I KEEP YOUR PROMISE !
Disclaimer : : Sungmin milik Kyuhyun, Eunhyuk milik Donghae, Super junior milik ELF. Nah.. kalau FF abal ini milik saya yang pasti ^^
Summary : Kyuhyun kembali setelah 7 tahun meninggalkan Sungmin. Kembali membawa cinta pada Sungmin, tapi sayang yeoja itu salah paham tantang kepergiannya.
Genre : Romance, Drama
Rate : T
Warning : Gs, Typo(s) everywhere, cerita pasaran
Pair : Kyumin and other..
.
.
Sungmin dan Ryeowook keluar dari ruang meeting, sekarang mereka sedang berjalan menuju halte bus. Sejak bertemu dengan Kyuhyun, yeoja manis itu tidak henti-hentinya mengumpat. Sampai sebuah tangan menepuk pundaknya. Sungmin menengok kearah orang yang menepuk pundaknya itu.
"Waeyo?" tanya Sungmin.
Ryeowook menggeleng "Aku tidak menyangka Eonni bersahabat dengan sekretaris Tuan Kyuhyun"
"Eoh, Donghae" Sungmin menganguk "Kami sudah bersahabat dari SMA"
"JINJA?" teriak Ryeowook.
"Donghae juga sepupu Kyuhyun" ujar Sungmin.
"JONGMAL?" pekik Ryeowook tidak percaya. Sungmin terkekeh melihat ekspresi Ryeowook.
Sedikit curiga hinggap di hati Ryeowook, mendengar Sungmin memanggil CEO yang menjadi bos nya dengan nama kecil. Rasa penasaran mendorong Ryeowook untuk bertanya lebih jauh. Tapi ia tahan, Ryeowook mengerti mereka bahkan baru saling mengenal beberapa jam yang lalu.
Tak berapa lama bus yang mereka tunggu tiba. Ryeowook berdiri dari duduknya.
"Kau tidak akan naik?" tanya Ryeowook ketika melihat Sungmin yang masih duduk.
Sungmin mendongak "Kau duluan saja, aku akan menemui sahabatku dulu" ujar Sungmin. Ryeowok kemudian melangkah menaiki bus. Sebelum pintu bus tertutup ia berbalik.
"Eonni" panggil Ryeowook. "Chinhage jinaesseumyeon jokesseo (Semoga kita menjadi teman dekat)"
Sungmin tersenyum "Tentu saja" ujar Sungmin.
"Sampai ketemu besok" Ryeowook melambaikan tangannya. Pintu bus itu pun tertutup. Sungmin terus memperhatikan bus yang ditumpangi Ryeowook sampai berbelok dan tak terlihat di tikungan.
Sungmin mengambil ponselnya, mencari nomor yang akan ia hubungi. Ia meletakkan ponselnya di telinganya. Panggilan itu pun terhubung.
"Odiega?"
.
.
Chapter 6
.
.
.
"Bagaimana kau diterima bekerja tidak?" tanya Eunhyuk saat matanya melihat Sungmin memasuki toko bunganya. "Ya! Kenapa wajahmu seperti itu?" Eunhyuk menghentikan kegiatannya merangkai bunga dan beralih menghampiri Sungmin.
"Aku diterima bekerja" kata Sungmin ketus.
"Kau kenapa?" Eunhyuk mengerutkan dahinya. Mendengar nada Sungnin yang tidak bersahabat itu.
"Kenapa kau tidak memberitahuku jika pekerjaan itu untuk menjadi assisten Kyuhyun?" tanya Sungmin kesal.
"Apa maksudmu?" Eunhyuk pura-pura tidak mengerti.
"Jangan mengelak. Kau pasti tahu itu. Kau pasti bersekongkol dengan kekasihmu dan sepupunya kan. Kenapa kau melakukan itu?" teriak Sungmin.
"Iya. Kau benar, aku tahu. Aku memang bersekongkol dengan Donghae dan Kyuhyun. Dan aku melakukan itu karena aku ingin kau mendapat pekerjaan yang layak. Dan lagi kenapa memangnya jika kau bekerja sebagai assisten Kyuhyun?" Eunhyuk balas teriak. Ia berusaha menetralkan emosinya.
"..."
"Kenapa diam?"
