Baekhyun yang tengah duduk diatas perut Chanyeol menatap lelaki itu dengan tatapan datarnya seperti biasa. Sedang yang di tatap menatap Baekhyun dengan horror. Apalagi saat Baekhyun melepas kemeja sekolahnya di hadapan Chanyeol. Satu persatu kancing bajunya terlepas, memperlihatkan dada putihnya.

"B-baek-" ucapan Chanyeol terhenti saat jari telunjuk Baekhyun berada di depan bibirnya. Mata Chanyeol melirik telunjuk Baekhyun. Ia seketika menjadi panik karena Baekhyun yang memasukkan jari telunjuk kedalam mulutnya.

"Kulum, Chanyeol."

Chanyeol menuruti permintaan Baekhyun tanpa banyak bicara. Ia mengulum telunjuk Baekhyun, membasahi jari lentik tersebut. ia mendesah lega ketika Baekhyun menarik telunjuknya. Namun diirnya kembali menahan nafas saat jari telunjuk basah Baekhyun bermain-main pada puting di dadanya. Membuat puting tersebut menjadi basah dengan air liurnya. Chanyeol menelan liurnya susah payah.

Tidak hanya bagian dadanya, tangan Baekhyun menjalar keperut hingga selangkangannya. Chanyeol tidak dapat menahan rasa terkejutnya melihat bagian bawah Baekhyun yang tidak tertutup satu helai benangpun. Ia memejamkan matanya, merasakan sensasi asing namun nikmat saat Baekhyun duduk tepat diatas selangkangannya. Chanyeol dapat dengan jelas merasakan bokong kenyal Baekhyun bergesekkan dengan kejantanannya.

"Aahh…"

Chanyeol membuka matanya. Ia menatap langit-langit kamarnya dalam diam. Kemudian menatap kearah depan, tidak ada siapa-siapa. Tidak ada Baekhyun yang duduk diatas tubuhnya dengan tubuh yang telanjang. Hanya ada dirinya sendiri di dalam kamarnya. Chanyeol mendudukkan dirinya dan bersandar pada kepala ranjang. Matanya menatap selangkangannya yang menggembung dengan helaan nafas kesal.

"Kenapa aku bermimpi seperti itu terus?" Chanyeol mengacak rambutnya asal. Ia turun dari ranjangnya kemudian bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan pikirannya.

.

My Squishy

ChanBaek

Chapter 5

.

Setiap hari minggu Chanyeol akan bekerja untuk kakaknya. Menjadi model untuk pakaian yang dikeluarkan oleh butik sang kakak. Namun pada minggu kali ini, Chanyeol sedikit bersyukur. Pasalnya Jongin juga ikut pemotretan hari ini, untuk pertama kalinya. Hal tersebut membuat pekerjaan Chanyeol lebih ringan. Apalagi dirinya sedang merasa aneh. Dia tidak mengerti kenapa dirinya selalu terpiikir dengan teman sebangkunya itu. Bahkan dirinya bermimpi aneh dengan Baekhyun. Mimpi bercinta dengan lelaki itu.

Sial.

Chanyeol kembali mengacak rambutnya.

"Hey! Jangan acak rambutmu!"

Chanyeol harus menerima pukulan pada lengannya dari sang kakak. Ia mengaduh pelan kemudian kembali bercermin untuk merapikan kembali tatanan rambutnya. Matanya melirik Jongin yang mendekat kearahnya dari cermin.

"Kau kenapa? Ada masalah?"

"Tidak. Aku hanya sedang banyak pikiran."

"Itu masalah namanya," ucap Jongin sambil meninju lengan Chanyeol pelan. Ia melihat kembali penampilannya di depan cermin dan tersenyum puas. Merapikan sedikit poninya, Jongin mengambil jaketnya yang berada diatas kursi lalu keluar dari ruangan rias. "Ayo Yeol."

Chanyeol mengikuti langkah Jongin, menuju tempat pemotretan berlangsung. Setelah mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan, Chanyeol melangkah mantap menuju studio. Matanya menyipit ketika retinanya berhadapan langsung dengan cahaya yang terang menuju kearah background putih yang menjadi latar foto nantinya. Dirinya memulai pemotretan dengan bergaya seorang diri. Karena telah terbiasa, Chanyeol bergaya di depan kamera tanpa berpikir panjang, bagaimana gaya yang harus di tampilkannya.

