Kalau bukan karena kerjaan yang semakin bertambah Yesung bakal jadi anak nakal sesekali lalu bolos. Yah , salahkan semua pada tumpukan kertas kerja dimejanya. Semakin menggunung itu semakin beringaslah sang bos padanya.
"Apa kah anda yang bernama Yesung-shi?" seseorang tiba-tiba saja berlari kearahnya dan menanyakan siapa dia. Ketika Yesung mengangguk 'iya', namja itu tiba-tiba berteriak "Dia benar Kim Yesung!" dan kagetlah Yesung saat para wartawan berondong-bondong menghampirinya. Untungnya dibelakangnya Donghae sudah bersiap menunggunya dan melarikannya menuju lift karyawan.
"Sial! mereka cepat sekali!" Donghae terengah kehabisan napas, "Aku sudah menelepon dan mengirim pesan untuk tidak ke kantor. Kenapa kau masih datang!" Donghae mulai marah-marah sendiri, sementara Yesung masih berpikir, bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"VOCALIST TRAP DAN KEKASIH NAMJA NYA"
Saat judul koran yang tadi dibawa Donghae terpampang di depan wajah Yesung. Mulailah Yesung mengerti apa yang terjadi.
"Bagaimana mereka—,"
"Kau tidak membaca koran pagi ini? tidak menonton TV? lihat ini! besar sekali poster wajah malu-malumu yang sedang di cium Kyuhyun di Hokkaido." Tunjuk Donghae pada gambar besar persis di bawah judul gambar, dan membuat tampang Yesung semakin horor.
"Bagaimana bisa! Tapi-," Yesung kelabakan. Dia langsung memencet ponsel yang sengaja dia matikan sejak semalam karena Kyuhyun yang tak berhenti menganggunya.
Saat ponsel itu kembali hidup, benar saja puluhan pesan masuk langsung menghujam ponsel yang tak berdosa itu. Bukan hanya dari Donghae, Kyuhyun, Heechul, dan Leeteuk ada di daftar teratas pengirim pesan terbanyak ke ponselnya.
Benar, dia harus melihat reaksi Kyuhyun sekarang. yang terpenting adalah Kyuhyun, semua ini akan mempengaruhi karirnya. Walaupun menyukai sesama jenis sudah mulai diterima dalam masyarkat luas , tapi ini juga beresiko dengan popularitas Kyuhyun nanti. Sebentar lagi dia juga akan mengeluarkan album ke duanya, jika hal ini akan mempengaruhi itu. Kyuhyun bisa hancur.
Secepat kilat, Yesung langsung memencet tombol untuk menghubungi Kyuhyun, tapi nomornya sudah tidak aktif lagi. Yesung semakin bingung, bagaimana cara dia untuk menyelematkan Kyuhyun?
"Bagaimana ini, Kyuhyun pasti sedang kebingungan sekarang." Yesung mulai menggertu dan terus mencoba menghubungi Kyuhyun berkali-kali.
"Hei Yesung! Yesung!" Donghae berteriak sekali lagi, Yesung kalau sedang bingung pasti tak akan memperhatikan sekitar.
"Hae apa yang harus aku lakukan! Kyuhyun tak bisa dihubungi. Dia pasti tidak baik -baik saja!" Yesung menatap Donghae dengan wajah sengsara. Rasa khawatir sekaligus putus asa.
"Kenapa kau memperhatikan Kyuhyun sekarang?! Kyuhyun mungkin hanya bisa membantah bahwa kalian berdua pacaran dan sekaligus dia akan memutuskanmu dan menjauh darimu. Tapi bagaimana denganmu yang akan menerima hujatan terbesar dari fans Kyuhyun?" Donghae tampak marah, "Harusnya aku tak menyetujui saja permainan ini dari awal. Berpacaran dengannnya hanya akan membuatmu sengasara."
Yesung tampak kosong dari semua perkataan Donghae hanya satu kata yang tertancap dalam pikirannya, "Diputuskan Kyuhyun,"
.
.
.
.
.