Sungmin merasa bersalah karena sudah berteriak pada Eunhyuk. Ia mengutuk dirinya sendiri. Sungmin masih teringat dengan kejadian tadi, yang membuatnya kesal. Sungmin juga tidak tahu kenapa ia bisa sekesal ini hanya gara-gara bertemu dengan Kyuhyun. Dan lebih parah lagi, ia melampiaskannya pada Eunhyuk.
"Maafkan aku" lirih Sungmin sambil menunduk.
Eunhyuk menghembuskan nafasnya. Ia mengerti kenapa Sungmin berteriak seperti itu padanya. Tapi ia juga ingin kesalahapahaman Kyumin bisa terselesaikan. Kunci utamanya hanya alasan apa yang membuat Sungmin tidak memperbolehkan Kyuhyun untuk pergi ke luar negeri. Setiap ia menanyakannya, Sungmin selalu bungkam.
"Sudahlah lupakan" Eunhyuk pun berlalu meninggalkan Sungmin dan kembali pada kegiatannya merangkai bunga.
"Hyukkie" Sungmin mengikuti langkah Eunhyuk, ia terus menempel dan memanggil-manggil nama sahabatnya itu sambil menarik lengan baju Eunhyuk.
Pertama Eunhyuk tidak tergangu dengan kelakuan sahabatnya itu, tapi lama kelamaan ia risih juga.
"Apa?" tanya Eunhyuk masih enggan untuk melihat Sungmin.
"Maafkan aku"
"Iya aku maafkan"
"Benar?" Sungmin memastikan dengan mata berbinar. Ia kemudian memeluk Eunhyuk.
"Eum" Eunhyuk tersenyum sambil membalas pelukan sahabatnya itu.
"Eunhyuk-ah gomawo" teriak Sungmin.
"kau senang?" Sungmin menganguk sambil tersenyum lebar. Tapi tak lama senyum manisnya pudar. "Kenapa wajahmu seperti itu lagi?"
"Besok aku harus bagaimana?"
"Apanya? Kyuhyun?"
"Apa aku tidak usah pergi saja"
"Dan kau menolak pekerjaan itu? Auuh bodoh" saking gemasnya karena kekeras kepalaan sahabatnya. Eunhyuk menghadiahkan Sungmin sebuah jitakan cinta di dahi Sungmin.
Sungmin meringis, ia mengusap dahinya yang sedikit memerah akibat jitakan Eunhyuk. "Aku malu. Aku seperti memanfaatkan Kyuhyun jika seperti itu"
"Memanfaatkan apa? Kau bekerja padanya, jadi kau tidak makan gaji buta"
"Kau benar tapi tetap saja"
"Anggap saja itu uang bulanan yang Kyuhyun berikan padamu untuk keperluan rumah tangga kalian"
Sungmin mengusap wajahnya dengan kedua tangan. "Kau membuatku tambah frustrasi"
.
.
.
Donghae menatap Kyuhyun penuh heran. Sekarang mereka sedang berada di meja makan. Sejak pulang dari kantor. Kyuhyun tak henti-hentinya tersenyum. Donghae memperhatikan itu.
Ketika didalam mobil. Kyuhyun menopang dagunya, sambil melihat pemandangan kota. Kyuhyun terlihat sangat bahagia sambil tersenyum sendiri. Hingga sampai di rumah.
Dan Kyuhyun masih seperti itu sekarang. Tetap menopang dagu dengan tangan kirinya. Sesekali ia menyuapkan makanan. Senyum mempesonanya tetap melekat menghiasi wajah tampannya.
"Kau seperti seorang idiot Kyuhyun-ah" ujar Donghae.
"Wae? kau iri?"
"Kenapa aku harus iri?"
"Karena apa lagi. Walaupun kau bilang sekarang aku seperti seorang idiot. Aku yakin aku masih terlihat tampan dan mempesona" ujar Kyuhyun sambil tersenyum penuh keceriaan.
"Ckck kau terlalu percaya diri" cibir Donghae.
"Aku tidak peduli" Kyuhyun memejamkan matanya entah apa yang ia pikirkan, tak lama kemudian ia tersenyum.
"AAHHHH AKU SENANGGGG SEKALLLIIIII" teriak Kyuhyun.
"YAH.." Donghae melempar wajah Kyuhyun dengan 3 lembar salad yang berada didekatnya.
Mungkin benar Kyuhyun sedang senang sekarang. Nyatanya ia tidak menghiraukan apa yang telah Donghae lakukan padanya, malah dengan wajah yang masih tersenyum Kyuhyun membersihkan wajahnya yang terkena lemparan salad.
