CHAPTER 6

"Benarkah?!" teriak Seulgi kaget dalam telepon itu.

"Ne. Aku melihatnya sendiri. Saat Baekhyun dan Jin Young akan berkencan lagi, Suho hanya tersenyum kaku." Ucap Wendy.

"Hey. Jangan berbohong." Jawab Seulgi tidak percaya.

"Mereka tidak," wendy memutus kata katanya.

"Cinta segitiga?" ucap keduanya bersamaan di telefon tersebut.

Sementara kencan antara Baekhyun dan Jin Young berjalan lancar. Mereka benar-benar memilik sepasang hati yang serasi. Seperti belahan jiwa. Tiba tiba Baekhyun melihat sebuah pedagang kaki lima yang menjual aksesoris untuk pasangan baru.

"Karena kita adalah pasangan yang baru, maka aku akan membeli sebuah benda berharga yang tidak boleh hilang!" ucap Baekhyun sambil memasangkan Sebuah cincin di jari Jin Young.

"Ini apa?" tanya Jin young bingung.

"Ini adalah cincin pasangan. Dengan ini, artinya kebaikan akan selalu ada di masa masa pacaran kita." Ucap Baekhyun.

Kemudian Baekhyun membayar cincin tersebut dan berjalan kembali menyusuri jalanan. Selama dalam perjalanan, Jin young terus saja memandangi cincin tersebut.

"Kau menyukainya?" tanya Baekhyun.

"Mwo? Um, aniya, aku hanya," jawab Jin Young seperti malu malu.

"Jangan berbohong. Kau adalah fans yang beruntung karena bisa kencan bersamaku." Ucap Baekhyun sombong.

"Hey mwoya?" Jin Young menjawab sambil tertawa.

Jin Young dan Baekhyun terus saja berbincang riang. Kemudian tiba tiba Jae Joon datang lagi dan menghampiri Jin Young.

"Aku sudah bertemu Irene." Ucap Jae Joon dengan wajah sedih.

"Lalu?" tanya Jin Young.

"Dia sudah sadar. dan orang pertama kali yang menjenguknya di kala sadar adalah, Kyung Soo." Jawab Jae Joon sedih.

"Hey, lalu kenapa kau tidak menjadi seorang manusia saja?" tanya Jin Young sambil merangkul Jae Joon.

"Aku tidak bisa. Aku rasa cinta Kyung Soo mungkin lebih besar dariku." Ucap Jae Joon menyesal.

"Kau menyerah? Sungguh tidak ingin hidup bahagia huh?" tanya Jin Young.

"Cinta bukan segalanya. Aku yakin. Aku akan hidup lebih baik tanpa dia." Ucap Jae Joon sambil meneteskan air matanya.

"Mwoya? Kau menangis? Kau ini kenapa?" tanya Jin Young bingung.

"Kau tahu. Rasanya aku benar-benar merasakannya. Aku akan bahagia tanpanya kan?" tanya Jae Joon sambil terus saja terisak tangis.

"Apakah kau tahu, perjuangan cinta itu besar. Sepertiku, kau akan mengalami hal yang manusia sebut dengan 'Patah hati' benar?" ucap Jin Young sambil tertawa.

Jae Joon masih tetap saja menangis. Kemudian iapun akhirnya mengusap air mata di pipinya dan langsung pergi meninggalkan Jin Young. Ketika waktu berjalan kembali Jin Young terbengong sambil berjalan.

"Jadi, kau benar-benar fansku?" tanya Baekhyun.

Jin Young terdiam. Baekhyun pun mengguncang badan Jin Young. Akhirnya Jin Young terbangun dari bengongannya.

"Ne?" ucap Jin Young kaget.

"Um, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Baekhyun.

"Do Kyung Soo sedang menjenguk Irene." Ucap Jin Young.

"Huh? Dari mana kau tahu?" Baekhyun semakin bingung.

"Um, entahlah, itu hanya perasaan." Ucap Jin Young melanjutkan jalannya.

Baekhyun pun menarik lengna Jin Young dan memberhentikan langkahnya.

"Sebenarnya kau siapa?" tanya Baekhyun.

Jin Young pun sempat kaget. Saat itu juga Baekhyun terus saja menatap mata Jin Young. Tak lama Baekhyun menjauhkan tatapannya.

"Kau aneh." Ucap Baekhyun.

"Aneh? Aneh apa?" tanya Jin Young lagi bingung.

"Terkadang kau mengetahui segala hal yang orang biasa tak pernah ketahui." Ucap Baekhyun melanjutkan jalannya.

"Kau tidak cari perhatian dariku kan?" tanya Baekhyun sambil tertawa.

"Aniya.." ucap Jin Young kesal.

Sementara di asrama, Seulgi sedang membuat mie untuk makan siangnya. Lalu saat Seulgi sedang menuangkan air panas ke dalam mangkuk, tiba tiba Chanyeol mengagetkan Seulgi. Seulgi pun langsung loncat dan hampir menumpahkan air panas tersebut ke kakinya. Chanyeol yang melihat kejadian tersebut pun kaget.

