Discaimers: m.k

Rate: m

Pair: narux...

.

" ichiban " perkataan

' ichiban ' perkataan dalam hati

" ichiban " tehnik/ jutsu

,, ichiban ,, sfx

.

Err.. Sebelumnya saya minta maaf kalo banyak kesalahan. Typo atau apa pun itu. Saya hanya ingin mengeluarkan apa yang ada di otak saya. Kalau para senior tidak suka lebih baik Anda tidak usah membacanya.

Sekian..

.

Start

.

Di sinilah mereka berada. Di tempat pelatihan yang sering di gunakan oleh para ninja untuk berlatih.. Yang saat ini di gunakan untuk menguji para ninja muda yang akan di terjunkan pada Medan peperangan. Yang entah kapan akan terjadi..

Kita sorot tokoh utama kita yang saat ini sedang err.. Tiduran di pangkuan miroku dengan manjanya. Sedangkan miroku yang saat ini sedang ber bincang-bincang dengan khusina tidak merasa terganggu dengan Naruto yang saat ini di pangkuannya. Malah terlihat khusina yang terganggu dengan kelakuan sahabatnya itu.

" aku baru tau kalau Naruto semanja itu " ujar ino yang saat ini bersama Shikamaru dkk.

" hmm.. Dia memang seperti itu semenjak bertemu baa-san." Jawab Shikamaru.

" ehh.. Memangnya dia bukan anak baa-san itu. " kali ini menma yang bertanya." Lalu dia anak siapa? " lanjut menma.

Shikamaru yang mendengar pertanyaan menma. Langsung duduk menatap teman-teman nya.

" aku juga tidak tau tentang Naruto." Jawab Shikamaru. Lalu dia menerawang " yang ku tau dulu waktu pertama aku bertemu dengan Naruto ia Cuma mengenalkan namanya saja

Flashback on

Shika pov

" hahh.. Hari ini terlihat merepotkan seperti biasanya " gumam Shikamaru yang saat ini berjalan menuju taman bermain.

,,bruukk,,

Tiba-tiba ada sesuatu yang menabrak tubuhnya dari belakang dan membuat nya mencium tanah.

" ittaii naa... " terdengar suara kesakitan dari kedua bocah itu.

" uhh gomen .. Omewa daijobu? " si bocah yang menabrak shikamaru yang bangun lebih dulu mengulurkan tangannya untuk membantu Shikamaru.

" hai.. Olewa.. Dai jobu.. " balas Shikamaru. " kau mau kmana?. Sepeltinya terbulu bulu?" lanjut Shika.

" aku mau ketaman. Teman-teman ku sudah menunggu. " jawab si penabrak.

" aku juga mau kesana. Ayok baleng. " Shikamaru mengajak anak di depannya.

" okkee.. Ettooo.. "

" Nala sikamalu." Jawab Shikamaru sambil berjalan pelan.

" olewa naluto.. " jawab bocah yang ternyata Naruto.

Shikamaru yang mendengar Naruto tidak menyebut nama marganya nadi bingung.

"Kau tidak punya nama belakang? " tanya Shikamaru penasaran.

" aku punya kok. Tapi gak aku pakai kalna tidak Kelen.. " jawab naruto

" lalu apa nama belakangmu yang sebelumnya? " tanya Shikamaru ingin tau.

" hehehehe... Aku lupa.. " jawab Naruto dengan polosnya.

"Lalu siapa nama olang tuamu?" tanya Shikamaru lagi.

" thehe.. Aku tidak tau.. Kalna mereka biasa ku panggil otou-sama dan okka-sama." Jawab Naruto jujur. Yang di balas tepukan di dahi oleh Shikamaru

Oh kali ini Shikamaru tau kenapa anak ini seperti hilang ingan. Karna ia memang pikun nama orang tua aja lupa. Shikamaru hanya bisa menepuk jidatnya jika berhadapan dengan Naruto.

Flashback end

.

" lalu esoknya aku bertemu lagi dengan Naruto. Ia dengan polosnya bilang namanya sekarang Uzumaki naruto. Aku juga tidak tau ia dapat nama itu dari mana. yang pasti sifat pikunnya memang sudah turunan orang tuanya yang entah siapa.. " cerita shikamaru yang di akhiri menguap.