"Kau terlihat begitu senang. Karena Sungmin Noona?"
"Kau pikir karena siapa lagi aku bisa seperti ini?" Kyuhyun menopang dagunya dengan kedua tangan. "Awalnya aku mengadakan pencarian assisten agar aku bisa dekat dengan Sungmin. Aku juga sudah merencanakan untuk meloloskannya. Tapi ternyata Sungmin bisa lolos dengan kemampuannya sendiri. Ahh istriku memang yang terhebat. Bisa kau bayangkan Hyung? Ia mengalahkan 100 orang lebih pelamar" terang Kyuhyun antusias.
"Kau meragukan kemampuan 'istri'mu itu?" cibir Donghae. "Jika kau tidak mensabotase lamaran Sungmin Noona, mungkin ia sudah mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan yang menjadi targetnya"
"Eum. Itu tidak akan terjadi" Kyuhyun menggelengkan kepalanya.
"Posesif"
"Terserah, aku tidak peduli"
"Tsk. Oh ya! Kyuhyun-ah. Aku penasaran dengan alasan di balik peraturan yang kau buat untuk kedua assistenmu. Tidak di perbolehkan memakai rok dan 'kau lebih baik menggerai rambut indahmu itu seperti Ryeowook-ssi' aku tahu itu akal-akalanmu saja" tuduh Donghae sambil menirukan perkataan Kyuhyun.
"Itu bukan akal-akalan" jawab Kyuhyun. ia bersungguh-sungguh ketika mengatakan itu.
"Lalu?"
"Aku tidak rela namja lain melihat betapa putih mulusnya paha istriku, jika ia memakai rok saat bekerja. Aku juga tidak mau istriku memperlihatkan leher menggodanya selain padaku" Kyuhyun sempat memikirkan hal itu. Oh! Tentu saja itu takan ia biarkan.
"Cha. Aku sudah selesai" Kyuhyun memimun segelas air kemudian berdiri dari duduknya.
"Kau mau kemana?" tanya Donghae ketika melihat Kyuhyun berjalan menjauh dari ruang makan.
"Tidur tentu saja" ujar Kyuhyun tampa membalikan badannya.
"Ini masih jam 8"
Kyuhyun hanya melambaikan tangannya. Lebih baik ia pergi tidur, mempersiapkan diri untuk besok pagi. Penyambutan untuk kedatangan 'istri' nya dan kegiatan apa saja yang akan ia lakukan dengan 'istrinya itu. Kyuhyun benar tidak sabar menunggu hari esok.
.
.
.
Sungmin menatap bangunan kokoh nan megah dihadapannya dengan pandangan yang sulit diartikan. Beberapa kali ia menghembuskan nafasnya. melihat jarum jam yang berada di tangan kirinya.
"Dimana dia?" gumam Sungmin. Pasalnya sejak tadi ia hanya berdiri mematung di dekat pintu gerbang. Berapa kali seorang keamanan rumah itu menyuruhnya untuk masuk. Tapi Sungmin menggeleng dan tersenyum, ia berkata jika ia akan menunggu temannya terlebih dahulu.
Sungmin jadi teringat ketika ia pulang setelah mengunjungi Eunhyuk. Appa, Umma dan Sungjin langsung antusias bertanya tentang hasil tes kerjanya. Tambah antusias lagi ketika ia mengatakan jika Bosnya adalah Kyuhyun.
Sungmin mengedarkan pandangannya kekiri dan kekanan. Sampai ia melihat dari kejauhan seorang yeoja tidak lebih imut darinya, berlari dengan tergesa-gesa. Ia tampak kerebotan dengan tas punggungnya dan sebuah koper hitam. Yeoja itu berbinar melihat Sungmin yang sedang memandangnya.
"Eonni mianhae, aku terlamabat. Aku pikir kau akan langsung masuk tanpa menungguku" ujar yeoja itu.
"Kau pikir aku orang yang seperti itu? Ohh dangkal sekali" Sungmin pura-pura kesal sambil mengembungkan pipi chubbynya.
"Hehe aku bercanda. Kajja" yeoja itu merangkul lengan Sungmin dan menariknya untuk masuk. Sungmin hanya bisa pasrah.
Seorang Ahjumma mengampiri MinWook ketika mereka memasuki pintu gerbang gagah itu. Shin Ahjumma namanya, ia adalah seorang kepala pelayan di rumah itu. ia diutus untuk memperkenalkan seluk beluk rumah ini.
