YOU
Jung Hoseok x Kim Taehyung
BoysLove
Chapter 6
Hoseok tiba di kampusnya dengan selamat dan sangat tepat waktu. Bagaimana tidak? Saat ia baru saja mendudukkan dirinya, sang dosen langsung memasuki kelasnya dan memulai kelas hari itu. Yah, setidaknya Hoseok tidak telat, meskipun ia harus rela berlari tak karuan menuju kelas tadi.
Kelas hari ini berjalan cukup lancar dan khidmat, berhubung mereka hanya harus mendengarkan ceramah sang dosen. Setelah kurang lebih dua jam sang dosen berceramah, ia pun mengakhiri kelas dan berjalan ke luar ruangan.
Hoseok menghela napas lega kala sang dosen telah keluar ruangan, lalu ia menyandarkan tubuh lelahnya di kursi dan sedikit memejamkan matanya, mencoba rileks setelah kegiatan-kegiatan melelahkannya pagi ini.
"Hei, Hoseok!"
Hoseok membuka matanya, tahu benar siapa yang memanggilnya itu. Sahabatnya, Namjoon, tentu saja. Sesaat setelah membuka mata, benar saja, Namjoon telah berada di hadapannya dengan senyum lebar.
"Kau kemarin berhasil mengejarnya?" tanya Namjoon dengan ekspresi penasaran dan bahagia.
Hoseok membalas senyumnya dan mengangguk, "iya, untung saja. Maaf aku jadi tidak melihat penampilanmu semalam."
"Woah, hebat sekali," Namjoon menepukkan tangannya seolah kagum, "tidak apa-apa, aku bisa maklum. Tapi, aku penasaran, kenapa ia bisa berada di klub? Kau kemarin tidak hanya sekedar mabuk, bukan?"
Hoseok tertawa lalu bangkit dari duduknya, mengambil tasnya dan merangkul Namjoon sambil berjalan ke luar kelas yang kini sudah sepi itu, "kupikir aku juga hanya mabuk, tapi tadi pagi saat aku terbangun ia masih berada di sisiku, dan bahkan kami melakukan hal itu, hehe."
Namjoon menatap sahabatnya tak percaya, "melakukan hal itu? Wah, bahkan belum genap sehari kalian bertemu lagi."
Hoseok terkekeh, "begitulah, bagaimana lagi, kan rindu," ia menjawab sekenanya yang disambut pukulan ringan oleh Namjoon, "ah, sudahlah, aku ada kelas lagi habis ini. Sampai bertemu nanti, Namjoon."
"Haha, oke, sampai bertemu nanti, Hoseok."
Hoseok baru pulang kembali ke apartemennya saat waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Hari ini jujur saja banyak hal yang harus ia lakukan di kampus sehingga ia tidak bisa pulang cepat walaupun ia sangat merindukan Taehyung.
Merasa tidak enak pulang terlalu sore, Hoseok akhirnya berinisiatif membelikan Taehyung kue strawberry cheesecake kesukaannya saat ia pulang tadi. Siapa tahu juga rasa sakit Taehyung bisa berkurang dengan memakan kue favoritnya.
"Taehyung ah, aku pulang," ujar Hoseok sesaat setelah ia memasuki apartemennya. Di lihatnya keadaan apartemennya masih sama seperti saat ia tinggalkan tadi. Kemungkinan besar Taehyung pasti tidak bergerak dari kasurnya. Aish.. apa aku sekasar itu? pikirnya.
Hoseok akhirnya berjalan menuju kamarnya dan benar saja, ia mendapati Taehyung sedang terlelap di kasurnya yang bahkan masih berantakkan seperti tadi. Astaga, apakah Taehyung bahkan sempat makan?
Ia berjalan mendekati Taehyung dan duduk di sampingnya, ia mengelus pipi mulus Taehyung dan berusaha membangunkannya dengan lembut. Untung saja Taehyung cukup peka karena tak berapa lama kemudian ia membuka matanya dan tersenyum ke arah Hoseok.