Yesung hanya bisa terduduk dengan mata yang tidak henti menatap ke arah layar ponselnya. Ini sudah lebih dari tiga jam dan ia hanya menghabiskan waktunya di dalam ruang kerja sang hyung, berusaha menghindar dari serangan buas para pencari berita yang seolah tidak akan pernah lelah untuk menangkap dirinya, atau mungkin wartawan di luar sana tidak akan beranjak dan menginap di depan gedung Hyundai Corp.
Hanya saja yang membuat Yesung gelisah dan tidak tenang bukan orang-orang di luar sana, melainkan salah seorang namja yang juga menjadi pusat perhatian yang kini entah berada di mana, tidak memberi kabar dan juga tidak dapat dihubungi.
Yesung kembali meraih ponsel hitam kesayangannya, kali ini tidak untuk mengecek panggilan atau pesan yang masuk, melainkan untuk melihat sebuah berita heboh yang menyangkut dirinya. Padahal ia bukan seorang artis, tetapi mengapa mereka juga mengganggunya? Ia hanya seorang karyawan biasa di perusahaan ternama. Seorang namja yang sudah lama tidak merasakan indahnya cinta dan mempunyai kekasih, dan ketika ia menemukan hal itu dan baru saja ia akan menikmatinya, hubungannya malah di terpa badai sekencang ini. Apa ia benar-benar harus melajang seumur hidup?
Matanya langsung menangkap sebuah tulisan dengan kata: Kyuhyun dan Boyfriend dan ketika tangannya bergerak menggeser layar ponselnya ke bawah, ia langsung di suguhi poto dirinya yang tengah tersenyum malu dengan Kyuhyun yang mengecup pipinya sekilas. Bukan hanya itu saja, beberapa foto kedekatan mereka pun juga tersaji berurutan setelahnya.
Yesung bisa melihat bagaimana orang yang mengabadikan moment mereka begitu hati-hati dalam mengambil gambar, terbukti dari gambar yang di ambil berada di arah belakang hingga hanya sekilas dari sisi wajah mereka yang tertangkap kamera. Tetapi itu cukup untuk mengetahui Kyuhyun yang berada di sisinya.
Yesung menggigit bibirnya ketika melihat beberapa gambar yang tersebar. Ia tidak membaca isi artikel tersebut sebab menurutnya mungkin isi artikel itu hanya berisi spesikulasi dan tanggapan dari orang-orang yang mencari berita. Dari pada ia berteriak dan menjadi gila membaca artikel tersebut, jadi ia memutuskan untuk mengabaikannya.
Onyx nya tidak sengaja menangkap beberapa komentar yang di tinggalkan oleh pembaca. Dengan gigi yang semakin keras menggigit bibir bawahnya, rasanya Yesung ingin menangis— jika bukan harga dirinya sebagai namja tidak membentengi, mungkin ia akan menangis histeris melihat berbagai komentar yang di tinggalkan fans Kyuhyun di bawah sana. Sangat sedikit dari mereka yang menanggapi berita tersebut dengan pikiran dewasa (walau di akhir di tuliskan bahwa mereka kecewa), dan selebihnya lebih pada menghujat dirinya. Tandai itu! Dirinya! Bukan Kyuhyun.
Apa ini akhirnya? Apa kisah cintanya akan berakhir begitu saja dengan waktu yang relatif cepat? Bahkan seolah mewakili seluruh orang di dunia, Kyuhyun 's fans menentang hubungan yang sedang ia jalani dengan sang Idol.
Yesung mendesah. Memilih untuk kembali meletakkan ponselnya dan merebahkan kepalanya di atas meja. Begitu banyak yang ia pikirkan dan ia rasakan, hingga otak dan dadanya terasa penuh dan ingin meledak.
Suara ribut di luar ruangan menarik perhatian Yesung. Entah karena telinganya yang mendadak peka atau suara yeoja di luar sana yang terlalu keras hingga ia bisa mendengar bagaimana yeoja itu berteriak memanggil namanya. Di ikuti dengan Donghae yang berusaha untuk menenangkan.
"Katakan padaku dimana Kim Yesung, Lee Donghae!" Dari suaranya sepertinya yeoja itu benar-benar marah.