"Lama tidak bertemu Sungminnie" ujar Shin Ahjumma pada Sungmin. "Bagaimana kabarmu, Minnie-ah?"
Ini bukan pertama kalinya bagi Sungmin. Bisa dibilang hampir setiap hari ia akan datang kemari ketika ia masih menjadi kekasih Kyuhyun. Sekedar menemani Kyuhyun dari siang hingga sore. Sedangkan pada malam hari bagian Kyuhyun yang berkunjung ke rumah Sungmin.
"Seperti yang Ahjumma lihat, sangat baik" Sungmin tersenyum. Ryeowook hanya menatap kedua orang di hadapannya itu dengan heran. Ia tidak tahu apa-apa.
Merasa tidak ada suara sedikit pun di sampingnya, Sungmin menoleh. Ryeowook diam sambil menundukan kepalanya. Ryeowook benar-benar merasa minder sekarang.
"Aku akan menceritakan semuanya padamu" bisik Sungmin. Ryeowook langsung mendongak menatap Sungmin yang sedang tersenyum padanya. Ryeowook menganguk dan tersenyum dengan lebar.
Dua orang maid tersenyum pada MinWook dan langsung mengambil alih tas dan koper Minwook. Tidak mungkin untuk MinWook menyusuri rumah ini dengan membawa tas dan koper yang berat itu.
Ryeowook melebarkan matanya dan menganga melihat keadaan dalam rumah itu. Benar-benar menakjubkan. Lantai marmer, dinding beton, belum lagi semua perabotan yang mengiasi tiap ruangan. Mungkin orang rumah tidak akan merasa kehilangan jika seseorang mengambil salah saatu perabotan dirumah ini. Ruang tamu, ruang keluarga, perpustakaan, ruang makan, dapur, taman, ruang untuk para pelayan dan penjaga, kolam renang dan masih banyak lagi.
MinWook masuk ke kamar yang di tunjukan untuk mereka. Ya mereka dalam satu kamar, walaupun begitu mereka tidak keberatan. Bukan tidak adanya lagi kamar yang kosong, tapi entahlah itu atas perintah Tuan Muda Kyuhyun.
Ryeowook langsung membaringkan tubuh lelehnya. Benar-benar melelahkan berkeliling rumah begitu luasnya. Sungmin melepas sepatu hak heelsnya, benar saja tebakannya. Kakinya lecet, ia memang tidak biasa memakai sepatu wanita itu.
"Eonni, bahkan kita belum bekerja tapi aku sudah merasa lelah hanya dengan berkeliling rumah ini" kata Ryeowook tanpa membuka matanya yang terpejam.
"Kau hanya belum terbiasa saja Wookie-ah"
Ryeowook menganguk menyetujui ucapan Sungmin. Setelah merasa tenaga mereka sudah kembali terisi. Sungmin dan Ryeowook langsung menata kamar dengan barang-barang milik mereka. Kamar mereka sangat luas plus kamar mandi.
.
.
.
Kyuhyun sudah sampai di depan rumahnya. Donghae tidak bersamanya, karena ia akan menemui kekasihnya dulu katanya. Kyuhyun akui dalam hati ia sangat senang dan jantungnya berdebar kerena apa lagi, Sungmin. Yeoja itu tinggal dirumahnya sekarang.
Kyuhyun melangkah masuk kedalam rumah. Ketika masuk, Kyuhyun sudah di sambut dengan 2 assisten barunya. Sungmin dan Ryeowook.
"Noona kemanhae, aku sudah bilang tidak usah formal begitu" kata Kyuhyun pada Ryeowook.
"Tapi Tuan-"
"Noona" Ryeowook tersentak kaget, tiba-tiba saja Kyuhyun merangkul pundaknya. GOD! Walaupun Kyuhyun sudah bilang untuk tidak formal, tapi tetap saja ia belum akrab dengan bosnya satu ini. Sungmin juga tidak kalah kagetnya melihat tindakan Kyuhyun.
"Ayo kita jadi teman dekat" pinta Kyuhyun. "Kyuhyun atau Kyu, cukup kau memanggilku dengan itu" Ryeowook hanya menganguk mengerti.
"Noona tolong siapkan air hangat untukku ne"
Sekali lagi Ryeowook menganguk kemudian berlalu menuju kamar Kyuhyun. Sepeningalan Ryeowook, Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada gadis manis di belakangnya.
