Hallo minna-san...

Apa kabar?

Author harap minna-san baik-baik aja.

Buat magus-chan sankyuu untuk setiap review yang membangun fic yang jauuuuuuuh dari sempurna ini. Dan para readers yang sudah mau membaca fic yang au ah gelap ini.

By Yourside

Kira duduk ditepi ranjang Cagalli dengan muka masam. Dia memeluk boneka panda besar hadiahnya untuk ulang tahun Cagalli. Kira memandang kembarannya yang sedang menyisir rambutnya didepan meja rias.

"Kau... benar-benar akan kencan dengan Athrun?"

"Iya Kira..."

"Huh..." Kira membuang muka.

"Kenapa? Bukankah aku sudah menceritakannya padamu semalam?"

"Tak ada" Kira ketus

"Kira... kau mau ikut?"

"Benarkah aku boleh ikut?" Kira berbinar-binar

"Tentu saja tidak bodoh...ahahahahaha," Cagalli tertawa terpingkal-pingkal

Kira mengeluarkan deathglare dan mimik muka 'anjing galak siap makan orang'

"Kira-ku... kenapa tidak kencan dengan Lacus?"

"Yah... mungkin minggu depan..."

"Setelah kencan, malam nanti ayo kita makan diluar... aku akan mentraktirmu..."

"Benarkah?"

"Ya... jadi tunggu aku pulang ya..."

Kira mengangguk-ngangguk seperti 'anjing penurut'

"Baiklah Kira... aku berangkat..."

Cagalli meninggalkan Kira dan segera keluar dari rumah. Didepan gerbang athrun sudah menunggu didepan mobilnya.

"Hai... kau sudah siap?"

"Iya... bagaimana? Aku berdandan untuk hari ini..."

"Kau terlihat baik..."

"Setidaknya puji aku sedikit..." keluh cagalli

"Ahhaha wari... kau manis hari ini..."

"Yah... tak apa.." Cagalli kesal

"Ayolah jangan marah...Kau ingin kita kemana?"

"Ke taman bermain Onogoro..." Cagalli riang

"Bukankah itu didekat sini?"

"Iya... hehehe... jadi mari kita jalan kaki..." Cagalli menggandeng Athrun

Mau tak mau dia mengikuti cagalli karena diseret paksa. Setelah 15 menit berjalan mereka sampai. Mereka berdua menikmati semua wahana. Cagalli merasa bahagia karena dia bersama pangeran kacamatanya, yang selalu dia lihat dari gedung seberang sekolahnya. Ia seakan tak percaya akan adanya hari ini. Setelah lama bermain Mereka berhenti sejenak karena lelah. Mereka berdua duduk ditaman yang dikelilingi bunga. Athrun memandang Cagalli dengan lembut dan lekat.

"Cagalli ... bagaimana perasaanmu terhadap Kira saat ini?"

Cagalli tersenyum lembut memandang Athrun

"Aku menyayanginya... dia... saudara yang terbaik. Dia kakak yang baik..."

"Lalu bagaimana persaanmu padaku?"

"eh...? kenapa tanya seperti itu?"

"Sudahlah... jawab saja..."

"Aku menyukaimu..." Cagalli tersenyum lembut kepada Athrun

"Lalu apa kau tak ingin tahu perasaanku?""

"Tentu saja aku menunggu untuk tahu jawabanmu.."

"Kau menunggu?"

"Aku menunggu sampai kau menyampaikannya padaku..."

"lalu... bagaimana jika jawabanku lama?"

"Tak masalah... aku sudah menunggu lama untuk bisa berbicara padamu... untuk menunggu lagi tidak akan jadi masalah buatku..."

Athrun memandang Cagalli lekat dan tersenyum

"Cagalli ..."

Athrun melepas kacamatanya dan mencium bibir Cagalli dengan lembut. Cagalli kaget namun perlahan cagalli menutup mata. Menikmati ciuman athrun. Dan hawa deathglare keluar dari tubuh Kira. Sedari tadi Lacus dan Kira mengikuti kencan mereka berdua. Lacus dan kira bersembunyi dibalik bunga-bunga tepat dibelakang pasangan yang mereka ikuti itu.

