I'm Back Guys.. Waiting me? Or Not.. oke, I don't care about it.. let go Read.
Chapter 6 : perpisahan.
NARUTO : THE POWER OF YAMI RINNEGAN.
STORY BY : KURO SENJU-UCHIHA.
DISCLAIMER : NARUTO MASHASI KISHIMOTO.
GENRE : ADVENTURE, selanjutnya tentukan kalian sendiri..
RATE : T.
PAIR : NARUTO X KONAN X NARUKO.
WARNING : TIPO(S), ABAL, GAJE (MAYBE), OOC, NO FLAME, MINI- HAREM.
SUMMARY : Dirinya hidup didunia ini, dengan cobaan yang dihadapinya, penduduk desa membencinya, karena kyuubi yang mendiami tubuhnya. Dirinya tahan akan semua itu. karna dirinya hidup hanya menjalankan tugas yang diberikan olehnya untuk dirinya.
Smart!Naruto, Calm!Naruto, Strong!Naruto- maybe Godlike!Naruto.
DON'T LIKE DON'T READ.
ENJOY.
.
.
.
.
DEG..
Perkataan dari Naruto membuat Sasuke merasa kecewa. Jadi ini yang dibilang teman sekaligus saudara. Jadi inilah perpisahan seorang teman. Naruto dengan mudahnya mengatakan itu seolah tidak ada beban sama sekali.
Sasuke benar-benar kecewa, kecewa akan perkataan Naruto yang menurutnya menusuk hatinya, semudah itukah memutuskah ikatan pertemanan yang selama ini dia dan Naruto jalani, semudah itukah untuk tidak berteman lagi.
Apakah semuah itukah Naruto berbicara seperti itu padanya, berlaku juga untuk semua sahabatnya.
''SASUKE''
Sebuah teriakan terdengar di arah belakang Sasuke, dan mereka yang berteriak adalah Kiba, Sikhamaru, Rock Lee, dan Chouji yang berlari menuju Sasuke berada.
''semudah itukah dirimu mengucapkan itu, Naruto!'' geram. Ya Sasuke geram akan ucapan Naruto yang menurutnya sungguh buruk. Sementara teman-temannya kini berdiri disamping Sasuke.
''hey.. kau ini kenapa sih, tiba-tiba saja larimu cepat sekali'' ucap Kiba kepada Sasuke sambil mengaturkan nafasnya yang tersendat akibat berlari kesini.
Sasuke tidak membalas perkataan dari Kiba, dia hanya menatap Naruto tajam, dan akibat itulah mata Sharingannya aktif dengan satu Tomoe. Sementara teman-temannya yang meliat perubahan dimata Sasuke hanya kaget.
''ohh.. Sharingan, mata terkutuk milik seorang Uchiha. Ternyata kau sudah membangkitkannya he.. akan tetapi kau tetap lemah.'' Ucap Naruto dengan nada terkesan remeh.
Sementara Sasuke, juga kaget sekaligus senang karna dirinya bisa membangkitkan mata Sharingan ini. ''kalian ini.. sebenarnya apa yang terjadi'' kini yang berbicara giliran Sikhamaru, ya Sikhamaru merasa dirinya tidak mengerti pertikaian yng terjadi saat ini.
''sesungguhnya, aku tidak mau berputus sekaligus berpisah dengan teman baikku. Kalianlah yang selama ini menjadi kepingan puzzle terakhir yang mengisi hatiku ini dari rasa sayang, aku tak bermaksud untuk mengakhiri pertemanan ini. akan tetapi kalian tidak boleh ikut denganku, karna itu sangatlah berbahaya'' Naruto berkata sambil menundukan wajahnya dan nadanya berbicara terlihat sedih.
Sementara Kiba, Chouji, Sikhamaru, dan Rock Lee, hanya bingung. Apa maksudnya tidak boleh mengikutinya?
''apa maksudmu, Naruto? Kami semua yang baru datang tidak mengerti'' kini Chouji yang giliran andil dalam berbicara, mewakilkan semuanya.
''dia, menyembunyikan kekuatan sesungguhnya dari kita semua'' bukannya yang menjawab Naruto, tetapi yang menjawab Sasuke sambil menatap Naruto dengan Sharingan yang aktif.
Sedangkan semua temannya hanya kaget dan kecewa, kenapa harus menyembunyikan kekuatannya. Tetapi tidak dengan Sikhamaru, dia hanya malas meladeni permaalahan ini. dan sedetik kemudian Sikhamaru, menunjukan wajah seriusnya.
''apakah kau benar menyembunyikan kekuatanmu yang sesungguhnya'' tanya Sikhamaru dengan nada seriusnya, terkesan menginstrogasi Naruto. Sementara Naruto hanya menjawab dengan anggukan kepala.
''pasti kau memiliki tujuan kan, kenapa kau menyembunyikan kekuatanmu dari kami semua, jelaskan pada kami, semuanya, secara rinci dan jelas.'' Perintah Sikhamaru dengan nada yang masih seriusnya, dirinya ingin mendengar sendiri pengakuan dari Naruto.
