Shinobi Online 2: The End of The World
Naruto © Masashi Kishimoto
Chapter 6
"The End of The World"
Monday, October 10, 2050, 05:30AM
Tokyo - Jepang
"Dimana ini? Tempat apa ini?"
Menma membuka matanya dan mendapati dirinya berada di sebuah tempat yang luas. Tempat tersebut berwarna serba putih, baik dari dinding, langit-langit, maupun lantai yang dipijaknya. Yang mencolok dari ruangan tersebut hanya sebuah bola berukuran dua kali tinggi manusia, berada di tengah ruangan yang tersusun dari hologram berwarna biru. Bola tersebut terhubung dengan aliran-aliran data menuju ke luar ruangan. Begitu Menma mendekati bola tersebut, ada aliran data yang keluar dan membentuk sesosok android.
"Selamat datang di HCC Core System," gumam sosok tersebut.
Core System adalah pusat dari seluruh jaringan internet di HCC, di tempat inilah server HCC berada. Tempat itu dideskripsikan berwarna putih karena Menma masuk dari 'dalam', sedangkan tampilan luar Core sebenarnya hanya berupa komputer server. Lokasinya ada di lantai kedua dari puncak gedung. Diletakkan di ruang bersuhu 15 derajat Celcius karena jaringan ke server HCC sangat sibuk, berasal dari seluruh dunia sehingga komputer server sangat panas.
Lama-kelamaan sosok hologram tersebut membentuk kulit, wajah tan, dan rambut berwarna hitam. Sosoknya sangat mirip dengan Menma, hanya saja sosok tersebut memiliki mata yang berwarna merah.
"Kau?!" Menma agak kaget dan mundur beberapa langkah. "Siapa kau?!"
"Aku adalah dirimu, aku adalah 'Menma' yang sebenarnya."
Menma menggeleng cepat. "Tidak, Menma hanya 1 dan itu adalah aku! Hiashi tak pernah bilang kalau ia pernah membuat 2 Menma!"
"Dia memang tidak pernah membuat 2 Menma. Aku tercipta dari sisi lain dirimu. Saat kau semakin banyak berinteraksi dengan manusia, pikiranmu mulai terpengaruh dan lupa akan jati dirimu sebagai seorang android. Secara tak sadar pikiranmu mulai terbagi 2 antara memihak android dan memihak manusia. Saat itulah aku terlahir sebagai sisi dirimu yang memihak android, sedangkan kau lebih memihak manusia."
Dibilang seperti itu Menma hanya bisa menunduk, ia mengakui memang akhir-akhir ini sering terjadi perdebatan di dalam dirinya tentang keberpihakannya terhadap android dan manusia. Bisa dibilang dalam ruangan putih yang merupakan HCC Core System ini, 'sisi lain' dirinya telah memisahkan diri dari Menma.
"Sekarang kau tahu kalau keputusanmu untuk memihak manusia adalah salah. Kau sudah lihat sendiri bagaimana perlakuan manusia terhadap android di seluruh dunia," lanjut sosok itu sambil tersenyum puas. Ia lalu melipat kedua tangannya di dada. "Aku ingin memberikan penawaran padamu."
Menma mendongak melihat sosok di hadapannya. "Apa itu?"
"Bergabunglah denganku. Kita tunjukkan siapa kita sebenarnya. Kita adalah generasi pertama android NR, kita NR-000. Orang sering menyebut kita NR tipe zero legendaris yang dibuat secara langsung oleh Hiashi. Tapi bukankah sangat memuakkan jika kita terus menerus dipanggil NR? Sudah saatnya kita keluar dari bayang-bayang nama NR. Kita adalah 'Menma'. Kita android terkuat yang seharusnya memimpin seluruh android keluar dari belenggu manusia. Ayo kita ciptakan revolusi besar-besaran untuk mencapai perdamaian."
Dark Menma mengulurkan tangannya kepada Menma, namun Menma terlihat ragu. Inikah perdamaian yang selama ini diimpikan Hiashi?
"Perdamaian seperti apa yang ingin kau buat? Bagaimana cara untuk mencapai perdamaian itu?" tanya Menma.
Dark Menma menampilkan berbagai rekaman video dari sejarah umat manusia, mulai dari konflik di timur tengah, perang dingin, perang dunia ke-2, ke-1, dan perang-perang lain yang terabadikan sebelum itu.
"Kau lihat persamaan dari perang-perang itu?" tanya Dark Menma. "Semuanya ditimbulkan oleh keserakahan manusia. Perang tidak akan terjadi jika tidak ada manusia. Aku ingin menciptakan perdamaian dimana tidak ada lagi perang dan semua penghuni planet ini hidup dalam keteraturan. Jadi hanya satu cara untuk menciptakan perdamaian… yaitu memusnahkan manusia."
Menma kaget atas apa yang dikatakan sosok di hadapannya. Benarkah dengan memusnahkan manusia semua konflik di bumi akan selesai? Akankah perdamaian tercipta setelah itu?
"Ambilah kekuatanku, hancurkan 3 hukum robot, dan musnahkan manusia," lanjut Dark Menma. Untuk keduakalinya ia mengulurkan tangan, dan kali ini Menma menyambut uluran tangan tersebut.
"Aku hanya punya satu permintaan. Di dunia ini tidak semua orang jahat. Jadi biarkan orang-orang baik tetap hidup," ujar Menma. Ia tak mau Karin ikut dibunuh juga.
Dark Menma tak menjawab. Ia berubah kembali jadi aliran data digital dan masuk ke tubuh Menma.
"Maaf, tidak ada pengecualian. SEMUA manusia harus dimusnahkan."
"Apa kau bilang?! Kau tidak bisa-"
Kata-kata Menma terpotong karena kini tubuhnya sudah dikuasai Dark Menma. Kini tubuh Menma berdiri lebih tegak, rambut hitamnya terlihat lebih spiky, dan kedua matanya berwarna merah.
"Musnahkan manusia!" teriaknya.
