Title : Can You Fix My Heart?

Main Cast : -Xi Luhan as Kim Luhan

-Oh Sehun

-Kim Jongin

OC : -Kim Heechul as Luhan's mama

-Byun Baekhyun as Luhan's best friend

-Do Kyungsoo as Luhan's friend

-Zhang Yixing as Luhan's friend

-Park Chanyeol as Baekhyun's boyfriend

-bertambah sesuai kebutuhan?/

Rate : T

Chapter : 6 (Who Is She?)

WARNING! GS! Official pair!

Typo everywhere..

NO BASH!

NO SILENT READER, REVIEW PLEASE ^^

Enjoy and read !

Thanks ^^

Chapter 6 is begin..

Once upon a time, i believe it was Tuesday when i caught your eye

We caught onto something

I hold onto the night

You looked me in the eye and told me you loved me

~O~

Sehun memasuki apartementnya, ia meletakkan sepatunya kemudian menuju ke kamarnya. Dilihatnya Luhan yang sudah tertidur pulas dengan buku diary yang masih terbuka di tangan kanannya. Sehun mendekati Luhan, memandang wajah cantik Luhan sebelum akhirnya ia menyelimutinya sebatas dada. Sehun mengambil diary milik Luhan, kemudian ia membacanya. Hatinya mencelos ketika membaca semua isi diary nya, Sehun meraih pena kemudian menulis di diary milik Luhan 'I'm here for you. I will always make you happy, smile and no more tears in your eyes. I promise'

Sehun meletakkan diary Luhan di atas nakas samping ranjangnya kemudian ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

~O~

Other side~

Baekhyun menggenggam erat tangan Chanyeol, air mukanya pucat, tangannya sangat dingin. Chanyeol mengusap punggung Baekhyun seraya berkata

"Jangan gugup Baek, jadilah dirimu yang sebenarnya yang ceria, aku yakin kedua orang tuaku akan menyukaimu"

"Kau yakin?"

"Sangat yakin, trust me"

Baekhyun memasuki kediaman Chanyeol yang terbilang mewah, rumah dengan gaya klasik bercat biru. Para maid sudah berjajar rapi untuk memberi salam pada tuan muda Park.

Chanyeol dan Baekhyun duduk di sofa ruang tamu, tak lama kemudian muncul sepasang suami istri, yang tak lain adalah orang tua Chanyeol. Chanyeol dan Baekhyun langsung berdiri kemudian membungkukkan badan dengan sopan.

"Apa kabar nak?", appa Chanyeol yang bernama Park Woobin mengawali pembicaraan

"Baik, bagaimana dengan appa dan eomma?"

"Baik juga Chan", kali ini eommanya yang menjawab

"Oh ya Chan, siapa dia?", tanya appa Chanyeol sembari mengalihkan pandangan ke Baekhyun

"Ah ini Baekhyun, kekasihku"

"Anyeong haseyo Byun Baekhyun imnida"

"Byun Baekhyun? Kau.. puteri dari Byun Tiffany dan Byun Nickhun bukan?"

"Ne ahjussi"

"Bagaimana appa tak mengenalnya Chan, eommanya Baekhyun adalah teman appa semasa SMA"

"Ah jadi eomma dan appa sudah mengenal orang tua Baekhyun?"

"Iya Chan"

"Syukurlah, kalau begitu eomma dan appa merestui hubungan kami?"

"Tentu saja merestui, siapa yang tak mau mempunyai menantu cantik dan manis seperti Baekhyun", ucap Nyonya Park sembari tersenyum

"Yeay akhirnya kita mendapat restu Baek", Chanyeol memeluk Baekhyun bahagia

"Kalau bisa cepatlah menikah Chan, appa ingin cepat memiliki cucu"

"Tidakkah itu terlalu cepat?", tanya Nyonya Park

"Benar juga, kalian bahkan belum lulus kuliah, bagaimana jika bertunangan untuk mengikat satu sama lain?"