Naruto pun menghela nafas panjangnya. Dirinya kurasa harus menerangkan ini.
''aku.. menyembunyikan kekuatanku, karna demi kebaikanku. Karna ada orang yang menginginkan kekuatan yang aku miliki didalam. Jadi aku menyembunyikan kekuatanku sebenarnya. Aku hanya berpura-pura lemah dalam ujian genin itu. aku tak mau siapapun mengerti kekuatan sebenarnya aku, dan sekarang kalian sudah mengerti walaupun aku tidak menunjukannya kepada kalian semua..'' kata Naruto panjang lebar dengan jelas dan melanjutkannya lagi, sementara temannya hanya mendengarkan sambil menundukan kepalanya.
''jika aku menunjukan kekuatanku yang sebenarnya, maka aku akan dijadikan senjata desa Konoha ini, senjata untuk berperang. Karna itulah aku tidak mau menunjukan kekuatanku yang sebenarnya'' dan Naruto pun mengakhiri perkataannya dengan nada bicara datar kepada semua temannya.
''maafkan ak-''
''tidak usah minta maaf Teme. Kau sudah dulu kumaafkan, jadi maukah kalian menjaga rahasia ini. dan mungkin Hokage akan mengetahuinya nanti.'' Ucapan Sasuke terpotong oleh perkataan Naruto sambil membalikan badannya dan berjalan kembali.
Sementara teman-temannya, hanya bisa menatap datar punggung Naruto dari belakang. ''hn.. kami akan merahasiakan kekuatanmu Naruto, tenang saja. Semuanya aman bersama kami'' sebuah kata terucap oleh mulut Uchiha bungsu, Sasuke. Dan Naruto yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya.
Dan Naruto pun berjalan menuju gedung Hokage yang sudah dekat dengan jalannya. Saat Naruto mau masuk, dirinya dicegat oleh penjaga yang berjaga didepan pintu masuk gedung Hokage.
''ada keperluan apa kesini, Naruto-san'' ucap penjaga tersebut kepada Naruto. Sedangkan Naruto yang ditanyai begitu langsung menjawabnya dengan senyuman.
''aku kesini mau bertemu Hokage-jiji, Matsu-san'' jawab Naruto kepada sang penjaga yang bernama Matsu. Dan sipenjaga pun memperbolehkan Naruto masuk menuju Gedung Hokage.
-Hokage Room-
Terlihat sang Hokage sedang berkutik dengan surat-surat yang berada dimeja kerjanya. ya, Hokage sedang melakukan aktifitasnya yaitu berurusan dengan surat yang menurutnya laknat tersebut.
'ohh shit.. kenapa diriku harus berurusan dengan monster kertas ini. Damn!' rutuk dalam hati sang Sandaime Hokage atau Hiruzen Sarutobi. Dan dia pun melanjutkan menandatangani monster kertasnya.
Sang Hokage pun mulai mengotak atik kertas yang akan ditanda tanganinya.
'hmm, membuat perumahan bagi orang yang tak mampu, bagus juga' setelah melihat isi kertas tersebut Sang Hokage pun memberi tanda 'Accep' dan terus menerus ia melihat isi kertas-kertas yang ada.
'memberi dana bantuan ke panti asuhan Konoha, hmm, ini juga boleh' dan Hokage pun memberi tanda Accep kepada isi kertas tersebut dan meletakkan kertas tersebut disampingnya. Dan seterusnya.
'membuat toko tempat novel remaja. Huaaa, ini bagus' kemesuman sang Hokage terlihat ketika Hokage membaca isi kertas tersebut, dan ketika ia akan memberi tanda Accep, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar dan langsung membuat sang Sandaime Hokage kalang kabut mencari tanda satunya dan langsung mencapnya 'Don't Accep'.
Tok tok tok…
''si-silahkan masuk'' Hokage pun berbicara dengan gagapnya, akibat gugup yang dialaminya dan kaget. Sedangkan yang diluar yang mendengar perintah untuk masuk langsung masuk dan membuka pintu sepenuhnya, menampilkan seorag bocah dengan rambut pirang spikynya. Yaitu, Naruto.
''ohh.. Naruto-kun, ada apa kesini?'' tanya Sandaime Hokage kepada Naruto yang berada dipintu masuk ruang Hokage. Dan Naruto pun berjalan mendekat menuju kedepan meja Hokage.
''Hokage-jiji, aku ingin memberitahukan sesuatu yang penting kepadamu'' kini yang berbicara Naruto dengan nada seriusnya dan membuat Sandaime Hokage dibuat heran akan kelakuan bocah didepannya.
''hmm, memberitahukan apa itu? Naruto-kun'' jawab Sandaime Hokage dengan nada herannya.
