IT HURTS TO LOVE YOU
Chapter 6
Author : Anchovyyimutt a.k.a Shin Min Ni
Disclaimer : [CONFIRMED] Eunhyuk dan Donghae saling memiliki XD #abaikan, tapi cerita ini murni punya saya. DO NOT 'copycat' my stories or the exact same plots please~. Being inspired is okay, as long as you respect me^^
Rating : T
Genre : Drama / romance / slight!Angst
Warning : BL, YAOI, boyxboy, typos di mana-mana, EYD kacau, alur gaje, isi gak nyambung dengan judul, no flame, no bash the chara, DLDR, dll
Pairing(s) : HaeHyuk, slight! HaeSica
Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Jessica Jung, member Super Junior
.
.
.
January 20, 2013
.
.
.
Anchovyyimutt presents
.
.
.
It Hurts To Love You © Anchovyyimutt
.
.
.
Don't Forget to Review!
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
.
I'VE WARNED YOU!
.
.
.
No matter how hard I've tried…
You will never be mine.
No matter how much I've changed…
Your heart will never change.
And no matter how much I've treasured you…
You will never treasure me like I do.
And then I realize…
It hurts so much to love you.
=ItHurtsToLoveYou=
-Hyukjae's POV from now on^^-
Incheon Airport, 15 Oktober 2013, 10.00 PM
Haaahhhh…..Korea! tak kusangka, aku akan serindu ini menghirup udara Korea. Kulihat bandara ini masih tidak berubah, masih penuh dengan orang yang berlalu lalang pada jam segini.
Kumatikan ipod yang sedari tadi memutar playlist-playlist kesukaanku. Yah sebenarnya bukan kesukaanku juga, karna ipod ini bukanlah milikku. Kuhela nafas, seraya mencopot headset yang menyumbat telingaku. Kurapatkan jaket kulitku dan kubetulkan letak masker yang sedari tadi menutupi hampir seluruh wajahku.
Yah, meskipun aku sudah bukan member Super Junior lagi sekarang, aku tetap harus berjaga kalau-kalau ada orang yang mengenaliku bukan? Bukannya aku sombong atau apa, aku hanya ingin kepulanganku ke Korea tidak diketahui banyak orang. Aku ingin menjadi Lee Hyukjae yang biasa saja sekarang.
"Hyukjae, ayo kita jalan", Sora noona yang tiba-tiba saja muncul di belakangku menepuk bahuku pelan, mengagetkanku.
"Aish, noona! Jangan bikin kaget seperti itu!"
"Yah, itu salahmu sendiri, kenapa melamun. Apa kau tidak ingin ke toilet juga?"
Aku menggelengkan kepalaku pelan, "Anni, ayo kita pulang, aku ingin segera bertemu appa dan eomma…", ajakku tidak sabar pada Sora noona.
"Ya sudah, ayo kita jalan…"
.
.
.
"UWAAAAA! OPPAAAA!"
Baru beberapa langkah aku dan Sora noona berjalan, langkah kami terhenti, dikagetkan oleh suara berisik dan jeritan-jeritan yang tiba-tiba saja memenuhi bandara. Di depan kami, terlihat segerombolan gadis yang kebanyakan remaja, melompat-lompat kegirangan sambil mengarahkan kamera-kamera mereka pada satu objek. Suasana bandara mendadak jadi ricuh.
"Ah…pasti fangirl…", gumamku seraya melanjutkan jalanku acuh dan menarik Sora noona yang masih penasaran.
Keadaan seperti itu sudah biasa aku alami dulu. Bedanya, sekarang aku bukanlah yang menjadi pusat keributan, hanya seseorang yang jadi penonton. Ternyata itu benar-benar cukup mengganggu dari sudut pandang ini…hehe. Heran, siapa sih idol yang sampai bikin bandara ramai malam-malam begini? Bigbang? 2PM? Atau…SNSD? Ah…tidak-tidak. Tadi kan mereka berteriak 'oppa'.
"SAENGIL CHUKKAHAMNIDA~ SAENGIL CHUKKAHAMNIDA~…"
Langkahku langsung terhenti begitu mendengar para fangirl itu bernyanyi riang dan Sora noona juga ikut menghentikan langkahnya, menatapku bingung.
Nafasku seakan terhenti seketika. Tapi, aku tidak mau menatap kerumunan fangirl di depanku itu. Tidak.
