Warning : Chapter ini Khusus 18+ ,, gak nanggung dosa loh ntar nacanya,, dosa tanggung masing masing , titik !

PREVIEW

"Pagi eonni , "suara khas sera membangunkan seorang putri tidur itu , membuat daekhyun spontan terbangun dan melihat kesampingnya , chanyeol , kemana dia ?

"Eh , pagi juga sera-ya "balas daekhyun sambil mengucek kedua matanya dan melihat anak anak sebentar , mereka semua sudah bermain lalu dakhyun menatap sera

"ah, eonni ahjussi biilang tadi ada rapat penting di kantor , makanya dia pergi "ujar seraya lalu dibalas anggukan daekhyun . saat sudah berdiri beberapa waittres yang entah sejak kapan sudah ada di kamar itu dengan cepat merapikan selimut dan bantal bantal yang di pake daekhyun.

"Ah, eonni juga dicari oleh min ah eomma, "ujar sera membuat daekhyun memicingkan matanya lalu mengangguk cepat dan berjalan kekamar mandi untuk sekedar menggosok gigi dan mencuci muka

Setelah selesai lalu dia berjalan mencari min ah , setelah akhirnya dia menemukan sosok yang sabar menghadapi kebiasaannya dulu selama disini . akhirnya daekhyun mendekati taman dan duduk disamping min ah

"waeyo eomma "ujarnya akhrinya mengalihkan pandangan perempuan paruh baya kearah nya

"eomma, memberikan ini , hubungi dia , dia yang mencarimu selama ini "ujar min ah memberikan kartu nama kepada daekhyun, tatapan bertanya itu diluncurkan daekhyun seketika

"nugu?"

"tanyakan saja padanya siapa dia,, sepertinya dia sangat merindukanmu , hubungi dia , apa kau punya hp ?"tanya min ah curiga , selama daekhyun disini daekhyun tidak pernah memegang yang namanya hp tersebut .dan benar dugaannya ketika mendapat gelengan pelan dari daekhyun .

"ah iya kotak yang eomma beri itu , ada hp kan ? pakai saja itu , atau minta dulu izin dengan suami mu untuk memakai Hp eomma takut dia menjadi devil didepanmu "desar berat dari min ah yang dibalas dengan tatapan aku baik baik saja eomma

"Jangan lupa hubungi dia " min ah mengingatkan sekali lagi hal itu kepada anaknya takut sang anak melupakan itu .

"Geundae eomma kenapa namanya hampir mirip dengan namaku ?

"makanya tanyakan saja pada dia , marga mu bukan DO , margamu sama dengan marga yang punya kartu itu "


GreenChuda A.k.a PCYNC new present story

Fear Of Losing

Main Cast : Park Chanyeol , Do-Byun Daekhyun

Byun Hyemi , Byun Baekhyun , And others

Genre : Romance , Marriage Life , Angst /? , Abstark

Rate : T- M

Length: Chapter

Typo(s)

This Is Story

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

FF inI DAPAT menyebabkan

.

.

.

.

.

.

.

sesak napas

.

.

.

.

.

.

.

.

.

mata berair

.

.

.

.

.

.

sakitperut

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

kejang kejang

.

.

.

.

.

.

.

pusing tujuh keliling

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hidung Mampet

.

.

.

.

.

..

.

dan

.

.

.

.

.

.

.

Yang Paling Parah Lagi

.

.

.

.

.

.

.Dapat Menyebabkan

.

.

.

.

.

.

Kematian Dini !

.

.

.

.

.

.

.

.


Ch5


Fear Of Losing

"Aku juga merindukan mu oppa" suara daekhyun terdengar lirih dari sambungan telepon itu ,ia merindukan sang kakaknya .

"apa kita bisa bertemu saeng , aku ingin memelukmu, "ujar suara dari sambungan telpoon itu dan akhirnya dibalas dengan deheman dan tolakan lembut dari daekhyun . dia tau chanyeol tidak akan mengizinkannya bebas seperti permintaannya di panti waktu itu.

Tentu saja sekarang chanyeol lebih banyak menghabiskan waktunya dikantor ketimbang menemani daekhyun dirumah , dia takut daekhyun nanti memintanya melepaskan ikatannya dengan daekhyun , dan dia sangat takut akan permintaan yang hampir membuatnya matiketika hanya mengingat permintaan itu .

