Should I Confess

.

.

.

Main Cast : Oh Sehun, Xi Luhan, Wu Yifan a.k.a Kris, Do Kyungsoo

Genre : Find it by yourself

Rate : T

Length : Chapter-Drable

Hope you all like it.

Here we go.

HUNHAN STORY BEGIN!


.

.

Setelah kepergian Luhan, Sehun mengajak Kyungsoo untuk segera ke kelas. Sebenarnya dia sangat mengkhawatirkan keadaan Luhan, namun ia sadar bahwa ia telah memutuskan apa yang ia pilih dan pantang bagi seorang Oh Sehun untuk menyesali apa yang ia pilih.

.

.

At Class

"Lu, gwaenchana? Uljima baby deer.. apakah sangat sakit bagimu?"

Setelah sempat terdiam cukup lama, Kris mengejar Luhan yang tengah berlari ke kelasnya. Ia menemukan namja mungil itu sedang menangis seorang diri di tepat duduknya. Hatinya ngilu melihat pemandangan itu. Namja tampan itu merasa sesak tiap kali melihat namja yang ia cintai menagisi seseorang yang menurutnya sangat tidak pantas untuk namja mungilnya.

"Hmm, sangat sakit Kris.. disini teramat sakit sampai sesak rasanya. Mianhae.." ucap Luhan sembari meremas dadanya menyiratkan betapa sakit hatinya kini.

"SShh... aniya.. kau tak salah Lu, jangan meminta maaf.. Aku mengerti jika kau masih sangat mencintainya baby deer, tapi.. Please,, jangan keluarkan air mata berhargamu lagi untuknya.. hatiku seperti tersayat saat melihatmu menangis." Kris mengusap pipi Luhan dengan lembut, yang membuat Luhan sedikit demi sedikit merasa nyaman.

"Gomawo Kris, gomawo.. Aku akan mencoba membuka hatiku untukmu.. karena itu, tunggu aku. Tunggu aku, dan jangan pernah tinggalkan aku.. Aku tak sanggup bila harus kehilangan seseorang yang berharga lagi." Luhan memeluk Kris dengan erat, seolah meminta perlindungan pada lelaki yang lebih tinggi darinya.

"Hmm, aku akan menunggumu Lu, seperti hari hari sebelumnya, aku akan tetap menunggumu sampai kau benar benar menerimaku dan aku bisa memilikimu seutuhnya. Dan jika saat itu tiba, maka tidak akan pernah melepaskanmu. Kau bisa pegang kata kataku. I promise baby deer.." Kris membalas pelukan Luhan, dan berkata dengan lembut.

Rasa hangat menjalar pada tubuh Luhan, ia merasa nyaman saat Kris memeluknya. Ia merasa aman dan terlindungi. Saat itu, Luhan benar benar berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan belajar untuk membuka hatinya untuk Kris. Kris melepaskan pelukannya dan menatap Luhan dalam. Jarak wajah mereka semakin lama semakin dekat, Luhan menutup matanya dan ~CHU~ kedua bibir itu bertemu, Kris mencium Luhan dengan lembut, dan meskipun hanya sedetik, hati Luhan berdesir saat bibir miliknya dan milik Kris bertemu.

Mereka berciuman dengan lembut dan tak menyadari jika ada seseorang yang melihat keduanya dengan pandangan, emm, entahlah.. cemburu, marah, kesal, dan sendu.

.

.

Oh Sehun mengajak Kyungsoo kembali ke kelas. Mereka berdua berjalan dengan tangan saling terpaut, membuat siswa lain memandang dengan tatapan iri dan kagum. Sehun terus berjalan dengan senyum menghias wajahnya. Sesekali ia mengusak kepala Kungsoo dengan lembut, membuat si pemilik kepala tersipu. Namun senyum seorang oh sehun tak bertahan lama setelah ia melihat pemandangan di dalam ruang kelasnya.

