Disclaimer: semua character milik Konomi sensei. Cerita ini merupakan cerita kolektif dari ltifal, Akoe, Sentaro, Fujiwara, KikumaruBeam, Gungade dan Pussy.

Peringatan: berbahaya sebab begitu anda baca, anda akan mendapatkan gejala-gejala seperti berikut, mulut terbuka lebar, mengeluarkan bunyi ahahaha dan mungkin bisa berair mata. Bila terus berlanjut, hubungi rumah sakit jiwa.

One Day…

Sementara itu...

"akhirnya berhenti juga yah, Kaidoh senpai?" Kata Si rambut kepang disertai dengan helaan nafas lega namun tak ada jawaban... "lho? Kaidoh sempai??" melirik ke arah Kaidoh ternyata... wajah Kaidoh sudah membiru... kehabisan napas...

"Wah!! Kaidoh sempai!!" Sakuno mulai panik... lalu "baiklah...!! CPR!!" dengan wajah memerah mulai mendekati Kaidoh untuk melakukan CPR dan...

Sementara itu

"Tomoka-chan...?"

"Hai? nani Ryoma-sama?"

"Bisa lepasin badanku, costernya udah brenti..."

"Oh?" lirik kanan dan kiri lalu... "ah ngak papa koq kita sekali lagi yuk!"

"Ngak mau!!"

"Tapi..."

"Denger kan kataku N G A K M A U!!" teriak Prince of tennis kita dan langsung cabut dari coster setelah berhasil lolos dari pelukan Tomoka

"Yah!! Ryoma-sama!!" langsung ngejar Ryoma yang ternyata menuju ke arah... arena bungee jump...

Kembali ke Sakuno...

Perlahan-lahan (namun pasti) Sakuno menarik nafas lalu mulai sedikit demi sedikit mendekati wajah Kaidoh...

Tinggal 5 cm lagi...

4 cm!!

ya 3 cm...

2 cm

1 cm

Dan!!

Ternyata Kaidoh sudah membuka matanya alias sadar duluan sebelum bibir sempat menyentuh dan langsung TERIAK!! "AAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH" yang terdengar sampe arena bungee jump dan rumah hantu...

Di rumah hantu...

"Wah apa tuh?" sahut Eiji sambil clingak clinguk

"Ma.. suara Kaidoh kayanya sih. Sudahlah kita enjoy rumah hantu dulu yuk."

"Tapi Fuji!" belum sempat ngomong, Fuji sudah menarik Eiji untuk duduk di dalem kereta (yang cuma berdua itu lho... wah romantisan di rumah hantu)

"Selamat menikmati kengerian hehehe" sahut loud speaker yang tertempel di dinding dan seekor iblis berwarna merah muncul tepat di depan kereta dan membukakan pintu masuk

Tennis

No

Oujisama

Sementara itu... di arena bungee jump...

"Lho itu suara Kaidoh kan?" tanya Kawamura yang ternyata lagi antri sama yang lain mau maen bungee jump

"Hm, 100 persen suara histeris Kaidoh"

"hahaha dasar mamushi!! Eh ngomong-ngomong bucho sama Oishi senpai ke mana?" sambil lirik kanan dan lirik kiri...

"Hem... perkiraanku... Oishi ngutit Eiji-Fuji ke rumah hantu sedangkan Tezuka? Kayanya sih ditarik Oishi buat nyelamatin Eiji deh."

Balik ke Background Roller Coaster

"Ah.. apa yg kamu lakukan Sakuno.." katanya dengan mata terbelalak lebar.

"Ah Kaidoh senpai ahirnya sadar juga"

"Ka..kamu tidak boleh sembarangan melakukan itu."

"Ooo ma.. maaf.. tadi aku melakukan CPR."

"Fuh yah sudah... mana yang lain?" sahut Kaidoh lagi sambil lirik kanan kiri, dan sadar kalau dia cumin berdua sama Sakuno.

