BITTERSWEET CHAPTER 6

Cast:

~Choi Siwon

~Kim Ryeowook

~Lee Sungmin

~Park Hyungsik

~Lee Donghae

~Kangin

~Lee Eunhyuk

~Cho Kyuhyun

~SeoHyun

~etc (menyusul!)

Genre & Warning: Yaoi

Pairing: SiWook

OooooO

Yang bertanya kenapa Siwon nembak Ryeowook nya cuma lewat percakapan doang, itu karna kemarin belum dibuat versi lengkapnya, bonus spoiler doang, hehe. Lengkapnya juga gak romantis-romantis amat sih.. maaf maaf yaa kalau kurang seru nembaknya hehe

Kemarin ada yang nanya soal konflik keluarga. Iya betul, cerita yang ini agak imbang konflik keluarga yang baru ada hubungannya juga sama Siwon nya hehe.

Yang nanya Kyu dan minta Kyuhyun panas-panasin Wookie. Kyuhyun ada kok didepan-depan…. dan nih bawa Kyuhyun lagi ya disini. Saya sih kepikirannya selalu orang lain yang panas-panasin Siwon (secara author maunya ngebela Kim Ryeowook terus, hehe maap ya bias) tapi idenya bagus, diusahakan yaaa hehe.

Entah sadar atau enggak, cerita saya memang lebih menjurus ke deskriptif kali ya (?) dan kayaknya kalo baca FF banyak yang nge-skip bagian deskriptif nya. Masih banyak kelemahan dalam menulis, masih perlu improve banyak buat bikin klimaks yang lebih asik dan untuk ngehidupin ceritanya hehe. Maaf yaa kalau ceritanya jelek :p tapi selalu seneng tiap kalian review! hehe.

Tanggal 2 Januari Super Junior KRY konser di Jakarta :( :( :( dari dulu pengen banget nonton konser mereka (lebih pengen daripada konser Suju) tapi gak bisa :( udah nanti Kyu Wook mau enlist gak ada KRY lagi :'( :'( galau berat padahal lagi gak di Jakarta hhaahahahah (abaikan aja komen yg ini :p )

Makasih untuk yang udah baca dan review, selamat membaca!

OooooO

"Nak Siwon…" saat masih lanjut mengobrol, tiba-tiba Nyonya Kim –umma nya Ryeowook tiba di paviliun dimana Siwon dan Ryeowook berada.

"Ah ne ahjumonim" Siwon hampir bangun dan mebungkuk sopan pada sang Nyonya rumah.

"Ada beberapa kue basah diruang tengah. Ryeowooie, nak Siwon kalau lapar silahkan cicipi ya" ujar sang umma dengan senyum lebarnya.

"Ah ne algesemnida ahjumonim. Terima kasihhh"

"Gomawoyo omma" ucap Wookie juga

"Nee" Umma nya Ryeowook kembali lagi kerumah utama.

"Ahjumonim baik sekali ya"

"Heeh. Umma... Memang sangat halus dan pengertian"
Ucap Ryeowook sambik memainkan jarinya di lantai kayu yang mereka duduki saat ini

"Sepertimu dong?" tanya Siwon sambil tersenyum iseng

Ryeowook berpikir selama 5 detik dan hanya bisa tersenyum sinis

"Pembual" ucap Ryeowook singkat
"Menyebutku halus dan pengertian itu sama sekali bohong sekali Siwon ssi"

"Eyyy kau ini tidak percaya! Aku serius tau, nih biar kujelaskan. Maksudku halus itu bukan menghinamu atau bagaimana. Yang kumaksud dengan halus adalah potongan dan tekstur wajah kalian yang mirip sama-sama halus, kau itu tidak sadar ya kalau kamu ini mirip sekali dengan umma mu?"

Ryeowook hanya mendengarkan

"Kalau soal pengertian. Itu pujian tau! Kita kan berteman jadi aku yang bisa menilai kamu itu seperti apa; kalau aku membicarakan yang baik tentangmu seharunya kau senang Ryeowookie.."

"Kamu terlalu banyak berpikir dan memperhatikan hal-hal seperti itu Siwon ssi"

"Wae? Tidak boleh?" Balas Siwon dengan cepat

"Ya bukannya tidak boleh. Ah, terserah kau saja lah"

"Aish kau ini….." dengus Siwon karena gagal lagi memancing Ryeowook untuk mengutarakan perasaannya

Siwon dan Ryeowook sama-sama diam sejenak. Sama-sama hanya memandangi kaki mereka yang bergelantungan hampir mencapai tanah

"Kim Ryeowook. Aku menyukaimu."

Siwon buka suara lagi tiba-tiba memecah kesunyian

"Huh?"
Satu kata refleks keluar dari mulut Ryeowook meminta pengulangan

"Nan.. Jowahaeyo. Apakah kau mau menjadi kekasihku, Ryeowookie?"

Tanya Siwon sambil memandangi wajah kecil Ryeowook yang akhirnya mengengok kearahnya.

Ryeowook terdiam. Rahangnya entah kenapa mengeras masih berpikir pelaaaan untuk mencerna ucapan Siwon barusan

"Kau serius?" Tanya Wookie. Oke pertama dia harus memastikan kalau pria ini serius dulu. Ini bukan permainan kan?

