Bleach © Tite Kubo

Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow

Soul Society Arc

-I do not own Bleach-

Don't Like, Don't Read

Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc


- Chapter 5 -

"I-ini..."

"Apa-apaan ini?"

Sekelompok shinigami tampak memperhatikan lubang besar didepan mereka. Mereka sedang mengejar benda yang diperkirakan penyusup sebelum mendengar sebuah ledakan dan menemukan lubang besar. Lubang itu terlihat seperti sebuah bekas ledakan dan menghancurkan sebuah tembok dan beberapa benda disekitarnya.

"kalau tidak ada mayat disini, penyusup itu berarti masih hidup! Mulai mencari!"

Kelompok itu segera berpencar, mereka tidak tahu kalau ada seseorang yang mereka cari itu berada diatas pohon lebat yang tidak jauh dari mereka. Orang itu memiliki tubuh besar dengan rambut kecoklatan yang menutup hingga kedua matanya. Tapi yang paling terlihat adalah dia mempunyai dua tangan yang berbeda. Satu tangan terlihat seperti manusia sementara yang lainnya besar dan berwarna merah.

"Hm... apa yang harus kulakukan selanjutnya?" gumam pria itu.

Dia melihat sekeliling dan mulai memikirkan apa yang harus dia lakukan setelah terpisah dari teman-temannya. Pemuda itu tampak sangat tenang, dia mulai berpikir untuk segera berpindah karena ada kemungkinan lawan yang lebih kuat muncul. Setelah memastikan tidak ada siapapun yang dekat disekelilingnya. Pemuda itu turun dari atas pohon, satu-satunya mata yang terlihat tampak serius.

"Kau ingin pergi?"

Sebuah suara feminim muncul dibelakangnya, pemuda itu tampak tegang sebentar sebelum berbalik. Matanya sedikit melebar ketika seekor serigala hitam dengan mata merah muncul dibelakangnya. Dia mengambil satu langkah mundur karena selain itu adalah serigala, binatang itu juga memiliki tubuh yang sedikit melebihi tingginya sendiri.

Serigala itu adalah Akatsuki yang sedang dalam wujudnya yang lain. Dia memiliki beberapa wujud yang dia punya sejak lahir. Serigala ini adalah salah satunya. Hampir semua shinigami yang pernah bertemu dengannya atau mendengar rumor tentang dirinya tahu akan wujudnya itu. Walau sangat jarang dia perlihatkan pada orang-orang, banyak orang yang mengatakan kalau wujudnya itu sangat menyeramkan.

"..." pemuda itu tampak tidak tahu harus berbuat apa.

Serigala itu melihat kearahnya sambil sedikit memiringkan kepalanya. Dia memperhatikan setiap gerak-gerik, nafas dan juga mendengar suara detak jantung dari penyusup itu. "jika kau bertanya-tanya siapa yang berbicara, itu memang aku" kata Akatsuki menebak apa yang ada dipikirannya penyusup itu.

"ah, maaf..." kata penyusup itu.

Akatsuki tersenyum kecil, sangat jarang ada orang yang masih berdiri ketika melihat dia dalam wujud ini. Sebagian besar ketakutan, langsung berlari atau bahkan menyerang dirinya berpikir kalau dia adalah monster. Tidak sedikit Shinigami baru yang salah menganggapnya sebagai hollow dan menyerangnya sebelum akhirnya ada yang memberitahu orang itu. Melihat ada orang asing yang bisa bersikap tenang didekatnya membuatnya cukup merasa lega. 'tidak ada aura gelap pada penyusup ini..' pikirnya. Mata masih memperhatikan penyusup itu dengan teliti.

"Apa kau adalah penyusup yang datang kemarin, anak muda?" tanya Akatsuki dengan halus.

"... ya" jawabnya dengan sedikit terdiam pada awalnya.

Hidung Akatsuki mencium sedikit rasa gugup pada tubuh pemuda itu. "tenanglah, anak muda. Aku disini bukan dalam perintah untuk menangkap atau membunuhmu. Tidak untuk sekarang kupikir..." katanya dengan lembut.

"maaf..."

Pemuda itu terlihat lebih tenang sekarang. Dia bisa mendengar kebenaran dari ucapan serigala itu secara membingungkan. Walau begitu dia tetap sadar apa yang dimaksudkan Akatsuki pada kalimat terakhir. Akatsuki mengangguk kecil dan berbalik, "ikut aku, anak muda. Beberapa kelompok sedang bergerak kemari. Mereka tidaklah kuat, tapi aku yakin kau tidak ingin membuat masalah bukan?"

Serigala hitam itu berjalan kearah hutan kecil dekat tempat itu. Sementara penyusup tersebut mengikutinya tidak jauh dibelakang. Ketika mereka sampai didalam hutan, Akatsuki berhenti dan duduk didepan penyusup itu.

"Sekarang, ijinkan aku bertanya beberapa hal jika kau tidak keberatan. Kau boleh menjawab atau tidak. Dan sebaliknya kau juga boleh menanyakan sesuatu padaku dan aku bisa menjawab atau tidak sama sepertimu. Apa itu terdengar bagus dan adil untukmu?"

Akatsuki terdengar serius dan pada saat bersamaan terdengar seperti seorang ibu yang berbicara pada anaknya. Pemuda itu mengangguk, dia tidak merasakan aura jahat pada serigala itu sejak awal bertemu. Dia berpikir untuk mencoba permainan itu. "baiklah, aku akan mulai terlebih dahulu, bisa?" kata Akatsuki.

"silakan" jawab penyusup tersebut.

Serigala itu itu tersenyum, "boleh aku tahu namamu, anak muda?"

"Sado... Namaku Sado. Lalu kau?"

