Title : My Perfect Fiance

Rating : T

Pairing : YunJae, YooSu, ChangKyu

Warning: GENDERSWITCH, PEDOFIL! typo(s), gaje! Cerita pasaran! Alur sesuai mood author! Saya gak maksa baca! Jika tidak suka silahkan klik back!

Disclaimer : I wish I own the cast but they are belong to them selves, family, management, but this fanfiction is pure mine!

.

Fanfic ini adalah fanfic genderswitch pertama saya. Mohon pengertiannya agar dimaklumi jika ada kekurangan. Fanfic ini juga terinspirasi dengan komik "Dear Mine" karya Sigeru Takao. Jalan cerita disesuaikan.

.

Now Playing : Spellbound-TVXQ!

.

My Perfect Fiance

Chapter 5

.

.

Semua yang ada di dalam ruangan itu terdiam seketika saat nona muda ber-hanbok pink itu mengaku dirinya adalah tunangan kedua Yunho. Terlebih Jaejoong, dirinya seperti tersambar petir di siang bolong ketika mendengar perkataan Junsu. Walaupun dirinya belum menerima Yunho sepenuhnya menjadi tunangan, tetapi kenyataan baru yang di dengarnya dari Junsu membuatnya mendadak merasa kecewa. Dirinya merasa seperti ciut ketika melihat Junsu yang jauh lebih anggun dari pada dirinya.

"Nona Jaejoong?" Junsu mencoba memanggil Jaejoong yang masih melamun, "Kau begitu terkejut mendapati berita tentang tunangan kedua Yunho yang masih berumur sepuluh tahun ya?"

Jaejoong dengan sigap menahan Heechul yang baru saja akan mengomel kepada Junsu. Kepalanya mendongakkan melihat Junsu yang terkikik pelan seperti mengejeknya, lalu gadis bermata doe itu mengalihkan pandangan-nya kearah Yunho.

Yunho yang ditatap seperti dimintai penjelasan oleh Jaejoong langsung membuka mulutnya untuk bicara, "B-bukan seperti itu! Jangan bicara sembarangan kau, pantat bebek!" Lalu Yunho berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Junsu, " Aku tidak mengakuinya! Pertunangan itu kan Halmoni yang seenaknya memutuskan! Lebih baik kita bicara dulu, Su-ie!" teriak Yunho.

Junsu mendorong dahi Yunho yang sudah mau menempel di dahinya dengan telunjuknya, "Jauhkan wajahmu itu musang jelek! Kalau kau tidak mengakui pertunangan kita, bagaimana dengan pertunangan yang diatur oleh Jung Ahjussi, eoh?"

Yunho baru saja ingin kembali meneriaki Junsu akan tetapi Changmin sudah mencegat tubuhnya dari belakang, "Yya! Changmin-ah lepaskan aku!"

Changmin menggelengkan kepalanya, "Kau tidak akan bisa menang melawannya. Lagi pula, kalau kau berani menyentuhnya, kau harus berhadapan denganku dulu, Tuan Muda." desis Changmin dengan seringai iblisnya.

Junsu tertawa nista begitu melihat wajah keruh Yunho yang tidak bisa melepaskan tubuhnya dari Changmin, "Kalau Tuan Muda tidak mengakuinya, tidak apa-apa. Lagi pula Tuan Muda Yunho tidak pernah mengabulkan permintaan Su-ie."

"Hentikan cara bicaramu yang menjijikkan itu, bebek!" geram Yunho.

Yoochun yang sedari tadi melihat pertengkaran Tuan Muda-nya mulai beranjak mendekati Yunho dan melepaskan Tuan Muda-nya dari sepupunya-Changmin. "Sebaiknya hal ini dibicarakan baik-baik saja, Nona Junsu."

Junsu tertawa malu menyembunyikan wajah imutnya, "Arraseo, Yoochunnie. Maka dari itu, Su-ie datang kesini untuk bertemu dengan Nona Jaejoong. Ada pembicaraan penting sebagai sesama calon istri." kata Junsu sambil menarik tangan Jaejoong untuk berjalan mengikutinya.

"Yya!" Yunho baru saja akan menarik tangan Jaejoong untuk tidak mengikuti Junsu, akan tetapi Jaejoong sudah terlebih dahulu memberikan deathglare menyeramkan yang-percayalah- bisa membuat bulu kuduk Yunho seketika berdiri.

