Serdin Private Highschool – Summon The Beast!

A/N: Yosh! Libur lebaran sudah mulai di sekolah author! Tahu apa artinya? Itu artinya…Update berikutnya muncul! Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Lebaran bagi teman-teman muslim di luar sana! Seperti biasa, balasan Review ada di bawah.


-School VI: Dan Pemenangnya Adalah…!-

Baiklah, kita lihat previously-nya dulu.

Di chapter lalu, kelas 'F' dengan Sieghart sebagai pemimpinnya, memulai Summoning War perdana mereka di awal semester atas permintaan Jin. Sedangkan orang yang bersangkutan – Jin – malah melupakan hal terpenting yaitu nilainya Beast miliknya sendiri yang jatuh dalam Ujian Penempatan.

Akhirnya, Shion diminta meng-Cover garis depan sebagai pengganti Jin. Bersama Elesis dan Lass, mereka berhadapan langsung dengan ketua kelas 'E', Ryan Woodsguard, dengan Beast berkemampuan unik miliknya; Transform.

Sayangnya, meski Lass juga memiliki kemampuan unik yaitu Stealth, ia akhirnya terdesak oleh Ryan. Saat itulah, aksi Combo antara Elesis dan Shion menyelamatkan sang Ninja tanpa eksistensi itu.

Mereka berdua berhasil mengurangi 20 poin dari Beast Point milik Ryan karena menerima damage serangan oleh Chibi-Elesis menggunakan Dual-Great Sword miliknya. Ryan yang awalnya kurang tertarik untuk melawan kelas 'F' mulai menganggap bahwa pertarungan ini akan menjadi lebih seru.

Ok, Previously-nya sudah dibacakan. Namun, Sebelum masuk ke cerita, apakah kalian masih mengingat apa peraturan umum Summoning War? Kalau tidak, silahkan baca peraturan di bawah ini dengan seksama.

Pertama, ingatlah untuk mengisi poin Beast milik sendiri agar tidak dapat dengan mudah dikalahkan. Bagi peserta ujian yang kehabisan poin-nya – dalam kata lain, nol – diwajibkan untuk mengikuti Pelajaran Tambahan oleh Victor-sensei.

Dua, untuk memenangkan pertarungan ini, salah satu dari tiap anggota kelas harus mengalahkan si ketua kelas yang menjabat sebagai pimpinan kelas masing-masing. Pertarungan dengan ketua kelas dapat di lakukan dengan sistem satu lawan satu ataupun secara berkelompok 'membantai' si ketua kelas.

Terakhir, poin yang berkurang dari tiap serangan adalah 10 poin. 20 atau lebih jika senjata yang dipakai ada 2 dan di pakai secara bersamaan. Dalam kasus Elesis, ia menggunakan Dual-Great Sword, sehingga ia memiliki banyak sekali peluang untuk mengurangi 20 poin dari lawannya.

Sekarang, sebelum ke medan perang, kita lihat apa yang sedang di lakukan Jin.


'F' Class

Normal POV

SREK! Pintu geser kelas 'F' di buka dengan kasar hingga membuat pintu itu terlepas dari tempatnya. Sieghart yang saat itu malah santai di dalam kelas dalam posisi tiduran, langsung melihat siapa yang menyebabkan pintu malang itu terbuka.

Amy yang saat itu tengah membaca sebuah buku juga langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu dan mendapati sosok Martial Artist berambut merah yang juga merangkap sebagai teman sekelasnya.

"Selamat datang, Jinny~!" ujar Amy dengan Happy-Go-Lucky sembari menyapa Jin yang bersusah payah mendirikan kembali pintu kelasnya itu.

"Oh, cepat sekali kau kembali," ucap Sieghart sembari bangkit untuk duduk menghadap Jin. Jin memberikan Death-Glare pada Sieghart. Sedangkan yang bersangkutan sama sekali tidak terpengaruh dari tatapan tajam Jin.

Akhirnya, Jin menghela napas, menepis segala pikirannya yang mengatakan bahwa ia harus menghajar Sieghart saat itu juga. Ia mengingat kejadian 'Tragis' dimana murid-murid kelas 'E' di bawa oleh 'Algojo' menuju 'Pengeksekusian' mereka, sehingga ia enggan berdebat dengan Ketua Kelasnya itu.

