NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
WAKIL DAN KETUA KELAS © PUTRI HINATA UZUMAKI
''CHAPTER 6''
WARNING: Hinata & chara yang lain OOC. Typo,EYD kurang bagus, AU.
"Don't Flame Please"
Chapter 6:
"Eii!" Naruto menepuk bahu Hinata. Hinata menoleh kebelakang dan dilihatnya Naruto yang sedang cengangas-cengenges tak jelas. Hinata mengerutkan kening sambil menghela Nafas. 'Bisa ya? Sakura tahan sama orang GaJe kayak gini?' batin Hinata.
"Apaan?" Hinata bertanya. Naruto mengeluarkan sesuatu dari saku seragamnya. Sesuatu seperti…. Kalung?
"Hmm?" Hinata bergumam sambil menatap Naruto dengan tatapan tak mengerti.
"Buat kamu" Ucap Naruto. Hinata mengerutkan kening.
"Buat aku?" Hinata benar-benar bingung sekarang. Jari telunjuknya menunjuk dadanya sendiri. Naruto menghela nafas. Lalu tangan berkulit tan itu mengapai tangan berkulit putih susu. Memegang telapaknya, dan menaruh kalung itu di telapak tangan hinata lalu memaksa tangan itu menggenggam kalung tersebut.
"Iya…. Aku perhatiin, loe pake warna biru muluk! Sekali-kali pake kalung warna perak. Cocok" Ucap Naruto dengan halus. Hinata merona.
"Uhmmm ya. Makasih." Hinata menundukkan kepalanya. Menyembunyikan rona merah diwajahnya. Uggh! Ada apa denganmu Hinata?
Hinata's POV
Aduh! Kenapa wajahku panas? Apa aku sedang merona? Kok bisa? 'Ugh! Tenang…tenang. Naruto gak ada maksud apa-apa. Cuma kalung. Cuma tanda permintaan maaf. Tenang hinata… didepanmu itu musuhmu!' batinku terus bergejolak. Ya Tuhan….ada apa sih sebenarnya?
"Hinata?" Suara Naruto mengagetkanku. Ooh astaga! Rupanya dari tadi aku ngelamun. Duh! Pasti Naruto menyangka yang tidak-tidak. Kulihat rivalku yang sedang berdiri dihadapanku. Kulihat senyumnya….kuning rambutnya…. Dan cengiran khasnya. Apa? Cengiran? Mati aku!
"Hinata? Kamu kenapa? Jangan-jangan kamu ngira, aku suka sama kamu? Ih sorik deh. Hehehe" Ugh! Nada suaranya itu….
"Ugh! Gak! Gak! Jangan nyangka yang aneh-aneh lah….! Pulang yuk!" lalu secara refleks, tanganku kuarahkan ke dalam keranjang yang penuh berisi gelang. Aku mengambil duagenggam gelang yang entah-berapa-jumlahnya. Lalu berlari kemeja kasir.
"Wah mbak… banyak banget belinya" Ucap seorang mbak-mbak kasir sambil tersenyum. Aku pun menyadari perbuatanku. Tapi… oh iya! Naruto kan nraktir aku!
"Hehe iya mbak. Tuh! Mas-mas itu yang bayar!" Ucapku santai sambil menunjuk Naruto yang sedang terbengong. Saat tahu aku menunjuknya, ia malah menunjuk dirinya sendiri dengan mata terbelalak. Dasar autis.
END OF HINATA'S POV
"Wuuiih! Liat tuh! Si Naruto tajir juga! Beliin gelang segitu banyaknya. Gak mikir tuh si Naruto. Gelang sebanyak itu mau dipakein dimana? Di udel?" Semprot Kotetsu yang sedang bersembunyi dibalik lemari. Izumo hanya melihat Naruto dan Hinata dengan tatapan meremehkan.
"Haah ya…. Mau di sedekahin ke anak yatim kali" jawab Izumo santai. Kotetsu hanya mengangguk.
"Dah cabut yuk! Ikutin mereka lagi!" Izumo menarik lengan Kotetsu dan menyeretnya ke pintu keluar.