"Eung tentu saja aku serius" jawab Siwon dengan cepat

Ryeowook terlihat berpikir lagi. Entah berpikir apa. Siwon hanya bisa mencoba menebak isi otak pria manis ini.

"Ryeowookie" panggil Siwon sekali lagi

"Eung"

"Lupakanlah status kita sejenak" ujar Siwon dengan pelan namun tegas
"Kalau kita bisa melupakan masalah pekerjaan sejenak"

"Hem"

"Lupakanlah sejenak posisi aku sebagai klien mu, dan segala urusan pekerjaan kita"

"Eung"

Wookie masih bertatapan dengan kedua bola mata Siwon yang terlihat sangat teduh

"aku menyukaimu. Maukah kau menjadi pacarku? Tapi aku tidak mau ditolak karna masalah status proyek ini. Diluar proyek, maukah kau menjalani hubungan pribadi yang lebih serius denganku, Ryeowookie?"

Tanpa Ryeowook sadari tau-taunya Siwon sudah duduk mendekat tepat disampingnya entah sejak kapan

Ryeowook masih diam, tidak tau harus menjawab apa. Dia tidak pernah memperkirakan kalau ini akan terjadi sebelumnya.

Siwon meraih pergelangan tangan kiri Ryeowook dan dieratkannya dengan jari pergelangan tangan kanannya sendiri.

Wookie sedikit kaget, tapi tidak menolak karna Siwon melakukannya dengan sangat lembut.

Kenapa suasananya tiba-tiba berubah se-mellow ini?

Ryeowook seakan tidak bisa berpikir jernih saat ini. Pria kecil ini tidak pernah menyangka Siwon bisa-bisanya menanyakan hal seperti ini padanya. Sungguh.

"Aku serius Ryeowookie"

Panggil Siwon lagi karna Ryeowook masih termenung

5 detik, 10 detik, 15 detik..

"Geurae, kita bisa mencobanya"

Akhirnya Ryeowook bisa membuat keputusan.

Siwon langsung tersenyum sumrigah saat mendengar kalimat tersebut terlontarkan dari bibir Ryeowook

"Yeaaass!"

Haha, proses pacaran mereka seperti bercanda kan? Mungkin banyak kaget kok Ryeowook mau-mau saja dan sepertinya hubungan mereka berkembang terlalu cepat.

Ryeowook sendiri tidak yakin sih apa yang akan terjadi kedepannya, tapi... Dihadapkan dengan keadaan seperti ini, Ryeowook tidak mau menolak hanya karna belum siap. Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan atau takut mencoba.

Siapa tau ternyata mereka bisa lebih cocok dan saling menyukai kan? Selama ini Wookie juga masih baik-baik saja hubungannya dengan Siwon. Ia tidak punya alasan untuk menolak Siwon, pria ini bisa dibilan mendekati sempurna. Jadi, well, bisa Ryeowook coba kan untuk menjalin hubungan pribadi dengan seorang Choi Siwon

In order to love a person, you might have to be generous
If you only want to be loved. There would be no dialogue at the end.
There must be real feelings between the both of us
Don't expect to keep count of everything
You have to recognise the ups and downs in life
You have to be tolerant in order to understand a person
You have to pass all mishaps
In order to understand so-called love

OooooO

If I got locked away and we lost it all today
Tell me honestly would you still love me the same
If I show you my flaws if I couldn't be strong
Tell me honestly would you still love me the same

OoooO

3 bulan kemudian

Hubungan Siwon dan Ryeowook sejak itu berjalan mulus-mulus saja, tidak banyak yang berubah, Siwon tentu saja terus bertemu dengan Ryeowookie setidaknya seminggu sekali.

Entah itu di Busan, di Jeju, atau kadang kalau Ryeowook perlu ke Seoul, sudah menjadi kewajiban untuk Wookie bertemu dengan Siwon disana.

Mengobrol ini itu Ryeowook masih santai-santai saja seperti biasa; begitu juga dengan Siwon yang suka dengan kesibukan Ryeowook dan bagaimana pria manis ini tetap menghargai usaha dan semua ajakan kelarnya.

Jumat pagi di Busan

Siwon sedang berada di Busan –lagi sejak Rabu ini untuk mengurus beberapa dokumen. Pagi hari diujung musim semi, Siwon dan Ryeowook memutuskan untuk mampir ke sebuah kafe untuk minum kopi dulu sebelum Siwon kembali ke Seoul hari itu.

"Pokoknya aku tidak mau tau! Ini haru diganti! Panggil manager atau supervisor mu! Saya perlu bicara dengannya!" bentak Siwon dengan suara tidak santai sama sekali.

Ryeowook yang baru saja kembali dari kamar mandi menghampiri Siwon yang terlihat jelas sedang ngomel-ngomel dengan nada tinggi

"Ada apa sih Siwon?"