"Kau sudah pulang?" tanya Taehyung dengan suara parau khas bangun tidur. Hoseok menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, tangannya masih senantiasa mengelus pipi mulus sang kekasih, "maaf aku tak bisa menyambutmu. Jujur saja ini masih terasa sakit, woah."
Hoseok tersenyum tak enak hati. Ternyata benar Taehyung masih merasa sakit, dan itu semua karena ulahnya. Ia pun mencium bibir Taehyung sekilas, "maafkan aku ya?"
Taehyung menggeleng lalu terkekeh, "bukan salahmu. Kan aku yang ingin, hehe."
"Tetap saja salahku, karena menuruti keinginanmu," bantah Hoseok lalu menghela napasnya, "oh, iya, aku membelikanmu kue favoritmu. Mau makan sekarang? Apa kau sudah makan?"
"Strawberry cheesecake? MAU! MAU!" mata Taehyung terlihat berbinar setelah mendengar Hoseok membelikannya kue favoritnya, "dan aku sudah makan kok, jadi sekarang makan kue saja ya, please?"
Hoseok terkekeh dan mengangguk, senang melihat kekasihnya itu terlihat bersemangat, "baiklah, sebentar."
Ia pun mengambil kue tadi lalu memberikannya pada Taehyung. Taehyung sendiri terlihat sangat senang saat melihat kue itu, lalu melihat ke arah Hoseok dengan mata berbinar, "kita makan bersama ya? Suapi aku!"
Hoseok tertegun, "kau tak mau menghabiskannya sendiri?"
Taehyung menggelengkan kepalanya, "tidak, aku ingin makan bersama hyung~"
Hoseok tersenyum lalu mengacak rambut kekasihnya sayang, "baiklah, ayo kita makan bersama."
Akhirnya mereka pun memakan kue itu bersama sampai habis. Mereka berdua terlihat sangat puas dengan cita rasa dari kue tersebut. Kebetulan memang Hoseok membeli kue tersebut di tempat biasa ia dan Taehyung membeli kue dulu.
Setelah makan kue, mereka memutuskan untuk beristirahat. Melihat Taehyung yang masih sedikit kesakitan, Hoseok memutuskan untuk memijat sang kekasih untuk mengurangi rasa sakitnya. Mereka pun tertidur dengan saling mendekap tubuh satu sama lain.
Sudah tiga bulan lebih sejak kejadian Taehyung keluar dari agensinya dan kembali bersatu dengan Hoseok. Sayangnya, kegiatan Hoseok di kampus ternyata semakin sibuk sehingga mereka menjadi jarang bertemu. Taehyung pun tidak tinggal di apartemen Hoseok melainkan kembali ke rumahnya.
Beberapa kali, Taehyung menyempatkan diri datang ke apartemen Hoseok dan menghabiskan waktu di sana menemaninya mengerjai tugas. Berhubung Hoseok sangat sibuk jadi memang Taehyung yang harus mengalah untuk menemui Hoseok.
Untungnya, hari ini hari Minggu dan Hoseok tidak terlalu disibukkan dengan kegiatan kampus sehingga mereka akhirnya bisa berjalan-jalan ke luar, tidak hanya mengendap di apartemen Hoseok seperti biasanya.
Tujuan mereka hari ini adalah kafe langganan Hoseok yang berada di dekat kampusnya. Mereka pergi ke sana menggunakkan mobil Hoseok dan sampai sekitar pukul sepuluh pagi.
Setelah sampai, mereka pun memasuki kafe tersebut dan memilih untuk duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan dari luar kafe meskipun hanya melihat jalanan dan gedung kampus Hoseok saja.
Sambil menunggu pelayan menghampiri mereka, mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol ringan seperti biasanya. Terkadang Hoseok menyelipkan gombalan-gombalan manis pada Taehyung yang akan membuat wajahnya memerah.
"Hei, Hoseok," saat mereka asik mengobrol, tiba-tiba sebuah suara familiar terdengar di telinga Hoseok. Salah seorang temannya, Yoongi, yang memang bekerja paruh waktu di kafe ini, "tumben kau datang hari libur begini. Ada apa?"