"Kau tak apa?" tanya Chanyeol.

"Ah, entahlah. Tapi air panasnya sedikit mengenai kakiku." Ucap Seulgi sambil sedikit merintih kesakitan.

"Um, baiklah ikut aku." Jawab Chanyeol sambil menuntun Seulgi.

Kemudian Chanyeol mengambil kotak berisi obat obatan. Kemudian ia menuangkan beberapa tetes alkohol ke sebuah kapas, lalu menempelkan kapas tersebut ke kaki Seulgi yang terkena sedikit air panas.

"Oke, aku rasa aku berlebihan. Ya kan?" ucap Chanyeol.

"Berlebihan apa?" Seulgi pun bingung.

"Ya, maaf oke? Karena aku kau seperti ini." Ucap Chanyeol menyesal.

"Eh? Tak apa.. tidak usah takut seperti itu." Jawab Seulgi menenangkan Chanyeol.

"Hey, Jin Young dan Baekhyun jadian?" tanya Chanyeol.

"Entahlah. Kau tidak mengetahuinya?" Jawab Seulgi.

"Hey. Apakah kau pernah melihat akhir akhir ini Jin Young memiliki beberapa masalah dengan Baekhyun dan Suho?" tanya Chanyeol sambil meneteskan obat merah ke sebuah kapas berbeda, lalu menempelkan kapas tersebut ke kaki Seulgi.

"Ya, bahkan Wendy bilang tadi, Suho seperti sedih saat melihat Baekhyun dan Jin Young bergandengan tangan." Ucap Seulgi sambil sedikit merintih.

"Apa? Suho sedih melihat Baekhyun dan Jin Young bergandengan tangan?" tanya Chanyeol bingung.

Seulgi hanya mengangguk.

"Aku pikir mungkin mereka cinta segitiga." Ucap Seulgi.

Chanyeol langsung melirik pada Seulgi dan langsung menatap wajahnya.

"Jangan bohong." Ucap Chanyeol dengan serius.

"Aku tidak bohong. Kau bisa mengeceknya sendiri." Jawab Seulgi sambil langsung berdiri dan meninggalkan Chanyeol.

"O, iya aku lupa untuk bilang, gamsaheyo.." ucap Seulgi meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol pun langsung mengambil handphonenya dan menelpon para anggota tim Exo.

"Xiumin pasti akan mengerti." Ucap Chanyeol sambil memilih Xiumin sebagai orang pertama yang ia telepon.

"Apa?!" teriak Xiumin antusias dalam telepon tersebut.

"Ya. Itu benar. Aku tak berbohong." Jelas Chanyeol.

"Tapi, Baekhyun dan Suho sangat akrab. Mereka tidak mungkin berselisih seperti itukan?" ucap Xiumin tak percaya.

"Sebenarnya aku yang paling dekat dengan Baekhyun, bukan Suho." Jawab Chanyeol seolah olah sedang pamer.

"Um, ya aku mengerti. Tapi itu tidak mungkin." Xiumin masih tidak percaya.

"Lalu kita harus apa?" tanya Chanyeol.

"Kau tahu? Satu satunya cara kita adalah memberitahu ke yang lain." Ucap Xiumin sambil mematikan telepon dari Chanyeol.

"Eh? Yobuseo? Yobuseo!" teriak Chanyeol dalam telepon tersebut.

Chanyeol pun akhirnya langsung menghubungi Kai, Sehun, dan Kyung Soo. Sementara Xiumin menghubungi Chen dan Lay. Seketika para anggota tim Exo pun kaget. Mereka semua sempat memperdebatkan tentang cinta segitiga antara Baekhyun, Jin Young, dan Suho. Kemudian para anggota tim Exo pun memutuskan untuk berkumpul bersama di rumah sakit tempat D.O dirawat.

"Hey, ini benar-benar aneh kan?" ucap Chanyeol sambil mengusap wajahnya.

"Entahlah. Aku bahkan tidak pernah menyangka bahwa mereka akan terlibat dalam sebuah hubungan khusus." Ucap Xiumin.

"Um, okay. Sebenarnya aku sangat beruntung Lay bisa datang di perkumpulan ini." Lanjut Xiumin.

"Ne, dokter bilang aku sudah pulih." Ucap Lay sambil tersenyum.

"Baiklah kalau begitu sebaiknya jangan pernah sakit lagi oke?" ucap Sehun sambil menggosok rambut Lay.

Semuanya pun tertawa melihat tingkah Sehun yang konyol.

"Jin Young benar-benar gadis yang aneh ya?" ucap D.O secara tiba tiba.

"Aneh apa? Dia adalah gadis yang baik. Cantik, ramah, pintar." Jawab Kai.