Yunho merengut kesal, "Yya! Changmin-ah! Lakukan sesuatu dengannya."

Changmin hanya mengangkat bahunya, lalu memasukkan tangannya ke saku celana, "Karena itu sudah keputusan Nona Muda, aku tidak bisa apa-apa. Aku hanya bertugas menemani sebagai bodyguard-nya."

Bocah sepuluh tahun itu mengacak rambutnya dengan kasar, lalu dengan cepat ia melangkahkan kakinya menyusul Jaejoong dan Junsu.

"Yya! Apa yang akan kau lakukan?" teriak Heechul.

"Tentu saja kita harus menguping, Umma."

.

.

Junsu mengelus-elus jemari lentik Jaejoong dengan pelan. Bibirnya terkikik ketika merasakan tangan Jaejoong sampai berkeringat dingin.

"Nona Jaejoong begitu gugup bertemu denganku, eoh?"

Jaejoong mengedipkan matanya, "A-aniyo." katanya sambil tersenyum kaku.

Junsu tertawa pelan, lalu melihat penampilan Jaejoong yang masih sedikit berantakan sehabis insiden pelemparan pakaian terbang dengan Yunho beberapa saat yang lalu.

"Selera Yunho tentang wanita memang tidak pernah berubah," Junsu tersenyum lebar ketika mendapati wajah bingung Jaejoong, "tidak suka wanita cantik."

Jaejoong seketika memucat mendengar perkataan Junsu. Yunho dan yang lainnya yang menguping di balik pintu kamar Jaejoong juga menjadi gemas dengan perkataan Junsu. Bocah genit itu benar-benar menguji kesabaran-nya.

"Itu hanya perasaanku saja, Nona Jaejoong. Jangan terlalu diambil hati." kata Junsu sambil tertawa bak lumba-lumba sambil mengelus pundak Jaejoong yang sukses membuat Jaejoong semakin memucat. Entah mengapa bocah sepuluh tahun di depannya ini mengeluarkan aura menyeramkan yang begitu kuat.

"Eh?" Junsu mengedip-ngedipkan matanya bingung melihat Jaejoong hanya membatu di depannya, "Apa Nona Jaejoong juga takut padaku? Kenapa sampai pucat seperti itu, eoh?"

Jaejoong menggelengkan kepalanya dengan ragu, "T-tidak juga."

Junsu terkikik, "Menurutmu Yunho juga takut padaku? Itu karena waktu kecil aku sering mengganggunya. Aku pernah menyeret kakinya sampai ke kandang Xiaky. Lalu aku pernah mencekiknya dengan selendang Jung Ahjumma. Dan kulepaskan bajunya lalu aku tendang benda pusaka-nya sampai dia meringkuk. Hihihi…"

Wajah Jaejoong bertambah pucat mendengar penuturan Junsu, mata doe-nya semakin berkaca-kaca ketika melihat wajah Junsu yang dibuat menyeramkan bak di film-film horror. Sedangkan Yunho wajahnya sudah seperti kepiting rebus karena terlalu malu mendengarkan Junsu menceritakan penderitaan masa kecilnya dulu. Dalam hatinya Yunho terus mengumpati Junsu yang benar-benar tidak berperikemanusiaan menceritakan hal memalukan itu kepada Jaejoong. Sementara Heechul, Yoochun, dan Changmin hanya bisa turut mengiba kepada Yunho yang membuat Yunho malah semakin kesal. Ckck.

Junsu tertawa nista melihat wajah ketakutan Jaejoong, "Tenang saja. Aku suka perempuan, jadi aku tidak akan mengganggumu." Lalu gadis kecil itu kembali duduk di sofanya dan mengibaskan kipas bulu-nya. "Kembali lagi ke topik utama kita."

Jaejoong mengerutkan dahinya saat mendengar suara berisik dari luar yang sudah ia tebak pasti suara-suara itu dari Yunho.

"Jadi, apa kau syok karena tahu Yunho mempunyai tunangan lain?"

"Sama sekali tidak." Jaejoong menjawabnya dengan nada ketus. Ia masih marah dengan Yunho lantaran Yunho telah membaca buku diarinya.

.

.

Sementara Yunho yang menguping sekali lagi merasa hatinya tertohok mendengar Jaejoong yang sama sekali tidak syok bahwa ia mempunyai tunangan yang lain. Jinja! Tidak bisakah sedikit saja Jaejoong cemburu atau merasakan hal lain ketika ada sesuatu yang berhubungan dengan Yunho?