Setelah dirinya selesai, Jongin memulai pemotretan solonya. Chanyeol cukup terkesan dengan Jongin, karena lelaki itu dapat bergaya dengan baik di hadapan kamera untuk pengalaman pertamanya. Bahkan Chanyeol dapat mendengar pujian dari para cameramen yang mengambil foto Jongin. Ingatkan Chanyeol untuk menyuruh Jongin untuk masuk entertainment model sehabis ini. Chanyeol memilih untuk duduk di sofa samping kakaknya dan memakan camilan yang tersedia disana. ia menatap sang kakak lalu mendekatkan tubuhnya kearah sang kakak yang tengah berbincang dengan asistennya.

"Noona," panggilnya. Chanyeol menunjukkan senyuman lebarnya melihat kakaknya menunjukkan wajah yang terganggu. "Aku ingin bertanya."

"Apa? Cepat tanyakan. Aku sibuk."

Chanyeol mengerucutkan bibirnya sambil mendengus sebal. Tidak lama, dirinya kembali mendekat pada sang kakak dengan senyuman lebarnya. "Jika kita sering memimpikan seseorang akhir-akhir ini… artinya apa?"

"Kau menyukainya. Apa lagi?"

Kening Chanyeol berkerut dalam. Ia menipiskan bibirnya dan menggelengkan kepalanya.

"Benarkah? Tapi aku tidak merasakan itu."

"Itu karena kau bodoh," Yoora –noona Chanyeol tertawa senang. Ia mengibaskan tangannya di depan wajah Chanyeol yang menatapnya marah. Yoora berdiri lalu berjalan meninggalkan Chanyeol yang mengambil keripik kentang dan memakannya kasar. "Sana kau kembali kerja."

Dengan hati yang kesal, Chanyeol terpaksa menaruh keripik kentangnya lalu kembali menuju studio. Memulai pemotretannya dengan Jongin bersamaan.

.

.

Selesai pemotretan, Chanyeol mengajak Jongin untuk mengunjung salah satu mall yang berada tak jauh dari studio pemotretan. Dirinya menginginkan kopi yang di jual hanya di mall tersebut, dan kemungkinan dirinya akan mengunjungi toko mainan untuk menggantikan squishy milik Hana yang kemarin dirinya ambil secara paksa. Dan beruntungnya, Jongin mengiyakan ucapannya.

Chanyeol dan Jongin saling duduk berhadapan. Jongin yang sibuk dengan ponselnya sesekali tertawa saat membaca Chat sambil meminum ice coffe di hadapannya. Sedangkan Chanyeol meminum minumannya dalam diam dengan wajah yang terlihat kebingungan. Lelaki yang lebih tinggi memainkan jemarinya diatas meja. Chanyeol tidak lagi menyedot kopinya, melainkan menggigit ujung sedotan yang berada di dalam mulutnya.

"Jongin."

Panggilan Chanyeol membuat Jongin mengalihkan perhatiannya sementara dari ponselnya. "Hm?" kemudian Jongin kembali berfokus pada ponselnya.

"Sepertinya aku menyukai Baekhyun."

"Oh…" Jongin mengangukkan kepalanya masih dengan mata yang berfokus pada layar ponsel. Namun- "APA!" ponsel di tangannya sesetika terjatuh diatas lantai saat Jongin melemparkan pelan lalu menepuk meja dengan berdiri mencondongkan tubuhnya karah Chanyeol. Jongin mengumpat pelan, ia mengambil ponselnya cepat dan kembali mendudukkan dirinya. Ia menatap Chanyeol denga tatapan tidak percayanya. "B-Baekhyun? Tapi dia… laki-laki."

"Ya… kau masalah dengan itu?" Chanyeol membulatkan mata dan mulutnya. Jemarinya mengapit sedotan miliknya dan menatap Jongin.

Kepala Jongin menggeleng pelan. "Aku tidak masalah. Hanya saja… dari banyaknya laki-laki kenapa harus Baekhyun?"

"Entah…"

"Dia sudah berpacaran dengan bu Tiffany!"

"Untuk yang satu itu… aku tidak percaya."

Diam-diam Jongin tersenyum kecil mendengar usapan Chanyeol.

"Lagipula…" Chanyeol menopang dagunya dengan kedua telapak tangannya lalu memandang langit-langit café yang di penuhi dengan dekorasi ceria berbahan kertas yang penuh warna. "Aku belum yakin dengan perasaanku. Akhir-akhir ini aku sering memikirkannya dan juga… dia datang ke mimpiku."

"Mimpi seperti apa?" sebisa mungkin Jongin menahan ketawanya melihat wajah Chanyeol yang memerah padam. "Apa mimpi yang erotis?"