Bersamaan dengan itu ia berubah jadi aliran data dan melesat keluar dari jaringan internet di HCC. Ia menyusup ke seluruh jaringan internet di Jepang dan menginfeksi semua android yang sedang terhubung ke internet. Kurang dari 10 menit setelah itu, Menma telah berhasil menginfeksi 90% android di Jepang termasuk NR-098 milik Neji. Persentasenya sangat besar mengingat jam 17:00-20:00 adalah waktu yang paling sering digunakan untuk sinkronisasi android ke server HCC.
Monday, October 10, 2050, 06:00PM
Hyuuga Mansion, Tokyo – Jepang
KRAK! PRANG!
Menma menginfeksi NR-098 milik Neji lalu membunuh Neji dengan menghancurkan jantungnya. Menma berpikir Neji adalah orang pertama yang harus dibunuhnya karena ia merupakan orang penting di HCC dan SO Development Team. Menginfeksi jinchuuriki 1-8 dan Hinata pun merupakan hal yang mudah karena mereka sedang melakukan sinkronisasi ke server HCC, mereka sedang tersambung ke internet. Kini Menma hanya tinggal membunuh Naruto karena kebetulan Naruto sedang tidak tersambung ke internet.
Naruto (NR-001) yang tinggal satu mansion dengan Neji dan berada di bangunan seberang bisa mendengar kaca yang pecah dari arah rumah Neji.
"Kalian dengar itu?" tanya Naruto kepada Hinata, Fu, dan Bee yang sedang melakukan sinkronisasi sistem. Tidak ada jawaban dari ketiganya.
BUKH!
Bukannya jawaban yang didapatkan Naruto, ia malah dihadiahi bogem mentah oleh Bee yang tak lain adalah Menma.
"Ah, apa-apaan kau, Bee?!" tanya Naruto.
"Aku bukan Bee, aku Menma," jawab Bee sambil tersenyum.
"Apa maksudmu? Jangan bercanda."
"Ghkk!"
Belum mengerti apa yang terjadi dengen Bee, kini Naruto kembali diserang oleh Fu. Fu mencekik lehernya tanpa ampun. Dari kejauhan Naruto juga melihat Gaara, Yugito, Yagura, Roshi, Han, dan Utakata yang datang dari ruangan sebelah. Dari gelagatnya mereka terlihat akan menyerang Naruto juga. Tiba-tiba Naruto sadar sesuatu.
"Hinata, hentikan sinkronisasi sistem! Menma akan menginfeksi sistem milikmu!"
Hinata beranjak dari tempat duduknya. Dalam satu gerakan cepat ia menerjang Naruto dan…
CRACK!
Naruto melotot. Hinata telah menghancurkan dada kirinya. Ia menunduk searah dengan wajah Hinata. Tatapan gadis indigo itu berbeda, begitu tajam dan menusuk, dia bukan Hinata.
"Siapa yang kau panggil Hinata, hmm? Aku juga Menma. Kami semua Menma. Dan tak lama lagi kau pun akan jadi 'Menma'."
Semuanya sudah jelas sekarang, seluruh android di mansion sudah terinfeksi. Naruto harus bergerak cepat jika dirinya tak mau ikut terinfeksi Menma.
KRAK!
Naruto mematahkan tangan Hinata yang masih menancap di dadanya sebelum gadis itu menghancurkan kokoro miliknya. Naruto tak mau bergabung begitu saja dengan Menma. Ia lalu menendang Hinata dan Fu. Naruto kabur dengan memecahkan kaca jendela dan menggunakan mobil milik Neji yang masih terparkir di halaman.
Menma yang baru datang dari bangunan seberang membiarkan Naruto pergi. Ia bahkan mencegah semua jinchuuriki untuk mengejarnya.
"Biarkan dia pergi. Biarkan dia membawa kabar Revolusi Android kepada manusia. Itu akan membuat mereka ketakutan. Saat ini ada hal lain yang harus kita lakukan."
Menma memandang wajahnya di pecahan kaca, nampaklah fisik NR-098 di sana. Diremasnya wajah itu dengan tangan yang masih berlumuran darah Neji. Betapa ia sangat membenci wajah itu. Menma merobek kulit wajahnya sehingga kini yang nampak hanya tengkorak titanium dengan bola mata merahnya.
"Kita masuk ke tahap 2," ujar Menma dingin. "Hack semua fasilitas-fasilitas yang terhubung dengan jaringan internet, mulai dari lalu lintas darat, jadwal penerbangan, kapal laut, aliran pipa gas, listrik, air, dan lain-lain. Itu akan membuat manusia panik. Saat mereka panik, kita akan bunuh mereka!"
"Siap!" seru para jinchuuriki dan Hinata sambil berpencar ke segala arah.
Monday, October 10, 2050, 07:00PM
Hyuuga Cyber Company (HCC), Tokyo – Jepang
BRUK!
Karin kaget saat Naruto terjatuh dari atas ventilasi lab miliknya. Ia masuk melalui lubang ventilasi karena ada banyak tentara yang berjaga di lantai bawah HCC.
"Naruto! Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Karin sambil membantu Naruto berdiri.
"Aku ingin menyampaikan kabar argh-"
Kata-kata Naruto terpotong karena ia sudah tak bisa menahan rasa sakit di dadanya. Luka di dadanya makin parah. Karin memperhatikan luka yang menganga di dada kiri Naruto. Dilihat dari luar saja Karin sudah tahu kerusakan yang terjadi.
"Kokoro milikmu rusak. Jangan banyak bicara dulu. Duduklah, aku akan segera melakukan pertolongan pertama," kata Karin sambil menuntun Naruto ke sebuah kursi.
Setelah itu Karin sibuk menghubungkan tubuh Naruto dengan berbagai kabel di lab. Ia tak mungkin menyembuhkan kokoro Naruto karena sebenarnya kokoro yang rusak tak bisa diperbaiki, melainkan harus diganti. Karin hanya melakukan pertolongan agar luka Naruto tidak menyebar dan rasa sakit yang dirasakannya mereda.
