A/N: Hey '_')/ akhirnya kembali membawa chapter 6 :3 maaf ini diluar dugaan, ternyata bisa update lumayan cepet dari yang dipikirkan. Jadi, selamat membaca. Untuk yang baru mampir, terima kasih karena udah mampir untuk membaca FF ini :) Untuknya semuanya terima kasih … dan sepertinya chapter depan FF ini mau naik rating :v
CHAPTER 6 (KYUHYUN KEMBALI!)
Mereka—Siwon, Kibum, Hyukjae dan Donghae sudah mengumpulkan cukup bukti. Mereka juga sudah menyimpulkan bahwa hantu yang mengganggu Kyuhyun bernama Kim Ryeowook dan itu sudah dipastikan. Sekarang mereka hanya perlu mengetahui bagaimana Ryeowook mati hingga ia gentayangan dan menghantui Kyuhyun. Hari itu, terhitung sudah enam hari Kyuhyun menghilang.
"Apa kau sudah mendapat informasi terbaru tentang Kyuhyun?" tanya Donghae.
Siwon menggeleng, "Belum." jawabnya singkat.
"Aku sudah menghubungi kepolisian. Aku rasa kita perlu bantuan mereka. Dengan begitu akan lebih mudah menemukan Kyuhyun. Lagipula Kyuhyun hilang lebih dari 3x24 jam." kata Hyukjae menimpali.
Ding ding!
Ponsel milik Siwon berbunyi, ia merogoh saku celananya. Siwon menatap layar ponselnya, Heechul menelponnya. Siwon menggeser tombol merah kemudian kembali memasukkan ponsel ke dalam sakunya. Hyukjae dan Donghae yang melihat hal itu hanya terheran dengan sikap Siwon. Ya, mereka pikir itu mungkin sebuah telpon penting dari seseorang yang mengetahui keberadaan Kyuhyun saat ini.
Ding ding!
Kali ini bukan ponsel Siwon yang berbunyi, tetapi ponsel milik Hyukjae. Ia melihat layarnya, ternyata Heechul yang menghubunginya. Hyukjae menggeser tombol hijau dan mengangkat telponnya.
"Yeoboseyo." sapanya setelah mendekatkan ponsel miliknya ke telinga kanannya. "Apa?" katanya terkejut setelah beberapa detik terdiam mendengar penjelasan Heechul di seberang sana, "Ya, aku akan segera kesana Hyung, bersama Donghae, Siwon dan Kibum." katanya lagi kemudian menutup telponnya.
Hyukjae menyimpan kembali ponselnya ke saku celananya. Ia menghela napas sejenak, mengambil ancang-ancang untuk mengatakan sesuatu yang penting ini.
"Ada apa dan siapa itu?" tanya Donghae penasaran dan sedikit curiga akan terjadinya sesuatu dengan melihat gelagat Hyukjae. Sepertinya sesuatu yang sangat penting baru saja disampaikan oleh si penelpon itu.
"Kangin Hyung." lirih Hyukjae pelan.
"Apa itu telpon dari Heechul Hyung? Apa yang dia katakan tentang Kangin Hyung?" Kali ini Siwon dengan antusias bertanya setelah Hyukjae mengatakan Kangin.
"Dia—dia ditemukan meninggal di apartemennya." lirihnya lagi yang berhasil membuat Siwon, Donghae maupun Kibum tercengang dengan mata membulat.
"Ba—bagaimana bisa?" tanya Donghae dengan suara pelan.
"Entahlah." jawab Hyukjae asal. Pikirannya mulai kalut, "Mungkin kita harus segera ke apartemennya." jawab Hyukjae dengan nada kebingungan dan cemas.
"Kalau begitu, ayo!" kata Siwon.
Mereka berempat menuju ke apartement milik Kangin. Sangat cemas, itulah ekspresi dari masing-masing wajah mereka. Hyukjae sibuk mengotak-atik ponselnya, mencoba untuk menghubungi Heechul kembali, namun sepertinya ponselnya sama sekali tak aktif. Beberapa menit setelah melakukan perjalanan, mereka akhirnya sampai di tempat yang dituju. Tanpa basa-basi mereka segera menuju ke ruang apartemet milik Kangin.
Tampak di bagian luar sudah ramai dengan polisi dan beberapa tetangga yang merasa penasaran. Apartemennya juga sudah dibatasi oleh garis polisi. Mereka berempat menerobos garis polisi, bahkan menerobos polisi yang berusaha menghalangi mereka untuk masuk ke dalam.
