Other place Hankyung and Heechul moment
Sentuhan misterius yang Heechul rasakan malam itu membuat Heechul yakin kalau Siwonlah yang telah melakukannya. Heechul menjadi sering mencari Hankyung untuk mencurahkan isi hatinya tentang Siwon dongsaengnya.
"hyung sangat yakin malam itu Siwon datang untuk menemui hyung, dia mengecup dahi hyung dan hyung benar – benar merasakannya. Bahkan dia datang dalam mimpi hyung dia bilang hyung harus bersabar karena dia masih hidup" Heechul ceritakan semua yang ada dalam benaknya pada Hankyung yang sengaja dia culik dari kampus untuk menemaninya ke villa tempat biasa dia habiskan akhir pekan bersama Siwon
"hyung! Jika memang uri Siwonnie masih hidup kenapa sampai saat ini dia tidak juga muncul? Apa dia hilang ingatan? Ataukah penculiknya memang masih ingin menjadikan dia sebagai sandera?" Hankyung bingung akan ucapan Heechul
"dalam mimpiku Siwon bilang kalau dia telah disekap oleh seseorang" Heechul terus mencoba untuk meyakinkan Hankyung
"hyung itu hanya mimpi! Hyung pasti sangat merindukan Siwon sampai – sampai hyung memimpikannya seperti itu. lebih baik kita doakan Siwon jika dia memang masih hidup semoga dia cepat kembali pulang. Hiduplah dengan baik Hyung! Jangan seperti ini! Aku yakin Siwon pasti akan sedih jika melihat hyung seperti ini" Hankyung memang sangat mengkhawatirkan kondisi Heechul yang semakin kurus dan pucat karena terus larut dalam dukanya kehilangan Siwon
"aku tidak menginginkan nyawa ini lagi jika Siwon sudah tidak memilikinya! Tidak ada alasan buatku untuk bertahan hidup karena satu – satunya orang yang bisa mengerti keingananku pergi entah kemana" Heechul tampak dingin saat mengucapkan kalimat dahsyat itu
"teruslah hidup dan bertahanlah demi diri hyung sendiri! Demi aku! Demi kita. Aku bisa memahami kamu, aku sangat mempedulikanmu hyung" Hankyung mendekap punggung Heechul mendekati tubuhnya
Sekilat dia lumar bibir tebal Heechul yang merah muda itu penuh kelembutan. Heechul diam hanya menikmati moment itu lalu dia pejamkan matanya dan air mata itu menetes membasahi pipinya
Hankyung mulai menjelajahi leher Heechul dan menjilatinya. Heechul tetap diam, begitu juga saat Hankyung membuka celana jeans Heechul menurunkannya dia masih tetap diam hanya air matanya saja yang berbicara. Hankyung tidak putus asa dia buka celana dalam yang menutup vital Heechul lalu meng-oralnya Heechul baru bersuara
"jadi ini yang ingin kamu lakukan denganku Hankyung-ah?" Heechul jambak lembut rambut Hankyung yang sedang melakukan oral dengan nafas yang mendesah
Hankyung semakin bersemangat melakukan oral itu. dia jilat kepala batang yang sudah membesar dan mengeras itu hingga cairan kental keluar dari kepala batang itu.
Hankyung membalikan badan Heechul dan mendorong hingga ke dinding. Heechul hanya tersenyum sambil matanya terus dia pejamkan. Hankyung melakukan penetrasi pada membernya sendiri lalu mulai memasukan jarinya ke lubang milik Heechul membuatnya relax.
Hankyung mendengar Heechul mendesah saat dia melakukannya. Hankyung segera masukan vitalnya kelubang itu dan menindih Heechul semakin menempel didinding ruang keluarga di villa itu. hankyung mendesah karena nikmat itu dia rasakan.
Hankyung tarik pinggul Heechul agar ada jarak dengan dinding karena tangannya akan dia gunakan untuk memainkan Vital Heechul, mengocoknya dan terus mengocoknya.
Mereka berdua mendesah semakin cepat dan memberikan atmosfir yang panas diruang yang selalu kosong itu. hankyung akan segera mencapai klimaks dalam petualangan sexnya bersama Heechul. Lalu mereka berdua mendesah bersama – sama.
Hankyung menggigit daun telinga Heechul dengan lembut. Heechul membalikan badannya menghadap Hankyung lalu mereka akhiri petualangan itu dengan saling berciuman.
