000000000000

Kyuhyun mendesah. Seulgi benar-benar curiga. Mungkin sosok yang selama ini Sungmin tampilkan terlalu sempurna sehingga ketidak percayaan timbul di hati Seulgi. Wanita itu sampai bangun sepagi ini hanya untuk memata-matainya. Tapi Kyuhyun tersenyum, jalan keluarnya sudah terbuka, jalan yang wajar yang bisa menyulut hasrat Sungmin kepadanya.

"Psstt…, Sungmin!" Kyuhyun mencoba membangunkan Sungmin. Gadis itu menggeliat, mungkin mengira suara Kyuhyun adalah suara nyamuk. .

"Sungmin, bangun!" Bisikan Kyuhyun kali ini lebih keras, tapi Sungmin masih tak bergeming. Pesan dari Yesung masuk lagi.

Bersiap-siaplah bung!

Pelayan itu bergerak dari dapur

Dalam waktu beberapa menit,

Ia akan sampai

Di kamarmu/kalian

Sender: Yesung!)

Namun Sungmin belum juga terbangun.

"Gadis ini, kalau dia tidak segera bangun kita akan ketahuan" Umpat Kyuhyun

000000000000

"Last man"

"a Kyumin Fanfiction"

"REMAKE from one of novels by Phoebe"

Chapter 6

000000000000

Kyuhyun melempar bantalnya dan ternyata itu adalah senjata yang ampuh. Sungmin terbangun begitu benda itu menghantam wajahnya. Ia terduduk dan melotot kepada Kyuhyun.

"Apa yang kau lakukan?" Jeritnya nyaring.

Kyuhyun langsung menempelkan jari telunjuk di depan bibirnya lalu memberi isyarat agar Sungmin mendekat. Dengan perasaan yang masih kesal, Sungmin mendekat dan bertolak pinggang dihadapannya. Kyuhyun menunjukkan pesan dari Yesung kepada Sungmin dan sikap kesal Sungmin sirna.

"Sekarang ambillah bantal-bantal itu, Sungmin—Tidak. Tidak perlu, singkirkan saja selimutmu dan buka sedikit pintu kamar!" Perintah Kyuhyun dengan berbisik

"Apa yang sedang kau rencanakan?" Bisik Sungmin dengan curiga

"Apa yang seharusnya di lihat seorang pelayan jika menyelinap ke kamar pengantin baru?" Jawab Kyuhyun tentu saja dengan seringaiannya

"Dia akan mengetuk pintu Kyuhyun, sudah cukup jika aku berbaring di ranjangmu" Elak Sungmin dengan rencana yang sungguh mencurigakan dari pria di depannya atau sebenarnya ia sudah bisa menangkap apa maksud Kyuhyun itu.

"Dia harus melihat yang lebih luar biasa lagi, sayang! Aku ingin membuat Seulgi meradang!" Tolak Kyuhyun sambil mengisyaratkan Sungmin untuk bergerak cepat

Bunyi ketukan langkah menaiki tangga mulai terdengar. Kyuhyun segera menarik Sungmin ke ranjangnya dan memaksa untuk membuka T-shirtnya. Sungmin melotot tak percaya. Kyuhyun benar-benar ingin memperlihatkan kemesraan di depan orang itu?

Sungmin lebih Shock lagi saat Kyuhyun sudah berhasil membuat tubuh bagian atasnya benar-benar polos, ia menyelimuti Sungmin sebatas pinggang lalu memandangi Sungmin sejenak saat wanita itu menyilangkan tangan untuk menyembunyikan payudaranya.

"Ayolah, Kau tidak perlu bertindak seperti seorang perawan!" Bisik Kyuhyun.

Suara langkah semakin jelas dan sepertinya itu membuat keduanya semakin cemas.

"Sekarang cium aku!" Bisik Kyuhyun

Sungmin menatap Kyuhyun dengan ekspresi 'aku akan menghabisimu karena ini' sebelum ia melingkarkan lengannya di leher Kyuhyun. Beberapa saat kemudian mereka berciuman lagi, sangat dalam sampai Sungmin tidak tau mengapa ia menjadi sangat liar. Dalam waktu singkat, Kyuhyun sudah berhasil membuatnya mendesah saat puncak payudaranya bergesekkan dengan dengan kulit Kyuhyun.

Erangan kenikmatan tergambar jelas dari kedalaman ciumannya dan sepertinya Kyuhyun sangat menikmatinya. Puncak payudaranya bergelanyar dan mengeras dengan cepat, terlebih saat Kyuhyun menyentuhnya. Kyuhyun benar-benar membuat Sungmin meremas rambutnya karena tersengal-sengal. Kyuhyun benar kalau Sungmin sangat sensitif. Sebuah sentuhan kecil bisa membuatnya bergairah dengan sangat cepat dan itu bisa saja menjadi pembuka dari semuanya.

Hari ini masih pagi, Tapi Kyuhyun berhasil membuat Sungmin menjatuhkan tubuhnya di ranjang sekali lagi. Wanita itu merangkak di atas tubuh Kyuhyun, duduk di pinggangnya dan masih berusaha memberikan ciuman terbaiknya. Rambut-rambut Sungmin menyentuh pipinya, beberapa menyusup ke dalam telinga dan menambahkan sensasi nikmat yang tak terelakkan. Tiba-tiba, Sungmin merasakan tubuhnya terhempas ke ranjang, Kyuhyun sedang membalasnya. Sekarang laki-laki itu sudah berada di atasnya dan menenggelamkan wajahnya untuk menciumi leher Sungmin dengan cara-cara khusus yang memabukkan. Pintu terbuka sedikit mengahasilkan bunyi klik yang sangat halus, Sungmin memperlebar pandangannya dan melihat seseorang berdiri disana. Seorang gadis muda yang pastinya datang karena permintaan Seulgi. Begitu melihat tatapan Sungmin, gadis muda itu menunduk dan segera pergi.

Seharusnya semuanya berhenti, seharusnya selesai sampai disini. Tapi sepertinya Kyuhyun tidak perduli dan beralih ke sisi tubuh Sungmin yang lain. Kedua tangannya masih berusaha meremas payudara Sungmin dengan sangat berirama. Tidak ada hal lain yang bisa Sungmin lakukan selain mendesah. Ia ingin berhenti tapi tidak bisa. Tubuhnya tidak ingin kenikmatan berhenti sampai di situ saja. Tapi jika terus seperti ini, Sungmin akan membuat Kyuhyun menakhlukkannya.

Ia sedang merasakan sesuatu di hatinya sekarang dan perasaan itu bisa saja terus berkembang jika interaksi intim ini terus berlanjut. Sungmin ingin menjerit, meminta Kyuhyun berhenti menggerayangi tubuhnya, meminta Kyuhyun berhenti melumat payudaranya. Tapi tidak ada satu katapun yang berhasil keluar. Getar-getar halus sudah merasuk, dan Sungmin hanya bisa terisak meratapi kegagalannya kali ini. Kyuhyun tidak perduli. Sungmin berduka untuk ketidak perdulian Kyuhyun terhadap penderitaan hatinya.

"Astaga, Kyuhyun! Setidaknya yakinkan kalau pintu kalian tertutup rapat!" Akhirnya Kyuhyun berhenti.

Ia memandangi Cho Heechul yang berdiri di depan pintu sambil menggeleng-geleng tak habis pikir. Sungmin segera menyembunyikan tubuhnya di dalam pelukan Kyuhyun. Ia tidak berani memandangi Heechul saat ini.

"Bagaimana jika ada yang melihat?" Heechul melanjutkan ucapannya lagi.

"Maaf . Aku tidak menyadari mengenai pintu itu!" Jawab Kyuhyun membuat alasan

Heechul Cho menghela nafas lalu menutup pintu. Sejenak suasana hening, hingga isakan yang tertahan dari mulut Sungmin keluar. Terdengar jelas meskipun sangat halus. Kyuhyun segera memandangi Sungmin yang berusaha menyembunyikan wajahnya. Tidak, Sungmin tidak boleh menyembunyikan apa-apa darinya.

Kyuhyun berkeras untuk melihat Sungmin, ia memegangi dagu wanita itu keras-keras dan melihat kedalam matanya. Sungmin mungkin menangis, mungkin juga ia sudah berhasil menghapus airmatanya sehingga tidak sejumputpun noda basah ada di wajahnya. Tapi wajah itu benar-benar sedang menggambarkan kemalangan yang menghancurkan hati Kyuhyun. Sungmin bersedih? Sudah beberapa minggu belakangan ini Sungmin selalu tertawa dan tersenyum. Bahkan ia merespon dengan sikap lucu saat Kyuhyun menggodanya.

Tapi saat ini Sungmin kembali seperti saat-saat pertamanya berada di rumah ini. Kali ini bahkan lebih menyedihkan di bandingkan dengan yang biasa Kyuhyun lihat.

"Ada apa?" Kyuhyun mengendurkan genggamannya pada dagu Sungmin.

Sungmin sangat cengeng, ia kembali membenamkan wajahnya dalam pelukan Kyuhyun dan menagis sejadi-jadinya. Jika begini Sungmin terdengar sangat manja. Kyuhyun membalas pelukan Sungmin dan mengelus-elus punggungnnya. Ia merasakan kulit halus Sungmin seolah-olah memanjakan telapak tangannya.

