Yuuki : Yo~ … Kembali lagi dengan saya , Natsu Yuuki~…

Gokudera : Tch! Woii! Kapan gue muncul nih !

Mukuro : Kufufufu~ … kayaknya si Authornya minta di hukum~…

Hibari : Urusai , Pineapple! *death glare*

Yuuki : ettoo… tolong abaikan saja para pemeran Extreeem di belakang saya~…silahkan di Review , Follow atau Fav~ ..

Tsuna : Authornya juga nggak sombong atau menggigit , jadi anda bebas me-review~ ….

Yuuki : Mau nanya apa aja boleh , asal jangan Matematika atau IPA~ … hahaha

Tsuna : ….*sweat dropped* …..


Thanks yang sudah Review~ … :

Estrella Es-teller

Hikage Natsuhimiko


DESCLAIMER : I Do Not Own KHR Or their Character


Chapter 6 : Student Council President

~.~ 6:15 pagi , Sekolah Menengah Namimori ~.~

Saat brunette berada di gerbang sekolah , ia langsung di sapa. "Ohayou Gozaimasu , Seitokaichou!". Semua anggota Komite Disiplin Namimori tepat berbaris sejajar menyapa dan membungkuk saat mereka melihat President dewan murid mereka memasuki halaman sekolah. Bahkan murid-murid yang datang pagi melakukan hal yang sama.

Saat Tsuna melangkah masuk , ia sweat drops. Ia memang Student Council President. Tetapi itu baru dua minggu setelah ia mendaftar masuk dan menjabat sebagai President dewan murid , akan tetapi sudah satu sekolah yang hampir mengakuinya sebagai President.

Tsuna menghela nafas sebelum akhirnya tersenyum menyapa kembali. "Ohayou Gozaimasu , Minna~". Ia sudah terlalu terbiasa untuk protes. Setelah kerumunan bubar , ia mengalihkan perhatianya ke Wakil President Disiplin Namimori yang tadinya berada di depan barisan. "Ohayou Gozaimasu , Kusakabe-san". Kata Tsuna sambil tersenyum manis.

" Tsunayoshi-sama , ada perlu apa anda datang kesekolah sangat pagi? ". Kata Wakil President DC , Kusakabe Tetsuya , sambil mengawal President Dewan Murid ke kantornya. Jika dipikir kembali , itu bukanlah pekerjaan anggota DC untuk memperhatikan tentang Dewan Murid. Akan tetapi mereka sudah terlalu terikat kepada brunette untuk tidak melakukanya. Dan seseorang yang pemimpin mereka akui akan diberikan respect oleh para anggotanya juga.

Kenapa juga ia datang sangat cepat?. Tsuna terlihat berfikir sejenak sebelum pada akhirnya menjawab pertanyaan dari Wakil President tersebut. "Aku rasa , aku hanya ingin beberapa ketenangan sebelum masuk sekolah , Kusakabe-san. Kau tahu bukan bagaimana para anggota Dewan Murid? Selain itu , aku ingin segera menyelesaikan pekerjaanku di Dewan Murid secepat mungkin".

Wakil President DC hanya mengangguk setuju. Ia sangat tahu benar bahwa beberapa anggota Dewan Murid sangat penuh semangat. Atau bisa dibilang sangat berisik.

Mereka lalu malanjutkan kambali perjalanan mereka yang sangat tenang dan damai. Setiap beberapa murid yang mereka temui sedang berjalan juga di koridor , murid-murid tersebut akan berhenti sejenak hanya untuk menyapa President mereka. Dengan satu belokan terakhir mereka sampai di depan sebuah pintu kantor Dewan Murid. "Kita sudah sampai , Tsunayoshi-sama. Apa ada lagi yang anda perlukan?".

"Hmm… bisakah kau panggil Hibari-san untukku? Oh , dan terima kasih sudah mengantarku". Kata Tsuna dengan senyum angelic miliknya. Kusakabe mengangguk. Vice President DC langsung meninggalkan brunette dan Tsuna juga langsung memasuki kantornya.

Dengan satu hembusan nafas yang dalam , Tsuna duduk dan tenggelam di kursinya. Di meja yang berada di depanya , terdapat segunung kertas yang harus ia tanda tangani. Permintaan bayaran untuk perbaikan sekolah , permintaan dari club , laporan dari Komite Disiplin dan yang lainya. "Kenapa bahkan aku mendaftar menjadi President Dewan Murid ?". gumam Tsuna pelan. 'Oh , itu benar… karena mereka'. Pikir Tsuna yang lalu menghela nafas lelah.