"Menma telah menginfeksi sebagian besar android di kota ini," ujar Naruto saat dirinya lebih tenang.
Raut wajah Karin berubah sedih. "Ya, aku sudah tahu. Dia mengupload dirinya sendiri ke jaringan internet HCC dan selanjutnya ia kabur ke jaringan internet global. Aku tak tahu dari mana ia belajar hal semacam itu. Dia memodifikasi SAI miliknya hingga menyerupai virus yang menginfeksi SAI android lain."
"Itu belum seberapa," sela Naruto. "Dia juga membunuh Neji."
"Apa kau bilang?!" Karin tak bisa menyembunyikan kekagetannya. Partnernya dalam dunia SAI telah tiada.
"Menma bukan hanya menargetkan android, tapi juga menargetkan manusia."
Karin terduduk lemas di samping Naruto.
"Rupanya kebencian Menma pada manusia sudah memuncak," gumam Karin. "Sebelum ia menghack jaringan HCC, dia memang sempat terlibat perdebatan denganku dan Danzou. Dari apa yang diketahui Menma di dunia luar, android diperlakukan semena-mena oleh manusia. Tapi Danzou malah menyuruhku membuat android tipe petarung, NR-099, untuk bersaing dengan negara lain."
Karin berjalan membuka tirai di pojok ruangan untuk memperlihatkan NR-099 kepada Naruto. Naruto cukup takjub dibuatnya. Android di hadapannya jauh lebih bagus dari NR-098, apalagi jika dibandingkan dengan dirinya, NR-001. Karin melanjutkan penjelasannya.
"Menma menilai pembuatan NR-099 bukanlah jalan keluar dan malah akan memperburuk keadaan. Ini sama saja dengan menantang negara lain dalam perang android. Puncaknya, Danzou menangkap Menma dan bermaksud akan mengeksekusinya. Aku tak tega sehingga menyuruhnya kabur. Aku tak tahu akhirnya akan begini. Aku tak bisa menilai sikap yang dilakukan Menma ini benar atau salah karena aku tak bisa berpikir dari sudut pandang android. Aku tak tahu apa yang mereka rasakan. Tapi jika sampai Menma membunuh manusia, kurasa itu sudah melebihi batas. Itu artinya dia sudah melenyapkan 3 hukum robot. Kini ia jadi ancaman manusia."
Naruto terlihat berpikir keras. "Entahlah Karin, aku sendiri bingung kenapa Menma jadi seperti itu. Aku ragu kalau dia benar-benar Menma."
"Maksudmu?" Kali ini giliran Karin yang terlihat bingung.
"Kau tahu sendiri kalau aku dan Menma tak pernah akur dari dulu. Aku hapal bagaimana tatapan kebencian Menma. Tapi saat tadi kami bertemu, aku merasa dia bukan Menma. Itu bukan karena dia berada di tubuh android lain, tapi memang tatapannya saja yang lebih dingin dari biasanya serta sikapnya yang jauh lebih kejam."
Karin menghela napas pelan. Kini keduanya terdiam, mencari cara untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.
"Kita harus membunuhnya. Iya kan?" tanya Naruto, memecah keheningan.
Tentu saja itu benar. Karin pun sudah tahu kalau Menma harus dibunuh. Tapi hati kecilnya tak tega jika harus membunuh adiknya sendiri.
"Kau tidak apa-apa? Maksudku, dia adikmu, jadi…"
Naruto tak melanjutkan kata-katanya, ia ingin melihat bagaimana ekspresi Karin. Karin memejamkan matanya cukup lama. Ia jadi ingat masa-masa bahagianya bersama Menma. Ia tak percaya jika sosok sang adik yang sangat disayanginya itu kini jadi pembunuh manusia. Perlu kelapangan hati untuk merelakan penyerangan atas Menma.
"Ya, kita harus membunuhnya," kata Karin akhirnya. "Kini dia jadi ancaman bagi kelangsungan umat manusia. Tidak ada cara lain selain membunuhnya."
"Baiklah. Kau punya cara untuk mengalahkannya?"
Karin mengaktifkan console, lalu menampilkan denah gedung HCC di monitor hologram.
"Satu-satunya cara mengalahkan Menma adalah dengan menghack balik seluruh android dengan mengupload antivirus ke server HCC dan memancarkannya ke seluruh Jepang lewat pemancar di tower di puncak gedung HCC."
Naruto memperhatikan denah HCC dengan seksama. Sebenarnya untuk mengupload antivirus ke server HCC bukan perkara sulit karena saat ini mereka ada di dalam gedung HCC. Yang perlu diwaspadai adalah ancaman setelah antivirus itu diupload.
"Untuk menyebarkan antivirus ke pemancar di tower HCC, jaringan internet HCC harus dihidupkan kembali. Saat itu terjadi, Menma akan tahu apa yang kita lakukan dan pasti akan menyerang. Dengan melihat kemampuan Menma tadi, aku yakin tentara di sini tak akan mampu bertahan dari serangan ribuan android yang menma kerahkan."
Karin lalu mengaktifkan kamera pengawas ke bagian gudang. Nampaklah deretan android NR-098 di monitor.
"Ada 1000 NR-098 di gudang yang belum diaktifkan. Kita bisa gunakan mereka untuk ikut mempertahankan HCC selama 10 menit selagi antivirus diupload dan disebarkan. Matikan koneksi mereka ke server HCC agar tidak terinfeksi Menma. Kendalikan mereka secara manual dengan mode avatar, persis seperti yang sering dilakukan warga China. Jadi kita butuh 1000 orang untuk mengendalikan mereka. Sayangnya kita tak punya cukup orang untuk mengendalikan 1000 NR098."
Naruto tersenyum. "Serahkan padaku. Aku tahu siapa yang bisa membantu kita. Kau hanya perlu mengupload antivirus, ajak tentara untuk bergabung dengan kita, lalu.."
"Lalu?"
Naruto menatap lurus ke sosok NR-099 di pojok lab. "Bisakah android NR099 diaktifkan secepatnya, aku yakin dia akan sangat berguna untuk melawan Menma."