Sebagai manusia yang ingin bertahan hidup, Jin tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Jadi, dengan terpaksa, ia akan meminta saran dari sohibnya ini. Meski terkesan malas, Sieghart itu sebenarnya cukup jenius dalam hal seperti ini. Tidak hanya dalam urusan pelajaran, Sieghart juga memiliki banyak pengalaman yang terkait dengan urusan militer.

"Sekarang, bagaimana? Aku ingin berpartisipasi dalam perang ini, tapi bagaimana bisa aku melakukan itu kalau Beast Point milikku sekarat?" ucap Jin kemudian setelah sekian lama berdiam. Sieghart yang tadinya memasang wajah malas, mulai tersenyum.

"Kata-kata itulah yang kutunggu," ucap Sieghart yang kemudian menepukkan tangannya. Tak lama, anggota FFF turun dari langit-langit sambil membawa Knight Master bersama mereka. Jin sweatdrop melihat 'Kejadian Aneh Tapi Sudah Biasa Terjadi' tepat di depannya itu. Tapi kayaknya Knight Master adem-adem aja. Luar biasa…dalam berbagai arti.

"Er…apa hubungannya membawa Knight Master kemari dengan memenangkan perang ini?" tanya Jin yang sudah jelas sangat bingung. Sieghart terkekeh mendengar pertanyaan Jin, seolah hal yang dilakukannya ini sebenarnya sudah sangat jelas.

"Hehehe, kau pasti tahu kenapa," jawab Sieghart. Jin melipat kedua tangannya di depan dadanya kemudian memasang tampang berpikir. Tak lama, sebuah bohlam lampu 5 watt muncul di atas kepala Jin.

"Oh! Kau ingin menggunakan Knight Master supaya ikut dalam perang ini dan membuat beliau bertarung di sisi kita, begitu?" jawab Jin asal. Sieghart yang tadi memasang wajah berbinar langsung menepak dahinya dengan keras, sementara Amy hanya bisa sweatdrop sambil tertawa garing.

"Kadang aku lupa kalau kau itu sebenarnya agak bodoh," komentar Sieghart, yang tentu saja tidak terdengar oleh Jin. Sieghart kemudian memasang wajahnya yang paling serius.

"Aku ingin kalian mengambil Remedial dalam mata pelajaran IPA," ucap Sieghart. Sekali lagi, Jin tampak bingung. Amy awalnya juga tampak bingung, tapi akhirnya gadis berambut merah muda itu mengerti apa yang direncanakan Sieghart.

"Jangan-jangan, Sieggy mau memakai nilai Remedial yang kami kerjakan agar kami bisa mengisi Beast Point kami, benar kan?" ujar Amy saat mengetahui maksud Sieghart untuk meminta mereka melakukan Remedial. Jin yang akhirnya mengerti maksud Sieghart langsung tersenyum cerah.

"Heh! Ide yang bagus! Tapi, ada satu hal yang kau lupakan," Jin menggantungkan kalimatnya, sekali lagi menambahkan efek misteri seperti chapter lalu. Sieghart dan Amy melempar pandangan yang seakan menanyakan maksud Jin.

BET! Jin mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Knight Master. Ingat: sebagai readers yang baik, jangan pernah mengikuti tingkah Jin, ok? Back to story. Jin menatap tajam Sieghart dengan jari telunjuk masih mengarah pada Knigh Master.

"Kenapa Knight Master yang dibawa?! Dia 'kan guru Bahasa Inggris?!"

BUAK! Suara Jin yang menerima Head-Chop menggunakan kamus Indonesia-Inggris setebal 5 Inchi tepat di atas kepalanya, membuat Jin jatuh dengan posisi tengkurap dengan kepala berasap. Pelakunya? Ya Knight Master. Sieghart tertawa terpingkal-pingkal melihat hal itu sementara Amy kalang-kabut mencari perban dan obat merah di dalam tas-nya.

"Hahaha! Meski guru Bahasa Inggris, Knight Master ini School Counselor, makanya beliau memiliki ijin untuk memberikan Remedial pada murid-murid peserta Summoning War untuk mengisi Beast Point mereka, Hahaha!" ujar Sieghart menjelaskan di sela-sela tawanya sambil mengebrak-gebrak lantai kelas itu.