Ryeowook sampai harus menggenggam lengan Siwon untuk meminta perhatian pria ini; karna tadinya Siwon menengok saja tidak saat ia tiba disampingnya

"Dia membutkan kopiku dengan susu basi Ryeowook-ah. Kau cium, coba."
Ujar Siwon menjelaskan pada Ryeowookk masih dengan kedua tangan dipinggang

Ryeowook meraih satu cup kopi tersebut dan menciumnya. Ya, dari tekstur nya saja sudah terlihat kopi itu sudah tidak terlihat terlalu bagus

"Cheosonghamnida Tuan, aku benar-benar tidak tau... Manager ku belum datang dia masih dalam perjalanan kesini"

"Yasudah panggil dia sekarang! Hubungi handohone nya! Apa harus aku yang mencari tau nomor hp manager kafe ini?"
Balas Siwon dengan nada tinggi

Ryeowook menatap sang pegawai kafe yang sedang menunduk itu dengan seksama. Pria muda ini paling baru anak kuliahan atau anak SMA, jelas sekali kalau dia masih pegawai baru. Ini baru jam delapan pagi, kafe ini memang baru buka dan Ryeowook-Siwon adalah pelanggan pertama.

"Siwon-ah, tidak usah bentak-bentak seperti itu lah!

"Dan kamu, apakah kamu bisa hubungi manager mu minta tolong secepatnya datang" ujar Ryeowook dengan nada menenangkan

Sang pegawai yang sudah pucat tersebut mengangguk-angguk.

"Dan tolong buatkan latte yang baru juga, untuk kami menunggu sampai manager mu datang. Selesaikan masalahnya?"

"Aniyo ini belum selesai sampai manager cafe ini datang! Dan aku tidak mau minum kopi buatan sini lagi!" Siwon buka suara lagi dengan cepat

"Siwon ssi"

"Aku serius Ryeowook. Dia itu seperti sengaja membodohi kita! Ini tidak bisa selesai dengan hanya melapor saja! Bagaimana tempat ini bisa merekrut pegawai yang tidak bisa membedakan mana susu basi mana yang tidak sih!"

Muka sang pegawai kembali memucat mendengar semprotan Siwon lagi.

"Siwon ssi"

"Apa?" Siwon menaikkan kedua alisnya menatap kedua mata bulat Ryeowook yang sejak tadi menyebut namanya.

"Kenapa sih harus diperpanjang? Kenapa harus dipermasalahkan lebih lanjut?"

"Kenapa kamu jadi membelanya sih?" sahut Siwon

"Aku tidak membelanya; aku cuma minta agar kamu sendiri yang jangan marah-marah. Dia sengaja tau tidak sengaja itu nanti bicara dengan manager nya, tidak usah membentak-bentak Siwon-ah!

"Hargai lah orang lain apapun posisi mereka. Tidak lihat apa dia sudah diam? Jangan mentang-mentang dia cuma pelayan kau bisa berteriak-teriak seenak jidat Choi Siwon" Nada Ryeowook mulai ikut meninggi; dan ia langsung sadar akan hal itu.

Ryeowook menarik nafas sejenak dan langsung duduk kembali ke meja mereka meninggalkan Siwon di counter. Untung belum ada pelanggan lain yg melihat mereka ribut.

Siwon yang tadinya mau membalas tapi sudah keburu ditinggal Wookie pun menyusul pria ini kembali ke meja mereka.

"Kenapa sih kita harus ribut karna hal sekecil ini saja? Itu cuma masalah pelayan Kim Ryeowook. Kamu sendiri juga tidak pernah menjadi pelayan dan berada di posisi mereka kan?

"Jadi jangan lah sok tau soal rasanya saat menjadi mereka Ryeowooie. Kamu itu terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini.."

Ryeowook yang tadinya sudah duduk diam sedikit tersentak dan langsung megerutkan dahinya saat mendengar Siwon melontarkan kalimat tersebut.

"Kamu lah yang sebaiknya jangan sok tau soal hidupku karna kau sendiri tidak tau apa-apa soal kepribadian dan kehidupanku, Siwon ssi"

Mata Wookie langsung menajam dan terlihat sangat marah, berbeda dengan yang sebelumnya.

Siwon langsung sudah membuka mulut hendak bicara lagi tapi Ryeowook duluan memotong sambil bangun dari duduknya.

"Geurae, terserah kau lah. Aku kembali duluan, kita bicara lagi nanti" Ryeowook meraih jaketnya dan hendak berjalan kearah pintu keluar.

"Kim Ryeowook" Siwon lah yang kali ini refleks menahan lengan kurus Ryeowook melihat kekasihnya ini hendak pergi begitu saja

"Apa?"

"Mau kemana ? Kita belum selesai bicara"

"Aku akan kembali ke kantor, daripada berdebat denganmu terus disini kan?"

"Ya!" Siwon mengertakkan giginya hampir marah mendengar ucapan Wookie barusan. Ryeowook tau benar Siwon masih emosi, dan dia sendiri sudah kepancing emosi juga karna ucapan Siwon barusan walaupun tanpa pria tersebut sadari

"Aku serius Siwon. Kita sedang sama-sama emosi. Nanti sajalah kita bicara lagi. Annyong." Ryeowook melepaskan diri dari genggaman Siwon dan menghilang.

Siwon melempar dompetnya ke meja dengan kesal melihat kepergian Ryeowook begitu saja. Ck.