"Aku tidak tau. Dan berhentilah berteriak seperti orang gila, Yuri -ssi"
"Kau pikir aku bisa tenang saja saat mengetahui bahwa Kyuhyun-KU berkencan dengan orang seperti Kim Yesung?! Aku bisa menerima jika Kyuhyun-KU berkencan dengan artis namja atau yeoja yang lebih layak. Tetapi Kim Yesung? Bahkan orang terjelek di duniapun tidak akan ingin berkencan dengannya!" Wanita saat sedang marah, apalagi jika wanita itu adalah seorang fangirl, jangan pernah terkejut dengan apa yang mungkin saja keluar dari bibir berpoles lipstick merah itu.
"Ya! Aku benar-benar marah padamu! Sekarang kau cepat pergi dari sini! Harusnya kau salahkan bocah Kyuhyun-mu itu! Mengapa kau malah menyalahkan Yesung hyung?!"
"Jadi berita itu benar?!" Yang terdengar selanjutnya adalah isakan Yuri yang terdengar menjauh, mungkin Donghae yang menyeretnya karena ya... Donghae mungkin khawatir ia akan mendengar pembicaraan mereka.
Yesung mendesah berat ketika rasanya semakin sulit untuk bernafas. Tubuhnya terduduk di atas kursi hitam yang memang sudah ia tempati beberapa jam yang lalu. Wajahnya tertunduk dengan berbagai pikiran yang berkecambuk.
.
.
Kyuhyun akhirnya membanting ponsel yang sudah kehilangan kehidupan itu, disofa yang ia duduki sekarang. Sedikit frustasi kenapa disaat waktu yang dibutuhkan seperti ini ponselnya malah kehabisan baterai. Itu memang bisa dimaklumi. Pasalnya sedari tadi Kyuhyun menggunakannya tanpa jeda untuk browsing gosip barunya dengan Yesung sekaligus menghubungi pasangannya itu sedari tadi, tetapi tak ada jawaban sedikitpun.
Kyuhyun sekarang berada dikantor manajemennya, sudah dari pagi tadi semua member TRAP berkumpul sekaligus menyelamatkan diri dari kejaran para wartawan yang tidak kenal waktu dan pantang menyerah itu. Dan yang paling Kyuhyun khawatirkan, adalah nasib Yesung saat ini. Berbeda dengan dia dan member TRAP yang lain, Yesung tidak terbiasa dengan hal-hal yang berhubungan dengan wartawan dan gosip. Pasti Yesung merasa tertekan sekarang. Kyuhyun sangat cemas bila terjadi sesuatu dengannya.
"Hyung aku pinjam ponselmu. Punyaku sudah mati." Kyuhyun meminta Leeteuk yang saat ini sedang mondar-mandir kebingungan berusaha mencari jalan keluar dengan semua yang terjadi. Tanpa kata Kyuhyun mendapat pelototan kejam dari Leeteuk yang berarti 'hanya diam anak nakal'. Memang sudah berulangkali Leeteuk memperingatkannya tentang sifatnya yang tak bisa mengontrol diri itu, tapi Kyuhyun bukanlah orang yang suka dikalungi rantai anjing dan menurut apapun yang dikatakan sang tuan. Kyuhyun punya pemikirannya sendiri.
Kalau ditanya apakah Kyuhyun tidak khawatir dengan karir nya? Yah, karir termasuk penting. Kyuhyun berjuang selama ini bukan hanya untuk main-main. Tetapi Kyuhyun tidak pernah diajarkan untuk mementingkan karir dan nama diatas segalanya, masih banyak yang lebih penting dari itu, dan salah satunya ini, dia bukanlah orang yang akan lari demi menyelamatkan dirinya, apalagi jika itu berhubungan dengan orang yang paling dekat dengannya.
Kyuhyun kini beralih keteman-temannnya, berusaha menampilkan ekspresi anak anjing terbuang yang butuh pertolongan. Member TRAP yang lain hanya melengos mendapati tampilan itu. Mana ada yang akan percaya jika Kyuhyun yang membuat wajah itu. Itu malah membuat mereka ingin muntah.
