Discalimer : Masashi Kishimoto
Pairing: NaruSasu
Rated: M
Warning: YAOI. mohon maaf kalau ada typo yang gak sengaja nyelip,EYD yang masih banyak salah. OOC banget.
Hai, Minna Merindukan Miako? Maaf ya Minna, Miako jarang updated soalnya lagi sibuk menikmati masa galau #Plak. Silahkan menikmati!
Sasu-Neko
By Miako Uchiha
Chapter 6 (Buku Petunjuk)
Dengan perlahan Naruto menggendong tubuh Sasuke yang tengah tertidur dan memastikan sang neko tetap nyaman dalam gendongannya. Memasuki salah satu kamar, Naruto menidurkan Sasuke dan menyelimutinya lalu mengecup pelan dahi dan bibir Sasuke.
"Aku akan segera kembali. Tungguhlah. Aku akan berjuang agar kau bisa menjadi manusia seutuhnya. Aku mencintaimu" bisik Naruto sebelum kaki jenjangnya melangkah cepat keluar dan menghampiri Nagato yang telah menungguinya sejak tadi.
"Ayo. aku akan menjelaskan semua sambil dijalan" dengan patuh Naruto mengangguk dan berjalan beriringan dengan sang paman.
"Jadi bisa paman jelaskan sekarang?" tanya Naruto langsung saat menyadari mereka tengah berjalan memasuki hutan.
"Aku berhasil menemukan buku yang menjelaskan bagaimana cara melepaskan kutukan Uchiha Neko. Menurut buku yang kubaca diperpustakaan milik keluarga kita, sang Neko tidak boleh memberitahukan secara langsung sang pemilik bagaimana cara melepaskan kutukan mereka. Mereka hanya boleh mununggu sampai akhirnya sang pemilik merekalah sendiri yang akan mencari tahu dan membebaskan mereka" mendengar penjelasan dari sang paman membuat Naruto sedikit mengernyitkan dahinya.
"Kenapa seperti itu?" tanya Naruto sedikit tidak mengerti.
"Entahlah. Tapi menurutku ini dilakukan agar para Neko mendapatkan pemilik yang benar-benar menginginkan mereka dengan tulus bukan sekedar nafsu. Jika bisa melepaskan kutukan mereka, mereka akan hidup selamanya bersama kita" Naruto akhirnya mengangguk paham. "Kau tahu sesuatu Naruto?" Naruto hanya melayangkan tatapan bertanya pada sang paman.
"Jika setiap Uzumaki yang menjadi pemilik Neko berhasil melepaskan kutukan mereka maka tidak akan ada lagi Uchiha Neko sejak dulu" jelas Nagato lagi.
"Maksud paman ada neko yang tidak berhasil begitu?" tanya Naruto.
"Ya, salah satunya tapi ada juga yang memang melepaskan neko mereka karena mencintai orang lain" Nagatopun menatap Naruto "Contohnya ibumu".
"Eh? Okaa-san?" Nagato mengangguk membenarkan ucapan Naruto.
"Waktu itu aku masih berusia 10 tahun saat ibumu menerima hadiah seekor kucing dari nenekmu"
Flasback.
"Waahh.. ibu, kucing ini untukku?" seorang gadis dengan surai merah menyala panjang terlihat tengah antusias memeluk seekor kucing berbulu hitam pekat dan halus serta memiliki bola mata yang sama hitamnya.
"Iya. Kau harus menjaganya, Kushina. Kucing ini adalah Kucing keturunan Uchiha yang sangat langkah dan ajaib" ujar sang Kaa-san.
"Langkah dan ajaib?" tanya Kushina pada sang kaa-san.
"Kau harus mencari tahunya sendiri" Kushina hanya mampu mengernyitkan dahinya mendengar penuturan sang ibu.
"Eh? Apa hanya Kushina-nee yang dapat kucing lucu itu? lalu mana untukku?" tanya seorang bocah berusia sekitar 10 tahun yang baru datang menghampiri mereka.
"Maaf ya. Nagato. Tapi yang bisa mendapatkan kucing ini hanya anggota keluarga yang telah berusia 17 tahun" jawab Mito dengan lebutnya.
"Jadi aku harus menunggu 7 tahun lagi baru bisa mendapatkan kucing ajaib dan langkah seperti itu?" tanya Nagato.
"Iya. Tapi sayangnya Kucing ini adalah Kucing terakhir dan tidak akan ada lagi kucing seperti ini" Nagato kecilpun mengerjabkan matanya dengan bingung.
"Eh? Kenapa begitu?" tanya Nagato dengan mempautkan bibirnya tak senang.