"Kemana mereka?" gumam Izumo… matanya menjelajahi lapangan tempat parkir. Dan menemukan rambut KUNING berjalan bersama rambut INDIGO. Dan si rambut indigo menenteng paper bag. Berisi lebih dari 1 lusin gelang.
"Yuk!" Kotetsu berjalan mendahului Izumo.
.
.
.
"Bisa gak sih loe gak ganggu gue! Hari ini gue lagi pusing banget tau!" Sakura menggerutu pada laki-laki berambut model Emo Gagal alias pantat ayam yang menghalangi jalannya saat akan menuju kelas. Sakura bergeser ke kiri, si rambut ayam menghalangi. Sakura bergeser ke kanan, rambut ayam juga menghalangi. Sakura mendecak frustasi. Ia menunjuk hidung si manusia rambut ayam dengan jari telunjuknya.
"Mau loe tuh apa sih?" Tanya Sakura dengan kasar.
"Mau ngobrol sama kamu aja" Jawab si rambut ayam santai. Sakura semakin geram.
"Inget? Pertama kali lu gangguin gue? Tadi pagi?" Tanya Sakura dengan penekanan disetiap kata-katanya.
"Hmm… masih… kenapa? Pas aku nabrak kamu… terus buku yang kamu bawa jatoh semua… terus aku tolongin kamu deh" Jawab si rambut ayam dengan SANTAInya! Sakura sudah mencapai frustasi tingkat akut sekarang.
"LOE TAU GAK! LOE TUH GAK BANTU APA-APA!"
Flashback
"Aku liat, Naruto. Wakil ketua kelas XII B. kepergok bolos sekolah dengan wakil ketua kelas XII B Hinata. Coba buntutin dia deh" Sakura dengan amarah penuh memerintah 2 orang satpam itu. Segera saja 2 satpam itu memberi hormat kilat kepada Sakura, dan pergi dari kedua satpam itu pergi, Sakura tersenyum kecut dan berbalik. Dan…..
'BRUAAAK'
"ADUUH!" rintih Sakura dan orang yang menabraknya. Merka saling berpandangan. Onyx bertemu Emelard. Sakura memandang mata itu dengan benci. Lalu ia hentakkan kepalanya kebawah untuk melihat buku-buku yang berserakan. Sakura membungkuk untuk membereskan buku-buku itu. Hampir separuh selesai, Sakura mendongak sadar bahwa sang tersangka yang menabraknya hanya berdiri memasang tampang Stay Cool. Sakura mendecak kesal. Masalah ini belum selesai, masalah itu muncul. Besok masalah apa lagi? Nitu? miNI hanTu? Ck GaJe!
"Bantuin ngapa, mas! Udah tau nabrak" Sakura menyindir orang yang sedang berdiri di depan kepalanya. Tak ada respon, Sakura kesal dan cepat-cepat membereskan buku-buku itu dan beranjak berdiri untuk pergi dari situ. Tetapi setelah 2 langkah, cowok berambut raven,bermata onyx, bernama SASUKE menahan lengan tangan Sakura untuk mencegahnya pergi. Sakura terpaksa menengok.
"Apaan sih?"
"Cewek! Boleh kenalan?"
End Of Flashback
"Nolong apaan sih? Hanya orang gila yang nabrak cewek,trus gak nolongin si cewek buat ngambil barang-barang yang jatoh, malah berdiri diem kayak patung, saat si cewek mau pergi dari situ saking keselnya, LOE MALAH NGAJAK KENALAN? Apa gak gila coba? Cewek mana yang mau kenalan sama lu kalau tau sifat lu kayak gini? Ha?" Sakura sudah habis kesabarannya. Ingin rasanya menjambak rambut model pantat ayam itu sehingga berubah bentuk menjadi pantat kerbau. Dan mungkin Sakura akan terkejut jika imajinasi yang aneh itu menjadi kenyataan. Pantat kerbau? Menarik.
