Warning : OC dan OOC

Terima kasih untuk membaca—Arigatou Gozaimasu minna….


XXX


Mein Kampf— Ruangan JiraiyaMinggu, sehabis makan malam.

"Ji-Jiraiya-sama?", Khai kaget karena tiba-tiba di belakangnya Jiraiya sudah berdiri sambil tersenyum.

"Mesinnya bagus?", tanya Jiraiya ramah. Khai hanya cenge-ngesan karena bingung. "Panggil Darbi, aku akan beritahu kalian suatu rahasia! Kalian terpercaya lohh!", ujar Jiraiya napsu. Khai mengangguk semangat.

"Hehe, saya kayaknya udah lupa jalan keluarnya. abis, lorongnya banyak benget..", Khai memegang kepalanya tanda bingung.

"BWAHAHAHA! Saat berjalan, lihatlah ke langit-langit, ada tanda panahnya sebagai penunjuk arah", jawab Jiraiya sambil tertawa. Khai mengangguk dan segera mengikuti panah yang ada di langit-langit.

Mein Kampf—Ruang OSIS—Minggu, sehabis makan malam.

"Apa kalian menyesal?", tanya Pain kepada Naruto dan Kiba. Mereka hanya menunduk. Naruto dan Kiba sedari tadi tidak mendengarkan Pain.

'Kiba! Ini semua gara-gara Kiba! Apa-apaan dia bersama Hinata?! Kuso!!', Naruto terus memaki-maki Kiba di dalam hati.

'Naruto! Kurangajar! Aku dipermalukan olehnya! Semua jadi susah!', Kiba juga memaki-maki Naruto di dalam hati. Keduanya, belum saling memaafkan. Masalahnya saja belum jelas.

"Baiklah, kalau begitu minta tanda tangan Iruka-sensei, wali kelas kalian. karena ini baru pertama kali, hukumannya tidak begiru berat, tapi jangan diulangi lagi, sekarang kalian boleh pergi", ujar Pain. Naruto dan Kiba meninggalkan ruangan.

"Kalian sudah bagus, terus tingkatkan kedisiplinan", ujar Pain sambil menatap ke-4 calon ketua OSIS. Ke-4 calon ketua OSIS tersenyum dan meninggalkan ruangan.

Mein Kampf— Koridor depan ruang OSISMinggu, 19.00

"Berantem gara-gara sapu tangan? Yang bener aja Kib!", Chouji menepuk pundak Kiba.

"Naruto salah sangka kan? Itu sapu tangan yang tahun lalu kan? Yah itu, waktu Kiba masih sama Hinata? Si Kiba ngasi hadiah ultah buat Hinata", tanya Shikamaru sambil melihat ke arah Chouji.

"Kalo itu tahun lalu, kenapa sapu tangan itu bisa ada lagi sekarang? Sabar", hibur Chouji sambil memakan kripik kentangnya.

"Nah! Masalah sapu tangan itu bisa ada lagi, tanya aja Hinata, dia kan yang pegang sapu tangan itu.. Sapu tangan itu yang nemuin Akari.. Akari dimana?", tanya Kiba. Akamaru berlari-lari disekelilingnya.

"Sama Tenten, Temari, Noriko, dan Niku di ruang rekreasi atau nggak udah ke kamar asrama..", jawab Shino.

R. S. Kishimoto—Rumah Sakit terbesar di Konoha—Jam 21:00 malam.

Kakashi, Anko, Wammy, Stellar, dan Zooi sedang berjalan menuju mobil Kakashi. Setelah check-up. Mereka terlihat lesu .

"You will need a wheel-chair, won't you?", tanya Zooi lesu.

"Yeah, something like that..", jawab Kakashi sambil tersenyum.

"Kakashi…", Anko bergumam kecil. Ia tak bisa membayangkan Kakashi dengan kursi roda atau semacamnya, seperti kaki palsu.

"Be patient, Kakashi-sensei..", tambah Wammy ramah. Kakashi bergumam kecil 'Thanks'.

"Everything will be alright Sensei..", sahut Stellar sambil tersenyum. Lalu mereka semua pulang menuju Mein Kampf.

Mein Kampf— Koridor depan ruang kepala sekolahMinggu, sehabis makan malam.

Darbi dan Deidara sedang berdiri di koridor. Deidara bermaksud memberikan Darbi surat yang sudah ia buat dengan susah payah tadi. Walaupun sangat malu, Deidara sudah bersikeras akan memberikan surat itu kepada Darbi. Dan sekarang, inilah waktu yang tepat.

"Da-Darbi-chan, se-sebenernya a-aku mau nga-ngasih..", ujar Deidara terbata-bata saking malunya.

"Ngasih apa senpai?", tanya Darbi Aina-chan ramah. Tiba-tiba Khai datang.

"DARBI-CHAAAAAN!! Ayo ikut ke ruangan Jiraiya-sama! katanya ada yang mau diomongin..,", panggil Khai dari kejauhan, lalu Khai berlari ke arah Darbi.

"Hmm, ya udah deh. Deidara-senpai, kita ngomongnya nanti lagi ya? Aku dipanggil Jiraiya-sama.. nggak apa-apa 'kan?", ujar Darbi dengan sedikit penyesalan.