Sesaat kemudian , tubuhnya menegang. ia berjalan kearah jendela ruang Dewan Murid yang berada di belakangnya. Lalu ia melihat kearah luar jendela. Tsuna melihat kearah salah satu pohon di halaman sekolah , menyipitkan matanya. 'kenapa aku merasa seperti di awasi oleh seseorang ?'. batin Tsuna. Beberapa menit kemudian pintu kantornya terbuka. "Omnivore… kerjakan pekerjaanmu atau Kamikorosu…". Tsuna menoleh kearah sumber suara yang langsung disapa oleh tonfa milik Hibari.

Tsuna menghindari tonfa , terjatuh kebawah dan menyebabkan setengah tumpukan kertas pekerjaanya ikut terjatuh dan berhamburan. "Uwwaaahh… Hibari-san!". Kata Tsuna seraya meraba belakang kepalanya yang terbentur saat akan terjatuh.

"Hmph , Omnivore". Sapa Hibari.

Tsuna menghela nafas untuk kesekian kalinya. "Hello untukmu juga , Hibari-san". Kata Tsuna mulai berdiri dan mengumpulkan kertas-kartas yang bertebaran. "Oh iya , apa ada berita lain yang aku lewatkan , Hibari-san?". Kata Tsuna menaruh kertas-kertas kembali ke meja , duduk di kursi dan mulai melakukan pekerjaanya.

Hibari yang baru akan pergi meninggalkan ruangan berhenti di depan pintu yang setengah terbuka , melirik Tsuna dari pundaknya. "Hanya sekumpulan club Herbivore yang bertengkar".

Tsuna yang sudah dari tadi mengerjakan pekerjaanya berhenti sejenak untuk mencerna kalimat yang barusan ia dengar. 'eh? Club yang bertengkar?'. pikir Tsuna. "Apa maksudmu dengan club yang bertengkar , Hibari-san ?".

Beberapa menit Tsuna menunggu , masih tidak ada jawaban. Akhirnya Tsuna melihat kearah Ketua DC . tidak ada. "eh? Hibari-san ?". panggil Tsuna seraya berdiri mencari keberadaan orang tersebut. 'Dia sudah pergi lagi sebelum menjelaskan apa yang tadi ia maksud '. batin Tsuna sambil sweat dropped dan kembali duduk mengerjakan pekerjaanya.


~.~ Omake ~.~

Setelah meletakan Brosur yang ia buat , ia pergi ke pusat perbelanjaan Namimori untuk membeli espresso untuknya sambil menunggu Sawada Nana menelponya dan meminta bantuanya.

Chameleon-Leon , berjalan pelan kearah tangan Reborn dan berubah menjadi sebuah telepon genggam.

"Ciaossu… apa ada yang perlu saya bantu?". Kata Reborn sambil kembali meminum espresso miliknya.

"Hai~ … ano , Saya Sawada Nana. Apakah benar anda Reborn-san? Seorang tutor yang cukup terkenal dari Italy?". Tanya Nana. Ia tahu , sebenarnya itu tidak perlu memanggil seorang tutor. Karena setelah semuanya , anaknya adalah seorang Student Council President , Sekolah Menengah Namimori.

Tsuna bukanlah seorang Student Council President jika ia tidak bisa apa-apa. Ia selalu mendapat peringkat satu di sekolah sejak 'kejadian' itu. Tapi masih… firasatnya mengatakan bahwa ia memang memerlukan seorang tutor untuk anaknya.

Reborn mengeluarkan smirk khas miliknya setelah mendengar pertanyaan dari Nana. Bingo. "Ya benar , saya Reborn seorang tutor dari Italy".

"Ah… saya membutuhkan seorang tutor untuk anak saya. Kapan anda bisa datang kemari , Reborn-san?"

"Saya akan datang sekarang juga". Kata Reborn.

"eh ?". kata Nana bingung

Tidak lama setelah itu , sambungan teleponnya terputus dan terdengar suara bell di pintu masuk . Nana segera menutup sambungan telepon dan pergi untuk membukakan pintu yang hanya mendapati seorang bayi berdiri tepat di depanya.

"Ciaossu". Kata seorang bayi yang ada di depannya

Pikiran Reborn sedikit terganggu setelah mengunjungi kediaman Sawada. Ia benar-benar mengharapkan murid barunya , Sawada Tsunayoshi. Akan baru bangun dari tidurnya dan terlambat sekolah.


~.~ Flash Back ~.~

"Ciaossu!". Sapanya

Sawada Nana yang mendengar seorang bayi bisa berbicara , ia hanya mengangkat alisnya , lalu berjongkok agar sejajar dengan anak itu. "Ara? Apa kau tersesat , anak kecil? Aku bisa mengantarmu kembali ke orang tuamu". Katanya dengan senyuman diwajahnya.

