Jungkook yang hendak berdiri untuk menyusul Jimin tiba-tiba tertarik kembali untuk duduk di pangkuan Taehyung kembali.

"Yakkk!" Teriak Jungkook kesal.

"Wae?" Jawab Taehyung santai.

"Aku harus mengejar Jimin sebelum dia salah paham Taehyung-aaaah"

"Salah paham apanya?"

"Salah paham tentang perbuatan kita tadi"

"Jadi kau menganggap itu semua salah paham?"

"A-ah aniii. Hanya saja... arrrggghh!"

Taehyung tiba-tiba saja berdiri sehingga Jungkook yang berada di pangkuannya langsung mendarat ke lantai dengan tak mulus.

"Pergilah" ucap Taehyung yang langsung saja membuat Jungkook berdiri dan segera pergi menyusul Jimin.

Apa-apaan ini. Kenapa aku begitu kesal? Sepertinya aku sudah gila. Batin Taehyung.

"Aaaaah mollaaaaaa!" Teriak Taehyung sambil memukul-mukul kepalanya.

"Kau bisa terluka jika terus seperti itu" ucap seorang perempuan yang membuat Taehyung berhenti melakukan aktifitas bodohnya tadi.

"K-kau?!"

"Lama tak berjumpa, Taehyung-ah."

"K-kenapa kau berada disini?" Tanya Taehyung dengan gugupnya.

"Tentu saja membalasmu atas semua kejadian yang pernah kau lakukan padaku." Perempuan itu tertawa sinis sambil berjalan mendekati Taehyung.

"Bersiap-siaplah" Ucap perempuan itu sambil menarik dasi Taehyung dan menciumnya tepat di bibirnya.

Setelah itu ia pergi meninggalkan Taehyung.

"K-kang..."

Jungkook yang sedari tadi mencari Jimin di sekolah mulai kelelahan.

"Dimana sih dia?"

Brakkkk.

"Jungkook bodoh! Dasar bodoh!" Teriak seseorang dari gudang sekolah mereka yang membuat Jungkook penasaran sehingga menuju ke ruangan itu.

Jungkook mengintip dari sela pintu dan ternyata Jimin berada disana sambil menendang-nendang kursi yang tak terpakai disana.

"Jimin-ah~" Panggil Jungkook yang membuat Jimin terkejut.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Jimin.

"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kau lakukan disini? Menendang-nendang kursi dan berteriak seperti itu? Apa salah kursi itu padamu dan apa juga salahku padamu?" Ucap Jungkook yang membuat Jimin semakin kesal.

"Kau masih tidak mengerti?" Tanya Jimin lagi.

"Mengerti apa?" Balas Jungkook dengan wajah polosnya.

"Lupakan! Ayo kita masuk kelas. Sedikit lagi jam pelajaran akan dimulai." Ucap Jimin.

"Kajja!"

Jungkook dan Jimin pun berjalan bersama menuju kelas mereka.

Seandainya Jungkook. Seandainya saja. Batin Jimin.

Tengggg tengggg tengggg *anggap aja bel sekolah*

Semua murid sudah berada di dalam kelas menanti ssaem mereka datang.

Tak lama kemudian Kim-Saem masuk bersama dengan seorang perempuan.

"Hari ini kalian ada kedatangan siswa baru. Silahkan perkenalkan diri."

"Perkenalkan nama saya Kang Seul Gi." Ucapnya singkat.

Taehyung yang sedari tadi tiduran segera terbangun saat mendengar nama murid baru tersebut.

"Itu saja? Tak ada lagi yang ingin kau ceritakan?" Tanya Kim-Ssaem.

"Ne."

"Baiklah. Silahkan duduk di kursi kosong sana."

Setelah itu mereka pun memulai pelajaran hingga bel pulang berbunyi.

Jungkook segera merapikan mejanya dan berjalan ke arah Jimin.

"Ayo pulang" ajak Jungkook.

"Ne." Jawab Jimin.

"Ani. Jungkook akan pulang denganku hari ini" Ucap Taehyung.

"Taehyung-aaah" teriak Seulgi.

"Kau kenal dengannya?" Tanya Jungkook.

"Ayo kita pulang bersama chagi-ah" ucap Seulgi dan langsung menggandeng Taehyung keluar dari kelas meninggalkan Jungkook dan Jimin.

"Gwaenchana?" Tanya Jimin.

"Neee. Kajja, kita pulang" ucap Jungkook.

Jungkook pun akhirnya sampai di rumahnya dan langsung berjalan menuju kamarnya.

Sekarang pikiran Jungkook sedang kacau dikarenakan Taehyung yang kelihatannya dekat dengan si murid baru tersebut.

"Apakah dia adalah pacarnya Taehyung?"

"Kenapa mereka begitu dekat?"

"Murid baru itu tadi memanggil Taehyung "Chagi"?"

"Jadi mereka beneran pacaran?"

"Itu artinya Taehyung straight?"

"Berarti aku tak ada kesempatan lagi?"

Beribu pertanyaan muncul di otak Jungkook yang membuatnya semakin kesal.

Ting. Suara hape Jungkook berbunyi pertanda ada pesan masuk.

From : Taehyungi

Dia hanya temanku.

Jungkook pun tersenyum setelah membaca pesan tersebut. Semua pertanyaan Jungkook terjawabkan hanya dengan 1 kalimat pendek tersebut.

Too : Taehyungi

Saranghae:*

From : Taehyungi

Tidurlah.

Jungkook segera tidur setelah disuruh tidur oleh Taehyung.

Other Side.

"Sepertinya dia sudah tertidur" ucap Taehyung kepada dirinya sendiri.

Taehyung pun berbaring di tempat tidurnya sambil memikirkan perkataan Kang Seul Gi tadi.

Flashback.

"Lepaskan!" Ucap Taehyung yang membuat Seul Gi melepaskan tangannya dari lengan Taehyung.

"Apa yang kau inginkan?" Tanya Taehyung.

"Mengambil sesuatu yang berharga darimu seperti kau mengambil sesuatu yang berharga dariku." Ucap Seulgi.

"Sudah ku katakan itu bukan salahku! Kenapa kau terus menyalahkanku?" Teriak Taehyung.

"Apa kau punya bukti bahwa kau tak bersalah?" Tanya Seulgi.

"Dia mati karena kau! Kau yang egois sehingga ia mati! Seharusnya kau sadar atas perbuatanmu!"

"Bodoh! Bukannya dia mati karenamu? Karena menolongmu? Apa kau lupa? Seandainya kau tak melakukan hal bodoh itu pasti dia masih hidup sampai sekarang!" Teriak Seulgi.

Plakkk.

Taehyung menampar Seulgi sehingga Seulgi terjatuh dan Taehyung pergi begitu saja.

"Tunggu saja pembalasanku!" Teriak Seulgi.

Flashback end.

TBC