"Kau tidak melihatnya? Tadi siang tiba tiba saja dia bertanya padaku bahwa apakah aku mencintai Irene? Padahal aku tidak pernah cerita padanya. Baekhyun tidak mungkin memberitahukan hal tersebut kan?" ucap D.O gelisah.

"Hey, Baekhyun saja baru jadian dengannya. Aku yakin dia tidak memberitahukan hal tersebut." Ucap Chanyeol.

Chanyeol pun menepuk punggung D.O. Sementara Suho yang sedang sedih terus saja berlatih bermain basket sebagai hiburannya. Kemudian Suho duduk sebentar di bangku di halaman tersebut. Tiba tiba Suho teringat lagi akan kejadian antara Baekhyun dan Jin Young.

Tiba tiba Baekhyun langsung memeluk Jin Young dengan sangat erat. Jin Young pun kaget dan hanya terdiam.

"Mian, karena aku, kau selalu menangis setiap harinya. Mian, karena aku tidak bisa jujur soal perasaanku padamu. Itu semua, aku sungguh minta maaf." Ucap Baekhyun sambil memeluk Jin Young.

"Seharusnya aku tidak memiliki perasaan seperti ini. Baekhyun adalah temanku, dan dia memiliki seorang kekasih baru. Seharusnya aku bahagia." Ucap Suho sambil memegang dadanya yang terasa sakit.

Suho pun meneteskan air matanya. Suho akhirnya menangis di tengah salju yang deras. Sementara Wendy yang tengah berkunjung di rumah sakit menanyakan ruangan D.O dan langsung menuju kamar D.O. Ketika Wendy memasuki kamar, semua anggota tim Exo terdiam dan menatap Wendy dengan wajah terkejut.

"Jadi Wendy mengetahui cinta segitiga antara Suho, Baekhyun, dan Jin Young." Ucap Xiumin berbisik.

Chanyeol pun mengangguk. Kemudian Wendy pun menyerahkan seikat bunga untuk D.O.

"Um, maaf aku menganggu. Ini adalah titipan dari wanita di ruang sebelah. Namanya Irene." Ucap Wendy.

Semua pun terkejut.

"Irene?" tanya D.O dengan semangat.

Wendy tersenyum. D.O pun seperti sangat senang mendapat bunga dari Irene.

"Siapa yang dirawat? Kenapa kau bisa disini?" tanya Lay.

"Um, nenekku. Dia, sakit." Ucap Wendy malu-malu.

D.O pun memaklumi. Sementara di kala Baekhyun dan Jin Young sedang berkencan, tiba tiba Jin Young merasa pusing dan jatuh di pelukan Baekhyun.

"Gwenchana?" tanya Baekhyun.

"Aku rasa, entahlah, aku tidak bisa bernafas." Jawab Jin Young.

Kemudian tiba tiba Jae Joon datang. Ia membawakan sebuah tabung yang bertuliskan 'Cadangan Oksigen'.

"Igeum mwoya?" tanya Jin Young.

"Ketika kau menjadi manusia, oksigen akan berbeda. Oksigen yang kita pakai mengandung beberapa zat anti karbon dioksida. Jadi jika kau sering menghirup karbon dioksida, oksigenmu akan habis. Oleh sebab itu, panggil aku saat kau butuh cadangan oksigen. Dan sekarang pakai ini." Jelas Jae Joon.

"Ini cairan?" tanya Jin Young.

Jae Joon pun mengangguk. Dan Jin Young langsung menenggak sebotol oksigen tersebut. Kemudian Jae Joon pergi dan keadaan kembali seperti semula. Baekhyun pun langsung menggendong Jin Young dan membawanya menuju asrama. Sesampainya di asrama, Baekhyun seperti benar-benar khawatir dan langsung menidurkan Jin Young di kamar Jin Young. Jin Young pun terlelap selama dalam pangkuan Baekhyun.

"Kau mengkhawatirkanku." Ucap Baekhyun sambil mengelus rambut Jin Young.

"Mianhae." Jawab Jin Young yang ternyata berpura-pura tertidur.

"Untuk kencan pertama ini, aku benar benar berterima kasih." Ucap Baekhyun.

Jin Young pun langsung terbangun dari kasurnya dan tersenyum pada Baekhyun. Baekhyun pun mendekatkan wajahnya pada wajah Jin Young.

"Kau imut." Ucap Baekhyun mencubit pipi Jin Young.

Jin Young hanya tersenyum.

"Kau, satu satunya wanita yang sangat mencintaiku. Kau benar benar sasaeng bukan?" ucap Baekhyun sambil tertawa.

"Mwoya?" ucap Jin Young sambil memukul tangan Baekhyun.

Kemudian Baekhyun pun berhenti tertawa dan semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Jin Young. Jin Young semakin melotot dan kaget. Baekhyun memiringkan kepalanya seperti hendak mencium Jin Young. Jin Young memejamkan matanya. Dan—

Love and Death-