"Hei! Kalian dilarang masuk!" tegas salah satu polisi yang berusaha menghalangi mereka.
"Kami ingin tahu bagaimana Kangin Hyung!" teriak Hyukjae membalas dan berusaha masuk bersama ketiga teman yang lainnya.
Akhirnya polisi itu tak bisa menghalangi mereka dan mereka berhasil masuk ke dalam. Bau busuk mulai menusuk hidung ketika mereka memasuki ruangan ini. Siwon sempat berpikir, mungkin Kangin sudah tewas dalam kurun waktu beberapa hari hingga baunya seperti ini. Seorang polisi yang datang dari dalam memberi mereka masing-masing satu masker kemudian memakainya. Mereka melihat Heechul dan seseorang yang merangkul Heechul—seperti seseorang yang berusaha membuatnya tetap tenang. Mereka menghampirinya.
Puk!
Donghae menepuk pelan pundak Heechul hingga ia sempat terkejut. Heechul berbalik, melihat Siwon, Donghae, Hyukjae dan Kibum dalam raut wajah yang cemas. Ia berhamburan memeluk Siwon.
"Aku takut." adunya dengan suara cukup serak. Seseorang yang bersamanya tadi menghampiri Heechul yang memeluk Siwon. Tangannya meraih pundak Heechul dan masih berusaha memberikan Heechul ketenangan dari belakang tubuhnya.
"Apa yang terjadi, Hyung?" tanya Siwon melepas pelukan Heechul terhadapnya.
Heechul menunduk, kedua tangannya menutup wajahnya karena tak dapat membendung air mata yang berusaha keluar dari balik pelupuk matanya. Siwon mengernyit heran kemudian menuju ke kamar mandi. Bola matanya berputar cepat melihat beberapa petugas yang sedang melakukan usaha evakuasi terhadap Kangin yang berada di box mandi itu. Bau busuk makin menusuk penciuman, padahal ia sudah mengenakan masker. Mereka menggunakan bor listrik untuk membuka pintu box itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Siwon pada seorang polisi yang mengatur evakuasi disana.
"Kami sedang berusaha mengeluarkannya dari dalam sana." jawabnya, "Sepertinya box ini diberi perekat hingga air tak dapat merembes keluar. Korban diperkirakan sudah berada di box ini lebih dari 3 hari. Jadi, mayatnya sudah tak dapat dikenali lagi. Beruntungnya ia berada di apartemen milik Tuan Kim Kangin, jadi sudah dapat dipastikan mayat yang berada di dalam box tersebut adalah Tuan Kim Kangin. Menurut pengelola apartemen, tidak ada selain korban yang mengetahui kunci sandi apartemen miliknya."
Siwon menarik napasnya dalam. Sangat tak terduga. Siapa yang tega melakukan pembunuhan keji seperti ini terhadap Kangin, orang yang sudah ia anggap sebagai Hyung-nya sendiri?
"Apa kau sudah memeriksa CCTV?" tanya Siwon.
Polisi itu mengangguk sedikit ragu.
"Apa aku dapat memeriksanya?" tanya Siwon.
"Tentu saja." Polisi itu keluar dari kamar mandi diikuti oleh Siwon. Ia menuju ke meja yang berada di ruang tengah. Disana terletak sebuah laptop milik kepolisian. Polisi itu memasukkan salah satu USB—dari belasan USB yang berada di sebelah laptop itu, "Ini adalah rekaman CCTV sebelum kejadian."
Siwon mengernyit heran, "Tetapi beberapa hari yang lalu aku sempat menanyakan kepada pengelola apartemen ini, mereka mengira Kangin Hyung keluar negeri untuk menemui orang tuanya, lalu bagaimana bisa ia berada disini?" tanya Siwon.
Polisi itu menghela napasnya pelan. Ia berkonsentrasi pada laptop yang berada di depannya. Setelah beberapa saat polisi tersebut menggeser laptop itu hingga tepat berada di depan Siwon. "Lihatlah!" katanya.
Siwon menyipitkan matanya. Di koridor Siwon menampaki Kangin yang keluar dari apartemennya. Polisi itu kemudian mempercepat tempo video CCTV itu hingga ke hari dimana Kangin ditemukan dalam keadaan seperti itu. Siwon kembali mengernyit. Sangat aneh. Di dalam video tersebut tak tampak Kangin yang kembali ke apartemennya. Jadi, sangat aneh jika Kangin yang keluar dari apartemen—dan tidak kembali kemudian tiba-tiba mati secara mengenaskan di dalam apartemennya.