"Bajingan itu... beraninya dia mencium Cagalli..." Kira emosi

"Sudahlah Kira... lagi bagus-bagusnya nih... jangan ganggu..." Lacus senang melihat 'adegan' athrun dan Cagalli.

"Aku tak bisa diam saja melihatnya lacus... meski dia temanku aku akan tetap menghajarnya..." Kira hendak berdiri namun ditarik oleh Lacus

"Dengar ya Honey... aku akan mengeluarkan 'jurus andalanku' jika kau menganggu adegan ini... Aku sedang sangat terhibur dengan adegan ini..." Lacus dengan SEED mode

Kira langsung diam melihat mata lacus. Lacus senyum lebar melihat Kira menjadi penurut.

Athrun melepas ciumannya dan memandang Cagalli dengan lembut.

"Bagaimana? Kau tahu jawabanku?"

"Iya... aku tahu dengan benar.." cagalli berblushing ria

"Kau memang lucu sekali Cagalii.." athrun tertawa

Cagalli tersenyum melihat athrun. Perlahan wajahnya melembut

"Athrun... aku ingin menyampaikan sesuatu..." Cagalli serius

"Apa?"

"A...aku akan ke ... pusat rehabilitasi di heliopolis untuk menjalani pengobatan..."

"Apa?" Athrun kaget

"Tiba-tiba sekali?"

"Aku ingin sembuh... dan tidak rapuh seperti ini.. aku.. ingin jadi Cagalli yang seperti dulu..."

Athrun berusaha mengerti posisi Cagalli

"Kapan? Kau akan mulai berangkat?"

"Besok... aku harap kau mengerti..."

"Aku mengerti Cagalli... aku akan menunggu disana... uhm... seringlah mengirimiku e-mail..."

"Iya..."

Athrun memeluk cagalli. Sebisa mungkin mengingat segala aroma tubuh cagalli karena mereka akan segera terpisah. Dan Mereka saling menikmati kebersamaan mereka. Lacus menitikkan air mata melihat 'adegan' asucaga itu. Kira pun diam dan tak bisa menahan emosi lagi

"Honey... kenapa ceritanya jadi seperti ini?" lacus mengusap air matanya

"Aku tak mengerti... tapi ini adalah keputusannya. Untuk pertama kali dia memutuskan dengan tatapan mata seserius itu padaku."

"Kira..."

"Kurasa dia sudah lebih kuat jadi kita tak perlu mengkhawatirkan mereka"

"Eh... benarkah? Kita tak perlu mengikuti mereka lagi?"

"Ya lacus... mari kita kencan sendiri..."

"Yai..." Lacus kegirangan dan melompat membuat mereka ketahuan

Athrun dan Cagalli kaget melihat lacus yang berdiri da disusul dengan Kira. Kira dan lacus salah tingkah sendiri.

"Sejak kapan kalian disitu?" selidik Cagalli

"Ehm... sebenarnya..."Kira bingung

"Kau tak bisa berbohong padaku Kira... jadi hentikan" cagalli tegas

"Baiklah... berhubung kami berdua sudah ketahuan.. yasudah saatnya penganggu pergi... dada cagalli-chan" lacus membawa lari Kira pergi

"Are? Kenapa mereka..." Athrun innocent

"Tak sadarkah kau Athrun?"

"Apa?"

"Mereka berdua mengintip kita daritadi..."

"APA?" teriak athrun

"Telat amat sadarnya hahahahaha". Cagalli tertawa dengan lepas

Athrun memandang Cagalli dengan tersenyum gaje-gaje abal karena Cagalli tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi pertunya. Dia menyadari Cagalli sudah banyak berubah sejak awal mereka bertemu...

*********************************TBC**************************************

Garing ya? Wah maaf... lagi krisis ide...

Mohon reviewnya dengan sangat...

ganbatte