Hoseok terkekeh, "tidak ada apa-apa. Hanya ingin berkencan dengan pacarku di kafe ini."
Yoongi mengerutkan keningnya bingung menatap Hoseok, "pacar?"
Hoseok menganggukkan kepalanya, "Iya. Taehyung yang pernah kuceritakan waktu itu padamu, ini dia," ujar Hoseok sambil menunjuk Taehyung yang sedang tersenyum canggung ke arah Yoongi. Yoongi masih menatap Hoseok bingung.
"Kau baik-baik saja kan?" Yoongi kembali melihat Hoseok namun dengan raut khawatir.
Hoseok sedikit tercengang dengan perkataan Yoongi. Sebenarnya, ia memang tidak pernah bilang pada siapapun bahwa ia gay. Ia baru memberitahu sahabatnya—Namjoon—yang memang juga seorang gay. Selain itu, ia memang tidak pernah bilang pada Yoongi kalau Taehyung itu laki-laki, tapi memasang ekspresi tersebut di depan ia dan pacarnya bukankah sangat tidak sopan dan berlebihan?
"Aku baik-baik saja, hyung," jawab Hoseok setelah terjadi keheningan di antara mereka, "berikan saja kami dua caramel macchiatos, oke? Cepat ya," ujarnya sambil melihat Yoongi dengan wajah memohon, ia tidak mau Taehyung merasa tidak enak.
Yoongi mengangkat sebelah alisnya, "benarkah? Baiklah, tunggu sebentar," lalu ia pun berjalan ke kasir dan memesan minuman mereka.
Hoseok melihat Taehyung yang terdiam dengan gugup, "mm.. maaf, Tae, mungkin ia sedikit kaget, aku tidak pernah bilang padanya bahwa aku gay," ujarnya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Taehyung tersenyum padanya, "tidak apa-apa. Sudah biasa bukan orang kaget dengan hubungan gay? Jadi jangan khawatir," dan Hoseok mengangguk.
Setelah lama menunggu, minuman mereka akhirnya datang juga. Namun, kali ini yang mengantarkannya bukanlah Yoongi, melainkan anak baru yang bekerja di kafe itu dan Hoseok tidak terlalu dekat dengannya. Tapi Hoseok tau nama anak itu, kalau tidak salah, namanya Jimin.
"Terimakasih, Jimin," ujar Hoseok setelah Jimin menaruh minuman mereka.
Jimin memberikan senyumannya dan mengangguk, "nikmati minumannya, hyung," dan ia pergi begitu saja tanpa melihat sedikit pun pada Taehyung.
Hoseok berpikir bahwa semua orang berlebihan pada Taehyung bahkan sampai menganggap Taehyung tidak berada di sana. Yah, jujur saja ia tau menjadi gay memang tidak bisa diterima banyak orang, tapi setidaknya hormati orang itu saja masa tidak bisa?
Hoseok melihat Taehyung yang sedang menyesap kopinya dengan riang. Yah setidaknya Taehyung bukanlah orang yang terlalu peduli dengan pikiran orang lain, mungkin Hoseok harus belajar melakukan hal yang sama.
"Kau suka minumannya?" tanya Hoseok pada Taehyung yang masih menyeruput kopinya, sedangkan ia baru saja menyeruput punyanya.
Taehyung mengangguk, "aku suka caramel macchiato, hyung," ujar Taehyung dan tak lama kemudian ia berujar lagi, "punyaku sudah habis hyung."
Hoseok membelalakkan matanya, "secepat itu? Woah, Taehyung, kau luar biasa," ujar Hoseok lalu ia mencoba meminum kopinya secepat mungkin agar Taehyung tidak menunggu terlalu lama.
TBC
A/N: Halooo, udah chapter 6 nih~ hehe. Makasih buat para readers yang mau baca dan makasih juga buat yang mau komen hehe. Maaf kalau misalnya updatenya lama dan pendek ya :( sampai berjumpa di chap selanjutnya!