"Benar juga Baek apa kata appa"

"Bagaimana jika kami mengundang orang tuamu makan malam untuk membicarakan ini?", usul appa Chanyeol

"Boleh saja ahjussi, aku akan memberitahukan pada eomma dan appa"

"Beritahu secepatnya dan kabari kami ya", appa Chanyeol mengingatkan Baekhyun

"Ne ahjussi"

~O~

Luhan bersiap-siap berangkat kuliah, ia menggunakan celana jeans dan kaos pendek putih dilapisi cardigan abu-abu. Rambutnya ia gerai dengan hiasan manis jepit cokelat dibagian pelipisnya.

Setelah dirasa cukup waktu untuknya berdandan, ia keluar dari kamar Sehun kemudian bergegas ke meja makan, dilihatnya Sehun sibuk menyiapkan sarapan di pantry .

"Hun, aku berangkat duluan ya"

"Kau tak mau sarapan dulu?"

"Tidak usah, aku ada janji dengan Baekhyun hari ini"

"Baiklah, hati-hati di jalan"

"Ne Sehun ahjussi"

"Eiih.. menyebalkan sekali kau"

"Jangnan Hun" (bercanda Hun)

Luhan berangkat ke kampus menggunakan mobil sportnya, ia mengendarai mobilnya dengan cepat. Tak lama kemudian ia tiba di kampus.

Luhan melangkah dengan anggun, dan jangan lupakan pokerface nya yang ia pasang semenjak tiba di kampus.

Sesampainya di kelas ia duduk di kursinya, datang terlalu awal membuat Luhan jenuh lantaran Baekhyun, sahabatnya yang paling cerewet tak kunjung datang. Luhan mengeluarkan ponsel, earphone dan novelnya. Ketika ia memeriksa ponselnya ia mendapat pesan, Luhan membuka pesan tersebut, nomer asing.

'Temui aku di taman belakang kampus setelah kelas selesai'

Luhan mengrenyitkan dahinya bingung, siapa yang mengirimi pesan seperti itu padanya. Luhan menyalakan musik, kemudian mulai fokus membaca novelnya. Membaca novel membuatnya jenuh, ia menutup novelnya kemudian memainkan ponselnya.

"LUHAANN!", teriak seseorang dengan suara nyaring khasnya

"Demi tuhan Baek suaramu memekakkan telingaku, bisakah kau bicara dengan suara normal?"

"Kali ini tak bisa Lu, karena aku hatiku sangaaatt bahagia, sangat sangat bahagia, catat itu. Karena itu aku ingin sekali teriak-teriak saat ini"

"Memangnya apa yang membuatmu sangat sangat sangat bahagia?", ucap Luhan penuh penekanan

"Chanyeol Lu, Chanyeol..."

"Chanyeol kenapa? Apakah ia menjadi waras sehingga kau sangat bahagia?"

"Bukan ituu..", Baekhyun menghentakkan kakinya sebal

"Lalu mengapa?"

"Chanyeol dan aku akan segera bertunangan", ucap Baekhyun setengah berteriak

"Jinjjayo?", Luhan yang mendengarnya berbinar

"Jinjja, lagipula kapan aku pernah berbohong padamu hah?"

"Ahh.. selamat ya Baek aku sangat bahagia mendengarnya", Luhan memeluk Baekhyun erat

"Gomawo Lu"

"Cheomaneyo Baek"

"Kapan pertunanganmu digelar Baek?"

"Aku belum menentukannya dengan Chanyeol"

"Ah, baru sepakat akan bertunangan?"

"Ne, bagaimana denganmu?"

"Aku? Kekasih saja tak ada mau bertunangan dengan siapa? Dengan robot?"

"Tentunya dengan si albino lah"

"Maksudmu Sehun"

"Eum, bagaimana? Apakah ada rencana?"

'PLETAK', Luhan mengetuk kepala Baekhyun

"Yak! Appo"

"Salahkan dirimu yang berbicara sembarangan"

"Sembarangan bagaimana Lu?"