" dengan kata lain ia Tampa sadar membuang nama klannya " Sasuke yang dari tadi juga pendapatnya. Yang di balas anggukan oleh shikamaru

Teman-teman Naruto yang melihat balasan shikamaru terdiam entah apa yang di pikirkan mereka.

" pertarungan Uzumaki Naruto vs anbu elang akan segera di mulai. Bagi yang bernama Uzumaki Naruto. Silahkan bersiap-siap. " perhatian orang-orang teralihkan saat pertarungan akan dimulai.

" nee naru.. Sebentar lagi pertarungannya akan di mulai. Jadi sana bersiap siap. " ucap miroku pada Naruto yang saat ini di pangkuannya.

" hai.. " jawab Naruto sambil bangun dan berjalan ke tempat senjata yang akan di pilih.

" nah.. Nak kau ingin senjata apa? " kini seorang jounin yang bertanya. Senjata apa yang di inginkan bocah di depan nya itu.

"Anoo.. Aku ingin dua katana yang kuat ossan dan tidak terlalu ringan." Sang jounin langsung memilihkan katana yang ada. Tapi tidak ada yang cocok.

" nak... Apa katana ini cocok. " tiba-tiba seorang jounin. Menginterupsi kegiatan mereka berdua. Yang ternyata Hayate. Jounin elit desa Konoha.

" ehh.. Ettooo.. " Naruto menerima katana yang baru saja di berikan oleh Hayate.

" nah bagaimana menurutmu? " tanya Hayate saat melihat bocah di depannya meneliti katana miliknya.

" sugoii.. Katana ini bagus.. Beratnya juga pas... Apa Paman sering merawatnya.,? " puji sekaligus tanya Naruto pada orang yang baru saja meminjamkan katananya.

Hayate melebarkan senyumnya firasatnya tidak salah. Kalo anak di depannya ini pengguna kenjutsu.

" ya dan kau boleh meminjamnya. " ujar hayate.

" arigato.. Ossan... Demo.. "

" nani? " tanya Hayate.

" aku butuh dua katana. " lanjut kata-kata yang tadi ia potong.

" kau juga boleh meminjam katana milikku adik kecil." Ucap seseorang yang baru muncul dari gelapnya pepohonan.

Hayate dan jounin yang tadi berbincang dengan Naruto sama-sama terkejut. Pasalnya anbu elit Konoha mau meminjamkan senjatanya pada SE orang bocah.

" apakah kau yakin yu- ehem.. Neko san.. " tanya Hayate pada anbu bertopeng kucing di depannya. Yang tak lain kekasihnya sendiri.

" iya apakah Anda yakin? " si jounin juga ikut bertanya.

" tidak apa kok. Aku juga sedang bebas kali ini. " ucap neko sambil menyerahkan katananya pada Naruto. Yang langsung di teliti.

Saat meneliti dua katana itu ia menyadari sesuatu tentang dua katana yang dipegangnya ini. Dua katana ini dibuat sepasang.

" ossan dan topeng-san ini sepasang kekasih ya.. " tanya Naruto dengan nada polosnya. " jaa Kalau begitu aku permisi." Pamir Naruto meninggalkan satu orang yang terkejut dan sisanya merona.

.

Terlihat kini Naruto memasuki arena. Yang baru saja di perluas oleh para jounin. Untuk pertarungan yang akan di lakukan. Tapi-

,,aaaaarrrrrggghhhh,,

Naruto berteriak memegangi kepalanya. Semua yang melihat itu menatap Naruto cemas plus bingung. Memandang Naruto yang saat ini sudah berlutut dengan nafas memburu.

Wasit yang melihat itu menatap naruto.

" apa kau baik-baik saja? " tanya wasit pada naruto yang sudah berjalan ke arahnya sambil mengangguk kan kepalanya.

" sudah saatnya kah? " gumam Naruto sambil tersenyum kecil.

" baiklah.. Peraturan nya tidak sulit. Kalian di bolehkan menggunakan senjata apa saja. Tidak boleh membunuh. Jika salah satu dari kalian pingsan atau menyerah maka pertandingan akan selesai. Dan kalian tidak Peru khawatir untuk melakukan jutsu skala besar. Karna yondaime-sama akan membuatkan kekkai untuk pertarungan kalian. Apa Kalian siap? " ujar wasit pada Naruto dan elang.

