Possible To Love You Chapter 6
Main Cast : Oh Sehun
Xie Luhan
Genre : comedy, romance
Length : chapter
Rated : M
Kaki panjang nan sexy tersebut tidak berhenti sedikitpun untuk menggoyangkannya meskipun dalam keadaan berbaring. Tangan kanannya yang bebas mengambil popcorn yang sedaritadi menemaninya membaca novel milik Luhan diruang tamu. Oh Sehun, laki-laki tersebut sesekali mengerutkan dahinya karena bingung oleh jalan cerita novel yang tengah ia baca sekarang, mengabaikan keberadaan Luhan yang tengah mengumpat kesal dan menyembutkan berbagai sumpah serapah karena hukuman yang berikan Sehun untuknya. Hukuman? Yah sekarang ini Luhan memang tengah menjalankan masa hukumannya dari Sehun karena meninggalkan laki-laki tersebut dipagi buta dengan berbagai pekerjaan rumah dan hukuman yang tengah ia kerjakan ialah membersihkan seluruh ruang tamu tanpa ada yang tertinggal.
"cinta itu bagaikan pasir yang kita genggam" gumam Sehun membaca salah satu larik novel tersebut.
Ia menelan ludahnya dan membaca judul novel yang ada pada sampul novel tersebut sebelum ia memukul novel milik Luhan dan menggumam kesal.
" dasar, remaja labil. Namanya pasir ya tetap pasir. Cinta dan pasir itu berbeda. Jika pasir itu nyata sedangkan cinta hanya sebuah imajinasi belaka. Bodoh apa_"
Luhan menatap Sehun kesal dengan semua ucapan yang keluar dari mulut Oh Sehun. Ingin sekali ia menyumpal mulut lebar laki-laki tersebut dengan kain kotor yang tengah ia pegang saat ini, kalau perlu menggunakan kaos kaki miliknya. Sisi lain dari sosok Oh Sehun bagi Luhan adalah pikiran idiotnya dan wajah tanpa dosanya seperti sekarang ini. Sesungguhnya ia sudah merasa gatal ingin menyahuti omongan Oh Sehun mengenai salah satu larik novelnya. Ia juga mengumpat kesal saat Oh Sehun mengatai jika novelnya itu tidak bermutu dan jelek.
Dia bukan manusia
Dia alien yang tengah tersesat dibumi
Dia alien paling idiot yang pernah kutemui
Tuhan, kenapa ada manusia seperti dia
Dan sialnya ia begitu mempesona
Mempesona? Hey, kau masih sempat memuja laki-laki yang membuatmu seperti pembantu hari ini Xi Luhan. Kau bahkan memandangnya dengan tatapan memuja Xi Luhan. Apa kau ingin mempermalukan dirimu sendiri Xi Luhan. Luhan menggelengkan kepalanya tiba-tiba, berusaha menghilangkan pikirannya mengenai Oh Sehun yang sempat terlintas tadi, membuat Sehun yang berbaring tidak jauh darinya merasa bingung sendiri dengan tingkah Luhan.
" apa kau sedang berusaha senam kepala nona Xi"
" hah?"
Luhan membeo. Ia hanya memandang Sehun berusaha meminta penjelasan hanya dengan tatapan matanya. Sehun hanya menghela nafasnya melihat tingkah konyol Luhan yang sebenarnya berhasil membangkitkan gairahnya terhadap gadis yang ada disampingnya ini. Luhan bergegas meninggalkan Sehun sendiri diruang tamu seketika mendapati tatapan Sehun yang menurutnya begitu mengerikan dan 'sangat lapar'. Lapar dalam arti tertentu.
Keadaan kembali seperti semula seperti sebelumnya dimana Luhan dan Sehun sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Sehun dengan novel cinta ilik Luhan dan Luhan yang mengumpat kesal dengan berbagai sumpah serapah untuk Oh Sehun. Hingga sebuah suara melengking memanggil nama Sehun membuyarkan kegiatan mereka. Jun YooGyu, gadis yang kemarin mendatangi kediaman Oh Sehun. Gadis yang bagi Luhan memiliki nama panggilan gadis cabai. Gadis yang berhasil membuat Sehun tertawa lepas sekaligus berhasil membuat Luhan memerah padam menahan amarahnya. Luhan yang kebetulan masih bisa memandang Sehun dan Yoo Gyu dari dapur hanya bisa menggigit bibirnya kesal.
