Gomen lama…. Sebenarnya chapter 6 udah ada… tapi karena WB saat nulis di chapter 7 oleh ide saya sendiri jadi saya membongkar habis dan memperbarui semua isi chapter 6 untuk membuka jalan cerita di chapter selanjutnya . dan saya publish fict ini tanpa menulis chapter selanjutnya seperti biasanya T^T karena tidak ingin membuat readers semua menunggu dan untuk mempersingkat waktu kita mulai saja fict-nya
.
.
.
.
Tetsuya menatap punggung Seijuurou yang sedang berjalan didepannya, lalu disentuhnya bibir milik tubuh programming tersebut, entah kenapa sentuhan Seijuurou masih bisa dirasakannya padahal jika dipikirkan hal itu tak mungkin ini hanya tubuh virtualkan? Dadanya berdebar-debar mengenang kejadian semalam dan pipinya mulai merona kembali
Daiki menatap adiknya yang tiba-tiba bersemu sendiri dengan memicingkan mata, kenapa tiba-tiba adiknya jadi memerah dan memegang bibirnya, lalu Kaptennya jadi lebih dingin dan menyeramkan seperti perempuan PMS? Hn, Daiki mencium sesuatu yang menarik terjadi antara sang scarlet dan icy blue, dia tidak terlalu bodoh dengan membaca gelagat dua orang yang tampak seperti buku yang terbuka saat ini
Ryouta sendiri menatap takut-takut sang Kapten yang berada disebelah kirinya yang tampaknya masih dalam mood buruk walaupun sudah log out sejenak dari The Highest Crown, yang Ryouta tahu dan yakini mood sang kapten pasti ada hubungannya dengan tunangan Daiki, lalu diliriknya gadis bersurai icy blue yang berada dibelakangnya yang sedang memegang bibirnya dan bersemu merah,. Ryouta menaikan salah satu alisnya… Kapten yang PMS? Dan perempuan yang blushing sambil memegang bibirnya… OMG! Jangan katakan jika…
Ternyata bukan hanya sang navy dan si pirang saja yang memperhatikan gelagat 'aneh' sang scarlet dan icy blue, melainkan juga semua anggota GoM, Kazunari yang memicing sipit dan merasa tertarik, Shintarou yang berusaha cuek tapi juga ada rasa penasaran yang menggelitik hatinya, Tatsuya yang tersenyum simpul dan mengangguk bijak seperti mengerti situasi, Atsushi yang tak peduli dengan sifat aneh Kaptennya dan Tsheyka yang penting ada cemilan dan kekasihnya, dan Yukiko serta Satsuki yang hanya nyengir dibelakang
"Kita sudah sampai di pemberhentian selanjutnya, Marry Go" suara milik sang scarlet memecahkan semua focus mereka, mengalihkan perhatian mereka pada tempat yang tidak terlihat seperti Desa maupun Kepulauan lebih seperti taman bermain dengan stand-stand yang menyediakan beraneka hiburan ringan maupun aksesoris dan makanan
Mereka semua bergenyit bingung, taman bermain? Demi apa!
Disclaimer :: Tadatoshi Fujimaki
Warning :: Shonen Ai/Yaoi,Gender Bender, Rated T, OOC, Alur mungkin Kecepatan dan jalan ceritanya klise?, penulisan kata juga tidak sesuai dengan bahasa Indonesia yang benar , dan mungkin masih banyak kesalahan lainnya
Genre :: Romance, Friendship, Fantasy.
Pairing :: Kuroko x Akashi, n masih banyak Pairing lainnya
Game 6 (Mary Go! Deklarasi perang?)
"Kya! Shin-chan ayo kita main itu…" teriak Kazunari seperti anak kecil sambil menunjuk sebuah komedi putar
Shintarou menaikan kacamatanya yang tak melorot "Tidak, itu memalukan nanodayo!" lalu Shintarou berlalu meninggalkan kekasih yang merengek ingin naik komedi putar sambil memegangi celana Shintarou
Disisi lain tampak Atsushi yang sibuk melihat dan membeli cemilan di beberapa stand diikuti sang kekasih yang setia sambil tersenyum lembut melihat tingkah imut Semenya jika bertemu makanan
"Atsushi, lihat sepertinya Permen apel itu enak ya?" kata Tatsuya lembut, mengalihkan perhatian sang kekasih yang sedang menatap lapar takoyaki yang sedang dimasak
"hn, Muro-chin mau?" tanya Atsushi " nanti aku bagi dan suapi lewat mulut saja ya"
Atsushi berkata dengan nada datar dan malas seperti biasa tidak sadar jika sang kekasih sudah memerah dibelakangnya sambil menagkup wajahnya yang memerah
Daiki hanya bergenyit mendengar pembicaraan kedua pasang kekasih ungu-indigo tersebut, merasa tak terima jika Atsushi berkata seperti barusan hanya dianggap 'polos' tapi jika dirinya disebut 'hentai', ketidak adilan macam apa ini?
