Kejadian Sehari-hari Chapter V By Cindy Giovani
Anime : Naruto
Jenis : Humor,Gaje,Gila,Garing,Maknyoss,Dll
Summary : Semuanya akan kembali kepada kehidupan masing-masing. Beberapa orang mungkin akan mengalami keberuntungan terus-menerus tetapi kadang mereka tak akan lepas dari kesialan yang diterpa dalam kehidupan.. Tapi kali ini kita bukan membahas tentang itu, karena kita akan membahas kehidupan para ninja pada awalnya.. Ooc is always! Yak daripada kita banyak ching-chong lebih baik kita lihat ceritanya!
Yak kembali lagi dengan author terjenius bin keren ini,haha XD. Menjelang lebaran ga cuma ane pasti ada aja yang nunggu THR,mudik,pastinya Kue kering,haha, maka daripada itu mari kita rayakan hari suci ini yak!
Rate : K mungkin
Warning : Dimohon bagi anda untuk tidak makan saat membaca fic ini terutama di warteg(?)
Senyuman anda akan membuat anda awet muda XD
Naruto punya Masashi Kishimoto Sensei, but the story is mine
Chapter V : Yamato Make a cake for Lebaran
Lebaran sebentar lagi, hari dimana kita disucikan dan hari keberkahan bagi kita semua. Hari dimana kita bisa bersilaturahmi bersama teman maupun keluarga. Jam 03.00 pagi Yamato bangun untuk saur juga memberitahukan orang-orang dengan menggunakan Toa berlapiskan emas 500karat(?) agar mereka semua sahur.
"Sahur-sahur!" teriak Naruto,Shikamaru,Sasuke,dan Kiba sambil memukul beduk ala Kamen Rider Hibiki (?)
"Berisik lu pade, ganggu ane tidur nih!"seru Neji dari balkon kamarnya
"Heeeyyaaa, Sahur-sahur!"teriak Naruto dkk. makin keras
"Kok perasaaan ane jadi kagak enak ya,"batin Kakashi mendengar teriakan mereka berempat dari kamarnya
"A lu semua kurang greget! Hoi Warga bangun lu pade sebelum ane bangunin satu persatu!"teriak Yamato pakai Toa
Di kamar Tsunade
"Nona Tsunade, bangun sudah saatnya saur,"kata Shizune
"Iye deh, daripade ane musti tambah urusan lagi,"jawab Tsunade dengan wajah nyengir
Di Kediaman Hyuga
"Greget amat tuh, Yamato sensei,"batin Neji beryaoming ria
"Dek bangun nanti kalau kita ga bangun kita digigit Suarez eh diserang Yamato Sensei,"kata Hinata membangunkan Hanabi
Di Oto Gakure
"Suara apaan tuh?"tanya warga Oto Gakure
"Mak, ane dapat Baygon ekstrak tumfeh-tumfeh!"seru Jirobo mabok
"Buset nih anak mabok,"kata Tayuya sweadroped
"Udah biarinin aje,"kata Sakon dan Kidomaru
Semua orang akhirnya (terpaksa) bangun dari tempat tidurnya dan segera saur karena tidak mau disparta oleh Yamato yang sangat greget. Ada yang mengeluh ada juga yang super panik, dan masih ada yang tidur saking nyenyaknya.
Setelah para warga saur dan shalat Shubuh, mereka melanjutkan aktivitas seperti biasa. Ada yang bersiap-siap untuk mudik, mulai ke pasar buat masak ketupat, dan tidur lagi. Sebagai anak (greget) baik, Yamato pergi pasar untuk berbelanja bahan-bahan kue yang akan dibuat Team 7 jam 8.00 pagi.