"Gak apa-apa kok..ya udah ki-kita lain kali ketemuan lagi..", jawab Deidara tenang. Padahal dalam hati Deidara : 'KUSOOO!! Khai ganggu aja nih! Aaargh ga ada waktu lagi nanti!! Kenapa jadi gini!', jerit Deidara dalam hati.

Khai dan Darbi menuju ruangan Jiraiya, dengan mengikuti panah di langit-langit Khai dengan mudah bisa mencapai tempat mesin itu berada. Di ruangan itu, Jiraiya sudah menunggu mereka ber-2.

"Mesin apa itu?", ujar Darbi kaget bercampur kagum. Mesinnya besar dan gagah berwarna hitam. Melambangkan kekuatan.

"Duduk, biar kuceritakan semuanya..", kata Jiraiya sambil menyuruh Khai dan Darbi duduk di kursi yang sudah disediakan.

Darbi dan Khai duduk sambil tetap melihat mesin yang sepertinya hebat itu. Di sisi kanan mesin yang seperti alat peledak moderen itu terdapat sebuah ukiran bertuliskan.. XXX..

"Selain kalian, ada 2 orang kakak kelas kalian yang mengetahui keberadaan mesin ini", Jiraiya memulai dengan serius. "Mesin ini, namanya XXX.. Keren gak?", tanya Jiraiya. Darbi dan Khai mengangguk.

"Pada awal abad ke-20, terjadi perang yang sangat besar di dunia, termasuk Konoha. Mungkin saat itu kalian baru lahir.. Hmm, Para ilmuwan berlomba-lomba membuat senjata yang canggih untuk menghentikan peperangan. Konohagakure dan Sunagakure berkerjasama mendirikan organisasi pembuat senjata".

Khai dan Darbi hanya mendengarkan kagum.

"Organisasi ini terdiri dari para ilmuwan dan cendekiawan, Aku termasuk anggota oraganisasi itu. Organisasi itu di ketuai oleh Sarutobi-sama. Kakek dari teman kalian dan ayah dari Asuma Sarutobi, guru kalian", jelas Jiraiya sambil berpose ala berpikir.

"Kakeknya siapa?", tanya Khai dan Darbi berbarengan.

"Hmm.. Siapa yah, kalau tak salah anak asrama manda, Naruchu Jeevas Sarutobi..", jawab Jiraiya sambil tersenyum.

"NARUCHU-CHAN??", Darbi dan Khai kaget sekaligus kagum kepada Naruchu-chan. Jiraiya hanya mengagguk.

"Ngomong-ngomong ini jam berapa? Wah.. Sudah jam 22.00", ujar Jiraiya sambil melihat jam.

"Ya sudah, kalian harus ke asrama, soalnya cerita ini panjang. Tak akan cukup kalau diceritakan sekarang. Oh ya, tolong jangan ceritakan masalah ini kepada siapapun. Sebentar lagi liburan musim dingin kan? Selamat liburaaan..", ujar Jiraiya sambil tersenyum lebar.

Mein Kampf—Aula Besar—Esok Paginya

"Pagi semua! I love you all! Pengumuman! Liburan musim dingin akan datang sebentar lagi! Bagi para murid yang tidak pulang ke rumah, harap lapor pada pengurus asrama masing-masing!", Guy membacakan informasi dengan pose Nice Guy.

Di Mein Kampf, pada saat liburan, murid boleh memilih, antara tetap tinggal di sekolah atau pulang ke rumah masing-masing.

Murid-murid mulai berisik membicarakan liburan musim dingin. Suasana sarapan pagi pun semakin ramai. Asuma menuju kedepan untuk memberikan pengumuman selanjutnya.

"Pengumuman ke-2, ketua OSIS yang baru akan diumumkan sesudah liburan musim dingin. Terimakasih", ujar Asuma. Aula besar semakin ramai. Nama Neji, Rin Kajuji, Aika, dan Chantika lah yang paling banyak disebut.

Setelah sarapan, kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa. Waktu berjalan dengan cepat, bel tanda istirahat berbunyi. Murid-murid pun menjalankan aktifitas istirahat mereka seperti biasa.

Mein Kampf—Perpustakaan—Jam istirahat

Seperti biasa, Miu pergi ke perpustakaan sendirian. Ini sudah kesekian kalinya Sasuke mengikuti Miu Matsuidara. Dan mereka berdua sudah mulai akrab. Dari hari ke hari pun, Sasuke tambah menyukai Miu. Naruto tidak menemui Hinata karena ia masih sedikit jengkel. Naruto juga masih sangat kesal pada Kiba. Sementara Gaara diajak Niku ke R. S. Mein Kampf untuk menjenguk Matsuri.

"Oi teme, mendingan sekarang aja bilang ke si Miu Matsuidara kau menyukainya!", ujar Naruto pada Sasuke yang sedang memilih buku sambil memperhatikan Miu.

"Bukan urusanmu dobe!", balas Sasuke cuek.

"Hah! Ayolah teme! jangan buang-buang waktu!! Bentar lagi kan kita liburan!! Ayo!", balas Naruto sambil mendorong Sasuke.

Akhirnya Sasuke sampai di depan hadapan Miu. "Sasuke?", Miu menyapa Sasuke.

"Hn", balas Sasuke yang terus mencoba untuk stay cool.