OooooO

Seoul, Senin malam

"Kenapa muka ditekuk terus. Hobi amat marah marah…"

Kyuhyun yang baru tiba menepuk bahu Siwon sekilas lalu duduk disamping pria tinggi klimis ini

"Ck kau tidak tau saja" Siwon hanya melengos sekilas saat melihat kedatangan temannya ini.

"Taulah. Paling lagi berantem sama kekasih mu." Jawab Kyuhyun sambil menaikkan sebelah ujung bibirnya. Ia tau benar tabiat Siwon kalau sedang kesal dengan kehidupan pribadinya. Pasti akan pelarian dengan wine. Mengunjungi wine bar miliknya ini.

"Kim Ryeowook... Jinjja mitchigetta karna satu orang itu" gumam Siwon sambil masih memandang lurus kedepan.

"Wae?" Kyuhyun menopang dagunya dengan sebelah lengan sambil memandangi Siwon dari samping.

"Entahlah, kesal saja rasanya.." Siwon lagi tidak mood menjelaskan secara verbal isi hatinya saat ini

"Makanya cari pacar itu pakai hati, jangan pakai otak dan strategi Choi Siwon"
Kyuhyun menuangkan anggur merah lagi kegelas wine Siwon

"Kalau sudah benar-benar menyukainya, baru pakai otak untuk mendapatkannya. Kalau kau itu lucu, terbalik. Requirement cari pacar saja sudah pakai otak.

"Waktu sama Jinyoung, karna dia memenuhi kriteria istri idaman mu dulu. Lalu mau yang lebih pintar, ketemu Ryeowook itu, main kejar saja tanpa pikir lagi"
Jadilah Kyu menceramahi Siwon panjang kali lebar kali tinggi.

"Kalau sudah dapat saja, baru menyukainya dan mencoba bertahan walaupun kau saja tidak tau apa kau menyukai -benar benar menyukai orang itu apa tidak. Ya bagaimana hubungan mu bisa bertahan broooo.

"Pacaran itu pakai hati. Pakai perasaan. Pakai cinta. Kalau sudah cinta baru pertimbangkan apa dia layak bersanding denganmu apa tidak. Jangan kebalik, memaksa untuk mencintai seseorang itu tidak mudah…. Siwon ssi" Ujar Kyuhyun.

Sebenarnya Siwon bisa saja mengembalikkan semua omongan Kyu dengan argumen miliknya, tapi ia memilih diam untuk sekarang karna sedang tidak mood untuk bicara; dan otak Siwon malah berkerja memikirkan kritik Kyu tersebut yang ada sedikit benarnya.

Siwon mengejar Ryeowook karna keingingan otaknya dan kesepakatan dengan tuan Kim demi kemajuan karir dan ambisinya sendiri. Ia belum mengenal Ryeowook secara pribadi dengan mendalam, jadi tidak anehlah kalau mereka berantem seperti ini.

Tapi... Tapi Siwon juga tidak mengungkiri kalau ia memang sangat penasaran dengan Wookie, ia ingin mengenal Kim Ryeowook lebih jauh, dan hal ini tidak bermodus untuk meraih hal apapun.

Walaupun semua ucapan Kyuhyun ada benarnya.. Tapi setidaknya tidak apa kan kalau ia mencoba mengenal Ryeowook lebih jauh dulu lagi? Kalau memang mereka benar-benar tidak cocok.. Baru Siwon akan menyerah dengan semuanya. Ya begitu.Eh, kalau ia tidak bisa mendapatkan Ryeowook, apa aku siap menanggung konsekuensi nya?

Ani, setidaknya aku sudah mendapatkan proyek itu untuk berjalan.

Eh, tunggu. Jadi kau mengejar Ryeowook demi secarik kertas bermaterai itu saja dari awal Choi Siwon? Kejam sekali kau jadi manusia. Oh tidak, aku bisa gila sekarang.

Siwon masih bengong sambil berdebat singkat sendirian didalam pikirannya seperti ini. Ani, aku harus tetap. Tetap menyelesaikan semua ini dulu. Ya, aku harus meluruskan semuanya dengan Ryeowookie dulu.

Siwon memengguk satu shot terakhir baru bangkit dari duduknya tanpa banyak bicara; pamit pada Kyu, membayar bill lalu kembali kemobilnya.
Aku harus tetap ke Busan akhir pekan ini.

Kyuhyun hanya geleng-geleng kepala sendiri melihat Siwon yang main kabur tanpa banyak bicara padanya kali ini; Biasanya sahabatnya ini akan cerita seperti menceritakan masalah pribadinya dengan mantan-mantan sebelumnya, tapi Siwon malah memendam semua informasi tentang Ryeowook sendirian kali ini.

Ya, Siwon tidak –belum bisa menceritakan sumber masalah yang masih mengganjal didalam hatinya pada Kyuhyun karna ini menyangkut perjanjian pribadi nya dengan Tuan Kim yang sangatlah penting.

Selain itu Siwon sendiri juga jarang membicarakan terlalu banyak soal Ryeowook sendiri pada Kyuhyun; jadi yang Kyuhyun mengerti, Siwon hanya berpacaran dengan Ryeowook karna ia sedang menyukai seseorang yang sibuk berkarir, lebih independen, dan lainnya; -seperti tabrak lari lah pada Kim Ryeowook lah istilahnya.