''sebelum itu, aku ingin kita berbicara empat mata saja'' ucap Naruto masih dengan nada seriusnya. Dan membuat sang Hokage bertambah bingung dan heran.
''bukankah kita sekarang hanya berdua, Naruto?'' tanya heran Sandaime Hokage kepada Naruto yang berada didepannya.
''tidak, ada ANBU yang berjaga disekitar tembok, pintu, kaca, dan lainnya.'' Ucap Naruto dengan tenang, yang mengakibatkan sang Sandaime Hokage terkaget-kaget. Dan setelah sadar dari rasa kagetnya Hokage pun menyuruh semua ANBU nya untuk pergi sejenak dengan isyarat tangannya.
Dan betul apa kata Naruto, dari tembok, pintu, kaca, dan lantai keluar sosok orang dengan pakaian dan juga armor ANBU dengan topeng mereka masing-masing, dan langsung pergi dengan via Shunsin, meninggalkan Naruto dan Sandaime Hokage yang berada diruangan Hokage ini.
''baiklah semuanya sudah pergi, cepat apa yang akan kau beritahukan kepadaku'' perintah Sandaime Hokage yang masih berkutik dengan kertas-kertasnya. Dan Naruto pun menghela nafas panjang.
''aku ingin keluar dari desa ini, Hokage-jiji'' kata Naruto dengan tenang dan mengakibatkan sang Hokage berhenti mengutak atik kertasnya dan langsung memandang Naruto penuh arti.
''kenapa kau, ingin keluar dari desa ini Naruto? Apa para penduduk itu menyakitimu lagi! Apa orang-orang menghinamu lagi! Biar jiji yang urus me-''
''tidak! Aku hanya ingin keluar desa saja, aku ingin mengembara saja'' ucapan Hiruzen terpotong oleh perkataan Naruto.
''kenapa kau ingin mengembara, coba aku lihat dulu ujian Genin mu… ahh, ini dia. Coba kau lihat! Kau bahkan kalah poin dari Uchiha, kau itu masih lemah Naruto! Kau belum cukup kuat untuk keluar desa!'' marah. Yah.. Hiruzen marah pada Naruto karna menurutnya pergi keluar desa dengan kemampuan sedikit akan jadi berbahaya… Hiruzen memegang keningnya yang pusing. Sementara Naruto hanya memandang Hiruzen dengan datar.
''haah~ kamu tahu.. kamu sudah ku anggap menjadi cucuku, aku tidak ingin cucu angkatku pergi dari desa ini. diluar sangat berbahaya untuk umur seusiamu, aku sangat khawatir padamu.. Naruto'' ucap Hiruzen sang Sandaime Hokage dengan nada sedih plus khawatirnya.
Dalam hati Naruto, ia senang, senang akan Hokage yang mengawatirkannya, ia merasa sangat senang sekali. Naruto menutup kedua matanya. Ia tersenyum dan Naruto pun membuka kembali kelopak matanya yang menampilkan mata biru cerahnya.
''Hokage-jiji kamu terlalu mengkhawatirkanku, aku ini kuat. Apa kamu lupa waktu ketika aku dikeroyok oleh penduduk desa dan mengakibatkan tekanan Chakra yang besar. Akan aku beritahukan padamu yang sesungguhnya..'' ucap Naruto menggantung sementara Hiruzen hanya mendengarnya.
''aku waktu itu.. hampir saja jatuh kejurang kebencian, aku berjanji akan menghancurkan konoha beserta isinya. Dalam alam bawah sadarku, aku bertemu dengan Kyuubi atau rubah berekor sembilan yang menyerang desa ini tahun lalu..'' ucapan Naruto membuat Hiruzen membelakkan matanya.
''jadi kau sudah tahu.. maafkan aku, Naruto! Tidak memberitahukanmu tentang itu'' permintaan maaf yang tulus terucap oleh Hiruzen Sarutobi kepada Naruto.
''tak usah minta maaf. Sesungguhnya Kyuubi itu baik Jiji. Dia menyerang desa ini karna dikontrol oleh seseorang. Dan dia memberitahukan kedua orang tuaku.. yaitu Namikaze Minato atau Yondaime Hokage, dan Uzumaki Kushina'' dan kata dari Naruto yang kedua membuat Hiruzen membelakkan matanya lagi. Kurasa dirinya tidak perlu menyembunyikan identitas kedua orang tua Naruto lagi, dalam pikiran Hiruzen sambil memegang keningnya yang berdenyut.
''dan setelah itu aku mengatifkan Doujutsu terkuat diatas Rinnegan. yaitu Doujutsu kegelapan sendiri dari Rinnegan, Yami Rinnegan. setelah itu aku bertemu dengan kegelapan pendiri dunia shinobi, yaitu Yami Rikkudou Sennin. Dia berkata bahwa aku ini penerus penghancurannya. Dia melatihku dalam dimensinya, 5 tahun disana jadinya 5 hari diluar itu kenapa aku tak sadarkan diri selama 5 hari di rumah sakit'' dan Hiruzen pun harus membelakkan matanya untuk ketiga kalinya. Dia tak menyangka, bahwa Naruto bertemu kegelapan pendiri dunia Shinobi.. Yami Rikkudou Sennin.