" hai.. " jawab Naruto. Membuka kimono bagian atasnya dan mencabut dua katananya. Sedangkan si anbu hanya mengangguk.

" Hajime.. "

Naruto dan elang saat ini saling diam tidak melakukan gerakan apa pun. Mereka saling mengobservasi satu sama lain. Tampa adanya celah sedikitpun.

Sedangkan para penonton bingung dengan apa yang dua orang itu lakukan. Karna dari tadi mereka berdua hanya berdiam diri dengan posisi salig menyerang.

" nee.. Kaa-chan apa yang sedang mereka lakukan.. " tanya menma pada ibunya yang kebetulan duduk bersama.

" hmmm... Menma-kun. Mereka saat ini saling mengukur kekuatan masing-masing. Dan membuat alur pertarungan di kepala mereka. Coba deh lihat sebentar lagi pertarungan akan benar benar dimulai.. " jawab khusina yang dibalas anggukan oleh si duren.

,,wuuussshhhh, trankkk,,

Tiba-tiba mereka berdua menghilang dan muncul di tengah arena sambil membenturkan senjata masing-masing.

,, trankk trankk trankkk ,,

Mereka mulai bertarung dengan Tempo cepat. Tanto dan kunai bertemu dengan dua pedang kembar. Keduanya saling mendominasi. Tak ada yang mau mengalah.

,,syuut suuut syuut,,

,,trank trank trank. Seret ,,

Saat Naruto menebas kaki si elang tiba tiba elang melompat sambil melempar beberapa suriken. Yang berhasil di tangkis. Meskipun ada satu suriken yang menggores pipinya.

"Katon: hosenka no jutsu"

Tampa di sadari Naruto elang sudah menyelesaikan heandseal nya setelah melempar shuriken. Naruto yang melihat bola api kecil yang jumlahnya tidak sedikit mengarah padanya langsung melompat kebelakang sambil membuat handseal.

"Raiton: inton raiha"

Setelah menyebutkan jutsunya.. Tiba-tiba dari sekujur tubuhnya keluar petir yang menyambar bola bola api yang memburunya Hinga tak tersisa. Belum hilang tehnikny ia sudah merapal heandseal kembali.

"Futon: Kaze no Hana"

Disekitar Naruto terlihat belasan bunga dari angin yang berputar layaknya suriken. Mengarah pada si elang. Tapi-

,,crasssshh dhuak,,

,,brraakkk,,

" ugghh.. "

Si elang muncul di depan Naruto dengan shunsin. Menebas dan menendang Naruto tepat di dada. Hingga Naruto terlempar dan menabrak kekkai.

" naru... " gumam miroku khawatir. Sama dengan sahabat Naruto yang saat ini melihat pertarungan Naruto dari seberang kekkai.

Kembali ke Naruto yang saat ini sudah kembali berdiri. Ia memasukkan dua katananya kedalam sarungnya. Para penonton bingung melihat Naruto memasukkan tidak dengan miroku. Ia tau Naruto akan menggunakanh tehnik yang ia ajarkan.

" nitoryuu:...

Dengan menggenggam dua katana yang saat ini masih berada di sarungnya. Ia berjalan lurus ke arah si elang yang saat ini memasang posisi siaga.

... Gaya tarian pertama:..

Bagaikan hantu yang menembus dinding. Naruto memudar bagai hantu menembus tubuh anbu yang sedang membeku. Lalu muncul beberapa meter di belakang anbu.

,,cklekkk,,

,, sreet sreet sreett,,

... Langkah hantu"

Bunyi pedang yang menutup sekaligus rompi depan belakang milik elang yang erkoyak. bagai ditebas hantu yang sampai menembus bagian tubuhnya. Yang saat ini mengeluarkan darah.

" gaya tarian kedua:..

Si anbu yang tadinya terkejut oleh fenomena aneh yang menimpanya. Sekali lagi bersiaga. Karna melihat bulatan biru yang dengan cepat membesar menyamai kekkai sang kage.

Saat elang melihat Naruto juga ikut menghilang. Kali ini ia akan mengimbangi tehnik anak kecil yang ia tidak mau kecolongan untuk kedua kalinya. Dengan bermodal Tanto dan kunai yang di aliri chakra ia juga menghilang untuk menyerang Naruto.