"Karena sekarang Fugaku-kun telah memiliki Kushina-chan untuk melepaskan kutukannya" jawab Mito dengan senyumannya.
"Eh?! Kutukan?!" teriak dua Uzumaki bersaudara itu.
"Sudah sana. Cepat mandi. Sebentar lagi kita akan makan malam bersama" ucap sang ibu lalu beranjak pergi meninggalkan pertanyaan besar bagi keduanya.
FLASHBACK AND
"Jadi maksud paman, Itachi-nii dan Sasuke itu adalah anak dari Fugaku kucing milik ibu dulu?" Nagatopun mengangguk membenarkan.
"Kemungkinan Fugaku kembali kepulau ini dan bertemu dengan neko yang juga gagal melepaskan kutukannya lalu memutuskan untuk hidup bersama hingga memiliki anak namun karena mereka adalah neko yang gagal maka mereka tak bisa bertahan hidup lama, mungkin mereka hanya bertahan tak lama setelah kelahiran Sasuke" sambil terus melangkah menyusuri hutan itu mereka terus berbicara mengenai sang Neko.
"Ya. Sasuke juga telah mengatakan padaku jika kedua orang tuanya telah tiada tak lama setelah kelahiran dirinya" Nagatopun mengangguk.
"Mereka sudah mengalami penderitaan sejak kecil. Aku ingin membebaskan Itachi dan memberikannya kebahagiaan" ucap Ngato dengan senyuman tulusnya. Narutopun ikut tersenyum dengan semangatnya.
"Yeah. Aku juga akan berjuang untuk membebaskan Sasuke dari kutukan itu dan membuatnya bahagia hidup bersamaku selamanya" mata biru itu seolah ikut bercahaya kala semangatnya semakin membara.
Merekapun kembali berjalan menelusuri hutan. Naruto hanya melangkah dalam diam sambil mengikuti sang paman dari belakang yang tengah sibuk memperhatikan sebuah kertas usang ditangannya yang terlihat seperti peta atau petunjuk.
"Lihat Naruto. Itu dia guanya, kita akan menemukan cara untuk melepaskan para neko disana". Naruto tak tahu sudah berapa lama dan jauh mereka berjalan memasuki hutan yang gelap ini dengan hanya dibantu 2 senter sebagai penerangan seadanya.
"Sepertinya kita sudah sampai?" ujar Nagato sambil menyenter kesebuah mulut Gua yang terlihat gelap namun samar-samar mereka melihat cahaya dari dalam.
"Apa paman yakin?" tanya Naruto memastikan.
"Ya. Jika dilihat dari peta inilah tempatnya" Naruto mengangguk dan kembali menatap pada mulut gua tersebut. Lalu kembali mengikuti langkah Nagato yang berjalan terlebih dahulu memasuki gua itu yang langsung terdapat tangga menujuh ke dasar.
Sejak tadi mata biru itu tak hentinya memantulkan binar kekagumannya akan tempat ini. Sebuah gua yang besar. Naruto tak menyangkah pulau milik keluarganya ini memiliki tempat seperti ini. Didinding gua terdapat banyak batu bercahaya yang menempel dengan cantiknya dan memantulkan cahayanya hingga terpantul dari permukaan kolam yang tentunya juga sangat besar dan indah.
` ditengah-tengah kolam tersebut terdapat jalan menujuh tengah kolam yang terdapat meja batu. Keduanyapun melangkah dengan perlahan menujuh meja batu tersebut.
"Lihat Naruto. Buku ini. Pasti buku ini yang akan memberitahu kita".
"Kalau begitu ayo buka paman" Nagatopun hanya mengambil buku itu dan berbalik pergi diikuti Naruto yang Nampak binggung.
"Percuma. Buku ini ditulis dengan huruf lama seperti buku lainnya. Kita tak akan mengerti" ucapan Nagato membuat Naruto terdiam dan menaikan sebelah alisnya "Kau tak perlu khawatir. Aku tahu siapa yang bisa membantu kita menerjemahkan buku ini" setelah itu barulah Naruto menganggukan kepala dan mengikuti Nagato untuk kembali ke vila.
.
Vila Uzumaki
Sesampainya divila mereka disambut oleh Yamato dengan menundukan kepalanya.
"Apa mereka masih tidur?" tanya Nagato sambil berjalan memasuki vila. Masih dengan posisi menundukanya Yamato menjawab.
"Belum. Nagato-sama. Keduanya masih tertidur dikamar mereka" Yamatopun mengikuti berjalan dibelakang mereka.
"Naruto. Sebaiknya kau bangunkan Sasuke untuk makan malam".
"Baik, paman" Naruto pun segera memasuki kamarnya dan Sasuke.