"Apa rekaman CCTV saat sebelum ini ada?" tanya Siwon.
Polisi itu mengangguk. Ia mengganti USB itu dengan USB lain. "Ini ketika ia baru saja akan kembali ke apartemennya, tepat beberapa jam sebelum ia keluar."
Siwon memperhatikan dengan seksama. Kangin memasuki apartemennya sendirian, tanpa siapapun. Di lorong dekat sana juga tampak sepi. Lalu bagaimana hal ini dapat terjadi? Benar-benar aneh menurut Siwon.
(The Ghost of The Water)
Kyuhyun membuka matanya perlahan. Matanya mengerjap, menyesuaikannya dengan tempat dimana ia berada sekarang. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri dengan cepat, sedikit kebingungan. Gelap dan lembap, itulah gambaran kondisi dimana ia berada sekarang. Kyuhyun berusaha berdiri. Kakinya terasa sangat letih. Entah apa yang telah terjadi dan bagaimana ia berada di ruangan ini, Kyuhyun bingung akan hal itu. Mungkin setelah ia keluar dari tempat yang tidak dikenalinya ini, Kyuhyun akan tidur seharian tanpa ingin diganggu oleh siapapun.
"Dimana aku?" gumamnya bermonolog. Matanya masih menelusuri seisi ruangan ini. Sarang laba-laba memenuhi sudut-sudut dari benda-benda yang sepertinya sudah tidak layak pakai itu. Benda-benda itu juga diletakkan secara tak beraturan. Kyuhyun menduga, sekarang ia pasti berada di sebuah gudang. Tetapi, bagaimana bisa?
Kyuhyun menuju ke pintu ruangan dan menarik pegangannya. Pintunya macet—atau mungkin lebih tepatnya terkunci. Kyuhyun mencoba lagi, namun hasilnya sama saja, ia tak dapat membuka pintu itu. Kyuhyun tampak kesal.
"Siapapun diluar! Buka pintu ini!" teriaknya kencang sambil menggedor pintu. Sesekali ia mencoba menariknya lagi.
Kyuhyun merogoh sakunya, bermaksud untuk mengambil ponselnya kemudian menelpon Kibum. Kyuhyun menekan tombol unlock di ponselnya, namun sepertinya ponselnya lowbatt. Ia merutuk kesal.
Kyuhyun melirik jendela kecil dengan kaca yang kusam, terletak tak jauh dari pintu berdaun dua yang beberapa menit terakhir benar-benar membuatnya kesal. Kyuhyun berjinjit. Posisi jendela itu memang lumayan tinggi, tidak cukup untuk dijangkau. Kyuhyun masih tak dapat melihat keluar jendela itu. Ia terdiam beberapa saat hingga ia melihat sebuah kursi tua yang sepertinya dapat digunakan sebagai tumpuan. Ia memindahkan sebuah kursi tua ke dekat jendela.
Kyuhyun memposisikan kursi itu hingga ia mendapat posisi nyaman untuk melihat keluar. Ia menaiki kursi itu. Tangannya mengelap kaca jendela yang kusam dan berdebu. Mata Kyuhyun membulat, sepertinya hari sudah malam. Dapat ia lihat diluar ruangan itu sangat gelap.
"Sebenarnya aku ada dimana?" gumamnya terheran masih melihat-lihat di sekitar ruangan itu.
Sebenarnya Kyuhyun cukup mengenali suasana di ruangan itu, namun karena terlalu gelap mungkin ia tak dapat memastikannya itu ada dimana.
Krek!
Salah satu kaki kursi itu menimbulkan suara. Kyuhyun menundukkan kepala untuk memeriksanya. Mungkin ia tak dapat berdiri lebih lama di atas kursi itu karena sepertinya sebentar lagi akan roboh. Kyuhyun mengangkat wajahnya, bermaksud untuk memastikan sekali lagi ia ada dimana sebelum kursi itu benar-benar roboh.
"KYA!" teriak Kyuhyun saat setelah mengangkat wajahnya menatap jendela. Sesosok wajah yang menyeramkan dengan mata yang kosong muncul dari balik jendela itu.
Bruk!
Kyuhyun terjatuh dari kursi. Pelipisnya terbentur di sebuah kayu hingga berdarah kemudian ia pingsan.
