HISTORY OF LEGEND
CHAPTER 6: Angry
DISCLAMER: BUKAN PUNYA SAYA
"HA" BERBICARA
'HA' BATIN
"HA" BERBICARA SCARED GEAR / /AMARAH/ / JURUS
'HA' BATIN SCARED GEAR / / AMARAH
WARNING:ABAL-ABAL/GAJE/OC/OOC/TYPO/No shinobi/OVERPOWER/History
PAIR: (NARUTO X YASAKA), (DAIKI X HIMIKO)
GENERS: ADEVENTURE, FATASNY, and SUPERNATURAL
RANTED: M
Summary: Uzumaki Naruto, manusia biasa yang diberkahi sebuah legend. Kekuatan yang didapat dari pergabungan dua kekuatan yaitu para tokoh sejarah, dengan kekuatan ini dia siap menunjukan pada mahluk supernatural taring manusia.
AUTHOR NOTE : Baiklah ketemu lagi dengan Author, cukup lama yah tidak update cerita dari History of Legend ini. Kali ini akan di tunujakn kelamahan dari History Gear yaitu Emosi Kemuduran diaman emosi ini dapat mebuat seseorang terjatuh kedalam sebuah kegelapan dan akan mengangkat kartu-kartu dari kegelapan yang kelam sejarah. Dan juga terima kasih kepada para Reader yang sudah membaca Fanfic, ataupun memberi saran maupun pendapat dan kritikan.
HISTORY Gear, adalah sebuah benda yang telahir dari kejayaan-kejayaan manusia atau lebih detilnya yaitu tekad dan keinginan akan kejayaan manusia. Dalam sejarah, manusia pernah mencapai puncak kejayaan seperti Napoleon, Leonidas, George Wanshiton, Nobunaga oda serta masih banyak lagi. Ketika jiwa mereka pergi dari ragannya mereka menuju kesebuah tempat yang dinamakan Land Of Glory. Kemudian ditempat itulah jiwa-jiwa mereka masuk kesebuah kartu History, kartu dengan jiwa. Namun hanya satu keunikan History gear, yaitu History gear bukan didapatkan, diwariskan, maupun dianugrahkan namun History gear itu sendiri yang memilih apa kau pantas atau tidak untuk memiliki kekuatan dari kejayaan. Pada saat History gear menemukan orang yang pantas maka jiwa raganya akan menyatu dengan History dan tidak bisa dihilangkan maupun dicuri. Sampai orang itu mati!. Untuk menggunakan kekuatan ini orang yang terpilih harus memasukan dua kartu History kelingkaran History gear, dan dari situ terjadi pergabungan dan melahirkan kekuatan baru.
Story Begins
Last Chapter:
Mata Naruto membulat sempurna dia sangat kaget ketika putrinya menayakan tetang seseorang yang sangat di kenal karena Jun Akaji adalah teman pertama Daiki dan yang lebih menarik lagi dia adalah Wakil dari Team Berseker Blood. Namun pertemanan mereka hancur akibat suatu hal yang sangat sulit dimengerti.
"Kunou ada sesuatu yang harus kubilang tentang Daiki dan Jun bisa dibilang ini adalah masalah mereka berdua mengenai sesuatu yang rumit."
"Maksud Tou-sama."
"Daiki pernah membunuh orang yang dicintai oleh Jun."
Kyoto, Japan
Semua orang yang mendengar ucapan dari Naruto ini sangat terkejut, bagaimana tidak Daiki dia dengan mudahnya membunuh seseorang. Apa lagi seseorang yang sangat di cintai oleh teman dekatnya ini. Jantung yasaka serasa mau lepas dari tempatnya karena mendengar masalah yang sedang di hadapi oleh putranya itu.
"Namun Daiki memliki alasan untuk melakukan itu."
"Alasan, apa alasananya Anata. Bagaimana mungkin dia dengan mudah membunuh orang."
"Daiki melakukan ini karena dia terpaksa melakukannya, dia tidak memiliki pilihan lain sebab jika tidak dihentikan Jun akan mati."