"Kalau begitu saya permisi untuk menyiapkan makan malam terlebih dahulu, Nagato-sama" Nagatopun hanya mengangguk sebagai jawaban mengizinkannya.
Dengan perlahan Naruto membuka pintu karena takut mengagetkan Sasuke. Namun tak disangkanya ternyata Sasuke telah terbangun terlebih dahulu meskipun masih duduk diatas ranjang.
"Kau sudah lama terbangun, Sasuke?" tanya Naruto duduk disebelah Sasuke dan mengusap kepalanya lembut.
Sambil menggelengkan kepalanya Sasuke menjawab ucapan Naruto "Tidak. Aku baru saja terbangun. Apa kita sudah sampai?" tanya Sasuke dengan suara seraknya.
"Ya, kita sudah sampai" ucapnya lalu mengecup lembut puncak kepala Sasuke. "Sebaiknya sekarang kita mandi lalu setelah itu kita akan makan malam" ajak Naruto. Namun Sasuke langsung mengkrucutkan bibirnya sebagai bentuk protes.
"Uhh. Aku tidak suka mandi" tolak Sasuke lalu kembali menidurkan tubuhnya berpura-pura kembali tidur.
"Kau harus mandi Neko-chan. Kalau tidak kau akan bau dan aku tidak mau lagi memelukmu" mendengar ucapan Naruto membuat Sasuke kembali mendudukan tubuhnya menghadap Naruto dengan wajah yang merona malu.
"Ba-Baiklah. Aku akan ikut mandi" Narutopun tersenyum senang mendengarnya dan mengusap kepala Sasuke gemas .
"Kucing pintar" ucap Naruto mengecup pipi Sasuke dan langsung saja menggendong Sasuke ala bridal styel membuat Sasuke sedikit terkejut namun akhirnya mengeratkan pegangannya pada Naruto.
"Kau mau buka bajumu sendiri atau aku yang bukakan?" dengan nada jahilnya Naruto meraba pinggang Sasuke hendak membuka pakaian Sasuke.
"A-Aku bisa buka sendiri" dengan wajah merona Sasuke membalikan tubuhnya dan membuka pakaiannya sedangkan Naruto terkikik geli melihat sang neko yang tengah merona dan membuka pakaiannya juga.
Setelah selesai membuka pakaiannya Naruto memasuki bathub yang telah terisi air terlebih dahulu. Dilihatnya Sasuke hanya berdiri membelakanginya dengan gerakan gugup. Naruto pun tersenyum dan memanggil Sasuke untuk ikut masuk kedalam bathub. "Sasuke. sampai kapan kau akan berdiri disana? Ayo kemari".
"Iya" balas Sasuke dan ikut memasuki bathub dengan gerakan perlahan dan pandangan takut-takut kedua tanganya pun telah menggenggam kedua tangan Naruto. Menyadari pandangan Sasuke yang terlihat takut Narutopun segera memeluk Sasuke.
"Kau tak perlu takut, ada aku disini" gumamnya lalu mengecup dua kelopak mata indah itu. perlahan Sasukepun menganggukan kepalanya dan terlihat mulai tenang.
Merekapun memulai acara mandi mereka dengan candaan dan tawa yang dibuat Naruto untuk menggoda Sasuke yang terus membuat wajahnya memerah malu. Tak lupa Narutopun sesekali mencuri ciuman dibibir Sasuke.
Selesai mandi mereka langsung keluar dan menuju ruang makan yang ternyata telah duduk dengan manis Itachi dan Nagato. Itachipun menyambut mereka dengan senang "Ayo. kita makan malam bersama". Sedangkan Nagato memasang wajah masam "Apa yang kau lakukan didalam sana dengan Sasuke, Naruto? Apa kau tahu aku sudah kelaparan sejak tadi?".
"Eh? Hehe, maafkan kami paman" Nagatopun hanya mengangguk dan mulai mengambil makannya. "Apa Itachi-nii bisa makan sendiri tanpa disuapi?" tanya Naruto yang melihat Itachi yang menyuapi makanan kedalam mulutnya.
"Eh? Aniki bisa?" tanya Sasuke juga.
"Ahh. Iya. Aku belajar makan karena tidak mungkinkan disuapi terus" jawab Itachi.
"Uhh. Aku juga ingin bisa makan sendiri" gumam Sasuke.
"Kau bisa belajar otoutou. Sedikit sulit tapi kau pasti bisa" semangat Itachi pada Sasuke. Sasukepun mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah. Aku juga akan belajar" jawab Sasuke dengan semangat.