"aku harap, aku bisa memberitahu dirimu nama asliku. Tolong jangan tersinggung, ada baiknya jika kau tidak mengetahui namaku untuk sekarang. Tapi kau bisa memanggilku dengan Tsuki." Pemuda itu mengangguk paham, bagaimana pun mereka ada pada sisi yang berbeda saat ini.

'sungguh anak yang pengertian... dia masih percaya walau tidak mendapatkan nama asliku' puji Akatsuki dalam hati.

"baiklah, Sado-kun. Ada keperluan apa kau ke Seireitei? Terlebih sampai kau berusaha keras menembus medan pelindung."

"aku datang untuk menolong Rukia" katanya langsung.

Akatsuki sedikit melebarkan matanya, dia tidak pernah berpikir kalau ada orang luar yang mau datang jauh-jauh mengambil resiko untuk menolong Rukia. Serigala itu mengenal Rukia, mereka sempat bertemu ketika ada latihan bersama antara divisi sepuluh dengan divisi tiga belas. Dia adalah anak perempuan yang baik dan juga sangat pengertian.

"aku mengerti..." gumam serigala itu pelan.

Sado melihat ekor serigala itu turun sedikit, "apa kau tahu dimana dia?" tanya pemuda itu sedikit berharap.

Akatsuki memperhatikan lawan bicaranya dengan baik, tampak mempertimbangkan untuk memberitahunya atau tidak. "aku akan menjawabnya jika kau bisa berjanji untuk tidak mengatakan pada siapapun termasuk temanmu kalau aku yang memberitahumu walau kau harus mati. Bisa kau berjanji itu padaku?"

"ya..." jawab pemuda itu tanpa ragu.

"terima kasih..." Akatsuki menatap pada pemuda itu dengan mata merahnya "dia didalam salah satu menara yang ada ditengah Seireitei. Bangunan tinggi putih yang disebut dengan menara Senzaikyu. Kau bisa melihatnya karena itu adalah salah satu bangunan tertinggi seluruh Seireitei. Apa kau mengerti?"

"ya, aku mengerti" kata Sado. Dia jelas mengingat bangunan itu ketika sedang melihat dari atas pohon. Dia ingin tahu bagaimana dia bisa kesana tapi itu akan terlalu berbahaya. Serigala besar itu segera menyadarkannya, "Sado-kun, jika boleh tahu. Kau datang ke tempat ini dengan siapa? Tidak perlu menyebutkan nama jika kau tidak mau, kau juga boleh menjawab dengan jumlah."

"Aku datang dengan empat temanku yang lain dan seekor kucing."

"kucing?" satu alis dan ekor Akatsuki tertarik keatas. Dia bisa menduga kalau itu adalah manusia tapi kucing? Apakah mungkin orang itu memiliki kemampuan sepertinya? Mungkin saja...

"apa kau tahu dimana mereka?" tanya Sado.

Akatsuki terdiam, "aku bisa mencari mereka tapi aku tidak bisa untuk menunjukanmu dimana mereka. Tapi mereka semua terpencar ke arah utara, barat dan selatan. Kalian semua terpecah dalam empat arah yang berbeda."

"begitukah?" gumam Sado.

"Bisa aku bertanya sesuatu Sado-kun? Aku harap kau menjawabku dengan jujur."Serigala itu mulai berdiri, Sado melihat keatas dan langsung pada mata merah besar tersebut. "Apa kau datang ke tempat ini tadi malam? Atau apakah kau mengenali dengan Ichimaru Gin?"

Sado menggelengkan kepalanya pelan, dia terlihat sedikit bingung dengan pertanyaan itu. "Aku baru saja datang, ini adalah pertama kali untuk kami semua. Dan tentang pria Ichimaru ini, aku hanya mengenalnya ketika dia mencegah kami untuk masuk kemarin."

"terima kasih..." Akatsuki menunduk sedikit, "kau masih memiliki pertanyaan terakhir untukku Sado-kun. Semua haruslah adil."

Sado terdiam dalam pikirannya terlintas perkataan pertama Akatsuki. Dengan pelan dan gugup dia bertanya. "ketika kau mengatakan kalau kau disini tidak dalam perintah untuk menangkap atau membunuh kami. Apakah jika nanti kau diberikan perintah seperti itu, kau akan melakukannya?"

"ya..." jawab Akatsuki langsung tanpa ragu "jika tuanku memerintahkannya maka akan kulakukan. Aku terikat hidup dengannya."

"begitu..." Sado terlihat sedikit sedih. Dia bisa merasakan aura yang sangat kuat pada serigala itu. Pemuda itu berharap bisa berteman dengannya kalau bisa. "Souka... Terima kasih..." Sado membungkuk hormat.

Akatsuki membalasnya dan berbalik, "kau bisa keluar darisana..." katanya menunjuk dengan kepala "kau bisa melihat bangunan itu dengan jelas darisana tapi berhati-hatilah, banyak orang yang jauh lebih kuat darimu disini."

Sado mengangguk lagi dan mulai berlari kearah yang ditunjuk Akatsuki. Serigala itu memperhatikan hingga bayangannya menghilang didalam hutan. "sungguh anak muda yang sopan..." gumam Akatsuki sebelum hidungnya kembali mencium di udara "ke penyusup selanjutnya..."

.


.

Akatsuki sudah ketemu sama sado. Bagaimana menurut kalian? oh, buat yang sering nonton bleach. saya minta maaf kalau penulisan seperti soukokyu atau bahasa / istilah lainnya berubah-ubah atau salah. Saya juga kurang tahu mana yang benar dan terkadang mengetiknya secara otomatis terus lupa dibenerin...

hahahaha(sorry...)

Please Review!