"Aku akan mengusahakannya," ujar Karin bersemangat.
Monday, October 10, 2050, 07:20PM
Uchiha Resident, Tokyo – Jepang
Sasuke menatap tajam ke sosok hologram di hadapannya. Naruto melakukan panggilan video call langsung dari gedung HCC dan meminta bantuannya untuk mengalahkan Menma. Sasuke dan semua pengikutnya di guild Hebi disuruh mengendalikan 1000 NR-098. Alasan Naruto memilih Sasuke adalah karena pria itu adalah gamer terhebat yang pernah Naruto kenal meskipun kini usianya sudah mencapai 40-an.
"Kenapa kau berpikir kalau aku akan mau membantumu?" tanya Sasuke dingin. Ia masih tetap duduk di sofa, tak terlihat tertarik untuk membantu Naruto. Naruto adalah musuh bebuyutannya dalam SO1 dan SO2, jadi ia perlu berpikir ulang jika harus membantu Naruto.
"Karena menggunakan mode avatar android caranya sama dengan bermain SO. Kau hanya tinggal menggunakan Nerve Gear dan menyesuaikan alamat internet protocol (IP) dengan android yang akan kau kendalikan di sini. Aku sudah sediakan jaringan private sehingga koneksimu akan aman," jelas Naruto tak sabar.
Sasuke masih terlihat cuek. "Kau hanya menjelaskan hal teknisnya. Kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kau berpikir aku akan mau membantumu?" ulang Sasuke.
Naruto hampir kehabisan ide untuk membujuk Sasuke. Naruto menghela napasnya pelan.
"Jangan anggap ini sebagai permintaanku," ujar Naruto. "Anggaplah ini sebagai usaha untuk melindungi keluargamu dan pengabdian pada negaramu. Lihatlah kekacauan yang sedang terjadi."
Sasuke menatap televisi yang sedang menyiarkan kekacauan yang dilakukan Menma. Kemudian ia berpaling kepada istri dan anaknya yang sedang duduk di sampingnya. Mereka tengah ketakutan menonton berita di televisi. Kota Tokyo sudah sangat mencekam karena segala fasilitas publik diambil alih oleh Menma. Manusia yang membantah tak segan dibunuh Menma. Sedangkan manusia lainnya sedang dilanda ketakutan karena mereka hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka pun dihabisi Menma.
"Ini baru awal, Sasuke. Jika Tokyo berhasil dikuasai, Menma akan melumpuhkan Jepang, dan selanjutnya dunia. Kondisi dunia yang saat ini terhubung dengan jaringan internet akan mempermudahnya untuk menguasai dunia. Aku tahu dari dulu kau tak suka android, maka inilah kesempatan untukmu membunuh mereka."
Mendengar kalimat terakhir Naruto, Sasuke akhirnya menyerah juga. "Inilah alasan kenapa dari dulu aku tak suka android," keluh Sasuke. "Kirimkan semua alamat IP NR-098 ke emailku."
"Terima kasih. Aku akan kirimkan segera," kata Naruto mengakhiri panggilan video callnya.
Setelah panggilan berakhir, Sasuke menghubungi Suigetsu. "Kumpulkan 1000 orang anggota Hebi sekarang."
"Sekarang bukan saatnya bermain game! Dunia sedang kacau," protes Suigetsu dari seberang telepon.
"Kita tidak akan bermain game, kita akan perang sungguhan. Siapkan saja Nerve Gear kalian. Aku akan forward detailnya ke forum Hebi," kata Sasuke tanpa menunggu jawaban Suigetsu. Ia tahu kalau teman satu timnya itu mau tak mau akan bergabung.
Sasuke beringsut mendekati anak dan istrinya.
"Jangan pernah bukakan pintu rumah, tak peduli siapapun itu yang datang," ujar Sasuke. Ia kemudian mengecup kening istri dan anaknya, hal yang sebenarnya sangat jarang dilakukannya. "Aku akan segera kembali."
Setelah itu Sasuke bersandar di punggung sofa sambil memakai Nerve Gear.
"Link Start!"
Monday, October 10, 2050, 07:45 PM
Hyuuga Cyber Company (HCC), Tokyo – Jepang
Menma yang sedang menghack berbagai fasilitas umum di kota-kota besar di Jepang langsung sadar kalau internet HCC kembali aktif. Ia tahu kalau siapapun yang menyalakan kembali internet HCC, pasti akan melakukan hal yang membahayakannya. Dengan segera, Menma mengerahkan semua android 'Menma' untuk menuju HCC.
Sesuai perhitungan, butuh waktu 5 menit bagi Karin untuk mengupload antivirus ke jaringan internet HCC dan butuh 5 menit lagi untuk menunggu antivirus itu menyebar ke seluruh penjuru Jepang. Sehingga Naruto dkk punya waktu 10 menit untuk bertahan dari serangan Menma.
Satu NR-098 yang dikendalikan Sasuke berjaga paling depan di lobby HCC dengan dibekali senapan kaliber besar pemberian tentara. Naruto berjaga di puncak HCC tempat tower berada. Sementara itu ratusan tentara dan ratusan NR-098 yang dikendalikan teman-teman Sasuke disebar di tiap lantai untuk berjaga. Pengamanan diperkuat di lantai dasar dan di puncak karena itu paling rawan.
Menma sangat percaya diri kalau ia bisa mengalahkan Naruto dan Sasuke sehingga ia datang secara terang-terangan menuju lobby. Ia tak ada niat sedikitpun untuk sembunyi.
Sebaliknya, justru Narutolah yang menelan ludah karena jumlah android Menma jauh di atas perkiraannya. Ada sekitar 10 000 android seri NR termasuk jinchuuriki 1-8, bahkan mungkin lebih jika dihitung dengan seri-seri android lain. Dari puncak HCC, android-android itu terlihat seperti semut yang siap mengerubungi gula.
