Chapter 6 : Problem Unknown

L-OVESTORY

Cast : Oh sehun, Xi luhan, Do kyungsoo

HUNSOO
HUNHAN
KRISLAY

Genre : Fantasy,Romance,Sad,Angst,Family

Rate : M

- Problem Unknown –

Sehun bingung dengan sikap kris, tatapan nya melemas belum lagi mulut nya tak mengeluarkan sepatah kata pun. Seperti remaja labil yang baru saja di putuskan kekasih nya. malam itu sehun yang membawa pulang denver, dan kris bilang ia masih ada urusan di kantor nya. sehun tidak percaya akan hal itu. Setelah memasuki denver ke dalam mobil, sehun mengejar kris sebelum ia pergi dengan mobil nya.

"Hei, kris. Ada apa dengan mu ?"

Kris membalikan badan nya perlahan, terlihat titik air mata yang berjatuhan. Sehun menjadi sangat cemas, ia bingung harus melakukan apa, kemudian kris menyentuh kedua bahu sehun dan menempelkan wajah air mata nya itu di sisi sebalah kanan tubuh nya. tangisan nya meraung sehun masih tak mengerti. Ia melirik ke belakang, memeriksa denver semoga masih di tempat nya.

"Hei, kris kau boleh menangis tapi jangan disini" sehun mencoba mendorong pelan tubuh kris, terasa lemas. Dan kris menghapus kasar air mata nya dengan baju lengan.

"Aku percayakan denver padamu, kau tahu aku memang ayah nya tapi aku tak becus menjaga nya"

"Hei dude, kau pikir aku bisa menjaga nya sendirian. Aku masih perlu bantuan mu, memang benar bagaimanapun denver tetaplah anak mu tapi dia tidak akan sangat nyaman dengan ku jika kau selalu pergi. Aku tahu kau sibuk, tapi denver belum tahu bagaimana cara nya untuk memahami mu"

Kris masih terdiam, mencoba untuk menenangkan diri. Sementara pemilik rumah baekhyun dan chanyeol hanya mengintip dari jendela. Tak ada niatan untuk ikut urusan mereka.

"Dady" suara malaikat kecil nya itu menggema dari belakang, sehun menyingkirkan tubuh nya agar denver kecil terlihat. Kris perlahan mensejajarkan tubuh nya dengan denver. Berjongkok di hadapan nya sambil menyuruh anak nya untuk mendekat. Denver dengan senang hati ingin mendekati ayah nya. tangan kris perlahan menyapi poni denver yang sempat menghalangi dua hazel favorit nya.

"Kapan anak ayah bisa setampan ini, maafkan ayah nak." Tangis kris pecah lagi, ia menundukan wajah nya di hadapan denver. Tangan kecil itu memeluk wajah ayah nya. memeluk nya hangat sampai kris berhenti mengeluarkan tangis nya. ia menenggakan kepalanya membuatnya sedikit menjauhkan pelukan putra nya tadi.

"Denver ayah benar-benar minta maaf"

Senyum denver tiba-tiba berkembang manis, dua hazel itu tenggelam di kelopak matanya membentuk bulan sabit.

''Maaf ayah di terima" suara riang mulai mendominasi. Kris memeluk anak nya itu dengan spontan seolah ia tak ingin anak nya ini menghilang atau menjauh kemanapun.

"Ayah sayang denver, sangat"

"Denver juga sayang ayah dan ibu"

Sehun hanya menatap nya dengan sesekali tersenyum senang, dan bayangan kedua nya itu seolah mengingatkan nya langsung pada seseorang yang ia buat menunggu juga.

"Astaga aku harus pergi kris"

Anak dan ayah itu saling bertatapan melirik ke arah sehun yang sudah terburu-buru untuk pergi ke mobil nya dan melesat jauh. Kris tak sempat membalas kata selamat tinggal, dan denver pun tidak sempat melambaikan tangan nya.