Sementara itu, Saskura, Ino, Putee, Helen dan Hikari menuju ke perpustakaan. Mereka ingin membaca buku sambil ngobrol sambil mengamati Miu dan Sasuke.

"Liburan main ke rumah Helen yaaa!!", ujar Ino antusias.

"Mau main ke rumah? Ada Danzou-baasama.. Gak enak..", balas Helen.

"Jah, ada kakeknya Helen yang rada tegas itu ya.. Terus di rumahnya banyak apa tuh? Yang kayak pengawal-pengawal gaje yang pake topeng?", ledek Putee.

"ANBU?", koreksi Helen.

"Nyah! Itu bener ANBU!! mana kakeknya Helen rada begituuuu.", tambah Hikari.

"Ahahahaha, tapi enak tuh main ke rumah Helen. Ada Danzou-baasama-nya Helen yang rada….", Sakura ikut meledek.

"Hahaha, terserah kalian deh..", balas Helen cenge-ngesan.

Setelah berjalan sambil bercanda tawa, mereka berjalan memilih meja. Saat itu lah Sakura dan yang lainnya melihat sendiri apa yang sedang terjadi. Mereka mendengar ucapan Naruto.

"Sudahlah Sasuke! jangan pakai basa-basi lagi!! Oi Miu Matsuidara, si teme yang satu ini nyimpan perasaan ke kamu!!", celetuk Naruto. Hal itu membuat Sasuke tetep sok stay cool padahal dalam hati ia mengumpat-ngumpat Naruto, Miu langsung merah dan gak konsen baca, gak tau mau ngomong apa. Sedangkan Sakura, matanya merah sudah ingin menangis.

"Jangan dipikirin kata-katanya", Sasuke langsung bangun dari tempat duduknya tanpa melihat ke arah Miu Matsuidara dan langsung membekep mulut Naruto dan menyeretnya keluar.

Miu hanya diam terpaku. 'Kalau memang benar.. Aku juga punya perasaan ke kamu.. Sasuke', ucap Miu dalam hati. Sasuke menyeret Naruto sampai ke pintu keluar.

'Dobe ya dobe! Mulutnya emang gak bisa di kontrol! Sial! Ngerusak aja si Naruto! Idiot banget!', umpat Sasuke dalam hati. Sedangkan Naruto, ia cuma meronta-ronta dari bekapan Sasuke.

Sakura langsung berjalan keluar perpustakaan, sakit hati.. Helen, Putee, Hikari, dan Ino mengikutinya dari belakang.

Mein Kampf—RS.Mein KampfJam Istirahat

"Mau kemana?", tanya Gaara sambil melihat ke arah Niku yang menariknya menuju ke rumah sakit.

"Temenin dong.. Jenguk Matsuri", ucap Niku ceria. Niku adalah sahabat Matsuri. Ia memutuskan untuk mengajak Gaara ke rumah sakit untuk membuat Matsuri senang. Ia tahu Matsuri sangat menyukai Gaara, walaupun Gaara pacarnya, Niku mementingkan kebahagiaan temannya.

"Kenapa aku harus ikut? Ei..Ei", Niku tetap menarik-narik Gaara. Di dalam kamar, Matsuri sedang mengobrol dengan Tenten dan Temari. Sebenarnya, orang tuanya sudah menjemputnya, tetapi, ia tak mau pulang.

"Matsurii!! Lihat..", ujar Niku sambil menunjuk Gaara yang ada di sampingnya. Niku tersenyum.

"Ni..Ni..Niku-chan.. Gaa-Gaara-kun", wajah Matsuri memerah. Temari dan Tenten berjalan ke arah Niku dan membisikkan sesuatu.

"Gaara, kutinggal dulu sebentar..", ucap Niku simpel. Niku, Temari, dan Tenten meninggalkan ruangan.Di luar ruangan...

"Niku, mestinya kamu mikirin perasaan Gaara juga, dia pasti bingung", ujar Tenten memulai pembicaraan. "Jangan bilang kamu udah minta putus sama Gaara?!", tanya Tenten. Niku menggeleng lesu.

"Kemaren kan kamu bilang mau minta putus sama Gaara dan nyuruh Gaara nembak Matsuri, Gaara mana mau kayak gitu!", tambah Temari.

"Kalian kan tahu, Matsuri itu suka sama Gaara lebih lama dari aku kenal Gaara! Sekarang Matsuri sakit, sakit jantung lagi! Bukan apa-apa, tapi aku mau buat dia seneng..", jawab Niku lesu. Temari memegang pundak Niku.

"Tapi, apa yakin Matsuri bakal seneng? Belum tentu!", balas Temari. Tenten mengangguk setuju. Tiba-tiba Gaara keluar ruangan.

"Niku, kamu kan yang bawa aku kesini, ko' aku malah ditinggal di dalem?", tanya Gaara datar sambil melihat ke arah Niku.

"Oh itu.. Aku emang sengaja biar kamu sama Matsuri..heheh", Niku mengusap matanya dan tertawa kecil. Temari, Tenten, dan Gaara kaget atas ucapan Niku.

"Apa?", tanya Gaara.

"Kita.. Putus aja"

Mein Kampf—Ruang Rekreasi MandaJam Istirahat.