Berusaha mengabaikan pasangan tersebut, Daiki jalan menjauh dan mendekati stand yang menjual aksesoris dan menatap sepasang anting dengan mata permata citrine sesuai dengan warna bola mata orang yang dicintainya, dan akan cocok dipakai oleh sipirang yang rambutnya dalam game ini panjang sebahu
Diraihnya anting itu dan membelinya, setelah dimasukan dalam kotak hitam dan dibungkus rapih dengan pita emas ditaruhnya disaku. Entah kapan dia bisa menyerahkan benda tersebut kepada sang pujaan hati yang setia berada disamping sang scarlet, dan Daiki hanya bisa tersenyum miris kepada dirinya yang pengecut untuk jujur kepada sang pemilik hati
Menepuk pipinya dan memasang wajah biasa, Daiki berjalan menuju adiknya yang sedang membeli gulali bersama Ryouta dan Seijuurou yang hanya mendampingi sebelum sebuah suara tak asing mengintrupsinya
"Yo, Aho!"
Memalingkan wajahnya untuk melihat wajah orang yang sangat dikenalinya sedang menyeringai bodoh menampakan gigi taring milik ras vampire, dan mata carnelian yang bersinar jenaka
"Bah, teme… kenapa kau ada disini?" maki Daiki dan menghampiri sang sepupu yang langsung bertampang kusut
"hoh, team-ku sedang melewati rute ini… ternyata kita malah bertemu disini" jawab Taiga
"lalu mana teammu?"
"hn, kelihatannya mereka tersesat…" jawab Taiga dengan tampang 'innocent' sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal
"jelas-jelas lebih kelihatan kalau kau yang tersesat, Baka!"
"hah, siapa yang kau bilang baka, aho!"
"Kau! Baka…baka… bakagami!"
"cih, dasar kau Aho…aho…ahomine!"
Kedua sepupu yang terlalu akur itu saling melemparkan tatapan sengit satu sama lain sebelum sebuah suara deheman mengintrupsi mereka, memalingkan wajah untuk melihat siapa yang mengganggu 'kemesraan' mereka dan melemparkan tatapan tajam yang langsung ciut dibawah tatapan mengintimidasi milik sang Scarlet
"Daiki, siapa dia? Bisa kau perkenalkan pada kami" tanya Seijuurou yang maknanya –perintah-
Kembali dengan gaya cueknya dan tampak tak minat, Daiki mengenalkan Taiga kepada seluruh teman-temannya "hn, dia sepupu-ku Kagami Taiga"
"Hoh, jadi ada orang yang bersedia menjadi sepupu-mu juga Aominecchi" celetuk Ryouta yang mendapatkan tatapan tajam dari Daiki, dan tawa kencang dari Taiga, serta semua yang berusaha menahan tawa kecuali Seijuurou dan Tsheyka yang masih datar. Tetsuya tampak berusaha bersembunyi dibelakang sang scarlet
"hahahahha… kalo aku boleh milih sih, tidak ingin aku bersepupu dengan si aho ini, kecuali adik-adiknya" jawab Taiga, yang langsung dapat jitakan indah dari Daiki
"Kau pikir aku mau, dan menjauhlah dari adikku!"
"cih, dasar brother complex akut… semoga kau cepat dapat kekasih dan sifatmu itu tertolong" ujar Taiga
"loh bukannya Daiki sudah punya tunangan ya?" celetuk Kazunari, membuat Taiga diam dan kaku
"hahahha.. i-itu ya…" Taiga tampak gugup
"ngomong-ngomong Kurokocchi kenapa kau mengumpat dibelakang Akashicchi ssu?"
Ucapan dari Ryouta membuat Tetsuya yang berdoa semoga identitasnya tak ketahuan dan tak dilihat oleh sang sepupu sirna karena ucapan Ryouta. menyeretkan kakinya mendekat ke kakaknya, dengan wajah cemas dan tertunduk dan berdiri didepan Taiga
Taiga tampak mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu terdiam tidak tahu harus berkomentar apa tentang 'perempuan' dihadapannya yang sebenarnya diketahuinya adalah sepupunya yang manis, lalu matanya beralih menatap mahluk mungil yang sedang duduk manis dipundak sang gadis bersurai icy blue. Taiga mengerjab terpesona oleh surai silver yang berkilau diterpa sinar, dan sepasang manic merah sewarna ruby, tiba-tiba wajahnya bersemu merah dan tampak gugup… seolah ada yang mengambil alih tubuhnya Taiga meluncurkan isi pemikirannya mengenai mahluk mungil tersebut
"be…belum pernah a-aku melihat surai yang seperti benang takdir tersebut da-dan mata yang seperti perma…-TA.. I-ITTAI!" teriak Taiga diakhir kelimat dan melirik pelaku penjeweran telinga 'glek!'