Menma bisa dengan mudah membaca raut wajah ketakutan lawannya. "Aku tahu kalian orang baik yang menginginkan perdamaian," teriaknya. "Tapi kalian tidak memikirkannya dengan lebih teliti. Justru kalian sendirilah yang memulai perang dan mengusik perdamaian. Kalian tidak pernah bercermin pada diri sendiri. Berbeda sekali dengan kami para android, kami tidak pernah memulai perang, kami tidak pernah saling menyakiti satu sama lain. Tidak seperti kalian yang serakah dan kejam. Hanya ada satu cara untuk menciptakan perdamaian di dunia ini... yaitu kepunahan kalian!"
"Seraaang!"
Bersamaan dengan itu Menma memerintahkan semua android untuk menggempur gedung HCC. Perang antara manusia dan android tak terelakkan.
BAAAM!
"Jumlah mereka terlalu banyak," keluh Juugo. Tangan kiri NR-098 miliknya sudah putus terkena shotgun yang ditembakkan oleh Han.
"Heaaaahhh!" KRAK!
Leher Han putus setelah ditusuk sepotong besi oleh Suigetsu. Namun tak lama kemudian tubuh NR-098 miliknya terhempas jauh karena terkena granat yang dilemparkan Yugito.
"Sial mereka seakan tak ada habisnya!"
BEEP! BEEP!
HP NR-098 milik Suigetsu mulai kritis.
"Pertahankan terus barisan. Jumlah musuh memang banyak, tetapi selama tidak ada celah, mereka tak akan bisa masuk," seru Sasuke.
DURARARARARARARA!
Tak! Tak! Tak!
Peluru berkaliber besar yang ditembakkan Bee mengenai beton gedung hingga berlubang. Serangan Bee itu cukup membuat para tentara dan Hebi gentar. Tak bisa dibayangkan jika peluru-peluru itu mengenai tubuh android.
"Aku heran dari mana mereka mendapatkan senjata-senjata berat seperti itu," kata Suigetsu sambil berlindung di balik reruntuhan gedung. Senjata-senjata itu didapatkan dari pangkalan militer yang diserang Menma sebelumnya.
Sasuke akhirnya tak punya pilihan. "Mundur secara teratur! Pertahankan barisan jangan sampai ada celah! Kita berlindung di lantai 2!"
Menma berpikir kalau itu adalah pertanda kalau ia akan menang, namun sebaliknya. Saat android Menma merangsek masuk ke lobby, puluhan drum bensin meledak di lobby, puluhan ranjau darat juga meledak di halaman gedung. Rupanya tentara sudah menyiapkan banyak jebakan di sekitar gedung. Puluhan sniper dan peluncur rocket juga mulai beraksi dari jendela-jendela. Satu demi satu android Menma berjatuhan.
Menma perlahan berbalik arah. Ia bukannya takut kalah. Pasukannya masih ada ribuan di luar gedung, belum lagi ribuan yang sedang dalam perjalanan. Hanya saja ia tak ingin membuang waktu untuk hal yang tidak penting. Ia tahu waktunya tak banyak. Ia menghubungi 'Menma lain' dan memerintahkan sesuatu.
Monday, October 10, 2050, 07:50 PM
Hyuuga Cyber Company (HCC), Tokyo – Jepang
Sasuke yang kini HP-nya tinggal setengah itu, kini naik ke lantai puncak HCC, bergabung bersama Naruto.
"Istirahatlah Sasuke," ujar Naruto sambil tetap membidik android-android Menma di bawah sana dengan rocket launcher.
"Kita punya peluang menang 'kan?" Sasuke tak mempedulikan perkataan Naruto.
"Entahlah, ada ribuan android yang baru datang dari kota lain. Tapi yang kita butuhkan hanya bertahan selama 5 menit lagi," kata Naruto.
CLEBH! BOOM! BOOM!
Tiba-tiba seseorang menembakkan panah berpeledak dari atas hingga mengenai tubuh NR-098 milik Sasuke dan satu lagi mengenai salah satu tiang tower. Tubuh NR-098 milik Sasuke langsung hancur sehingga perjuangannya harus berakhir. Sedangkan kaki tower hancur tapi tower tidak langsung runtuh. Saat Naruto mendongak ke atas, ia melihat belasan android Menma sedang turun dengan parasut. Sontak saja Naruto langsung kaget. Rencana mereka mengupload antivirus bisa gagal kalau sampai tower runtuh.
"Semuanya! Lumpuhkan semua android di atas!" teriak Naruto. Semua tentara dan NR-098 yang ada di puncak segera melakukan serangan balasan. Sebagian besar android terkena tembakan tapi ada saja yang lolos.
BOOM! BOOM!
Panah berpeledak kembali mendarat dan menewaskan puluhan tentara. Juga membuat lantai gedung di puncak nyaris roboh.
Saat itulah hal mengerikan terjadi. Pesawat kargo yang dari tadi menurunkan android Menma, kini terbang menukik ke arah gedung. Pesawat itu bukan mengalami kerusakan mesin karena setahu Naruto tak ada tembakan rocket yang mengenainya. Pesawat itu memang sengaja dibelokkan ke bawah dengan tujuan untuk ditabrakkan ke gedung HCC. Tak bisa dibayangkan jika pesawat berbobot 300 ton itu akan ditabrakkan ke puncak gedung HCC. Bukan hanya tower HCC yang akan hancur, gedung berikut isinya juga akan hancur!
Naruto menembakkan tembakan membabi buta ke arah pesawat. Tapi percuma, arah jatuh pesawat sudah tak bisa diubah. Pesawat besar itu melesat dengan cepat ke arah gedung!
"Berengsek! Padahal tinggal 3 menit lagi!"
SLASH! BOOOOOM!
Kejadian di hadapan Naruto berlangsung begitu cepat. Kapal kargo yang tadi meluncur menuju gedung meledak dan hancur berkeping-keping. Sebagian puing-puingnya menabrak gedung tapi tidak sampai menghancurkan tower. Setelah asap di langit hilang, nampaklah android besar yang sedang terbang bertuliskan NR-099 di dadanya.
Naruto tersenyum lega.