"Iya kah? Kalau gitu maaf deh. Pacarnya Naruto dobe?" Sasuke balik bertanya pada Sakura tanpa menjawab pertanyaan Sakura. 'Santaaaaaiiiii banget sih orang ini! Udah tau salah masih aja sok gak salah. WATADOS kau tak laku!' batin Sakura
"Huh! Terserah. Trus?"
"Trus apaan?" Sasuke balik bertanya
"Tuan Uchiha, MAU APA KAU DISINI?"
.
.
.
Sasame memilah-milih baju-baju yang digantung. Sekarang wanita rambut orange itu sedang berada di KONOHA MALL. Sebuah pusat perbelanjaan terbesar dinegara HI. Sesame sedang libur karena gedung disekolahnya sedang ada perbaikan.
"Duh! Yang mana ya? Biru? Pink?" Sasame kebingungan memilih baju kaos model kelelawar berwarna Putih. Yang satu bergambar garis-garis tak beraturan dengan tinta pink dan yang lain biru muda. Merasa bingung, Sasame memilih keduanya.
"Oh ya ampun!" Sasame menjerit senang. Ia melihat baju yang lucu dan unik. Sesame segera berlari karena ingin melihatnya lebih detil.
"Aduuuu~h! romantic amat!" Hinata menjerit dan terkikik sandiri saat membaca sebuah komik shojo di toko buku "GRAMESHE/HE" Di Konoha Mall. Naruto pun sama. Ia sedang asyik membaca komik shonen disamping Hinata.
"Yeah! Rasengan!" Naruto bergumam sambil melayangkan tangannya kedepan. Membayangkan ia juga bisa seperti tokoh di komik.
"Jam berapa Nar?" Hinata menyenggol bahu Naruto tanpa mengalihkan andangan dari komik ~GRAND SUN~.
"Tu" jawab Naruto
"Ha?" Hinata mengangkat kepalanya dan memandang Naruto. –yang asyik dengan komiknya–
"Tu! Dua!" ucap Naruto kesal. Hinata terbahak
"Two! Bukan 'tu'!" Hinata membenarkan ucapan Naruto yang salah. Naruto hanya mengedikkan bahu.
"Traktir komik juga gak nih?" Tanya Hinata antusias sambil mengambil beberapa komik dari lemari buku.
"Gak. Lama-lama gua tekor" Naruto menoleh kearah Hinata yang tersenyum kecut sambil memeluk bertumpuk konik shojo. Naruto tertawa sambil menepuk-nepuk puncak kepala Hinata "Iya-iya. Boleh neng. Aku lagi dapet gaji nih". Hinata tersenyum lebar.
"Arigatou! Kok kamu baik banget? Biasanya kamu ngisengin aku. Bikin aku sebel. Sekarang kok baik? Udah insyaf kah?" Tanya Hinata borongan. Naruto mendengus
"Sebagai tanda permohonan maaf. Kalo aku gak tanggung jawab, nanti malah kejadian kayak tahun kemaren"
"Hah? Tanggung jawab? Makasih ya! Emang tahun kemaren pas apa? Perasaan kau bikin daku kesal setiap detik waktu berjalan" Hinata bertanya dengan puitisnya. Naruto sweatdrop
Flashback
"Yang bener dong motongnya!" Naruto mengawasi Hinata yang sedang memotong papan PCB menggunakan gergaji kecil.
"Iya! Ini juga udah bener kok!" Hinata menjawab ketus pertanyaan Naruto. Naruto memandang Hinata dengan tatapan jengkel. Naruto bangkit dari duduknya.
"Sini! Gua aja! Masa motong kayak gitu aja 5 tahun! Mana gak rapi lagi!" Naruto hendak memegang tangan Hinata. Tapi Hinata mengelak.
"Udah! Biar aku aja! Kamu tuh sana! Cari spidol permanen! Aku udah nyari-nyari dimana-mana gak ketemu! Oh! Beli aja!" Hinata membalas perkataan Naruto dengan ke-tus-nya. Naruto menghela nafas, lalu menyodorkan telapak tangannya didepan wajah Hinata. Hinata menghentikan gerakan menggergajinya.