"Aku dan Sehun hanya teman, teman tak lebih dari itu Baek"

"Benarkah? Aku meragukan itu"

"Terserah kau sajalah"

~O~

Sehun menuju kelasnya dengan langkah tak santai, ia memasuki kelasnya kemudian mendpati Kai sedang memainkan ponselnya, dengan segera ia menghampiri Kai

"Kai jelaskan maksud semua ini", Sehun meletakkan undangan pertunangan Kai dan Kyungsoo dengan keras

"Kau.. dimana mendapatkannya? Apakah Kyungsoo sudah memberikannya padamu?"

"Aku mendapatinya di nakas samping tempat tidurku, Luhan yang mendapatkannya"

"Luhan? Selama ini Luhan berada di apartement mu?"

"Bukan aku yang memintanya untuk tetap tinggal, ia sendiri yang bersikerasbtak mau pulang kerumahnya, sekarang jelaskan maksud undangan ini"

"Aku yakin kau sudah tau semuanya dari Luhan"

"Ya aku tahu semuanya, tapi aku minta padamu segeralah beri keputusan yang jelas bagi Luhan. Tidakkah kau kasihan melihat matanya yang selalu mengeluarkan kristal bening setiap hari? Come on Kai, gunakan otakmu"

"Aku, tak mau membuat Luhan sakit jika aku menemuinya"

"Kim Jongin, apakah otakmu tak berfungsi? Menggantungkannya justru membuatnya lebih sakit, pikirkan itu. Beri kejelasan saja padanya, biarkan ia merasakan sakit hanya sekali, dengan itu maka Luhan akan perlahan melupakanmu Kai"

"Bagaimana aku menjelaskannya? Aku harus memulai dari mana Hun?"

"Cari caramu sendiri, aku tak mau jika Luhan terus-terusan menangis terlebih dihadapanku. Aku tak mau tahu pokoknya aku mau jika sebelum tanggal 20 April hari pertunanganmu dengan Kyungsoo atau ulang tahun Luhan, kau harus sudah mengakhiri hubunganmu dengan Luhan"

"Chakkaman, Hun, 20 April hari ulang tahun Luhan?"

"Babo, kau yang kekasihnya Luhan ralat, mantan kekasihnya tak mengetahuinya?"

"Mana aku tahu Hun, dan kau bagaimana kau bisa mengerti semua tentang Luhan? Apakah kau semacam stalker?"

"Ckckck, kau ini stress atau bagaimana? Aku mencintainya bukan men stalkernya, ok?"

"M-mwo? Mworago? Kau mencintainya? Bagaimana bisa?"

"Bisa sajalah, semua terjadi begitu saja semenjak aku bertemu dengannya"

"Yaak... akhirnya kau jatuh cinta lagi Hun setelah sekian lama semenjak kejadian itu"

"Jangan bahas dia lagi, aku muak Kai"

"Hahaha, kau ini sudah move on atau belum sih sebenarnya?", goda Kai

"Tentu saja sudah, siapa juga yang masih mengingat nenek sihir gila itu"

"Jangan menyebutnya begitu Hun, kau juga pernah mencintainya"

"Ganti topik pembicaraan Kai, memuakkan"

"Arasseo"

~O~

Kelas telah selesai, Luhan menuju ke taman belakang kampus guna memenuhi undangan dari seseorang yang tak di kenalnya. Sepi, ia hanya melihat seorang gadis berambut panjang sebahu berwarna hitam sedang duduk di bangku taman.

Luhan menghampirinya, kemudian memerhatikan gadis tersebut. Kyungsoo? Mau apa dia di sini?

"Ah akhirnya kau datang juga jie"

"Kau.. kau yang menyuruhku datang kesini?"

"Menurutmu?"

"Ok, to the point saja, aku tak punya cukup waktu untuk berdebat denganmu"

"Ho ho, jangan terlalu sinis padaku Xi Luhan"

"Omong kosong, jangan panggil aku dengan nama itu"

"Waeyo, bukankah itu namamu yang sebenarnya?"

"Itu menurutmu, menurutku tidak"

"Sudah lupakan saja, oh ya bagaimana rasanya mendapat kado indah dariku, menyenangkan bukan?"

"Persetan dengan kado indah darimu, menurutmu itu bagus hah?"