Well itu memang tidak salah sih, karna Siwon tidak pernah menceritakan sifat-sifat pribadi Ryeowook yang ia sukai, bagaimana mereka cocok, bagaimana ia menemukan Ryeowook sebagai seseorang yang unik dan nyambung dengannya, Siwon tidak pernah memberitahukan itu semua pada Kyuhyun; Seperti menyembunyikan orang istimewa dan semua perasaannya seperti hanya ia ingin simpan untuk dirinya sendiri. Kyuhyun saja sampai sekarang tidak tau bentuk dan rupa orang yang namanya Ryeowook itu seperti apa.

Yap sikap dasar Siwon sejak dulu memang agak menjurus ke posesif dan agresif. Untungnya Ryeowook yang kalem dan dingin sendiri tidak terganggu dengan karakter Siwon tersebut. Mereka adalah dua individu yang hampir bertolak belakang, mencoba menyocokkan diri dengan satu sama lain.

OoooooO

Siwon memarkirkan mobilnya di depan kantor arsitek Kim, bergegas turun dan memasuki gedung itu dengan melenggang santai.

Sang resepsionis, Seohyun sudah kenal terlalu baik dengannya, beberapa arsitek dan pegawai lainnya juga sudah bertemu dengan Siwon sebelumnya; maklum, satu-satunya pengunjung tetap ke kantornya Ryeowook ya cuma satu orang ini.

Siwon naik kelantai dua dan mengetuk pintu ruangan Ryeowook dua kali lalu membukanya.

Eh, kosong. Nihil. Tidak ada apa-apa. Ryeowook sedang tidak ada diruangannya.

Baru saja Siwon celingak-celinguk hendak mengeluarkan handphonenya, pas sekali Sungmin baru saja kembali dari pantry hendak kembali ke kantornya sendiri.

"Sungmin ssi" sapa Siwon pada pria ramah itu

"Oh Siwon ssi" sapa Sungmin dengan senyum khas nya

"Ryeowookie odisseo? Apa kau tau dimana dia sedang berada?" Tanya Siwon langsung tanpa basa-basi

"Emm sedang keluar sepertinya, tapi aku tidak yakin juga dimana. Ada apa Siwon ssi?" Jawab Sungmin

"Bukankah dia sedang tidak memegang proyek apapun saat ini?"

"Emm mungkin sedang membantu pekerjaan rekan kita yang lain kali. Kau kesini tidak menghubunginya dulu?"
Sungmin bertanya balik

Siwon menggeleng "kutelepon tidak diangkat"

"Ohh mungkin dia sedang rapat" sahut Sungmin masih santai

"Aku sms 3 jam yang lalu tidak dibalas"

Saat mendengarnya Sungmin baru menyengir sekilas dan menyadari sesuatu.

"Ahh oke.. Ada apa dengan kalian? Ahahahahah" tanya Sungmin santai, mereka berdua masih sama-sama berdiri di pinggir jendela.

"Ani gwechanende, hanya sedikit salah paham saja…." Jawab Siwon sambil menghela nafas panjang.

"Waeyo?" Tanya Sungmin 100% refleks "Eh aku tidak perlu tau juga Sebenarnya tidak apa-apa sih.."

"Hanya masalah kecil soal seorang pelayan toko saja... Ryeowook membelanya dan aku bilang, untuk apa membelanya kalau kau saja tidak pernah ada di posisi seperti itu kan? Salahku juga sih yang sedang emosi, tapi Ryeowookie juga malah marah, meninggalkan ku sendirian."
Ujar Siwon mengeluarkan uneg-unegnya sambil menjambak rambutnya sekilas

Sungmin yang mendengar ucapan Siwon barusan tercengang sebentar dan terlihat berfikir

"Apa kau ada waktu, Siwon ssi? Bagaimana kalau kita ngopi sebentar?" ajak nya

OooooO

Sungmin dan Siwon menyetir terpisah tapi pergi menuju tempat yang sama, sebuah kedai kopi sederhana dibagian kota Busan lainnya.

Siwon tidak terlalu mengenal seluk-beluk kota ini, jadi ia hanya mengikuti Sungmin saja. Saat masuk berbarengan Sungmin langsung menuju kasir dan bicara dengan sang pegawai sekilas.

"sebentar ya Siwon ssi, aku mau menyapa seseorang dulu sebentar" ucapnya dan tentu saja Siwon tidak keberatan untuk menunggu.

Sekitar 2 menit kemudian, dari pintu belakang keluarlah seorang pria berusia setengah baya mengenakan kemeja tangan pendek dan celana bahan, tersenyum hangat saat melihat Sungmin. Sungmin sendiri juga tersenyum lebar melihat ahjussi ini, langsung disapanya dengan sopan

"Ahjussi"

"Oh Sungmin ssi"

"Annyonghaseyo"

Sungmin membungkuk hampir 90 derajat sopan kepada seorang pria berusia setengah baya yang keluar dari dapur kafe tersebut. Siwon pun jadi ikut membungkuk pada sang ahjussi berwajah ramah itu juga.

"Annyong annyong. Apa kabar mu he? Mana Ryeowook? Tidak ikut dengan mu?"