Mendengar ucapan suaminya ini, Yasaka sangat tidak percaya. Dipikiran ratu yokai ini Daiki adalah seorang yang pasti tidak akan bertindak gegabah dan akan memikirkan sebuah rencana lain.
"Itu tidak mungkinkan, Daiki pasti memikirkan rencana lain saat itu."
"Tsuma yang harus kau tahu sekarang adalah Daiki dan Jun adalah musuh."
Naruto menantap seduh kearah istrinya ini. Kemudian dia bangkit dari tempat duduknya dan memandang keluar jendela. Apa kah akan terjadi sebuah pertempuran yang besar sesama teman, Daiki bagi Naruto dia tidak akan melukai temannya namun entah kenapa Daiki tega membunuh pacar dari wakilnya sendiri. Alasan dia belum memberikan sebuah alasan kenapa dia membunuhnya, hanya sebuah kalimat yaitu terpaksa yang Naruto dengar.
Kunou yang berdiri dengan tatapan mata yang sangat menggambarkan ke tidak percayaan. Wajahnya mulai menujukan kesedihan. Kenapa, kenapa adiknya bisa melakukan hal ini. Dia berjalan menuju sang ibu yang tengah menangis akibat kertidak percayaannya.
Angin malam Kyoto. Membuat suasana semakin menguncang, Yasaka sangat terasa tertekan dengan fakta yang ada. Meskipun suaminya ini telah mengatakan bahwa Daiki terpaksa melakukan ini namun alasan kenapa dia melakukan tindakan tersebut belum di ungkapkan. Kenapa masalah terus menghampiri keluarga mereka, apa kah tidak ada satu hari saja untuk terhindar dari masalah.
Kunou memeluk ibunya agar dia bisa merasakan rasa kesedihan. Jika Kunou bertemu dengan adiknya sekali lagi maka dia akan memberi pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan karena telah membuat sang ibu menangis. Naruto yang mengerti perasaan kedua perempuan tersebut hanya dapat membisu tanpa suara.
Naruto telah berpikir tidak mungkin anaknya itu melakukan hal seperti itu. Apalagi jika dilihat dari sudut pandang cara menyelesaikan suatu misi atau tugas dia memilih menggunakan kepala dingin dan rencana yang telah di siapkan. Dan pasti karena hal itu Naruto yakin Daiki tidak akan bertindak ceroboh.
Naruto mendekati Ibu dan Anak perempuannya yang tengah berpelukan. dia menyentuh pundak Yasaka. Yasaka mengalihkan penglihatannya ke arah suaminya ini. Dengan perasaan yang sama Naruto mulai menatap Yasaka dan mengusap-ngusap pipi dari sang istri agar perasaannya jauh lebih baik.
"Jika aku bertemu dengan Outoto-Baka itu, akan kupastikan dia akan mendapat pelajaran yang sangat berharga."
Naruto kini tengah berada di sebuah ruangan dengan beberapa orang yang sudah tua, Yasaka berada di belakang suaminya ini. Dia berharap semuanya berjalan dengan lancar dan berharap agar Emosi kemunduran tidak akan menguasai Pemuda berambut pirang ini.
"Uzumaki Naruto."
Ucap salah satu dari mereka yang berdiri. Rambutnya berwarna putih panjang dengan wajah wajahnya yang sudah tua namun suaranya masih tegas dan membuat gentar siapa saja. Bagi Naruto itu hanyalah sebuah suara biasa dan tidak ada apa-apanya.
"Kesalahan mu dimasa lalu sangat lah fatal, apa kau tahu dirimu telah menodai keturunan dari seorang anak pemimpin sebelumnya klan Kitsune dan Yokai. Tidak lain adalah Yasaka-hime. Akibat ulah mu ini kita harus menangung malu karena Yasaka-hime melahirkan dua anak kembar yang memiliki perbedaan dimana sang perempuan hanya dilahirkan sebagai Half-Blood sementara laki-lakinya murni Manusia."