Sungmin tidak bicara beberapa saat hingga ia bisa lebih tenang lalu menatap Kyuhyun lagi sejenak setelah menghapus air matanya. Beberapa saat kemudian Sungmin menangkupkan kedua telapak tangan pada payudaranya dan berusaha memakai pakaiannya kembali.

"Sungmin, kau belum menjawab pertanyaanku. Ada apa?" Tanya Kyuhyun sambil menghentikan gerakan Sungmin untuk memakai pakaiannya kembali

"Gagal melakukan Seks pada pagi hari bisa membuat seorang wanita tertekan" Sungmin menjawab dan dengan jawaban ituIa berhasil membuat Kyuhyun tertawa.

"Kalau begitu ayo kita lakukan sekarang!" Kyuhyun hendak menarik tubuh Sungmin lagi tapi wanita itu menolak dengan halus

"Aku tidak bisa, Bibimu datang menjemput kita untuk sarapan. Kita harus segera turun!" Tolak Sungmin sambil turun dari ranjang dan memperbaiki penampilannya

Kyuhyun pun ikut turun dari ranjang dan memeluk Sungmin dari belakang.

"Itu semua bisa menunggu!" Pria itu berbisik dalam jarak yang sangat dekat di telinga Sungmin.

Sungmin menolak dan melepaskan dirinya dengan mudah dari pelukan Kyuhyun. Ia sudah selesai memperbaiki penampilannya kembali lalu memandang Kyuhyun kesal. Sungmin sudah kembali seperti semula.

"Aku sudah bilang kalau aku tidak mau berdekatan dengan Cho manapun. Jadi berhentilah menyerangku!" Kesal Sungmin

"Tapi tadi, kita hampir saja bercinta jika bibiku tidak datang. Seharusnya aku mengunci pintu! Aku akan memastikannya lain kali!" JUjar Kyuhyun

"Jangan terlalu berharap, Cho. Kita tidak akan melakukannya lagi!" Gumam Sungmin

"Apa?" Kyuhyun terdengar terkejut.

"Bagaimana dengan misi menjauhkan Seulgi dariku? Bagaimana dengan kelangsungan hidupmu sebagai istriku?" Kata Kyuhyun agak terkejut

"Aku ingin membatalkan perjanjian itu, Kyuhyun!" Jawab Sungmin mantap

"Lalu kau ingin memperkenalkan dirimu sebagai Sung Min-Ah?" Kyuhyun memelankan suaranya dan mendekatkan wajahnya kepada Sungmin untuk mengucapkan nama 'Sung Min-Ah' dengan bisikan yang sangat halus. Sungmin menjauhkan wajahnya seketika.

"Aku hanya ingin membatalkan perjanjian tentang bermesraan di depan bibimu atau siapa saja yang berhubungan dengan Seulgi. Aku tidak butuh jaminan hidup apa-apa. Aku hanya perlu segera keluar dari rumah ini dan tidak melihat Cho manapun lagi sepanjang hayatku. Kau berjanji untuk mempercepat proses pengalihan harta itu, kan? Sekarang usahakanlah lebih maksimal lagi. Dan aku akan segera pergi!" Jelas Sungmin panjang lebar dengan satu kali tarikan nafas

"Kenapa kau bersikap seperti ini?" Mata Kyuhyun memicing memandang Sungmin

"Karena aku sudah bosan menjadi pelacur! Bermesraan denganmu, lalu mendapat bayaran atau jaminan hidup sama saja dengan aku menjual diri" Keluh Sungmin

"Tapi melayani satu laki-laki dalam jangka waktu berbulan-bulan kedepan jauh lebih baik daripada melayani lima orang laki-laki yang berbeda dalam semalam!" Kyuhyun mulai marah,

"Kau tidak sedang menjual dirimu padaku, kita begini karena kau harus membantu segala hal untuk kelancaran proses…."

"Ya!" Potong Sungmin dan kata-kata Kyuhyun mulai membuat emosinya meninggi

"Ya, aku akan pergi sekarang. Dan aku akan berusaha membayar tiga ratus juta dolar itu segera!."Sungmin berjalan kelemari dan mulai mengeluarkan pakaiannya dari sana.

Ia membuat Kyuhyun frustasi, Sungmin juga tidak bisa menghindari kalau ia nyaris tidak bisa mengendalikan diri. Ia nyaris menangis dan mengatakan kalau dia tidak bisa tinggal karena Kyuhyun. Karena Sungmin mulai menaruh harapan yang mustahil. Dia tidak bisa melakukannya.

Sungmin tidak bisa membiarkan dirinya berharap karena itu pada akhirnya hanya akan membuatnya merasa sakit. Sungmin sudah bosan tersakiti. Pergi sekarang lebih baik, maka sakit hati yang dirasakannya akan lebih sedikit.

"Aku akan pergi sekarang. Dan aku akan berusaha membayar tiga ratus juta dolar itu segera!" Kata gadis itu dan setelah itu Sungmin merasa menyesal dengan kata-katanya sendiri.

Begitu kata-katanya berakhir, Kyuhyun langsung menyeretnya untuk mengurungnya di dalam kamar mandi yang berada di kamar itu juga. Terpaksa, Kyuhyun tidak ingin melakukan hal itu. Ia tidak ingin Sungmin pergi karena…

Kyuhyun mendesah, dia sendiri juga tidak mengerti karena apa. Mungkin karena semuanya sudah terlanjur berjalan seperti ini. Seorang pelayan dan Heechul melihat kemesraan mereka berdua pagi ini. Lalu apa yang akan terjadi bila setelah itu terjadi Sungmin malah berniat pergi? Rumah tangga mereka sangat labil. Itu yang akan orang-orang katakan. Seakan tidak cukup, Kyuhyun juga mengunci kamarnya dari luar. Dia tidak ingin seseorang masuk ke kamarnya dan meloloskan Sungmin. Wanita itu bisa saja pergi tanpa sepengetahuannya.

Di saat Heechul bertanya apa yang sedang terjadi— karena ia melihat Sungmin tidak ikut sarapan—maka Kyuhyun akan menjawab kalau Sungmin kelelahan. Alasan yang logis setelah Heechul menyaksikan apa yang mereka lakukan hari ini. Heechul fikir, Sungmin merasa malu karena wanita itu melihat Sungmin setengah telanjang.

Kyuhyun tertawa getir, Sungmin bahkan tidak akan perduli jika yang melihatnya telanjang pagi ini adalah laki-laki. Hal itu lebih baik bila di bandingkan Kyuhyun harus melihat Sungmin berjalan menenteng tas pakaiannya di jalan kecil antara pohon-pohon maple yang daunnya mulai berwarna kemerahan

Memasuki bulan ke tiga mengenal Sungmin, Kyuhyun harus mengakui kalau Sungmin mudah berubah-ubah. Ia harap Sungmin berhenti memikirkan niatnya untuk pergi setelah hari ini terlewati. Mau tidak mau, ia harus mengakui kalau rumah tanpa Sungmin akan sangat sepi. Televisi di ruang tengah tidak menyala seperti biasanya. Dapur juga sangat hening karena tidak ada yang menjejali Mrs. Song dengan pertanyaan seputar resep masakan. Dan entah, hari ini Kyuhyun akan melihat Sungmin tertawa seperti biasanya atau tidak.

Kyuhyun fikir seks bisa meningkatkan suasana hati Sungmin menjadi lebih baik. Ciuman panas mereka yang pertama cukup menunjukkannya. Selama beberapa minggu setelah itu, Sungmin terlihat sangat ceria. Tapi sekarang Sungmin kembali ke dirinya yang paling tidak Kyuhyun sukai. Ia masih tampak ceria saat bertolak pinggang di hadapan Kyuhyun pagi ini. Masih ceria saat Kyuhyun menanggalkan pakaiannya, saat mereka berciuman. Lalu apa yang terjadi sehingga tiba-tiba Sungmin menangis? Dia punya trauma? Entahlah.

Suasana hati Kyuhyun semakin buruk saat Seulgi menghampirinya di ruang kerja. Wanita itu benar-benar membuat Kyuhyun kewalahan dengan sikapnya yang berubah-ubah. Tidak, sebenarnya Sungmin juga berubah-ubah. Tapi Kyuhyun menyukai Sungmin. Kyuhyun rasa, ia membenci Seulgi bukan karena sikapnya yang berubah-ubah. Tapi karena Seulgi membuat Siwon kecewa kepada Kyuhyun menjelang akhir hayatnya. Siwon tidak marah saat itu, Saat Kyuhyun mengakui kalau ada sesuatu antara dirinya dan Seulgi. Kyuhyun juga tidak pernah membela diri dengan mengatakan kalauSeulgi menggodanya. Tidak akan pernah. Lagi pula Siwonlah orang yang paling tau, seperti apa Cho Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tidak suka melewatkan kesempatan jika ada wanita yang mau melemparkan dirinya kedalam pelukan Kyuhyun. Meskipun begitu, ekspresi kecewa Siwon sama sekali tidak bisa di tutup-tutupi. Saat itulah Siwon memerintahkan Kyuhyun untuk mencari Sung Min-Ah dengan keyakinan kalau wanita itu akan mempersulit segala prosesnya. Tapi ternyata Sung Min-Ah yang sudah mengubah namanya menjadi Lee Sungmin dengan sangat mudah menyerahkan harta itu begitu saja.