Lantas Yunho beranjak dari depan pintu bersama yang lain karena tidak ingin mendengarkan pembicaraan Jaejoong dan Junsu yang ia khawatirkan akan semakin melukainya.

"Apa Tuan Muda benar-benar tidak ingin mendengar pembicaraan Nona Jaejoong dan Nona Junsu lagi?" tanya Yoochun pelan.

"Kalau disana lebih lama lagi, aku akan melukai diriku sendiri."

Changmin mendengus pelan melihat Yunho yang seperti putus asa sambil menendang kerikil di taman belakang, "Lalu apa benar kau membaca diarinya?"

Yunho menunduk menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah, "Diari itu apapun alasannya, tetap saja ditulis untuk dibaca. Pemiliknya tahu, suatu saat pasti ada orang yang membacanya. Kalau benar-benar tidak mau dibaca siapapun, mereka tak akan menulisnya. Setelah menulisnya, dia idiot kalau meletakkan diarinya begitu saja. Sudah jelas kan itu tidak ada bedanya dengan kebodohan."

Sedetik kemudian bocah bermata musang itu membalikkan badannya ke belakang menghadap ke arah Yoochun dan Changmin, "Kalau ada orang lain yang membaca buku itu dan bisa mengintip ke dalam hati penulisnya, hobi jelek begitu tidak akan pernah ku lakukan!"

.

.

Junsu terkikik mendengar Jaejoong sama sekali tidak syok mendengar kabar bahwa Yunho mempunyai tunangan lain. Ia yakin Jaejoong pasti merasa syok, tetapi gadis bermata doe itu terlalu gengsi mengakuinya, terlebih lagi Jaejoong kini tengah kesal dengan Yunho karena bocah bermata musang itu mencuri baca diarinya.

"Membaca diarimu memang jahat sekali. Tapi, apa Yunho akan melakukan hal seperti itu?"

Jaejoong hanya diam tidak tahu ingin menjawab apa.

Junsu mendengus pelan, "Yunho pasti akan bilang begini, 'Diari itu apapun alasannya, tetap saja ditulis untuk dibaca. Pemiliknya tahu, suatu saat pasti ada orang yang membacanya. Kalau benar-benar tidak mau dibaca siapapun, mereka tak akan menulisnya. Setelah menulisnya, dia idiot kalau meletakkan diarinya begitu saja. Sudah jelas kan itu tidak ada bedanya dengan kebodohan'." kata Junsu berusaha menirukan Yunho.

Jaejoong mengerucutkan bibirnya sebal. Dalam hatinya ia terus mengumpati tunangan kecil-nya itu jika memang Yunho berkata seperti itu.

"Dan Yunho pasti akan melanjutkan begini." Junsu berdehem sebentar, "Kalau ada orang lain yang membaca buku itu dan bisa mengintip ke dalam hati penulisnya, hobi jelek begitu tidak akan pernah ku lakukan!"

Mata doe Jaejoong melebar sempurna. Tiba-tiba saja jantungnya berdetak dengan cepat. Mengapa ia jadi merasa bersalah begini?

"Jadi aku salah sangka?" Jaejoong mencebilkan bibirnya, "Tapi kenapa Yunho tidak menyangkalnya?"

Junsu terkikik sambil menutupi mulutnya dengan kipas bulu, "Itu pasti karena pada saat itu dia melakukan hal lain yang akan membuatmu marah juga, kan?" Gadis berhanbok pink itu semakin tertawa ketika melihat wajah kebingungan Jaejoong, "Dia pasti melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi karena takut kau akan marah."

Jaejoong menggigit jari-jarinya, "M-maksudnya apa? Sebenarnya apa yang dilakukan Yunho saat aku tidur?" Pikiran-pikiran negative berseliweran di kepala Jaejoong. Jangan-jangan Yunho mencuri foto jeleknya saat ia tertidur!? NO!

"Dia lebih suka dianggap membaca diarimu daripada kau tahu perbuatannya. Hihi kira-kira apa yang dilakukan si bodoh itu, ya? Aku jadi penasaran." Junsu mulai tertawa berlebihan sehingga membuat Jaejoong terheran-heran dengan bocah imut itu.

"Yang dirugikan itu kan aku. Kenapa dia yang heboh?" desis Jaejoong.

Junsu berdehem pelan, lalu memperbaiki cara duduknya, "Oke, kita hentikan basa-basi ini. Jadi kau suka dia minta maaf padamu?"