DEG

Jantung sehun seolah berhenti sejenak melihat pemandangan itu. Ia tiba tiba terasa sulit untuk bernafas. Hatinya seperti ditusuk oleh jarum saat melihat pemandangan itu. Senyum yag tadi ada di wajahnya hilang tak bersisa tergantikan ekspresi datar dengan sorot mata tajamnya yang menggambarkan berbagai perasaan yang sedag berkecamuk dalam hatinya. Kyungsoo yang melihat kekasihnya tiba tiba terdiam menjadi bingung. Ia penasaran, apa yang dilihat Sehun sehingga orang yang baru beberapa saat lalu menjadi kekasihnya mendadak terpaku dengan sorot mata yang terlihat begitu 'tersiksa'. Namja bermata bulat itu lalu menolehkan kepalanya, berusaha mencari objek yang Sehun lihat tadi. Sampai akhirnya ia menemukannya, objek yang membuat keksihnya ini berubah ekspresi. Yup, objek yang ia maksud adalah Luhan dan Kris yang tengah berciuman dengan lembut. Perlahan, sorot mata Kyungsoo berubah sendu mengetahui bahwa kekasihnya berubah karena Luhan, sosok yang ia tau pernah dicintai –atau masih- dicintai oleh kekasihnya.

'Sehun-ah.. Oh Sehun.." Kyungsoo mencoba untuk menyadarkan Sehun dari keterdiamannya.

"Oh, ne Kyungie, waeyo?" Sehun tersadar dari keterdiamannya, ia mengalihkan pandangannya ke arah Kyungsoo.

"Ani, hanya saja, kenapa kita tidak segera masuk ke kelas, aku belum belajar untuk kuis Yeon saem, hehe." Kyungsoo mencoba tertawa, sebenarya ia hanya ingin segera masuk ke kelas dan menunjukkan dengan jelas pada Luhan dan Sehun sendiri, bahwa ialah yang sekarang berada disisi Sehun, bukan hanya tempat duduknya namun juga disisi Sehun sebagai seorang kekasih dari Oh Sehun.

"Ah, mianhae Kyung, ayo kita masuk." Sehun tersadar bahwa mereka sudah cukup lama berdiri di depan kelas.

Sehun memasuki kelas dengan tatapan yang tak lepas dari kedua namja yang kini terlihat manis sekali. Yang satu sedang menunduk tersipu sementara yang satu sedang tersenyum lembut sambil mengusak kepala namja disampingnya.

"Huuhh.." tanpa sadar, Sehun mendengus pelan melihat pemandangan yang merusak –menurutnya- merusak mata. Kyungsoo yang mendengar itu, berusaha tidak peduli meskipun hatinya sedikit sakit menegtahui bahwa kekasihnya sedang cemburu karena orang lain.

"Annyeong Luhan-ah, Yifan-ssi, apakah kalian sedang berkencan? Kalian manis sekali tadi." Kyungsoo tiba tiba menyapa Luhan dan Kris, membuat yang disapa menolehkan kepalanya ke Kyungsoo.

"Ah, annyeong Kyung. Hai, Sehun." Luhan menyapa Kyungsoo dan Sehun, ia hanya melirik ke arah Sehun. Ia takut menatap Sehun terlalu lama, apalagi dengan wajah datar Sehun yang sedikit menyeramkan.

"Annyeong Kyungsoo-ah, tidak perlu seformal itu terhadapku karena kita mungkin akan berteman dekat. Bukannya kau teman Luhan. Dan, ya benar, kami memang berkencan, Luhan kekasihku mulai sekarang dan aku berharap selamanya akan begitu." Kris membalas sapaan Kyungsoo, dan ia sedikit menekankan kata berkencan dan kekasih sambil menatap Sehun engan tajam. Sedangkan Sehun balas menatap Kris tidak kalah tajam. Ia sangat tidak menyukai apa yang Kris katakan barusan. Tangan pucatnya terkepal menahan kesal, dan ia berjanji dalam hati, bahwa mulai detik ini, Kris masuk ke dalam blacklistnya.