"miane hyung aku sudah begitu lancang melakukan ini padamu" Hankyung mengecup dahi Heechul
"gwencanayeo! Chua-e" Heechul kembali melumat bibir tipis Hankyung
Mereka kembali bercinta setelah menikmati makan malam yang mereka pesan dari restaurant yang menyediakan layanan jasa antar. Mereka habiskan malam yang indah dengan penuh kenikmatan.
Sesaat Heechul bisa melupakan duka dan kesedihannya karena telah kehilangan dongsaeng tercinta. Kini Hankyung telah mengisi hatinya dan memberikan sedikit kebahagiaan untuknya.
Siwon and Kyuhyun's moment
Siwon mulai mengerti maksud keinginan Kyuhyun yang ingin berpura – pura menyukai Yunho semata karena Kyuhyun memang sangat mempedulikan dirinya. Dia menjadi berfikir kenapa dia tidak mencari sendiri raganya yang telah disekap Yunho didalam rumah itu.
"Kyuhyun-ah! Kenapa tidak pernah terpikirkan olehku untuk mencari ragaku sendiri didalam rumah itu? kenapa aku begitu bodoh?" Siwon mengeluhkan dirinya
"hyung yakin?" Kyuhyun tampak ragu
"nee! Penjahat itu tidak mungkin melihatku bukan? Jadi tidak ada yang harus hyung takutkan" jawab Siwon antusias
"bagaimana jika setelah menemukannya hyung tidak bisa kembali lagi padaku? Arwah hyung terjebak disana?" Kyuhyun mulai menakutkan banyak hal
"itu tidak mungkin Kyuhyun-ah! Kenapa aku bisa terjebak disana? Jika sekarang aku bisa berada disini" Siwon mencoba menghibur Kyuhyun
"tapi aku benar – benar takut tidak bisa lagi melihatmu hyung!" keluh Kyuhyun murung
"percayalah hyung pasti akan kembali" Siwon mengecup dahi Kyuhyun namun kembali menembus
"wae? Kenapa aku tidak merasakan kecupanmu hyung?" Kyuhyun tampak sangat kecewa
"mola! Ottokhe?" Siwon memandangi tubuhnya sendiri yang menerawang itu
"aku harus pergi Kerumah itu" Siwon bergegas pergi meninggalkan Kyuhyun dalam kamar rawatnya
"hyung! Kajima" teriak Kyuhyun
Yunho' moment
Seperti biasa sepulang dari tugasnya dirumah sakit, Yunho selalu menyempatkan diri untuk mampir keyayasan miliknya. Dimana terdapat puluhan anak jalanan juga gelandangan yang dia tampung disana.
Mobil Aston Martin one-77 dia parkir dengan hati – hati
"dihalaman yayasan yang cukup luas. Kedatangan yunho disambut oleh pengurus yayasan dengan penuh hormat.
"selamat datang tuan muda!" sambut pengurus yang bermarga Shim itu
"bagaimana kabar anak – anak?" tanya Yunho melangkah masuk menuju yayasan itu
"mereka semua baik tuan! Hanya Ji Hoo yang kurang sehat. Luka ditangan dan kakinya belum juga mengering tuan" jawab pengurus Shim
"jinja!" Yunho tampak sangat terkejut mendengar berita itu
Yunho bergegas masuk menuju kamar anak yang bernama Ji Hoo itu.