"Kenapa kau diam saja?" tanya Kyuhyun.
"Lalu aku harus apa?" Sungmin balik bertanya.
Kyuhyun mengangkat bahunya, sekilas mereka berdua saling berpandangan, saling menyelami kedalam mata masing-masing entah apa yang mereka cari dari sana.
"Apa semua ini idemu?" Sungmin memulai pembicaraan.
"Apa?"
"Jangan berpura-pura tidak tahu"
"Aku benar tidak tahu apa maksudmu. Jangan berpu-"
"Sudahlah lupakan"
Kyuhyun mendengus sebal. Lagi-lagi Sungmin menyela ucapannya. Sungmin mengambil tas kerja Kyuhyun hendak menyimpannya di kamar sang Bos. Kyuhyun menghembuskan nafasnya, ia melihat punggung Sungmin yang membelakanginya. Ia menatap cara berjalan Sungmin yang berbeda.
Kyuhyun berjalan cepat kearah Sungmin. Sungmin kaget ketika tangannya di genggam dan di tarik oleh Kyuhyun.
"Apa yang kau lakukan?" ujar Sungmin ketika ia berhasil melepas tangannya. Tanpa menjawab pertanyaan Sungmin, Kyuhyun kembali menggenggam tangan Sungmin kemudian ia sedikit menyeret Sungmin karena yeoja manis itu terus berontak.
"YAH" teriak Sungmin. Kyuhyun seakan tuli dengan teriakkan keras Sungmin, ia tetap memaksa Sungmin untuk mengikutinya. Sungmin merasa wajahnya memanas, hei ia kembali merasakan genggaman hangat tangan Kyuhyun.
Ryeowook sedikit kaget ketika keluar dari kamar Kyuhyun. Ia melihat Kyuhyun yang sedang menarik Sungmin.
"Noona airnya sudah siap?" tanya Kyuhyun.
"N..ne" jawab Ryeowook tidak mengerti. Sungmin melihat Ryeowook dengan tatapan memohon untuk menolongnya. Ryeowook memasang muka menyesalnya karena ia tidak tahu harus melakukan apa. Ryeowook berpikir keras tentang tindakan Kyuhyun. Omuna! Jangan bilang Kyuhyun memaksa Sungmin untuk mandi bersamanaya pikir Ryeowook.
Ia membuka pintu, tidak peduli pintu belum ia tutup Kyuhyun mengambil alih tas kerjanya dari Sungmin lalu melemparnya sembarangan dan terus menyeret Sungmin ke kamar mandi. Kyuhyun mengambil handuk yang sudah tersedia. Tanpa melepas genggamannya, Kyuhyun mencelupkan handuk itu ke air hangat yang sudah terisi penuh di bath tub. Kemudian ia mendudukan Sungmin di kloset.
"Kyu apa yang kau lakukan?" tanya Sungmin ketika Kyuhyun melepas kedua sepatu high heel yang ia kenakan. Sungmin berusaha berontak. Marah yang ia tunjukan pada Kyuhyun hanya topeng untuk menutupi bahwa jantungnya berdegup dengan cepat.
SREEET
DEG DEG DEG
Kyuhyun meraih tengkuk Sungmin kemudian mendekatkan wajah Sungmin dengan wajahnya hingga jaraknya hanya 5 centi. Sungmin melebarkan matanya mendapat kelakuan Kyuhyun. Entah jantung siapa yang terdengar berdegup 100 kali libat dari tadi.
"Bisakah kau diam? Atau kau ingin merasakan bibir sexyku menempel dengan bibir plum milikmu?"
Seketika itupun Sungmin bungkam. Kyuhyun bersorak dalam hati melihat reaksi yang ia dapat dari Sungmin. Dengan perlahan Kyuhyun membersihkan kaki Sungmin yang lecet dengan handuk. Kyuhyun pun mengetahui jika Sungmin paling anti memakai sepatu seperti itu.
"Mulai besok jangan memakai sepatu high heel seperti ini, memakai sepatu biasa saja aku tidak masalah dengan itu. Jika dirumah, cukup memakai sandal yang sudah di sediakan. Nanti aku akan minta pada Shin Ahjumma untuk kalian"
Sungmin mengerutkan dahinya ketika mendengar kata 'Kalian' dari mulut Kyuhyun. Sungmin merasa hanya ada dia dan Kyuhyun disini. Jika begitu, harusnya Kyuhyun mengatakan 'untuk mu' bukan 'untuk kalian'.