"N-noona…t-tanggal berapa sekarang?", tanyaku.
Sebenarnya aku sudah tau tanggal berapa ini, tentu saja. Mana mungkin aku bisa lupa? Tapi aku sangat berharap kalau aku salah melihat tanggal tadi. Yah siapa tau saja?
"Tanggal 15…kenapa?"
Nafasku makin berat mendengar jawaban Sora noona.
Tidak…itu tidak mungkin-
"SAENGIL CHUKKA DONGHAE OPPA…..SAENGIL CHUKKAHAMNIDA!"
Para fangirl itu mengakhiri nyanyiannya, membuat seluruh tubuhku terasa membeku.
Sepertinya Sora noona juga mengerti apa yang sedang terjadi, karna sekarang ekspresi wajahnya juga terlihat sangat kaget.
Kucoba mengarahkan pandanganku pada kerumunan fangirl yang sekarang berjalan mendekat ke arah kami itu. Atau mungkin lebih tepatnya berlari, menyeimbangkan langkah mereka dengan sosok di tengah kerumunan. Kulihat sosok itu sangat tertutup, dengan jaket yang membalut rapat tubuh atletisnya. Topinya dirapatkan sampai hampir menutupi wajahnya, ditambah lagi masker bergambar nemo yang membekap mulutnya.
Ya, sudah bisa dipastikan, itu Donghae. Tapi, kenapa dia sangat tertutup seperti itu? Bukankah biasanya dia akan tersenyum hangat pada fans yang menyambutnya? Apalagi…ini ulang tahunnya?
"Hyukjae…sudah. Ayo kita jalan.", kupandang Sora noona lekat. Sorot matanya terlihat sangat serius, sepertinya noona mengerti apa jalan pikiranku sekarang ini.
"Tapi noona, di depan-"
"Sudahlah, bukankah kau sendiri yang bilang, kau ingin memulai hidup baru? Kalau begitu inilah saatnya. Kalau untuk berpapasan dengannya saja kau takut, bagaimana kau akan memulai? Lagipula kau kan sudah memakai masker seperti itu, aku yakin Donghae juga tidak akan mengenalimu", ucapnya panjang lebar sambil menarik pergelangan tanganku, berjalan makin mendekat dengan kerumunan itu.
Aku hanya bisa mengangguk lesu di belakangnya. Memang benar, aku suah memutuskan untuk melupakan semuanya…tapi kan, tidak semudah itu juga…
Jarakku dan jarak kerumunan itu makin mendekat. Mungkin sebentar lagi aku akan benar-benar berpapasan dengan mereka.
"OPPA! CHUKKAE! SEMOGA SYUTINGMU LANCAR OPPA!"
Kudengar seorang fangirl berteriak begitu lantang. Aku coba melirik ke arah Donghae, dengan kepalaku yang masih tertunduk. Oh, sepertinya dia sedang ada jadwal individu sekarang. Pantas saja.
Aish, aku tidak bisa melihat pandangan matanya yang tertutup kacamata. Aku benar-benar sangat gugup sekarang, sementara Sora noona tetap saja menarik tanganku mantap.
Tunggu dulu.
Ahh! Babo! Sora noona?! Dia kan tidak memakai penutup apapun! Bagaimana kalau Donghae melihatnya?! Aish babo babo!
"Noona tunggu!", baru saja aku ingin menarik Sora noona menghindari kerumunan itu, namun sepertinya sudah terlambat.
Sekarang, aku dan Sora noona lewat tepat di samping rombongan Donghae dan staf SM. Kulihat kerumunan fangirl tadi sudah ditahan petugas bandara, mungkin agar tidak mengikuti lebih jauh lagi.
Ahh sial! Kenapa di saat seperti ini mereka malah ditahan?!
Bisa kurasakan, tanganku berkeringat dingin sekarang.
Sementara Sora noona masih berjalan di depanku sambil menarik tanganku, mencoba menghindari petugas yang mengelilingi Donghae. Kalimat yang tadi ingin kukatakan pada noona hilang seketika. Rasanya suaraku seperti tercekat sekarang.
'Kumohon, semoga dia tidak melihat Sora noona…', doaku dalam hati.
Namun sayang, sepertinya Tuhan belum ingin mengabulkan doaku.