Sayangnya ia sudah membuat Kyuhyun tertarik dan mempertahankannya meskipun seharusnya Kyuhyun membuangnya dan berpura-pura kalau Sung Min-Ah tidak bisa di temukan. Atau Siwon sudah menduga kalau Kyuhyun akan tertarik kepada Sungmin?

"Aku dengar kalian bercinta pagi ini!" Desis Seulgi, ia pura-pura memandangi buku-buku di dalam rak dengan cermat. Kyuhyun juga berpura-pura untuk tidak begitu perduli dengan keberadaannya.

"Kau mengintip?" Tanya Kyuhyun dengan santai dan tentu saja dengan sama sekali tidak memandang wanita itu

"Untuk apa aku mengintip? Bibi yang menceritakan kepadaku! Kau sampai lupa menutup pintu? Atau sengaja ingin pamer?" Sindir Seulgi

"Seorang pelayan membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Suasana hatiku sedang sangat baik, jadi aku tidak akan mempermasalahkannya" Kata Kyuhyun tetap fokus pada buku didepannya

"Apa yang menarik dari dia, Kyuhyun?" Seulgi mulai kehabisan kesabaran

"Karena dia bukan istri kakakku. Atau setidaknya bukan wanita yang pernah di nikahinya, dan bukan wanita yang dekat dengan bibiku sebagai menantunya!" Kini Kyuhyun sudah beralih memandang Seulgi dengan tajam lalu setelah itu kembali mengabaikan wanita itu.

Seketika ekspresi Seulgi berubah kaku. Ada amarah terselip dalam mimik wajahnya. Seulgi berusaha menahan ledakannya dan duduk di dekat Kyuhyun.

"Jadi karena aku adalah istri Siwon? Kau ingin meninggalkanku? Melupakan kesepakatan kita?" Geram Seulgi

"Kesepakatan apa?" Bingung Kyuhyun

"Malam itu sudah ku katakan padamu. Aku akan menjadikanmu pewaris jika kau menikah denganku. Aku akan membuatmu kaya dalam limpahan harta yang sejatinya akan menjadi milikmu. Dan malam itu kau mengatakan 'ya'!" Kata Seulgi kehabisan kesabaran

"Aku mengatakan itu hanya karena ingin tidur denganmu. Jadi berhentilah mengatakan itu sebagai kesepakatan. Kita tidak pernah punya kesepakatan apa-apa. Yang terjadi di antara kita hanya kesenangan dan sudah berakhir. Aku sudah menikah" Kata Kyuhyun ingin segera menyadarkan Seulgi dengan obsesinya

"Ya, dan kau akan meninggalkannya dalam satu atau dua bulan seperti yang lainnya" Seulgi menarik nafas dan menampilkan senyuman mengejeknya

"Bagaimana kalau lebih lama?" Tanya Kyuhyun menantang

Wajah Seulgi memerah karena marah ia menghentakkan kakinya kelantai meminta perhatian. Kyuhyun hanya melirik sejenak dan kembali membaca bukunya.

"Bajingan kau, Kyuhyun! Kau ingin menguasai harta itu sendiri begitu kau mendapatkannya!" Emosi wanita itu mulai meledak

"Darimana kau yakin aku sudah mendapatkannya? Kau fikir Aku sudah menemukan Sung Min-Ah?" Tanya Kyuhyun membuat seolah-olah ia tak pernah tahu informasi mengenai pewaris harta Siwon

"Aku juga sedang menyelidiki tentang Sung Min-Ah. Dan sejauh ini, kabar yang ku terima adalah, dia sudah di umumkan mati setelah menghilang lebih dari sepuluh tahun. Wanita itu sudah tidak ada lagi di dunia ini. Itu berarti kau memiliki harta itu sekarang dan kau ingin menikmatinya sendirian!" Geram Seulgi

Kyuhyun menghela nafas lega. Ia fikir Seulgi mengetahui siapa Sungmin sebenarnya. Untung saja Sungmin punya kecendrungan untuk selalu terlihat dewasa, ia mengakui dirinya sebagai Sungmin dan mengatakan kepada banyak orang kalau usianya tiga tahun lebih tua dari usia yang sebenarnya. Setidaknya itu bisa menyamarkan jejak Sung Min-Ah. Identitas wanita itu berhenti sampai di Jung-gu. Inilah akibat mudahnya akses identitas palsu di Negara ini. Sebelum berpindah ke Guangzhou, Siwon sudah meresmikan nama Lee Sungmin sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga informasi mengenai Sung Min-Ah benar-benar menghilang, terkubur bersama ibu angkatnya di dalam tanah.

"Ini harta keluarga!" Akhirnya Kyuhyun membela diri.

"Aku tidak menikmatinya sendirian. Aku juga tidak memilikinya sendirian. Aku hanya memegang saham yang Siwon miliki, jangan kau fikir mempunyai saham berarti sama dengan memiliki semua harta Cho. Kalau kau ingin bertindak seperti itu, maka kau harus meniduri banyak Cho di dunia ini!" Geram Kyuhyun dengan tuduhan Seulgi

"Beraninya kau berkata seperti itu kepadaku!" Desis Seulgi

"Hentikanlah Seulgi. Apapun rencanamu untuk memisahkan kami tidak akan pernah berhasil. Karena baik aku maupun Sungmin akan tau kalau itu adalah ulahmu" Seulgi tertawa masam

"Aku tidak perlu susah payah untuk itu. Kau akan meninggalkannya sendiri suatu saat nanti. Aku tau siapa kau Kyuhyun!" Kata Seulgi menaggapi perkataan pria di depannya

"Yah, mungkin begitu. Tapi aku pastikan kau bukan pilihan selanjutnya setelah aku dan Sungmin berpisah. Aku sudah jera dengan akibat bermain-main denganmu. Kau juga menghasut Sungmin kan? Dia tiba-tiba saja bertanya banyak hal kepadaku. Aku rasa tindakanmu sudah sangat keterlaluan!" Kyuhyun mengakhiri ucapannya sambil melirik jam tangannya.

Sudah sore, ia teringat kepada Sungmin yang di kurungnya di kamar mandi. Apa kabar dengan wanita itu, mungkin dia sudah pingsan karena kelaparan. Sungmin tidak sarapan pagi dan sudah melewatkan makan siang.

"Kita sudahi pembicaraan hari ini. Aku harus melihat istriku di kamar!" Kata kyuhyun menutup bukunya.

Kyuhyun rasa, Seulgi sudah cukup bijaksana dengan diam. Semula ia fikir, Seulgi akan mengancam Kyuhyun dan menceritakan semua yang terjadi di antara mereka kepada Heechul. Tapi Kyuhyun tau kalau Seulgi juga tidak ingin terbuang dari keluarga Cho, dia pasti akan semakin hati-hati dalam bertindak. Sudahlah, sekarang yang ada di otak Kyuhyun hanya Sungmin.

Ia berjalan dalam ritme yang sangat cepat demi melihat keadaan Sungmin. Setibanya di kamar, suasana benar-benar hening. Pagi tadi Sungmin berteriak dan mencaci maki, Sungmin menunjukkan betapa jalangnya dia melalui kata-kata dan tindakannya. Tapi kali ini tidak, mungkin Sungmin sudah lelah, mungkin tenggorokannya sudah kering. Astaga, Kyuhyun benar-benar menyiksa Sungmin seharian ini. Ia berusaha secepat mungkin menyambar pintu kamar mandidan melihat Sungmin tertidur disana. Begitu mendengar langkah kaki Kyuhyun, Sungmin membuka matanya. Wanita itu cukup awas dan memandangi Kyuhyun dengan galak.

"Aku fikir kau benar-benar tidur!" Kyuhyun bergumam.

Sungmin segera berdiri dan berlari keluar, untungnya Kyuhyun segera mengganjal pintu kamar mandi dengan kakinya saat menyadari kalau Sungmin ingin membalasnya dengan cara yang sama. Sungmin menyerah, ia keluar dari kamar tanpa mengatakan apa-apa, tanpa mengganti pakaiannya dan segera mendarat di dapur.

Kyuhyun mengikutinya saat berfikir Sungmin mungkin berniat melarikan diri meskipun tanpa membawa apa-apa. Tapi ternyata, Sungmin memasak Spageti dalam porsi yang banyak lalu melahapnya di tempat itu juga, masih di dalam wajan. Sungmin duduk di lantai dan memilin-milin spagetinya dengan garpu, memasukkan ke mulutnya, mengunyah-ngunyahnya beberapa saat dan menelannya dengan nikmat. Kyuhyun merasa lega melihat kejadian itu, Sungmin hanya kelaparan dan tidak berniat pergi.

"Ambilkan aku air!" Perintahnya dengan mulut yang penuh.

Kyuhyun mengabulkan permintaannya dan menyajikan segelas air dingin di hadapan Sungmin. Ia meneguk air putih yang berembun itu beberapa kali lalu kembali makan dengan gaya jenaka. Sungmin membuat Kyuhyun tidak berhenti memandanginya. Beberapa lama kemudian Sungmin mulai kehilangan ekspresi kelaparannya dan kembali makan dengan cara yang sopan.