Tetua ini mengambil jeda sementara dan kemudian berteriak
"Karena itulah aku menginginkan dia untuk dihukum Mati!"
Sorak-sorak setuju bergema di ruangan tersebut benar-benar miris sekali. Wajah Naruto mengeras bukan karena hukumannya namun. Mereka semua menghina kedua Putra-Putrinya, Harta paling berharga miliknya. Jika yang mereka hina adalah dirinya sendiri, dia tidak masalah. Namun kalau keduan anakanya dan istrinya dia akan marah.
"Itu tidak boleh Tuan Hazaba." Ucap seorang Yokai merah berhidung panjang yang berdiri di tempat arah berlawana dari Yokai bernama Hazaba ini. Yah dia adalah Tengu.
"Apa maksud mu Tuan Tengu, sudah jelas-jelas Manusia ini telah mengotori garis keturunan dari pendahulu dan kenapa kau malah memihak pada Manusia ini."
"Karena dia temanku."
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Yokai merah ini. Semuanya hanya dapat terkejut dan marah, Tengu seorang yokai terkuat dengan mudahnya mengangap manusia berambut pirang ini sebagai temannya. Itulah yang ada dalam pikiran para tetua ini. Sementara Naruto terseyum mendengarnya.
"Kalau begitu, kau dan temanmu ini akan di hukum."
"Itu tidak masalah."
Tengu pun turun dari kursi kebesaran klan dan menuju sisi Naruto untuk membantunya, Yasaka yang melihat itu juga terseyum. Selama ini Tengu sudah membantu mereka dari manapun. Namun masalah belum selesai, kini cara apa lagi yang akan mereka gunakan untuk menghasut emosi dari suaminya ini.
"Manusia. Apa kau tahu gara-gara kau kita tidak lagi memiliki pewaris murni untuk fraksi Yokai ini, bagaimana jika ada kabar yang sangat membuat gempar bahwa perwaris klan Yokai sekarang tidak lagi Murni namun setengah busuk!"
Naruto terus menahan emosinya. Ini bukan sekedar emosi biasa, ini adalah emosi kemunduran sebuah emosi dimana dapat membuat seseorang mundur dari kemajuannya. Dan jika termakan maka sesuatu hal yang mengerihkan tentang History Gear akan terbuka.
"Anak-anakmu itu tidak layak berada di tempat ini, mereka hanyalah sampah yang menjijikan!"
Habis sudah kesabaran Naruto, kedua tangannya terkepal sangat kuat aura kehitam-hitaman muncul dari tubuhnya, History Gear tiba-tiba muncul dengan sendirinya namun bukan aura kejayaan yang muncul namun kemunduran dan kehancuran yang dirasakan. Semua orang yang merasakan hal itu sesegera menjauh dari dirinya bahkan Tengu karena tak kuat menahan aura seperti ini sebelumnya.
"Kau boleh menghina dan menghukum ku, tapi jika kau berani menyentuh dan menghina keluarga ku maka tidak ada pengampuna!"
Matanya menyala berwarna keunguan. Dengan sendirinya muncul dua kartu dari portal yang sendirinya muncul kedua kartu ini melayang-layang. Kemudian History gear iku melayang juga. Dengan gerakan tangan yang seolah memerintah dia melakukan perubahan.
Inilah yang Yasaka takutkan, dia tidak percaya akan melihat sekali lagi keganasan dari suaminya ini. Dia mengetahui tentang History gear dan yang paling dia ingat adalah sebuah kelemahan dari History gear adalah emosi kemunduran.
(LOUIS XIV)
Sebuah kartu bergambar seseorang raja berambut hitam, dengan setelan seorang bangsawan yang terkenal dan di segenani. Namun di balik itu dia ada seorang raja yang sangat absolut terhadap semua hal.
"LOUIS XIV."
Sosok tersebut muncul disisi kanan Naruto.