Jin – yang tampaknya mengalami gegar otak ringan – bangkit dari posisi tengkurapnya dengan aura berwarna merah keluar dari badannya. Saat-saat itulah yang Sieghart tunggu-tunggu. Dengan segera, calon pemimpin keluarga Sieghart itu memberikan pensil dan penghapus pada Amy dan Jin.

"Well, kerjakan ujian ini sambil terus mengeluarkan Burning Aura-mu itu Jin, good luck," ucap Sieghart kemudian mengambil posisi tiduran lagi. Jin makin emosi sekaligus bingung, terlebih karena Sieghart menyuruhnya mengerjakan Remedial saat dia masih emosi.

Tapi, pada akhirnya, Jin berhenti memikirkan hal itu saat Knight Master mulai membagikan soal Remedial. Jin membuka soal miliknya dan membaca soal pertama.

'Baiklah, soal pertama: pada sebuah tabel, tertulis Satuan Internasional untuk Kuat Arus Listrik adalah Coulomb. Benar atau Salah? Mengapa demikian? Well…jawabannya…' pikir Jin sembari menuliskan jawaban miliknya. Kemudian, ia membaca soal berikutnya.

'Soal kedua: sebuah benda memiliki titik didih sebesar 160 derajat Celcius. Jika diukur dengan termometer Fahrenheit, maka suhu benda tersebut ketika mendidih adalah…Fahrenheit. Hm, kalau diubah, maka jadi seperti ini…' pikir Jin lagi sembari mencorat-coret kertas hitungan miliknya kemudian menuliskan jawaban yang ia peroleh dari hitungannya.

Setelah beberapa soal dikerjakan, Jin menghentikan pekerjaannya saat membaca soal yang hampir selalu gagal ia jawab: Sebutkan perbedaan dari Vena dan Arteri. Keringat dingin mulai mengucur dari keningnya.

'Aku lupa! kalaupun ingat, pasti jawabanku tertukar! Gimana nih?!' batin Jin menjerit saat ia membaca soal itu. Di dalam kebingungannya itulah, Jin mendengar suara pensil yang di adu dengan permukaan kertas jawaban di sampingnya.

TEK..TEK..TEK..TEK..TEK!

Suara pensil yang beradu dengan kertas jawaban itu sangat berbeda dari yang biasa di dengar oleh Jin. Biasanya, frekuensi tiap goresan pensil terhadap permukaan kertas terdengar sangat jarang, namun yang ia dengar saat ini terdengar berkesinambungan. Dilihatnya Amy yang saat itu juga mengikuti Remedial bersamanya dan tak lama matanya terbelalak seperti mata burung hantu saat ia melihat Amy yang menulis jawaban Remedialnya.

"Tidak Mungkin," gumam Jin benar-benar terperangah melihat kejadian di depannya.

Saat ini, Amy mengerjakan tiap ujian remedial yang disediakan dengan cepat, secara harafiah. Tangannya yang menulis jawaban di tiap lembar ujian bergerak sangat cepat hingga meninggalkan After Image.

Soal yang dikerjakanpun sudah setumpuk. Jin menatap Sieghart tidak percaya. Sieghart menyeringai.

"Inilah senjata rahasiaku, dengan kemampuan Amy yang setara anak kelas 'A', kita bisa memanfaatkan ujian remedial yang jumlahnya tidak dibatasi," ucap Sieghart tersenyum bangga.


Back to The Battlefield

Normal POV

"Elesis! Awas!"

"Uoh! Thank's, Shion!"

"Kalau terus seperti ini, bisa-bisa pasukan kita habis duluan!"

Wah, tampaknya saat kita melihat Jin melakukan Remedial, kita kehilangan momen-momen pertarungan Ryan versus 'F' Class 'Three Musketters'. Sudah sekian menit mereka semua bertarung dan kalau diperhatikan pasukan kelas 'F' mulai terdesak.

Elesis, Shion, dan Lass saat ini memerintahkan Summoned Beast mereka memakai Defensive Stance dan menyebabkan poin mereka banyak berkurang. Elesis dan Shion yang tadinya memiliki 80 poin, sekarang tersisa setengahnya, sedangkan Lass tersisa 60 Poin.