"Ada yang bisa saya bantu mas?"tanya Sara
"Enak aje ane dibilang mas, lu pikir ane ikan mas ape? O ye ane mau beli Vanili 1 botol,Mentega yang bluben 6 ingat yang bluben, 3 kilo terigu,70 butir telur,3 kilo gula pasir,coklat bubuk 1 bungkus,"jelas Yamato sambil melihat daftar belanja
"Eh gile, nih anak masih aja nyolot sama orang tua,"batin Sara nyengir
"Sebentar ya,"kata Sara segera mengambilkan barang yang dipinta pelanggannya itu
5 menit kemudian..
"Ini, semuanya jadi 7500 Ryo,"kata Sara sambil menghitung dengan Kalkulator Kaseaunya itu
"7500 sama pewarna makanan ye?"tawar Yamato
"Iya dah,"kata Sara
"Nah gitu dong!"seru Yamato ala Mad dog dan segera pergi ke tempat tujuan selanjutnya
"Selamet, selamet ane dari entu anak greget,"batin Sara menghela nafas
"Permisi,"kata orang itu dengan sopan
"Ada yang bisa saya bantu, dek?"tanya Sara
"Tobi mau nanya, ini toko kelontong ya?"tanya Tobi Herp face
"Bukan ini Pegadaian!"seru Sara tercengang
"Yaudah Tobi mau gadain cincin Deidara senpai bisa ga?"tanya Tobi
"Terserah padamulah,"kata Sara nyengir
Sementara itu di Markas Akatsuki
"Hiks,Hiks, Cincinku kemana?"tanya Deidara menangis terisak-isak
"Ada apa Deidara chan? jangan menangis,"kata Itachi khawatir
"Tadi pas aku mandi, aku menaruh cincin keanggotaanku di meja dan sekarang hilang,"jelasnya
"Yaudah jangan nangis lagi ya, nanti aku bantu kok,"kata Itachi menghibur
"Makasih, Itachi san memang baik,un,"pujinya
"Hyeeeaah, Totally Worth It!"batin Itachi senang
Kembali ke Yamato, ia sudah membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Kue Lebaran. Yamato hanya tinggal menunggu anggota Team 7 lainnya untuk membuat makanan yang diperlukan saat lebaran nanti.
"Hai hai, kami sudah dapat bahan-bahannya!"seru Sakura senang
"Aku juga sudah membeli minuman untuk besok mulai dari Sarang B*rung Walet, seperit(Spr*te),F*nta, dan C*ca cola,"kata Naruto
"Aku sudah membeli Ikan,daging,dan ayamnya,"kata Sasuke
"Yasudah ayo kita mulai,"kata Yamato
Mereka mulai memasak makanan untuk lebaran. Naruto kebagian memasak Rendang dan Opor Ayam, Sai dan Sakura bertugas memasak Ketupat dan Sambel Kentang, Sasuke bertugas membuat pempek dan tekwan bersama Kakashi, dan terakhir Yamato kebagian bertugas membuat Kue. Mari kita lihat mereka masak!
Naruto yang sedang memasak Rendang cukup kebingungan dengan rasa kuah rendangnya. Naruto pun berpikir, kalau dia mencicipinya dia kan puasa sudah pasti batal, kalau ga dicicipi pasti rasanya antara kepedesan sama kurang pedas dan begitu juga dengan Opor ayam, dengan hasil pertimbangan Naruto ia memasukan cabe tidak terlalu banyak ke Rendang juga memasukan santan ke Opor ayam biar tidak terlalu masam.
Nah sekarang kita lihat yang sedang memasak ketupat dan sambal kentang. Tidak seperti Naruto, Sakura dan Sai sedang memasak dengan antusias.