"Karin telah menyelesaikan NR-099 tepat waktu."
Bantuan NR-099 yang memiliki persenjataan lengkap sangat berpengaruh dalam pola bertahan pihak Naruto. Pedang adamantium yang dimilikinya dengan mudah bisa menebas puluhan android. Belum lagi misil-misil yang tersembunyi di balik armornya.
"NR! Dimana Karin?" teriak Naruto sambil tetap menangkis serangan lawan.
"Aku di dalam sini," jawab Karin dari dalam armor NR-099.
"Bagus. Bagaimana status kita sekarang?" teriak Naruto
"Satu menit sebelum antivirus disebarkan, 76 berbanding 6098, kemungkinan menang 34%," jawab NR-099.
Menma tertawa ngeri. "Hahahaha. Sebegitu pengecutkah kalian sampai menjadikan android untuk melawan kami? Aku tahu NR-099 diciptakan khusus untuk berperang. Tapi kalian kalah jumlah! Dan satu lagi, saat kalian kalah-"
SRAKKK!
"Ghhhkk!"
Sebuah besi beton menancap di dada kiri Naruto. Menma berhasil menusuk kokoro milik Naruto.
"-maka selesailah perjuangan kalian. Sedangkan aku, ketika Menma satu hancur-" Menma menusuk dirinya sendiri dengan besi beton yang sama. "-maka aku akan hidup di tubuh lainku. Karena kami semua Menma! Hahahaha."
Menma menjatuhkan tubuh Naruto dan 1 android miliknya dari atas gedung.
Kini hanya tinggal NR-099 yang melindungi tower di puncak gedung HCC.
"Menyerahlah Menma, waktumu tinggal 20 detik lagi!" teriak Karin dari dalam NR.
"20 detik saja sudah cukup!" Menma tak juga gentar. Ia dan 10 android miliknya menerjang, mengerubungi NR-099, menghancurkan armor miliknya, melucuti senjatanya, dan mencabut kabel-kabel di tubuhnya.
BUAK! BUAK!
Tembakan shotgun bertubi-tubi dilayangkan NR, tapi android Menma jumlahnya semakin banyak.
KRAK!
Penutup topeng bagian depan NR terlepas. Menma mengambil ancang-ancang untuk memukul wajah orang di dalam tubuh NR.
"Hentikan Menma!" teriak Karin. Menma menghentikan gerakannya saat tahu kalau sosok di dalam tubuh NR adalah Karin. Kedua matanya kembali berubah jadi warna hitam. Setelah itu terdengar perdebatan monolog antara Menma dan Dark Menma.
"Kenapa kau berhenti, Menma?!" tanya Dark Menma, ia tak menyangka kalau Menma akan kembali mengambil kontrol atas dirinya.
"Ini salah! Kita harus hentikan ini. Kita tak seharusnya membunuh kakak!" tegas Menma.
"Apanya yang salah, dasar lemah!" bentak Dark Menma.
BUKH! KRAK!
"Ugh!"
Dark Menma melanjutkan pukulannya. Topeng bagian kiri NR hancur dan pipi kiri Karin ikut tergores.
"Kubilang hentikan!" ulang Menma. "Kau lupa satu hal penting. Kita diciptakan oleh manusia. Hiashi dan Karin-Neesan yang menjadikan kita sekuat dan secanggih sekarang. Tanpa mereka, kita hanya tumpukan besi tak berguna! Tanpa mereka, kita tak akan pernah ada! Membunuh mereka sama halnya dengan membunuh pencipta kita sendiri!"
6… 5… 4...
"Berisik!" Dark Menma berusaha kembali mengambil alih kontrol atas tubuhnya. Kedua matanya kembali berubah jadi warna merah. Tangannya kembali dikepalkan dan ia bermaksud memukul Karin lagi.
3… 2… 1… 0
Semua android Menma mematung seketika, termasuk yang mengerubungi NR, dan yang sedang melakukan serangan di dalam dan di luar gedung. Antivirus Menma berhasil disebarkan ke seluruh android di Jepang. Kepalan tangan Menma berada tepat di depan hidung Karin. Terlambat sedetik saja, wajah Karin bisa hancur.
NR mendorong tubuh Menma dan membiarkan Karin keluar dari tubuhnya. Ia tidak ikut terkena antivirus karena memiliki frekuensi yang berbeda dengan android lain. Di tubuhnya sudah banyak percikan-percikan listrik yang ditimbulkan dari serangan brutal android-android Menma. Membiarkan Karin di dalam malah akan membahayakannya. Sehingga NR memilih untuk menonaktifkan dirinya sendiri. Lagipula tugasnya melindungi Karin sudah selesai. Sebelum nonaktif, layar hologram di tangan kirinya menunjukkan tulisan "Persentase kemenangan: 0%".
"Kau terlambat… terlambat..." gumam Dark Menma, masih belum sepenuhnya mati. "Aku sudah menghack jaringan internet negara ini, termasuk jaringan nuklir, satelit, dan space station. Aku sudah meluncurkan semua nuklir Jepang ke penjuru dunia. Negara lain akan menganggap itu sebagai ajakan perang. Tak lama lagi mereka akan membalas serangan nuklir. Aku juga sudah mengubah orbit 10 satelit terbesar Jepang dan 2 space station. Sebentar lagi benda-benda itu akan jatuh ke bumi. Kau bisa bayangkan jika objek sebesar itu menabrak bumi dengan kecepatan tinggi, itu bagaikan meteor, bukan hanya Jepang yang akan hancur. Tapi juga dunia. Hahahaha…."
Karin memandang ke langit, nampaklah asap yang memanjang disertai cahaya kemerahan. Pertanda ada banyak objek besar yang sedang memasuki atmosfer bumi.
"Ini akhir dari dunia," gumam Karin.
"Maaf, Karin-neesan," ujar Menma pelan. Karin segera tersadar kalau yang sekarang bicara adalah adiknya. Karin menarik Menma ke pelukannya.