"Kau menelpon dengan siapa ?"tanya suara berat itu seperti sedang berjalan mendekati istrinya tentu saja daekhyun hanya tersenyum lalu memamerkan gigi rapi bahkan panjang itu ,

"Menelpon dengan sesosok yang tidak pernah kutemui , ah kau juga pasti tidak menyangka bahwa aku mempunyai seorang …"daekhyun sengaja menggantung kalimatnya itu membuat chanyeol semakin penasaran dan duduk diatas kasur king size itu dengan tangannya yang sedang melonggarkan dasi

"seorang apa ? calon suami ? anak ? pacar? Selingkuhan ?" dahinya tampak berkerut tentu saja daekhyun tertawa lepas mendengarnya , bagaimana mungkin suaminya itu seorang yang begitu pencemburu , cemburuan itss not daevilpark style.

"pikiranmu selalu negative , chan selalu ! "tegas daekhyun membuat chanyeol membuang wajahnya karena mungkin sudah merah seperti kepiting rebus

"jangan bercanda seperti itu denganku nyonya muda, aku sedang lelah "liatlah seorang park chanyeol mengalih kan pembicaraan

"baiklah aku langsung mengatakannya , ternyata aku mempunyai seorang kakak , dia meninggalkanku saat itu ketika dia mendapat orang tua baru di panti . sekarang dia menemukanku "ujar daekhyun , chanyeol terdiam dia merasa ada perasaan aneh yang meliputi hatinya

"kakak? Kandung ?"tanya chanyeol meyakinkan dan dibalas anggukan ringan daekhyun, lalu daekhyun mendekati chanyeol lalu melepaskan jas yang masih bertahan melekat di tubuh chanyeol . lalu membukakan sepatu dan kaus kaki chanyeol. Lalu membukka satu persatu kancing baju chanyeol yang akhirnya menampakkan tubuh yang masih di lengkapi singlet putih itu

"sejak kapan ?" suara chanyeol terdengar aneh di telinga daekhyun membuat daekhyun menatap matanya , daekhyun juga merasakan hal yang sama , bukan yang sama melainkan dia seperti merasakan sesuatu yang aneh dari chanyeol .

"sejak kapan apanya ?"tanya daekhyun heran dibalas dengan tatapan chanyeol semakin sendu

"Sejak kapan kau tau memiliki seorang kakak ?"tanya chanyeol pelan

"sejak dua minggu yang lalu . dia bilang dia sering mengunjungiku saat di panti tapi sejak kau membawaku keluar dari panti dia down dan akhirnya melihatku di panti sejak waktu kau mengizinkanku itu chan"ujar daekhyun akhirnya duduk disamping chanyeol , hati chanyeol seperti tercabik dia takut kakak yang di maksud daekhyunnya itu hanya berpura pura menjadi kakanya agar dapat merusak hidup daekhyun , dan otomatis dapat merusak hidupnya juga . tercabik karena apa ? karena mengizinkan daekhyun keluar dari naungannya dan berakhir seperti ini.

"apa jangan jangan kau meminta hp itu , karena ingin menghubunginya " ujar chanyeol asal dibalas anggukan daekhyun, mata chanyeol hampir keluar ketika pertanyaannya itu tepat sasaran

"Aku tidak meminta hp , hanya meminta izin agar kau membolehkanku memainkan hp" bantah daekhyun walaupun tadi dia sempat mengangguk

"Dia ingin bertemu denganku "

"jangan"

"wae?"

"jangan kubilang "suara chanyeol seperti kesetanan , membuat daekhyun hanya mengangguk pasrah karena dia sudah memprediksi hal itu dari jauh jauh hari .

"yasudah kalau begitu kau mandi sana , aku akan menyiapkan baju , apa kau sudah makan chan ?"tanya daekhyun, chanyeol menangguk , dia tidak ingin istrinya itu marah marah dan akhirnya nanti dia harus makan dan yang lainnya . sekarang dia tidak ingin melakukan appun hal itu , dia hanya ingin menenangkan gejolak di hatinya

Fear Of Losing

"eomma, kenapa eomma tidak pernah memberitahu ku bahwa aku membunyai seorang kakak "dengus daekhyun yang mendapati min ah sedang menyiram halaman panti itu, mendengar suara anaknya membuat min ah melirik kearah sang anak

"kau memang mempunyai keluarga , kan eomma sudah bilang margamu , bukan DO melainkan semarga dengan yang eomma tunjukan "ujar min ah menghentikan aktifitasnya lalu berjalan menuju anaknya yang sudah duduk dikursi halaman itu