Tepat satu meter di sebelah kananku, sekarang, kulihat Donghae yang seperti berdiri tertegun. Entah benar atau Cuma salah lihat, sepertinya tadi dia sempat menoleh ke arah Sora noona, lalu ke arahku. Tidak, dia tidak mungkin tau ini aku kan? Lagipula, rambutku juga sudah kucat hitam. Tidak mungkin dia tau.
Aku terus berjalan tanpa menoleh, takut dugaanku benar. Aish, rasanya ingin sekali aku mengumpat Sora noona yang terus berjalan dengan muka innocentnya. Kulihat kerumunan petugas itu sudah mulai berjalan lagi. Itu berarti, Donghae juga sudah melanjutkan langkahnya. Baguslah, sepertinya tadi dia tidak melihatku.
Rasanya, saat kami berpapasan tadi, ingin sekali aku mengucapkan happy birthday padanya. Aku tau, Donghae tidak pernah suka ulang tahunnya dirayakan secara meriah. Bahkan, dulu dia pernah berkata, asalkan ada yang mau menemaninya di hari ulang tahunnya, itu saja sudah cukup.
"Yah Hyukjae! Berhentilah melamun! Taksinya sudah datang!", lamunanku langsung pecah saat Sora noona tiba-tiba berteriak dengan suara lantangnya.
Bahkan, aku tidak sadar kalau sekarang kami sudah berada di lobi depan bandara. Aku yang masih belum sepenuhnya sadar dari rasa shock, segera masuk ke dalam taksi yang sudah berhenti di depan kami.
Sora noona, dia sama sekali tidak membahas soal kejadian barusan. Yah, sepertinya aku memang harus menganggapnya angin lalu.
Kejadian barusan, hanyalah kejadian biasa. Seorang idol yang dikerumuni fans ketika tiba di bandara. Dan aku, hanyalah salah satu penumpang pesawat, yang kebetulan berpapasan dengan idol itu.
Mudah-mudahan, Donghae benar-benar tidak melihatku tadi.
=ItHurtsToLoveYou=
Gyeonggi, 18 Oktober 2013
"Yah, Lee Hyukjae! Sampai kapan kau akan makan tidur makan tidur begini?! Carilah pekerjaan! Bukankah noona juga sudah memberikan alamat perusahaan teman noona padamu?! Buat apa kau jauh-jauh ke Paris, belajar fashion, kalau tidak kau gunakan hah?!"
Kututup telingaku rapat-rapat, kukeraskan volume tv di depanku, tidak peduli acara apa yang kutonton ini. Sepertinya acara masak, karna sedari tadi ada koki yang mengoceh tidak jelas. Yang penting bisa menjauhkanku dari ocehan Sora noona.
Memang benar, Sora noona sudah berbaik hati meminta temannya untuk mempekerjakanku. Tapi masalahnya, kenapa harus di Seoul?! Apa tidak ada tempat lain?! Seoul itu kota besar, pusat industri kpop! Pusat media pemberitaan! Bagaimana aku bisa menyembunyikan diriku kalau begitu?!
"Aish,noona. Apa tidak ada tempat lain selain Seoul?", tanyaku malas, masih memandang ke arah tv.
Kurasakan bantalan sofa di sebelah kananku bergerak(?). kutolehkan kepalaku, dan kulihat sekarang Sora noona tengah memandangku serius.
"Hyukjae…sampai kapan kau mau terus menghindar, hah? Cepat atau lambat, mereka pasti juga akan tau kau sudah kembali. Yang terpenting adalah, bagaimana caramu menghadapi mereka…", ucapnya melunak.
"Yang dikatakan noonamu itu ada benarnya, Hyukkie. Kau harus mulai berani membuka dirimu lagi…", imbuh eommaku yang kulihat sudah berpakaian rapi sekarang.
"Eh? Eomma mau kemana?" tanyaku polos.
"Ke toko roti, eomma ingin mengecek keadaan di sana…Sora juga akan ikut dengan eomma…", jawabnya seraya memakai mantelnya. Kulihat Sora noona juga sudah bersiap-siap.
Eommaku, memang sudah memulai bisnis usaha roti sekarang. Modal awal aku berikan dari gaji terakhirku sebelum meninggalkan SM. Yah, mungkin sudah hampir setahun toko itu buka. Eomma selalu bercerita padaku soal toko itu, Tous Les Jours. Aku senang, akhirnya aku bisa melihat eommaku tersenyum bahagia.