''setelah 5 tahun disana aku sudah kuat akibat bimbingan latihan bersama Yami Rikkudou Sennin. Dan test terakhirku adalah melawannya sekaligus membunuhnya. Aku dan Yami, bertarung habis-habisan. Dan setelah itu Yami Rikkudou menyerah tanpa alasan. Dan aku diberi hadiah olehnya. Dan juga.. aku diberi tugas darinya untuk mendamaian dunia ini dan dia menyadarkanku dari jurang kebencian menjadi cahaya, dan setelah itu aku sadar. Dan akupun menyembunyikan kekuatan asliku untuk kebaikanku, itu mengapa ketika ujian Genin aku tidak menunjukan kekuatanku yang sebenarnya'' kata Naruto panjang lebar dan Hiruzen pun hanya bisa memandang Naruto dengan datar.
''kalau begitu.. jika kau ingin keluar desa maka kau akan jadi Missing –Nin. Apa kau mau jadi Missing –Nin!'' tanya Hiruzen dengan mata berkilat tajam.
''bukan jadi Missing –Nin. Tetapi menjadi Shinobi yang pergi dengan seperti tugas, kurang lebih seperti itu.'' ucap Naruto kepada Hiruzen yang anti akan tatapan tajam seorang Kage.
''kalau begitu, kita bertarung. Jika kau berhasil mengalahkanku.. maka kau akan aku ijinkan keluar desa.'' Sebuah penawaran yang cukup menggiurkan dari Hiruzen kepada Naruto.
''ah, ah, ahh itu penawaran yang cukup meggiurkan. Kalau begitu mari, kita bertarung dimana.'' Jawab Naruto sambil tersenyum Psikopat diwajahnya.
''kita bertarung di Training Ground khusus. Tempatnya dibawah tanah. Ayo ikut aku.'' Ucap Hiruzen sambil maju dan memegang tangan Naruto. Dan mereka berduapun pergi dengan Via Shunshin.
-Training Ground Secret-
Pofft..
Naruto dan Hiruzen Sarutobi pun sudah sampai diTraining Gruond Khusus. Dan disini hanya ada hamparan tanah kosong beserta bebatuannya dengan dinding yang terkesan mengurung mereka berdua.
''ini adalah Training Ground khusus, dan disini panjangnya 5 KM dengan lebar kurang lebih 500 Meter. Ini merupakan Training Ground terbesar didesa Konoha ini. jadi jangan tanggung-tanggung mengeluarkan seluruh kekuatanmu'' kata Hiruzen menerangkannya kepada Naruto, dan Naruto pun hanya membalasnya dengan nggukan kepala.
''baik.. sekarang mari kita mulai'' ucap Hiruzen sambil membuang jubah Hokagenya dan langsung memakai Armor bertarungnya. Dan langsung melompat mundur menjauh dari Naruto.
Sementara Naruto hanya tenang. Berdiri tegak dengan kedua tangan dibelakang seperti beristirahat ditempat.
''akan aku tunjukan padamu, sedikit kekuatanku'' ucap Naruto dengan posisi beristirahatnya.
''hmm.. sombong. Sikap sombong akan membuatmu kalah dalam pertarungan.'' Ucap Hiruzen memperingati.
Dan Hiruzen pun melempar Shuriken berjumlah 5 buah kearah Naruto.
''Shuriken Kage Bunshin No Jutsu'' dan Shuriken yang tadinya 5 buah menjadi seratus Shuriken menuju kearah Naruto. Sementara Naruto hanya berdiam diri, dan setelah itu Naruto membalikan badannya, dan langsung berlari dengan kecepatan yang gila menuju ratusan Shuriken yang menuju kearahnya.
Ctang..
Ctang..
Ctang..
Dengan berbekal kunai ditangan kanannya Naruto menangkis semua Shuriken yang mengganggu berlarinya. dan setelah sampai didepan Hiruzen Naruto pun melakukan tendangan kearah kepala Hiruzen, akan tetapi tendangan Naruto dapat diblock oleh Hiruzen dengan mencemkramnya. Dan langsung meninju Naruto dengan tangan kirinya yang bebas.
Dirasa kaki kanannya dicemkram. Naruto menggunakan kaki kirinya untuk menahan lajuan pukulan tersebut.
Duagh..
Pukulan Hiruzen pun ditahan oleh kaki kiri Naruto, dan mereka berduapun langsung meloncat mundur. Bersamaan dengan itu Naruto pun langsung maju kembali menyerang Hiruzen.
''mari berdansa'' ucap Naruto sambil berlari setelah berada tepat didepan Hiruzen. Naruto pun melompat kembali mundur agar terhindar dari tendangan Hiruzen, dan langsung membuat Handseal diudara.