"Kyung, ayo kembali ke tempat kita, bukannya kau berkata bahwa kau belum belajar untuk kuis pagi ini, lima belas menit lagi pelajaran akan dimulai." Sehun tanpa sadar menarik lengan Kyungsoo dengan sedikit kasar, membuat Kyunsoo merasa sakit, tidak hanya di lengannya namun juga hatinya. Ia tidak menyangkan bahwa seorang Oh Sehun bisa berbuat kasar –menurutnya- kepada Kyungsoo yang notabene-nya kekasihnya sendiri hanya karena ucapan Kris yang berkata bahwa Luhan adalah kekasihnya. Kyungsoo hanya menurut dan tidak berkata apa apa,sementara Sehun masih terus memperhatikan gerak gerik Luhan dan Kris. Matanya tak pernah lepas dari sosok Xi Luhan, ia sangat tidak suka melihat Luhan bisa tersenyum apalagi tersipu karna perbuatan namja lain selain dirinya. Menurutnya itu adalah hal yang sangat tidak ia sukai setelah cheese cream.

~KRIIINGGGG~

Bel yang menandakan pelajaran akan berlangsung telah berbunyi, dan itu mengharuskan Kris untuk kembali ke kelasnya dan membiarkan Baekhyun -pemilik sah tempat duduk yang sejak tadi pagi ia tempati- kembali ke asalnya.

"Baiklah, saatnya kau untuk kembali ke asalma Tuan Wu." Baekhyun berkata dengan nada sedikit menggoda, ia senang melihat Luhan bisa lebih banyak tersenyum lagi. Ia haus berterima kasih pada Kris yang tak pernah lelah untuk menunggu Luhan dan membuatnya tersenyum.

"Oke Baek, gomawo atas tempat yang telah kau pinjamkan. Aku titipkan bayi rusakau padamu oke." Kris membalas ucapan Baekhyun dan kembali menatap Luhan.

"Oh, tenanglah Kris, dia aman bersamaku. Kujamin itu." Luhan yang dari tadi mendengar dan melihat interaksi anatara Kris dan Baekhyun hanya bisa tertawa geli yang membuat seseorang –dua orang- pemuda tampan terpesona olehnya. Siapa lagi kalau bukan Kris dan seorang pemuda bernama Oh Sehun.

"Sudahlah, cepat kembali ke kelasmu Kris, aku tak ingin kau terlambat karena terlalu asik mengobrol dengan Baekhyun." Luhan mendorong dorong tubuh Kris dan menarik Baekhyun untuk duduk di sampingnya.

"Oho, kau mengusirku deer? Baiklah, aku akan pergi, tapi nanti kau pulang bersamaku oke. Aku pergi dulu baby deer." Kris mengusak kepala Luhan sebentar lalu menghilang menuju ke kelasnya. Tanpa sadar, Sehun membuang nafas lega karena Kris sudak tidak berada di sekeliling Luhan lagi. Lagi lagi, Kyungsoo hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan kekasih barunya. Nampaknya ia harus berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan hati Sehun seluruhnya.

.

.

After School

Kris tersenyum sepanjang koridor menuju tempat parkir, ia kembali mengingat momen momen manisnya bersama Luhan, sosok yang sangat ia cintai. ia tak sabar untuk cepat cepat bertemu dengan namja mungil yang sekarang menjadi kekasihnya. Ia akan membuka pintu mobilnya sebelum bahunya ditepuk oleh seseorang.

"Eoh, ada apa? Kau perlu sesuatu?" ucap Kris terkesan dingin setelah tau siapa orang yang menepuk bahunya tadi.

"Aku ingin bicara padamu. Ikut aku." Ucap namja tadi yang menepuk bahunya.