"Ah, baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan…", jawabku malas.
Asik, sepertinya aku bisa sedikit bermalas-malasan hari ini.
"Yah, siapa bilang kau akan tinggal di rumah sendiri!"
"Aww, noona sakit!", aku berteriak protes, karna tiba-tiba saja Sora noona menjewer telingaku. "Aku ini kan bukan anak umur lima tahun lagi!"
"Akan kuantar kau ke perusahaan temanku itu!"
"Tapi noona aku-"
"Aish sudahlah! Sekarang lebih baik kau cepat bersiap-siap juga, aku dan eomma akan menunggumu di mobil!"
"Tapi non-"
Sebelum aku sempat protes lagi, Sora noona sudah lebih dulu melayangkan tatapan tajam ke arahku, membuatku tak berkutik seketika. Kucoba meminta pertolongan dari eomma, tapi sepertinya percuma. Eomma hanya melihatku sambil tersenyum, berjalan ke arah pintu depan rumah kami.
Yah, apa boleh buat. Sepertinya aku memang harus menurutinya kali ini, daripada nanti dijadikan monyet cincang. *eh?
.
.
.
=ItHurtsToLoveYou=
Seoul
"Jadi, kau adalah Lee Hyukjae, adik Sora?"
"Ne…", aku menganggukkan kepalaku mantap.
Sekarang, aku sedang ada di kantor utama Yoon's Design Corporation, perusahaan teman Sora noona. Dari apa yang kudengar dari cerita noona, perusahaan ini termasuk perusahaan besar. Pantas saja, saat aku masuk tadi, terlihat banyak orang berpakaian modis berlalu lalang. Mungkin mereka juga desainer di sini. Mereka sudah mempunyai toko cabang dimana-mana. Bahkan, banyak perusahaan-perusahaan entertainment yang memesan desain kostum panggung untuk artis mereka di sini. Salah satu contohnya, SM Town.
Aish, dasar Sora noona. Apa dia benar-benar ingin membuatku jantungan? Sudah tau perusahaan begini, masih juga menyuruhku bekerja di sini. Bagaimana kalau aku sampai bertemu dengan salah satu arti SM? Sepertinya noona memang benar-benar ingin menguji mentalku.
"Jadi, Hyukjea-sshi…", kudengar orang yang di depanku kini mulai bicara, ekspresi wajahnya serius, namun tegas.
Orang di depanku ini adalah pemilik perusahaan, Tuan Yoon. Usianya masih tergolong muda untuk seorang business man yang sukses, mungkin cuma lebih tua beberapa tahun dari Sora noona.
"Aku sudah melihat beberapa hasil desain rancangan anda, dan kurasa semuanya sangat menarik. Aku rasa ini akan cocok untuk diterapkan dalam model desain baju perusahaan kami…", tuan Yoon tersenyum seraya membuka-buka buku kumpulan desainku.
Aku masih menatapnya serius.
"Jadi, kapan anda bisa mulai bekerja? Apakah hari ini bisa?"
Aku tertegun dengan ucapannya.
"H-Hari ini? Tapi…saya belum menyiapkan apapun…", ucapku.
"Tidak masalah, anda hanya cukup menyiapkan ide anda saja. Semua peralatan yang diperlukan untuk mendesain sudah kami siapkan, termasuk pewarna. Bagaimana?"
Lagi-lagi, aku hanya bisa mengangguk. Yah, mau bagaimana lagi. Sepertinya orang ini benar-benar mengharapkanku mulai bekerja sekarang. Tidak mungkin kan, aku menolak?
"Bagus. Tugas pertama anda, sangat mudah. Ini, adalah permintaan terbaru dari klien langganan kami.", ia menyodorkan sebuah map padaku.
"Anda hanya tinggal menemui klien kami ini di ruangan yang sudah disiapkan di kantor ini. Anda buatkan beberapa desain kostum sesuai permintaan mereka, dan sekalian anda lakukan pengukuran size badan."
"Eh? Pengukuran?"
"Ya, klien kita satu ini lebih suka efisiensi. Dan dari apa yang saya dengar dari Sora, anda tidak masalah dengan menggambar desain cepat. Jadi saya harap, anda dapat berkoordinasi dengan mereka.", jelasnya.
"Memangnya…siapa yang menjadi klien kita ini?,", tanyaku penasaran.
