Second Life, With You

Disclaimer: Vocaloid © Yamaha, Fanfiction © I am XD

Rated: T

Warning: Gaje, Typo, Ganyam, dsb. Len suka Miku, Tapi Miku kagaak. Apa Rin bisa mengubah persepsi Len, saudara saudara? #ditabok Rin

Genre: Romance & Spiritual

Summary: Rin membenci saudara kembarnya, Len. Ia sangat ingin mati dan pergi dari hadapan Len! Hingga suatu saat... keinginan itu terwujud. Ia mati ditabrak Truk. Namun.. 'seseorang' menghidupkannya kembali, karena iba pada Rin. Namun, ketika ia terjaga.. Len sama sekali tidak mengenalnya!

.

.

.

.

Rin: Tumben update?

Hime: Lagi semangat :3 Bilang ke mama ngerjain tugas, padahal modus buat bikin ff XD #janganditiruyakawan

Len: -_- btw.. cewek berambut hijau itu siapa?

Rin: udah ada yang berhasil nebak. Tapi.. belum ada yang tahu pasti dia itu temen apa bukan *^*

Hime: Udah sana hush hush! Mainin peran kalian dengan baik ya!

Rin & Len: ENAK AJA!

.

.

.

.

.

Normal POV

"Baiklah, saya ulangi, 3 hari liburan musim panas akan kita habiskan di penginapan Ryokan* ya! Tidak boleh mengeluh!" tegas Haku-sensei.

"Ta –tapi sensei.." seorang anak angkat bicara. Sepertinya, ia mau protes.

"Kau dengar? Keputusan saya mutlak!"

"Ada apa ini Haku-san?" kata Teto-sensei yang berdiri di daun pintu kelas.

"Ketuk dulu, di mana sopan santunmu?" ketus Haku-sensei. Sepertinya moodnya memang sedang tidak baik.

"Maaf, tapi sebaiknya kita menginap di dorm saja? Biayanya akan lebih murah. Jadi perdorm dua orang,selain itu dorm di sekitar hutan, jadi kita bisa memanfaatkannya untuk jurit malam, mungkin? Ah, belum lagi didaerah itu ada festival Obon Matsuri*.." ucap Teto-sensei dengan lantang. Haku-sensei terdiam. Skakmat untukmu.

"Saya setuju!" kata Len begitu kerasnya sehingga membuat semua anak yang terdiam melirik padanya, "Ide yang bagus, bukan? Dengan begitu pasti akan seru, ya, kan?" lanjutnya

"Saya setuju!" timpal murid lain.

"Saya juga!"

"Itu ide yang bagus!"

'Len, dasar provokator, mau apa kau, sampai mempengaruhi teman-teman? Mentang-mentang tenar, seenaknya saja kau' Batin Rin kesal. Teto-sensei menang. Haku-sensei mati gaya.

"Hasta La Vista, baby" gumam Len, sambil tersenyum penuh kemenangan. Kata-kata bodoh itu pasti ia dapat dari film Transformer yang ia tonton kemarin. Triple Baka.

Bel berbunyi. Waktunya makan siang.

Miku POV

Hari ini aku senang~ Tentu saja, sekarang adalah hari terakhir aku pergi ke sekolah ini. Selamat datang musim panas! Tapi, sepertinya Rin benar-benar kesal. Ia terus saja meminum jus jeruknya dengan sedotan (mungkin karena trauma pernah memecahkan gelas) sambil memasang muka seperti ini t(=3=)t

"Hei, kau ini kenapa?" tegurku, bosan dengan acara 'diam-diaman' ini. Seharusnya, para gadis kan bersenda gurau saat istirahat kan? Bukan malah saling memojokkan diri seperti ini.

"Tidak. Hanya saja," ia menghela nafas, "Rinto tak akan mengizinkanku. Benar-benar payah! Dasar sister-complex!" dia menggerutu dan mengoceh betapa buruknya 'kakak'nya yang sekarang. Aku tidak begitu memperhatikan dan mulai sibuk dengan sup negi-ku yang mulai dingin. Ahh.. Negi-kun OwO

"Kalau dia Len, bagaimana?"

"Uhuk! Uhk.." dia tersedak, lucu juga, padahal kan dia pakai sedotan? "Ma –maksudmu? Tidak ada bedanya! Mereka berdua sama-sama menyebalkan!" katanya, membersihkan sisa jus yang menempel pada pipinya dengan saputangan.

"Haha.. kau ini lucu ya, Rin, apa kau masih menganggap Len sebagai kakakmu?" tanyaku. Memang, sepertinya aku pernah mengatakan hal ini. Tapi, rasanya tidak bosan untuk mengatakannya berulang-ulang.

Rin menunduk, menatap kosong ke gelas jus yang tersisa sedikit, "Begitulah, tapi.. aku tak pernah menjadi adik yang baik. Dia juga."

"Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang saja?" kataku.

"Eh?" ia terlihat kebingungan.

"Rin, seperti kata Luka, kau dan dulu tidaklah sama, kau kini dilahirkan dengan takdir yang berbeda. Len juga. Kau harus menganggap Len sebagai 'pacar' bukan 'kakak' dan, lupakanlah kenangan burukmu, dan mulailah merajut kisah baru," kataku dengan nada melankonis.

Dia mengangguk. Sesaat kemudian, dia tersentak. "PA –PACAR? Takkan pernah!" matanya berapi api, dan menjitakku begitu keras.

"Adu –duh, itaii.. kau ini, aku hanya main-main, tapi pukulanmu itu tidak main main tahu!"

"Terserah!"

Rinto POV

"Tadaima!"

Sebuah suara terdengar dari pintu depan. Suara manis dan lembut, suara Rin. Jujur, aku sempat shock mengetahui kenyataan bahwa Rin adalah manusia ajaib yang melenceng dari takdir tuhan. Mengapa? Ia yang seharusnya tenang di alam sana tapi malah berada di dunia dalam sosok Rin Megamine, adikku. Tapi sudahlah, aku pun sudah mulai bisa menerima kenyataan, selain itu, Rin tidak banyak berubah, malah, semakin manis O/O

"Rinto-nee" katanya dengan nada manja, seakan-akan mnginginkan sesuatu dariku.

"Ya~ Rin-chan?" kataku membalasnya dengan nada yang tak kalah manja.

"Besok.. Rin boleh ikut menginap ya, pada acara sekolah? Teman-teman Rin juga pada ikut semua, ya, boleh ya?" katanya memelas. Please, jangan memasang wajah seperti itu, aku tak tahan. Jujur, aku takkan mengizinkan.

"Kumohon.." katanya lagi.

"Baiklah.. Karena kau memaksa. Tetapi ingat kau tidak boleh melakukan hal yang aneh, aku tidak mau Rin-ku kembali dalam keadaan 'kotor dan tak suci'" kataku pasrah.

"Kotor? Oh, tenanglah, lagipula dormnya pasti dipisahkan lelaki dan perempuan."

"Baiklah. Ini, Aku ada hadiah kecil untukmu." Kataku sambil menyerahkan kotak berisi handphone 'PANCUNG GALAXY JUMBO'# plakk!. Lupakan, maksudku, Samsung Galaxy Note keluaran terbaru (?) Tadinya aku mau membelikannya Iphone 5, hanya saja, si penjaga toko bodoh itu tidak memilikinya. Blackberry? Kau bercanda? Kau ingin membuat adikku berkutat terus dengan BBM-nya, dan melupakan kakak kesayangannya ini? Tidak mungkin!

"Ah, handphone? Tapi.. aku tak bisa menerimanya," katanya dengan halus.

"Kau harus mau, kalau tidak, aku takkan mengizinkanmu ikut darmawisata,"

"Menginap." Katanya mengoreksiku.

"Ya, ya, terserah."

"Terima kasih Rinto-nee!" katanya memelukku. T^T uaah senangnya.

Rin POV

Aku, teman-temanku, semuanya pergi ke penginapan. Sayangnya disini tidak ada onsen*, tapi tidak apalah. Tempat yang kami tuju cukup jauh, dan harus menempuh dengan berjalan kaki setelah naik kereta. Untungnya, barang bawaanku tidak berat.

"Baju banyak, Kantung tidur, Corn Flakes, Snack 2 Karung, Pizza, 3 pak Susu UHT 1 L, sampai Caviar* segala, kau pikir aku mau kemana? Hanya tiga hari saja, teman-temanku tidak akan bawa barang sebanyak ini" keluhku pada Rinto. Dia memang keterlaluan, sampai-sampai aku harus mengeluarkan setengah muatanku yang tidak penting itu, dan menggantikannya dengan beberapa jeruk, diam-diam tentunya.

"Mungkin, kau akan kelaparan, kau bisa berbagi dengan teman sekamarmu –jika kau mau." Katanya memperlakukanku seolah olah aku ini tuan putri. Cih,

Sudah, aku tak mau memikirkan hal konyol tadi, aku harus bisa menikmati liburan musim panas ini, dan melupakan semua masalahku, ya, semuanya! Oh, ya, tak lupa aku membawa handphone yang diberikan Rinto kemarin padaku. Katanya, dia ingin terus berkomunikasi denganku selama aku disini. Terus terang, agak kesulitan juga menggunakannya, karena mungkin perbedaan jamanku dengan yang sekarang cukup jauh. Tapi, berkat aku yang mudah mengerti,dan Miku yang mau mengajariku, aku jadi paham seluk beluk handphone ini.