"T-tidak! Bagaimana mungkin!"

Jongin mengangkat bahunya. Ia mengangkat gelas minumannya lalu kembali menyesap minuman agak pahit tersebut dengan cepat hingga tersisa batu es di dalam sana. "Kenapa kau tidak mencoba untuk memastikan perasaanmu?"

"Bagaimana caranya?"

"Terserah olehmu," Jongin bangkit dari duduknya lalu menepuk bagian bokong dan pahanya. "Cepat habiskan minumanmu lalu membeli mainanmu itu. Waktuku tidak banyak."

Chanyeol menganggukkan kepalanya. Ia mengambil gelasnya lalu menghabiskan minumannya dengan cepat. Setelah minumannya habis, Chanyeol menyusul Jongin yang telah keluar café lebih dulu. Tidak lupa sebelum meninggalkan mejanya, Chanyeol memberika uang tip untuk orang yang akan membersihkan mejanya nanti. Tuan Park Chanyeol, si lelaki baik hati.

.

Chanyeol menuntun Jongin menuju toko kesukaannya dengan ponakannya yang selalu mereka datangi jika mengunjungi mall. Chanyeol masuk terlebih dahulu kedalam toko, lalu berperan seperti pelayan toko untuk menyambut Jongin sambil membungkukkan tubuhnya. Tidak dapat menahan tawanya lagi, Jongin memukul tubuh Chanyeol sambil tertawa keras. Berulang kali ia mengucapkan "Bodoh," untuk memaki tingkah Chanyeol yang menurutnya sangat memalukan. Ketika telah masuk kedalam toko, Jongin mengatur nafas dan tawanya, begitu pula dengan Chanyeol. Jongin mengikuti langkah Chanyeol, dirinya baru menyadari jika mereka seperti orang bodoh. Berkeliaran didalam toko mainan dengan tubuh tinggi mereka.

Kegiatan melihat mainan sambil bernostalgia dengan masa kecilnya, Jongin harus berdiri terpaku melihat sosok orang yang berdiri tak jauh darinya. Ia melirik Chanyeol, menahan senyum melihat ekspresi wajah Chanyeol yang terkejut dengan wajah yang memerah. Jongin tidak menyangka, kalau mereka dapat bertemu Baekhyun di tempat seperti ini.

"Baekhyun?" panggilnya. Jongin melangkah mendekati Baekhyun sambil menarik tangan Chanyeol. Ia menoleh karah Chanyeol kemudian mendekat pada temannya itu. "Santai saja," bisiknya tepat di depan telinga Chanyeol.

Jongin yang melihat Baekhyun menoleh dan menatap tajam kearahnya kemudian hendak meninggalkan mereka menjulurkan tangannya menahan Baekhyun agar tetap pada tempatnya.

"Hei, kita baru saja bertemu. Apa yang kau lakukan disini?"

"Bukan urusanmu."

Jongin mengangkat satu alisnya dengan senyuman miringnya. Ia masih memegang tangan Baekhyun agar lelaki itu tetap pada tempatnya, genggamannya semakin kuat karena Baekhyun yang berusaha melepaskan dirinya. Mata sipit Jongin melirik benda yang berada di tangan Baekhyun dan juga dimana lelaki itu berdiri. Mulutnya terbuka lalu terkekeh pelan. "Kau membeli mainan Chanyeol?"

"Itu namanya squishy," suara berat Chanyeol terdengar, membenarkan ucapan Jongin.

Jongin mengangguk meniyakan ucapan Chanyeol di belakangnya. Ia melirik Chanyeol yang masih berdiri kaku di belakangnya. Dengusan keluar dari bibir Jongin karena sikap aneh Chanyeol yang sangat terlihat. Ia kembali menatap Baekhyun lalu melepas genggamannya pada tangan Baekhyun.

Tanpa mengucapkan satu katapun, Baekhyun menatap keduanya dengan datar lalu kembali menaruh mainan di tangannya dan melangkah pergi meninggalkan dua lelaki di hadapannya. Ia melangkah cepat keluar toko.

"Hati-hati dijalan, Baek!"

Suara teriakan Jongin yang terdengar di telinga Baekhyun membuat lelaki itu mengepalkan tangannya, walaupun wajahnya masih tidak menunjukkan satu ekspresipun.

Sepeninggal Baekhyun, Jongin menghela nafas panjang lalu terkekeh. Ia menoleh karah Chanyeol yang berdiri lunglai dengan tangan yang berada didepan dadanya.