"Ku fikir kau mau pergi!" Akhirnya Kyuhyun berbicara.

Sungmin mengambil beberapa jumput Spageti dengan tangan kirinya dan memasukkannya kedalam mulut. Kyuhyun kira dia tidak akan mendapat jawaban, tapi setelah menelan suapannya yang barusan, Sungmin berkata dengan santai.

"Kau mengurungku di kamar mandi seharian. Aku kedinginan, kelaparan…"

"Kenapa tidak berteriak saja minta makan?" Sela Kyuhyun

"Kau tidak ada di kamar, kan? Aku sudah melakukannya! Aku memintamu memberikanku makanan meskipun aku harus menyantapnya di kamar mandi" Jawab Sungmin kesal

"Kau sanggup makan di kamar mandi?" Tanya Kyuhyun dengan alis yang menyernyit agak meragukan perkataan Sungmin

"Aku bahkan pernah melakukan hal yang lebih menjijikkan dari itu!" Jawab Sungmin ketus dan Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya, Sungmin-nya telah kembali

"Kau tidak berfikir untuk pergi lagi, kan Sungmin? Aku tidak akan membiarkan itu" Kata Kyuhyun tegas

"Aku rasa tidak. Kelaparan hari ini membuatku membayangkan kelaparan yang akan ku alami jika meninggalkan rumah ini" Jawab Sungmin sambil seolah-olah membayangkan hidupnya di luar mansion keluarga Cho

"Ya, kau bisa saja terpaksa memberikan tubuhmu pada anjing-anjing brengsek di luar sana demi sepotong roti. Aku tidak akan membiarkan itu. Sudah ku bilang, kan? Melayani satu laki-laki selama beberapa bulan lebih baik bila di bandingkan melayani banyak laki-laki dalam semalam. Apa lagi dengan bayaran sepotong Roti. Kau terlalu berharga untuk itu" Kata Kyuhyun masih memandangi Sungmin

Sungmin meneguk air minumnya lebih banyak lalu menyodorkan sisa spagetinya kepada Kyuhyun. Ia tidak suka mengungkit-ungkit masa lalunya untuk saat ini.

"Habiskanlah, aku sudah tidak sanggup lagi! Perutku sudah penuh!" Perintah Sungmin lagi

"Kau mau menyuruhku menyantap makanan sisa?" Kata Kyuhyun tidak percaya

"Percayalah, kau harus mencoba makan makanan sisa sesekali, agar kau bisa menghargai hidup" Kata Sungmin sehingga menyebabkan tawa Kyuhyun meledak sejenak lalu memandang Sungmin lagi.

"Kau punya cara agar aku tidak melupakanmu dengan mudah, Sungmin. Satu ciumanmu membuatku tidak bisa berkonsentrasi di kantor karena yang ada dalam fikiranku hanya segera pulang dan bertemu denganmu. Kau bisa bayangkan apa yang akan terjadi padaku setelah pagi ini? Kau tidak tau apa yang ada di otakku setiap kali dirimu ikut serta di dalamnya" Kata Kyuhyun jujur

"Ya, Aku tau. Kau akan membayangkan bercinta denganku di atas Yacth, di bawah sinar matahari, atau menelanjangiku di halaman belakang, lalu berlarian di antara pohon maple itu" Sungmin memutar bola matanya seakan tahu apa yang ada di kepala seorang mesum seperti Kyuhyun

"Astaga, kau bisa memikirkan hal itu? Bagaimana kau tau?"Sungmin mendesah.

"Kebanyakan laki-laki cabul sepertimu berfikiran sama dan aku sudah terlalu sering mendengar ucapan laki-laki yang berharap bisa melihatku bertelanjang sambil mengerjakan pekerjaan sehari-hari lalu bercinta di alam bebas!" Kyuhyun tersenyum lalu mengambil wajan yang berada di hadapan Sungmin. Ia memakannya dan Sungmin terperangah. Kyuhyun benar-benar mau makan makanan sisa?

"Kau tidak akan makan malam karena spageti ini, kan? Kalau begitu aku juga tidak akan makan malam" Gumam Kyuhyun dengan mulut penuh.

000000000000

SEULGI semakin menunjukkan belangnya. Ia tidak segan lagi menyiksa Sungmin tanpa kamuflase. Terkadang Seulgi membuat Sungmin takut setelah memasukkan es batu ke dalam minyak goreng saat Sungmin memasak. Untungnya Sungmin cukup lihai melarikan diri agar tidak terpercik minyak panas. Sungmin juga pernah jatuh dari tangga karena Seulgi mendorongnya. Sejauh ini Sungmin masih bisa bersabar. Ia hanya mengeluh seorang diri, bahkan tidak juga mengeluh kepada Kyuhyun. Sungmin fikir saatnya belum tiba. Tapi saat Seulgi nyaris membunuhnya karena air dari pipa yang sering di gunakan untuk menyiram bunga berisi listrik menyengatnya, Sungmin memutuskan untuk tidak membahayakan diri lagi dengan bertemu Seulgi.

Sungmin mengurung diri di kamar merenungkan apa yang akan di lakukannya. Apakah Seulgi tidak takut Sungmin mengadukan semua perbuatannya kepada Heechul? Sayangnya Sungmin tidak melakukan itu. Kyuhyun sangat menyayangi Heechul dan sangat takut bila sedikit saja sikap yang salah menyinggung wanita itu. Lagi pula Seulgi pasti bisa berkelit, dia tidak akan melakukan hal itu jika tidak yakin bisa membela dirinya.

Sungmin rasa dirinya tidak akan bisa menahan diri lebih lama untuk melawan Seulgi. Ia bukan orang yang lemah, terlebih kepada seseorang yang sama sekali tidak pernah berbuat baik kepadanya. Sungmin termenung sejenak, mungkin ia akan benar-benar pergi? Sungmin membuka lemari dan mengeluarkan semua pakaiannya. Ia melipatnya perlahan dan sangat rapi, berharap Kyuhyun segera pulang. Dan benar saja, Kyuhyun segera pulang begitu mendapat telpon dari Yesung tentang kejadian hari ini.

Semua pelayan itu mungkin tidak akan pernah memberi tahukan apa yang terjadi kepada majikannya. Tapi mereka akan saling bergosip dan tidak canggung untuk mengajak Yesung ikut serta. Dan hari ini Yesung menelpon Kyuhyun begitu mendapat informasi naas itu.

Kyuhyun sangat khawatir, terlebih saat melihat Sungmin mengemasi pakaiannya lagi. Ia segera duduk di sisi Sungmin dan mengelurakan semua pakaian yang sudah Sungmin masukkan ke dalam tas. Sungmin tidak boleh pergi karena hal ini. Melihat kelakuan Kyuhyun itu, Sungmin menghela nafas lalu memandangnya.

"Sebaiknya aku pergi. Seulgi bisa menjadi pembunuh. Setiap kali ia mengerjaiku dalam taraf bahaya yang bertambah" Keluh Sungmin

"Lalu kau ingin pergi karena ini?" Tanya Kyuhyun

"Kau tidak pernah ada di rumah Kyuhyun. Aku takut lepas kendali dan itu akan menyakiti Heechul. Seulgi adalah menantu dari anak satu-satunya dan Heechul sangat menyayangi Seulgi" Gumam Sungmin menundukan kepalanya

"Kalau begitu aku berjanji akan melindungimu!" Kata Kyuhyun membujuk

"Sudahlah. Kau selalu mengatakan itu, tapi pada kenyataannya aku sudah terjatuh dari tangga berkali-kali. Seulgi juga sudah membuatku ketakutan memakan makanan apapun di rumah ini" Jawab Sungmin frustasi
"Kau tidak pernah memberi tahu kepadaku. Harusnya kau melaporkan semua hal yang Seulgi lakukan kepadamu" Kata Kyuhyun protes

"Lalu apa yang akan kau lakukan padanya? Kau tidak akan bisa melakukan apapun yang bisa menyakiti bibimu, kan?" Jawab Sungmin kini memandang tepat ke mata Kyuhyun

"Aku bisa mengancam Seulgi agar tidak melukaimu lagi" Jawab Kyuhyun memberikan jalan lain

"Dia malah akan semakin brutal, Kyuhyun!" Sungmin kembali memasukkan pakaiannya kedalam tas lalu menguncinya rapt-rapat.

"Aku akan mencari tempat tinggal di dekat sini. Dan jangan khawatir karena tagihan peginapan akan ku kirimkan kepadamu" Bujuk Sungmin

Kyuhyun tersenyum. Fikiran keruhnya perlahan-lahan mulai jernih. Setidaknya Sungmin tidak bermaksud pergi darinya. Sungmin hanya menghindari Seulgi dan keributan. Ia tidak akan mengurung Sungmin di kamar mandi lagi. Kyuhyun terlalu menyayangi Sungmin bila harus membiarkannya terkurung, kedinginan dan kelaparan. Apalagi, musim gugur sudah datang. Tapi Kyuhyun juga tidak akan membiarkan Sungmin pergi sendiri sampai ia yakin kalau Sungmin memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

"Kemasi beberapa potong pakaianku juga" Kyuhyun berujar.