(EDWARD TEACH)
Sebuah kartu dengan bergambar seorang bajak laut atau lebih tepatnya kapten bajak laut yang terkenal dalam era Golden of Pirantes, siapa lagi kalau bukan si jangut hitam atau Blackbeard. Dengan janggut nya yang terbakar menyala.
"EDWARD TEACH."
Dia muncul disamping kiri Naruto. Kemudian History gear terbang di atas kepala dari suami Yasaka ini. Kegelapan muncul dari benda tersebut dan menutupi Naruto yang bergambung dengan kedua orang tersebut. Sesosok mata menyala merah muncul dari kegelapan tersebut. Hingga kegelapan tersebut menghilang dan di gantikan dengan Naruto berpenampilan. Seperti seorang perompak namun dengan beberapa pernak-pernik kaum bangsawan eropa pada abad sekitar awal abad 18. Dengan beberapa pedang mengait di bagian samping serta pistol dengan peluru bulat yang sangat lama terkait di sebuah tempat khusus di seluruh dadanya.
Namun bukan ini yang membuatnya di segani tetapi aura intimidasi yang sangat kuat keluar dari tubuhnya membuat siapa saja yang menatapnya, seolah akan mengalami sebuah hal yang tidak bisa dilupakan seumur hidup.
"Tarik perkataan mu tadi, Tuan Hazaba!."
"Tidak akan pernah, Mahluk rendahan!"
Ucapan yang sangat salah. Apakah dia tidak tahu tentang dua sosok tadi, seharusnya dia tahu karena telah hidup cukup lama. Siapa yang tidak mengenal Raja LOUIS XIV dari Perancis yang memiliki ungkapan "L'État c'est moi." Yang memiliki arti ("Negara adalah saya"). Dan memegang sebuah Absolutisme cukup besar. Lalu tokoh satunya lagi adalah seorang yang ditakuti di laut-laut dengan jangut hitamnya yang terbakar memberikan hawa intimidasi yang hebat. Dia adalah Edward Teach atau yang lebih dikenal sebagai Blackbeard, dengan kapalnya yang bernama "Queen Anne's Revenge" sangat membuat orang takut.
"Baiklah kalau itu keputusan mutlakmu akan kubuat kau bungkam, Berlututlah!"
Dengan sendirinya Hazaba langsung berlutut dihadapan Naruto kemudian di ikuti oleh orang-orang yang menentangnya. Benar-benar kekuatan yang sangat menakutkan dan mengerihkan Kekuatan dimana ucapan yang dikeluarkan dari mulutnya adalah peraturan yang harus di taati semua orang dalam jangkauan dari matanya. Namun itu dapat lebih jika menggunakan Emosi kemunduran lebih dalam lagi.
Dengan gerakan tangan seolah mengangkat sesuatu. Munculah sebuah tengkorak raksasa yang hanya sampai bagian perut saja, sekilah ada yang aneh dari mahluk ini yaitu terdapat sebuah gerbang terbuat dari besi berada di perutnya. Sementara sang istri hanya dapat membulatkan matanya dia mengetahui pintu apa itu. Yasaka dengan segera begerak menuju suaminya ini.
"Kalian akan aku kurung dalam penjara Bastille."
Tengkorak itupun membuka bagian pintu dengan kedua tangan raksasanya. Terlihat sebuah lorong dengan kegelapan yang kemudian muncul pasukan-pasukan dengan membawa tombak berpakaian tentara awal abad 18. Dengan angkuh Naruto menunjuk para orang-orang yang menhinanya untuk di bawa ke penjara tanpa jalan keluar tersebut.
Tetapi sebuah pelukan dirasakan oleh Naruto dia kemudian menengokan kepalanya kebelakang dan menemukan Yasaka tengah menagis. Dia menangis karena dirinya, Matanya mulai kembali menjadi biru samudra dan kesadarannya kini telah kembali. Dengan langsung dia membantalkan Form ini dan kembali lagi kepenampilan semula walaupun Naruto namapak kelelahan.
"Sudah cukup Anata, aku mohon jangan sampai emosi tersebut mengambil kendali atas dirimu. Kau boleh marah namun jangan sampai kau membangkitkan emosi itu lagi."