(The Ghost of The Water)
Siwon berjalan gontai menuju kelasnya. Ia baru saja selesai melayat dari acara pemakaman Kangin. Masih dapat dibayangkan bagaimana raut wajah kedua orang tua Kangin. Mereka masih tak menyangka anak semata wayangnya akan tewas dengan cara seperti itu. Yang lebih menyedihkan lagi, Kangin tewas diduga karena dibunuh, namun tak satupun bukti bahwa pembunuhan telah dilakukan ditemukan. Bahkan setelah pemakaman berakhir, pihak kepolisian memutuskan untuk menutup kasus itu sebagai kasus bunuh diri karena bukti yang tidak cukup kuat sebagai kasus pembunuhan.
Brak! Brak! Brak!
Siwon menoleh ke arah pintu gudang tua fakutas seni-budaya ketika melangkah di depan gudang itu. Siwon mengernyit. Sepertinya Siwon salah dengar, mengingat gudang itu sudah tidak difungsikan. Mungkin itu suara dari ruangan lain atau mungkin itu suara tikus yang berada di gudang itu.
Brak! Brak! Brak!
Siwon menghentikan langkahnya ketika baru melangkah sebanyak dua langkah. Ia menoleh lagi. Kali ini Siwon yakin ia tak salah dengar. Suara itu berasal dari gudang. Siwon melangkah menuju ke gudang itu. Ia menempelkan telinganya di pintu gudang.
Brak!
Siwon terlonjak kaget. Sekarang ia yakin pasti ada seseorang di dalam sana. Siwon menjauhkan dirinya dari gudang itu bermaksud mencari ancang-ancang untuk mendobrak pintu tersebut.
Gdubrak!
Siwon berhasil mendobraknya hanya dengan sekali dorongan. Ia terkejut melihat seseorang yang sangat dikenalnya sedang terkulai lemas disana. "Kyuhyun!" pekik Siwon. Siwon berjongkok, ia meraih kepala Kyuhyun kemudian memangkunya. Tampak pelipis Kyuhyun yang berdarah dan darahnya sudah tampak mongering.
"Siwon—H—Hyung?" gumam Kyuhyun dengan suara serak.
"Bertahanlah Kyu! Aku akan menelpon 911." kata Siwon meraih ponsel dari dalam sakunya kemudian menghubungi ambulance. Kyuhyun segera di bawa ke rumah sakit.
(The Ghost of The Water)
Kibum, Hyukjae dan Donghae menuju ke ruangan dimana Kyuhyun dirawat. Beruntung tak terjadi apa-apa pada Kyuhyun. Walaupun ada luka kecil di bagian pelipisnya, namun tidak terlalu masalah. Dokter juga mengatakan kalau Kyuhyun hanya kurang beristirahat, jadi hari itu Kyuhyun memerlukan istirahat total.
Kibum membuka pintu ruangan itu, tampak Kyuhyun sedang terbaring di bed berseprei putih dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya. Di sisi lain ruangan, tampak Siwon yang sedang mengisi vas bunga dengan beberapa macam bunga yang dirangkai bermaksud untuk memperindah ruangan itu. Menurutnya, mungkin dengan hal tersebut Kyuhyun akan merasa lebih baik.
"Apa yang terjadi, Sunbae?" tanya Kibum. Ia langsung menghampiri ranjang dimana Kyuhyun berbaring.
"Kau tak bercanda kan? Kau menemukan Kyuhyun di gudang?" Hyukjae melontarkan pertanyaannya dengan ekspresi terheran, padahal Siwon belum sempat menjawab pertanyaan Kibum.
"Seperti yang aku katakan di telpon tadi, aku menemukan Kyuhyun di gudang tua itu." jawab Siwon seraya menghampiri ketiganya di dekat ranjang Kyuhyun, "Aku mendapati tubuh Kyuhyun dalam keadaan lemas—," Siwon menghela napasnya sejenak, "Entah apa yang terjadi padanya. Hanya satu hal yang masih mengganggu pikiranku, bagaimana ia masuk ke dalam gudang itu? Padahal kan gudang itu sudah lama terkunci."
"Aku juga berpikiran seperti itu." timpal Donghae, "Apa mungkin Kim Ryeowook itu yang membawanya kesana?" tanya Donghae sekedar menebak.
Kibum menjentikkan jarinya, "Aku setuju, Sunbae!" katanya bersemangat, "Ku pikir jika kita menyelidiki gudang itu, kita bisa dapat petunjuk untuk menghentikan Kim Ryeowook itu."
Mereka berpikir, mempertimbangkan apa yang barusan diungkapkan oleh Kibum.