Ketiganya tampak lelah, apalagi saat mereka mengetahui bahwa Kemampuan Unik milik Ryan tidak hanya dapat mengubah Summoned Beast miliknya menjadi Magnus Dan dengan damage tinggi, melainkan juga menjadi Moonlight Wolf yang menyerang secara brutal.

Kemampuan Stealth Chibi-Lass bahkan tidak dapat menyaingi kecepatan yang dimiliki Chibi-Ryan yang memakai bentuk Transform selain Magnus Dan. Mau tidak mau, akhirnya trio kelas 'F' itu memakai Defensive Stance.

"Hee, membosankan, kukira pertarungan ini bakal menarik," ucap Ryan sambil mengalihkan pandangannya ke sekeliling. Disana, tersisa sekitar tiga murid kelas 'F' yang ada di dekat mereka.

"Kalau begitu, aku akan menghabisi kalian sekaligus!" ujar Ryan memerintahkan Chibi-Moonlight Wolf-nya untuk menghabisi mereka bertiga sekaligus. Trio kelas 'F' itu hanya bisa pasrah menunggu serangan Chibi-Ryan menghabisi Summoned Beast mereka. Kekalahan sudah ada di depan mereka…setidaknya begitu kalau saja…

"HEAAA!"

…Jin tidak datang tepat pada waktunya. Elesis, Shion, dan Lass memasang ekspresi lega saat melihat seseorang yang mereka kenal datang dengan Beast Point yang cukup tinggi: 120 Poin! Terlihat Summoned Beast ini mengenakan baju yang di dominasi warna putih dan merah, memakai sebuah ikat kepala dan membawa sepasang Vajra berwarna merah.

Saat ini, Chibi-Jin menyilangkan kedua Vajra-nya, mengumpulkan energi di keduanya dan menembakkan energi itu pada Summoned Beast Ryan, mengakibatkan Chibi-Ryan tersungkur kelantai dengan wajah terlebih dahulu, membuat Beast Point Ryan berkurang sebanyak 40 poin.

Ryan Jaw-drop saat melihat Summoned Beast miliknya terkena serangan Chibi-Jin. Bukan karena kemunculan Jin yang muncul tiba-tiba, namun karena bisa-bisanya Jin mengurangi 40 poin miliknya dengan dua serangan. Ryan mengalihkan pandangannya kearah belakang Jin dan mendapati teman-teman sekelas Ryan sudah diseret menjauh oleh Victor-sensei, membuat Ryan tambah jaw-drop.

"Oh! Kau datang tepat waktu, Jin!" ujar Elesis sambil berHigh-Five dengan Jin. Jin membalas High-Five Elesis sambil tertawa kecil.

Dilihatnya kedua rekannya yang lain; Shion, yang masih tidak terlalu menyukai laki-laki, tersenyum tipis sambil menaikkan salah satu jempolnya, sementara Lass juga memberikan High-Five pada Jin – yang diabaikan oleh orang yang bersangkutan dengan alasan Jin tidak mengenali Lass.

"Heh, kalau begini, tidak ada pilihan lain selain menghabisimu dulu! Transform: Magnus Dan!" ujar Ryan menunjuk Jin sembari memerintahkan Beast-nya untuk berubah menjadi bentuk Magnus Dan. Chibi-Ryan dalam bentuk Magnus Dan bergerak dan mengarahkan ujung pedangnya tepat pada Chibi-Jin.

Saat pedang itu hampir menusuk Summoned Beastnya, Jin menyeringai. Ia memerintahkan agar versi chibi-nya itu menghindar serangan itu. Chibi-Ryan tidak bisa menghentikan serangannya. Saat itulah Jin memanfaatkan momentum itu dan memerintahkan Beast-nya untuk melakukan Double Hit menggunakan kedua Vajra-nya.

Kini Beast-Point Ryan tersisa 70 poin. Ini membuat Ryan lumayan kesal sehingga ia memerintahkan Chibi-Ryan untuk transform lagi, namun kali ini dengan bentuk yang berbeda lagi.

Kali ini Chibi-Ryan berubah wujud menjadi Nephillim. Dengan desain Transform yang dilengkapi sayap, Chibi-Nephillim kini mendominasi areal pertarungan di udara. Meskipun Chibi-Lass bisa melompat tinggi bak ninja dan juga memiliki senjata yang panjang, namun masih tidak bisa menjangkau Chibi-Nephillim.