"Ano.. Fuji dan Kikumaru ke rumah hantu, sementara Tomoka dan Ryoma maen Bungee Jump."

"... sekarang kita mau ke mana?"

"Ano.. aku mau...itu" kata Sakuno dengan muka merona merah sambil nunjukin tempat es krim

Kembali lagi ke Fuji dan Kikumaru yg sedang main di rumah hantu.

"Nyah.. Fuji serem nih..." hampir memeluk Fuji.

"Kalo takut sini aja." sambil melentangkan kedua tangannya siap untuk menyambut 'kekasihnya' ke dalam pelukan.

"Nyah iyada." Tezuka dan Oishi yang mengikuti Fuji dan Kikumaru dari belakang juga terpaksa masuk ke rumah hantu juga

"... aduh kenapa mereka deket2 sih." cemburu Oishi.

"... jelas saja tempatnya sempit begini." kata Tezuka.

"eh iya ya." Kata Oishi sambil menghela nafas 'seandainya aku yang di situ'

"...Oishi kamu ngak apa-apa?" mulai khawatir dengan fukubuchonya yang dari tadi terus-terusan menghela nafas.

"eh ngak apa-apa koq." Sambil kembali menghela nafas.

Selama perjalanan rumah hantu itu banyak sekali hantu, mumi, Dracula, sarang laba-laba dalam kegelapan yang membuat Kikumaru kembali teriak ketakutan dan akhirnya kembali memeluk Fuji.

"Tenang Eiji cuman boneka koq." Sambil menenangkan si rambut merah namun senyuman puas tersungging di mulutnya. Sedangkan Tezuka yang ada di belakang mulai resah.

"... Oishi ... tolong lepaskan pelukanmu itu…"

"Ah... gomen Tezuka."

Meanwhile at Bungee Jump Kawamura, Inui, dan Momo yang telah mengantri lama akhirnya sampe juga di depan.

"Yu sapa dulan yg loncat nih." tanya momo.

"Aku agak takut kamu dulu aja de." kata Kawamura.

"Hmmm bagi yg ga loncat akan dapet ini." Sambung Inui sambil ngeluarin gelas ajaibnya.

"... sebaiknya kita loncat bersama yah." kata momo.

"yah aku setuju de."

Ryoma yang juga mengantri di belakang para senpainya bersama Tomoka akhirnya sampai pula.

"Tinggi juga yah.." kata Ryoma sambil melihat ke bawah.

"Heh? Ryoma-sama takut yah."

"Tentu saja tidak."

"Kalo begitu sekarang giliran kita."

"... Ba..baiklah." sambil jalan pelan-pelan. Setelah diikat kakinya oleh tali..

"yak silakan meloncat." kata penjaga bungee jump.

"yu Ryoma-sama!"

"Ceh mada2 dane."

Prince

Of

Tennis

Balik ke Kaidoh dan Sakuno yang pergi ke tempat es krim.

"Irasshaimase" kata penjaga es krim.

"... Sakuno mau apa?"

"Ano.. aku mau.."

"Oh pasangan muda yg romantis sekali. Untuk kalian berdua ada es krim special. Mau coba?"

"... baiklah." Kata Sakuno sambil tersenyum malu

"Ok... ini dia 'Mune no Tokimeki'"

"... apa itu" Kaidoh mengangkat alisnya dengan heran.

"Ooo ini es krim dengan rasa strowberry coklat vanila dengan 2 sedotan berbentuk cinta. Saat sedang minum(ato makan??) eskrim, tiba2 kaidoh teringat sesuatu...

"...Inui senpai mana ya??"

"Nggak tau...mungkin..." tiba tiba dari belakang mereka muncul
puzzy yang membuat keduanya kaget setengah mati dan berkata dengan nada menyeramkan " Dia lagi bikin jus. Kayaknya berniat ngebunuh seisi taman ria...

"sugoii fushuuuuuuuu..."

Bersambung

Sampe jumpa chapter berikutnya.