"Bisa jadi Kibum benar. Mungkin gudang itu ada kaitannya dengan kematian Kim Ryeowook." Hyukjae membenarkan.
"Dan juga gudang itu sudah dikunci selama 10 tahun. Bukankah kematian Kim Ryeowook juga 10 tahun yang lalu?" Siwon memposisikan tangan di bawah dagunya.
Kibum mengangguk pelan, "Semakin lama semakin menarik saja."
"Apa kita tak memerlukan bantuan paranormal?" celetuk Donghae, "Karena ini menyangkut hantu, jadi kupikir kita tak bisa menyelidikinya lebih jauh karena tak satupun dari kita yang memiliki indra keenam."
"Kau benar." Siwon menyetujui.
Tok! Tok! Tok!
Seseorang mengetuk pintu diluar sana hingga mereka menoleh ke arah pintu. Seorang yang memakai jas putih dengan panjang hampir selutut memasuki ruangan. Mereka—Siwon, Kibum, Hyukjae dan Donghae mengernyit aneh ke arah dokter yang masuk ke ruangan itu. Tentu saja, karena dokter ini sepertinya tidak akan memeriksa keadaan Kyuhyun. Tak ada perawat yang mendampinginya dan bahkan dokter itu tak membawa stetoskop yang biasa digunakan. Terlihat seperti dokter ini baru saja selesai menguping pembicaraan mereka. Entah itu hanya kebetulan atau memang disengaja.
"Apa anda ingin memeriksa pasien, dok?" tanya Siwon pada dokter yang beberapa menit berdiri terpaku di dekat pintu.
"Apa kami perlu keluar dari ruangan ini?" tanya Hyukjae.
Dokter itu mengangkat wajahnya—yang semula tertunduk, menatap mereka secara bergantian. "Apa kau mengatakan tentang Kim Ryeowook barusan?" tanya dokter itu dengan mata menyelidik.
Kibum mengangguk ragu, "Y—ya, bagaimana anda tahu? Apa barusan anda menguping pembicaraan kami?" tanya Kibum.
"Jika kalian memerlukan paranormal, aku akan membantu kalian." katanya terkesan to the point dan sukses membuat keempatnya terkejut.
(The Ghost of The Water)
[Flashback]
Kim Yesung, nama yang tertera di name tag miliknya—yang terletak di bagian kanan atas jas kedokterannya. Yesung memeriksa keadaan Kyuhyun, termasuk memeriksa tekanan darah dan infusnya. Ruang rawat Kyuhyun kondisinya sepi karena Siwon yang baru saja keluar untuk membeli makanan dan beberapa camilan. Yesung menginstruksikan beberapa hal untuk dicatat kepada perawat yang mendampinginya.
"Kau boleh keluar!" perintahnya setelah selesai.
Perawat itu mengangguk kemudian keluar dari ruang rawat Kyuhyun meninggalkan Yesung dan Kyuhyun yang masih berbaring disana.
Yesung memperhatikan Kyuhyun dari ujung kaki hingga kepalanya. Yesung mengangkat wajahnya. Kali ini ia memperhatikan bayangan hitam yang sejak tadi cukup mengganggunya. Ya, dia memiliki indra keenam. Walaupun terkadang ia tak dapat melihat dengan sangat jelas bagaimana rupanya, tetapi perasaannya cukup tajam untuk merasakan kehadiran makhluk seperti itu.
"Kau mirip parasit." gumamnya—seperti berbicara dengan bayangan hitam yang berada di sebelah ranjang Kyuhyun.
Semakin lama mata Yesung menangkap dengan jelas bagaimana sosok itu. Lampu di ruangan itu tiba-tiba meredup dan ruangan menjadi gelap. Bayangan hitam itu sekarang terlihat jelas. Sesosok pemuda dengan kulit pucat dan mata yang kosong. Suara gemericik air terdengar secara tiba-tiba dari kamar mandi.
Mata sipit Yesung membulat. Ia cukup terkejut melihat rupa makhluk yang sekarang berdiri di hadapannya. Wajah pemuda itu sangat familiar. Yesung tak salah, pemuda itu memanglah orang yang sangat dikenalnya bahkan sangat dekat dengannya. Dadanya terasa tergencet kemudian sesak. Yesung menunduk menahan gejolak. Matanya menangkap sesuatu di bawah sana. Walaupun dalam suasana gelap, tetapi Yesung dapat melihat air yang mengalir di bawah sepatunya.