"Sangat bagus, sangat sangat bagus. Aku mau lihat apakah kau benar-benar datang ke pesta pertunanganku dan Kai"

"Tentu saja aku datang, memangnya kenapa? Kau pikir aku cemburu? Tidak, sama sekali tidak"

"Benarkah?"

"Ya, karena aku bukan kau", Luhan menatap Kyungsoo sinis

"Shut up! Kau mau mengungkit kejadian itu? Maka aku akan membuatmu lebih menderita"

"Silahkan jika kau bisa, aku akan menerimanya"

Flashback on

Luhan dan Kyungsoo adalah sahabat baik, mereka berteman sejak masih duduk di sekolah dasar karena orang tua mereka juga sahabat dekat. Namun karena suatu kejadian ketika tahun ke 2 di junior high school hubungan persahabatan mereka menjadi hancur.

Kyungsoo menyukai seseorang yang bernama Lee Taemin, seorang pemuda populer yang menjadi anggota geng di sekolahnya. Namun diluar dugaan ternyata diam-diam Taemin menyukai Luhan. Namun dasarnya Luhan tak pernah menanggapi orang yang menyukainya maka ia membiarkannya.

Semua terjadi begitu instan, Kyungsoo menceritakan perasaannya pada Taemin ke Luhan. Kyungsoo tahu jika Taemin menyukai Luhan, oleh karena itu ia menceritakannya pada Luhan, berharap ia dapat membantu agar Taemin mendekatinya. Ternyata dugaannya salah, Luhan justru mengajaknya taruhan siapa yang bisa mendapatkan Taemin. Sebenarnya Luhan hanya main-main mengingat sebentar lagi adalah hari ulang tahun Kyungsoo. Tetapi Kyungsoo menanggapinya lain, ia menganggap Luhan serius melakukan taruhannya.

"Kyung taruhannya adalah jika kau berani mengungkapkan perasaan ke Taemin di kantin saat istirahat, dihadapan semua siswa yang ada disitu maka aku akan menuruti semua yang kau mau"

"Tak bisakah kau ringankan taruhannya? Bukankah itu terlalu memalukan jie?"

"Terserah kau saja Kyung"

"Aku akan mencobanya"

Tanggal 12 Januari atau hari ualng tahun Kyungsoo, ia menyatakan perasaannya pada Taemin. Di depan semua anak-anak plus anggota geng nya Taemin, yaitu Oh Sehun, Kim Jongin, Choi Minho dan Kim Jongdae.

Luhan terlambat, ia hendak melarang Kyungsoo untuk tidak melakukan taruhannya namun ia kalah cepat. Kyungsoo tengah malu sekarang karena ditolak oleh Taemin, kepalanya tertunduk, mukanya merah menahan malu, tangis dan marah. Ia berlari menjauhi kantin dengan air mata yang tak tertahankan lagi. Cake ulang tahun yang Luhan buat untuk Kyungsoo, jatuh terbuang sia-sia terjatuh. Tanpa diduga seseorang bernama Kim Jongin yang terkenal sangat penyayang mengejar Kyungsoo kemudian menenangkannya sekaligus meminta maaf atas kelakuan saudaranya. Ya, Taemin masih ada hubungan saudara dengan Kai. Dan disinilah Kyungsoo mulai menyukai sosok Jongin.

Setelah 1 minggu kejadian itu Kyungsoo dan Luhan masih saling diam, sebenarnya Luhan sudah menjelaskan semuanya, namun sia-sia karen Kyungsoo sama sekali tak percaya padanya. Hingga pada suatu hari Taemin menyatakan perasaan pada Luhan, dan dengan halus menolaknya karena tak ingin memperburuk keadaan. Walaupun akhirnya kabar tentang Taemin yang menyatakan perasaan padanya langsung beredar di sekolah. Sejak saat itu mereka bermusuhan, walaupun ketika masuk universitas mereka berada di 1 jurusan yang sama mereka tetap bermusuhan. Namun Kyungsoo dan Luhan berusaha menyembunyikan semua itu dihadapan teman-teman sekampusnya. Meski akhirnya Baekhyun mengetahuinya setelah tak sengaja membaca isi diary milik Luhan.