Ruang rekreasi Manda ramai seperti biasa. Seiryuu sedang membaca Death Note bersama Kisame. Naruchu-chan sedang duduk di meja yang sama dengan Pola sambil minum jus. Tiba-tiba Yuki datang,..

"Ada Naruchu-chan?", ujar Yuki sambil celingak-celinguk.

"Di sini!!", sahut Naruchu-chan. Yuki pun menghampiri Naruchu-chan.

"Ini nih, ada surat dari kakekmu, tadi Asuma-sensei nitip..", jawab Yuki sambil tersenyum.

"Makasih..", balas Naruchu-chan lalu membaca surat itu.

"Apa isinya?? Boleh tahu gak?", tanya Yuki dan Kankurou.

"Sarutobi-baasama nyuruh aku pulang waktu liburan nanti.. katanya ada yang ada hal penting.. jah, padahal enakkan di sekolah.. ramee..", jawab Naruchu-chan sedikit kecewa.

Sementara Pola, Kakuzu, Pain, Konan, Faika, dan Sasori sedang membaca surat yang diberikan Jiraiya. Di dalam surat itu tertulis..

Jiraiya, Aku Chiyo, mau memberitahu kalau akhir-akhir ini Orochimaru sering menerorku. ia bilang, nyawaku akan terancam jika tak memberitahu dimana XXX berada. Aku janji, aku tak akan memberitahunya. Walaupun nyawaku akan terancam. Jiraiya, pertahankan XXX baik-baik! Jangan sampai jatuh ke tangan organisasi Orochimaru. Jika terjadi sesuatu padaku, aku menyimpan sebuah buku tentang perjalanan hidupku dan beberapa catatan tentang perang dulu termasuk XXX, tolong ambil buku itu jika kau berhasil menemukannya..

Dan.. tolong jaga Sasori baik-baik, aku titip Sasori. Berikan buku itu padanya jika waktunya sudah tiba.. biar ia tahu perjuangan nenek-kakek dan orang tuanya...

salam,

-Chiyo-

Mata Pain dan Konan melebar membaca XXX. Mungkin karena... mereka sudah mengetahui apa itu XXX.

"A- a.. apa maksudnya ini?", tanya Sasori tak percaya.

"XXX? Apa itu?", Faika juga merasa bingung.

"Apa maksudnya ini? XXX? Jangan-jangan... X-tee – X-tee – X-tee!! BWAHAHAHAHAA!", celetuk Pola jayus.

"Itu mah author! yang ada itu., es tea!", ujar Kakuzu sambil menjitak kepala Pola.

"Es tea mah minuman, yang ada X-ray!!", tambah Naruchu-chan. Yang lainnya tertawa-tawa.

"Jahahaha, yang ada juga X-KIRA di Death Note!!", samber Seiryuu yang suka banget death note ikutan jayus-jayusan.

"Yah, pada jayus dah... Seiryuu!! Kenapaaa kenapaa kamu jadi jayus? Apa Death Note buat kamu jayus ya??", Kisame nangis-nangis bombay.

"Ih Kisame kalo nangis kayak Ryuk", ejek Seiryuu.

"Udah-udah, sekarang gimana Sasori? Buku itu dan... XXX?", tanya Pain mulai serius.

"Mungkin liburan nanti, aku akan cari buku itu sampai ketemu... Fa- Faika.. kamu udah janji bantu kan?", tanya Sasori sambil menatap Faika serius.

"Ya! Pasti kubantu nyari buku dan ngungkap masalah ini! Nanti waktu liburan, kita cari itu buku sama-sama..", jawab Faika sambil tersenyum. Sasori pun membalas senyuman Faika.

"Kita juga bersedia bantu kok!", samber Pola.

"Asal ada komisinya..", Kakuzu berkata kecil. langsung lah ia kena jitak dari Pola.

"Aaaaah maaf banget, Sarutobi-baasama nyuruh pulang, Gak bisa ikut. Maaf senpai..", ujar Naruchu-chan.

"Aku dan Konan harus tinggal di sekolah.. urusan OSIS..", sahut Pain.

"Gak apa-apa.. Pola sama Kakuzu ikut?", tanya Sasori. Pola dan Kakuzu mengangguk. Lalu, Faika dan Sasori meninggalkan ruangan untuk mengobrol sebentar.

"Ini..Ulahnya..Ini PASTI ulahnya..OROCHIMARU namanya!", Sasori menonjok tembok disebelahnya.

"Sabar Sasori.. Menurutku ini masalah besar, kita jangan gegabah, apalagi kita 'Cuma' anak SMA kelas 3.. Setahuku, nama Orochimaru ada di buku sejarah", Faika berusaha menenangkan.

"Kita cari di perpustakaan..Yuk..Faika", ajak Sasori. Faika tersenyum kecil dan mengikuti Sasori.

Sementara itu, Tobi sedang memandang jendela. Terus memperhatikan Deeandra yang sedang melukis dari kejauhan.

"Deendra...", gumam Tobi kecil.

"Eh Tobi!! lagi liatin si Hihara-Hihara itu ya?", tanya Deidara sambil meledek.

"Cih, sirik saja! Wah lihat—Deeandra begitu manis ketika menggambaaaar...", ujar Tobi sambil berlimbah air mata.

"Heh Darbi lebih baik dari pada si Hihara-san itu!", balas Deidara.