"Bagus sekali ya kau Bakagami! Membuat kami berkeliling mencari-mu dan disini kau merayu seorang perempuan…" ucap Riko dan diangguki oleh Team Seirin lainnya yang ada dibelakang sambil melemparkan death glare masing-masing
Belum selesai penyiksaan dari Riko, Taiga diseret paksa oleh Daiki menjauhi kerumunan teman-temannya
"ya, Bakagami kau gila apa!" teriak Daiki dengan volume yang tak akan terdengar oleh teman-temannya disebrang sana yang memasang berbagai ekspresi
"hah?" kata Taiga tak mengerti
"kau merayu adik ku, tetsuya! Hoy, kau kan sudah kukasih tahu jika gadis bersurai icy blue dikelompokku jika kau temui itu adalah adik kita.. kau mau incest. Dan bukannya kau straight hah!"
"hah, kau bicara apa sih Aho… aku tak merayu Tetsuya tapi gadis manis yang duduk dipundaknya itu, kau tak lihat rambutnya yang berwarna silver lembut itu seperti benang takdir lalu sepasang mata yang seperti permata ruby itu… aku tak pernah melihat perempuan yang mempesona seperti itu"
Daiki hanya bisa menatap sepupunya dengan ekspresi yang tak terdefinisikan sebelum berteriak "itu sih lebih gila daripada incest! Kau jatuh cinta sama NPC… biar ku eja N.P.C!"
"hah, bagaimana agar aku bisa memilikinya ya Daiki…" ucap Taiga yang tampak peduli dengan makna tersirat dari kalimat sepupu
Daiki hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tahu sepupunya tidak waras, lalu tiba-tiba sesuatu terbesit diotak Daiki, mungkin kesalah pahaman ini bisa dimanfaatkannya untuk membuktikan sesuatu…
"kau tak mungkin bisa memiliki NPC itu Baka, dia itu satu paket dengan Tetsuya.. dia itu Pixie pelindung penyihir tak mungkin dipisahkan dari 'Kuroko Tsheyka' " tegas Daiki
"lalu bagaimana dong!" kata Taiga yang frustasi, udah jatuh cinta sama NPC, gak bisa dimiliki lagi.. hn, malangnya udah jatuh cinta pada pandangan pertama sama mahluk tak nyata tak bisa memiliki pula
"yah, bisa aja sih kalo Tsheyka jadi team-mu kau bisa dekat dengan NPC tersebut, tapi team-ku tak akan menyerahkan anggota kelompoknya begitu saja"
Taiga menatap benci sepupunya yang berjalan menjauh, kembali mendekati teman-temannya yang akhirnya dia-pun menyusul
Daiki tampak cuek walaupun sejujurnya senyum usil terkulum manis dibalik bibirnya, ditatapnya sang adik yang gelisah seperti khawatir jika ketahuan maupun bingung atas 'rayuan' sang sepupu, ingin rasanya dia menepuk kepala sang adik dan menenangkan dan menceritakan jika tak ada yang harus dikhawatirkan karena pada kenyataannya Taiga sudah tahu mengenai siapa itu 'Kuroko Tsheyka' dari dirinya sendiri yang suka mencurhatkan segala sesuatunya pada sang sepupu
Taiga berdiri didepan adik sepupunya yang sedang dalam wujud perempuan dan tampak gelisah akan sesuatu menimbulkan kebingungan bagi Taiga mengenai kegelisahan sang adik, tapi ditepisnya dulu rasa penasaran itu ada yang lebih penting yang ingin dia katakan
"Kuroko Tsheyka, bergabunglah dengan team-ku! A-aku ingin me-meliki sesuatu hal yang berharga bagi dirimu…" ucapan Taiga itu sukses membuat Tetsuya merasa panic dan shock, gila! Sepupunya benaran naksir dia dan tak mengenalinya?! – bagian tak mengenali sebenarnya cukup menenagkan jika tida ada ketertarikan Taiga pada dirinya –
Daiki ingin tertawa terbahak-bahak sekarang maupun bertepuk tangan mengucapkan kata 'salut' atas pemilihan kalimat ambigu Taiga, oh… ingin rasanya dia merekam semua ekspresi yang ada pada GoM dan Seirin atas pernyataan berani tersebut, apalagi ekspresi horror dari sang adik yang wajah datarnya sekarang sukses retak
Seijuurou menggeram dalam hati, kesal karena ada orang yang mengincar Tsheyka-nya, belum sempat dia merencanakan bagaimana merebut gadis tersebut dari sang tunangan kini sepupu tunangannya malah terang-terangan mendeklarasikan perang kasat mata padanya!
Tak jauh berbeda dengan Seijuurou, Yukiko melotot tak percaya dari balik topengnya.. gila… Pria didepannya pasti tak waras! Ini tak pernah diprediksikannya… saingan cinta? Oh, bagus perusak rencana telah datang sang trouble maker, harusnya dia tahu jalan 'cupidnya' tak semulus jalan tol!