,,trankk trankk trankk,

,,sreet sreet srett,,

Kali ini yang terlihat hanyalah bayangan senjata yang terus beradu. Meskipun ada juga percikan darah di beberapa tempat. Yang mereka gunakan untuk menyerang satu sama lain...

Dan tak lama kemudian keduanya muncul dengan berhadap hadapan. Keadaan mereka kali ini sangat mengenaskan. Goresan benda tajam yang tertoreh di tubuh mereka. Meskipun keduanya masih dalam posisi menyerang. Naruto dengan posisi kaki kiri kebelakang kaki kanan tertekuk ke depan. Dan kedua katananya yang saat ini ia pegang di bagian pinggang sebelah kiri. Dan dua duanya mengarah ke belakang. Berbeda dengan elang. Yang saat ini mengambil posisi khas anbu dengan tambahan kunai.

" gaya tarian ketiga:..

Elang yang mendengar Naruto mengucapkan teknik ketiganya melebarkan matanya. Karna ia lengah ketika ia melihat Naruto yang sudah tidak ada di tempatnya.

Berbeda dengan miroku yang saat ini khawatir pada Naruto. Karna Naruto sudah bertarung sangat lama. Apa lagi melakukan tiga tehnik sekaligus. Ia takut narutonya kenapa napa. Meskipun ia sering sparring dengan Naruto. Tapi ia tidak pernah tau kalau Naruto bisa aliran pedang ganda. Dia harus menanyakan dari mana ia belajar tehnik yang berbeda dengan miliknya.

,,trank srett crasshh crasshh crasshh crasshh crasshh,,

Kini terlihat Tanto dan kunai yang patah tergeletak di tanah. Dan Naruto yang menari dengan kedua tangan memegang katana. Ia menebas dari semua sudut. Bagaikan penari yang berputar-putar dengan katana yang mengoyak kulit sang anbu.

,,crasssshh crasshh crasshh crasshh,,

Semua orang takjub sekaligus ngeri. Takjub karna kecepatan tebasan meninggalkan bercak yang berbentuk bunga. Dan ngeri ketika mengingat bercak itu adalah darah manusia.

,, sreeeettt,, cklek,,

... Mekarnya sang bunga"

Bunyi gesekan katana yang menutup. Membuat bulatan biru dan bercak bunga tadi menghilang. Menyisakan anbu elang yang tengkurap.

" hosh hosh hosh"

Dengan tangan menumpu pada lututnya Naruto terengah. Karna staminanya hampir mencapai batas. Gara gara pertarungan yang tidak bisa dibilang singkat.

.

" pemenangnya Uzumaki Naruto.. " wasit yang baru sadar langsung mengumumkan siapa pemenangnya. Membuat area latihan itu ramai.

" uwoo bocah itu menang"

" tidak bisa dipercaya"

" hebat bocah"

Begitulah kira-kira teriakan yang menggema di training groun itu.

Berbeda dengan para ninja senior. Mereka menganga tak percaya. Ketua anbu black opp dikalahkan. Oh mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

" jadi bagai mana hokage-sama? " tanya miroku menyadarkan hokagenya yang sedang menganga.

" o-oh.. Uzumaki Naruto. Dengan ini kau akan diangkat menjadi anbu pribadi uchiha miroku " ucap hokage dengan tegas pada Naruto yang masih bertumpu pada lututnya. Dan mengejutkan seorang uchiha yang sedang merenung di sana.

" nah naru-kun ayo pulang. Baa-chan akan mengobati luka-luka itu " ucap miroku sambil menunjuk badan Naruto.

" ehehe.. Hai" angguk Naruto. Lalu berjalan untuk berterima kasih pada yang meminjamkan katana untukya sekaligus mengembalikannya.

" ayo" ajak miroku dan di balas anggukan Naruto.

"Tunggu.. "

.

.

.

.

Tbc

.

Err.. Ini scene fight pertama saya. Jika ada kesalahan ane minta maaf.

Untuk penampilan Naruto.

Bersurai merah darah. Mata ungu hampir mencapai merah. Gaya rambut kayak itachi tapi belahan ada di sebelah kiri. Pakai kimono hitam layaknya samurai.

Kalo miroku

Mirip kushina tapi bersurai hitam pony tail pake kimono kaya shinigami bleach dah

By