Sehun benar-benar seperti di kejar waktu, tidak biasa nya ia akan menggunakan kecepatan tinggi untuk pergi ke suatu tempat. Meskipun itu sangat penting sekali pun. Tapi kali ini ia menyetir dengan mempertaruhkan nyawa nya. sehun benar-benar hanya terfokus pada satu tujuan nya.

#Lovestory

Lay selalu berhasil meyakinkan nya, namun sudah 3 jam berlalu dan sehun belum kembali itu semakin membuat kyungsoo pesimis. Berulang kali ia nekad untuk pergi sendiri, tapi lay lagi-lagi mencegah nya.

"Kyungsoo aku yakin sehun pasti akan kembali"

Kali ini kyungsoo tak yakin untuk ke sepuluh kali nya. dengan mantap ia berdiri dari sofa kemudian berjalan perlahan karena ia tak mau kesalahan kecil menimpa kaki nya yang akan berakibat sangat fatal.

"Kau tetap akan pergi ?" lay berdiri di belakang nya. kali ini tanpa ucapan apapun kyungsoo hanya melangkah keluar. Mobil sedang putih dengan kedatangan nya melalui cahaya yang terhalang kabut, terparkir di halaman rumah. Sosok pria yang tak lain adalah sehun keluar dari dalam mobil kemudian menghampiri kyungsoo yang sudah berdriri di ambang pintu. Nafas nya seperti terengah-engah hanya berlari beberapa sentimeter dari jalan setapak.

"Maaf, apa kau menunggu ku lama?"

Kyungsoo hanya menggeleng kepalanya pelan, menyembunyikan semua rasa kecewa di dalam hati nya. ia berjalan perlahan melewati sehun. Dan untuk berpamitan sehun menundukan kepala ke arah lay. Pintu rumah yang terbuat dari kayu itu tertutup. Sehun berjalan di samping kyungsoo untuk sesekali membantu nya – jika dia mau.

"Kyungsoo, apa kau baik-baik saja ?"

"yah, aku shhh baik-baik saja"

Sehun berkerut, ia tak yakin jika kyungsoo mengatakan baik-baik saja sesuai kondisi nya setelah terdengar keluh kesakitan dari mulut nya.

"Aku tak akan kerepotan jika kau membutuhkan bantuan ku soo" sehun tetap bersikeras, kyungsoo tak ingin perduli namun rasa nya ia butuh bantuan sehun. Karena jalanan yang menurun dan juga terlihat licin membuat nya ketakutan. Ia memanjangkan tangan ke samping, berharap sehun tahu apa yang dia maksud.

"Kau takut?" ucap sehun sambil menggenggam tangan kyungsoo untuk mengajak nya menuruni jalanan itu perlahan. Kyungsoo menggigit bibir nya keras. Entah kenapa ini menjadi sebuah ancaman hidup nya yang terbesar. Ia merasakan super ketakutan di dalam batin nya yang terus saja berperang. Menggenggam tangan sehun sekuat mungkin untuk beberapa kali agar tidak adak kesalahan kecil yang berakibat fatal terjadi.

"Hei, relaks soo. Kau tidak akan jatuh selama masih berpegangan dengan ku. Kyungsoo berusaha tak menyimak, ia benar-benar memerhatikan langkah nya dengan sangat berhati-hati. Melihat kondisi kyungsoo yang seperti ini sehun tak yakin jika kyungsoo baik-baik saja. Pasti ada rahasia yang di sembunyikan oleh nya.

"Biar aku yang membuka nya" sehun membuka pintu mobil tanpa melepaskan genggaman nya. kyungsoo masih terus menggenggam nya erat seperti tadi. Dan sehun benar-benar tak keberatan. Sampai akhir nya kyungsoo menyadari itu dengan cepat ia melepaskan tangan nya dari sehun.

"Maaf" ucapnya dengan wajah yang berpaling ke samping kemudi. Sehun menutup pintu mobil, menunduk ke dalam.