"Aku bukan parasit. Aku hanya ingin berteman dengannya." sahut pemuda itu dengan nada datar.
Yesung mengangkat wajahnya. "Kau ingin memilikinya kemudian memanfaatkannya, maka dari itu aku menyebut kau mirip parasit." sahut Yesung, "Atau kau memang benar-benar parasit. Seharusnya kau tidak memperlakukannya seperti itu."
"Bukan urusanmu."
"Aku tak percaya kau ada di depanku sekarang." kata Yesung, menatap mata kosong pemuda itu. Tak terpancar kelembutan, hanya tatapan dingin dan ingin membunuh. Sangat berbeda dengan sosok yang dikenalnya dulu. "Kau meninggalkanku tanpa sebab bahkan kau pergi tanpa meninggalkan jejak."
"Mereka yang menyebabkan semua ini, Hyung." jawab pemuda itu dengan nada yang datar—lagi.
Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Yesung. Ia tak dapat menahannya sejak tadi. Pemuda itu memanggilnya dengan sebutan Hyung. Sebutan yang paling ia rindukan selama 10 tahun terakhir. "Jika kau ingin aku menjadi inangmu, aku siap melakukannya untukmu Ryeowook~ah."[Flashback End]
(The Ghost of The Water)
Siwon membenarkan posisi bantal yang akan digunakan sebagai tumpuan dari kepala Kyuhyun. Sekarang mereka berada di rumah milik Siwon. Ya, Siwon berencana agar Kyuhyun menginap di rumahnya karena tidak mungkin Siwon akan membiarkan Kyuhyun sendirian di rumah sewa miliknya. Kyuhyun tinggal seorang diri disana. Siwon juga tidak memberitahukan hal ini kepada kedua orang tua Kyuhyun, ia hanya takut kedua orang tuanya akan mencemaskan kondisi Kyuhyun saat ini.
"Hyung." lirih Kyuhyun pelan.
"Hum? Apa kau memerlukan sesuatu?" tanya Siwon sambil membenarkan selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun.
"Aku sangat merindukanmu, Hyung." kata Kyuhyun, "Apa kau tak bisa memelukku sekarang? Aku merasa sangat lelah."
Siwon tersenyum, "Apa itu tidak akan mengganggumu?" tanya Siwon. "Kau perlu istirahat ekstra."
Kyuhyun menggeleng, "Ku pikir itu akan membuatku sedikit lebih baik."
Siwon sedikit menyingkap selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun. Ia memposisikan dirinya di sebelah Kyuhyun kemudian memeluknya, menyalurkan rasa sayang serta rindunya setelah beberapa hari terakhir. Tangan Siwon mengelus lembut kepala Kyuhyun.
"Aku juga sangat merindukanmu, Kyu." kata Siwon kemudian mengecup pelan kening Kyuhyun, "Aku mencintaimu, Kyu."
Kyuhyun tersenyum mendengar itu. "Aku juga." bisiknya pelan.
Tangan Siwon mengangkat dagu Kyuhyun hingga mata keduanya bertemu. Wajah Kyuhyun bersemu merah. Bagaimanapun ia agak malu tadi saat meminta Siwon untuk memeluk. Kepala Siwon makin turun seiring dengan makin lama mereka saling bertatapan. Kali ini bibir Siwon sudah tepat berada di depan bibir Kyuhyun, mereka dapat merasakan hembusan napas satu sama lain.
"Kau pernah berciuman?" tanya Siwon setengah berbisik.
Kyuhyun menggeleng gugup. Jantungnya berpacu cepat saat itu. "A—aku ti—tidak pernah melakukannya, Hyung."
Chu~
Siwon mengecup sekilas bibir milik Kyuhyun dan berhasil membuatnya terkejut. "Kalau begitu ini akan menjadi yang pertama bagimu." kata Siwon setelah melepas tautan bibirnya, "Dan mulai sekarang, aku akan melakukannya secara berulang-ulang." sambungnya kemudian kembali mencium Kyuhyun. Kali ini Siwon melakukan lumatan-lumatan kecil pada bibir atas Kyuhyun, bahkan menggigitnya beberapa kali.
Tangannya makin erat membalas pelukan dari Siwon, seperti menahan suatu tekanan pada wajahnya. Kyuhyun memejamkan matanya menikmati sensasi basah dan geli yang diberikan Siwon pada bibirnya.
Ciuman itu berlanjut hingga keduanya terlelap dan menuju ke mimpi mereka masing-masing.
To Be Continue…