Ryouta menatap semua kejadian yang seperti drama tersebut, tak tahu harus berkata untuk memecah keheningan yang panjang melirik kearah Daiki berharap pria tersebut tiba-tiba berseru seperti di drama-drama mengatakan 'gadis ini milikku' walau akan menyakitkan bagi Ryouta pada akhirnya, tapi yang dia dapatkan adalah ekspresi menahan ketawa Daiki yang membuatnya bergenyit bingung – hello, Daiki ituloh tunanganmu lagi ditembak cowok lain?! Kau masih waraskan… –
Merasa ada yang menatapnya Daiki melirik dan mendapatkan spasang manic citrine menatapnya dengan tatapan bingung, menghilangkan ekspresinya dan menatap lembut Ryouta dan tersenyum lembut, membuat Ryouta terperangah atas makna dari ekspresi Daiki yang ditujukan padanya lalu bersemu merah sebelum memalingkan wajah kembali focus pada keheningan didepannya dan menepis ekspresi Daiki yang berkata 'kenapa? Yang kucintai itu kau… jadi selama bukan kau,, aku baik-baik saja' – bagaimana sebuah senyuman lembut bisa bermakna begitu banyak? Pasti dia sudah gila karena semua situasi ini…
"A-ano… tapi Kagami-kun" suara Tsheyka memecah keheningan "Aku tak mungkin bergabung dalam kelompokmu, aku sudah terdaftar dalam team ini"
"hah, itu bisa diubah, iyakan Riko Senpai?" tanya Taiga pada Riko
"Cih, Kagami jangan melakukan hal yang seenaknya! Lagipula kau tahukan dia itu siapa? Jadi ayo kita pergi dari sini dan lanjutkan perjalanan sudah cukup kau melakukan banyak masalah…" Riko menarik tangan Taiga, yang lalu ditepis
"Aku benar-benar menginginkan gadis ini pelatih! Kita bisa menjadikan dia sebagai bagian team kita jika kita mengajukan syarat diarena pertarungan antara player…"
"team kami tak pernah menyetujui hal tersebut" ujar Seijuurou dengan nada dingin yang bisa membekukan lautan tropis, membuat Riko dan team Seirin lainya melangkah mundur satu kali kecuali Taiga
'ayolah Kagami-kun, jangan buat masalah dengan iblis merah itu' batin Kogenai
"ah, tidak kusangka team hebat seperti GoM, tidak meyukai tantangan dan pertarungan" provokasi Taiga
Seijuurou tahu Taiga sedang memprovokasinya, dia merasa bodoh jika terpancing ucapan tersebut… tapi harga dirinya sebagai Kapten team bisa jatuh jika tak menerima hal tersebut, dan taruhan ini semua harga dirinya dan juga Tsheyka
"Aku tak bilang tidak menerimanya" ucap Seijuurou datar
"kalau begitu kau menerimanya" sebuah smirk terpampang diwajah Taiga "Kita akan bertanding dikota selanjutnya yang menyediakan arena pertarungan legal antara Player… sampai bertemu di Romanight City, para kiseki"
Taiga jalan menjauh dari team GoM, diikuti teman-teman se-teamnya, setelah cukup jauh tendangan dipunggung, jitakan dikepala dan sikutan diperut datang serentak menuju dirinya
Riko tampak marah, dan bertolak pinggang setelah menyikut Taiga "Apa yang kau lakukan hah?!"
"Sial, Bakagami kau membawa masalah pada Kagami jelas-jelas kau tahu gadis itu-kan sepupu mu yang laki-laki!" maki Hyuuga
"tenang pelatih, Hyuuga senpai, Kiyoshi senpai… aku tak naksir sepupuku itu!"
"lalu siapa hah? Jelas-jelas kau…" kata Riko frustasi lalu dipotong oleh Taiga kembali
"perinya! Aku naksir pixie dipundaknya! Puas…" kata Taiga
Semua anggota Seirin kembali terdiam dalam satu hari ini mereka tak berhenti dikejutkan oleh pemain andalan mereka tersebut, bayangkan naksir peri pelindung Penyihir perempuan dalam konsep lain berarti NPC!
"Ah, aku tahu cinta itu tak mengenal gender, Agama, ras maupun usia…" kata Teppei lalu mulai melingkarkan lengan kokohnya pada pinggang ramping Kouki " tapi, pada sebuah mahluk yang merupakan program… hn, Kagami kau tak pernah berhenti membuat kami kaget ya"
"kau menantang GoM hanya karena sebuah NPC! " Teriak Riko kembali "… hah, Kagami kau memang gila! Terserah kau sajalah…" Riko menghela pasrah pada adik kelas kesayangannya yang memang kelewatan baka-nya
"Kau lihat Fu-chan, bahkan cinta-pun bisa melewati logika yang ada sekalipun~" bisik mesra Teppei ditelinga Kouki yang pinggangya masih dipeluknya membuat sipemilik surai coklat tersebut bersemu merah "lalu maukah kau menjadi milikku?"
