Lima belas menit kami menunggu kedatangan Hatake Kakashi.
Semua jounin-sensei masing-masing team sudah pergi bersama anggota team mereka masing-masing. Bahkan Iruka-Sensei berpamitan pulang ke rumahnya dan memberi pandangan rasa kasihan terhadap kami.
Hanya tinggal aku, Naruto dan Sasuke di kelas.
Naruto sibuk memakan ramen di meja Iruka-Sensei, entah kapan ia pergi membeli itu, Sasuke melihat Naruto dengan jijik dari kursinya.
Tch.
Aku bangkit dari kursiku berjalan menuju meja Sasuke dengan muka marah, Naruto melihat ku dengan penasaran tapi tetap diam di tempatnya. "Oi, Uchiha." Bentakku sambil duduk tepat di meja Sasuke, secara langsung berhadapan dengan Sasuke yang terkejut karena kedatanganku.
"Aku tidak suka padamu," Kataku terus terang "Aku tidak peduli dengan sesuatu yang buruk menimpa mu, aku tidak kasihan terhadap apa yang menimpamu, aku tidak peduli kau kuat dariku atau Naruto, aku tidak peduli jika kau tidak suka padaku dan Naruto atau kau tidak suka bergabung dengan team karena alasan kerjasama team hanya memperlambatku untuk menjadi kuat,"
Mata Sasuke terbelalak kaget saat mendengar kata-kata terakhir yang aku ucapkan. Aku menyeringai jijik pada Sasuke "Tapi aku akan meluruskan ini, Kau Uchiha, anggota team 7, kau adalah anggota team ku dan Naruto. Tidak peduli seberapa sombong atau kuat nya kau, aku dan Naruto akan pasti mengalahkan mu. Dengar Uchiha, jika kau tidak ingin bekerjasama dengan kami, silahkan kau menuju ke Hokage, meminta untuk keluar dari team ini. Jika kau tidak peduli ketika kami mati di saat kita menjalankan misi maka aku tidak akan menyesal melihat kau mati di depan mataku hanya karena kau bangga kau sangat kuat dan bisa melawan musuh yang jauh lebih hebat darimu,"
"Jawab aku dengan jujur Uchiha, apa yang kau pikirkan sebagai ninja Konoha tentang Desa Konoha ini?" Tanya ku, sambil menilai tajam gerak-gerik Sasuke.
Sasuke menggertakkan giginya, mukanya berubah menjadi merah karena marah.
Aku melempar senyuman kejam pada Sasuke "Dari reaksi yang aku lihat, kau tidak peduli pada Konoha atau orang-orang Konoha, yang kau inginkan hanyalah membalas dendam, Jika kau adalah ninja Konoha, kau harus mengerti bagaimana Konoha mementingkan kerjasama antar team, Konohagakure tidak perlu shinobi lemah yang akhirnya mereka mati atau team mereka mati, Uchiha, Jika kau tidak ingin bekerja sama, silahkan keluar dari team ini, dan aku yakin tidak ada jounin dari Konoha yang akan melatih mu hanya untuk 'balas dendam', manusia itu makhluk sosial, membutuhkan satu sama lain, tidak peduli seberapa kuat dirimu, Uchiha, kau tidak akan selamat jika kau sendiri,"
Ruang kelas menjadi sunyi dan tegang, bahkan aku tidak mendengar suara apapun dari Naruto. Sasuke melihat ke luar jendela dengan wajah masam, menolak melihat ku di depannya. "Jika kau bersikap tidak peduli, orang-orang tidak akan percaya padamu, orang-orang akan tidak akan membantu mu, orang-orang akan mati karena mereka enggan meminta bantuanmu, kau tahu apa artinya Uchiha? Kau sama saja dengan pria yang membunuh semua keluargamu,"
Aku tersenyum puas saat melihat Sasuke berdiri, menghentakan tangannya ke meja dan menggeram marah padaku "APA YANG KAU TAHU SIALAN?!"