"Tidak apa-apa" sehun berlari mengitari depan mobil, dan duduk di bangku kemudi. Menyalakan mobil hingga suara deruman terdengar kemudian asap polusi mobil yang putih seperti embun menguap seiring kepergian mobil nya yang meluncur di tanah yang agak lembab.

Kyungsoo benar-benar terdiam lagi, sehun memberanikan diri untuk menatap sosok nya. dan ketika dua hazel mata yang saling bertabrakan mereka salah tingkah secara bersamaan. Kyungsoo menoleh ke kaca luar sementara sehun menggaruk kepalanya dengan tangan yang tidak fokus kemana-mana. Kyungsoo merasa goyangan yang aneh pada mobil itu.

"Bisa kau tenang oh sehun ?"

"Y-ya baiklah" sehun kembali seperti semula, namun rasa penasaran nya semakin menggebu-gebu.

"Kyungsoo, apa aku boleh bertanya ?"

"Soal kaki ku ? maka tidak ada jawaban nya"

Sehun sempat mendesah kecewa, ia melipat kedua bibir nya spontan.

"Satu kali saja, entah apapun itu jawaban nya asal aku mendengar nya dari mu kyungsoo''

"Bahkan sebelum kau bertanya saja aku sudah menjawab nya"

Sehun benar-benar kewalahan entah dengan cara apalagi ia bisa membuat kyungsoo angkat bicara. Keheningan pun melanda mereka berdua, sehun mengalah untuk tak bertanya tentang apapun. Dan pada akhir nya kyungsoo angkat bicara.

"Maaf rumah ku – maksud nya rumah luhan pasti sangat jauh untuk di tempuh. Kau bisa turun kan aku di halte depan"

"Tidak masalah, anggap saja ini hukuman karena aku telah membuat mu menunggu lama tadi"

"Aku bahkan tak meminta mu untuk kembali menjemputku"

"Tapi setidak nya aku sudah mengatakan bahwa aku akan membantu mu"

Kyungsoo terdiam, pandangan yang tak biasa. Kedua tangan nya di genggam kuat. Sehun sempat melihat itu. Ia tidak menyalakan AC lalu kenapa kyungsoo sangat kedinginan.

"Apa kau kedinginan ?"

"sedikit"

"Kalau begitu tidurlah"

Kyungsoo melirik sebentar ke arah sehun, lalu mengangguk. Ia menyenderkan kepalanya ke samping dekat kaca. Selama kyungsoo tidur ia perlahan mengendarai mobil nya agar makhluk di samping nya merasa nyaman. Ia berusaha membuat goyangan sedikit pun tak terjadi.

Kyungsoo benar-benar tertidur sampai mereka sudah di depan rumah nya. namun sehun tak berani untuk membangunkan kyungsoo. Mata terpejam dan raut wajah melelahkan benar-benar seperti orang habis tenaga. Sehun kebingungan. Iya melirik ke sekitar tak ada yang bisa menolong nya. lalu kemudian ia keluar dari mobil. Menuju ke arah samping mobil lain nya, membukakan pintu sebelah kyungsoo. Dan dengan hati-hati sehun menyentuh tubuh kyungsoo untuk berpindah ke dalam gendongan nya.

#Lovestory

Waktu itu kyungsoo pergi ke jerman untuk melanjutkan study nya disana, sebenar nya luhan mendapat undangan yang sama. Kyungsoo dan luhan adalah dua murid yang benar-benar sangat berprestasi di sekolah, tapi ia tak mau hidup ku kyungsoo terbebani karena keberadaan nya. Karena setiap malam luhan akan menghabiskan buku-buku nya untuk di baca bersama kyungsoo. Kyungsoo pintar fisika dan luhan pintar kimia. Mereka saling bekerja sama. Kyungsoo yang sering mengucapkan sumpah serapah karena tak mengerti soal kimia dan kadang luhan yang putus asa dengan soal fisika. Mereka saling bersimbiolisis. Kyungsoo menyerahkan soal kimia nya untuk di kerjakan luhan dan kyungsoo mengerjakan soal fisika nya. sikap kyungsoo masih tak berubah seperti tak perduli, tapi dari semua itu luhan yang lebih tau. Dulu ia sangat iri melihat kyungsoo sudah bisa mengendarai sepeda dengan lancar sementara ia masih perlu roda bantuan di sepeda nya. meskipun ia sudah menginjak SMA pun.