Teppei mengusap lembut leher Kouki menimbulkan sensasi asing ketubuhnya, dan membuat Kouki meloloskan sebuah desahan saat kecupan seringan kupu-kupu hinggap pada lehernya "ah, sen-pai…"
.
.
.
.
.
Aura dingin dan membunuh mencekam semua indra anggota GoM yang peka kecuali Tetsuya yang dilanda badai yang lebih dahsyat dalam dirinya mengalahkan keekstriman udara diluar yang disebabkan sang kapten
Tetsuya merasa dia makin terseret dalam hal yang tak menentu percintaan kakaknya yang akhirnya melibatkan hatinya pada tunangan orang yang dicintai kakaknya itu, ciuman tidak langsung melalui tubuh virtualnya yang dilakukan Seijuurou membuat perasaannya makin kuat sekaligus kacau, lalu sekarang sepupunya mendeklarasikan ingin memilikinya! oh adakah yang lebih buruk? Dia ini hanya siswa 3SMP biasa sebelum ulang tahunnya yang ke-15… sebelum dia bermain game ini… sebelum dia menyetujui ide gila Yukiko !
Daiki entah harus berterima kasih atas rencana gilanya yang berhasil untuk memastikan segalanya atau merasa sial?, karena dia kini tahu kalo ternyata Seijuurou menyukai adiknya yang terlihat sekali dari aura yang makin mengerikan yang dikeluarkannya setelah deklarasi Taiga yang langsung pergi meninggalkan GoM dalam kegelapan karena ulahnya… Daiki dan seluruh anggota teamnya harus terjebak dengan sang kapten yang sudah menjadi iblis 100% atau memang dari dulu sudah jadi iblis sempurna ya?
Ternyata bukan hanya Daiki saja yang menyadari perasaan Seijuurou yang kini seperti buku terbuka dan terpampang jelas setelah deklarasi musibah oleh Taiga, Ryouta yang juga ingin berteriak bahagia karena ternyata Seijuurou menyukai orang lain dan bukan dirinya tapi mengurungkan niatnya kalo gak mau kena sambar gunting sekarang ini, lalu Kazunari, Shintarou, Tatsuya, Atsushi, yang juga menyadari kaptennya mulai memupuk rasa pada gadis icy blue tunangan si navy, serta Satsuki yang juga senang ternyata Seijuurou sesuai rencana Yukiko, menyukai Kuroko Tsheyka ! – sama seperti Ryouta, dia harus menahan fangirlingannya dan sorakan bahagianya –
Lain yang digalaukan Seijuurou dan Tetsuya, lain juga dengan Yukiko si cupid jadi-jadian… yang lagi sibuk memutar ide dikepala cantiknya untuk menyingkirkan si trouble maker dalam rencananya yang datang tiba-tiba itu, tapi apa yang harus dikhawatirkannya? Toh Seijuurou dan para kiseki tak mungkin kalah-kan?
Tetsuya menggelengkan kepalanya, berusaha menghentikan pikirannya yang kalut sebelum berteriak ooc tanpa menyadari jika para GoM lain lagi bersungut mengindari aura sang kapten dan terlonjak mendengar teriakannya "Kya, Kagami nii-san what do you thinking?! Akari-san this all your fault !"
Mendengar nama Kagami membuat Seijuurou semakin kesal, tapi tiba-tiba diantara kemarahaannya itu muncul kebingungan… tadi Tsheyka berteriak nama siapa lagi selain Kagami. Akari? Akari? ,, ternyata bukan hanya Seijuurou saja melainkan semua GoM yang menderita kebingungan… Akari? Setahu mereka semua Akari yang mereka kenal adalah sepupu Seijuurou tapi mereka tidak ikut bermain Game ini walaupun mereka anak pemilik Perusahaan Game tersebut, jadi bagaimana Tsheyka bisa mengenalnya? Lagipula mereka juga cukup dekat dengan Akari satunya lagi – Akari Yukiko – karena mereka teman sekelas…
Disana ada dua wajah yang pucat mendengar teriakan tersebut, si pixie dan juga Satsuki… tak pernah mereka sangka jika Tetsuya secara tidak langsung baru saja menambah masalah dan ini lebih gawat dari kegilaan Taiga jika tidak segera ditangani !
"nee, Kuro-chin… Akari itu siapa?" tanya Atsushi melontarkan rasa penasaran semua GoM
Tetsuya terdiam, dia secara tidak sengaja melontarkan kekesalannya dan kali ini dia tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan siapa itu Akari… hn, apa lebih baik dia jujur saja sekarang? Yah, mungkin ini lebih baik…
"Akari-san itu GM yang bernama Akari Yukiko dan dia…"
Baru saja mereka semua serius mendengarkan ucapan Tsheyka tiba-tiba gadis itu sudah menghilang dari hadapan mereka dan membuat Seijuurou kesal kembali, kali ini kepada …
"YUKIKO!"