Flashback off

Luhan menghela nafas kasar, kepalanya terasa berat karena berdebat cukup lama dengan Kyungsoo. ia merebahkan diri di atas sofa ruang tv milik Sehun, ia memainkan ponselnya, Luhan teringat pada mamanya. Sudah lama ia tak bertemu mamanya lantaran melarikan diri ke apartement milik Sehun. Luhan menekan nomer mamanya kemudian menghubunginya. Tak diangkat. Luhan mulai gelisah. Akhirnya ia menghubungi Sungmin ahjumma, eommanya Kyungsoo, sahabat terdekat mamanya.

"Yeoboseyo?", Sungmin mengangkat panggilannya

"Sungmin ahjumma ini Luhan"

"Ya ampun Luhan kau kabur dari rumah ya? kasihan Heechul, ia mencarimu kalang kabut ke seluruh penjuru Seoul"

"Jeongmalyo?"

"Ne, keundae mengapa kau menghubungiku?"

"Begini, tadi aku menelfon mama namun tak dijwab, aku fikir Sungmin ahjumma tahu dimana mama"

"Mamamu mungkin sedang istirahat, ia baru saja pulang dari rumah sakit kemarin"

"Mwo? Mama sakit?"

"Ck, kau ini anaknya bukan sih? Mamamu asmanya kambuh, ditambah lagi ia stress, sehingga ia sempat dirawat 3 hari di rumah sakit"

"Terima kasih atas informasinya ahjumma, aku tutup dulu ne?"

"Ne"

Luhan merutuki dirinya yang terlalu egois karena tak memikirkan mamanya. Ia melempar handphonenya begitu saja ke meja. Tak lama kemudian Sehun pulang Luhan langsung mendudukkan dirinya dengan manis di sofa.

"Sehun.."

"Waeyo Lu?"

"Maukah kau mengantarkanku pulang ke rumah?"

"Ada apa Lu? Tiba-tiba ingin pulang ke rumah"

"Mama sakit Hun", ucapnya lirih

"Sakit? Baiklah cepat siap-siap, bereskan barangmu sementara aku mandi"

"Baiklah"

Sehun dan Luhan sudah siap, mereka bergegas menuju ke kediaman keluarga Kim mengendarai mobil milik Luhan

"Hun, kau mau menginap di rumahku?"

"Tak usah Lu, aku takut mamamu melarangku"

"Tak akan"

"Lihat nanti"

Setibanya di rumah Luhan, Luhan langsung memasuki rumahnya, kemudian menuju kamar sang mama tersayang. Dilihatnya mamanya sedang berbaring sembari melamun.

"Mama.." ucap Luhan pelan

"Lu? Kaukah itu?"

Luhan langsung menuju ranjang milik mamanya, kemudian memeluknya erat sambil menangis sesenggukan, Sehun yang melihatnya menatap mereka haru.

"Lu.. kau dari mana saja, apakah kau baik-baik saja?"

"Aku baik ma.. maafkan aku, aku tak mendengarkan penjelasan mama dan meninggalkan mama"

"Tak apa Lu, mama mengerti persaanmu"

"Terima kasih sudah mengerti diriku ma"

"Kau tinggal dengan siapa selama ini Lu?"

"Dengan Oh Sehun"

"Anyeong haseyo ahjumma, Oh Sehun imnida, bangaseubnida"

"Terima kasih telah merawat Luhanku selama ini, maaf jika ia merepotkanmu nak"

"Tak apa ahjumma, Luhan tak menyusahkan kok"

"Sehun kau menginap disini kan?", tanya Heechul

"Sepertinya aku akan pulang saja ahjumma"

"Waeyo?", tanya Luhan

"Tak apa Lu, aku pulang saja"

"Baiklah, oh ya Hun, ikuti aku sebentar", Luhan menarik tangan Sehun

"Ada apa Lu?"

"Begini, besok aku harus datang ke acara pertunangan Kai dan Kyungsoo, maukah kau menemaniku, please"

"Baiklah, aku akan menemanimu"

"Dan kau harus selalu di sampingku, berpura-puralah menjadi kekasihku, ara?"