Luhan dengan berani meminta tolong pada saudara nya itu untuk membantu nya mengajari bagaimana cara yang benar menggunakan sepeda. Ia terus bersikukuh.

"Kyungsoo, aku mohon"

"Luhan aku harus memasak ramen"

"Biar nanti luhan yang masak, tolong kyungsoo aku ingin bisa sepeda seperti mu"

Kyungsoo menggebrakan meja dengan ramen nya, yang mungkin sudah menjadi bubuk. Luhan kaget sampai jantung nya sedikit berkontraksi tadi. mama yang melihat hal itu langsung menghampiri luhan, karena luhan memegang dada sebelah kiri nya sangat kuat kyungsoo memutar matanya malas, bahkan jika ia sudah menjadi mayat pun seperti nya ia ragu mama nya akan memeluk nya seperti perlakuan beliau yang di berikan pada luhan.

Dan luhan masih sama tetap meminta kyungsoo untuk mengajari nya bagaimana cara yang benar mengendarai sepeda. Di sore hari ketika kyungsoo baru saja pulang karena kegiatan ekskul di sekolah nya yang super sibuk. Ini aneh seharus nya anak kelas 12 tidak di perbolehkan mengikuti kegiatan apapun dan hanya fokus untuk melakukan latihan soal ujian.

Pintu kamar nya terdengar di ketuk, kyungsoo mencoba menulikan telinga nya dengan menutup lubang telinga itu dengan headset dan volume musik yang keras. Kyungsoo masih masa bodo, memejamkan matanya. Tapi lama kelamaan telinga nya sakit ia tidak tahan. Selepas headset itu ia lepas, suara ketukan pintu itu masih terdengar. Kyungsoo merasa risih, ia beranjak dari tempat tidur nya dan berjalan membuka pintu.

Tepat di depan nya luhan yang membawa mangkuk panas berisi ramen, ia bisa menahan panas selama itu.

"KAU GILA?!" teriak kyungsoo yang kaget dan sekaligus terkejut, ia berlari ke dalam kamar untuk menarik kain apapun. Dan berakhir pada syal kesayangan nya. kyungsoo langsung menarik mangkuk yang di bawa luhan. Kyungsoo sangat hati-hati ketika memegang mangkuk itu di tangan nya. luhan hanya tertawa sambil meringis kesakitan, ia masih berdiri di luar kamar.

"Hei, mau sampai kapan kau disana ?"

"Aku boleh masuk?"

"Aku larang pun kau masih akan tetap masuk"

Luhan memundurkan lagi langkah nya, kyungsoo sudah menyimpan mangkuk panas itu di meja belajar nya. ia melihat belakang tubuh nya masih kosong.

"Hei masuk"

"Ne" dan baru lah luhan masuk ke dalam kamar kyungsoo, ruangan favorit nya. ia selalu minta ingin tidur disini. Biarpun kyungsoo melarang nya luhan akan tetap menyelinap di malam hari dan tidur paling sisi ranjang nya. dan kyungsoo terpaksa harus menarik tubuh luhan agar tidak jatuh ke samping bawah ranjang nya.

"Apa kau bodoh ? kenapa tidak pakai alas"

"Heheh aku lupa"

Dan itu sangat mustahil di luar kepala, kyungsoo saja bisa membayangkan bagaimana tangan nya pasti akan melepuh jika ia yang melakukan nya. kyungsoo sedikit khawatir pada tangan luhan, karena anak itu terus menutup nya dengan kain baju yang ia pakai.

"Perlihatkan tangan mu"

"Uhm?"

"Kau – "

Luhan yang tak berani membuat kyungsoo marah menyodorkan kedua telapak tangan nya. namun hanya punggung tangan nya saja yang ia perlihatkan.

