Ahem... Seperti biasa, tolong maklum kan jika ada typo, kalimat kurang sesuai dengan EYD, pengenalan singkat, kesalahan tempat dan nama, dan lain - lain...

{ Author : "Tak disangka sudah 6 chapter.. *Hiks, hiks*. Arigatou bagi yang sudah membaca sejauh ini *Hiks hiks*"

Kaito : "Sekali lagi... Author paling Leeebay se-dunia..."

Author : "Pemfitnah ( ? ) dikau ! Author sendiri dicela ! Tega ! Sadis !"

Hiyama : "Hayoo~... Author nangis tuh... Nih cerita nggak akan selesai dah. Mohon maaf reader jika Author kita menangis uhuk-nan lebay-uhuk..."

Author : "Hiyama-san juga tega... Huaaaa !" }

Warning : Humor garing, aneh, bahasa Indonesia-Inggris ( bahasa 'gado - gado' ), dan lain2...

Disclamer : Yamaha Corporation, Negara Jepang, Company pembuat Vocaloid ( Crypton, Aha Software, dan lain – lain ).

Let's go ~!


Sudah pagi hari sejak Festival Kembang Api di makBUUUUM ( Author ketularan bahasa Gakupo ). Festival itu akhirnya selesai pukul 21.00 malam waktu selatan kota tersebut ( lengkap amit infonya ). Hiyama yang masih bingung tentang kemarin sekarang sedang makan kue Negi yang dibeli Miku kemarin.

"Baiklah... Dengan ini kita merdeka ! ( ? ) eh keceplosan... Ahem..., Maksudnya dengan ini bukti sudah cukup. Tinggal melapor saja" batin Hiyama mengatakan. "Tapi tetap saja... Kenapa bisa...?".

Lalu tiba – tiba...

"Woi bang Hiyama ( sekali lagi panggilan yang enggak elit ! ) !" teriak John Shion versi memenangkan limosin mainan ( ? ). "Head – Division Len mau datang kesini !"

"Eh...? Len – sama ? Tungguu..."

4 detik kemudian...


"EEEEHHH ? APPUAAAHHH ?" teriak Hiyama ala banci Prapatan ( ? ) ( Author : "Ya ampun Hiyama... Mulai selow ya reflek kamu... Mulai ketularan John Shion nih... Bahaya tingkat akut dah nih..." ). "Wadoh... Gimana nih ? Jam berapa dia datang John ?"

"20 menit lagi men ! Emang gaswat nih men ! Pake baju apa kita men ? Hidangan buat dia apa nih men ? Mainan apa yang kita kasih buat dia men ? ( Atuh dikira penjual boneka apa ya ? ) Panik gue men !" teriak Kaito dengan sangat ( enggak ) elit nya.

"Oke... Jangan panik. Tenang dulu..." kata Hiyama dengan ( sok ) bijak.

"Gimana nggak panik ? Jarak rumahnya deket men ! Atuh lu udah tua ya men ? Masa lupa sih men ? Dasar orang tua kau !"

( Hiyama : "Author ! Gue nggak mau dihina nih ! Masa gue dibilang orang tua ? Kagak sudi !"

Author : "Udah dibilangin... Pasrah aja nak... Huahahaha" )

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Saat itu sudah jam 08.00. TripleGaje kita ( Hiyama, John Shion, Miku ) telah menunggu 15 menit untuk kedatangan Head – Division Kagamine Len. Setelah 'kehebohan' dirumah tersebut...

"Oi John..., Udah 15 menit nih..., Mana orangnya ?" tanya Hiyama dengan mode mau-kesal-bok.

"Dia katanya udah berangkat dari rumah men... Gue juga bingung men"

Reader penasaran nggak apa yang terjadi 15 menit yang lalu ? Di saat TripleGaje kita 'rusuh' ? Pokoke 'waow'...

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

( Kediaman Hiyama. 07.40 pagi. Suasana : Tegaaang banget #bohongbanget )

Hiyama : "Joooohhhn ! Cepetan mandinya ! Lagi 'meditasi' loe ya ?"

John : "Tunggu dong ! Gue juga lagi mandi express nih ! Tinggal sikat gigi neh !"

Hiyama : "Cepetan ! Deadline nih !"

John : "Karena itu..., Kalau adu suit jangan kalah ! Nunggu dah loe... Mehehe..."

Hiyama : "Sadis banget seh ! Cepetan !"

John : "Tanggung ! Sabaran dikit napa ! Kalau marah – marah cepet tua loh~."

Hiyama : "Gue dobrak juga dah nih pintu ! Hitungan ke 5 kalau loe belum keluar gue 'musnahkan' nih pintu dah !"

John : "Dobrak aja..., Bukan pintu gue ini..."

Hiyama : "Sialan loe ! Jooohhnnn !"

Miku pun yang sedang melihat kerusuhan massal ini mengatakan...

Miku : "Oi.. PikunMan... Dibelakang kan masih ada kamar mandi cadangan... Lupa loe ya ?"