Bukannya mereka tak mau memberikan ponsel mereka pada Kyuhyun, tapi memang pihak manajemen sudah memperingatkan mereka untuk tidak menghubungi Yesung sampai pemberitahuan lebih lanjut, dan Kyuhyun bukanlah orang yang akan menaati peraturan. Dia hanyalah orang yang menaati dirinya sendiri.
"Akan jadi masalah besar untuk Yesung jika kau terus berusaha menghubunginya," Changmin angkat bicara.
"Biarkan pihak manajemen yang mengurus semua ini." Kangin meninggikan suaranya, ikutan marah dengan kelakuan Kyuhyun, lihat Leeteuk sekarang harus terjebak dengan masalah ini. Bagaimanapun hal ini bukan hanya akan mempengaruhi karir mereka tapi juga karir Leeteuk, bagaimana kalau Leeteuk dipecat? Kalau sampai itu terjadi Kangin akan membuat Kyuhyun menyesal. Pikirnya geram.
"Cobalah untuk tenang, lihat dulu masalahnya, Kyu," Kim Kibum angkat bicara, dari semua orang Kibum tampak tak terlalu peduli, atau memusingkan hal ini. Mungkin dia sudah tahu sejak awal, cepat atau lambat masalah ini pasti akan muncul.
"Kalian selalu punya cara untuk mengusik kami bukan," GD dan TOP , dua dari lima petinggi perusahaan akhirnya menampakkan dirinya. Kyu dan semua orang terdiam melihat kedatangan keduanya. Terutama Kyu, dia sekarang sedang berusaha keras membaca raut wajah dua orang itu. Kyuhyun tak akan membiarkan, jika nantinya semua masalah ini berkembang kearah yang tidak diinginkannya. Apapun keputusan pihak manajemen, jika itu merugikan hubungannya dan Yesung dia akan menentangnya.
"Mianhae hyung," Leeteuk membungkuk dalam –dalam, dari semua orang dialah yang paling menyesali masalah ini. Karena dia tak bisa mengontrol dengan baik para membernya. Kyuhyun memang sering sekali membuat masalah selama ini, dan selama ini Leeteuk masih bisa membuat keputusan dengan ulah Kyuhyun, tapi yang sekarang itu adalah Yesung. Dia bukan hanya sekedar artis atau fans yang mendekati Kyuhyun untuk kesenangan mereka semata. Yesung itu orang baik, walau sebentar Leeteuk kenal dengannya tapi dia sudah yakin mengenai Yesung.
Leeteuk masih tidak bisa menjawab apa yang harus dia lakukan dengan masalah ini, karena itu mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menanganinya sendiri. Dia hanya bisa berharap, keputusan mereka tidak akan berpengaruh besar pada Yesung. Kalau Kyuhyun sakit, dia tak akan terlalu berfikir mungkin itu malah bisa sedikit mendisiplinkan Kyu, tapi Kalau Yesung kan beda cerita.
"Gwenchana, Leeteuk-shi , kau sudah berusaha semampumu. Kami yang akan menangani mulai dari sini." Jawab TOP, wajah mereka tak menunjukkan emosi apapun, salah satu mantan legenda idol memang beda.
" Aku tak akan membiarakan -,"
"Kyu! Diam!" Leeteuk memotong kalimat Kyuhyun, walau Kyuhyun tak suka tapi dia langsung menutup mulutnya.
"Perjalanan untuk pembuatan video album baru kalian telah siap, siang ini kalian akan berangkat sesuai dengan jadwal," TOP mulai menjelaskan, "Leeteuk untuk sementara waktu akan beralih tanggung jawab, dan semua kegiatan TRAP akan ditangani langsung oleh GD. Tentang masalah rumor Kyuhyun, semua anggota TRAP dilarang memberikan informasi apapun kepada media dan sementara waktu dilarang untuk berhubungan dengan Yesung."