Jaejoong mengedipkan matanya imut, "Bukannya suka, tapi-"

"-Kalau begitu kau bahagia kalau dia minta maaf padamu, eoh?" Junsu memotong perkataan Jaejoong dengan cepat yang dijawab Jaejoong dengan anggukan pelan. "Itu berarti kau menyukainya, kan?"

Entah mengapa pipi Jaejoong tiba-tiba bersemu merah tetapi ia tidak bisa menjawab pertanyaan Junsu.

"Dia lebih suka membuat orang bahagia untuk menebus kesalahannya daripada minta maaf." Junsu tersenyum manis sambil berjalan mendekati Jaejoong, lalu tiba-tiba saja gadis berhanbok pink itu menampar pipi Jaejoong.

PLAAK!

"Tamparan itu untuk Tuan Yoochunnie." Junsu terkikik sambil beralih meninggalkan Jaejoong yang masih terdiam, "Sudah ya, aku pamit pulang. Annyeong~"

Perlahan Jaejoong mengusap pelan bekas tamparan Junsu di pipinya. Rasanya Junsu seperti menyadarkan-nya bahwa selama ini Yunho selalu membuatnya bahagia. Yunho memberikannya baju maid favoritnya. Saat ia patah hati, Yunho menemaninya di taman.

'Orang idiot mana yang berani melewatkan makanan se-enak ini.'

.

.

"Si pantat bebek itu sudah pulang?" tanya Yunho sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk.

Yoochun mengangguk sambil memberikan baju ganti Tuan Muda-nya, "Ye. Nona Junsu dan Changmin tadi sore pamit pulang."

Yunho hanya menggumam pelan dan memakai piyama tidurnya.

Yoochun terkikik pelan ketika melihat Yunho yang tidak bersemangat, lalu pria berjidat lebar itu menghampiri Yunho dan mengusap rambut Tuan Mudanya dengan handuk, "Kalau Tuan khawatir, kenapa tidak menjenguknya saja? Soal diari itu, kalau Tuan menceritakan yang sebenarnya, pasti Nona Jaejoong mengerti."

Wajah Yunho langsung memerah bak kepiting rebus, "A-apa begitu kelihatan?"

"Saya tahu, Tuan ingin menyembunyikannya, tapi bukankah lebih baik menceritakan yang sebenarnya? Pasti Nona Jaejoong tidak akan marah."

Yunho melepaskan tangan Yoochun dari kepalanya, "Jangan bicara begitu! Kau membuatku malu, Chun!" gerutu Yunho, "Bagaimana persiapan berangkat ke Jeju besok?"

Yoochun mengikuti Yunho yang duduk di tempat tidurnya, "Semuanya sudah siap Tuan. Tapi bukankah ini terlalu mendadak?"

"Gwaechana." Yunho memainkan jari-jari tangannya, "Chun, sebenarnya aku…"

Yoochun mengerjapkan matanya, lalu mendekatkan telinganya ke bibir Yunho dan mendengarkan dengan seksama perkataan Yunho, "J-jeongmal?!"

.

.

Jaejoong mencebilkan bibirnya imut sambil melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamar Yunho. Gadis bermata doe itu begitu terkejut setelah tadi pagi Yoochun memberitahu keberangkatan mereka ke Jeju jam sebelas siang nanti. Ia harus segera meminta penjelasan Yunho sekarang.

Gadis berdress biru muda itu mengetuk pintu kamar Yunho beberapa kali, lalu memanggil nama tunangan kecilnya tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Lalu karena penasaran Jaejoong memutar knop pintu dan masuk ke dalam kamar. Dirinya terlalu penasaran apa yang dikerjakan Yunho di dalam sampai-sampai tidak menjawab panggilan Jaejoong. Sebenarnya ini tidak sopan, akan tetapi ia begitu ingin masuk dan melihat kamar tunangan-nya itu.

"Yunnie-ah?"

Jaejoong berjalan dengan perlahan sambil menyapu pandangannya ke setiap sudut ruangan yang berisi barang-barang berkualitas dan elegan milik Yunho. Dahinya mengerut heran ketika melihat tumpukan tas dan barang-barang untuk berlibur begitu banyak di dekat tempat tidur Yunho. Jaejoong memeriksa satu persatu barang-barang milik Yunho.