Senyumku melebar saat Sasuke memelototi ku dengan marah, bahkan aku merasakan aura marah keluar dari tubuhnya, aku tertawa "Sasuke-kun, kau menggelikan, aku tidak tahu apa-apa, aku hanya meluruskan pandangan kau saja, orang-orang menilai mu sebagai jenius, tetapi aku tidak melihat kejeniusan dari dirimu, aku hanya melihat anak laki-laki yang bodoh. Kau tahu kenapa Uchiha? "
Aku menyeringai melihat ekspresi Sasuke "Kau ingin membalas dendam pada saudara mu, tetapi apakah kau tahu apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kau tahu kenapa Itachi membunuh klan nya sendiri dan orang tua nya sendiri? Apakah kau hanya percaya bahwa Itachi membunuh klan nya sendiri hanya untuk mencoba seberapa besar kekuatannya? Kau sangat bodoh jika kau percaya itu, tidak ada orang yang waras yang ingin membunuh keluarganya hanya untuk mencoba kekuatan yang ia miliki, terlebih lagi orang yang baik dan sangat dihargai seperti Itachi. Jika kau memang jenius Uchiha Sasuke, kau akan mencari jawaban sebenarnya sebelum kau membunuh Itachi dan tidak mendapatkan apa-apa, hanya perasaan kosong lalu menyesal seumur hidupmu,"
Aku bisa melihat ekspresi Sasuke penuh dengan kebingungan, mengolah kata-kata yang aku berikan kepadanya. "Pikirkan baik-baik Uchiha, jika kau adalah anggota team tujuh, anggota team ku dengan Naruto, kau akan bekerja sama dengan kami, kami juga akan membantu mu menemukan jawaban yang sebenarnya, kami akan membantu mu untuk menjadi kuat, karena team tujuh akan menjadi kuat bersama-sama,"
Mata Sasuke terbelalak kaget, muka nya kini tidak merah karena amarah, kini muka nya tanpa ekspresi, aku fokus pada gerak-geriknya.
Sasuke menutup matanya, satu air mata mengalir ke pipinya lalu ia tersenyum "Terima kasih Uzukiro,"
Aku tersenyum puas "Itulah yang kunantikan Uchiha," Aku melompat turun dari meja Sasuke, lalu berbaring di meja kosong di samping Sasuke sambil menguap lalu menutup mataku.
"Oi Naruto, berhenti menganga seperti orang idiot, bangunkan aku jika Kakashi-Sensei tiba,"
"A-AZURA!"
Aku terkekeh, lalu tertidur dengan tenang.
"Telat-telat-telat-TELAT!" Aku terbangun saat mendengar suara frustasi dari Naruto, melihatnya mondar-mandir di depan kelas, berjalan dari dinding ke dinding seperti binatang yang terkunci di kandangnya. "Aku tidak pernah melihat sensei baru kita tapi aku sudah mulai membencinya,"
"Hmm, aku tidak tahu" Kataku pelan, menguap sambil mengusap mataku, aku bisa melihat Sasuke melipatkan kedua tangannya di dada, ekpresi jengkel terlukis di wajahnya "Aku menyukai sensei baru kita ini,"
"Itu karena dia lebih pemalas darimu! Sehingga kau bisa tidur seenaknya!" Bentak Naruto dengan marah.
"Aku mempunyai perasaan aneh kenapa sensei baru kita telat," Kataku perlahan-lahan, Naruto dan Sasuke melihat ku dengan penasaran "Aku merasa bahwa Kakashi-Sensei tersesat di jalan yang bernama jalan kehidupan lalu memutar karena kucing hitam lewat di depannya,"
Naruto dan Sasuke melihatku dengan muka yang tidak percaya dan ekspresi 'kau-gila-Azura', aku hanya mengangkat bahu.
Tak lama kemudian, aku melihat Naruto menyengir, lalu mengambil penghapus papan tulis, ia selipkan di atas pintu.
Oh, aku ingat adegan ini.
Sasuke mendengus kesal "Tidak ada jounin, yang akan jatuh pada perangkap seperti itu,"
Aku merasakan chakra yang kuat. Ada seseorang di koridor. Aku mengabaikan Sasuke dan Naruto yang berdebat dan melihat pintu bergeser terbuka, penghapus papan tulis jatuh ke bawah, tepat di atas rambut silver.
Hening.
"Bwahahaha," Naruto tertawa keras "Kau terkena perangkap ku! Aku bahkan tidak percaya itu! Kau lihat teme? Hahahahahaha!"
Kakashi tampak ... tidak berbahaya. Sedikit konyol, sedikit eksentrik, seperti orang tua yang tidak berbahaya. Aku dapat percaya bahwa ia hanya orang yang lemah jika aku tidak tahu siapa Kakashi sebenarnya.