"Pakaian santai saja. Aku tidak akan masuk kerja selama kita berpergian!" Tambah Kyuhyun

"Kau akan ikut?" Tanya Sungmin dengan dahi mengkerut

"Tentu saja. Bibiku tidak akan senang kalau kau hanya pergi sendirian. Dia akan membunuhku kalau aku membiarkanmu pergi seorang diri" Sungmin mengangguk.

Ia kelihatan lebih bersemangat saat Kyuhyun mengatakan akan pergi bersamanya. Astaga, pernikahan ini fiktif! Jika tidak, Sungmin yakin kalau dirinya akan menjadi wanita yang paling bahagia di seluruh dunia. Sayangnya semua yang Kyuhyun tawarkan hanya mimpi dan mungkin Sungmin tidak akan memaksakan diri untuk tidak menikmatinya. Setidaknya, meskipun sementara ia tau bagaimana rasanya memiliki seorang suami, memiliki mertua seperti Heechul, dan menyiapkan pakaian suaminya saat akan bepergian. Sungmin menyiapkan semuanya dengan cepat.

Ia juga menyiapkan pakaian yang akan Kyuhyun kenakan saat bepergian bersamanya. Sebuah Jeans sudah membuat penampilan Kyuhyun tampak lebih santai dan Kyuhyun benar-benar tampak gagah. Sungmin juga mengenakan pakaian terbaiknya. Kali ini bukan celana pendek dan T-shirt lagi. Ia hanya mengenakan Jeans Skinny yang panjangnya hanya beberapa senti di bawah lututnya di padu dengan kemeja berwarna merah hati. Sungmin benar-benar tidak ingin terlihat jalang saat bersama dengan Kyuhyun meskipun ia tau kalau Kyuhyun akan tetap menggodanya dengan pakaian sopan seperti itu.

Kyuhyun hanya memperbolehkan Sungmin membawa sedikit pakaian. Sungmin dan dirinya hanya berlibur. Kyuhyun menekankan kalau ia tidak pernah mengizinkan Sungmin untuk pindah. Liburan ini juga Kyuhyun sebut sebagai liburan yang mungkin tidak akan terlupakan dan penuh kenangan di antara mereka mengingat keberadaan Sungmin di rumah itu sudah hampir mencapai batas waktu. Tiga bulan kedepan, Sungmin akan pergi dan pemikiran itu membuat keduanya sedih.

"Kenapa tiba-tiba?" Heechul melengking saat Kyuhyun menyatakan kehendaknya untuk berlibur bersama Sungmin.

"Aku fikir rumahku membuatmu tidak nyaman, Sungmin!" Sedih Heechul

"Tidak" Sungmin mendesak.

"Tentu saja ini adalah tempat ternyaman yang pernah aku datangi. Aku hanya merasa bosan" Bujuk Sungmin

"Iya, dia merasa bosan karena tidak pernah mengerjakan apa-apa disini. Itu katanya!" Kyuhyun ikut campur.

"Omong kosong. Istrimu mengerjakan semua pekerjaan rumah meskipun aku melarangnya. Kau tidak pergi karena merasa di manfaatkan, Kan? Aku bersumpah sudah jatuh hati padamu dan aku tidak ingin kau pergi" Kata Heechul dengan raut khawatirnya

"Bibi, Aku dan istriku hanya berlibur untuk beberapa hari. Kami akan kembali. Jadi simpan kesedihanmu itu. Semua pekerjaan ku serahkan kepada Yesung dan kalian bisa menelponku kapan saja jika terjadi sesuatu disini. Aku akan segera datang" Kyuhyun melancarkan aksi membujuknya

"Lalu kemana kalian akan pergi?" Sepertinya Heechul sudah mulai tenang

"Sungmin mengatakan dia akan mengikutiku kemana saja, tapi aku ingin melihatnya mengenakan bikini dan melakukan hal romantis lainnya. Mungkin ke Bali!" Kyuhyun kemudian tersenyum setelah mengutarakan kenakalannya. Heechul kelihatan lebih lega mendengarnya.

"Anggap saja kami sedang bulan madu kedua" Ucap Kyuhyun lagi

"Ya, tentu saja. Aku berdoa agar kalian segera mendapatkan anak. Aku ingin rumah ini ramai dengan keberadaan anak-anak" Kali ini Kyuhyun tidak begitu merespon. Mereka tidak mungkin memiliki anak. Pernikahan mereka hanya sebuah pernikahan fiktif. Sejenak kemudian Kyuhyun berbicara samar.

"Kalau begitu kami pergi dulu"

Heechul memberi anggukan bijaksana. Ia tersenyum saat melihat Kyuhyun menggapai tangan Sungmin dan menggenggamnya erat. Mereka meninggalkan rumah itu dan Kyuhyun sama sekali tidak menggunakan fasilitas apa-apa. Ia meninggalkan semuanya dan pergi bersama Sungmin dengan angkutan umum. Kali ini mereka akan benar-benar liburan, bulan madu, atau sejenisnya. Hal itu membuat Sungmin tertawa di dalam bus yang mereka tumpangi. Kyuhyun memandangnya heran.

"Kau menertawakan apa?"

"Aku menertawakan ucapanmu. Bulan madu apa? Kita belum menikah!" Jawab Sungmin di sela tawanya

"Lalu apa lagi yang bisa jadi alasan kita untuk pergi berdua?" Tanya Kyuhyun tidak terima Sungmin menertawakan hal yang bisa membuat Heechul melepaskan mereka berdua

"Ya, baiklah. Tapi jangan harap kau bisa menyentuhku!" Ketus Sungmin menyelesaikan tawanya di ganti dengan wajah sangarnamun tetap imutnya itu

"Kita lihat saja nanti" Tantang Kyuhyun

"Juga melihatku mengenakan bikini..."

"Aku tidak akan membawamu ke Bali sayang!, itu terlalu jauh dan memerlukan persiapan yang lebih matang bukan seperti sekarang dengan persiapan yang sangat sederhana dan mendadak ini, Aku hanya ingin mengajakmu melihat makam ibuku di Naksan" Sungmin diam tak bersuara untuk sejenak lalu bergumam.

"Aku sangat tersanjung mendapat kehormatan itu!"

000000000000

"INI rumahku. Aku selalu pulang ke sini setiap libur sekolah saat ayahku masih hidup!" Kyuhyun bercerita saat mereka sarapan pagi di sebuah rumah tua di Naksan.

Bukan sebuah rumah yang besar, tapi terasa sangat sejuk dalam suasana pedesaan yang asri. Disana sini terdapat banyak foto kenangan yang mungkin tidak akan pernah rela untuk di singkirkan. Tidak ada satupun foto Kyuhyun, seharusnya bisa di mengerti karena sang ibu meninggal saat melahirkan Kyuhyun dan bocah malang yang berada di hadapan Sungmin sekarang di besarkan bersama Siwon di rumah besar itu, di Seong Dong-gu.

"Apa yang membuatmu ingin melihat makan ibumu?" Tanya Sungmin

"Sebenarnya hari ini aku memang ingin pergi kemari sendirian, tapi karena kau juga mengatakan ingin pergi, maka aku mengajakmu untuk ikut denganku saja. Besok adalah hari ulang tahunku dan aku selalu merayakannya seorang diri disana semenjak aku dan Siwon berpisah karena dia pergi bersamamu ke China" Jelas Kyuhyun

"Itu artinya sudah delapan kali kau merayakannya seorang diri?" Ucap Sungmin

"Ini, baru yang kedelapan, sayang!" Kata Kyuhyun meralat

"Ya, baiklah. Berarti besok kau ulang tahun?" Tanya Sungmin

"Kau tidak memberiku selamat?" Goda Kyuhyun

"Untuk apa? Kau juga tidak pernah memberikan selamat untuk ulang tahunku!" Sungmin tersenyum lalu berkata lembut.

"Selamat ulang tahun, nak! Ibumu pasti mengatakan itu"

"Lalu, kau mengatakannya dengan apa?" Tanya Kyuhyun sambil tersenyum

"Entahlah, aku tidak suka ada kebahagiaan, setelah ini pasti ada kesedihan" jawab Sungmin mengalihkan pandangan

"Kau terlalu pesimis. Selama ini kau selalu mengalami penderitaan karena takut untuk menghadapi kesedihan yang muncul setelah kebahagiaan begitu? Jadi tidak ingin bahagia?" Ujar Kyuhyun menyentuh pipi Sungmin

"Jika yang di hadapi hanya kesedihan, maka harapan untuk mendapat kebahagiaan besar sebagai ganti itu semua bisa menguatkanku. Aku tidak pernah benar-benar bahagia, saat bersama siapapun yang ku punya hanya harapan untuk mendapat kebahagiaan. Sayangnya sebelum harapan itu terwujud kebahagiaan itu sudah pupus" Jawab Sungmin

"Dan kau masih bisa bertahan hidup karena itu. Kau sangat hebat!" Kyuhyun menatap mata Sungmin yang memancarkan kesedihan

"Ya, aku terlalu hebat. Karena itu penderitaanku sangat besar" Ucap Sungmin

"Kau terlalu sempurna, karena itu Tuhan ingin bersikap adil pada makhluknya yang lain dengan memberikan sedikit penderitaan padamu" Ucap Kyuhyun sedikit bercanda dan Sungmin menyambut ucapan Kyuhyun dengan senyuman

"Terimakasih, Cho!"