"Ani ahjussi Ryeowook sedang diluar hehe. Aku hanya ingin ngobrol dengan teman saja." jawab Sungmin sambil melihat kearah Siwon sekilas

"Ohh geurae,,,, baiklah. Duduk lah duduk ne, nanti Jongin akan membawakan kopi kalian"

"Ne terima kasih ahjussi"

"Eyy santai saja, anggap rumah sendiri. Aku masuk dulu, ne? Salam untuk Ryeowook ya!"

"Iya ahjussi kamsahamnidaa. Pasti akan kusampaikan."

"Neee"

Sungmin dan Siwon langsung duduk sebelum memesan, dan 5 menit kemudian seorang pelayan membawakan kopi mereka tanpa Sungmin perlu membayar juga.

"Ahjussi itu adalah pemilik kafe ini?"

"Iya betul. Dia sangat ramah kan? Kopi nya juga enak disini. Makanya aku mengajakmu kesini"
Jawab Sungmin sambil Siwon masih melihat-lihat sekeliling interior tempat ini.

Ya Sungmin memang benar. Kafe ini tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil. Sangat terasa nyaman, minuman dan makanannya juga sepertinya enak-enak.

"Bagaimana kau bisa mengenalnya?" Tanya Siwon sambil menyeruput kopi panasnya yang masih penuh

"Dulu aku berkerja part time disini sebagai pelayan. Dulu sekali, saat aku masih sma, saat kafe ini baru buka." Jawab Sungmin sambil tersenyum

Siwon mengangkat sebelah alisnya tapi masih mendengarkan.

"Ryeowook berkerja disini juga. Kami menjadi pelayan hingga barista selama 3 dari 5 hari kerja setelah pulang sekolah untuk membayar biaya kursus tambahan demi ujian masuk universitas yang sangatlah kompetitif."

Siwon malah hampir tersedak mendengar ucapan Sungmin kali ini

"Kau bingung kenapa ada Ryeowook juga di Busan?" Sungmin bisa menebak isi kepala Siwon dengan sangat tepat

"Ne" sahut Siwon tak kalah cepat.

"Ryeowook memang lahir di Jejudo. Tapi dia dibesarkan di Busan. Kami satu SMA, sama-sama kekurangan uang untuk biaya kursus. Sama-sama kerja dan makan malam di dapur belakang sana.

"Lalu kami masuk ke Seoul National University bersama-sama. Tapi Ryeowook transfer ke Inggris di tahun kedua, dia menyelesaikan hingga S2 disana, sedangkan aku tetap di Korea."

Mulut Siwon mulai ternganga kecil mendengarnya. Apa? Aku tidak salah dengar?

"Selesai kuliah kami sama-sama bekerja sebagai arsitek, sama-sama kembali ke Busan. Dari menjadi mitra hinggga rebutan klien, aku dan Ryeowook pernah mengalami semuanya. Hingga akhirnya dengan modal dan koneksi kami, Ryeowook dan aku mendirikan perusahaan kami sekarang ini.

"Seperti yang kau lihat, Ryeowook sangat terkenal dengan kesuksesan karirnya hingga perusahaan mu menghampiri kami hingga kesini, iya kan?"

Siwon mengangguk. Sungmin masih semangat bercerita.

"Itu soal aku dan Ryeowook. Yang tidak kau mengerti mungkin adalah kenapa Ryeowook bisa ada disini sejak dulu sedangkan orang tuanya ada di Jeju iya kan? Ryeowook sudah cerita padaku kalau kau bertemu dengan appa dan hyung nya di Seoul dulu."

"Ne benar" Siwon memajukan tubuhnya saking penasaran dengan cerita Sungmin.

Sungmin masih hendak bercerita tapi agak bingung sendiri bagaimana harus menyampaikannya.

"Duh, aku harus mulai dari mana ya…." Pria ini mencoba berfikir dengan cepat sejenak

"Hmm begini deh, singkatnya…
Tuan Kim dan isitrinya, dulu, sangat dulu, punya seorang putra. Kim Heechul.
Setahun kemudian, istri Tuan Kim melahirkan seorang putra lagi. Tepat setahun kemudian. Tanpa jeda. Kau mengerti kan?"
Ujar sungmin dengan penuh penekanan.

Siwon mengangguk angguk.

"Setahun kemudiann. Ia melahirkan seorang putra pagi. 3 anak lelaki dalam 3 tahun berurutan"

"Eung"

"Kau tau kan, keluarga nya Tuan Kim itu sangatlah kolot. Sangat kaku. Penuh dengan tradisi, mitos dan lain-lainnya."

"Hem"

"Walaupun mereka tidak kekurangan secara materi, tapi Tuan Kim adalah pria yang memegang prinsip dan sangatlah tegas. Saat putra ketiganya lahir, ia bukannya senang, tapi khawatir karna mitos atau tata krama atau tradisi, ya apalah itu yang mengatakan, sangat bahaya untuk keluarga mereka mempunyai 3 putra didalam satu rumah"

Aigoo…. Siwon mulai mencium arah pembicaraan pria ini

"Jadi, teori itu mengatakan, putra bungsu mereka harus dibawa keluar pulau. Jadilah seorang bayi Kim Ryeowook dibawa ke Busan, dibesarkan oleh relasi keluarga mereka yang tidak punya anak.