"Huhuy, tapi si Aina-chan itu gak jago gambar kayak Deeandra..", Tobi manas-manasin Deidara. "Darbi P-I-N-T-E-R!" Lalu mulailah mereka adu mulut seperti biasa. Sementara Zetsu...

"Apa aku boleh jadi juri pertandingan kalian??", tanya Zetsu dengan gaya yang norak plus lebay.

"BOLEH!", teriak Tobi dan Deidara sambil terus bertengkar.

"Oh, thank you... Aku sangaaaaaat bahagiaa..", Zetsu mengusap air mata palsunya.

Waktu pun berjalan cepat.. Kegiatan belajar dan mengajar sudah selesai. Saatnya waktu untuk santai. Waktu bebas.

Mein Kampf—KoridorWaktu bebas

Itachi sedang berjalan sendirian di koridor Mein Kampf yang mewah seperti di Hogwarts. Ia sedang memikirkan kata-kata Yvne tentang Suigetsu yang mau menembak Noriko. Tiba-tiba, ia melihat Noriko. Itachi segera menghampiri Noriko.

"Noriko..", panggil Itachi. Noriko tidak menjawab, ia malah terus berjalan, Noriko takut kalau terjadi kesalah pahaman lagi.

"Noriko!", sekarang Itachi sudah berada tepat di depan Noriko.

"Per-permisi Itachi, aku buru-buru..", Noriko mencoba menghindar dari Itachi dan terus berjalan. Kemudian, Itachi menahan Noriko dengan menggemgam tangan Noriko.

Dan kebetulan, Yvne lewat, ia berhenti dan mengamati mereka berdua sambil memicingkan mata. Yvne selalu membawa Kamera untuk mencari bukti kalau Itachi masih suka sama Yvne. Segera saja, Yvne memotret adegan yang sedang ia lihat itu tanpa sepengetahuan Itachi.

"Apa bener Suigetsu mau nembak kamu?", tanya Itachi serius. Yvne bisa melihat kalau Itachi jealous. Yvne terus memperhatikan Itachi.

"Bukan urusanmu Itachi!", jawab Noriko lalu pergi meninggalkan Itachi.

"Noriko! Oi! Noriko!", Itachi terus memanggil-manggil Noriko.

'Itachi... keliatan sekali...', ujar Yvne dalam hati, kecewa pada Itachi.

"Hebat yah.. Itachi.. Segitunya sama masalah Noriko dan Suigetsu.. hebat..Hebat", Yvne menepuk tangan menyindir Itachi.

"Yvne?", Itachi kaget. 'Sial', umpatnya.

Mein Kampf—Ruang Rekreasi KyubiWaktu bebas

Ruang rekreasi ramai. Banyak murid yang memilih untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan di karenakan cuaca di luar sudah semakin dingin, Musim dingin akan tiba beberapa hari lagi.

Kali ini Deeandra tidak menggambar. Ia malas karena 'pasti' akan diejek Sai. maka ia hanya memperhatikan Sai yang sedang melukis perapian.

Seiryuu juga menghabiskan waktu di dekat perpian karena hangat. Ia memilih membaca deathnote. Zooi, Wammy, Suigetsu, Karin dan Stellar memilih untuk meminum teh didekat perapian juga. Zooi, Wammy, dan Stellar masih memikirkan Kakashi yang 'akan' memakai kaki palsu atau kursi roda.

Ayashi yang sedari tadi hanya bermalas-malasan memilih untuk keluar ruangan. Ia ingin mengobrol saja dengan Kimimaro. Sementara itu..

"Tenten, udah gak lucu lagi kalo kamu terus marah-marah gini", ujar Neji pada Tenten. Di samping Neji ada Rin Kajuji dan Chantika.

"Aku minta maaf kalau salah", tambah Rin.

"Rin.. Beneran deh, aku gak marah sama kamu.. Tapi kesel aja sama..", balas Tenten sambil melirik ke arah Neji. Neji hanya mengernyitkan dahi.

"Yah udahlah. Maafan aja", Chantika memberi komentar. Chantika adalah teman dekat Neji. Ia sering membantu Neji jika Neji mempunyai masalah. Mereka sudah berteman sejak kecil.

"Waktu itu, kita cuma ngobrol.. Bener deh", jelas Rin sambil tersenyum. Tenten mengangguk. Chantika pun tersenyum pada Neji. Neji membalas senyum kecil.

"Maaf yah Nej.. Maaf yah Rin..Thanks ya Chantika", Tenten menjulurkan tangannya tanda minta maaf. Neji tersenyum. Rin tersenyum. Chantika tersenyum. Tenten tersenyum dan mereka tos di udara.

Helen, Putee, dan Hikari berjalan sambil membawa 2 cangkir teh dan setoples kue. Teh untuk Sakura, dan untuk Hinata. Di pojok ruangan, Sakura, Ino, Aika, Yuki, dan Hinata duduk terdiam. Ada 2 orang yang menangis di sana, yaitu Hinata dan Sakura.

"Sakura, itu kan kata-katanya Naruto.. Belum tentu Sasuke beneran suka sama Miu kan?", hibur Ino.

"Tapi dari cara Sasuke ngeliat ke Miu emang udah jelas.. kata-kata Naruto itu bener", balas Sakura. Hikari hanya melihat Sakura dengan kasihan.