"Sudah selesai buat ketupatnya?"tanya Sakura sambil memasak Sambal Kentang dengan cabai yang tidak terlalu banyak
"Bentar,"kata Sai masih fokus
"Eh?" Sai pun bingung karena bentuk rumah
"Eh- Eh?" Sai menjadi tambah bingung saat ia merubah bentuk ketupat itu yang ternyata menjadi mobil
"Heh?" Sai makin tambah bingung kenapa bentuk ketupat yang ia buat menjadi bentuk Masjid bukan menjadi bentuk ketupat sebenarnya
"Hiks,"isak Sai menyerah membuat ketupat tersebut
"Lebih baik kita berganti tugas, kau memasak kentang dan aku yang memasak ketupat,"kata Sakura menghela nafas atas keprihatinan bakat kreatif sai yang bisa membuat Ketupat unik daripada ketupat biasanya
Mari kita lihat Sasuke dan Kakashi membuat masakan daerah kampung halaman author. Sasuke masih berpikir keras asal muasal pempek kapal selam dibuat padahal author jelas-jelas sudah memberi resep dan tips masakan ala emak author, Kakashi sedang membuat Pempek Lenjer dan Tekwan.
"Sensei, yang bener cuma nama aja yang kapal selam? apa jangan-jangan nenek moyang kampung halaman Author Cindy itu adalah Shinobi yang memiliki cakra besar sehingga ia bisa mengutuk kapal selam menjadi makanan khas kampung halaman Author Cindy? Terus apa jangan-jangan Author Cindy juga bisa mengutuk kita menjadi pempek?"tanya Sasuke berargumen tentang masakan daerah author yang berujung sang author disangka punya kekuatan keren
"Yaelah tong, lu mengkhayalnya jauh amat sampai-sampai Author Cindy sama Nenek moyang kampung halamannye disangka Shinobi tingkat dewa,haduuh nyesel dah ane nganggep ente paling dewasa di grup,"kata Kakashi nyengir plus sweadroped dan pada akhirnya bergubrak ria
"Oi! Cepet nape masaknye nanti malah kagak jadi pempeknya!"seru Yamato yang sedang mengaduk adonan kue dengan mixer
"Y-yes,sir!"jawab mereka berdua antusias
Yak kita lihat yang terakhir orang yang sedang masak kue lebaran. Yamato sudah membuat 2 toples kue nastar dan putri salju beserta 4 loyang kue lapis agar putih dan kue lapis agar kuning telur, namun saat membuat loyang yang baru tiba-tiba oven tradisional Yamato rusak sehingga ia harus mengganti dengan oven Listrik.
"Terpaksa dah musti pakai Oven yang ini,"batin Yamato tidak rela dengan kerusakan Oven tradisionalnya
"Pertama musti ape dulu ye? Ane kan dapat oven ini pas tujuh belas agustusan tahun kemarin,"kata Yamato berpikir keras
Yamato mencoba-coba pemakaian oven listriknya itu. Sampai pada batas kesabarannya, ia mulai naik darah akibat adonan kue yang dilapisinya tidak kering-kering.
"Aaarrgh, mesin macam apa ini!"teriak Yamato pusing tujuh keliling
"Ada apa sensei,mungkin aku bisa membantu?"tanya Sakura
"Begini pas tadi memakai oven trasional untuk memasak kue tiba-tiba rusak enta gara-gara apa dan adonan lapisannya tidak terbentuk menggunakan api atas ataupun api bawah, terus aku menggunakan Oven listriku dan masih tidak jadi juga,"jelas Yamato
"Begini caranya sensei, tentukan dulu temperaturnya, lalu, sesuaikan mau pakai api atas atau api keduanya, selanjutnya tentukan waktu mau berapa menit lamanya,"kata Sakura mempraktekan cara menggunakan oven listrik
"Wah kau hebat sekali, Sakura chan!"puji Naruto dan Sasuke
"Iya dong, Sakura!"serunya
"Kau rajin memasak kue ya?"tanya Kakashi
"Kagak, aku hanya belajar dari game di komputer namanya Cooking Academy,"jelas Sakura
"Gubrak!"kata mereka bertiga bergubrak berjamaah
"Lihat sudah habis waktunya!"seru Yamato membuka oven tersebut tapi hasilnya masih saja adonannya cair
"Eh? Coba kita pas timernya 15 menit sama temperaturnya 100 drajat celcius,"saran Naruto
"Jangan waktunya 20 menit sama temperaturnya 250 derajat celcius,"saran Sasuke
"Tidak, 250 derajat bisa gosong adonannya,"protes Kakashi
"Baru pertama kali, buat kue seperti ini bisa membuat heboh setim, apalagi kalau dibuat se Konoha mungkin bisa ricuh,"batin Sakura sweadroped
Sakura yang tidak suka dengan kericuhan teamnya, kemudian ia menelpon Kurenai untuk memberi pencerahan atas kericuhan tidak jelas ini. Wanita yang Sakura telepon memberikan tips mudah untuk mereka sampai mereka mengerti.