"Arrasseo"

~O~

Sehun sudah siap dengan tuxedo hitam, ia terlihat sangat tampan, ditambah lagi rambutnya yang berwarna hitam berkilau. (emang bintang iklan sampho apa? Waks :'v)

Ia mengendarai audi hitamnya, menuju ke rumah Luhan, kekasih 1 hari nya :'3

~O~

Sementara itu Luhan tengah memilih dress yang akan digunakannya, kamarnya sangat berantakan, seisi lemari yang hanya berisikan dress miliknya terbuka lebar.

"Ah.. aku bingung, yang putih, merah, hijau tosca, onyx atau biru langit?"

"Apa putih saja ya?"

"Baiklah, putih", Luhan mulai berargumen sendiri

Pilihannya jatuh pada dress putih tanpa lengan panjangnya 15 cm di atas lutut, dengan pita di belakangnya dan sedikit hiasan di bagian depannya. Rambutnya ia kepang dua sedikit di samping kemudian di satukan, sementara sisanya ia biarkan terurai. Di samping kanan kepangannya ia beri jepit kecil berbentuk kupu-kupu yang terbuat dari perak dengan permata di tengah-tengah sebagai pemanis. Ia menggunakan high heels setinggi 10 cm berwarna gading. Ia menatap puas ke arah cermin kemudian berkata pada dirinya 'kau pasti kuat Lu, bersikaplah layaknya seorang saudara di mata Kai, ya saudara'.

"Luu.. kau sudah siap belum? Sehun sudah menjemputmu"

"Ya... aku datang"

Luhan menuruni tangga dengan anggunnya, sementara Sehun menatapnya takjub, ia seperti baru saja melihat jelmaan seorang dewi.

"Aigoo.. neomu yeppeuda", ucap Heechul

"Majayo, neomu yeppeo", lanjut Sehun

"Gomawo", balas Luhan

"Kemarikan tanganmu Lu", Sehun mengulurkan tangannya

Luhan menerima tangan Sehun kemudian berpamitan pada Heechul dan pergi dengan menggamit lengan Sehun layaknya sepasang kekasih.

"Silahkan masuk tuan puteri", Sehun membukakkan pintu mobilnya untuk Luhan

"Ne"

"Luhan yang cantik, kau adalah kekasihku hari ini, jadi seharian ini kita harus terus bersama denganku, jangan dekat-dekat lelaki lain, arasseo?"

"Arasseo chagiya", jawab Luhan asal

"Good girl"

Mereka telah tiba di gedung tempat pertunangan Kai dan Kyungsoo akan dilaksanakan. Luhan menggamit lengan Sehun erat layaknya sepasang kekasih sungguhan. Mereka menarik perhatian para tamu undangan mereka menatap Sehun dan Luhan takjub, bagaimana tidak? Yang pria sangat tampan bak pangeran sedangkan yang wanita sanagt cantik bak jelmaan dewi.

"Hai Lu", sapa Baekhyun

"Hai Baek"

"Waahh kau dan Sehun sangat cocok ya, sudahlah kalian jadian saja"

"Lagi-lagi mengatakan hal yang aneh", jawab Luhan

"Benarkah begitu Baek? Aku dan Luhan terlihat cocok bersama?", tanya Sehun antusias

"Sangat sangat cocok, kuharap kalian berjodoh"

"Aku juga berharap begitu", ucap Sehun tanpa sadar

"Mwo?!", Luhan terlonjak mendengarnya

"A-aniyo Lu, dwaesseo"

"Oh ya Baek, dimana pangeran konyolmu?"

"Chanyeol? Dia sedang bersama Kai"

"Ah, begitu"

"Mencariku heum?", tiba-tiba suara manusia setengah absurd terdengar

"Eiisshh.. kkamjjakiya", ucap Baekhyun

"Ssstt.. acara sudah akan dimulai", ucap Sehun menenangkan mereka

Mereka mengalihkan pandangan ke pasangan yang akan bertunangan, Kai tampak tampan dengan menggunakan tuxedo putih sementara Kyungsoo nampak cantik dengan balutan dress putih tanpa lengan dengan panjangnya yang menjuntai ke lantai, rambutnya yang panjang di kepang kebelakang. Sederhana namun terkesan elegan. Singkat acara, Kai dan Kyungsoo sudah resmi menjadi pasangan bertunangan.