"Kalau pun itu bener, masih ada yang lebih bagus dari Sasuke", komentar Aika.

"Bener tuh.. Udah lupain aja.. Mau liburan kok sedih-sedih begini.. Kamu juga Hinata, jangan nangisin Naruto terus", ujar Hikari.

"Hinata, kalau boleh tahu, kenapa sapu tangan dari Kiba yang udah dari tahun lalu bisa ada lagi?", tanya Helen.

"Se-se-sebenernya.. A-Aku ta-taruh sap..pu tangan itu di-ddi lem..mari.. Te-tterus ke-kemmaa rrin aakku la-laggi bu-butuh banget ssap ppu tangaa-an je-jadd di, aakku ke-kel luarrin ter-terus kku pakke, tta-ppi, akku tinggal llin ajja ddi-di att-tas kkasur, tet-terus Ak-kka rr ri, ne ne muin ss-appu ttangan ittu", jawab Hinata sambil menangis.

(Artinya: "Sebenernya, aku taruh sapu tangan itu di lemari, terus kemarin aku lagi butuh banget sapu tangan, jadi aku keluarin terus kupake, tapi, aku tinggalin aja di atas kasur, terus Akari nemuin sapu tangan itu")

"Ya ampun.. Jadi, kamu naruh sapu tangan itu sembarangan di atas kasur?", tanya Aika. Hinata hanya mengangguk. Yuki menepuk pundak Sakura dan Hinata.

"Ya udah, Naruto juga gak akan tahan marah sama Hinata.. Bentar lagi juga nyamperin kamu!", ujar Ino.

"Lagian udah mau liburan.. Mestinya happy!", tambah Putee dengan pose nice-guy. Sakura dan Hinata mulai tersenyum melihat Putee.

"Yuki liburan kemana? Aika kemana? Ikut yo ke rumah Helen!", Hikari berkata sambil tertawa-tawa. Ino juga tertawa-tawa karena tahu, Helen tidak mau rumahnya didatangi.

"Aku disuruh pulang.. Padahal kalau di rumah juga gak ada siapa-siapa", jawab Yuki malas-malasan.

"Kalau aku di sekolah, ada urusan OSIS", tambah Aika.

"Kasian Yuki, anak satu-satunya sih.. Lagian ayah mu, Baki-sama kan? Ketua fraksi militer Sunagakure?", Ino menambahkan.

"Iya.. Ayahku sibuk sama urusan militer dan sebagainya", jawab Yuki.

Tiba-tiba Gaara datang... "Putee, bisa bicara sebentar?", tanya Gaara datar.

"Oh..Gaara, kenapa? Mau ngomong?", Putee bangun dan berjalan keluar bersama Gaara.

Di dekat jendela, Kiba dan Akari sedang mengobrol berdua. Akamaru dan Hori berlari-lari kecil di sekeliling mereka.

"Masalah sapu tangan itu bisa ada lagi, bukan salahku dong.. Sapu tangan itu kan Hinata yang pegang.. Bukan aku..gomen Akari", ucap Kiba dengan nada yang setenang mungkin.

"Iya..Iya.. tapi kenapa pake berantem?", balas Akari yang sepertinya masih sedikit kesal pada Kiba.

"Naruto nemuin sapu tangan itu, yah.. salah sangka juga kayak kamu.. gak bohong deh, sapu tangan itu udah dari tahun lalu", Kiba tersenyum.

"Ooh.. Kalo tahun lalu, kok masih bersih, masih bagus, kayak baru?", sindir Akari. Akari menyeringai. setidaknya ia mau balas dendam pada Kiba yang 'sempat berhasil' membuat dia menangis kemarin.

"Yah..Ah..Emm..Tanya Hinata dong", Kiba mengusap-usap kepalanya tanda bingung. Akari tertawa melihat Kiba yang 'salah tingkah'. Kiba pun ikut tertawa.

Mein Kampf—Luar Gedung Sekolah, Danau—Waktu bebas

Seperti biasa, Ayashi selalu pergi ke danau. Ayashi pun jadi jarag mengobrol dengan teman-temannya yang lain karena ia selalu pergi ke danau tapi ia selalu merasa penasaran dengan cerita-cerita Kimimaro. Akhir-akhir ini, Kimimaro sudah sedikit enak diajak bicara. Tak seperti sebelumnya yang selalu tak nyambung. Kimimaro sudah duduk di tempatnya yang biasa. Ayashi duduk di sebelah Kimimaro.

"Kimimaro, kalo boleh tau.. ayahmu sebenarnya nyari apa?", tanya Ayashi ramah.

"Mesin penghancur yang ingin sekali ia miliki, namanya XXX..", jawab Kimimaro datar.

'UWAA!! Penghancur?! Jangan-jangan... aku ngobrol sama... anak orang jahat??' Ayashi tenggelam dalam pikirannya sendiri.

"Penghancur?", Ayashi memberanikan diri untuk bertanya, tapi Kimimaro tidak menjawab, ia hanya memandang danau. "Memangnya mesin XXX itu ada di sekolah ini? Kenapa kamu yang nyari?" , Ayashi bertanya lagi.