Tak terasa waktu telah menenggelamkan matahari. Sudah saatnya mereka berbuka puasa dengan kolak dan martabak untuk terakhir kalinya, sambil makan martabak telor colongan dari jatah Kakashi seniornya, Yamato menghidupkan Tv untuk menonton berita tentang sidang Isbad lebaran nanti.
Di tv
"Yak berita selanjutnya yaitu sidang Isbad, saksikan setelah jeda berikut ini,"kata presenter Tv
Iklan Tv
"Maskin hadir merawat tubuh kita, pesona pesona mastin, Maskin goood!"nyanyi iklan
"Maskin gooddd!"seru orang di tv berkali-kali, Yamato yang menonton hanya beryaoming ria dan menyangka kalau sound Tvnya rusak
Kembali ke Tv two
"Kembali dengan saya Sora, telah diberitakan dari gedung pertemuan kage bahwa lebaran jatuh pada hari besok,"kata Sora
The end Tv
"Hooorrraaaa! Besok lebaaran!"teriak Naruto,Sasuke, dan Yamato
"Duh perasaan ane ga enak deh,"batin Sakura dan Kakashi
"Untuk meriahkan pesta lebaran, mari kita bermain petasan ekstra greget yang kita beli di Iwagakure,"kata Yamato dengan wajah greget
"Emak tulunggg!"teriak semua team tujuh dalam batinnya
Kita lewatkan saja scene yang satu ini, keesokan paginya orang-orang pada saling bermaafan terutama Akatsuki dan warga Suna yang datang jauh-jauh untuk bersilaturahmi.
"Nek, maapin ane ye selama ini ane jarang ngirim duit,"kata Sasori meminta maaf kepada neneknya
"Iye deh, mulai saat ini ente rajin-rajin ngirim ye! Kalau bisa setiap hari!"seru Nenek Chiyo
"Dei-chan dan Niisan sejujurnya, aku mau minta maaf-minta maaf!"nyanyi Sasuke
"Gile nih anak,"batin mereka berdua
"Gaara ane minta maaf ye!"seru Naruto
"Iye dah, kok ente ngeliat ane begitu?"tanya Gaara agak risih dengan tatapan aneh Naruto,Sakura,Lee,Neji,dan lainnya
"Ya masa kagak tau tong, THRnya mana?"tanya semua
"Hah! Sudah kuduga, yang mau THR harap ngantri!"seru Gaara pakai Toa legendaris milik Yamato
Akhirnya mereka semua termasuk yang agak tajir seperti Tsunade pun ikut mengantri demi THR yang diberikan Gaara. Setelah mereka mendapatkan THR lalu makan masakan yang dibuat oleh para warga.
To be Continue
Orochimaru : "Kemarin jangan-jangan yang ane lakukan pas percobaan spesies, ane salah masukin sel yang tadinya Hashirama malah jadi sel greget Mad Dog" (Mulut berbusa)
Jirobo : "Asyik! Kini semvak ada eksrak Manggisnya" (Muka mabok)
Sakon dan Ukon : "Nih anak masih aja mabok" (Yaoming Face)
Tobi : "Ini di Fanfic ya?" (Herp Face)
Hidan : "Bukan, ini Karya Tulis Author!" (Facepalm)
Author dan semua : "Selamat hari raya Idul Fitri, Minal Aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin apabila ada kesalahan yang sengaja dan tidak disengaja,"