"Perlihatkan telapak tangan mu"

Luhan malah menyembunyikan kembali tangan nya, kyungsoo yang tak suka dengan adegan yang author buat ini langsung menarik tangan luhan secara paksa.

"Ah"

"YAK, lihat tangan mu melepuh"

Dan benar dugaan kyungsoo, tangan yang memegang mangkuk panas berbahan alumunium itu pasti akan melepuh. Kyungsoo beranjak berdiri dengan kecemasan nya. mencari kotak P3K yang sering ia pakai jika ia terluka. Karena sangat tidak mungkin untuk menunggu ibu nya yang akan mengobati luka nya ketika ia terjatuh atau kecelakaan.

"Jangan berteriak atau aku akan mensumpel mulut mu dengan kaos kaki ku" ancam kyungsoo, ketika kapas dan salep pendingin untuk mengobati luka nya. luhan ketakutan ketika kyungsoo akan mengobati luka nya. belum apa-apa luhan sudah menitikan air matanya.

"Hei aku bahkan belum mulai"

Luhan kembali diam, ia menutup matanya erat. Kyungsoo benar-benar bimbang ia kalut, bagaimana jika luhan berteriak dan wanita tua itu akan mendengar nya lantas menuduh dirinya yang ingin membunuh luhan. Bahkan disini si korban yang melukai dirinya sendiri.

"AA-mmmmpppp" luhan benar-benar nyaris berteriak kencang, tapi cerdas nya anak itu membungkam mulut nya dengan telapak tangan. Kyungsoo saja hampir ketakutan, ia benar-benar sangat lembut mengolesi salep pendingin kedaerah yang melepuh.

"Lain kali jangan masukan ramen bodoh mu itu kedalam mangkuk alumunium, kau masih bisa gunakan mangkuk plastik" ucap kyungsoo, benar-benar menyentuh. Luhan yang sudah banjir air mata karena tak kuat menahan sakit nya. mencoba tersenyum mendengar ucapan lembut dari saudara nya.

"Selesai"

Luhan meniup nya sendiri, tapi itu malah membuat nya semakin perih dan luhan kembali menangis.

"Biarkan saja, nanti juga akan sembuh" kyungsoo membenahi kotak P3K nya. ia masih duduk saling berhadapan dengan luhan. biasanya jika hal ini sudah terjadi dia duluan yang akan langsung menghindar.

"A-aku ingin belajar sepeda denganmu"

Kyungsoo terpaku, ucapan luhan terdengar sendu dan lirih.

"M-makanya hiks a-aku m-membawakan mu huk ramen a-agar kau mau me-huks mengajari ku sepeda kyungsoo"

Kyungsoo bersender pada sisi besi tempat tidur nya, menghela nafas kesal.

"Kau bodoh"

Kyungsoo naik ke atas ranjang nya dan membuka tas ransel nya sendiri. Luhan pikir kyungsoo marah, ia beranjak berdiri untuk segera pergi dengan perasaan kecewa nya.

"Hei kau mau kemana ?"

Luhan terdiam di tempat, melirik ke arah kyungsoo perlahan.

"A-aku mau – "

"Kita tidak bisa belajar sepeda sekarang, kau tidak lihat kondisi tangan mu ? haishhh bodoh"

Luhan tercengang ia masih tak mengerti apa yang di maksud kyungsoo.

"Besok saja, sekarang kau bantu aku melengkapi tugas kimia ini."

Senyum luhan langsung terukir ceria, ia tak pernah sebahagia ini sebelum nya. dengan semangat kaki kurus nya itu kembali melangkah mendekati kyungsoo. Dan kyungsoo sedikit kejam masih menyuruh luhan mengerjakan tugas kimia nya. yah meskipun luhan hanya membantu nya lewat teori.

Dan kejadian itu tertulis pada buku diary luhan, ia menyebut nya kenangan itu adalah kenangan yang terindah. Banyak emoticon lucu, setelah tangan nya sembuh pun perban yang tadi nya melingkari tangan cantik nya masih ia pajang. Ia selalu tersenyum ketika melihat perban itu.