"Nah, begitu caranya! Karena kita sudah dibagi kamar, aku pergi dulu ya! Jangan lupa membalas email-ku ya! Tahu kan caranya?" kata Miku berpamitan.

"Tentu saja! Kita tidak sedorm ya? Huh, aku no.5, kamu?"

"Nomer 15, dorm kita sepertinya berjauhan."

"Tu –tunggu! Nanti kalau ternyata yang sekamar denganku itu orang asing bagaimana? Aku kan belum kenal keseluruhan kelas kita." Kataku dengan nada lemas.

"Tenang saja, kan sensei menyuruh petugas agar membagikan kamar berdasarkan jenis kelamin, atau keluarga yang sama. Besok kumpul jam 8 ya! Jangan lupa! Aku akan melatihmu dengan serius," kata Miku santai, dan berlari kecil ke arah dorm-nya. Ah, latihan ya, meski sedang libur, tapi ia tetap memaksa melatihku menyanyi.

Deg! Kata kata terakhir membuatku sedikit pilu. Mungkin, bila aku masih seorang 'Kagamine' pasti aku sekamar dengan Len. Tapi sebaiknya tidak. Sudah Rin! Lupakan Len! Lagipula ini mulai larut malam, kau mau sendiri terus diluar? Hii~ Apalagi ini dekat sekali dengan hutan.

Aku berjalan mencari dorm no. 5. No. 9, 8, letak dorm-dorm ini berjauhan, hm.. Ah nomer 5! Tu.. tunggu dulu! I.. itu.. kenapa.. KENAPA DI PAPAN NAMA ITU ADA LENNYA? KENAPA NAMAKU YANG TERTERA DI SANA RIN KAGAMINE, BUKAN LEN KAGAMINE?

Hop, step, jump..

Dengan tangan bergetar aku segera mengambil handphoneku, ah..

You've Got Mail

Ah, dari name listnya,pasti Miku.

From:

To: RinKaFoE

Subject: INI AKU^^

Apa-apaan tuh? KaFoE? Anime? Gak penting.

Oh,ya, tentang kamar itu, semoga berhasil ya!

Jangan lupa bales lho.

APA-APAAN INIIIIIIIII? MAKSUD DARI EMAIL INI APA?! Trus, NICK MIKU ALAY ABIS!#ditamparmikupakenegi

Berpikir Rin! Berpikir! Ah, jangan-jangan, Miku mengganti daftar tamu check in milikku, dengan nama Kagamine, sehingga petugasnya berpikir, kami berdua bersaudara, begitu? Ditambah, petugasnya berkata, "Kalian kembar ya," tapi aku malah tidak mengindahkannya!

"Hoy, gak mau masuk? Kalau mati kedinginan aku takkan bertanggung jawab lho!" ejek Len yang membuka pintu dorm itu. BAKA! Ini musim panas, mana mungkin dingin!

"Ka-ka-kau itu.. Ini" kataku, berusaha menjelaskan apa yang terjadi.

"Ya, sepertinya kau sengaja, ya, mengganti namamu dengan kagamine, agar bisa satu dorm denganku?" katanya dengan tatapan mesum.

"Super duper triple baka! Siapa bilang! Lihat!" kataku menunjukkan email itu. Beberapa menit.. Sepuluh menit.. Hei, melihat saja cukup kan? Kenapa malah mengotak-atik handphoneku?

"Kembalikan!" Kata sambil merebut handphoneku.

"Jadi," katanya, menghela nafas,"Miku yang melakukannya?"

Aku hanya diam sambil memperhatikan handphoneku. Barangkali, dia membajak atau apalah. Tapi sejauh ini tidak ada yang berubah hanya.. contact listnya bertambah satu. LenLoveMiku.

"Sudah, aku mau minta ganti saja!" kataku kesal. Apa karena nick nya itu?

"Percuma, tampaknya petugasnya pun sudah tertidur. Sebab kulihat, banyak sekali obat tidur di pos nya," jelasnya singkat, padat dan gaje. Ya, ampun,apa obat tidur masuk rencana Miku? Kalau ya, kau sungguh bertindak kriminal, Miku.

"Dan, bersiap-siaplah sekamar denganku ka-ga-mi-ne" kata Len dengan cengiran (sok) polosnya, dengan mengeja Kagamine persis seperti Miku.

Bakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa!

.

.

.

Ye.. Jadi juga FFnya^^ Nah, Pairing LenxRin akan terus berlanjut kok! Seperti yang Miku bilang, Miku gak suka Len, tapi Len aja yang keganjenan. Nah, untuk audisi, tunggu setelah, chap. Tentang liburan musim panas ini selesai, dan, bakal ada kaito dan wanita hijau itu kok! So, keep reading and enjoy ok!

Akhir kata, Ja Nee! Mind to RnR?