"Mungkin... mungkin ada di sini... Orochimaru-sama memerintahkan 5 orang termasuk aku untuk mencari mesin itu di beberapa tempat yang mungkin tempat disembunyikannya XXX.. dan aku mendapat tugas mencari XXX di sini..", jawab Kimimaro.

'Hah? mana ada mesin penghancur di sekolah? Aneh banget..', pikir Ayashi dalam hati.

Flashback (Memori Kimimaro)

"Tayuya kau cari XXX di markas Pusat Senjata Konohagakure.. menyamarlah jadi karyawan di sana.. Kidoumaru kau cari XXX di Sunagakure, kemungkinan XXX berada di Sunagakure sangat besar, di sana ada si tua Chiyo dan adiknya, si bodoh Baki dan juga si Kazekage ingusan itu. teror saja mereka, bunuh jika mereka menutup mulut terlalu lama.", ujar Orochimaru. Yang lain mengangguk.

"Jirobou, kau selidiki terus si bangkotan membosankan Sarutobi. Jika ia terlalu lama menutup mulut, ancam mati saja dia. Dan kau Kimimaro...", Kimimaro hanya menunduk lesu.

"Kau cari XXX di sekolah rongsokan milik Jiraiya si bodoh itu. Kau akan belajar di situ. Ingat waktu kalian hanya 3 tahun! Jangan menghabiskan kesabaranku! Dengan ditemukannya mesin itu... dendamku pada Konoha bisa terbalaskan! BWAHAHAHAHAHA!", ujar Orochimaru lagi.

"Dan ada yang ingin kusampaikan.. kalian harus berhati-hati dengan Inuzumaki Danzou! Walaupun ia pasti tak tahu dimana XXX berada, kita harus tetap mewaspadainya. Dia itu.. yang membawa banyak anggota kita ke penjara lewat organisasi rahasia jelekkannya yang bernama ANBU."

"Banyak anggota kita yang sudah masuk penjara Sunderland Avenue.. hahaha lucu sekali bukan? Bahkan seorang klan Takahashi dan klan Uchiha pun bisa tertangkap.. Sungguh menarik..", Orochimaru menjulurkan lidahnya seperti ular.

End of Flashback..

"Ki-Kimimaro.. ce-ceritamu i... ini bo-bohong kan? Gak masuk akal.. kamu pembohong", Ayashi sedikit merasa takut.

"Untuk apa aku berbohong? Keluargamu memang terlihat bersih dan terhormat.. tapi, ternyata ada saja sampah yang berasal dari klanmu.. hahahahaha.. klanmu itu tak sebersih yang kau bayangkan.. Uchiha.. Ayashi..", jawab Kimimaro yang sudah mulai aneh lagi.

"Ti... tidak mungkin..", Ayashi sudah ketakutan, lalu segera meningalkan Kimimaro dan berniat tak mau bertemu lagi dengannya.

Mein Kampf—Kamar asrama Kyubi—Waktu bebas

Akina duduk terdiam di kamarnya sambil mendengarkan musik. Ia memandang 2 bingkai foto. 2 orang laki-laki berambut putih kebiruan. Itu adalah foto kakeknya dan foto ayahnya.

"Dan.. Dan baa-sama.. Dan baa-sama JAHAT! Kenapa menyuruh ayah masuk organisasi itu?! Dan baa-sama!", air mata Akina jatuh di atas ke-2 foto itu. Foto dua laki-laki yang tersenyum.

"Gara-gara Dan baa-sama, aku harus tinggal HANYA bersama nenek! HANYA! Walaupun kadang-kadang bibi Shizune datang ke rumah, TAPI TETAP SAJA!!" Akina terus menangis.

Seiring berjalannya aktifitas di Mein Kampf, seiring pula dengan berjalannya waktu. Tak terasa hari sudah gelap dan jam menunjukkan pukul 00:00.

Mein Kampf—Kamar asrama Kyubi—Jam 00:00.

Teman-teman sekamar Deeandra sudah tertidur semua, tapi Dee tetap terjaga hanya untuk melakukan suatu hal yaitu.. melukis. Deeandra memiliki tekad dalam hati. Ia berjanji akan memperlihatkan Sai karya terbaiknya suatu hari nanti.

Deeandra duduk di dekat jendela kamar yang terbuka, Sudah dari kemarin ia melukis pada tengah malam.

"Eh? Itu yang duduk di atas atap itu... orang?", ujar Dee sambil memicingkan mata. Tiba-tiba ia merasa merinding.

'Kemaren gak ada orang.. sekarang ada orang.. serem sih, tapi objek yang keren buat digambar! Selama ini Cuma bulan, atap, pohon.. terus diarsir.. lumayan kalo gambar suasana malam.. ada orang duduk di atas atap disinari sedikit cahaya lampu dan bulan! WOOOOOO! Keren tuh!', pikir Deeandra dalam hati, lalu ia mulai melukis.

Melukis bulan, dan atap dengan seorang laki-laki di atasnya.

Goresan pensilnya terus membentuk laki-laki berambut hitam panjang yang sedikit jabrik, lambang kipas dan lingkaran merah dengan 3 titik hitam menghiasi pakaiannya.