'aku benar-benar akan mematahkan kakimu hingga kau tidak bisa berjalan jika kau menyentuh Oh Sehun dan novel cintaku'
Zhaolin yang kebetulan tengah duduk bersantai didapur dengan ponsel ditangannya itu, hanya memandang Luhan ngeri. Bagaimana tidak mengerikan, tangan mungil milik saudara perempuannya tersebut baru saja merusak property rumah milik keluarga Oh. Ia ngin sekali mengingatkan mengenai hal tersebut namun ia mengurungkan niatnya, ia tidak mau mendapat ocehan panjang lebar yang seharusnya didapat Oh Sehun. Ia melenggang pergi perlahan meninggalkan Luhan sendiri.
" Xi Zhaolin, kau mau kemana hmm?" Tanya Luhan
Pertanyaan yang lebih menyerupai desisan bagi Zhaolin tersebut benar-benar membuat Zhaolin tidak bisa bergerak melangkah meninggalkan Luhan sendiri. Ia perlahan berbalik dan berusaha menampakkan senyum hangatnya yang sekarang lebih dominan seperti orang tengah menahan sakit perut.
" ada apa noona?"
" ambilkan ponselku dikamar, sekarang juga"
Zhaolin melesat pergi kekamar Luhan mengambil ponsel milik saudara perempuannya tersebut sebelum dirinya mendapat tatapan tajam Luhan. Sementara Luhan hanya berdiri bersandar ditembok dapur memandang Sehun yang tengah berbincang dengan Yoo Gyu.
.
.
.
" hahaha..kau lucu sekali Oh Sehun. Kapan kau memiliki seorang kekasih jika kau masih berpikir seperti anak-anak"
Yoo Gyu masih terus saja tertawa akan pembicaraan Sehun yang menyangkut masalah cinta. Gadis blonde tersebut mengabaikan LUhan yang datang membawa minuman untuknya dan Sehun, membuat amarah Luhan semakin tidak tertahankan. Ia meletakkan gelas yang berisikan jus Jeruk tersebut sedikit menghentak, membuat benturan kaca gelas dengan kaca meja terdengar keras oleh dua manusia yang ada didepannya ini. Sehun mengalihkan perhatiannya kepada Luhan yang sekarang ini tengah tersenyum kepadanya.
" pesanan kalian sudah sampai" ucap Luhan santai tanpa memperdulikan tatapan tajam Sehun yang jelas-jelas diarahkan kepadanya.
" kau tidak perlu mengantarnya jika kau tidak sudi, Luhan"
" oh ya, baiklah aku akan mengembalikannya ke dapur. Jika kalian haus silahkan mengambil sendiri air jeruk ini di lemari pendingin"
Luhan bergegas mengambil Jus jeruk tersebut dan berniat mengembalikannya ke dapur, namun pergerakan tangannya tertahan oleh sentakan keras tangan Sehun yang membuat tangan Luhan sedikit membentur kerasnya meja. Luhan meringis pelan, berusaha untuk tidak terlihat lemah didepan Oh Sehun.
" kau_"
" Luhan, ayo kita pergi_oh Yoo Gyu, kau ada disini" ujar Jongin yang baru saja menerobos masuk kedalam rumah membuat Sehun semakin geram akan kedatangan Jongin kerumahnya.
" eum..Jongin-ah, ne aku disini. Aku baru saja sampai disini"
Yoo Gyu menjawab pertanyaan Jongin dengan canggung. Canggung mengingat bahwa Jongin adalah mantan kekasihnya yang mencampakkannya karena sifat borosnya, boros dalam arti lain. Jongin beranjak mendekati Luhan seketika melihat tangan Luhan sedikit memerah.
" apa yang terjadi dengan tanganmu? Kenapa memerah seperti ini" Tanya Jongin tidak sabaran
Laki-laki berkulit sedikit gelap yang tidak lain adalah Jongin tersebut, meraih nampan dan meletakkannya diatas meja. Kemudian ia membawa Luhan ke dapur dan menyuruh gadis tersebut duduk disana sementara dirinya mencari obat yang bisa meredakan rasa sakit Luhan. Disaat itulah Sehun baru menyadari jika dirinya baru saja menyakiti gadis yang selama ini merawatnya. Jongin membalut tangan Luhan dengan begitu hati-hati. Sebisa mungkin dirinya tidak menyakiti gadis yang ada didepannya ini.
" sebaiknya kita ikut pergi bersama Baekhyun hyung kerumah Chanyeol hyung" ujar Jongin
" kenapa Baekhyun kerumah Chanyeol?"