Kepergian kyungsoo seperti pukulan besar bagi nya, luhan adalah satu-satu nya orang yang paling menangis histeris setelah kyungsoo pergi dengan taksi nya. ia ingat dengan masalah dirinya,sehun dan juga kyungsoo. Ia benar-benar ingin memberikan apapun untuk kyungsoo, apapun bahkan jika itu harus sosok manusia yang ia cintai.

"Sehun, kau mau kan mencintai kyungsoo" ucap luhan di dalam telepon nya, sehun terdengar tidak percaya. Seminggu berpisah dan ini yang di katakan kekasih nya.

"Ada apa dengan mu luhan, sudah berapa kali aku hanya ingin menikahi mu dan hanya akan mencintai mu seorang"

Tangis luhan pecah orang di sebrang sana semakin cemas luar biasa.

Luhan berpikir jika kyungsoo tak pernah membuat nya menderita, walaupun ia terluka tapi luka itu yang ia buat sendiri dan kyungsoo adalah penyembuh nya. luhan berpikir dirinya jahat, buku diary kyungsoo diam-diam masih ada di dalam laci nya. ia membaca setiap kata yang kyungsoo tulis disana. Nampak tulus untuk seorang oh sehun.

"Dia mencintai mu" ucap luhan lirih

"Aku juga mencintai mu"

Luhan menutup mulut nya dengan kedua tangan, membiarkan panggilan itu terbengkalai. Meski terdengar sedikit suara sehun yang terus memanggil nya.

Luhan harus menahan penyakit nya dan ia juga harus berperang dengan perasaan nya. ia tak berbohong jika apa yang di rasakan kyungsoo untuk sehun sama besar nya juga perasaan luhan untuk sehun. Sehun dan luhan, bahkan saling mencintai. Tapi siapa yang tega ketika seseorang yang bahkan selalu membuat hari-hari mu menjadi paling berharga tersakiti begitu saja. Bahkan kau sendiri tak bisa membantu untuk menyembuhkan nya.

Kyungsoo pasti tersakiti, gumam hati nya. ia terus merasa bersalah, bahkan buku diary nya ia sobek dan bakar. Kala itu melihat kyungsoo menangis sambil memukul dada nya, luhan seperti merasakan apa yang kyungsoo rasakan. Jantung nya sangat nyeri lain dari biasa nya. luhan tau mengorbankan perasaan nya adalah hal yang bodoh. Tapi ia merasa lagi-lagi ini sangat tidak adil. Kau membiarkan orang itu tersakiti sementara dirimu bahagia sendiri. Luhan menangis, ini membuat nya sangat perih. Rasanya ingin berteriak, ia tidak sanggup merasakan kebahagiaan itu sendirian. Kyungsoo menjerit,menangis sementara ia tertawa dan tersenyum di samping sehun. Jantung nya berkontraksi lagi. Luhan segera dengan cepat mengambil obat penenang yang biasa ia minum. Dan malam itu ia langsung mengunyah nya tanpa air minum.

Sambungan telepon itu masih belum terputus.

"Sehun.."

"Luhan apapun yang terjadi aku tidak akan melakukan nya, kau mengorbankan perasaan mu sendiri hanya untuk saudara tirimu. Itu tidak adil untuk mu han. Dia bahkan punya jantung yang sehat – "

"DENGARKAN AKU !"

Sehun terdiam di dalam panggilan nya, dengan suara yang lirih luhan mencoba merangkai kata yang ada di otak nya.