Naruto membalas pelukan Yasaka dan seketika tengkorak raksasa itu langsung leyap tak berbekas lagi. Para orang-orang yang tadi menghina dan mencaci Naruto kembali dapat bangkit, hanya kesuyian yang dapat dirasakan.
"Arigatou kau telah menyadarkan suamimu ini."
Keduanya berjalan pergi meninggalkan tempat ini. Tengu yang paham betul apa yang mereka rasakan, kemudian dia memohon kepada yang lain untuk melanjutkan pertemuan ini lain waktu mengingat atas kejadian tadi banyak orang seolah tak kuat menahan aura intimidasi yang sangat sangar.
Kunou side
Kini sang putri dari ratu yokai ini tengah dilanda rasa marah, karena adiknya atau saudara kembarnya yang sangat membuatnya marah. Kunou ingin sekali menghajar wajah dari adiknya itu walaupun Ayah dan Ibunya akan menghalaginya namun itu tidak akan menurunkan niat Kunou untuk menghajarnya.
Tanpa memlihat jalan dia menabrak seseorang. Kunou mengaduh kesakitan dan melihat kearah orang yang di tabraknya, bertapa terkejutnya ketika yang ditabrak adalah sosok yang waktu kemarin dia temui bersama temannya Wendy siapa lagi kalau bukan Jun Akaji.
"K...Kau."
"Oh... ternyata kau yah kaka dari musuhku, sedang apa kau disini."
"Jun-san, boleh kupanggil begitu."
"Terserah!"
Jun berjalan meninggalkan Kunou. Dengan tenang Kunou mengikuti pemuda berambut merah. Dia ingin mengetahui lebih banyak tentang masalah mereka. Jun agak kesal karena dari tadi dia terus di ikuti kemanapun, sampai akhirnya dia sampai di sebuah taman.
"Bisakah kau ceritakan tentang masalah yang kau hadapi."
Mendengar ucapan Kunou, Jun berhenti melangkah dan diam di tempat kemudian berbicara, kenapa kau ingin tahu.
"Aku hanya ingin tahu tentang masalahmu, dan juga aku marah terhadapa adiku itu."
Jun yang mendengar jawaban dari Kunou, kemudian duduk disebuah kursi taman dan akhirnya Kunou ikut duduk di dekatnya. Namun dia sedikit berbincang-bincang bersama Kunou tentang kesehariannya dan hubungan sosialnya. Agar saat menuju topik utama tidak terlalu tegang.
Kunou cukup senang dengan lelaki berambut merah ini. Dia pemuda yang selalu bercanda namun dibalik candaannya itu ada maksud yang sangat bijaksana, saat dia ingin mengatakan sesuatu. Tiba-tiba suara bunyi bergema yang berasala dari perut Yokai ini.
'K...kenapa harus sekarang, perut sialan.'
Kunou menahan malu karena suara perutnya terdengar ke telinga Jun. Lelaki ini mengalihkan pandangnya menuju Kunou dan kemudian mengambil sesuatu dari kantung jaketnya. Sebuah Sandwich yang sangat lezat.
"Kau mau."
"T...Tidak apa-apa."
"Tenang saja aku sudah makan."
Dengan malu Kunou mengambil sandwich tersebut kemudian membuka kemasannya dan memakannya secara perlahan, namun dia memalingkan wajah kearah lain agar tak malu dilihat. Dengan cepat dia langsung menghabiskan sandwich tersebut.
"Arigatou."
"Baiklah akan ku ceritakan masalahku dengan Adikmu itu, dan itu dimulai"
-TBC-
Baiklah Jun akan menceritakan masalahnya dengan Daiki apahkah Kunou akan tetap menghajar adiknya itu setelah mendengar cerita masa lalunya atau bagaimana. Tunggu di chapter depan yah. Dan juga beri pendapat dan kritikan tentang Fanfic ini sekian Terima kasih.
Saa Jaane.