Jujur saja, aku memang tidak masalah dengan membuat desain baju langsung jadi. Tapi klien macam apa yang menyukai efisiensi yang kelewatan ini? Membuat beberapa desain kostum dalam satu waktu yang singkat…benar-benar.
"Mungkin anda sudah mendengar tentang perusahaan mereka, karna mereka sangat terkenal di Korea Selatan. SM Entertainment?", ungkapnya, masih dengan suara datar.
Tentu saja, sangat berbeda denganku, yang sangat shock sekarang ini. Omo, dari semua perusahaan entertainment yang ada di Seoul ini, kenapa harus SM Entertainment?! Dan lagi, di hari pertama aku bekerja?!
"Oh, ya, saya juga lupa. Untuk tugas pertama anda ini, anda akan membuatkan desain kostum untuk member Super Junior."
Seketika, aku seperti merasakan meteor jatuh menghantam tubuhku keras.
.
.
.
=ItHurtsToLoveYou=
Arrgghhh! Apa tuan Yoon itu sudah gila?! Kenapa dia malah memberiku tugas seberat ini! Apa dia tidak tau sejarahku dengan Super Junior hah?!
'Eh, tunggu dulu. Apa sebetulnya, dia benar-benar tidak tau? Bukankah pebisnis itu biasanya jarang melihat acara kpop seperti itu? Kecuali mungkin yang berhubungan dengan kliennya. Bahkan bisa kuduga, tuan Yoon itu tak mungkin hafal nama member Super Junior satu persatu!'
Batinku pada diri sendiri.
Pada akhirnya, aku hanya bisa menghela nafas lesu. Yah mau bagaimana lagi, menyalahkan tuan Yoon pun juga tidak ada artinya. Tapi tetap saja, aku belum siap jika harus berhadapan langsung dengan mereka, secepat ini.
Kupandang sekeliling ruangan yang didominasi warna putih dan emas ini. Interiornya benar-benar terlihat elegan, ditambah lagi kaca besar seukuran jendela di sisi kanan dan kiri tempat aku duduk sekarang. Memang, ruangan ini tidak terlalu besar, namun cukup memikat mata.
'Aish, Lee Hyukjae. Bukan saatnya mengagumi tempat ini! Sekarang pikirkanlah, bagaimana kau akan memulai saat berhadapan dengan mereka nanti!'
Aku benar-benar sangat gugup sekarang, bahkan tanganku terus berkeringat dingin, dan kakiku tak berhenti gemetar. Bukan, tentu saja bukan karna AC yang bertengger di dinding, karna benda itu sudah berubah fungsi jadi penghangat ruangan.
Kulihat jam di dinding ruangan ini. 10 menit lagi, aku akan bertemu dengan mereka. Orang-orang, yang selama satu tahun ini sudah berusaha mati-matian aku lupakan. Aku tau bahwa cepat atau lambat, ini akan terjadi. Dan semua usahaku untuk melupakan akan jadi sia-sia jika aku terus menghindar.
Tapi…apa yang harus kukatakan jika aku bertemu mereka nanti?
'Hai, long time no see…'
'Annyeong, apa kabar?'
'Bagaimana…Super Junior sekarang? Kulihat kalian makin sukses.'
AISH! AKU BENAR-BENAR TIDAK BISA BERPIKIR JERNIH! AKU PANIK! AKU GUGUP! AKU BELUM SIAP UNTUK BERTEMU MEREKA!
Memang, aku sudah bisa merelakan kehidupanku sebagai idol dulu. Aku bahkan lebih menikmati hidupku yang sekarang, bebas melakukan apapun yang aku mau tanpa ada fans yang mengikuti sepanjang waktu. Tapi tetap saja…kalau untuk bertemu dengan Super Junioe, aku belum siap.
Masa bodoh, akan kukatakan saja semuanya pada tuan Yoon! Di pecat pun tidak masalah.
Kuraih semua barang-barangku yang tadi kuletakkan di atas meja, dan kumasukkan ke dalam tas.
CKLEK
Baru saja aku akan berdiri, bermaksud untuk meninggalkan ruangan ini.
Tapi sayang sekali…sepertinya aku terlambat.
Pintu di depanku kini sudah terbuka, dan tidak bisa kupungkiri, menampilkan sosok yang jujur saja, belum siap untuk aku temui sekarang.