Dan semua GoM kembali menjauh menghindari kemarahaan sang kapten. Diantara GoM, Daiki mengetahui siapa orang yang merubah adiknya dan itu adalah teman sekelasnya tapi atas dasar apa?
"Daiki, kau tahu apa hubungan Yuki dengan Tsheyka?" tanya suara dingin Seijuurou
Daiki menggeleng, karena dia tidak tahu… dia tidak tahu tujuan si gadis Aka tersebut sebenarnya. Merasa Daiki menutupi sesuatu tapi juga tidak berbohong, Seijuurou tidak mendesak lebih jauh… ada yang masih bisa ditanyakan
"Satsuki, kau…" Seijuurou mengentikan pertanyaannya karena orang yang ingin ditanyakannya juga tidak ada mungkin ikut menghilang saat Tsheyka menghilang…
Seijuurou menggeram sebenarnya apa yang ingin dikatakan Tsheyka yang berekspresi seperti akan membuka rahasia besar dan kenyataan bahwa saat nama dalang dari sesuatu hal yang tak diketahui para GoM tersebut, si surai icy blue justru menghilang dan juga Satsuki, yang pasti mengetahui segalanya
"Thunderbolt Rau!" ucap Seijuurou disusul petir yang menyambar kebawah dan menghancurkan dan membakar suatu wahana tak jauh dari sana, membuat semua GoM kembali mencicit ketakutan dan berdoa bagi keselamatan dua orang yang akan menerima rasa marah Si Iblis Merah
.
.
.
.
.
Tetsuya melirik sekitarnya merasa bingung, bukankah tadi dia sedang berbicara dengan Seijuurou, lalu kenapa dia ada di ruang putih yang tampak tak asing dan sebuah bangku ditengah ruangan yang dikenalinya terduduk manis gadis bersurai putih disampingnya berdiri gadis bersurai sakura yang dikenalinya
"Mou,, Tsheyka!" teriak manja Yukiko "kau baru saja membuatku dalam masalah…"
Tetsuya memasang wajah datarnya dengan sempurna dan juga mengeluarkan suaranya sedater wajahnya "masalah Akari-san bukan masalahku"
"hiddoi naa~" Yukiko memanyunkan bibir mungilnya
"ano… Momoi-san kenapa kau ada disini?" tanya Tetsuya diwarnai kebingungan
Bukan Satsuki yang menjawab kebingungan Tetsuya melainkan Yukiko
"Oh, dia kakak-ku lebih tepatnya calon kakak ipar. Dan dia alasan kenapa aku bikin kamu jadi perempuan"
Tetsuya diam, dan tak bertanya lebih lanjut dia yakin Yukiko akan menjelaskan lebih lanjut dan dia benar
"soalnya kakak-ku yang asli cemburuan kalo gak ada perempuan lain dalam kelompok Kiseki dan membiarkan tunangannya dikelilingi pria walaupun ada Sei-kun yang merupakan sepupunya dan semua pria dikelompok itu tak tertarik pada perempuan sama sekali… jadi karena itu Tetsu-kun harus jadi perempuan karena Sei-kun tak mungkin orang asing masuk kekelompoknya kecuali memiliki hubungan dengan rekannya. Gomen Tetsu-kun tak menjelaskannya dari awal padamu…"
Tetsuya hanya menghela nafas… "Jadi Akari-san jika memang begitu alasannya kenapa kau menarikku kesini?"
"ah, itu karena Tetsu-kun ingin mengatakan jika Tetsu-kun itu adalah pria-kan?" Tetsuya terdiam membenarkan
"Tidak boleh!" lanjut Yukiko "jika sampai Sei-kun tahu kalo kau adalah pria dan sampai pada Onii-sama… maka, Onii-sama akan melarang Tsuki nee-chan untuk bermain karena cemburu, jadi kumohon Tetsu-kun, kau boleh berkata jika kau hanya menemani Tsuki nee-chan karena aku yang memintamu sebagai teman tapi jangan kau katakan jika kau sebenarnya pria… kumohon!"
Yukiko menunduk sambil menangkup tangannya bersunguh-sungguh
Tetsuya hanya mengangguk, tak ada salahnyakan kalo dia tetap menjadi perempuan, untuk meredam kecemburuan seorang pria walau harganya sangat mahal?
Yukiko memasang senyum mempesona setelah melihat anggukan setuju Tetsuya "Tetsu-kun, Arigattou gozaimasu!"
"hn, Akari-san lebih baik kau mengembalikanku ketempat semula, jika aku terlalu lama hilang… mereka akan menyimpulkan yang tidak-tidak"
"Ah, kau benar Tetsu-kun!" Yukiko menjentikan jarinya lalu melambai 'dadah' pada sosok Tetsuya yang mulai samar
Satsuki menatap tajam Yukiko, sebelum bersuara..