"Kyuhyun!" Laki-laki itu meralat lagi.

"Sudah lama kau tidak memanggilku dengan sebutan Cho. Aku tidak menyukai nama Cho. Sungguh!" Protes Kyuhyun

"Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan pernah memanggilmu Cho lagi" Sungmin tertawa

"Ya, tentu saja! Jangan lakukan itu. Jika ada orang yang bertanya siapa nama suamimu, cukup katakan Kyuhyun saja!" Ucap Kyuhyun

"Kau bukan suamiku!" Goda Sungmin

"Tapi semua orang tau kalau kita sudah menikah. Tidak ada seorangpun yang tau kalau kau dan aku hanya berpura-pura" Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di depan dada

"Ah, Ya! Ada satu hal yang membuatku penasaran. Mengapa kau berbohong kepada bibimu? Kau bilang kita akan ke Bali. Apakah dia tidak suka kalau kau datang kemari?" Tanya Sungmin dengan hal yang sebenarnya gak mengganjal di pikirannya

"Bibiku tidak pernah tau kalau aku datang kemari. Aku juga tidak pernah bermaksud membohonginya. Kita hanya menghindari Seulgi karena wanita itu pasti akan menysul ke Bali untuk memata-matai kita. Sayangnya saat dia tiba disana, tidak ada satupun dari kita yang bisa di temuinya" Seringai Kyuhyun

"Licik!" Cibir Sungmin

"Aku tidak suka di ganggu olehnya" Ucap Kyuhyun sambil terkekeh pelan

"Dia sangat tergila-gila padamu!" Sungmin mengambil piring makan Kyuhyun yang sudah kosong lalu menumpuknya menjadi satu.

Ia akan mencucinya, untuk sebuah rumah yang di tinggalkan rumah ini terlalu bersih dan sempurna. Kyuhyun mengutus orang untuk merawatnya dan ia rela membayar mahal untuk menjaga keaslian rumah itu sewaktu-waktu. Fikiran Sungmin kembali kepada Seulgi.

"Bagaimana jika Seulgi mengetahui kalau aku adalah Sung Min-ah dan dia pasti akan memberi tahu bibimu. Saat itu terjadi, tamatlah riwayatku!" Ucap Sungmin bergidik ngeri

"Bagi Korea Selatan, Sung Min-Ah sudah mati. Kau keluar dari sini sebagai Lee Sungmin, kembali kemari juga sebagai Lee Sungmin. Kau dan Siwon berpisah selama delapan tahun dan yah, setahu orang-orang, Sung Min-Ah berusia tiga puluh atau tiga puluh satu tahun. Jika bukan karena ucapan Siwon aku tidak akan mencarimu. Aku tau kalau Seulgi sedang menyelidiki tentang Sung Min-Ah dan ia tidak akan menemukannya dalam waktu dekat, Sayang! Jadi kau bisa bersantai sampai waktunya tiba" Kyuhyun meraih tangan Sungmin yang akan mencucui piring bekas makanan mereka

"Tinggalkan saja itu. Akan ada yang membersihkannya nanti. Ibuku sudah menunggu!" Ajak Kyuhyun

Tidak ada pilihan lain. Sungmin tidak bisa menolak sama sekali tentang permintaan Kyuhyun untuk bertemu dengan ibunya. Atau lebih tepanya berkunjung ke makam ibunya. Pemandangan pantai dan pegunungan menjadi satu dan dapat dinikmati sepanjang jalan menuju pemakaman itu menyemarakkan suasana. Sungmin tidak tahu kalau provinsi Gangwoon-do adalah kota yang indah, dan tidak menyangka ada makam seindah ini di Naksan.

Begitu sampai di makam orang tua Kyuhyun, Sungmin di paksa untuk melihat makam- makam lain yang sama indahnya. Ada sebuah pohon besar yang melindungi makam sehingga suasana pemakaman menjadi sangat teduh. Bunyi kicau burung membuat makam terasa lebih menenangkan di bandingkan tempat wisata manapun.

Kyuhyun duduk disana, diantara makam kedua orang tuanya yang berdampingan. Tangan-ngannya membersihkan rumput-rumput liar kering yang menyembul di sekitar makam. Sungmin mendekat dan membantunya. Tidak sepatah katapun yang bisa di dengarnya dari mulut Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar diam dan membisu.

"Kau tidak berbicara apa-apa? Seharusnya kau menceritakan sesuatu!" Ucap Sungmin memecah keheningan

"Menceritakan apa?" Kyuhyun angkat bahu. Sepertinya ia memang tidak pernah mengatakan apa-apa saat berada di makam kedua orang tuanya.

"Katakan apa saja!" Suruh Sungmin

"Tentangmu?" Menunggu reaksi Sungmin

"Kau boleh mengatakan apapun tentangku!" Sungmin mengijinkan

"Umm, baiklah..." Kyuhyunberdehem, ia sedang menyiapkan kata-katanya. Tapi kemudian ucapan Kyuhyun tidak muncul, ia mungkin tidak tau harus mengatakan apa. Selang beberapa saat, sepatah kata muncul mengawali semuanya.

"Ayah, ibu, wanita seksi yang bersamaku ini adalah istriku. Yah, aku memang tidak pernah mengatakan kalau aku pernah menikah kepada kalian. Tapi percayalah aku sudah beberapa kali menikah sebelum dengannya. Ah, tidak. Aku dan dia tidak menikah. Kami hanya berpura-pura..." Kyuhyun terlihat bingung dengan ceritanya sendiri

Sungmin sangat ingin tertawa mendengar ucapan Kyuhyun kepada kedua orang tuanya itu. Semula Sungmin fikir, Kyuhyun juga akan membohongi kedua orang tuanya yang sudah berada di alam lain. Tapi sepertinya, Kyuhyun tidak akan menciptakan kebohongan apa-apa. Ia hanya tidak tau harus memulai dari mana.

"Kami datang kemari dengan alasan ingin bulan madu kedua kepada bibi. Tapi bibi malah mendoakan agar kami bisa segera memiliki anak setelah pulang. Sungmin tertawa sepanjang jalan kalau mengingatnya. Ah, aku hampir lupa. Nama perempuan ini Lee Sungmin…ku rasa hanya Lee Sungmin. Aku menambahkan nama Miyuki Usagi untuk menipu Bibi" Kyuhyun menoleh kepada Sungmin sesaat. Wanita itu menyembunyikan tawanya.

"Apanya yang lucu?" Tatap tajam Kyuhyun

"Tidak, teruslah bicara!" Sungmin masih berusaha menyembunyikan tawanya

Kyuhyun berdesis.

"Baiklah, aku akan menceritakan siapa wanita ini sebenarnya. Dia Lee Sungmin. Dia wanita yang pergi dengan Siwon ke China. Harusnya aku berterimakasih padanya karena membawa Siwon pergi, jika tidak, aku tidak akan pernah merasa sendiri dan datang kesini untuk melarung rindu kepada kalian" Kyuhyun diam sejenak lalu menatap Sungmin lekat-lekat.

"Ibu, wanita ini membuatku ketergantungan kepadanya. Apa yang harus ku lakukan?"

000000000000

AKHIRNYA mereka berakhir di pantai Naksan. Mungkin mereka tidak terlalu banyak berbohong, jika mereka mengatakan ke Bali untuk mencari pantainya maka mereka sekarang juga berada di pantai, namun pantai yang berbeda. Sungmin juga cukup tenang karena saat ini Kyuhyun duduk di sampingnya, Bersama-sama memandangi lautan di sertai angin sepoi-sepoi yang menerbangkan beberapa jumput rambutnya. Ternyata mereka sama sekali tidak pergi jauh, Untuk apa pergi jauh-jauh kalau ternyata ada pemandangan indah di negara sendiri?

Sungmin memandangi Jam tangan yang bersandar di pergelangan tangan Kyuhyun dengan seksama. Ia memiringkan kepalanya sejenak dan memandang Kyuhyun begitu menyadari kalau laki-laki itu memperhatikannya. Sungmin berusaha tersenyum, ia sangat berterima kasih karena Kyuhyun mengajaknya ke danau ini setelah mengunjungi makam ibunya.

"Aku tidak suka kau terus-terusan melihat jam!" Kyuhyun menggerutu sambil melepas jam tangannya dan menyelipkan benda itu dalam-dalam ke saku celananya.

"Sekarang sudah jam dua siang, aku berjanji kita akan pulang sebelum gelap!" Janji Kyuhyun

"Aku hanya ingin memastikan!" Jawab Sungmin

"Memastikan kapan makan malam tiba? kau masih lapar? Masih ingin makan? Kita sudah makan siang sebelum kemari, kan?" Berondong Kyuhyun dengan pertanyaanya

"Tidak, aku tidak sedang ingin makan. Aku hanya kebingungan dan tidak tau harus melakukan apa. Kyuhyun, kau tidak mengatakan apa-apa sejak tadi. Tidak biasanya!" Jelas Sungmin merasa canggung

"Aku hanya mengenang. Dulu aku dan Siwon sering kemari saat liburan. Setelah lulus sekolah, aku dan dia membuat api unggun di sana" Kyuhyun menunjuk kearah sebelah kanan mereka, sebuah tanjung kecil.