"Cih! Kalau begini, kita tidak bisa menjangkaunya!" ujar Shion yang juga berkali-kali memerintahkan Summoned Beastnya untuk mencoba menangkap salah satu sayap Chibi-Nephillim dan menariknya ke bawah.

Mendengar komentar Shion, seringai Jin makin lebar. Ia memasang wajah santai dan memasukkan kedua tangannya ke saku Blazer-nya.

"Siapa bilang?"

Tak lama…BUUM! Terlihat sebuah meriam yang tiba-tiba saja muncul di bawah dan menembakkan pelurunya pada Chibi-Nephillim yang saat itu tidak terlalu waspada sehingga harus secara langsung menerima peluru meriam itu. Akhirnya, tanpa penundaan lagi, Chibi-Nephillim terjatuh menyisakan 60 poin.

Semuanya tercengang, mereka langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah suara tembakan dan mendapati Chibi-Amy yang memakai pakaian bak idola serba pink, membawa sebuah tas kecil, dan memakai kacamata ber-frame berbentuk bintang. Di depannya, terdapat sebuah meriam dengan ujung yang masih berasap.

Poin-nya? Siap-siap tercengang sekali lagi karena poin milik Amy adalah 345 poin!

"Way to go, Amy!" ujar Jin mengepalkan tinjunya ke atas bersama dengan Summoned Beast-nya. Amy yang dipuji oleh Jin wajahnya langsung berubah menjadi merah, begitu juga dengan Summoned Beast-nya.

"Baiklah," Jin mengalihkan pandangannya pada Ryan "Sekarang giliranku menyerang! Dan ingatkan padaku agar berterima kasih pada Sieghart karena menyuruhku ujian dengan Burning Mode diaktifkan!"

Beberapa saat kemudian, memang tidak terjadi apa-apa, namun tiba-tiba Chibi-Jin mulai mengeluarkan aura berwarna merah dari tubuhnya. Semua yang memiliki mata dan hadir disitu tercengang melihat Summoned Beast Jin.

"Tidak mungkin!" ujar Ryan dengan wajah shock, sementara rekan-rekan Jin tersenyum lebar.

"Tidak mungkin kau memiliki Kemampuan Unik: Burning Aura!" sambung Ryan membuat Lass yang mendengarnya tersenyum.

"Tentu saja itu Burning Aura – kemampuan unik seperti Rage Sieghart yang melipatgandakan kekuatan serangan Beast menjadi 2 kali," ucap Lass menjelaskan.

"Dengan kata lain," Jin menyambung kalimat Lass "Satu kali menerima serangan dariku dalam Burning Aura sama dengan kau yang kekurangan 20 poin!"

Ryan tercekat, akhirnya ia menyadari bagaimana bisa Jin mengurangi poinnya sebanyak 40 poin hanya dengan dua serangan. Ryan kemudian mencoba untuk melakukan Transform menjadi Nephillim sekali lagi lagi untuk mundur namun sudah terlebih dulu di tahan oleh Shion menggunakan cambuk miliknya.

"Not so fast, Elf!" ujar Shion. Elesis mengambil kesempatan ini untuk memerintahkan Summoned Beast-nya untuk menyerang Chibi-Ryan menggunakan Dual-Great Sword miliknya.

60 poin, berkurang 20 poin. Tersisa 40 poin.

Setelah menerima serangan Elesis, kali ini giliran Lass menggunakan kemampuan Stealth dan muncul di belakang Chibi-Ryan secara tiba-tiba dan berhasil menghasilkan satu sabetan di tubuh Chibi-Ryan.

40 poin, berkurang 10 poin. Tersisa 30 poin.

Amy juga mulai menyerang, Summoned Beast-nya melakukan Double Jump dan memanggil sebuah Machine Gun, menembakkannya kearah Chibi-Ryan.

30 poin, berkurang 10 poin. Tersisa 20 poin.

Serangan terakhir, Chibi-Jin meng-infuse energi Burning-nya ke dalam kedua Vajra-nya dan menyerang Chibi-Ryan dengan meninju pipi kiri dan kanan Chibi-Ryan.

20 poin, berkurang 20 poin karena di serang oleh User dengan Burning Aura. Poin habis. Pemenangnya kelas 'F'!