''Yami Raiton : Gian'' teriak Naruto menyebutkan Jutsu, dan dari kedua tangan Naruto keluar listrik berwarna hitam dengan intesitas tinggi menuju ke arah Hiruzen. Sedangkan Hiruzen yang merasa ada bahaya yang ada membuat Handseal dan langsung menyebutkan Jutsunya.
''Doton : Doryuuhekki'' dan keluarlah tanah dari mulut Hiruzen memuntahkannya menuju tanah dan membuat dinding tanah yang kokoh. Akan tetapi petir lebih kuat dari tanah. Dan sudah dipastikan pelindung tanah tersebut hancur dan Hiruzen pun melompat menghindar dari serangan Yami Raiton Naruto.
Craakk…
''Yami Raiton? Aku tak pernah dengar tentang jutsu seperti itu.. jadi ini yang diajarkan oleh Yami Rikkudou Sennin kepadamu'' ucap Hiruzen kepada Naruto. Sedangkan Naruto mendarat ditanah dengan tumpuhan kaki kanannya.
''ya.. dan masih banyak lagi, tetapi hanya ada beberapa Jutsu yang tidak bisa ku kuasai dengan Yami. Itu sangat sulit ku pelajari.'' Jawab Naruto dan setelah itupun, Naruto menghentakan kedua tangannya ketanah tanpa membuat Handseal.
''Doton : Kage Bunshin No Jutsu'' ucap Naruto sambil menyebutkan jutsunya. Dan dari dalam tanah keluar sosok Naruto berjumlah 5 dan langsung maju menyerang Hiruzen.
Dan Hiruzen pun membuat Handseal dan langsung menyebutkan jutsunya.
''Katon : Karyu Endan'' dan keluarlah api dalam mulut Hiruzen menuju ke arah semua Doton Kage Bunshin milik Naruto. Dan hasilnya api tersebut melalap semua Dotong Kage Bunshin milik Naruto, dan berubah lagi jadi lumpur.
Sementara Naruto yang usahanya digagalkan dia maju kembali sambil membuat Handseal dan langsung meloncat ke udara.
''Suiton : Mizutori No Jutsu'' setelah mengucapkan jutsunya dari udara keluarlah titik-titik air dan mulai membentuk menjadi burung yang dua kali lipat lebih besar dari tubuh Naruto, dan Naruto pun menunggangi burung air tersebut.
''membuat air dari udara.. kau seperti Niidaime Hokage, dan juga, ternyata air yang tidak bisa kau gunakan menjadi Yami. kalau begitu aku akan mengundang tongkatku'' ucap Hiruzen sambil merapal Handseal.
''Kuchiyose No Jutsu : Enma'' setelah itu keluarlah kepulan asap disamping Hiruzen dan munculah monyet tua dengan badan yang kekar.
''ada apa kau memanggilku, Hiruzen?'' tanya monyet tersebut.
''aku perlu bantuanmu, Enma. Cepat berubahlah menjadi tongkat sekeras berlian'' perintah Hiruzen kepada monyet tua disampingnya yang dipanggil Enma.
''he.. memangnya kau melawan siapa?'' tanya Enma penasaran, sementara Hiruzen menunjuk lawannya dengan tangan, dan seketika Enma pun melihat siapa yang dilawan seorang Kage seperti Hiruzen.
Dan disana. Diatas sana terdapat seorang anak kecil yang sedang menunggangi burung airnya yang terbang bebas.
''hahaha.. lawan anak kecil tak usah pakai diri-''
''jangan meremehkannya. Dia hebat, cepat berubahlah, aku tak punya waktu lagi'' ucapan Enma sang monyet terpotong oleh perkataan Hiruzen yang menyuruh Enma berubah menjadi tongkat. Dan tanpa babibu lagi Enma pun berubah menjadi tongkat. Dan dengan senang hati ditangkap oleh Hiruzen.
''tongkat Enma. Tongkat yang dikabarkan sekeras berlian itu sendiri… hm, ini akan menarik!'' ucap Naruto sambil maju menyerang dengan burung airnya. Setelah tepat didepan Hiruzen. Hiruzen pun menghilang entah kemana. Dan membuat Naruto bingung.
'dimana? Kanan, kiri,.. atas!' dan muncullah Hiruzen diatas udara dengan tongkatnya dan langsung menghantam Naruto dengan tongkat kerasnya akan tetapi Naruto sudah dulu menghilang dengan meninggalkan kilatan cahaya hitam dan tongkat tersebut pun mengenai burung air milik Naruto.
Crass..
Dan burrung air tersebut berubah menjadi air lagi seperti semula. Dan Naruto pun muncul kembali tak jauh dari lokasi Hiruzen berada. Sementara Hiruzen langsung menyiapkan Jutsunya.