"Kenapa dia bersemangat sekali ke Jeju? Padahal kemarin dia tidak begitu antusias." Jaejoong menggerutu tidak jelas sambil merapikan barang-barang keperluan Yunho. Sedetik kemudian mata doe-nya melebar saat melihat foto yang terdapat pada dompet mahal Yunho. Foto itu adalah foto yang diambil oleh Yoochun kemarin. Pipi Jaejoong memerah kala menyadari bahwa Yunho memotong bagian maid yang berdiri disamping kiri dan kanan mereka sehingga yang ada disana hanya mereka berdua.

"Yya! Apa yang kau lakukan di kamarku, eoh?"

Jaejoong tersentak kaget saat mendengar suara Yunho. Lalu ia dengan cepat berbalik dan menemukan Yunho berjalan menghampirinya.

Jaejoong terkikik pelan, "Ternyata kau bersemangat sekali berlibur, ya?" Tawa renyah dari Jaejoong semakin menjadi saat melihat wajah Yunho memerah. "Ini, punyamu." kata Jaejoong sambil menyerahkan dompet Yunho.

Yunho dengan sigap mengambil dompetnya, lalu menyembunyikannya di belakang punggungnya, "Apa yang kau lakukan disini?"

Jaejoong tersenyum manis, "Aniya." Lalu gadis bermata doe itu langsung berlari kecil meninggalkan Yunho yang masih kebingungan.

"Dasar aneh."

.

.

"I-ini sungguhan?!" pekik Heechul histeris saat melihat Helikopter mendarat di pekarangan rumah keluarga Jung.

Mata doe Jaejoong nyaris keluar melihat Helikopter yang akan menjadi kendaraan untuk menuju Pulau Jeju.

"Cepat naik, atau kalian akan tinggal disini." Yunho memakai kacamata hitamnya lalu mulai naik bersama Yoogeun yang ada di gendongannya ke Helikopter pribadi milik keluarga Jung.

"Jaejoongie, kalian harus lebih akrab lagi saat di Jeju, eoh! Kau tidak boleh kalah dengan gadis bodoh itu! Dia sampai mengejekmu, menakutimu dengan wajah seram lalu menamparmu! Ini tidak bisa dibiarkan!" kata Heechul panjang lebar dengan semangat yang berkobar. Ini adalah harga diri seorang Ibu! Saat menguping kemarin harga diri Heechul begitu terluka saat mengetahui Junsu menampar Jaejoong.

Jaejoong mengerucutkan bibirnya sebal, "Jangan bicara begitu, Umma." Lalu dengan cepat ia dan Heechul menaiki Helikopter. Gadis bermata doe itu hanya diam selama perjalanan. Tiba-tiba saja ia kembali teringat dengan Junsu. 'Tadinya aku ingin tahu lebih banyak soal Yunho. Sepertinya aku orang yang paling tidak mengerti dia.' ucap Jaejoong dalam hati.

"Lihatlah keluar, Boojae."

Refleks Jaejoong langsung melihat kearah luar jendela, dan mata doenya seketika berbinar senang saat melihat pemandangan kota Seoul yang terlihat seperti miniature cantik dari atas Helikopter.

"Indahnyaa~"

Pipi Yunho seketika memerah saat melihat Jaejoong begitu cantik saat tersenyum dengan mata yang berbinar ceria.

Tetapi sedetik kemudian ia merasa seperti di dorong oleh seseorang sehingga wajahnya kini sudah menempel di kaca jendela di samping Jaejoong. Tubuhnya mulai berkeringat dingin, perutnya mual dan kepalanya pusing.

"Yunnie? Gwaechana?" Jaejoong mengusap bahu Yunho, "Yya! Kau phobia ketinggian, eoh?!" Jaejoong langsung mendudukkan Yunho di sebelahnya.

"Bwahahahah…" Suara melengking bak lumba-lumba tiba-tiba terdengar dari belakang kursi yang di duduki Jaejoong, "Kenapa kau tak memaafkannya saja? Si bodoh ini tidak peduli dengan penyakitnya demi membuatmu bahagia~"

"Benar! Mencuri baca diari itu memang salah paham, tapi hal lain yang dilakukan Tuan Muda adalah perasaan yang bisa dipahami sebagai laki-laki." Kali ini suara Changmin yang terdengar di sebelah Junsu.

"Yya! Kalian berdua kenapa bisa disini!?" Yunho mulai kesal dengan Junsu dan Changmin yang seenaknya saja muncul dan menghilang begitu saja seperti hantu.