"Sampai kapan Noona mengintip dan berdiri disana eoh?" Kyuhyun menoleh kepalanya ke belakang.
Ryeowook tersentak kaget dan salah tingkah merasa malu karena sudah tertangkap basah melihat Kyumin. Ia hendak pergi meninggalkan kamar Kyuhyun tapi rasa penasarannya mendorong untuk melihat apa yang akan Kyuhyun lakukan pada Sungmin apakah seperti yang ia bayangkan?
"Mianhae" kata Ryeowook kikuk.
"Gwenchana. Apakah kau penasaran dengan kami? Noona" kata Kyuhyun sambil mengerlingkan matanya. Sedangkan Sungmin kesal melihatnya.
"Tentu saja kalian mencurigakan" gumam Ryeowook yang terdengar oleh Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum kemudian menatap Sungmin yang memasang wajah kesal dan cemberut, "Karena Wookie Noona sudah melihat apa yang kita lakukan. Aku yang menjelaskannya atau kau sendiri yang menjelaskannya?"
"Tidak boleh. Aku sendiri yang akan menjelaskannya" tolak Sungmin.
"Kenapa tidak boleh?"
"Karena kau selalu melebih-lebihkan" sungut Sungmin, ia mengambil sepatunya dan beranjak keluar kamar mandi.
"Kajja" ujar Sungmin sambil menarik lengan Ryeowook.
Kyuhyun berdiri dan menyandarkan tubuhnya di pinggir pintu "Kau melupakan sesuatu Sungminnie"
Sungmin menggigit bibirnya kemudian berbalik "Kamsahamida sajangnim" sedikit membungkuk kemudian kembali melangkah keluar kamar.
Sedangkan Kyuhyun, ia tidak bisa menahan senyum senangnya.
.
.
Karena sudah berjanji pada Ryeowook untuk menceritakan tentang 'kisah kasih' antara Kyuhyun dan dirinya. Siang pun sudah berganti malam. MinWook sedang berada di kamar mereka sekarang. Karena ini hari pertama mereka bekerja jadi tidak banyak yang mereka lakukan. Besok pagi pekerjaan sesungguhnya.
Sungmin menceritakan dari mulai ia bertemu dengan Kyuhyun dan Donghae. Bagaimana ia bisa dekat dan akhirnya menjadi sepasang kekasih. Tentang hubungannya yang kandas dengan Kyuhyun. Semuanya Sungmin ceritakan pada Ryeowook.
Malam itu pun di habiskan dengan Ryeowook yang bercerita juga tentang dirinya dan keluarganya.
Beda Minwook beda pula KyuHae. Kyuhyun berada di kamar Donghae sekarang. Donghae baru kembali setelah makan malam. Demi cintanya pada Eunhyuk, ia berani bersumpah jika ia benar-benar mengantuk sekarang. Tapi namja yang berbaring di sebelahnya malah tidak bisa diam. Dari tadi yang Kyuhyun lakukan hanya berguling kesana kemari seperti cacing yang kepanasan. Sambil menceritakan kejadian waktu siang yang ia alami dengan Sungmin berulang-ulang.
"Kau sudah menceritakannya tadi"
"Benarkah? Aku pikir aku belum menceritakannya padamu Hyung hahahah"
Seperti itulah jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun. Kyuhyun berhenti berkicau tepat pukul 12 malam. Donghae melihat ke arah Kyuhyun, sepupunya itu sudah terlelap dengan mulut setengah terbuka. Akhirnya ia bisa tidur dengan tenang.
.
.
.
1 minggu kemudian
"KYUHYUNN bangun"
"Lima menit lagi Noona"
"Ani kau harus bangun sekarang. Atau kau ingin Sungmin Eonni yang membangunkanmu eoh?"
"Terserah, aku masih mengantuk"
Ryeowook menghembuskan nafasnya kasar. Benar-benar Kyuhyun sangat sulit untuk di bangunkan. Kyuhyun selalu bilang 5 menit lagi, setelah 5 menit Ryeowook kembali membangunkan Kyuhyun tapi dengan mata masih terpejam Kyuhyun bilang 5 menit lagi. Tidak ada cara lain, hanya Sungmin yang bisa membangunkan Kyuhyun.