"ANN-
nyeong…"
Kulihat, sepertinya ia juga kaget melihatku, sama kagetnya dengan sosok-sosok lain di belakangnya. Terlebih lagi aku. Rasanya, semua jaringan sarafku seperti mati sekarang ini, tidak bisa digerakkan. Selama beberapa saat, kami hanya saling berpandangan. Aku terdiam di tempatku, mereka pun terdiam di tempatnya.
Sunyi, itulah yang terjadi. Meskipun banyak orang berlalu lalang di belakang mereka, tapi semua pergerakan orang-orang itu terasa seperti slow motion bagiku.
Apa yang harus kulakukan?
Belum sempat aku menyadarkan semua sarafku, dapat kurasakan, tubuhku di rengkuh erat dengan sangat tiba-tiba. Bahkan aku tidak sadar, kapan orang ini menghampiriku. Sarafku kembali menegang, baru menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
"HYUKKIE! KEMANA SAJA KAU SELAMA INI! AKHIRNYA, KAU KEMBALI!"
Dan tiba-tiba saja, air mata turun membasahi pipiku.
.
.
.
-to be continue-
An : Annyeong~ akhirnya…Vyy bisa apdet FF ini juga \(*0*)/ yah daripada sy dihantui komennya readers, minta ini dilanjut XD #plak. Hehe yg bner Vyy baru dpt ilham buat ff ini, mangkanya baru bisa apdet, mian ya. Btw di sini gak ada angst2nya sama sekali. Sengaja, masak dari awal sampe akhir angst melulu~ . N kyknya ni chap ngebosenin y? yah mau gimana lgi, ni Vyy baru manasin otak lagi, jd mentok cuman segini.
Oke, bales review! –yg login langsung baca PM ya balesannya^^-
YeHyuk EunHae ini udah di update^^
Kyukyu udah lanjut~ ^^
Aiyu Kie sayang sekali, tp sy amat sangat suka nyiksa hyukma..huahahaha XD –evil- tapi diusahakan happy end. Masih usaha lho y^^
Anchofishy yah mungkin hae emg suka ma hyuk, tp cmn sbg teman, gak lebih..#plak. Haha liat aja ntr okeh ^^
Cho hyuka mian ya, apdet lama. Tp yg penting, udah apdet kan? XD
Fitri jewel hyukkie apa kurang panjang? Apa perlu sepanjang tembok cina? #plak mian y, apdetnya lama lagi, psti skrg udah jamuran plus jenggotan~ XD
Lee Eun Jae juju raja, krna selama berbulan-bulan Vyy ga dpt ide tuk ngalnjutin ini, sy smpet mkir kalo ini di end aja, mumpung momennya di chap 5 udah pas bgt XD #plak. Tng aja, ntr haepa bkl dsiksa jatuh bangun jatuh… :p
Myfishychovy ni dah dilanjut~ -kelewat lama
dhianelf4ever hehe mian ya, baru bisa apdet. Kyknya keasikan taun baruan smpe lupa plotnya XD. Kalo aq dari sby, tp suka kliling2 kalo ad acra jg, khususnya konser2 XD. Gomawo karna udah setia nungguin klanjutan epep ini~
namikaze kalo sampe chap berapanya belom kepikiran..XD kyknya ni ff udh kna sarang laba2, lumutan, dll krna kelamaan ditinggalin Vyy D:
trilililili waduh ancemannya serem…kalo dtengah jlan ga boleh, klo gitu dbkin end dpinggir jalan gpp kan? #plak
Beakren kyknya next update ini kelewat lama ya? Buahahahah XD mian ya lama apdet, yah Vyy bersyukur kalo chingu blm lupa mac ceritanya XD
Dyna kalo hae dbkin langsung cinta ma hyuk ga asik dong ntr…XD ini udah dbkin hyuk POV, soal ending, ya tergantung otak saya
Nhoerhyukiess'Elf EunHae mian ya,lama banget apdetnya. Suibuk kuliah nih. N tenang aja, ntr hae pasti menderita jg XD. Gomawo ya, udh ngingetin berkali-kali buat apdet^^
Sekian, mian ya kalo ada yg kelewat. mohon reviewnya ya..Mumpung Vyy lagi liburan, selama responnya lbh baik dri kemaren, pasti bkl Vyy apdetin cepet ^^
REVIEW PLEASE? GOMAWO ^^