Sehun dan Luhan berjalan menuju ke Kai dan Kyungsoo, kemudian mengucapkan selamat atas pertunangan mereka.

"Selamat atas pertunanganmu Kai, saudaraku", Luhan memeluk Kai walau dadanya sangat sesak saat mengatakannya. Namun ia harus bangkit dan kembali pada kenyataan

"Sama-sama Lu, dan maafkan aku atas semuanya", bisik Kai

"Bukan salahmu, itu semua takdir", balas Luhan kemudian melepas pelukannya

Ia beralih ke Kyungsoo, "Selamat ya Kyung, semoga kau bahagia dengan Kai", ucap Luhan tulus

"Thanks jie, maafkan aku ya selama ini telah membuatmu menderita", Kyungsoo terisak dalam pelukan Luhan

"Tak apa Kyung, aku sudah memaafkanmu, uljima", Luhan mengusap punggung Kyungsoo

"Sekali lagi maafkan aku dan terima kasih jie"

"Ne", Luhan melepas pelukannya

"Kai jaga Kyungsoo, jangan bermain api dibelakangnya atau kau akan berkahir tragis di tanganku, arasseo?", ancam Luhan

"Baiklah saudaraku yang cerewet", goda Kai

"Aiisshh.. kau ini menyebalkan"

"Sehun, tolong jinakkan saudaraku yang cerewet itu ya, kalau perlu nikahi saja dia agar tunduk padamu", ucap Kai

"Yak! Kim Jongin!"

Sehun yang mendengarnya hanya terkekeh kemudian berkata, "Aku sih mau-mau saja menikah dengannya, tapi dia? Sangat susah menaklukannya"

"Oh Sehun! Neo jinjja!"

"Hehe mian"

"Sudah-sudah, silahkan nikmati pestanya", ucap Kai

Sekarang adalah acara pestanya, Luhan dan Sehun sedang mengobrol dengan Chanyeol serta Baekhyun. Ketika Luhan hendak mengambil apple wine tiba-tiba seorang wanita menabraknya dan tanpa sengaja minuman yang dipegang wanita tersebut tertumpah dan mengenai dress milik Luhan.

"Ah, mianhamnida, aku tak berhati-hati saat berjalan"

"Gwaenchanhayo", kata Luhan

"Ada apa Lu?", tiba-tiba Sehun muncul

"Tak apa hanya apple wine tumpah mengenai dressku"

Sehun membantu Luhan yang hendak bangkit, tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata wanita yang menabrak Luhan

"Oh Sehun?", tanya wanita tersebut

"Kau..", geram Sehun

-TBC-

Ya ampun... akhirnya done chapter 6 setelah membuatnya selama 8 jam ngebut banget...

Thanks ya reviewnya kawan-kawan :* sayang banget deh sama kalian yang bukan silent reader ({})

Tadinya mau bikin Kyungsoo jahat lagi, tapi ngga tahan bikin dia jahat soalnya agak kurang cucok gitu -_- jadinya ya.. dibikin damai aja deh

Dah tau kan kenapa Kyungsoo kejam? Tadinya mau ngga ada penyebabnya, tapi kok kayaknya kurang pas loh kalo benci tanpa sebab, eh terlintas gitu aja pikiran flashback Kyungsoo and Luhan

Next konflik di chapter selanjutnya tetep ada

Buat Forgive Me My Angel belum tau mau siapa main pair nya

Soalnya lagi ngerancang ff hunhan sm ff krisho yang baru

Ff hunhan yang baru mau marriege life apa school life?

Kalo EXO semuanya trus Official pair comedy mau ngga?

Tapi takut garing, sebetulnya dah buat sih :'v

Ff Krisho di upload setuju ngga? Kalo ngga ya author bikin yang lain aja

Dah ah kebanyakan omong nih author -

Reviewnya please, kasih saran sekalian yo~

Yo yo yo~ anyeong