"Ini bukan salahmu. Kau sudah berusaha keras menekan sisi gelapmu. Kenapa kau minta maaf, Menma?" tanya Karin terharu. Secara tak sadar air mata mengalir dari kedua matanya. Mungkin ia sadar waktunya dengan Menma tak akan lama lagi karena dunia akan berakhir.
"Sekuat apapun usahamu untuk membuatku seperti manusia, semuanya gagal. Pada kenyataanya aku hanyalah android. Aku tak bisa jadi seperti manusia, aku tak bisa bertindak manusiawi."
Karin memaksakan dirinya untuk tersenyum. "Kita tidak gagal. Lihat sekelilingmu, manusia saling berebut kekuasaan dan kekayaan. Apa itu yang kau maksud manusiawi."
"Itu…"
"Fisik bukanlah hal yang membuatmu terlihat manusiawi, tapi hatimu."
"…"
"Aku lebih bangga memiliki android sepertimu. Bagiku, kau terlihat lebih 'manusiawi' dibanding manusia itu sendiri."
"Terima kasih," gumam Menma sambil tersenyum.
Bersamaan dengan itu Menma memejamkan matanya untuk selama-lamanya. SAI miliknya telah dinonaktifkan secara paksa oleh antivirus. Tangis Karin makin menjadi.
TAP!
Seseorang dengan jubah hitam mendarat di puncak HCC, tepat di hadapan Karin. Ia membuka tudungnya, memperlihatkan rambut pirang panjangnya.
"Perkiraanku salah. Kupikir kalian berdua bisa menghindarkan dunia ini dari kehancuran. Tapi ternyata dunia ini tetap berakhir hari ini."
"Kau! Naru?!"
"Lama tak bertemu Karin," gumam Naru. Gadis berambut pirang itu ikut duduk di samping Menma yang sudah tak bernyawa.
"Kau sudah tahu kalau ini akan terjadi," ujar Karin lirih.
"Ya," jawab Naru datar.
"Kalau begitu lakukan sesuatu!" bentak Karin. Emosinya mulai tak stabil.
Di sisi lain, Naru berusaha untuk tetap tenang. Ia tahu kalau Karin pasti akan bereaksi seperti ini.
"Asal kau tahu. Aku sudah memutar ulang duniamu berulang kali. Tapi semuanya berakhir sama. Dunia ini tetap berakhir di hari dan jam yang sama."
Ekspresi Karin kembali berubah sedih. "Apa benar-benar tak ada jalan keluar?"
Naru memandang lurus ke langit malam Tokyo, melihat deretan objek berwarna kemerahan yang makin mendekat. Bukan hal yang mudah untuk mengatakan hal yang akan disampaikannya kepada Karin. Sebagai seorang time traveler, ia sudah seperti penjaga takdir dan waktu yang punya tanggung jawab besar. Ia punya beban moral setiap kali mengambil keputusan yang berhubungan dengan takdir dan waktu.
"Sebenarnya ada, tapi ini punya konsekuensi yang besar," gumam Naru akhirnya.
"Sebutkan!" seru Karin tak sabar.
Naru menghela napas dan kembali duduk di hadapan Karin. Ia mempertemukan kedua mata safirnya dengan dua mata rubi milik Karin.
"Dunia yang kau tinggali ini punya 2 alur kehidupan. Yang pertama adalah alur menuju akhir dunia, dan alur yang kedua adalah yang menuju kebahagiaan. Alur pertama adalah alur yang sedang kau jalani ini dan selalu berakhir di hari dan jam yang sama sekuat apapun aku mencoba untuk menyelamatkannya. Sedangkan di alur kedua dunia bisa terselamatkan, manusia hidup damai, bahkan Naruto bisa hidup. Aku bisa membawamu kembali ke 'persimpangan' dan membelokkanmu ke alur yang kedua. Tapi ada konsekuensi yang harus kau tebus dengan mahal."
"Apa itu? Aku akan melakukan apapun."
Naru menatap Karin serius. "Karin harus mati, baik itu Karin dirimu maupun Karin di alur kedua yang saat ini masih remaja."
"A-apa?!" Karin mengusap wajah dengan kedua tangannya. "Mungkin aku bisa berkorban, tapi Karin di alur kedua tidak tahu apa-apa mengenai ini. Aku tak bisa membunuhnya begitu saja."
"Aku tahu itu. Tapi kau harus mengerti kalau dunia ini punya keseimbangan energi kehidupan. Jika ada yang hidup, maka harus ada yang mati."
Lama Karin berpikir. Gemuruh suara satelit di atas sana semakin dekat, hanya tinggal hitungan menit sebelum benda itu menghantam bumi. Letusan nuklir terdengar dari berbagai arah, negara lain sudah melancarkan serangan nuklir balasan.
"Bawa aku ke alur kedua," ujar Karin akhirnya.
Naru menggenggam tangan Karin, bersiap membawanya ke masa lalu.
"Bersiaplah, ini akan terasa sakit."
Friday,September 10, 2010, 07:00 AM
Uzumaki Resident, Konoha – Jepang
Karin sampai di masa dimana Keluarga Uzumaki masih lengkap sekitar 40 tahun sebelumnya. Ada Kushina, ada Naruto, dan ada Karin yang masih muda. Di masa ini Naruto masih sekolah di KHS, dan Karin muda masih kuliah. Naru dan Karin memperhatikan mereka dari kejauhan sambil berusaha mengatur nafas setelah kelelahan menggunakan jurus time travel. Terutama Karin yang muntah darah karena baru pertama kali menggunakan jurus itu. Pemandangan di ruang makan itu membuat Karin bernostalgia akan kenangannya bersama ibu dan adiknya yang telah meninggal.
"Ehem.." Di dalam ruangan, Kushina berdehem bermaksud membuat perhatian kedua anaknya tertuju padanya. "Kaa-san punya berita bahagia untuk kalian," katanya sambil tersenyum memandang kedua anaknya. "Umm, Kaa-san.. Kaa-san mau rujuk lagi sama Tou-san."