Hanya dalam waktu 1 minggu Ryeowook bisa langsung dekat dengan Kyuhyun maupun Donghae. Ia juga sudah tidak sungkan lagi pada mereka. Sungmin juga sudah tidak merasa cangung lagi dengan Kyuhyun, hanya sesekali rasa cangung itu kembali dalam keadaan tertentu. Mereka benar-benar sudah merasa nyaman dengan keadaan mereka sekarang. Ryeowook juga sudah mengenal Eunhyuk.
Ryeowook mengampiri Sungmin yang sedang membantu Shin Ahjumma menghidangkan sarapan pagi.
"Eonni, Kyuhyun sulit di bangunkan lagi. Ah! Aku menyerah" Ryeowook mendesah dan duduk di kursi meja makan.
"Pukul saja kepalanya" usul Sungmin
"Itu tidak sopan. Walaupun sudah akrab dengannya tetap saja dia bosku"
"Kalau begitu, cubit lengannya"
"Sudah tapi dia hanya meringis kemudian ia kembali tidur"
"Semprot dia dengan air"
"Eoni yang lakukan. Aku disini saja membantu Shin Ahjumma" Ryeowook bangun dan mengambil alih pekerjaan Sungmin membantu Shin Ahjumma. "Sana Ia bisa terlambat masuk kantor"
Dengan berat hati dan sedikit mengerutu, Sungmin menuju kamar Kyuhyun. Ia bisa melihat Kyuhyun masih bergelung dengan selimutnya.
"Kyu bangun sudah siang" kata Sungmin sambil menggoyangkan lengan Kyuhyun. Tapi sang Bos hanya diam tanpa reaksi. Sungmin mendesah, okey cara lembut tidak berhasil
.
Sungmin mengambil gelas di nakas, ia mencelupkan tangannya kemudian mencipratkannya pada wajah Kyuhyun. Sungmin menggigit bibir bawahnya menahan kesal. Lihatlah! Kyuhyun mengusap cipratan air di wajahnya kemudian membalikan badannya sehingga membelakangi Sungmin. Cara ini gagal juga.
Entah setan apa yang merasuki Sungmin. Ia nekad mendekatkan wajahnya pada telinga Kyuhyun. Sungmin meniup telinga Kyuhyun, terlihat Kyuhyun merinding dengan apa yang Sungmin lakukan.
"Kyu~ palli ireona~ jika tidak bangun kau bisa kesiangan" bisik Sungmin sedikit mendesah.
SREET
Dengan tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya lebar kemudian membalikan badannya kembali, sehingga wajahnya dan wajah Sungmin berdekatan.
"YAH..!" Sungmin tersadar kemudian ia berteriak sambil memukul lengan Kyuhyun. Ia kembali membenarkan posisi duduknya. "Cepat bangun sudah siang"
"Sungminnie, bisakah kau membangunkanku dengan cara biasa tidak mendesah seperti itu tepat di telingaku"
"Siapa yang mendesah" Sungmin bisa mengelak tapi tidak dengan perubahan wajahnya yang berubah jadi memerah.
"Lalu kenapa muka mu memerah"
"Wajahku dari dulu memang sudah memerah. Kenapa?"
"Jujur saja padaku" Kyuhyun mengerlingkan matanya.
"Ani sudah lah cepat mandi sana" Sungmin tidak bisa menyembunyikan kegugupannya, ia pun langsung keluar dari kamar Kyuhyun.
Kyuhyun masih duduk diranjangnya. Kyuhyun mengusap dadanya yang berdebar.
"Aku bisa jantungan jika kau sering membangunkan ku dengan cara seperti itu Sungmin-ah"
Kyuhyun menunduk melihat tepat pada selangkaannya yang menyembul. "Hanya dengan berbisik dan sedikit mendesah, adik kecilku pun ikut terbangun juga" Kyuhyun tersenyum lalu bangun dari ranjangnya kemudian melangkah menuju kamar mandi.
Sungmin bergegas masuk ke kamar mandi di kamarnya. Ia membasuh mukanya melihat pantulan dirinya dalam cermin. Wajahnya masih memarah. Sungmin tidak bisa menjawab pertanyaan kenapa dia melakukan itu pada Kyuhyun. Itu refleks yang ia lakukan. Tapi apakah benar hanya raflek semata. Entahlah.
"Aigoo... Aku seperti Ahjumma-Ahjumma genit yang kurang di belai" Sungmin bergidig dengan ucapannya.
.
.
.
TBC