''Doton : Doryu Taiga'' setelah mengucapkan jutsunya dari tanah yang dipijak Naruto, perlahan menjadi lumpur. Dan membuat Naruto kehilangan keseimbangan. Sementara Hiruzen yang ada kesempatan emas langsung menciptakan jutsunya lagi.
''Doton : Doryudan'' dan dari samping Hiruzen keluarlah lumpur dan membentuk sesuatu replika kepala naga yang cukup besar. Kepala naga tersebut membuka mulutnya dan meluncurkan peluru lumpur dengan jumlah 6 menuju kearah Naruto. Seakan belum cukup Hiruzen membuat Handseal lagi dan mengucapkan jutsunya.
''Katon : Karyudan'' setelah itu keluarlah api dari mulut Hiruzen, dan perlahan membungkus peluru lumpur tersebut menjadi api dan menuju Naruto.
Sementara Naruto yang tidak bisa apa-apa hanya memandang jutsu gabungan tersebut dengan ekspresi datarnya. Dan ketika peluru tersebut tinggal beberapa cm dari tubuhnya Naruto menggumamkan sesuatu yang tidak didengar oleh Hiruzen.
''Yami Gakido''
DUARRRRHHH..
Ledakan pun terjadi diarea tempat Naruto berdiri. Sedangkan Hiruzen mulai siaga kembali dengan mengambil tongkatnya. Dan didepan terlihat Naruto merentangkan kedua tangannya, dan dari kedua tangannya keluarlah asap kecil dan pandangan mata biru Naruto pun berubah menjadi biru tajam.
''menyerap Ninjutsu'' ya, benar apa kata Hiruzen. Naruto menyerap jutsu gabungan tersebut dengan kedua tangannya.
''hm.. kuarasa, tadi itu sedikit berlebihan.'' Ucap Naruto sambil menurunkan kembali tangannya.
''kenapa kau bisa menyerap Ninjutsu?.. setahuku yang bisa melakukan itu adalah teknik dari Rinnegan.. kalau tidak salah Gakido'' tanya Hiruzen terhadap Naruto. Sementara Naruto hanya memandangnya datar.
''kenapa jiji bisa tahu tentang teknik dari Rinnegan. bukannya, diperpustakaan Konoha tidak ada keterangan teknik tersebut?'' tanya Naruto kembali kepada Hiruzen.
''he.. aku ini dijuluki Proffesor Shinobi. Itu kenapa aku tahu akan hal itu, dan kau bilang bahwa kau mempunyai Doujutsu diatas Rinnegan itu sendiri yaitu, kegelapannya.. Yami Rinnegan, akan tetapi aku tidak melihat perubahan pada matamu itu, hanya berubah menjadi tajam saja.'' Jawab Hiruzen sambil bertanya kembali kepada Naruto. Sedangkan Naruto mulai membuat satu Handseal dan mengucapkan.
''Ka'i'' setelah Naruto mengucapkan itu dari mata Naruto keluarlah asap tebal dan semakin lama semakin menipis dan memperlihatkan sebuah Doujutsu terkuat yang pernah ada dahulu kala, Doujutsu khusus dari Yami Rikkudou Sennin, Doujutsu yang bisa membuat orang langsung lari kalang kabut, yaitu.. Yami Rinnegan, dengan pola riak dan matanya berwarna hitam.
Sementara Hiruzen dibuat kaget akan perubahan dimata Naruto, dan ia pun segera menutupi rasa kagetnya dengan pandangan Glare seorang Kage.
''ternyata, seperti itu bentuk dari Doujutsu Yami Rinnegan.. mengagumkan, akan tetapi.. tetap saja, walaupun kau mempunyai itu, aku tidak akan membiarkanmu keluar desa ini.'' kata Hiruzen dengan tekad apinya. Sementara Naruto dirinya harus menyelesaikan ini dengan Taijutsu kelas atasnya, ia yakin kalau dengan Taijutsu itu Hiruzen tidak akan terluka cukup parah, dalam pikiran Naruto.
Ternyata Naruto tidak menunjukan kekuatan penuhnya, Naruto.. tidak mau orang yang ia sayangi terluka olehnya, dan Narutopun langsung menonaktifkan Doujutsu Yami Rinnegannya, dan langsung membuat pose beristirahat dengan kedua tangannya kebelang saling menggenggam.
''Yami…'' ucap Naruto kemudian. Dan setelah itupun Naruto menghilang dan dalam hitungan kurang dari satu detik Naruto kembali muncul didepan Hiruzen dengan Taijutsu atasnya.
''..Dansu No Tori'' dan setelah itupun Naruto mulai menendang, memukul dengan kecepatan tinggi, yang membuat Hiruzen kewalahan menghadapinya dengan tongkatnya. Dari samping, atas, depan. Terdapat tangan Naruto yang dengan cepat memukul, seolah Naruto berubah menjadi lima, akan tetapi Naruto hanya ada satu dan itu adalah Taijutsu Stylenya dengan mengandalkan Kecepatan dewa. Dan memukul, menendang terus menerus.