"C-chakkaman! Jadi, benar salah paham? Jadi, Yunho benar-benar melakukan hal lain yang bisa membuatku marah? Katakan padaku apa itu!?"

Yunho mendelik sebal lalu menutup mulut Jaejoong dengan tangannya, "Dari mana kau tahu soal itu, Changmin-ah?!"

Kali ini Yoochun yang angkat bicara, "Maafkan saya Tuan Muda, sebenarnya saya yang memberitahu karena Changmin yang memaksa. Dan juga Nona Junsu yang memaksa ikut berlibur ke Jeju jadi mereka sudah terlebih dahulu masuk ke Helikopter dan duduk di belakang."

Jaejoong melepaskan tangan Yunho dari mulutnya, "Yya! Aku tidak bisa bernafas!"

Junsu tertawa renyah lalu mendorong Yunho menjauh dari Jaejoong, lalu gadis berhanbok floral itu duduk di sebelah Jaejoong, "Sebenarnya kemarin aku lupa mengatakan tujuan kedatanganku yang sebenarnya." Junsu memeluk tubuh ramping Jaejoong dari samping, "Halmoni akan datang juga ke Jeju. Beliau ingin bertemu dengan Nona Jaejoong."

Jaejoong mengedipkan matanya, "Mwo?" Sedetik kemudian Jaejoong berteriak keras saat Junsu memeluknya dengan kuat serasa tulangnya remuk. "Appo! Yya!"

Junsu tertawa sambil melepaskan pelukannya,"Uri Halmoni sangat menakutkan. Jadi, berhati-hatilah."

"J-JINJA!?"

Yunho sudah lemas melihat kelakuan Junsu yang dari dulu tidak pernah berubah, sementara Heechul sudah mengomel tidak jelas sambil mencoba meraih tubuh Junsu yang ingin dikulitinya tetapi niatnya itu tidak bisa ia lakukan karena tubuh tinggi Changmin yang menghalangi tubuh mungil Junsu.

.

.

"Hei, kau ingin tahu apa yang dilakukan Yunho saat kau tidur, eoh?" Junsu berbisik di telinga Jaejoong.

Jaejoong menganggukkan kepalanya dengan cepat.

Junsu terkikik geli, "Sebenarnya dia mencium bibirmu saat kau tidur. Saat kau terbangun, dia jadi panik dan menjatuhkan diarimu."

BLUSSH!

Wajah Jaejoong memerah padam saat mendengar penuturan Junsu. Lalu dengan cepat ia melihat Yunho yang tengah tertidur pulas, sontak wajahnya terasa semakin panas. Jaejoong langsung mengalihkan pandangannya ke jendela di sampingnya.

Jaejoong menggigit bibirnya, lalu menutup wajahnya dengan telapak tangannya, "Aaish! Jinja!"

.

.

-To Be Continued-

Halloooo ^o^

Adakah yang merindukan fanfic ini?

Kalau ada, terima kasih karena sudah mau menunggu hehe

Maaf karena jarang update fanfic, karena mulai banyak kesibukan kuliah

Saya akan mencoba untuk melanjutkan semua fanfic saya, tetapi saya tidak bisa berjanji secepatnya :'(

Jadi saya berharap teman-teman bisa menunggu dengan sabar, ne?

Chap ini sepertinya membosankan, eoh? Mianhae, saya ngetiknya ngebut jadi mungkin banyak typos dan cerita yang garing ToT

Selamat datang untuk readers baru, semoga kalian suka dengan chap ini^^

Hanazawa kay : Tenang, couple-nya disini kan YunJae ^^

Gwansim84 : Sepertinya tidak, Chwang hanya tertarik menjahili YunJae LOL

Dipa Woon : di chap pertama udah diceritain dikit tentang Jung Halmoni yang nelpon Yun buat ngomongin masalah pertunangan Yun sama Junsu tapi Yun gak mau, coba deh dibaca lagi ^^ Changmin nemuin pakaian dalem Heechul waktu Jaejoong ngelempar pakaian sama Yunho, terkadang Jaejoong sangat protektif sm Umma-nya karena yang dia punya Cuma Umma-nya makanya dia histeris waktu changmin ngasih celana dalam Heechul