"Itu tidak mungkin!" Kyuhyun tentu saja langsung menentang keras. Tidak mungkin Kyuhyun hanya akan lari dan membebankan semua reaksi media pada Yesung. Semua teman-temannya pasti juga akan setuju dengannya.
"Kami akan menyelesaikan masalah ini, " jawab GD, "Jika kau ikut campur, masalahmu akan semakin runyam, jika itu akan membahayakan perusahaan aku akan mengambil tindakan drastis tak peduli apakah itu akan membuat temanmu menderita atau tidak." Ucapnya santai seolah tak ada ancaman disana.
"Kau tidak akan berani," Kyuhyun geram, tak akan patah oleh ancaman.
"Aku bisa Kyu! Apalagi jika kau tak menurut padaku, aku malah bisa membuatnya lebih parah dari yang seharusnya."
"Kami akan menuruti semua yang harus dilakukan." Leeteuk berusaha menyelamatkan pembicaraan, " kau tak akan membuat Yesung-"
"Tenang saja, kami tahu apa yang harus kami lakukan. Aku jamin sekembalinya kalian dari perjalanan, semuanya akan beres seperti semula. " TOP angkat bicara, "Jadi lakukan perjalanan kalian dengan tenang!"
" Baik akan kami lakukan. Kami akan segera melakukan persiapan! " Leeteuk berbicara dengan cepat dan bergegas mengeluarakn mereka semua dari ruangan, tak berusaha menambah ruang lagi untuk Kyuhyun berbicara. Demi karir TRAP dia hanya bisa percaya dengan keputusan GD dan TOP.
"Hubungi Yesung, kita harus menyingkirkan penyakit itu sebelum membuat masalah!" ucap GD pada TOP setelah semua member TRAP keluar dari ruangan.
.
Sejak beberapa jam yang lalu yang bisa Yesung lakukan adalah berguling di atas tempat tidurnya. Matahari sudah hampir berada di atas kepala tetapi ia malah semakin membenamkan kepalanya di balik selimut.
Dia bergerak gelisah ke sana kemari. Merasa bosan dengan mata yang setiap saat melirik ke arah ponselnya yang terletak di atas nakas. Menunggu panggilan atau kabar dari Kyuhyun yang semenjak berita mereka tersebar tidak tau entah kemana. Kyuhyun seakan menghilang tanpa jejak.
Yesung tidak punya ide lain dimana keberadaan Kyuhyun. Sebuah pemikiran lain masuk ke dalam pikirannya. Sebuah pemikiran yang mengatakan bahwa Kyuhyun pergi meninggalkannya. Pergi dan tidak akan bertemu lagi dengannya.
Bukankah dari awal hubungan mereka lebih seperti sebuah permainan? Dia hanya asal bicara dan menemukan Kyuhyun sebagai orang pertama yang ia lihat ketika keluar dari perusahaan. Kyuhyun menerimanya hanya karena ingin menyelesaikan lagunya, dan kebutuhan mereka sudah terpenuhi. Kyuhyun dengan lagunya dan dirinya yang ingin mempunyai seorang kekasih.
Tapi apa? Apa hubungan mereka berasal dari perasaan masing-masing? Ya, di sini dirinya menggunakan perasaan pada hubungan mereka yang semula hanya sebuah hubungan 'kepentingan' masing-masing. Tetapi bagaimana dengan Kyuhyun? Apa Kyuhyun juga menggunakan perasaannya? Apa Kyuhyun mencintainya?
Entahlah.
Mungkin juga tidak. Karena Kyuhyun tidak mengatakan apapun padanya selain ia menyukai keberadaan dirinya di sisi Kyuhyun. Apa berarti Kyuhyun mencintainya? Dia tidak tahu. Karena suka yang Kyuhyun rasakan bisa saja hanya sebatas seorang teman, atau seorang hyung yang ia sukai. Bukan perasaan cinta seperti yang ia rasakan.
Yesung kembali menyembunyikan kepalanya di balik selimut. Menahan sebuah perasaan sesak yang menggeluti hatinya. Jika Kyuhyun berniat untuk meninggalkannya, maka ia akan menerima itu. Jika Kyuhyun benar-benar ingin lari dan mengakui bahwa tidak ada apapun, maka ia juga tidak akan lagi memperlihatkan wajahnya di depan Kyuhyun. Namun ia tidak tau bagaimana dengan hatinya, ia bahkan ragu jika lukanya akan sembuh dengan cepat.