"Jantungku rasanya akan keluar…" Chanyeol menyandarkan tubuhnya pad arak di belakangnya kemudian berjongkok disana. tangannya masih berada di depan dadanya yang masih berdetak sangat cepat semenjak dirinya melihat Baekhyun. Ini kedua kalinya ia bertemu dengan Baekhyun di luar sekolah, namun ini pertama kalinya dirinya melihat dengan jelas bagaimana penampilan Baekhyun ketika di luar sekolah.

Byun Baekhyun. He's damn cute!

Ia memakai sweater lengan panjang dengan celana pendek selutut dan juga sepatu sneaker putih. Simple, tapi hal tersebut mampu membuat Jantung Chanyeol berdetak di luar batas. Bahkan Chanyeol dapat merasakan kakinya yang terasa seperti jelly. Dirinya sangat bodoh, baru menyadari betapa menggemaskan Baekhyun. Walaupun dirinya telah melihat betapa menggemaskannya Baekhyun ketika dirinya tidak memakai pakaian. Chanyeol menggelengkan kepalanya yang dirasa telah mengaktifkan virus aneh di dalam tubuhnya.

"Kau okay?"

Suara Jongin membuat Chanyeol tersentak. Bahkan dirinya hampir saja melupakan kehadiran Jongin. Chanyeol menganggukkan kepalanya. Ia melangkah mengambil keranjang dan kembali menuju tempat khusus squishy. Ia mengambil beberapa squishy dengan acak dan memasukkannya kedalam keranjang. Jongin yang melihat tingkahnya mengernyit aneh.

"Kenapa kau membeli banyak sekali?"

Chanyeol menipiskan bibirnya disertai dengan senyuman. Ia menatap Jongin dalam, membuat lelaki yang di tatap merinding dengan tatapannya. Chanyeol menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, kepalanya mengangguk dengan tangan yang terkepal disamping tubuhnya.

"Aku akan melakukan pendekatan," tidak melepaskan pandangannya pada Jongin, Chanyeol memegang pundak Jongin. "Satu squishy untuk satu hari. Bagaimana? Ideku sempurna bukan?"

Jongin menatap Chanyeol dengan kening yang mengerut, ia menganggukkan kepalanya tak yakin dengan ucapan Chanyeol. Ia kembali terkejut karena Chanyeol yang melesat cepat menuju kasir sambil membawa satu keranjang penuh berisikan mainan berbahan dasar spons itu. Keningnya kembali berkerut karena Chanyeol yang kembali berjalan kearahnya.

"Jongin… aku pinjam uangmu dulu ya. Aku lupa membawa kartu kreditku…"

Bibir Jongin membentuk senyuman manis. Ia merangkul Chanyeol dan membawanya berjalan menuju kasir. "Sialan kau," desisan Jongin membuat Chanyeol bergidik ngeri.

Pada akhirnya, Jongin tetap meminjamkan uangnya untuk membayar puluhan squishy yang dibeli Chanyeol dengan harga yang mampu menyewa flat kecil di atap untuk satu bulan.

.

oOo

.

Okay… jadi apa ide sempurna Chanyeol akan berhasil?

Chapter lima rampung~ semoga memuaskan. Dan mulai sekarang aku ga janji bakal up cepet ya hehe. Tapi aku akan berusaha buat menamatkan cerita ini kok. Buat yang nanya ini sampe chapter berapa, aku belom bisa mastiin. Karena emang jalan ceritanya sebenernya masih amat panjang :' aku juga ga ngerti kenapa kepikiran alur sepanjang ini, padahal niatnya gamau panjang-panjang. Cukup kayak Bunnybtm aja u,u tapi karena udah terlanjut di buat seperti ini. Mau gamau ya aku lanjutin ceritanya seperti ii.

Terus ada yang ngerasa alurnya lelet? Ya… aku memang sengaja buat kayak gini sih hehe. Karena bakal aneh kalo Baekhyun yang sifatnya begitu malah udah demen sana Chanyeol. Jadi biar begini aja ya alurnya, jangan paksa buat cepet-cepet. Terus satu lagi, walaupun My Squishy ini terinspirasi dari pantat si Baekhyun, belum tentu ff ini akan di penuhi dengan adegan-adegan dewasa ya~ karena emang dari awal dibuat kayak begitu wkwk. Yang begitu ada di ff lain~

Oke. Udah kepanjangnya. Makasih buat yang udah baca dan review di chapter kemarin. Dan maaf kalau ada typo. See you~