Mrs. Bangtan Diary

Namaku Bang Tania. Usiaku baru menginjak empat puluh tahun. Namun aku sudah punya tujuh orang anak, dan mereka semua LAKI-LAKI!

Orang-orang bilang aku seperti baju anti peluru. Walaupun diterjang banyak masalah, aku tidak akan pernah tumbang. Itulah kenapa mereka memanggilku Nyonya Bangtan.

Ku beritahu, ya. Mengurus tujuh orang anak laki-laki seorang diri bukanlah hal yang mudah bagiku. Mereka memiliki sifat dan masalah yang berbeda-beda. Tidak mudah mengendalikan mereka untuk berjalan kearah yang aku inginkan. Karena memiliki arah mereka masing-masing. Aku bahkan tidak sempat pergi spa atau hanya sekedar memakai make up karena masalah-masalah yang mereka timbulkan.

Bukannya mengeluh. Aku hanya ingin bercerita tentang kisahku besama ketujuh putraku. Agar kalian semua tahu bagaimana rasanya mengurus tujuh orang anak laki-laki yang memiliki banyak masalah dalam mencari jati diri mereka.

.

Putra bungsuku bernama Jungkook. Dia pandai menari dan menyanyi. Dia juga pandai menggambar. Wajahnya tampan dan pandai dalam bidang olahraga. Dia adalah Golden maknae kami. Tidak ada yang tidak bisa dia lakukan. Padahal usianya masih tujuh belas tahun. Tapi pesonanya mampu memikat gadis-gadis diluar sana, bahkan yang lebh tua darinya. Dia sangat populer di daerah tempat tinggal kami, dia juga populer disekolahnya dan jauh lebih populer lagi di social media.

Tapi jangan disangka kepopulerannya itu tidak menimbulkan masalah untukku. Justru dia lah yang selalu membuatku kuwalahan. Setiap hari banyak remaja perempuan mendatangi rumah kami dengan bermacam-macam alasan agar bisa mendapatkan perhatian Jungkook. Banyak dari mereka yang mengirimi Jungkook hadiah. Untuk yang itu lumayan membantuku menghemat biaya untuk kebutuhan bulanan Jungkook. Dia sering mendapatkan pakaian, topi, jaket, bahkan underware dari penggemarnya. Ada juga yang memberinya boneka dan yang lebih parah lagi ponsel keluaran terbaru. Aku tidak percaya, gadis-gadis itu menghabiskan uang mereka untuk Jungkook.

Sebenarnya Jungkook adalah anak yang baik. Hanya saja dia agak kurang sopan kepada kakak-kakaknya. Meskipun begitu, kakak-kakaknya tidak ada yang mempemasalahkannya. Kecuali Seokjin. Dia akan mempermasalahkan segalanya, terutama hal-hal yang menyangkut tentang kepopuleran Jungkook. Aku rasa dia hanya iri pada adiknya itu. Mereka sering kali beradu mulut dan membuatku pusing dibuatnya.

.

Aku selalu berpesan pada semua putraku, bahwa mereka harus bersikap dewasa. Setidaknya bertanggung jawab atas masalah yang mereka timbulkan sendiri. Karena aku tidak selamanya bisa mendampingi mereka.

.

6