" katanya hari ini Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung sedang berusaha untuk belajar memasak bersama Kyungsoo hyung. Mereka baru saja mendaftar untuk mengikuti kompetisi memasak dengan hadiah pergi liburan di pulau Jeju"
Luhan mengerutkan dahinya mendengar penuturan Jongin mengenai Baekhyun dan Chanyeol yang mengikuti kompetisi memasak. Ia beranjak mengambil tasnya dan mengikuti Jongin keluar. Melewati Sehun yang terang-terangan tengah menatap tajam Jongin yang membawa Luhan keluar. Amarahnya semakin tak tertahankan saat ia melihat senyum kemenangan Jongin yang sengaja diperlihatkan padanya.
' kau kalah Oh Sehun'
.
.
.
.
Teriakan Baekhyun dan Chanyeol yang ia dengar semenjak memasuki halaman rumah keluarga Byun membuatnya meyakini dengan keadaan dapur yang tidak bisa disebut sebagai dapur lagi. Suara Chanyeol yang tengah sibuk mengaduk adonan kue benar-benar memekakkan telinga belum lagi teriakan Baekhyun yang sedaritadi meminta Kyungsoo untuk membantunya memindahkan kue yang sudah matang ke wadah yang bersih membuat keadaan dapur terlihat seperti kapal si bajak laut yang siap merampok. Tepung berceceran dimana-mana mengotori lantai yang bersih dengan beberapa cream yang melekat pipi kanan kiri Baekhyun dan Chanyeol mendominasi dapur ini sebagai kapal perampok dan berhasil membuat Luhan menganga dengan lebarnya.
" woy Luhan, kau sudah datang. Hari ini kau jadi taster kami dalam belajar membuat roti" teriak Baekhyun yang berhasil membuat Luhan tersadar.
" taster? Aku bahkan tidak yakin apa kalian ini sedang belajar memasak atau hanya ingin kembali ke masa kanak-kanak dengan bermain seperti ini" jawab Luhan yang berhasil membuat Baekhyun dan Chanyeol berhenti dari kegiatannya
" hah?"
" kalian lebih mirip seperti para anggota bajak laut yang siap merampok" ucap Luhan polos.
Ok, cukup sudah bagi Baekhyun dan Chanyeol untuk mendengar ucapan Luhan sebelum mereka lepas kendali dan menceramahi Luhan yang pastinya akan membuang-buang waktu saja. Mereka mengabaikan Luhan yang sekarang ini tengah berjalan menghampiri Kyungsoo.
" Kyungsoo-ah kau seperti ibu rumah tangga yang tengah mengawasi anak-anaknya sedang bermain lumpur" ucap Luhan polos
" oh ya?"
Kyungsoo hanya tertawa pelan mendengar perkataan Luhan baru saja. Memang benar apa yang dikatakan Luhan baru saja. Jika dipikir-pikir ia seperti seorang ibu rumah tangga yang mengawasi kedua anaknya sedang bermain lumpur, sementara Jongin seperti seorang ayah yang hanya memperingatkan kepada mereka untuk berhati-hati. Ini konyol namun inilah faktanya. Laki-aki bermata bulat tersebut semakin menambah volume suara tawanya seketika mendengar serentetan kalimat Luhan yang menyatakan jika Baekhyun seperti seorang tawanan bajak laut yang jatuh cinta kepada Chanyeol sang kapten. Tuhan, apa yang terjadi pada Luhan jika saja Baekhyun mengetahui hal tersebut.
" oh ya dimana Sehun? Kau tidak mengajaknya?" Tanya Kyungsoo yang berhasil membuat Luhan mendengus kesal
" cih, sehari saja kita tidak membicarakan dia. Itu sangat berisik ditelingaku"
" hei, tidak biasanya kau mendadak kesal seperti ini jika sedang membahas Oh Sehun. Kau ada masalah dengannya hari ini?"
" yah masalah dengan Yoo Gyu, hyung" sahut Jongin.
Jongin beranjak duduk disamping Luhan, mengambil sebutir strawberry untuk dimakannya, mengabaikan Kyungsoo yang tengah menatapnya kebingungan. Ia sejenak berdiam sebelum melanjutkan pembicaraannya.
" Yoo Gyu datang kerumah Sehun dan kudengar ia sudah dua hari ini datang kerumah Sehun" lanjutnya.
"Yoo Gyu mantan kekasihmu?"