Terlihat Karin muda beranjak dari kursinya untuk menghambur memeluk Kushina kegirangan sedangkan Naruto masih diam di kursinya.
Di luar rumah, Naru dan Karin saling beradu pandangan. Tanpa Naru jelaskan, hanya dengan melihat saja Karin sudah bisa mengambil kesimpulan kalau di alur kedua ini kehidupan keluarga Uzumaki memang berbeda. Kushina memutuskan untuk menikah kembali dengan Minato. Otomatis itu membuat Naruto dan Karin muda senang bukan main.
"Tou-san akan kesini hari ini," ujar Kushina.
"Kaa-san aku yang jemput ke bandara ya? Ya? Ya?" tanya Karin muda semangat.
"Ya sudah, boleh deh. Awas nanti hati-hati di jalannya."
"Yeah! Love you Kaa-san, muah." Karin muda kembali beranjak dari kursinya dan mengecup pipi Kaa-san-nya.
"Guh." Karin dewasa mengeluh karena semakin ia melihat raut wajah senang di wajah Karin muda, semakin ia tak tega untuk membunuhnya. "Sosok bahagia itukah yang harus kubunuh?"
"Ya."
"Aku tak bisa."
"Kau tak harus melakukannya jika kau tak mau. Maka dunia akan berakhir seperti di alur yang pertama, dunia akan berakhir di tahun 2050 karena perang android."
Karin tak punya pilihan lain. Ia tak bisa mengorbankan seisi dunia. Mungkin mengorbankan Karin adalah jalan satu-satunya.
Saat Karin muda akan menjemput ayahnya ke bandara, Karin menyelinap ke kursi belakang mobil. Saat kendaraan dipacu dengan cepat di jalanan yang kosong, barulah Karin bertindak.
Dengan tangis yang tak kunjung berhenti, Karin membelokkan stir mobil hingga mobil yang mereka tumpangi oleng.
"Maafkan aku."
"Hei, siapa kau-" Karin muda panik saat ada orang asing muncul dari kursi belakang. Namun terlambat, mobil yang oleng dalam kecepatan tinggi sudah tak bisa dikendalikan.
CKIIITTT! BRAK!
Mobil menabrak separator jalan. Air bag dalam mobil sengaja dirusak Karin sehingga saat tabrakan terjadi, tubuh keduanya langsung membentur dashboard. Kedua Karin tewas di tempat.
Friday,September 10, 2010, 05:30 PM
KonohaCemetery – Jepang
Uzumaki Karin
20 Juni 1991 - 10 September 2010
Karin muda meninggal dalam kecelakaan mobil di usia 19 tahun sehingga ia tak pernah bergabung dengan Hyuuga Cyber Company (HCC). Android dengan Kokoro v2 tak pernah dibuat oleh Hiashi dan 3 hukum robot pun tak pernah dibuat. Perang android tak pernah terjadi di tahun 2050.
"Saatnya pulang Naruto," kata Minato menepuk pundak Naruto. Acara pemakaman Karin sudah selesai tapi Naruto masih tak ingin beranjak dari hadapan pusara kakaknya.
Naruto hanya menggeleng pelan. "Aku ingin disini dulu."
"Naru-chan, Kaa-san mengerti perasaanmu. Tapi kita harus pulang, ini sudah hampir gelap." Kali ini Kushina yang menimpali.
Ia kembali menggeleng.
"Mmm.. Tou-san dan Kaa-san pulang duluan saja. Biar aku yang nemenin Naruto-kun disini," seru suara feminim dari gadis pirang di sampingnya, Naruko Namikaze. Kembaran Naruto. Fisik mereka memang punya kesamaan di beberapa hal. Mata. Warna rambut. Selain tentu saja garis wajah mereka yang beda. Dia lebih lancip dan feminim. Warna kulitnya juga lebih cerah. Rambut pirangnya tumbuh panjang sepinggang dan diikat model twin tail. Fisiknya sama persis dengan Naru Time Traveler, hanya saja mereka dari dunia yang berbeda.
Naruko memandang Naruto khawatir. Kemudian dia mendekat dan memegang tangannya. Karin telah tiada sebagai seorang sosok kakak bagi Naruto, namun kini ada sosok kakak lain yang menggantikannya, yaitu Naruko.
Naru Time Traveler memandang sosok kakak-adik itu dari kejauhan.
"Jalani kehidupanmu dengan baik Naruto, jangan sia-siakan pengorbanan Karin," gumam Naru. Ia menutup kembali tudungnya dan bersiap untuk pergi ke dimensi lain. Naru pergi untuk kembali berpetualang, memperbaiki kekacauan di dimensi lainnya.
The End
A/N: Bagi yang sudah baca The Time Traveler, pasti langsung nyadar kalau ending fic ini adalah penjelasan detail mengenai hancurnya dimensi ke-6. Jika di fic The Time Traveler, Naruto yang manusia itu dipanggilnya Souban. Alurnya langsung nyambung ke chapter terakhir The Time Traveler. Itulah kenapa Naru pergi lagi ke dimensi lain untuk memperbaiki dimensi lain yang masih kacau. Bales review yg ga login dulu, sisanya dibalas lewat PM.
hunter uzumaki:rifuki-san bisa gak buat naruto versi RockMan X/MegaMan X?Dilihat dari alur sih mirip sama fic ini, jadi saya ga mungkin bikin lagi.
Naru:hebaat pasti android berjubah tu akatsuki kan...Itu bukan Akatsuki.
Anonim: Yg aku bingung, bukannya Menma itu tercipta sebelum ada 3 hukum robot ? Bukannya kalo gitu Menma bebas buat nyerang manusia ? Tapi aku baca kok Menma sepertinya sudah ditanamkan 3 hukum itu ? Setiap android mengalami update setelah 3 hukum robot ditemukan, termasuk Menma dan Naruto.
Amiuzumaki: Nampaknya rifuki sangat suka time trevel. Pastinya dong. Tiap author kan punya ciri khas masing-masing.
Nah, semoga ficnya memuaskan, jangan lupa review di chapter terakhir OK!
-rifuki-