Matanya memandang langit-langit kamarnya dengan pandangan kosong. Bermalasan seperti ini hanya membuatnya semakin lelah. Tetapi dia juga tidak bisa berlari begitu saja ke perusahaan dan bekerja seperti biasa karena para wartawan itu seperti tidak kenal lelah. Karena itu Heechul memaksanya untuk tidak datang ke perusahaan hingga dia harus terjebak dengan kegiatan monotonnya dengan pikiran yang semakin berkecamuk.
Suara bell yang berbunyi memaksa Yesung untuk bangun dari kasurnya, dia bahkan sudah menghabiskan waktu lebih dari 10 jam di tempat tidur namun tubuhnya tidak membaik. Semalaman dia tidak bisa tidur dan kini seseorang membunyikan bell rumahnya dengan penuh semangat. Tunggu, apa mungkin itu, Kyuhyun? Tidak. Dia rasa itu bukan Kyuhyun.
Dengan ragu, Yesung membuka pintu apartemennya tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang datang.
"Yesung-ssi?" Yesung mengangguk ragu ketika mendapati seorang pria berjas hitam dan berkaca mata hitam di depannya. Siapa orang ini?
"Aku Choi Seunghyun, atau mungkin kau lebih mengenalku sebagai TOP, aku adalah CEO dari BBEntertaiment. Apa kau punya waktu? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Yesung hanya bisa mengangguk ketika namja di depannya menyebutkan perusahaan di mana Kyuhyun menjadi sebesar ini.
.
.
.
.
Yesung meletakkan teh yang masih mengepulkan asapnya di atas meja. Ia menatap sekilas namja yang kini duduk di depannya. Ia tau siapa namja ini, salah seorang mantan Legend di dunia hiburan Korea yang kini membentuk managemen bersama teman satu grupnya yang banyak melahirkan artis-artis Idol Group terkenal. Dan TRAP salah satunya.
Yesung memilih untuk duduk didepan namja itu dengan gelisah. Tatapan orang di depannya benar-benar seperti menelanjanginya.
"Bukankah ada yang ingin anda bicarakan denganku?" Yesung yang pertama bersuara setelah saling diam untuk waktu yang lama. Dia merasa tidak nyaman.
Namja itu menatapnya tajam sebelum berujar, "aku tidak ingin berlama lama, kau sudah dengar berita yang tersebar antara kau dan Kyuhyun bukan?" Yesung merasakan tubuhnya menegang dengan jantung yang berdetak cepat. suaranya tercekat hingga Yesung hanya mengangguk.
"Aku ingin kau melakukan konferensi pers dan mengatakan bahwa kau tidak ada hubungan apapun dengan Kyuhyun."
'DEG'
Dia tau bahwa ini akan terjadi. Yesung meremas tangannya pelan.
"Kenapa? Bukankah itu sama saja dengan kebohongan?" dengan jelas Yesung bisa mendengar pria di depannya berdecak, dengan tubuh yang bersandar pada sofa yang ia duduki dan sebelah kaki yang bersilangan dengan yang lain.
"Apa kau bodoh?" Suara itu terdengar dingin. "Mari kita fikirkan apa yang akan terjadi jika kau mengakui hubunganmu dengan Kyuhyun."
"Dimana Kyuhyun?" Yesung gelisah, ia seakan tidak fokus hingga tanpa sadar ia sedikit meninggikan suaranya. Pikirannya kini di penuhi dengan berbagai macam masalah. Belum tentang hubungannya dengan Kyuhyun, kini namja itu memintanya untuk mengkonfirmasikan hubungannya dengan Kyuhyun.
Pria itu menyeringai. "pergi, ia akan kembali ketika kau telah menyelesaikan masalah yang kau buat." Masalah? Ya.. ia yang memulai semua ini dan memang ia yang harus menyelesaikannya.