Sampai Hiruzen pun kewalahan dan tongkat yang digenggamnya terlepas, dan pukulan Naruto pun terus berlanjut dan Hiruzen pun harus rela tubuhnya menjadi bulan-bulanan pukulan Naruto. Setelah dirasanya Hiruzen tidak cukup kuat lagi, Naruto pun berhenti menghantamkan lajuan tinjunya. Dan diganti dengan tendangan yang sudah terlapisi oleh aura hitam. Dan langsung menendang Hiruzen tepat diperut.
DUAAGH.
Dan Hiruzen pun terlempar cukup jauh, sedangkan Naruto berdiri dengan tegak, memandang tubuh Hiruzen yang tergeletak ditanah. Dan Naruto pun mengambil inisiatif untuk menolong Hiruzen, akan tetapi Naruto terdiam tidak bergerak dan dari arah leher Naruto terdapat kunai yang digenggam oleh pemilik tangan seseorang, dan tangan tersebut adalah Hiruzen. Dan dari jasad Hiruzen yang tadi ditendang Naruto berubah menjadi lumpur.
''menyerahlah'' perintah Hiruzen dari arah belakang Naruto sambil menyodorkan kunainya dileher Naruto.
''Doton Kage Bunshin.. sejak kapan Jiji menggunakan itu?'' bukannya takut, Naruto justru bertanya kepada Hiruzen mengenai itu.
''aku memakai Doton Kage Bunshin ketika memukul burung airmu itu. sementara aku yang asli bersembunyi ditanah. Dan ketika kau lengah aku mengambil kesempatan ini untuk aku menyergapmu.. dan sekarang apakah kau-''
''menyerah'' ucapan Hiruzen terpotong oleh kedatangan Naruto dari arah belakang Hiruzen sambil menodongkan kunainya tepat kearah leher Hiruzen. Sama seperti diawal, dan sekarang giliran Hiruzen yang menjadi sandra, atau disergap.
Sementara Hiruzen hanya dibuat kaget, dan jika Naruto berada dibelakangnya, berarti didepannya adalah..
''Mizu Bunshin?..'' dan Naruto yang tadi ditodong oleh kunainya Hiruzen, perlahan menjadi air dan mencair. Sementara Naruto yang menodong kunai dari belakang Hiruzen hanya tersenyum.
''skak mate'' ucap Naruto kepada Hiruzen, dan Hiruzen pun akhirnya menurunkan tangannya, sambil tersenyum ia berkata.
''aku menyerah'' dan dengan itu Naruto pun menjauhkan kunai miliknya dari leher Hiruzen dan berjalan mundur.
''kau hebat, walaupun diusiamu yang kecil itu, kau bisa membuat seorang Kage kewalahan menghadapimu. Dan sekarang ayo, kita kembali lagi ke kantor Hokage.'' Kata Hiruzen sambil tersenyum dan berjalan maju menuju Naruto dan menggenggam tangan Naruto dan pergi dengan via Shunsin.
-Hokage Room-
Pofftt..
Muncul kepulan asap diruangan kantor Hokage, dan setelah kepulan asap menghilang kini tergantikan oleh sosok Naruto dan Hiruzen yang sekarang berada di ruangannya.
''baiklah, bagaimana.. sekarang aku boleh pergi kan?'' tanya Naruto kepada Hiruzen. Sedangkan Hiruzen memandang Naruto dengan pandangan tajam. Dan setelah itupun pandangan tajam tersebut perlahan melembut, bibir yang tadi datar sekarang melengkung keatas. Tersenyum, ya.. Hiruzen tersenyum.
''hmm.. ya, kau boleh pergi mengembara, akan tetapi jangan libatkan konoha dalam petualanganmu itu. kau ingat!'' kata Hiruzen kepada Naruto didepannya. Sedangkan Naruto hanya tersenyum senang akibat permintaannya dikabulkan.
''baiklah aku akan pergi dulu, menyiapkan segala sesuatu yang aku perlukan'' ucap Naruto yang berjalan keluar diikuti oleh Hiruzen yang keluar mengikuti Naruto, sementara Naruto yang mengerti Hiruzen mengikutinya hanya senang, dalam hatinya pasti Hokage bermaksud mengantarkannya menuju gerbang dan.. perpisahan. Dan Naruto pun berjalan keluar bersama Hokage yang berjalan disampingnya.
-Gerbang Konoha-
Disinilah Naruto, sedang berdiri menghadap semua temannya beserta Hokage yang berada disitu. Dan dirinya mungkin akan berat meninggalkan semua temannya beserta orang yang sudah menganggapnya ada.
''baiklah teman-teman.. kurasa ini adalah perpisahan kita, dan kuharap ketika aku kembali kesini ada yang berubah dari kalian semua'' ucap Naruto kepada teman-temannya.
''hn, aku pasti jauh lebih kuat ketika kau kembali, Dobe'' kata Sasuke yang berada disamping kanan semua teman-temannya.