"Apa?"
"Duit" Jawab Naruto santai. Bak seorang PRIA (Dibaca: PREMAN) sejati.
"Kagak! Pake duit lu!" Hinata menjawab dengan jutek. Ia meneruskan menggergajinya. Naruto menarik tangan Hinata dengan kasar. Menyebabkan jarinya tergores gergaji.
"Aduh!" Hinata menjerit. Gergaji kecil yang tadi digenggamannya sekarang terpental jatuh kelantai.
"Ada apa ini?" Teriak seorang cowok keren bermata lavender dan berambut panjang yang baru saja keluar dari kamarnya. Hyuga Neji. Kakak Hinata.
"Naruto tuh!" Hinata menunjuk Naruto. Naruto gelagapan. Dan mundur beberapa langkah untuk menghindari Neji yang berjalan kearahnya dengan Aura Hitam. Sampai punggungnya menyentu tembok, Naruto menelan ludah.
"A…a bub-bukan! A..ano i-itu"
'JLEBB' Neji melempar Naruto dengan pisau kecil. Untung pisau itu menancap pada dinding tembok. Jika meleset satu centimeter saja, maka pisau itu akan memotong kuping Naruto.
"Tanggung jawab lu!" Neji meneriaki Naruto. Hinata memandang adegan berbahaya tadi. Seram juga…
End Of Flashback
"Ahaha! Yang itu! Hihihi! Rasakan tatapan Neji-nii!" Hinata tertawa mengenang masa kemenangannya itu. Jadi Naruto bertanggung jawab hanya karena ia takut mengedukan hal tadi kepada kakaknya. Bukan karena setulus hati untuk bertanggung jawab. Tawa Hinata terhenti. Entah kenapa hatinya sakit.
"Iya. Makannya itu aku takut." Naruto menoleh kearah Hinata. "Kamu kenapa? Kok sedih?"
"Ah…umm gak apa-apa kok" Hinata berbohong. Naruto mengangguk dan melanjutkan membaca komiknya. Hinata pun begitu.
"Duh! Sial! Padahal udah aku incer, malah dibeli orang!" Sasame misuh-misuh sambil menenteng banyak paper bag berisi baju-baju yang ia beli tadi. Sudah membeli banyak, masih saja merasa kurang. Dasar anak perempuan!.
"Eh! Gimana? Ada yang mencurigakan gak?" Sasame mendengar suara seseorang yang terdengar mencurigakan. Sesame menajamkan telinganya.
"Hinata sedih tuh! Tapi Naruto malah cuek. Berarti mereka gak pacaran" suara seseorang itu terdengar lagi. Tapi terdengar beda. Sesame mencoba menoleh kebelakang, dan didapati 2 orang memakai jaket hitam, kacamata hitam, dan yang hitam-hitam sedang berjongkok. Mereka memandang toko buku "GRAME SHE/HE". Sesame mendongak, dan melihat siapa yang mereka awasi. Sesame terbelalak melihat rambut jabrik kuning yang dikenalnya.
"Naru-chan?" Mata Sasame membelalak lebar.
TBC
Aii! Putri Hinata mengUPDATE chapter yang sumpeh jelek abis. Hehehe. Haduh…. Putri sedang kurang kerjaan. Mending update chap 6 aja. Hehehe. Oiya bagi yang udah menunggu fic saya update chapter 1 yang berjudul: "Vloek Van De Volle Maan", mohon ditunggu dulu ya~~. Pasti apdet kok!
Oke sekian dari putri. Saya akan bales review di chapter-chapter ganjil. Oiya add my FACEBOOK: Putri Hinata Uzumaki Mafioz. Saya ingin mempunyai teman-teman reader dan author-author supaya saya bisa Tanya banyak. Arigatou! ^▼^
Tertanda:
Putri Hinata Uzumaki
Rabu 15 desember 2010
20.06 p.m
REVIEW
VIEW
EW
W
FAVE! FAVE! FAVE!
PLEASE!
=3=
=3=