"Aku tidak ingin berlama-lama. Kau tau sejak berita kalian tersebar berdampak buruk dengan Kyuhyun. Mulai dari komentar yang masuk dari fans hingga pemberitaan buruk tentang TRAP, beberapa perusahan bahkan membatalkan kontrak dengan Kyuhyun. Karena kau tau mengapa?" TOP menatap tepat pada onyx Yesung.
"Karena mereka pikir mereka akan rugi karena berita yang tersebar. Seorang Idol terkenal mempunyai skandal percintaaan adalah hal buruk. Dan terlebih lagi ia menjalin hubungan dengan seorang namja yang bahkan- " TOP menatapnya dari atas hingga bawah, "tidak ada apa-apanya dengan mantan kyuhyun selama ini." Yesung tertunduk, entah mengapa rasa percaya dirinya menguap begitu saja hanya karena ucapan TOP.
"Ku dengar perusahaanmu menggunakan TRAP sebagai model. Aku mungkin bisa saja membatalkan project itu, tapi tidak, ayo kita berfikir terbuka, Yesung-ssi." Yesung semakin gelisah. Bahkan perusahaannya juga akan terlibat? Ini hanya sebuah hubungan percintaan dan berdampak kepada semua orang? Bukankah itu terdengar tidak adil?
"Kau mungkin sudah tau, TRAP sebentar lagi akan mengeluarkan album terbaru mereka. Mengeluarkan album di saat suasana memanas menurutmu apa itu hal yang bagus? aku tidak hanya membicarakan tentang Kyuhyun dan karir nya di sini, namun semua orang yang terlibat." Yesung memilih bungkam tidak bersuara. Apa ia juga akan mengorbankan semua orang hanya demi perasaannya?
TOP berdiri dari duduknya. Ia menatap Yesung yang masih menunduk. "Kau sudah dewasa dan ku yakin kau akan memikirkan apa yang aku katakan." TOP meninggalkan kartu nama di atas meja dan berlalu. Meninggalkan Yesung bersama suara pintu yang tertutup.
Yesung merebahkan kepalanya pada sandaran di belakangnya, matanya tertutup dengan nafas yang sesekali terdengar berat. Bagaimana ini? Apa yang harus ia lakukan? Bahkan ia belum bisa menghubungi Kyuhyun.
Matanya perlahan terbuka, menerawang menatap langit-langit apartemennya. Sejak awal dia sudah salah dengan menjadikan Kyuhyun orang pertama yang ia lihat. Dari awal ia salah karena tidak berusaha lebih keras untuk membatalkan ucapannya dan membiarkan dirinya terlalu nyaman berada di sisi Kyuhyun, bersama orang-orang yang tidak pernah ia temui sebelumnya. Changmin, Kangin, Kibum, Leeteuk hyung dan semua orang yang sebelumnya tidak pernah ia kenal. Apa dia tega membuat semua orang mendapat masalah karena dirinya? Tidak!
Dan Kyuhyun, ia tidak memikirkan apapun tentang Kyuhyun. Hanya saja ia ingin melindungi Kyuhyun. Setelah merasakan jatuh cinta ketika bagaimana Kyuhyun menjaganya saat di Hokkaido, timbul perasaan di hatinya yang juga ingin melindungi Kyuhyun. Karena ia tahu Kyuhyun akan baik-baik saja.
"Terima kasih, Kyu telah memberikan kenangan terindah dalam hidupku. Dan—"
"—mianhae." Tanpa Yesung sadari matanya telah mengalirkan setiap tetes perasaan yang meluap dalam dirinya.
END *plak* tbc dh XD XD
An/
Magbe3 & Cloudlilac : Annyong ~~ mendekati ending nih XD oke, nggak banyak yang mau diucapkan hanya terimakasih dan ditunggu review selanjutnya.
Pasti pada mikir pendek banget? Hahahahahha….. giman lagi emang pendek *alasan macam apa ini* , semoga saja chap final sangat panjang , walau menurutku harusnya ini sudah ending . XD *ditembak
Mian n Gomawo m(_'_)m