"Pasangan itulah yang membesarkan Ryeowook. Wookie memanggilnya appa dan umma. Hingga saat usianya 18 tahun, Ryeowook diberitahu soal hal tersebut dan dibawa pulang kembali ke Jejudo"

"Tunggu, Ryeowookie baru tau semuanya saat ia berusia 18 tahun?" Sambung Siwon dengan cepat

"Ia sudah tau sejak usianya 10 tahun. Tapi Ryeowook tidak mau pergi dari rumah lamanya dan tidak perduli dengan 'orang tua aslinya' tersebut" Sungmin mengucapkan kata-kata dalam tanda kutip sambil mengekspresikan dengan kedua jarinya.

"Ryeowook dibesarkan sebagai anak tunggal dan keluarganya hanya bercukupan. Ia sangat sayang dan dekat dengan appa dan umma nya. Ia tidak pernah mau kembali ke Jejudo saat itu….."

you showed him the best of you; but I'm afraid your best wasn't good enough

and no, he never wanted you; at least not the way you wanted yourself to be loved

and you feel like you were a mistake, he's not worth all those tears that won't go away

Siwon masih terbengong mendengarnya

"Itinya, emm. Sampai mana kita tadi? Yah begitulah, pokoknya Ryeowook ditarik kembali ke Jejudo karna ia sudah dewasa. Ia disekolahkan di Inggris, hingga lulus, lalu kembali lagi ke Korea tapi ke Busan dan..

"Dengan satu dua hal lainnya lah yang aku tidak bisa jelaskan. Yah pokoknya begitulah. Aku hanya bisa memberi tahu sampai situ saja padamu. Agar kaian tidak salah paham lagi"

Sungmin menghela nafas panjang sejenak sedangkan Siwon masih terdiam mencerna semua informasi yang dijelaskan Sungmin barusan.

What? Jadi ini kenapa Siwon dengar Ryeowook ngobrol dengan appa lain di telepon waktu itu? Kenapa dia tidak pernah cerita soal ini kepadaku? Setelah 3 bulan mereka pacaran seperti ini?

"Kenapa dia tidak menceritakan semuanya kepadaku?" Tanya Siwon langsung

"Kalian baru kenal berapa lama sih…. Ryeowook bukanlah orang yang mudah terbuka. Dia sudah mau meladeni mu saja sudah bagus. Pria lainnya biasa nya ditolak mentah-mentah oleh Ryeowook dari awal." Ujar Sungmin dengan santai tanpa berpikir lagi.

Siwon memasang wajah kau serius?! Dan Sungmin hanya membalasnya dengan memasang wajah apakah aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda?!

"Lalu kenapa Ryeowook berkerja dan tinggal di Busan? Tuan Kim mengijinkannya?"

"Tuan Kim sih tidak pernah mengijinkannya tapi Ryeowook juga bukan tipe yang mau mengikuti semua perintah orang tuanya.

Mau nya Tuan Kim sih ya Ryeowook mengurus bisnis mereka, tapi maunya Wookie beda, dia tidak mau tinggal di Jeju, dia maunya menjadi arsitek. Di Busan. Jadilah ini yang kami lakukan"

Oh broken angel, were you sad when he crushed all your dreams?

Oh broken angel, inside you're dying cause you can't believe he would leave you alone, and leave you so cold when you were his son.

But the blood in your vein as you carry his name turns thineer than water. You're just a broken angel.

"Apa dia tinggal dengan orang tuanya, eh maksud ku orang tua yang di Busan?" jujur Siwon hanya tau Ryeowook tinggal di sebuah apartment tapi dia tidak pernah membicarakan Wookie tinggal dengan siapa.

"Aniyeyo, Ryeowook hanya tinggal sendirian untuk berkarir disini, Tuan Kim tidak akan mengijinkannya tinggal di rumah mereka lagi.

"Well, sebagaimana bencinya ia dengan fakta tersebut, tetap darah lebih kental dari air kan? Ryeowook tidak bisa mengungkiri kenyataan kalau ia dilahirkan dari keluarga Kim, adalah bagian dari klan Tuan Kim dari Jeju, bukan dari orang tua yang selama ini membesarkannya"

Siwon mengangguk angguk

"Jadi ini kenapa kau bilang kau harus membujuknya untuk mengambil proyek kami di Jeju?" Tanya Siwon sambil mengetuk-ngetuk meja dengan kedua jarinya

"Em. Ryeowook tidak suka berlama-lama di Jeju. Tapi kami berpikir ulang karna proyek ini adalah tantangan bagus untuk perusahaan kami"

"Dan makanya Ryeowook tidak merekomendasikan tanah ayahnya kepadaku saat aku sedang kesusahan waktu itu?"

"Nah ini juga yang harus aku perjelas Siwon ssi. Bukannya Ryeowook tidak mau membantumu atau mau menggagalkan proyek itu. Tapi Ryeowook tidak memberitahu soal Tuan Kim karna ia tidak ingin melibatkan ayahnya dalam masalah perkerjaannya. Sama sekali."