"Dia juga menemaniku ke makam orang tuaku beberapa kali. Sewaktu kecil, bagiku Heechul dan suaminyalah ayah dan ibuku. Tapi begitu kehilangan Siwon, aku juga kehilangan mereka. Maksudku, mereka melupakan aku dan meratapi kepergian Siwon. Itulah yang membuatku akhirnya sangat rajin datang ke Naksan setiap kali ada perayaan penting. Dan…." Kyuhyun memandang Sungmin lagi, sama dalamnya dengan pandangan Kyuhyun saat di makam tadi.

"Aku minta maaf padamu. Jika di urutkan, akulah penyebab penderitaanmu di China" Sungmin memandang Kyuhyun semakin serius, tapi ia tidak mengatakan sepatah katapun, Sungmin menunggu Kyuhyun mengatakannya sendiri. Mengatakan mengapa ia akhirnya menjadi orang yang di persalahkan atas penderitaan Sungmin selama di China. Kyuhyun menghela nafas dalam, lalu

"Aku merampas Siwon darimu. Hari itu adalah puncak dimana aku ingin Siwon kembali, aku ingin bibiku tersenyum dan berhenti menangis lagi. Aku menyelidiki kepergian Siwon dan mendapatinya di China. Saat itu seharusnya aku mengatakan kepadamu kalau aku membawa Siwon kembali demi ibunya" Ucap Kyuhyun dengan perasaan bersalah

"Seandainya kau menemuiku saat itu, aku juga tidak tau akan merelakannya atau tidak!" Kata Sungmin

"Tapi setidaknya aku bisa menghindari penderitaanmu, kan? Aku bisa saja membawamu serta pulang ke Korea! Aku memang benar-benar sumber masalah dalam keluarga Cho. Karena aku juga Siwon mengalami kecelakaan, jika aku tidak menculik Siwon untuk pulang, maka dia tidak akan berusaha melarikan diri dan mengalami kecelakaan. Lalu aku berselingkuh dengan istrinya, aku sangat berdosa kepada Siwon, orang yang tidak tau terima kasih. Padahal Siwon tidak pernah menganggapku seperti orang lain…." Kyuhyun berhenti mengucapkan kata selanjutnya saat merasakan Sungmin mendekat.

Wanita itu membelai rambutnya yang berada di belakang telinga. Sungmin memandangnya serius lalu tersenyum.

"Di China, aku tidak hanya mendapatkan penderitaan saja. Aku juga mendapatkan kesenangan. Meskipun di bawah Sooman aku menderita, tapi Sooman sudah seperti ayah bagiku, dia hanya tidak tau bagaimana cara anak buahnya memperkerjakanku. Aku juga punya teman di China, Jungmo juga ku temui disana. Aku juga pernah tertawa, jadi berhentilah mengatakan hal seperti itu. Jika aku di Korea, belum tentu nasibku lebih baik dibandingkan dengan saat-saat aku di China" Hibur Sungmin

"Harusnya kau bertemu dengan aku dulu sebelum dengan Siwon" Gumam Kyuhyun

"Lalu?" Sungmin menautkan alisnya

"Akan ku tawarkan diriku dan ranjangku kepadamu!" Goda Kyuhyun ingin mengubah suasana sehingga Sungmin tertawa.

"Apakah kau selalu menawarkan hal itu kepada semua wanita?" Tanya Sungmin saat tawanya sudah mereda

"Hanya kepada wanita yang menarik dan ku fikir dia tertarik. Aku tidak akan menawarkan apa-apa kepada wanita yang tidak tertarik dengan hal itu!" Jawab Kyuhyun

"Lalu bagaimana kau bisa tau kalau aku tertarik?" Tanya Sungmindan Kyuhyun terdiam lama.

"Firasat! Tidak, dari pandanganmu saat pertama kali kita bertemu. Aku tau kalau saat itu kau tertarik padaku!" Kata Kyuhyun percaya diri

"Sayangnya aku sudah terlalu berhati-hati untuk menaruh hati kepada laki-laki" Ucap Sungmin

"Ya, kau pernah mengatakannya. Karena itu kau menolak, Kan? Kau takut akan mencintaiku. Tunggu dulu!" Kyuhyun mengingat-ingat.

"Saat kau menangis waktu itu, Kau merasakan sesuatu?" Sungmin megangguk.

"Hanya terbersit. Tapi aku sakit setiap kali seberkas harapan muncul..." Ucap Sungmin

"Itu yang ku maksud dengan penderitaanmu, Sungmin. Mungkin kau merasa cukup bahagia di China. Tapi keadaan disana bahkan membuatmu takut untuk bermimpi. Aku sangat bertanggung jawab dengan hal..." Kyuhyun terdiam sekali lagi saat sebuah ciuman hangat mendarat di keningnya, beberapa saat kemudian, wajah Sungmin sudah ada di hadapannya.

"Selamat ulang tahun Kyuhyun!" Sungmin lalu menepuk-nepuk bahu Kyuhyun keras.

Kyuhyun tau kalau ia terperangah, bukan sekali dua kali ia mendapatkan ciuman semanis itu dari wanita. Tapi hanya Sungmin yang mengingatkannya kepada sosok ibu yang tidak pernah di milikinya. Ia berusaha menyembunyikan perasaannya dan berdecak.

"Harusnya kau memberi ciuman di bibir!" Ucap Kyuhyun sambil memajukan bibirnya

Dan Sungmin melakukannya! Kyuhyun berusaha melepaskan diri dari ciuman Sungmin yang lembut lalu menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Sungmin. Ia memandang Sungmin heran.

"Kau bukan Sungmin, kan? Kau jin gunung belakang ini kan? Kau kemanakan Sungmin-ku!" Ucap Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya

Sungmin tertawa sekali lagi lalu menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

"Kalau tidak mau, ya sudah!" Ucap Sungmin sambil mngarahkan pandangannya ke arah lain selain wajah Kyuhyun

Astaga, apa yang terjadi pada Kyuhyun, matanya berkaca-kaca. Tentu saja dia tidak akan menolak, Kyuhyun merengkuh Sungmin dan menciumnya dengan sangat dalam hingga jari jemari Sungmin bergelung. Ciuman yang penuh dengan kerinduan. Kyuhyun melampiaskan segala kerinduan yang di rasakannya kepada Sungmin. Kerinduannya kepada ibu yang melahirkannya, kerinduan kepada Ayah, juga kerinduan kepada Siwon dan masa kecil mereka.

Sungmin tidak tau bagaimana semuanya bisa terjadi, bagaimana ia bisa berada di atas pangkuan Kyuhyun. Secara tiba-tiba kedua kakinya melingkari pinggang Kyuhyun dan kedua tangannya meraba setiap sendi kepalanya. Jari-jari Sungmin merasuk ke sela-sela rambutnya dan ciuman itu masih terus berlangsung. Sangat panjang dan mulai terasa panas. Jika saja ini malam hari, maka Sungmin yakin kalau dirinya dan Kyuhyun tampak menyala-nyala sekarang. Kyuhyun benar-benar tidak melepaskannya. Tidak, Sungmin yang tidak ingin melepaskan Kyuhyun. Dia menahan kepala Kyuhyun agar ciuman itu tidak pernah berakhir. Sedangkan tubuhnya merasakan belaian Kyuhyun dengan sangat sensitif.

Kyuhyun meremas pinggulnya lagi lalu menarik pinggang Sungmin agar merasuk lebih dalam kepada dirinya, agar tidak ada lagi jarak, agar kehangatan itu tidak pergi. Desahan berganti dengan erangan ketika Sungmin merasakan bagaimana jari jemari Kyuhyun menyusuri lekuk pinggulnya dan menggapai-gapai di kedalaman dirinya yang basah, telapak tangannya menghentak-hentak mengikuti keinginan jarinya yang sangat berharap bisa memuaskan Sungmin.

Sungmin benar-benar terengah-engah. Ia melepaskan ciumannya sesaat, memandang ke dalam mata Kyuhyun dan tidak di pungkiri lagi kalau mereka sama-sama menginginkannya. Tapi haruskan di tempat ini? Sungmin mendekatkan mulutnya ke telinga Kyuhyun, memperjelas desahannya sehingga semangat Kyuhyun semakin menggebu-gebu. Ia berbisik lemah.

"Aku hampir meledak, Kyuhyun!" Dan beberapa detik kemudian Sungmin mengejang di iringi lenguhan panjang. Ia sudah mencapai Klimaks pertamanya setelah tidak merasakannya dalam jangka waktu yang lama.

Nafasnya belum reda ketika Kyuhyun mengulanginya lagi, menggapai-gapai keinginan yang harus terpuaskan saat itu juga. Beberapa saat kemudian Kyuhyun melepaskan tubuh Sungmin dan memandang wanita itu penuh hasrat.

"Sial! Kalau saja aku tidak ingat danau ini adalah tempat umum, aku akan menghabisimu saat ini juga!" Kyuhyun mengerang.

"Kita harus pulang ke rumah. Sekarang, aku tidak akan membiarkanmu berbaring di tanah Sungmin. Aku ingin punggungmu merasakan kasur yang empuk di ruangan yang hangat"

Kyuhyun berbalik dan melangkah, ia tidak ingin memandang Sungmin lagi, Kyuhyun takut tidak bisa menahan diri. Sungmin hanya mengikutinya dan mereka kembali ke rumah. Kyuhyun bahkan rela membayar taksi berkali-kali lipat agar mereka sampai di rumah lebih cepat.

