"Suki-Kirai"

Genre : Romance and Drama.
Pairing: Itachi x Shion.
Disclaimare: Naruto belong to Masashi Kishimoto.

Warning : Gaje, Alur kecepetan,Typo bertebaran,OOC dsb.

Summary :

Bercerita tentang siswi bernama Shion, ia tidak mengerti apa itu cinta dan bagaimana rasanya. Tetapi jika berada di dekat Uchiha Itachi entah kenapa jantungnya berdetak sangat cepat bagaikan genderang perang padahal ia dan Itachi memiliki hubungan yang jelek /'Apakah ini yang mereka sebut dengan-'/Silahkan mampir ^_^ , Itachi x Shion.

.

.

.

.

.

.

.

Opening Song

Yui

Please Stay With Me

.

.

.

Start

Sudah 1 minggu sejak petengkaran Shion dengan Itachi hubungan mereka berjalan seperti biasa tanpa ada gangguan walaupun Itachi masih sering menggoda Shion tapi itu tidak menjadi masalah serius diantara keduanya. Kedekatan mereka berdua ini membuat siswa dan siswi di sekolah gigit jari, tak rela jika idola mereka dekat dengan seseorang yang sialnya terlalu sempurna untuk dikalahkan.

"Ayolah Shion, aku tahu kau bisa memasak"Ucap Itachi

"Sudah berapa kali kubiang aku tidak mau ! Kaukan bisa membeli makanan di kantin, kenapa aku harus membuatkanmu bekal?"Tolak Shion, ia menatap Itachi jengkel lantaran sedaritadi Itachi merengek minta dibuatkan bekal.

"Aku bosan dengan makanan yang ada di kantin"Balas Itachi, ia tidak akan berhenti merengek sebelum Shion setuju untuk membuatkannya bekal.

"Kalau begitu buat sendiri"Ucap Shion acuh, ia berjalan meninggalkan Itachi.

Pertengkaran kedua orang ini membuat mereka menjadi pusat perhatian siswa – siswi di sekitarnya, apalagi sekarang mereka berdua berada di pinggir lapagan basket (kebetulan jadwal olahaga mereka bersamaan).

"Aku tidak bisa memasak"balas Itachi, ia berjalan menyusul Shion, Shion berhenti berjalan ia berbalik mengahadap Itachi tanganya ia sedekapkan di depan dada, dahinya mengerut menandakan ia mulai marah.

"Kalau begitu suruh teman merahmu itu untuk membuatkanmu bekal"Seru Shion, ia menunjuk Sasori yang sedang bermain basket bersama teman- temannya.

"Sasori tidak bisa memasak dan juga jika memang Sasori bisa memasak aku tidak ingin dia membuatkan bekal untukku, aku bukan gay !"balas Itachi, alisnya naik mendengar kata-kata Shion.

"Dan kau memang gay ditambah mesum"Ucap Shion sinis, matanya menyipit menatap Itachi.

"Aku tidak ingin mendengar ejekan 'mesum' dari seseorang yang seminggu lalu mengecup pipi orang tanpa ijin"Sindir Itachi, bibirnya menyeringai merendahkan.

"Apa?! Siapa yang-" Ucapan Shion terpotong akibat sebuah teriakan dari dalam lapangan.

"AWAS" Teriak Sasori, sebuah bola basket melayang kearah Shion tanpa bisa dihentikan. Shion tak sempat menghindar, matanya terpaku menatap bola basket yang mengarah padanya ia diam tak berkutik padahal jarak antara Shion dengan bola basket semakin dekat, Shion menutup matanya pasrah akan apa yang terjadi tapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang mendorong Shion kebelakang. Karna terlalu kuat dorongan yang dirterima membuat Shion jatuh terduduk.

BUAGH

Ternyata yang mendorong Shion tadi adalah Itachi, ia mengorbankan dirinya agar Shion tidak terkena hantaman bola basket alhasil Itachilah yang terkena hantaman bola basket. Dahinya berdarah akibat hantaman bola basket tidak terlalu parah tetapi tetap terasa sakit.

"Itachi !"Teriak Shion ia segera berdiri menghampiri Itachi.