Kris mengikuti langkah naja itu, sampai akhirnya namja itu berhenti di atap gedung sekolahnya.

"Apa yang ingin kau bicarakan? Jangn bertele tele, waktuku tak banyak, kekasihku menungguku." Ucap Kris dingin, ia sengaja menkankan kata kekasihku saat berbicara.

"Apa kau dan Luhan benar benar berkencan?" ucap namja itu.

"Bukankah tadi sudah kukatakan dengan jelas bahwa kami memnag berkencan dan Luhan adalah kekasihku, Oh Sehun-ssi." Kris berkata dengan tegas, matanya menyorot tajam.

"Sial, Luhan milikku asal kau tau itu." Namja itu –Oh Sehun- mengepalkan tangannya menahan kesal.

"Oho, ilikmu kau bilang? Bukankah kau yang meninggalkannya jarena Kyungsoo, Tuan Oh? Jadi dia bukan milikmu lagi sekarang, Tuan Oh Sehun." Kris berkata dengn nada sinis, tangannya ikut mengepla karena terlalu geram dengan namja albino di depannya.

"Sialan, harusnya kau tau bahwa kau tak akan pernha mendapatkan Luhan. Dia hanya mencintaiku brengsek." Sehun erkata dengan emosi, ia tak terima dengan kenyataan bahwa Luhan telah menjadi kekasih namja di hadapannya, menurutnya Luhan adalah miliknya, hanya milik Oh Sehun.

"Kita lihat saja nanti Tuan Oh, siapa yang akan Luhan pilih, apakah aku, atau dirimu. Dan, sebelum saat itu tiba, ku harap kau telah menyiapkan dirimu Sehun, karna akan kupastikan bahwa Luhan akan memilihku." Setelah mengatakan hal tersebut, Kris berbalik dan meninggalkan Sehun di atap, namun sebelum ia membuka pintu atap, namja Canada tersebut berhenti dan menatap Sehun sejenak "Ah, aku lupa satu hal. Lihat hatimu baik baik Sehun-ah, tanyakan pada hatimu, siapa yang benar benar menjadi pemiliknya, apakah itu Luhan atau Kyungsoo. Karena, jika kau terus seperti ini, maka mereka akan terluka, dan akan kupastikan bahwa aku tak akan pernah membiarkan Luhanku terluka." Setelah itu Kris benar benar pergi meninggalkan Sehun.

"Aaargh... Sial." Sehun berteriak frustasi sambil menendang angin. Ia benar benar sadar sekarang, bahwa Luhanlah yang mengisi hatinya, bukan Kyungsoo. Ia hanya tertarik sejenak kepada Kyungsoo karena saat itu ia sedag kesepian ditinggal Luhan. Uh, betapa menyedihkannya nasib Oh Sehun kali ini. Ia tak ingin menyakiti Kyungsoo namun juga tak rela bila Luhan bersama dengan orang lain.

"Aaaargggh... sial sial sial..." Sehun merutuk dalam hati.

.

.

In China

"Eomma, aku ingin pernikahanku dengan gege dipercepat. Bawa dia pulang dan siapkan pesta pernikahanku dengan gege."

"..."

"Aku tidak mau tau, yang penting aku mau menikah dengan gege apapun caranya."

~TUT TUT TUT~

.

.

Seoul, Korea

"Mwo? Tapi mom, aku sudah punya seseorang yang kusuka. Aku tak ingin menikah dengannya mom."

"..."

"Apapun yang mommy katakan aku tetap tidak akan menikah dengannya. Aku tutup telponnya, bye mom."

.

.

.

tbc


finally... aku update juga nih ff.. ada yang nungguin kah?

sorry baru update, aku lebih banyak baca ff sama meme hnhan daripada nulis, hehe. :v

aku haap ada yang nungguin ini ya, dan aku harap chapt kali ini sukses. :)

and, seperti biasanya..

mind to review guys? :)

thanks,, ^^