Cerita Sungmin sedikit demi sedikit mulai memperjelas semuanya. Otak Siwon kembali penuh acak-acakan menyambungkan semua percakapannya Ryeowookie yang ia curi dengar dulu, kenapa Ryeowook tidak pernah membahas soal posisi ayahnya sejak dulu.

Semuanya sedikit-sedikit menjadi masuk akal bagi Siwon, hampir semua rasa ingin tahunya sudah terjawab sekarang.

Jadi ini kenapa Ryeowook sangat terlihat jauh dengan ayah dan ibu kandungnya sendiri? Dan mungkin karna ini juga… Tuan Kim mengajaknya –menarik Siwon kedalam sebuah perjanjian yang seperti hanya menguntungkan bagi Siwon sendiri. Tawaran yang pria ini sendiri tidak mengerti hingga sekarang.

"Apa ia marah karna akhirnya kami berkerja sama seperti ini?" Siwon langsung ingin tau apa Sungmin tau soal perasaan Ryeowook karna pada akhirnya dia benar-benar berada ditengah-tengah bisnis sang appa dan Siwon sendiri.

"Aku juga tidak tau. Tapi Ryeowook tetap memegang omongannya kan? Ia tidak akan mundur hanya karna kalian bisa menemukan ayahnya secara tidak sengaja seperti itu. Ryeowook adalah tipe yang bisa memegang ucapannya. Tapi ya memang ia tidak akan memberitahumu apa-apa. Kau beruntung sekali Siwon ssi bisa mendapatkan informasi tersebut"

Siwon hanya mengangguk lagi mendengarkan

"Dari mana kau tau soal Tuan Kim?" tanya Sungmin penasaran

"Hem? Aku?"

"Iya"

"Dari Hyungsik. Hyungsik ssi tau dari arsitek kalian juga. Jongwoon kalau tidak salah.."

"Ahhhh iya, Jogwoon adalah senior kami di universitas. Cuma sedikit yang tau soal status Ryeowook dengan keluarganya di Jeju."

"Oh ya?" Siwon bertanya lagi.

"Em, tentu saja. Ia tidak mau terpengaruh dibawa embel-embel keluarga Kim terlalu banyak. Ryeowook benci itu semua. Apalagi isu seperti ini kan bukan seautu yang patut dibanggakan di masyarakat;

"tapi Tuan Kim sangat bangga dengan semua yang Ryeowook lakukan sampai saat ini, beliau menganggap semuanya normal2 saja, dia yang membiayai kuliah Ryeowook, jadi Tuan Kim selalu membanggakan kesuksesan Ryeowook setiap ada kesempatan"

Siwon mulai meminit mijit pelipisnya sendiri. Jadi ini alasan kenapa Ryeowook tidak satang ke acara peresmian hotelnya juga, karna ada hyung dan abeonim nya?

"Pusing kan? Aku juga pusing kalau mengingat semuanya" Sungmin menyungging sebuah senyum penuh arti

"Lebih aneh lagi sekarang saat kau berpacaran dengan Ryeowook. Kau serius dengannya, Siwon ssi?" tanya Sungmin sambil menyengir penasaran sekilas.

"Tentu saja" jawab Siwon refleks dengan cepat. Ia juga tidak sadar langsung menjawab seperti itu. Baru sedetik kemudian pria ini baru menelan ludah saat berfikir lagi. Eh, apa kau yakin Choi Siwon?

"Well, aku hanya memberitahu mu soal itu saja sih. Agar tidak ada lagi kesalah pahaman diantara kalian, antara pekerjaan dan masalah pribadi Ryeowook"

Siwon masih mengangguk angguk saja

"Ryeowookie... Ia bukan pribadi yang mudah ditebak" gumam Siwon

Sungmin tersenyum tipis.

"Tentu saja. Dia itu sebelas dua belas dengan tuan Kim. Makanya mereka tidak pernah akur"

Siwon masih terlihat berfikir –sibuk dengan pikirannya sendiri

"Tuh handphone mu bergetar" suara Sungmin membangunkan Siwon dari lamunannya.

Sampai ada notifikasi di handphone nya sendiri saja Siwon sendiri sampai tidak sadar

"Oh iya" gumamnya lalu mengecek smartphone tersebut

Ryeowookie:

Mian baru balas, tadi handphone ku ketinggalan. Kau sudah di Busan? Aku baru selesai mengecek lokasi.

Eum. Makan malam lah bersamaku malam ini.

"Aku mau makan malam dengan Ryeowook, Sungmin ssi. Apakah kau mau ikut?"
Tanya Siwon setelah mengetik balasan sambil menunggu kabar dari Wookie lagi

"Ani, terima kasih. Aku mau pulang saja. Kalian makan lah berdua." Jawab Sungmin dengan cepat

~
Hari sudah hampir sore saat Siwon dan Sungmin melangkahkan kaki mereka keluar dari kafe tersebut menuju mobil masing-masing.

"Gomabda sudah menceritakan semuanya Sungmin ssi" ujar Siwon dengan tulus. Tidak tau ia bisa bodoh sampai kapan kalau Sungmin tidak menceritakan semuanya.

"Santai, aku hanya memberitahumu sebagai temannya Wookie. Sampai ketemu di Jejudo Siwon ssi" balas Sungmin

"Ne hati-hati dijalan"

OoooO

TBC!