Dee-chan tik : makasih ^^

Jung Jaehyun : Yunho gak serakah kok, dia Cuma cinta sama Jae u,u waah kita lihat nanti ya Junsu sma Uchun ap gak :P

leeChunnie : Haha kamu membuat saya juga bersemangat jadinya :D

ezkjpr : Junsu adalah tunangan kedua Yunho yang ditunangkan oleh neneknya ^^

Hana – Kara : Changmin adalah sepupu Yoochun sekaligus bodyguard Junsu. Cerita lengkapnya akan diceritakan di chap2 selanjutnya :P

Aoi ao : Haha sudah dijelaskan di chap ini kenapa Yunho takut sm Junsu, kasihan dia masa lalunya kelam wkwkwk :P

Vic89 : Cuma dua kok :D

Himawari23 : Sayangnya ini beneran, lho :P

Danactebh : Yunjae moment nya gak bisa kasih banyak2 mian ya, YooSu-nya menyusul nanti ^^

Hye jin park : menurut kamu cerita ini kocak? Hehe semoga begitu, karena yang menilai teman-teman sendiri :D

Lipminnie : iya, keduanya masih labil kan masih sama2 kecil :D

WhiteXX : Selamat datang ^^ Sedikit demi sedikit Jae mencoba merubah sikap Yunho, oke hwaiting ^^

Irengiovanny : hehe junsu tunangan yunho kok :p

Fuawaliyaah : Itu bukan keinginan Yunho juga ^^

Yoon HyunWoon : Here next chap~

: Yups Junsu adalah tunangan yang dipilihkan oleh Jung Halmoni :D

joongmax : iya, semoga Yunho cepet mendapat kebahagiaan nya ne ^^ Hoho sesuai dengan karakternya Changmin berkelakuan evil XD

zhe : Iya changmin udah tua seumuran Uchun ^^ Iya gpp, yang penting kamu masih bisa baca fanficnya nanti ^^

peachpetals : Ini beneran kok junsu tunangan kedua yun :P Iya ini masih panjang kok ^^

SukiYJ57 : mengenai perasaan Junsu akan diceritakan di chap depan :D

Rizqicassie : maaf ya belum bisa update ff yang lain, semoga ff ini bisa mengobati rindu kamu sm ff yang lain hehe :D

Akiramia44 : waah kamu sebegitu menunggu fanfic ini eoh? Gomawoo :* semoga kamu mau menunggu ff ini ya seterusnya :D

Nanajunsu : tenang, nanti ada saatnya Jae cemburu wkwk :P

Jaena : iya udah lengkap :D

JungKimCaca : panggil bebeb aja ^^

Sangie : iya gpp ^^ Sepertinya kehadiran Junsu nanti akan membuat Jaejoong lebih menyadari perasaanya :D

Ifa. : ini udah~

Kim07 : iya ini udah dilanjut ^^

Leejisung4 : maaf ya gak bisa update cepet ToT

Imelriyanti : iya, Jae berusaha menerima Yunho sedikit demi sedikit kok ^^

YunjaeDDiction : Sepertinya kehadiran Junsu membuat heboh sekali tetapi ada untungnya juga buat YunJae hohoho XD

Sampai jumpa di next chapter~

/tebar kissu/

Thanks to :

hanazawa kay|yoon HyunWoon|yoshiKyu|joongmax|YeChun|Diin Cassha|lipminnie|I|leeChunnie|nunoel31|AliveYJ|Jonkey shipper 04|Minhyunni1318|chitao|kime simiyuki|junghyojin|FiAndYJ|Taeripark|Park Minnie|azahra88|CuteCat88|Himawari23|aoi ao|Jae sekundes|Hana - Kara|Gwanshim84|rizqicassie|Vic89|Dhea Kim|Dee-chan tik|shanzec|Jihee46| 1272|Nayuya|Dipa woon|YunnieBoo10|Narita Putri|YJS12|rimadsung|queen407|hye jin park|t|hi jj91|Elzha luv changminnie|irengiovanny|ssiopeiajaejoong|jaena|danactebh|mrspark6002| Kakaichi|Neng|jaejae|natsuki cho|toki4102|nanajunsu|Rly.|BlackXX|peachpetals|JungKimCaca|akiramia44|Panda MYP|farla23|ezkjpr|haruko2277| cindyshim07| WhiteXX |YunjaeDDiction|Leejisung4|Imelriyanti|Kim07|Ifa. |Sangie|SukiYJ57|zhe|Fuawaliyaah|Jung Jaehyun|Para Guest dan Silent Readers|

berminat ninggalin jejak? /kitty eyes/