"Ok. Belajarnya nanti saja. Sekarang ayo buka mulutmu dan makan ya Sasuke" ucap Naruto sambil menyuapi Sasuke dan disambut dengan senyum senang oleh Sasuke. lalu setelah menyuapi Sasuke, Naruto menyendokan makanan kemulutnya sendiri. Benar-benar romantis membuat Sasuke malu sendiri. Sedangkan Nagato mendengus geli melihatnya.
"Aku jadi menyesal membiarkan Itachi belajar makan sendiri mungkin sajakan aku bisa menyupinya dengan ciumanku" gumam Nagato. Meskipun hanya sebuah gumaman namun mereka semua masih dapat mendengarnya dengan jelas. Membuat wajah Itachi memerah dan menginjak kaki Nagato yang ada dibawah meja. "Aww. Hey, kenapa kau menginjakku, Itachi?".
"Dasar mesum" jawab Itachi membuat gelak tawa Naruto dan Sasuke pecah bersama. Merekapun kembali bercanda bersama sambil menikmati makan malam mereka.
Keesokkan harinya Nagato terlihat berdiri dibalkon yang langsung menghadap ke pantai dan sibuk menelpon seseorang.
"Aku sudah mendapatkannya".
"Ya setelah kembali ke kota, aku akan langsung menemuimu".
"Baiklah. Sampai jumpa".
Setelah pembicaraannya usai, Nagato pun berbalik dan terkejut mendapati Itachi berdiri di belakangnya.
"Kau sedang apa?" tanya Itachi penasaran.
"Teman. Ada sedikit bisnis" balas Nagato seadanya berusaha membuat Itachi untuk tidak curiga. "Hey. Ayo kita ke pantai" Nagatopun dengan cepat menarik pergelangan tangan Itachi sebelum sang neko sempat bertanya yang lain.
Dipantai terlihat Naruto yang tengah sibuk mengejar Sasuke dan berlari kesana kemari dipinggir pantai. Gelak tawa pun tak henti menghampiri mereka. Sesekali Naruto berhasil menangkap Sasuke dan mengangkat lalu memutar tubuh mungil itu bersama dirinya ataupun mengklitiki Sasuke. Terlihat sangat bahagia. Itulah yang terlihat oleh pasangan Nagato dan Itachi yang memilih duduk dibawah pohon sambil menikmati yang tidak mereka dapatkan dikota ini.
"Aku ingin Sasuke bisa terus tertawa seperti itu" Itachi pun berucap membuat Nagato memandang wajah Neko yang telah mencuri hatinya ini.
"Hmm. Berjanjilah. Kau dan Sasuke tidak akan meninggalkan kami" Nagatopun menatap onyx milik Itachi dan mendapat anggukan dari Itachi.
.
"Kyaaa. Naruto. Jangan… geli. Hahaha sudah cukup geli" Narutopun terus tertawa mendengar permohonan Sasuke yang memintanya berhenti. Melihat wajah manis itu kelelahan barulah Naruto berhenti dan menarik tubuh itu untuk duduk dipangkuannya.
"Aku mencintaimu, Sasuke" Sasuke sempat dibuat terdiam dengan ucapan Naruto secara tiba-tiba. "Aku sungguh-sungguh mencintaimu" Sasuke melihatnya. Sebuah kejujuran dan ketegasan dimata biru itu. membuat wajahnya meronah kembali dan menenggelamkan wajahnya didada bidang Naruto.
"Aku juga mencintaimu, Naruto. Sangat mencintaimu" Narutopun memeluk Sasuke yang juga balas memeluknya.
"Berjanjilah kau dan Itachi tidak akan meninggalkan kami, Sasuke" gumam Naruto yang membuat Sasuke langsung tersentak dengan pandangan mata yang menunjukan kesedihan.
TBC
Hai minna *digebukinmasa*. Hehe apa kabar minna? Kangen Miako yang manis nan imut ini gak? #Plaak *lebay*. Minna, sebelumnya Miako mau minta maaf sama kalian karena lama gak updated. Alesanya karena si Levi gak bisa buka web FFn tp sekrang udah bisa. Belum lagi kematin Miako UN jadi sedikit sibuk eh pas abis UN ternyata makin sibuk karena Miako ikut tes polwan*cieciecasispolwan*. Doain Miako ya biar sukses. Kalau semuanya lancar mungkin dalam 2 minggu atau sesudah lebaran Miako bakal berangkat pendidikan. Kalau udah pendidikan berarti ini bakal jadi updated terakhir sampe Miako kembali. Tapi Miako janji kalau Miako udah pulang Miako bakal jadi author lagi, hehe. Okok. Seperti biasa Miako minta maaf kalau ada typo dan kesalahan sebagainya. Jangan lupa review yaaa. Sampe ketemu lagi nanti. Salam cinta dari Miako Uchiha. muaaaaacchh