"tinggalkan kami berdua!" Yunho meminta pengurus Shim untuk meninggalkannya sesaat setelah mereka sampai dikamar Ji Hoo
"nee, arraseo" pengurus Shim
Ji Hoo tampak sangat ringkik karena luka dikaki juga tangannya membuat Yunho sedih saat melihatnya
"Ji Hoo! Gwencanayeo?" Yunho segera menghampiri Ji Hoo dan memriksa lukanya
"hyung! Aku sangat kedinginan!" keluh Ji Hoo menahan sakitnya
"kenapa kamu tidak bilang sama hyung kalau lukamu ternyata separah ini?" Yunho memberikan obat untuk diminum Ji Hoo
"ini luka yang saya dapat saat menjebak namja dengan mobil seperti truk itu hyung! Dia memang menyerempetku terlebih dahulu sehingga aku benar – benar jatuh keaspal. Sebenarnya namja itu bukan target saya. Dia menjadi target karena dia sangat mengkhawatirkan saya. Lagipula namja itu juga tidak kalah tampan dari anak konglomerat itu hyung" Ji Hoo menjelaskan
"jangan kamu bahas soal anak konglomerat itu!" Yunho membersihkan luka Ji Hoo
"nee hyung" Ji Hoo menutup mulutnya
"aku tidak menyangka tergetmu ternyata anak keluarga Choi! Aku sangat mengenal hyung dari namja itu" Yunho menarik nafas berat
"miane hyung! Saya tidak tahu" Ji Hoo menundukan kepalanya
"tentu saja kamu tidak akan tahu" Yunho memberikan suntikan pada luka dilutut Ji Hoo
"hyung harus pulang sekarang! Hyung akan meminta pengurus Shim untuk menebuskan obat untukmu! Ingat kamu harus minum obat itu dengan teratur supaya kamu cepat pulih dan kembali menjalankan tugasmu! Keluargamu di desa sangat membutuhkan uang bukan?" ekspresi Yunho berubah dingin saat mengucapkan kalimat itu
"nee hyung arraseo" Ji Hoo menganggukkan kepalanya
Yunho segera masuk kedalam mobil super mewahnya setelah menuliskan resep untuk Ji hoo pada pengurus Shim. Mobil itu melaju dengan kecepatan penuh.
"miane Heechul-ah aku telah menculik dongsaengmu" Yunho berguman
Rumah mewah yang pernah ada dalam penglihatan Kyuhyun sudah terlihat. Yunho segera turun dari mobil mewahnya untuk membuka garasi. Dia kembali masuk kedalam mobil melajukan kembali mobil itu masuk kedalam garasi.
Yunho segera turun setelah memarkirkan mobilnya. Garasi sudah terkunci secara otomatis. Yunho segera naik kelantai atas dimana seseorang yang sangat istimewa sedang menunggu dikamarnya.
Yunho memang tidak memiliki pelayan untuk melayaninya. Semua dia lakukan sendiri karena dia tidak ingin satu orang pun tahu tentang rahasia kotornya yang dia simpan didalam rumahnya.
Siwon baru saja datang saat Yunho menyalakan lampu semua ruangan yang ada dirumahnya.
"mwo! Namja ini? Namja yang sempat membuatku kagum karena sikap heroiknya diruang UGD tempo hari saat Kyuhyun jatuh, ternyata dialah yang telah mencelakaiku juga menyodomiku" Siwon syock berat mendapati Yunho dihadapannya
Yunho yang memang tidak bisa melihat arwah Siwon tampak biasa saja. Dia menikmati susu vanilanya yang dia buat sendiri lalu segera masuk kedalam kamar rahasianya yang penuh dengan mistery.
Siwon bergegas mengikuti Yunho masuk kedalam kamarnya. Kamar yang begitu mewah didesai seperti kamar penganti dimana ranjang besi itu dihias dengan lilitan bunga imitasi juga kelambu putih menutupnya.
Siwon sangat penasaran dengan ranjang pengantin itu. dia terus mengikuti langkah Yunho yang mulai membuka seluruh pakaiannya hinga benar – benar telanjang.
"apa yang akan dia lakukan sekarang?" tanya siwon pada dirinya
"selamat malam pengantinku! Aku akan menikmati tubuhmu lagi" Yunho berbicara dan dapat didengar jelas oleh Siwon
Yunho membuka tirai kelambu itu dan memang ada sosok namja terbaring tanpa busana dengan selang infus menempel ditangannya.
Siwon semakin penasaran dengan sosok namja yang baru bagian bawahnya yang dapat dia lihat karena bagian atas masih tertutup tirai kelambu.
Siwon semakin mendekat dan betapa syock-nya dia mendapati namja yang sedang berbaring diatas ranjang pengantin itu ternyata bukanlah dirinya.
"mwo? Ternyata bukan tubuhku yang ada dalam ranjang pengantin ini! Lalu dimana tubuhku sebenarnya?"
Siwon semakin lemas dan rapuh karena kesempatan dia untuk menemukan tubuhnya semakin jauh dari harapan.
tbc
piuhhh pasti tegang yah?
author juga *ditabok readers
gimana? makin bikin penasaran kaan?
so keep reading n review yah?
ntar tengah malem author publish next chap kalo byk review *maksa bgt sih ckckcck