"Kyungsoo, itu saudara ku dia...adalah orang yang membuat hidup ku berwarna lagi. Kau tahu setelah kematian ibu di umur ku 3 tahun sampai 7 tahun terakhir kalau kau hitung selama itu lebih dari 5 tahun lebih hidup ku bisu sehun. Aku tak punya teman aku tak punya siapa-siapa. Ayah ku bekerja siang malam. Jangan samakan keadaan fisik ku dengan nya sehun. Aku tahu aku dengan dia jelas berbeda. Tapi jika kau tahu, kyungsoo lebih lemah dari ku. Dan aku baru tahu jika ibu tiri ku saja tidak telalu menyukai anak kandung nya." luhan terdiam sejenak untuk menstabilkan suara nya yang terdesak oleh air mata.

"Dia bahkan rela menemani ku meskipun aku tau dia tidak menyukai ku, dia selalu membuat ku terhibur dan inikah balasan ku untuk nya sehun ? aku menyakiti nya aku membuat nya pergi. Dia bilang dia tak ingin kembali aku takut..." luhan membekam mulut nya untuk menangis sepuas mungkin. Ia merasa perasaan nya di remuk oleh tangan-tangan raksasa yang kelaparan.

"Luhan, ini bukan salah mu"

"Jelas ini salah ku, kau harus nya mencintai kyungsoo bukan aku"

"Kau tidak bisa menyalahkan perasaan luhan, setiap orang berbeda"

Bahkan kini luhan berteriak kencang, seisi rumah tak mendengar nya.

"LUHAN! AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MELAKUKAN NYA!" yang di sebrang sana mulai ikut menangis. Bagaimana tak sakit, jika kekasih nya sendiri mengoper nya seperti bola besbol. "Sumpah sampai aku mati pun aku hanya berkata bahwa aku mencintai mu luhan"

Tanpa di sengaja malam itu mama mendengar nya, beliau langsung menelpon anak kandung nya yang kini baru saja kembali ke kosan untuk beristirahat. Kyungsoo mendapatkan telepon itu ia mengangkat nya sedikit tak percaya.

"Ada apa- "

"Kyungsoo, ibu tau kau marah dengan luhan. Tapi bisa kau jangan lakukan itu padanya?"

Kyungsoo masih tak mengerti, kenapa masalah itu bahkan tak bisa putus meskipun ia sudah pindah ke benua yang lain.

"Aku tidak mengerti" bohong jika kyungsoo masih tak tau kondisi nya. ia tahu soal sehun dan si bodoh luhan yang mengoper sehun padanya berharap ia merasakan kebahagian nya juga.

"Kau tidak bisa memaksa siapapun untuk menyukai mu, berilah luhan kesempatan. Kau tau dia- "

"HEI BISA KAU JAUHKAN MASALAH ITU DARI HIDUP KU, TAK BISAKAH KALIAN BUAT HIDUP KU TENANG" kyungsoo berteriak sambil meneteskan beberapa air mata. "AKU TAK MENGHARAPKAN NYA LAGI DAN BILANG PADA LUHAN AKU LEBIH MEMBENCI DIRINYA DARI SEBELUM-SEBELUM NYA" panggilan mati, dan lagi-lagi kyungsoo berbohong. Melupakan ? tsh apa itu melupakan bakan dunia tak mau memperkenalkan nya. kyungsoo masih harus tersiksa dengan bayang-bayang itu sementara ia disini harus berjuang sendirian.

-Problem Unknown-

LOVESTORY by CHANTELLBYUN

To Be Continue...

Aku tepatin janji akhir nya, ya allah alhamdulillah ^^ bersyukur huft. Gimana readers ? butuh tissue ? haha aku aja gak jamin kalian bisa ngena feel nya TT aku masih belajar nulis hehe maaf kalau banyak typo dan aku males meriksa nya lagi (jangan di tiru authornim) ini terus flashback-an yah. Iyah, soal nya kita kan gak tau luhan waktu meninggal dunia nya gimana. Dan jujur aku aja ngetik ini sampai mata aku bengkak. Huks aku gak kuku.

Yaudah deh, sekian cuap-cuap nya. dan aku males notis silent readers, kapan kalian dewasa nya. yang sudah scroll sampe bawah bisa dengan suka dan senang hati beri sebuah petuah pada author gaze ini XD.

See you soon ...