Hiyama : "Eh... ? Oh iya... Gila lupa gue *muka ceming ala orang gila*"

Miku ( dalam hati ) : "Nih orang kok bisa jadi detektif ya ? Malah ini sepupu gue lagi ! Dasar pikun !"

Akhirnya, setelah 'kehebohan dan kerusuhan' yang 'waow' itu. Tinggal satu... Makanan buat Len...

Hiyama : "Kasih makanan apaan nih enaknya ? Kalau bisa yang mewah dan autentik ( Wew bahasanya ya... )"

John : "Ahaa... ! Es Krim rasa Dark Chocolate dengan kacang ijo aja ( ? )"

Miku : "Atau enggak Brownies Negi..."

Hiyama : "Hmmm... Len – sama pernah bilang kalau dia suka makan Pisang dengan melted chocolate..."

John : "Ya udah kita cari aja yang ngejual pisang... Melted chocolate mah mudah... Tinggal panasin coklat aja kan ?"

. . . . .

Hiyama dan Miku : "Siapa kamu ? John yang asli mana ? Tumben otak loe connect... Kerasukan apa kamu ? Curiga kita..."

John : "Kata Author gue harus pintar dikit gitu... Gimana Author ? Hepi ? ( Author : "Hepi banget ! Hebaat ! *cliing* )


Kembali ke masa sekarang...

'Kriingg kriinggg...' telpon rumah tiba – tiba berbunyi yang membuat Hiyama pingsan ( ? ). Walhasil John lah yang mengangkat telpon tersebut...

"Halo ? Ini siapa ? Ini babeh atau emak?" tanya John yang uhuk-baka nya-uhuk kambuh.

"Ini Head – Division Kagamine Len..."

"Ah anda..., Ada apa ?"

"Saya benar – benar mintaaaa maaaaaf bangets ya...( LenLebay mode on )

"Kenapa Len – sama ? Apakah ada 'sesuatu' ?"

"Saya barusan diberi tahuisi ( ? ) bahwa ada Rapat Khusus bagi seluruh Head – Division dan Jenderal Kepolisian. Jadi mungkin saya tidak kesana... Maafkan saya..."

Dalam batin John...

"EEEHHH ? Serius nih ? Nih Head – Division... Nggak tau ya pas kita beli pisang, kita harus rebutan sama Monyet rumahan ( ? ). Mana kita digeplak sama pemilik tuh Monyet... Si Hiyama sampe pusing tingkat Menara Tokyo, Miku nangis sampai kedengeran tetangga dalam radius 2 km ( ? ), gue apalagi... Disuruh nyium tuh monyet ! Nyium monyet ! Hiyama paling – paling mau nyium monyet karena dia lagi maboek cinta. Gue masih suci nih ! Amit – amit gueee !"

"Baiklah... Akan saya sampaikan kepada partner saya..." jawab John Shion yang sifatnya 188 derajat beda sama batinnya.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

"Hiyamaaa~... ? Banguuunnn !" teriak Miku di telinga Hiyama.

"Eh ? Ah ? Maaf..."

"Kamu ini... Masa kamu pingsan selama 1 jam ?" kata Miku dengan nada sepupu-pualing-payah-sedunia.

"1 jam ? Loh..., Len – sama mana ?" tanya Hiyama yang baru bangkit ( ? ) dari dunia sana ( ? ).

"Dia nggak dateng men... Dia nggak tau penderitaan kita tadi men..." jawab John Shion yang sudah pundung + nangis gaje + alay.

"Haaaah ? Tega amit tuh Head – Division. Gue toyor, masuk penjara..., Gue bunuh, masuk penjara..., Gue cela, masuk penjara juga..., Dia... itu... terlalu.." kata Hiyama dengan ( sok ) mendukung John. "Ah iya... John. Kemarin aku ketemu bukti yang puenting suekali".

"Bukti apaan ? Kasus es krim ku yang hilang 5 bulan yang lalu ?" tanya John Shion yang matanya berbinar – binar kayak senter.

"Bu... Bukan itu... Aduuh..., Tuh Es Krim kan udah kadaluarsa. Jadi gue buang..." jawab Hiyama dengan menghela napas terakhir ( ? ).

"Hah ? Es krim itu loe buang ? Huaaaaa~..." ( Author : "Ya elah Kaito... Es Krim basi 'dipelihara'... Nanti kamu 'sekarat' loh... Para fangirl kamu nanti berduka... Author nggak punya karakter kedua... Tak baik nak, tak baik loh..." )

"Terserah lah... ( Hiyama tega ! Temen sendiri nggak dihibur abis nangis ! ). Eniwei, ini ada bukti baru tentang Surat Ancaman buat Len – sama. Awalnya aku juga nggak percaya... Tapi kalau memang seperti ini... Kayaknya gue udah ketemu siapa pelakunya..." kata Hiyama dengan mode detektif yang cihuy ( ? )

"Haah ? Siapa Hiyama ?" tanya John dan Miku berbarengan...

"Menurutku... Dia adalah..."

To Be Continued...


Yak itulah akhir dari chapter 6. Sekarang pasti humornya kurang dan garing... Wadaw ! Tapi bagi yang masih membaca, arigatougozaimasu !