Aku terkesan.
Aku tahu bahwa Kakashi adalah salah satu ninja terbaik di Konoha, ia memiliki Sharingan dan suatu saat nanti akan memiliki Mangekyo. Aku tahu dia sudah menjadi jounin di umur tiga belas tahun, sangat mengesankan melihat dia berpura-pura menjadi orang yang payah dan lemah.
"Kesan pertamaku," Katanya datar "Aku tidak menyukai kalian,"
Ouch.
"Temui aku di atap dalam waktu lima menit," Lalu dia menghilang bersamaan munculnya asap.
Kami sampai di atap tepat lima menit berlari dari kelas menggunakan chakra.
"Bagus," Kata Kakashi-Sensei, bersandar pada pagar-pagar pembatas, kami duduk di depannya sambil menghela napas perlahan-lahan "Sekarang, kita bisa memperkenalkan diri kita masing-masing,"
Hening.
Kakashi mengehal napas nya lalu mengeluarkannya perlahan "Nama, Kesukaan, hal yang dibenci, hobi, mimpi untuk masa depan?"
"Kenapa kau tidak memperkenalkan dirimu dahulu sensei?" Tanya Naruto.
"Oh, aku? Hmm, aku Hatake Kakashi, aku suka...aku benci...aku memiliki banyak hobi...mimpi hmm..." Kakashi mengangkat bahunya.
Naruto mendengus "Yang kita tahu hanya namanya," Bisik Naruto padaku dan Sasuke.
"Tch, Aku Uzukiro Azura, aku suka kopi, aku benci jika hal-hal menyakitkan yang terjadi pada keluarga dan temanku, aku membenci orang-orang yang mempunyai pikiran yang tertutup, hobi ku membaca dan berlatih, mimpi untuk masa depan menjadi jounin yang kuat, mungkin mengambil team genin lalu menyuci otak mereka? Nah terdengar bagus," Kata ku dengan sengiran tidak bersalah. Naruto memberiku ekspresi aneh, aku mengabaikannya.
"Ne," Naruto mengusap kepala bagian belakang, sengiran yang sama sepertiku terlukis di wajahnya "Namaku Uzumaki Naruto! Aku suka ramen dan bento yang dibuatkan Azura, aku benci membaca buku, hobiku berlatih dengan Azura dan makan ramen, mimpi untuk masa depan untuk menjadi Hokage, dattebayo!"
Hmm, ada beberapa perubahan.
"Aku Uchiha Sasuke," Mulai Sasuke dan menghela napas nya "Aku suka...tomat, dan banyak hal yang aku benci, hobiku berlatih, mimpi...bukan, tetapi ambisi untuk masa depan yaitu menjadi kuat dan untuk mencari tahu kebenaran dibalik...pembantaian Uchiha," Sasuke menatapku, aku tersenyum tidak bersalah pada Sasuke, ia memalingkan muka nya.
Hmm... Banyak perubahan Sasuke. Mungkin aku tidak akan membunuhmu. Mungkin.
Aku bisa melihat mata Kakashi melebar saat Sasuke memberi tahu ambisinya, mungkin terkejut karena tidak seperti harapannya.
Maaf Kakashi-Sensei, aku sudah menceramahi nya, jadi terima kepribadian Uchiha Sasuke yang baru ini.
Kakashi menepuk tangannya "Kalian semua memiliki kepribadian yang unik, dan sekarang aku akan memberitahukan kalian apa yang akan kita lakukan besok,"
"Yeah!" Naruto bersorak gembira "Apakah kita akan menjalankan misi? Apakah kita akan menyelamatkan seorang putri? Atau melawan musuh ninja? Aku siap untuk itu!"
Kakashi-sensei tertawa dengan muram. Chakra keluar dari tubuh Kakashi, ia membuat sebuah genjutsu membentuk awan-awan gelap disekitarnya untuk menambahkan efek dramatis.
Hah. Sangat bagus sensei.
"Tidak, misi kita adalah..." katanya dengan misterius "Misi untuk bertahan hidup."
Naruto bersorak lalu membeku di tempat "Misi...untuk bertahan hidup?"
