"Aaah.. Kenyang.." Luki menepuk-nepuk perutnya yang kembung. Sehabis sholat maghrib, mereka tinggal menunggu adzan Isya'.

"Ya iyalah kenyang. Kamu, kan, sudah menghabiskan 4 puding stroberi" sindir Luka. Soalnya jatah pudingnya juga diembat sama Luki.

"Parfait pisangnya enak banget, deh!" puji Rin sama Renji.

"Wah, masih ada sisa semangka, nih…" tangan Hitsugaya terjulur, hendak mengambil sebongkah semangka yang besaarr sekali.

"Eits…!" Kaiko segera menyambar semangka itu.

"Kak Kaito! Lihat, Kaiko dapat semangka besar!" sahut Kaiko senang. Kaiko membelah semangka itu jadi dua, lalu diserahkannya pada Kaito.

"Nyaamm.." kakak beradik itu melahap semangka tanpa memerhatikan Hitsugaya yang mewek.

"Hiks.. Hiks…" isak Hitsugaya. Miku yang kasihan melihat Hitsugaya, menghampiri kapten cilik itu.

"Kenapa nangis? Miku punya es krim rasa semangka, nih!" kata Miku. Telinga Kaiko dan Kaito langsung berdiri mendengar kata es krim.

"Arigatou gozaimasu!" Hitsugaya melirik sinis Kaiko dan Kaito yang melongo. Es krim pasti enak daripada semangka. Slrupp…

"Oooii..! Tarawih, tarawihh!" teriak Kyouraku pake toa.

"Dapet toa darimana, tuh?" tanya Kira.

"Nyolong."

"GUBRAKK!"

"Btw, cepetan! Ntar keburu penuh masjidnya" suruh Byakuya.

"Lho, masjid keluarga Kuchiki katanya nggak buat umum?" tanya Rukia.

"Tapi biasanya ada tetua-tetua sama pelayan" jawab Byakuya. Semua lalu bergegas mengambil sajadah, sarung, peci sama mukena masing-masing. Mereka lalu berbondong-bondong menuju masjid 'Kuchiki Mosque'.

"Eh, gimana cara pakai mukenanya, nih?" tanya Rangiku pada Nemu.

"…."

"Ah, iya, ya. Percuma nanya" rutuk Rangiku. Nemu tetap diam.

"Rangiku-san tidak tahu cara pakai mukena? Sama, dong!" celetuk Hinamori sambil menatap mukenanya yang bergambar buah persik.

"Aku juga! Kita tanya, yuk, sama orang-orang!" sambung Meiko. Mereka lalu 'bergerilya' dari satu kampung ke kampung yang lain.

"Aneh.." gumam Kiyone. Isane menangguk setuju.

"Kita sholat berapa rokaat, taichou?" tanya Kaien.

"Rencananya, sih, 20 rokaat plus witir" jawab Ukitake. Jamaah perempuan segera membayangkan nasib mereka. Yang ada hanya kemungkinan kaki bengkak, mata merah dan tangan kaku.

"1 rokaat 1 juz!" cetus Yamamoto Taichou.

"OMG!"

-0-

"Al… Allahu.. Akb.. Akbar.." dengan susah payah Mikuo mengangkat tangannya lalu rukuk. Belum-belum…

BRUKK!

Mikuo jatuh. Dengan jatuhnya Mikuo, berarti sudah ada 12 orang yang gugur. Dari barisan perempuan, ada 7 orang. Dari barisan laki-laki, ada 5 orang.

"Astaganaga… Ini neraka atau surga?" keluh Rin yang pertama ambruk.

"Satu burung.. Dua burung…" Yachiru asyik menghitung burung-burung yang berseliweran di atas kepalanya. Dengan kata lain, drop.

"Ya ampun, baru 15 rokaat saja sudah nggak kuat" ledek Luka yang masih tegar berdiri. Rin menatap jengkel pada Luka.

"Biarin. Habisnya capek sih!"

Akhirnya…

"ROKAAT TERAKHIR!" girang Hisagi. Semua bersorak gila-gilaan. Tapi, Yamamoto Taichou malah membentuk evil smirk.

"Masih ada witir. 1 rokaat witir berarti 3 juz.."

"Nooo!" karena tidak tahan, Ukitake, Kyouraku, dll. Mengeroyok Yamamoto Taichou. Terakhir, Yamamoto Taichou digotong bersama-sama lalu diceburin di Brantas (?).

"MERDEKAA!"

-End-