Reborn tersentak sedikit saat dia sekali lagi dipanggil anak kecil. Dia adalah Hitman terhebat dan jelas bukan anak kecil yang tersesat. Tapi dia harus menahanya. Dia adalah seorang hitman kepercayaan Vongola dan sekarang sedang berurusan dengan istri dari Singa Muda Vongola atau Penasihat Luar Vongola.
"Aku adalah Tutor baru". Katanya.

Nana berkedip dan tertawa kecil. "Maaf tentang itu. Aku hanya terkejut. Aku tidak mengharapkan Tutor itu adalah seorang pria kecil. Jadi aku rasa kau adalah Reborn-san , Tutor yang cukup terkenal dari Italy itu , bukan?".

Reborn hanya mengangguk dan mengamati setiap gerak-gerik Nana. Sejauh yang ia lihat , dia masih belum tahu apapun tentang mafia dan dia bahkan tidak menanyakan kenapa seorang bayi ingin mengajari anaknya. Naïve. Informasi yang ia terima tepat. "Ya, namaku adalah Reborn, Sawada-san. Dan aku disini untuk mengajari anakmu".

"Oh bagus". Kata Nana sambil menepuk tangannya riang. "Kalau begitu panggil aku maman , ne ? aku akan ke dapur untuk membuatkan mu sarapan". Katanya pergi ke dapur.

Reborn menggeleng sopan mengikutinya ke dapur untuk menolak tawarannya. "Tidak terima kasih , maman. Sebelum kesini , aku sudah sarapan". Kata Reborn seraya melihat sekelilingnya. "Jika aku boleh bertanya , dimana Sawada Tsunayoshi? Aku tidak melihatnya dari tadi".

"Ah… Tsu-kun sudah berangkat dari tadi pagi". Kata Nana berhenti sejenak dan berbalik menghadap kearah Reborn. "Kemungkinan , dia masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di sekolah".

Reborn mengangakat alisnya setelah mendengar pernyataan dari Nana. "Kalau boleh tahu , pekerjaan apa itu ?".

"Ah… jika kau ingin tahu , kenapa kau tidak menemui Tsu-kun di sekolah? ". kata Nana , berjongkok agar tinggi mereka sama. "Aku yakin , dia tidak keberatan jika kau berkunjung sebentar". Kata Nana sambil tersenyum.

Reborn mengangguk berterima kasihdan berjalan keluar dapur lalu pergi ke Sekolah Menengah Namimori.

~.~ End Flash Back ~.~


Reborn pergi mengikuti Tsuna dengan Leon-plane jauh dari atas udara. Ia terkejut untuk melihat para murid berhenti menundukan kepala dan menyapanya yang seharusnya dalam laporan yang diterimanya adalah Dame-Student. 'Hanya siapa dia sebenarnya?!'. Batin Reborn.

Ia tidak cukup bodoh untuk memikirkan bahwa orang yang ia ikuti bukanlah Sawada Tsunayoshi , Kandidat Vongola Generasi Kesepuluh.

Reborn lalu bersembunyi di sebuah pohon di seberang jendela Dewan Murid. Ia mengamati Tsuna dari kejauhan. Tsuna lalu melihat keluar jendela menyipitkan matanya kearahnya. 'Jangan-jangan…'.

Reborn kemudian lega sejenak ketika pandangan Tsuna teralihkan kearah Skylark , Demon Namimori. Ia sangat terkejut saat Tsuna melihat kearah tempat persembunyianya. Ia tau kalau Tsuna belum membangkitkan Hyper Intuition miliknya. Akan tetapi itu baru saja dibuktikan. Saat seharusnya tidak ada yang tau ia ada di sana dan itu bukanlah sekedar ketidaksengajaan.

"Sawada Tsunayoshi , menurut laporan dari Iemitsu , ia seharusnya seseorang yang Dame. Tapi mengapa laporanya terbalik? ". lalu ia menyadari sudah berapa tahun , Penasihat luar Vongola tidak pulang dan mengunjungi keluarganya yang berada di jepang. Ia smirk. "Menarik…". Ini akan menjadi sebuah tantangan baginya untuk tidak mengetahui kelemahan targetnya , err… Muridnya. "Aku akan memperbaharui beberapa informasi dahulu sementara ini".

Ia lalu melompat dari pohon. Saat sampai di bawah , sebuah besi metal mengayun kearahnya.

Whoossee…..


To Be Continue…


Yuuki : Ha! Selesai dalam seminggu…!

Sora : Padahal sih sehari juga kelar (-_-)

~.~ Somewhere far from crowds behind ~.~

Sakura : eh ? emang itu besi metal siapa , Reborn?

Reborn : Entahlah~ … *mengangkat bahunya*


See you in next Chapter~ … Au Revoir~ … ( ^-^)/