~Suki-Kirai~

Dan disinilah mereka sekarang, Ruang kesehatan alias UKS Shion sedang mengobati luka yang ada di dahi Itachi sedangkan Itachi ia hanya diam melihat wajah ayu Shion yang biasanya selalu datar atau kalau tidak jengkel sekarang sedikit diwarnai guratan kekhawatiran.

"Shion"Panggil Itachi.

"Hm?"Jawab Shion, ia dengan serius membalut dahi itachi dengan perban.

"Kau tidak mempunyai banyak teman ya?"Tanya Itachi

"Bukan 'banyak' tapi hanya'

"Hanya?"

"Sekarang hanya kau teman yang kupunya"Jawab Shion, ia sudah selesai membalut luka Itachi, ia segera membereskan peralatan yang tadi ia gunakan utuk mengobati Itach.

"Wow, aku merasa tersanjung" Ucap Itachi yang dibalas Shion hanya dengan dengusan.

"Aku tidak mempunyai teman selain kau, dulu memang ada dua orang temanku tapi sekarang aku tidak tau bagaimana keadaan mereka" Cerita Shion ia duduk di samping Itachi.

"Kenapa?"tanya Itachi ambigu.

"Hm?"

" Kau bisa saja berteman dengan yang lain"Jelas Itachi

"Tidak bisa"Jawab Shion, ia menatap lurus ke depan.

"Jika mereka terus bersamaku, cepat atau lambat mereka akan tersakiti. Diriku ini, diriku yang seperti ini bisa membuat mereka tersakiti dan aku tidak mau seperti itu sudah cukup dengan mereka"Jelas Shion

"Kau tidak kesepian?"tanya Itachi

'Aku kesepian, sepi sampai rasanya mau mati'Jawab Shion di dalam hati.

Shion tak menjawab secara langsung pertanyaan Itachi, ia hanya menatap Itachi. Tangannya terjulur mengelus dahi Itachi yang terluka dengan lembut.

"Luka ini..luka ini karna kau melindungiku.. seharusnya kau tak perlu melakukan itu Itachi, kau terluka karna aku.."Ucap Shion, tanganya turun mengelus pipi Itachi, Shion menatap Itachi dengan kecewa , bukan kecewa pada Itachi tapi kecewa pada dirinya sendiri karna ia lagi-lagi membuat orang lain terluka.

Itachi POV

Dia tidak menjawab pertanyaanku, tapi aku segera tahu jawabannya saat ia memandangku. Tatapan itu, ya tatapan seorang yang kesepian. Tangannya yang lentik itu menyentuh luka di dahiku dengan lembut dan dia menyalahkan dirinya sendiri atas lukaku dia bilang aku terluka karnanya dan dia bilang seharusnya aku tidak melindunginya saja. Sosoknya yang rapuh ini tak pernah kubayangkan sebelumnya, membuatku ingin menariknya dari lubang kekelaman yang menjebaknya dan melindunginya dari berbagai ancaman yang datang padanya. Ya, aku ingin melindunginya.

Itachi POV End.

Itachi mengulurkan tangan kirinya untuk memegang tangan Shion yang masih setia bertengger di pipinya, ia menatap Shion dalam-dalam.

"Shion, aku temanmu kan? Biarkan aku berada disisimu, aku ingin melindungimu"Ucap Itachi

"A-apa?"

"Aku ini temanmukan?Biarkan aku berada disisimu agar kau tidak kesepian"Jelas Itachi, mata hitamnya menatap dalam mata amethys Shion.

"Tapi, jika kau bersamaku.."Ucap Shion

"Aku tak peduli !"Sela Itachi

"Baiklah, lagipula kau juga tidak akan mendengar apa yang kukatakan"Jawab Shion, bibirnya mengukir senyum tipis.

"Jadi karna kau sudah bisa menerimaku, besok bisa buatkan aku bekal?"Tanya Itachi dengan wajah innocent.

Oh tuhan, ingatkan Shion untuk meracuni makanan Itachi besok.

TBC

Hallo minna-san !

Yuki balik lagi dengan fict gaje ini ! Di chapter ini sepertinya romancenya kurang manis ya? Maklum, baru kekurangan ide karna banyak tugas dari sekolah ^_^

Jadi bagaimana chapter kali ini ? Silahkan berikan saran anda !

Saran sangat diterima.

Salam hangat , Yuki-chan.