TBC

A/N: Minna maaf chapter kemarin bikin bingung! Semoga chapter yang ini bisa memperjelas chapter yang kemarin.. oh iya, chapter yg ini kepanjangan ya? gomen kalo iya.. hahahaha... oh iya ada sekilas chapter berikutnya.. ini supaya mempermudah pembaca agar bisa mengerti dengan jelas.. :)

- Sasori, Faika, Pola, dan Kakuzu akan mencari buku Chiyo saat liburan nanti.. bakal ketemu gak nih buku? terus bakal keungkap gak nih kematian dan perjuangan nenek Chiyo selama ini? Nah mereka ber-4 akan beraksi nanti!! XDD

-Chantika, Aika, Neji, dan Rin makin ketat dalam persaingan mereka menjadi ketua OSIS! Pain dukung siapa.. dan Konan dukung siapa? siapa yg bakal jd ketua OSIS? Akankah kmenangan itu 'kekal' selamanya?? :)

-Kakashi kakinya mau diamputasi! dia bakal pake kursi roda atau kaki palsu?? apa dia tahan? dan Kakashi akan bercerita ttg masa lalunya? Zooi, Wammy, Stellar support Kakashi? Apa nasib mereka 'se-mengenaskan' cerita Kakashi? :-)

-Miu sebenernya suka sama Sasuke juga, Sakura gimana? Sasuke sukanya sama Miu! Sama siapa akhirnya si Sasuke?? :P

-Yvne sudah memiliki foto sebagai buktinya! Noriko masih suka sama Itachi tp terus menghindar.. Itachi mau bilang apa ke Yvne? Poor Noriko-Yvne.. :'( Itachi plin plan.

-Helen ternyata cucuknya Danzou Inuzumaki!!(Pinjem nama Inuzumaki ya Helen...) Danzou pemimpin ANBU? Sakura, Hinata, Ino, Putee, dan Hikari akan main ke rumah Helen! Ada apa di rumah Helen? Ada apa dengan Danzou? XP

-Niku minta putus sama Gaara demi Matsuri yang sakit-sakitan! Gaara minta bantuan Putee. Bisakah Putee membantu Gaara? Apa Matsuri akan senang dengan pengorbanan Niku? Gaara sama siapa akhirnya? Niku/Matsuri? ;-)

-Kiba dan Akari akhirnya baikkan.. tapi Hinata dan Naruto?? Naruto dan Kiba? Bisakah persahabatan antara Akari dan Hinata serta Kiba dan Naruto kembali seperti semulaaa?? X)

-Tenten, Neji, dan Rin akhirnya baikkan atas bantuan Chantika.. apa mereka bakal 'damai' terus sementara Tenten cemburuan gak karuan?? :'(

-Akina ternyata cucuknya Dan (Mantan pacar Tsunade)! Dan Takahashi jahat? Bagaimana ini? Apa sebenarnya masalah Akina dan keluarganya?? :3

-Naruchu Jeevas ternyata cucuknya Sarutobi!! Sarutobi dalam bahaya gara-gara Orochimaru? hal penting apa yang mau Sarutobi katakan pada Naruchu-chan saat liburan nanti? :X

-Tobi dan Deidara terus mendekati Darbi dan Deeandra! Bakal jadian kah ke-2 orang ini? Akankah salah 1 dari mereka 'ada' yang menang?? :X

-Yuki ternyata adalah anak Baki yang terancam oleh Jirobou! Apa yang terjadi jika Yuki pulang ke rumah dan bertemu dengan Baki? Akankah Baki memberitahu Yuki segalanya? :3

-Khai dan Darbi mengetahui letak XXX sementara Kimimaro tidak sama sekali.. cerita apa yang akan Jiraiya ceritakan saat liburan musim dingin nanti?? ;D

-Ayashi sekarang takut sama Kimimaro dan menjauhi Kimimaro! apakah cerita Kimimaro itu benar? Akankah Kimimaro menemukan XXX? Kimiamro menganggap Ayashi sebagai sahabatnya?? :X

-Seiryuu dan Kisame tidak kemana-mana saat liburan, tinggal di sekolah! Akankah Seiryuu aman jika ia tinggal di sekolah? Kejadian apa yang menanti Seiryuu dan Kisame?? :-D

-Deeandra melukis laki-laki misterius pada tengah malam. Siapakah yang Deeandra lukis?? Berbahayakah melukis di tengah malam? Berhasilkah Deeandra mnunjukkan karya terbaiknya pada Sai? :X

-Shikamaru dan Chouji akan beraksi? Tunggu.. :)

-Mein Kampf? Dalam bahaya besar?? :'(

Mudah-mudahan pada ngerti dengan cuplikan ini yaaa.. –berharap- mudah-mudahan ajaaa saya berhasil memeberikan kejutan kepada semua OC! –ditendang gara-gara banyak omong-

Oh iya, saya mau ngapus salah 1 ceritaa.. menurut minna yang diapus The End Of The Song atau XXX? Sarannya ya! Bantu saya.. hahahahaha.. Oh iya ada RALAT! ADA RALAAAAT!! di chapter kemaren kakeknya Akina itu Nidaime kan? Bukan-bukan! Sebenernya kakek Akina itu Dan bukan Nidaime.. kemarin itu salah ketik.. huhuhuhu maafkan Nakamura yang ceroboh ini ya.. jadi kakeknya akina itu Dan..

Maaf chapter ini panjang dan AN nya juga panjang.. maaf.

...Nakamura Arigatou…...