"Yeah! Kita menang!" ujar Jin sambil melompat kegirangan, dengan salah satu tinjunya mengarah ke atas.

Shion dan Elesis ber-high five, puas karena Combo mereka berdua juga karena kemenangan mereka ini. Amy tersenyum kearah Lass – sepertinya Cuma dia yang menyadari keberadaan Lass.

Belum semenit mereka larut dalam kemenangan mereka, Victor-sensei tiba-tiba muncul di belakang mereka.

"Tunggu dulu!" semuanya menghadap kearah Victor-sensei yang…menyeret Sieghart?

"Pertarungan kali ini hasilnya seri!"

Hening. Semuanya mematung.

"EEEEEEEEH?!"

"Tapi, kenapa?" tanya Elesis, dengan sedikit emosi. Victor-sensei menunjuk Sieghart yang ada dalam genggamannya.

"Dia di kalahkan tepat setelah kalian mengalahkan Ryan," jawab Victor-sensei santai. Semuanya memakai bermacam-macam ekspresi: ada yang cengo (Jin dan Lass), ada yang terlihat bersiap menghajarnya (Elesis dan Shion), dan ada juga yang terlihat prihatin (Amy). Sieghart hanya bisa tertawa garing.

"Haha, mau bagaimana lagi, gak ada yang meng-cover kelas sih dan aku menjadi sasaran empuk. lagian nilai ujian penempatanku juga nol karena aku ketiduran sepanjang ujian,"

Dan hari itu merupakan sejarah dimana kelas 'F' hampir memenangkan perang mereka. Sementara itu, mereka tidak menyadari bayangan seorang perempuan dengan warna mata berbeda antara satu dengan yang lain.

Perempuan ini tampak terus memperhatikan Sieghart yang di bawa pergi menuju ruang 'hukuman' oleh Victor-sensei dengan wajah bersemu merah.

"Sieghart…," bisiknya. Tiba-tiba, perempuan itu melihat Amy berlari kearah Sieghart sambil menyerahkan sekotak makanan. Mari tidak tahu kenapa, tapi ia yakin sekali kalau Sieghart terlihat menangis setelah menerima kotak makanan pemberian Amy.

Amarah muncul dalam diri Mari sembari pergi menjauh dari situ.


~After School~

"Hah, padahal kupikir kita bakal dapat fasilitas kelas 'E' yang lebih baik daripada kelas kita saat ini," ucap Jin dengan loyo berjalan menuju gerbang sekolah. Di belakangnya tampak Lass, Shion, Sieghart, Elesis, dan Amy mengikutinya.

"Uh, hukumannya cukup menyeramkan," komentar Sieghart dengan wajah pucat dan berkeringat dingin.

"Haha, sudahlah, tadikan sudah kuberi makanan buatan sendiri untuk menyemangatimu, sampai-sampai kau menangis terharu, iya kan?~" ucap Amy berusaha menyemangati Sieghart. Sieghart tertawa garing.

"A-ahaha, iya ya, itu cukup menyemangatiku," ucap Sieghart, namun dalam hati dia berkata begini: 'Apa kau tidak menyadari bahwa aku tadi menangis karena harus menerima makanan itu darimu?' tapi karena dia tidak tega jadi hal itu tidak di katakannya.

Baru saja mereka sampai di depan gerbang, mereka di cegat oleh seorang murid laki-laki dengan rambut spiky hitam, seragam hitam, jaket merah dengan bulu di bagian lehernya, dan tampak seperti berandalan dari depan.

Bersamaan dengan itu, muncul juga murid-murid lain yang datang dari berbagai arah mereka. Ada seorang perempuan dengan perawakan pendek berambut ungu di sebelah kiri, seorang laki-laki (perempuan?) dengan rambut biru panjang di ponytail di sebelah kanan, dan seseorang berambut coklat bergelombang dengan wajah nyaris seperti Lass di belakang.

Amy mendekat kearah Jin, agak takut karena tiba-tiba saja di cegat oleh beberapa orang yang tidak di kenalnya.

"Hei, Kai! Bisa kau minta teman-temanmu ini untuk menjauh? Teman-temanku agak takut melihat kalian," ucap Sieghart tiba-tiba pada murid laki-laki berpenampilan berandalan di depan mereka. Laki-laki itu memasang wajah datar.