Disepanjang jalan Kyuhyun benar-benar tidak menyentuh Sungmin. Dan Sungmin memakluminya. Hingga akhirnya, Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin lagi setelah mereka sampai di depan rumah. Mereka bergandengan masuk ke dalam rumah dan saat pintu di tutup, mereka menyatu lagi. Kyuhyun kembali mengulum mulut Sungmin dengan sangat bergairah, ia nyaris saja membuka pakaian Sungmin, tapi hati nuraninya tergerak untuk bertanya.

"Kau mengizinkanku…." Tanya Kyuhyun

"Ya!"

Jawaban yang membahagiakan. Jawaban yang luar biasa di telinga Kyuhyun karena sudah bercampur dengan desahan penuh harapan. Sungmin juga menginginkannya. Kyuhyun melepaskan pakaian Sungmin satu persatu tanpa melepaskan ciumannya. Celana, kemeja, jaket, kaus kaki berserakan di lantai dan saat mereka sudah tiba di kamar Kyuhyun sudah tak berpakaian lagi.

Ia menghempaskan tubuh Sungmin di atas ranjang dan merangkak di atasnya. Dalam sekejap Kyuhyun melepaskan bra yang Sungmin kenakan dan membenamkan wajahnya di dada wanita itu. Ia melakukan segala yang terbaik yang dia bisa hingga Sungmin meminta ampun. Tentu saja Kyuhyun tidak akan mau mendengar kata ampun, ia menutup mulut Sungmin dengan mulutnya dalam waktu yang panjang. Jika bukan karena nafas yang sesak karena menahan hasrat, Kyuhyun yakin ia tidak akan pernah melepaskannya.

"Sentuh aku Sungmin" Bisiknya.

Sungmin juga berusaha menghirup nafas sebanyak-banyaknya. Ia berusaha merangkak dan membalik keadaan. Sekarang Kyuhyun yang berbaring di ranjang dan Sungmin duduk di pinggangnya. Kyuhyun tidak bisa menahan desahannya ketika Sungmin mengeluarkan keahliannya. Wanita itu meraba dadanya, memelintir putingnya, mulut Sungmin mencium bibirnya lalu berpindah ke leher untuk menghisap sebagaian besar wilayahnya. Kyuhyun benar-benar tidak bisa menahan diri untuk ikut berdesah saat Sungmin menduduki bukti gairahnya yang mengeras. Sungmin merengkuh wilayah itu dengan tangannya, menggenggamnya dengan erat dan memaksa Kyuhyun untuk segera menyatu dengan dirinya.

Sebuah desahan berat bermula, tapi kemudian Sungmin meringis karena ternyata hal itu tidak semudah yang biasa di lakukannya. Kyuhyun membuatnya merasakan lagi bagaimana bercinta dengan rasa sakit seperti yang pertama kali di alaminya. Setelah ia berhasil, Sungmin menyeka airmatanya yang merembes dan mulai mencari kenikmatan baru. Mereka benar-benar bercinta dan merasakan klimaks-klimaks yang paling hebat yang belum pernah di rasakan sebelumnya.

000000000000

SUNGMIN terbangun dan memandangi kamar yang gelap, pasti sudah malam. Seberkas sinar dari luar rumah menerangi sebagian ranjang, sinar itu juga menyoroti wajah Kyuhyun yang kelihatannya sangat lelah. Kyuhyun terlalu memaksakan diri, juga memaksa Sungmin tentu saja. Ia ingin memandang jam, ingin mengetahui jam berapa sekarang. Tapi tidak ada satu jam pun yang bisa di lihat dalam ruangan gelap.

Kyuhyun juga sudah melepaskan jam tangannya saat mereka masih di pantai tadi. Sungmin mengehela nafas. Akhirnya pertahanannya runtuh juga. Ada sisi lain dari diri Kyuhyun yang dilihatnya, sisi lain yang membuat Sungmin merasa bukan masalah untuk menikmati Kyuhyun sekali saja. Bukan ini maksud ciumannya di pantai tadi. Sungmin hanya ingin memberikan ciuman yang sama seperti saat mereka bercumbu pertama kali di halaman rumah.

Tapi tidak ada satu hal pun yang bisa Sungmin baca. Hari ini dia benar-benar tidak sedang memegang kendali, Tapi Kyuhyun-lah yang memegang kendali atas dirinya. Kyuhyun bergerak halus, mungkin ia terbangun. Sungmin segera menutup matanya rapat-rapat dan tidak berniat membukanya sampai Kyuhyun mencium keningnya. Dan berujar pelan.

"Bangunlah"Bisikan Kyuhyun membuat Sungmin membuka matanya perlahan.

"Kemarilah, berbaring disini" Pinta Kyuhyun

Dalam keremangan lampu, Sungmin dapat melihat kalau Kyuhyun sedang menepuk dadanya. Sungmin beringsut mendaki tubuh Kyuhyun, kembali menduduki pinggangnya dan merebahkan kepala di dadanya. Nafas Kyuhyun sangat teratur membuat Sungmin seperti di hipnotis, ia memejamkan matanya merasakan detak jantung Kyuhyun yang berirama.

"Kau menangis lagi kali ini!" Sungmin nyaris saja tertidur saat mendengar ucapan itu, ia kembali membuka matanya lagi dan menangkupkan sebelah tangannya di dada Kyuhyun.

"Aku hanya kesakitan. Sudah lama aku tidak merasakan sakit dan nikmat bercampur menjadi satu seperti saat bercinta denganmu" Ucap Sungmin

Kyuhyun tersenyum. Ia tau apa yang Sungmin maksudkan. Mungkin bagian yang paling sensitif di tubuh Kyuhyun terlalu besar untuk Sungmin. Kyuhyun bisa mengingat ringisan Sungmin saat pertama kali memaksa Kyuhyun memasukinya. Juga dengan tangisan kenikmatan Sungmin sepanjang mereka bercinta.

"Ya, aku juga merasakan hal yang luar biasa malam ini. Aku belum pernah terkapar seperti ini setelah bercinta dengan wanita" Kata Kyuhyun sambil tersenyum malu

"Mereka harus menjadi pelacur dulu selama bertahun-tahun untuk belajar bertahan seperti itu!" Kyuhyun tertawa. Sebenarnya ia sangat tidak suka jika Sungmin mengungkit-ungkit tentang pelacuran atau sejenisnya.

Kyuhyun akan semakin membenci dirinya sendiri karena tidak menemukan Sungmin lebih dulu. Kyuhyun membelai kepala Sungmin dengan sangat perlahan, rambut Sungmin panjang dan halus. Kyuhyun masih tidak bisa memungkiri kalau Sungmin sangat sempurna. Wanita paling sempurna yang pernah di temui di dalam hidupnya.

"Sungmin…." Panggil Kyuhyun

"Ya?"

"Ini perayaan ulang tahun terbesar dalam hidupku" Ucap Kyuhyun sambil menatap langit-langit kamar

"Tentu saja. Kau memaksaku untuk menerima perlakuanmu berkali-kali" Ujar Sungmin memainkan jarinya di dada Kyuhyun

"Ya, dan ini sama sekali di luar rencana. Aku tidak menggunakan pengaman sama sekali. Berjanjilah Sungmin, jika kau hamil karena ini segera beritahu aku!" Kata Kyuhyun

"Memangnya kenapa? Kau akan bertanggung jawab?" Tanya Sungmin yang sepertinya penuh dengan harapan yang mulai berani ia bangun

"Kau fikir aku akan melakukan itu?" Tanya Kyuhyun dan Sungmin terdiam sesaat.

"Aku rasa tidak!" Ucap Sungmin sambil menampilkan senyum kakunya

"Aku akan mencarikanmu dokter terbaik untuk mengugurkannya" Ucap Kyuhyun saat pandangannya bertemu dengan Sungmin

TBC

NB: semoga gak ada typo lagi, mian untuk chap terdahulu karena belum ganti nama cast, dan untuk penggunaan bahasa atau kalimat akan saya usahakan menggantinya jika memang susah dimengerti

#Intermezo

Banyak yang kecewa, tapi banyak juga yang mengikhlaskan dan ikut bahagia, pendapat dan pandangan orang kan berbeda-beda ya, jadi untuk beberapa ucapan saya di chap depan masalah Sungmin jika ada yang tersinggung ya saya minta maaf...*bow

Tapi saya iri banget loh sama orang yang bisa ikhlas dan berhasil move on, huhuhu...kenapa gue kagak bisa?

Cinta dan benci kan beda tipis ya katanya, dan sekarang saya merasakan hal sama, eh,,,gak malah rasa cinta dan benci sama dia terjadi bersamaan, serba salah dan jadi sakit sendiri..hukz, okelah lupakan saja, biarkan mereka berkembang di maladewa sana...#uhuk

Untuk yang sudah me-review makasi banget, kalian mau lanjut jadi saya akan lanjutkan sampe tuntas...^^ kalian sudah menyempatkan untuk mereview jadi saya juga akan melakukan hal yang sama dengan terus mengupdate ff-remake ini...^^

Dan saya juga lega karena bisa curhat sama kalian...#hug

See ya next chap...