"Kau berbohong…"
"Aku tidak. Aku menyampaikan setengah kebenarannya dan merahasiakannya dengan hal lain… itu tidak sama dengan berbohong" kata Yukiko dengan seringai diwajahnya
"kau tahu jika aku ikut bermain game ini sudah disetujui oleh kakak-mu…" kata Satsuki datar
"iya, aku tahu. Tapi Sei-kun dan yang lain tidak…" Yukiko menatap Satsuki "dan mengetahui bagaimana sifat kakak-ku yang begitu menyukaimu… mereka tak akan merasa aneh dengan alasan itu, apalagi mereka tidak akan melihat kebenaran lain dari 'kebenaran' yang diketahui Tetsu-kun, dan Sei-kun pun tak bisa membaca pikiran ku…"
"tapi dia bisa melihatnya jika bertanya denganku, Yuki…"
"nee-chan, kalo begitu bersikaplah kau tidak mengetahui apa-apa mengenai hal ini… itu lebih baik daripada kau berusaha berbicara menutupi kebenaran, bersikap 'idiot' lebih baik"
"geeh,, kau kadang menyebalkan Yuki-chan!"
"Arigattou naa~ nee-chan"
.
.
.
.
Tetsuya kembali ketempat semula, dan langsung ditatap oleh tujuh pasang mata…
"kenapa kau tiba-tiba menghilang?" tanya sebuah suara dingin milik sang kapten
"A-akashi-kun ka-u meng-agetkan ku…" Tetsuya merasa gugup dengan aura yang dikeluarkan si surai scarlet entah kenapa berkesan angker
"kemana kau menghilang?" tanya Seijuurou lagi
"bertemu dengan Akari-san…" cicit Tetsuya, dia masih bergidik
"apa yang direncanakannya hah?"
"rencana?" kata Tetsuya polos
"iya, Tsheyka… apa yang direncanakannya!" kata Seijuurou sambil menatap tajam Tetsuya, membuat keenam orang disana merasa prihatin… pemandangan dihadapan mereka seperti seeokor kelinci yang ketakutan dihadapan seekor singa
"tidak ada, Akashi-kun" Seijuurou menatap kedalam mata Tetsuya dan tak menemukan kebohongan disitu… dan lalu dia menghela nafas
"lalu, kenapa tiba-tiba Yukiko menarik mu untuk bertemu dengannya?"
"untuk menanyakan siapa pria yang tiba-tiba menembak dirinya, dan tampak akrab dengan Daiki-kun" bisik sebuah suara ditelinga Tetsuya. Rupanya Yukiko dan Satsuki sudah kembali
Mengikuti apa yang dibisikan oleh sang pixie
"Akari-san hanya penasaran dengan siapa pria yang me-menyatakan per-asaannya pada ku ta-pi tam-pak ak-rab deng-an Da-Daiki-kun.."
Seijuurou yang tadi melupakan sejenak, pernyataan Taiga karena menghilangnya Tsheyka, kembali mengeluarkan aura dingin mematikan yang dirasakan semua, termasuk Tetsuya kali ini yang mundur satu langkah 'apa yang salah dengan ucapannya?'
Yukiko dipundaknya justru menahan kikik geli, membuat dahi Tetsuya berkerut bingung karena Pixienya justru tertawa, tertawa oleh situasi yang membingungkan ini? Demi apa memang apa yang lucu disini?
"Ayo, kita lanjutkan perjalanan… kita terlalu lama membuang waktu, dan kita belum menemukan benda yang kita cari disini" suara sang kapten yang sudah kembali datar dan mengintimidasi melegakan mereka
lalu mereka semua kembali berjalan tanpa menikmati wahana maupun stand-stand lagi… karena saat Tsheyka menghilang, mereka menyadari ada sesuatu yang mengganjal dari taman hiburan ini, dan jika ada sesuatu yang tak biasa pasti ada item khusus disini, yang disembunyikan mahluk dengan level yang cukup .
.
.
.
.
GoM masuk kedalam rumah kaca, yah… mereka meraskan ada mahluk dengan level tinggi bersembunyi ditengah ruangan ini, sebenarnya beberapa dari mereka merasa bersukur karena bukan Rumah Hantu yang menjadi sarang sang 'Raja', yah kurasa tak perlu kutuliskan siapa mereka karena itu akan sedikit menurunkan gengsi kelaki-lakian mereka
Cermin-cermin yang bertebaran disekitar mereka menjadi labirin yang menyesatkan dan membingungkan, tak ayal kadang mereka menemui jalan buntu beberapa kali sebelum mereka menemukan pusat rumah kaca ini… sebuah ruangan megah dengan cermin-cermin seperti paradox sebagai dinding yang memantulkan refleksi diri mereka dalam berbagai pecahan abstrak lalu diruangan itu terdapat singgasana mewah dan tampak seorang pria duduk dengan menopangkan dagunya sambil menikmati anggur yang disuapkan dari tangan lentik dayang-dayang cantik berbakaian hanfu*(seperti kimono tapi milik orang cina, pakaian yang sangat indah ) dengan selendang sutra yang indah
GoM bergenyit, menatap sosok yang tampak seperti bangsawan tersebut, 'manusia?' batin mereka semua… tapi langsung ditepis saat dilihatnya Sembilan ekor berwarna putih berkibas-kibas dibelakang sang pria 'Kurama' batin mereka kembali
Mereka semua mulai merasa waspada, ketika tiba-tiba sosok tersebut menghentikan kegiatan yang dari tadi digelutinya dan mengusir para dayang-dayangnya
"Lihat, siapa yang datang dalam kerajaan-ku" kata Kuranma lalu menatap tajam dan mendesis "Tujuh ras agung!"