"Maaf, Sieg, ini perintah ketua kelas kami," ucap laki-laki itu


Student ID Card!

Name: Kaistern Flameweilder (Male)

'Parent': ChaosSeeker

Class: 'A'

Status: Active

Delinquent but Genius Student(?)


"Oh? Memangnya siapa ketua kelas-mu?" tanya Sieghart dengan nada meremehkan. Kaistern nyaris menyeringai. Beberapa detik setelah Sieghart mengatakkan itu, dari belakang Kaistern, muncul seorang perempuan berambut Biru dengan dua mata berbeda warna. Sieghart tampak kaget, lengkap dengan keringat dingin yang mengalir di dahinya.

"Lama tidak bertemu Sieghart," ucap perempuan itu dengan wajah bersemu merah.


Student ID Card!

Name: Mari Ming Onette (Female)

'Parent': KOG Studio

Class: 'A'

Status: Active ('A' Class Rep)

Mad-Scientist the 1st and (Self-Proclaim) Sieghart's Wife


"Hee, jadi ini ketua kelas 'F' yang dengan bodohnya menetap di kelas tanpa perlindungan?" komentar perempuan berambut ungu yang ada di sebelah kiri rombongan Sieghart.


Student ID Card!

Name: Arme Glenstid (Female)

'Parent': KOG Studio

Class: 'A'

Status: Active ('A' Class Vice-Rep)

Mad Scientist the 2nd


"Hm, tidak berguna," komentar yang lain dengan nada dingin.


Student ID Card!

Name: Rufus Wilde (Male)

'Parent': KOG Studio

Class: 'A'

Status: Active

'A' Class Bounty Hunter


"Sudahlah, jangan seperti itu, sopanlah sedikit," ucap seorang…laki-laki atau perempuan ya?...pokonya rambutnya biru di ponytail.


Student ID Card!

Name: Ronan Erudon (….Male, kali? Atau Female?...)

'Parent': KOG Studio

Class: 'A'

Status: Active

Pretty Boy XD


Rombongan Sieghart tampak tegang, apalagi setelah melihat bagaimana ekspresi Sieghart saat ketua kelas mereka itu melihat Mari. Tambah lagi, mereka ini murid-murid kelas 'A'! tunggu dulu, memangnya apa mau mereka dengan anak-anak kelas 'F'?

Mari melangkah maju mendekati Sieghart, setelah jarak mereka berdua tersisa beberapa inchi lagi, Mari langsung berjalan kearah Amy dan menatapnya tajam.

"Aku ingin mengajukkan Perang Pemanggilan dengan kelas kalian,"

-To Be Continued-


A/N: maaf kali ini tidak ada sesi pertanyaan oleh guru, soalnya fokus ke Perang-nya dulu. Seperti biasa: ayo ke RRC!

Review Replies Corner:

Chloe Cyasesa: saya yang nulisnya aja kagak ngerti -.-a #plak! Yup, this story still have a long way toward the ending, makanya stay tuned ya !

Perfect Maid Haruka: etto…Lass itu siapa ya? #kena lempar kunai. Becanda Lassie, kamu pinter kok! Cuma kamunya aja yang gak diakuin keberadaannya #dilempar Nodachi. Finally! My first story without typo & grammar error! Yey! #nari hula-hula. Thank's atas pujiannya Ru!

ChaosSeeker: thank's! susah juga lho nulis yang kemarin, soalnya saya pake SKS (Sistem Kebut Sejam) hehe. Two word: thank you!

Shion Miyano a.k.a NatNia: haha, senang bisa membuat orang lain tertawa dan gak perlu sungkan, anak anda membantu sekali dalam perang ini (walau akhirnya perjuangannya sia-sia karena Sieghart -.-a) stay tuned ya!

Satsuki Kobayakawa: wow, ternyata Satsuki-san sudah baca fic ini ya? Hehe, karena mendapat banyak ide, makanya saya update kilat dan akhirnya sampai chapter segini. Hontou ni? Terima kasih, saya kira Battle Scene-nya bakal jelek karena saya gak terlalu pandai bikinnya. Yah, bisa dibilang begitu. Ibaratnya, seperti Pokemon dengan Trainer-nya. Untuk lebih jelas, silahkan lihat Anime aslinya yang berjudul 'Baka to test to shoukanjuu!'