''yah.. lihat saja aku juga pasti akan kuat.. ya kan Akamaru'' ucap Kiba percaya diri sambil bertanya kepada anjing dikepalanya dan dibalas dengan gonggongan anjing tersebut.
''hah~ kalian ini memang merepotkan semua'' dan akibat perkataan dari Shikamaru membuat semua yang ada disitu tertawa bersama-sama, berbagi suka dan duga, Bersama.. itulah gunanya sesama teman. teman yang menurut Naruto menjadi penutup kesedihan terdalam akibat ditinggalnya.. Yami-sensei.
''baiklah Naruto, jagalah dirimu baik-baik, kamu merupakan murid yang aku sukai, sikapmu itu.. kamu sudah aku anggap menjadi anakku sendiri. Kuharap ketika kamu kembali.. jadilah kuat, bukan hanya kuat dalam kekuatan, tetapi kuat dalam rasa menolong sesama. Itulah gunanya seorang Shinobi didunia ini.'' kata Iruka sensei yang selama 6 tahun ini selalu mengajarkan di Akademi, selalu mentraktirnya ramen, dan segalanya. Dan Naruto pun hanya bisa tersenyum akan mereka semua yang mengkhawatirkannya.
Dan sekarang ia putuskan bahwa, dirinya akan membuat suatu janji yaitu melindungi yang lemah.. dari yang kuat, melindungi yang baik.. dari yang jahat, melindungi cahaya.. dari kegelapan, dan juga melindungi orang yang menurut Naruto… sangat ia sayangi dari hatinya. Dan sekarang saatnya untuk berpisah.
''baiklah teman-teman.. kurasa sudah waktunya aku pergi, sampai jumpa teman-teman.. dan sampai bertemu lagi'' ucap Naruto sambil berjalan pergi.. keluar dari desa yang selama ini selalu menghinanya, desa ini yang selalu menindasnya.. akan tetapi, ia tahan akan semua itu, karna.. ayahnya menjadi Hokage disini, selain itu.. dirinya tahan akan itu akibat tugas yang diberikan oleh Yami-sensei padanya.
''ya.. sampai bertemu lagi Naruto, dan jaga dirimu baik-baik kawan'' teriakan dari teman-teman Naruto membuat Naruto merasa sangat senang akan itu. dan dirinya hanya membalas melalui lambaian tangan, dan terus berjalan pergi. Pergi meninggalkan semuanya yang ada… di desa kenangan ini.
Dan Naruto pun berjalan sambil merundingkan dengan semua Yami Bijuu yang ada ditubuhnya dengan telepati.
'hey.. kalian semua, menurut kalian.. sebaiknya apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu' ucap Naruto melalui telepati kepada semua Yami Bijuunya termasuk Kurama yang bukan Yami pun ikut mendengarnya.
'Buatlah dulu kelompokmu, yang pertama kelompokmu itu harus kuat, tangguh dalam segala hal, dan lainnya.' ucap Yami Kurama memberi nasehat kepada Naruto, sementara Naruto hanya terdiam memikirkan.
'baiklah, aku akan membuat kelompok dulu.. katamu kelompoknya harus kuat dan tangguh bukan.. kalau begitu aku punya beberapa orang yang kuat dan tangguh, dan ini akan jadi menarik' kata Naruto mentelepati kembali kepada semua Yami Bijuunya dan tak lupa dengan seringai sadisnya.
'terserah kau saja Gaki, betul apa yang dikatakan oleh Yami Bola Bulu.' Ucap Kurama kepada Naruto melalui telepati.
'apa kau bilang! Kau lah yang bola bulu' seakan tidak terima, Yami Kurama membalas perkataan Kurama. Dan adu cocot pun terjadi diantara mereka. Sedangkan Naruto langsung memutuskan telepatinya, karna menurutnya mereka itu pengganggu, padahal beda kandang kok masih tetap berantem.
''baiklah, pertama terkuat, tangguh, mempunyai reputasi yang tinggi, hebat dalam hal apapun… kurasa aku menemukannya, Fu fu fu.. bersiaplah kalian semua.. kalian semua akan menghadapi…
.
.
.
.
.
… predator yang ganas''
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued..
A/N : baiklah.. apakah kalian bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya. dan Taijutsu Style Naruto saya buat khusus untuknya dan keterangannya akan dijelaskan di Chapter-chapter yang akan datang. Dan ini saya mengucapkan terima kasih bagi Reader yang mengetahui kesalahan saya dan saya akan memperbaikinya di kemudian harinya.
Dan disini Naruto tidak bisa semuanya memakai jutsu Yami. Seperti elemen Air (Suiton), Naruto tidak bisa menggunakannya. Dan masih ada lagi, seiring dengan waktu pasti bakal terbongkar.
Silahkan tinggalkan jejak kalian dengan menekan tombol Review.
Kuro Senju-Uchiha Out,..