"Kau tahu," Mulai Kakashi-Sensei "Meskipun kau sudah lulus dari Akademi, kau tidak sepenuhnya menjadi ninja Konoha. Dari dua puluh tujuh siswa yang lulus, hanya sembilan yang akan menjadi ninja Konoha sepenuhnya. Maka kalian harus lulus tes yang akan aku berikan. Tes ini memiliki tingkat kegagalan sebanyak enam puluh persen,"
Aku menyeringai, Naruto tampak terkejut, Sasuke memiliki muka serius.
"Datang ke lapangan latihan nomor tiga jam 05:00 besok pagi. Kita akan memulai tes nya jika semua anggota team hadir. Berlatih lah dengan keras, persiapkan diri kalian, aku akan merekomendasikan untuk tidak sarapan kecuali kau ingin muntah,"
Kakashi menghilang menggunakan jurus shunshin, meninggalkan daun-daun yang bertebangan.
Aku menghela napas ku, memastikan tidak ada Kakashi di sekitar, saat aku yakin aku tidak merasakan chakra Kakashi, aku menyeringai "Oi Naruto, Uchiha, jangan pergi dulu,"
Naruto dan Sasuke yang sudah berdiri melihatku dengan wajah bingung, lalu duduk kembali seperti semula "Aku tahu tes apa yang diberikan Kakashi, tes nya yaitu tes lonceng,"
"Tes lonceng? Apa itu? Dan bagaimana kau tahu Uzukiro?" Tanya Sasuke, matanya menyipit dengan tajam.
"Hatake Kakashi adalah jounin yang terkenal, ia murid dari hokage ke empat, saat dia menjadi genin dibawah naungan Hokage ke empat, dia mendapatkan tes lonceng. Dan kau tahu, Hokage ke empat adalah murid dari Jiraiya, seorang Sannin, Jiraiya juga memberikan tes lonceng saat Hokage ke empat menjadi genin, dan Jiraiya adalah murid dari Hokage ke tiga yang menciptakan tes lonceng itu sendiri," Jelasku, lalu menyengir dengan puas "Jadi, aku menyimpulkan bahwa tes yang akan kita hadapi adalah tes lonceng ini,"
Sasuke masih menyipitkan matanya dengan tajam "Bagaimana kau tahu semua informasi itu Uzukiro?"
Aku tersenyum lebar "Uchiha, aku sangat suka mengumpulkan informasi, dan aku mempunyai caraku sendiri, bukankah ninja seharusnya memiliki rahasia masing-masing?" Cemoohku. Sasuke mendengus.
Naruto tertawa "Azura memang seperti itu Sasuke-teme, aku bahkan tidak tahu bagaimana dia mendapatkan informasi-informasi, kau akan terbiasa, abaikan saja,"
Sasuke mendengus kembali, aku terkekeh "Kita harus bekerja sama untuk mendapatkan lonceng ini, kerja sama sebagai team, jadi aku sudah mempunyai rencana,"
Sasuke kelihatan tidak pasti, Naruto hanya menyengir, dia selalu percaya dengan rencanaku, aku mendengus pada Sasuke "Uchiha, terlebih dahulu kau dengar rencanaku sebelum kau menilainya," Jelasku.
"Tch, terserah, ayo cepat bilang saja," Kata Sasuke tidak sabar.
"Jadi, aku akan mempercayakan Naruto untuk memasang perangkap di lapangan latihan tiga, karena Naruto pandai dalam hal ini, lalu..."
Chapter 6 update! Maaf minggu kemaren saya tidak update chapter baru karena sibuk ujian dan cahpter ini singkat (chapter selanjutnya lumayan panjang). Rencananya chapter ini sampai tes lonceng, tapi saya mengubah pikiran, karena masih ada kekurangan-kekurangan.
Kenapa Sakura berada di team lain? Apakah Azura akan menggantikan peran Sakura?
Jawabannya tidak! Azura tidak menggantikan peran Sakura, karena Azura sangat berbeda sekali dengan Sakura, memang betul Azura berada di team tujuh, tapi dia tidak mempermainkan peran Sakura. Saya juga mempunyai rencana untuk Sakura.
No Character Bashing, Azura bersikap seperti itu pada Sasuke, karena Azura tidak menyukai orang-orang yang berpikiran tertutup. Dan Sasuke adalah orangnya, jadi Azura memberi 'ceramah' pada Sasuke dengan caranya sendiri. Sekali lagi, No Character Bashing.
Maaf jika ada typo atau kesalahan pada kata-kata (saya bukan profesional)
Terima kasih sudah favorite, follow, review, dan baca fanfic saya ini!