" tentu saja. Kau piker siapa lagi kalau bukan dia hyung. Aku melihatnya tersenyum lebar sama seperti saat dia merayu Chanyeol hyung dulu"
" maksudmu merayu? Apa gadis cabai itu dulu pernah mengejar-ngejar Chanyeol?" kini Luhan mulai penasaran dengan pembicaraan Jongin dan Kyungsoo.
" hmm, Yoo Gyu sangat menggilai Chanyeol hyung dulu dia selalu mengikuti kegiatan apa saja yang diikuti Chanyeol hyung dikampus. Tapi sayangnya saat Yoo Gyu menyatakan cintanya kepada Chanyeol hyung, dia hanya mendapat penolakan dari Chanyeol hyung"
" kenapa Chanyeol menolak Yoo Gyu? Bukankah Yoo Gyu cantik"
" karena Chanyeol hyung bilang jika Byun Baekhyun lebih penting dibandingkan dengan dirinya"
Jongin menoleh kesamping kearah Luhan berada setelah dia tidak mendengar jawaban yang keluar dari mulut Luhan dan seketika ia menoleh ia mendapati gadis tersebut hanya menatap datar Chanyeol dan Baekhyun dengan seribu pemikiran konyol mengenai dua anak manusi yang berjenis kelamin sama tersebut.
" kenapa Baekhyun dan Chanyeol tidak menikah saja"
" APA KAU BILANG?"
.
.
.
.
" Jongin-ah bagaimana apa kau sudah menyelesaikan tugas dari dosen Kim?"
"…"
" aku sudah menyelesaikannya baru saja. Apa kau besok memiliki waktu senggang?"
"…"
" tidak, aku hanya ingin mengajakmu mampir ke kedai ramen Ahjuma Kang besok"
"…."
" aku hanya ingin bertemu dengamu besok dan menghabiskan waktu sepulang dari kampus bersamamu"
"…."
" ok, baiklah akan aku anggap ini adalah kencan kedua kita Jongin"
"…."
" I love you too Jongin"
Luhan memutuskan sambungannya dengan Jongin setelah pembicaraan mereka mengenai pertemuan besok. Semenjak kejadian tempo hari yang lalu dimana Yoo Gyu datang kerumah dan sikap Sehun yang kelewat kasar kepadanya membuatnya semakin jauh dengan Oh Sehun sekaligus semakin dekat dengan Kim Jongin. Kedatangan Yoo Gyu membuat Oh Sehun melupakan keberadaan dirinya dirumah ini. Ia sering mendapati Oh Sehun sering mengacuhkannya juga. Ia memang diam namun ia tetap memperhatikan Oh Sehun. Luhan menghempaskan tubuhnya diatas ranjangnya dan meneriakkan nama Kim Jongin dengan keras membuat sosok yang sedaritadi berdiri didepan kamarnya marah. Sosok yang tidak lain Oh Sehun.
" aku akan berkencan besok Tuhan"
Sehun dapat melihat bagaimana raut wajah gadis yang sekarang tengah berbaring diatas ranjangnya. Cantik dan mempesona tapi sayangnya ia hanya bisa melihat wajahnya disaat tidak ada keberadaaanya disekitar gadis tersebut. Sehun perlahan memasuki kamarnya yang tidak jauh dari kamar Luhan, meninggalkan Luhan yang masih saja berceloteh ria didalam kamar. Meremas rambutnya kasar dan menjatuhkan tubuhnya di dinginnya lantai kamarnya. Pikirannya kacau, ia tidak bisa mencegah gadis itu untuk tidak pergi berkencan besok. Berkencan? Tuhan kata yang menggambarkan sebuah status tersebut terasa begitu menyesakkan saat ia mendengarnya. Berkencan dalam arti Luhan dan Kim Jongin sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Tidak adakah yang lebih menyakitkan daripada hal ini. Ia tidak bisa membayangkan kesehariannya yng dipenuhi oleh wajah Luhan yang bersinar karena Jongin bukan dirinya. Ia tidak bisa membayangkan saat Luhan tengah bercumbu dengan Jongin. Menyatukan bibir mereka dan menautkan jari jemari mereka. Ciuman panas akan sarat gairah yang terpendam. Ia tidak bisa membayangkan jika…
" Tuhan, ini menyakitkan sekali"
Suasana menjadi hening, tidak ada raut kecemasan diwajah Oh Sehun hanya air matalah yang terlihat mengalir dengan mulusnya dan isakan lirih yang terdengar memilukan. Inilah Oh Sehun yang sedang menangis.
To Be Continue