Berdiri dari singgasananya sosok pria yang ternyata luar biasa tampan dengan rambut panjang berwarna silver hingga sepinggang dengan mata berwarna merah ruby, dan bentuk hidung dan rahang yang terpahat sempurna, serta lekukan bibir yang terlihat sinis sekaligus sensual. Sangat tampan tapi tampak tak asing…
"Na-Natsume…" lirih Satsuki
Kuranma sudah berdiri didepan mereka masih dengan gaya pongah, dia melirik kearah Satsuki setengah menyipit
"bukan cantik, nama-ku bukan Natsume… namaku Kurama no Kitsune"
Kurama berjalan mendekati Satsuki, mengangkat dagu Satsuki untuk menatap wajah gadis tersebut… "siapa namamu?"
Ditatap begitu intens dengan sosok NPC yang memiliki rupa dengan kekasih tercinta tak ayal membuat wajah Satsuki merona dan gugup "Mo-moi Sat-su-ki"
"nama yang indah…" bisik Kuranma ditelinga Satsuki lalu menjilatinya "membuatku ingin memilikinya"
Lalu setelah mengatakan hal itu kesembilan ekor Kurama menyelimutinya dan juga Satsuki, membuat para GoM yang lain terkejut, dan belum sempat merespon Kurama dan Satsuki sudah menghilang dari hadapan mereka
''jika kalian ingin teman kalian, datanglah menemui-ku itu juga jika kalian bisa melewati dayang-dayang ku" gema suara Kurama
"si-sial!" maki Daiki
"Kusso!" teriak Ryouta
"cih!" decih Seijuurou
Mereka semua merasa kecolongan padahal mereka tadi sudah waspada, tapi saat melihat wajah yang tampak tak asing pertahanan mereka sedikit melonggar dan lihat sekarang teman mereka kembali menghilang, kali ini diculik oleh Raja ditempat !
Selamanya… selamanya…
Saat pertama kali ku sentuh dirimu, jantungku berdetak begitu kencang
Karena itu kuputuskan bahwa ku 'kan mengikutimu
Bau bunga yang tertiup angin dan juga sup ini,
Mungkin'kan hilang tapi ada kau saja sudah cukup
Kubisa rasakan perasaanku tumbuh
Bisa kudengar lagu cinta, jadi izinkanku berada di sisimu
Ku'kan berubah sehingga kubisa melindungimu
Bisa kudengar lagu cinta, jadi izinkanku berada di sisimu
Maka hari yang surampun kan mampu menghiburku…
Selamanya… selamanya…
(yunchi – your song|Eds. Log Horizon)
To be continued…..
Oke, kuputus disini! Mempertimbangkan walau ini cerita Yaoi, tapi gak menutup ada alur percintaan straight biar lebih realistis biarpun ini cerita fantasy… dan aku munculkan Kagami karena udah sempat disebut oleh Tatsuya sebelumnya, lalu tunangan Satsuki yang selalu muncul namanya tapi gak pernah muncul karena belum ada timing dan terpikir ide nista kaya gini XD ,, walau tokoh disini AkaKuro tapi aku mau menampilkan beberapa adegan percintaan tokoh yang lainnya sedikit-dikit… lalu disini tadi ada sedikit pair Teppei x Kouki,, aku gak tahu ya readers semua cocok atau nggak sama pair ini jadi maaf kalo gak sreg T.T ,, soalnya aku inget sama ff yang kubaca yang pairingin KiyoFuri dan aku setuju banget dibandingkan AkaFuri -.- (maaf aku ga respect sama pair ini… bagi ku AkaKuro selalu .) lalu aku merasa cerita-ku gak rumit soalnya konfliknya hanya persoalan kesalah pahaman aja… maaf kalo kurang menarik,, dan maaf karena ketelatan saya, tapi semoga para readers semua masih berkenan untuk mereview, memfavorite dan memfollow X(
Jadi readers saa… Jaa na~! jangan lelah menunggu update-an BGL yang jam tayangnya gak tentu ini . –Sagi Akabara / Sagitarius Red–