"ja,, jadi,,, margaku byun ?"tanyanya dibalas anggukan kecil daekhyun

"Heum, kakakmu sebenarnya mau membawamu sebelum umurmu 18 tahun waktu itu, tapi dia telat, dan akhirnya dia menyesal terlebih yang mengambilmu, bukan dia . "ujar min ah mulai menceritakan awal itu

"eomma , apapun yang terjadi jangan katakan aku sudah mempunyai suami "pinta daekhyun memotong cerita min ah . min ah berpikir sejenak lalu menggeleng

"eomma sudah mengatakan kalau kau sudah bersuami"ujar min ah pelan

"kalau begitu jangan pernah kasih tau siapa suami ku. " min ah mengangguk pelan ,

"bulan ini waktu mu melahirkan kan ?"tanya min ah dibalas anggukan daekhyun , hey min ah tidak melanjutkan cerita nya bahkan sekarang mengalihkan pembicaraan

"Eomma aku penasaran dengan kakakku itu "lirik daekhyun ,

"dia sangat mirip denganmu, kalian kembar "ujar min ah tiba tiba pandangan daekhyun gelap , bukan karena dia pingsan melainkan ada sesosok yang sedang menutupi matanya . daekhyun merasa asing dengan tangan itu , tangan itu bukan tangan suaminya yang besar dan berurat , melainkan tangan yang begitu mulus dan lentik

"Nuguya"ujar daekhyun berusaha melepaskan tangan itu , di balas kikikan min ah

"eomma ingin kedalam dulu, "ujar min ah meninggalkan daekhyun dan seseorang itu . min ah hanya tertawa kecil mendengar teriakan daekhyun

"Yak! Eomma, igeomwoyaa, teganya kau "teriakan kecil yang membuat sosok yang menutup mata daekhyun tertawa kecil , bahkan tawanya terdengar seperti tawa daekhyun , apa orangitu kakaknya ? wanitakah? Kenapa daekhyu harus memanggilnya oppa ?. bahkan tidak ada seorangpun yang menolongnya,

dengarkan aku! Daekhyun pernah mengencam chanyeol untuk melepaskan pengawalnya itu dan detektif agar tidak mengikutinya . tentu saja chanyeol akan berbaik hati mengatakan iya tetapi tidak melakukan perintah sang istri sama sekali membuat daekhyun akhirnya benarbenarmenyakiti dirinya agar chanyeol sadar bahwa ancamannya itu tidak main main.

Melihat daekhyun menyakiti dirinya dengan cara menggoreskan pisau ke pergelangan tangannya membuat wajah chanyeol pucat , dan akhirnya dia melaksanakan perintah daekhyun sebelum daekhyun menggoreskan itu lebih dalam lagi. dna sekarang inilah daekhyun yang bebas walaupun hanya bebas untuk kepanti saja, maksudku , bebas hanya di wilayah panti itu saja.

"ARGHHH, "erang sang empunya tangan ketika merasakan tangannya di gigit oleh daekhyun , dan akhirnya melepaskan tangannya dari wajah daekhyun membuat daekhyun terkejut , bahkan tidak bisa bicara . dia tidak menyangka sesosok yang didepannya memanglah seperti duplikatnya hanya saja gender mereka yang berbeda.

"hyun-ah"suara itu terdengar seperti menahan tangis, hey namja itu menangis dan langsung dipeluk daekhyun . pelukan hangat sangat hangat .

"Oppa"Akhirnya daekhyun berbicara, dia memang tidak menyangka bisa bertemu kakaknya itu lebih cepat dari perkiraan nya. Dia terdiam bukan takut tetapi hanya sedikit bingung , benar benar bingung apakah yang dialaminya itu mimpi atau tidak

"apa aku bermimpi ?" tanya daekhyun dibalas dengan usapan pelan di surai coklatnya itu .

"aniyo,, aku,, aku memang kakakmu, neo oppa "ujar namja itu lalu duduk dihadapan sang adik . menyeka airmatanya cepat , dia sangat merindukan sosok yang dulu sangat dia benci , sosok dulu yang sangat tak diharapkannya hadir

"baekhyun oppa"

"Ne daekhyun dongsaeng " mereka kemudian tertawa menyadari nama mereka bahkan sama hanya berbeda satu kata diawal , lalu daekhyun menatap namja itu dan mengulurkan tangannya menyentuh pipi sedikit berisi milik baekhyun.

"maapkan aku, aku sudah banyak bersalah padamu "ujar baekhyun menunduk , membuat daekhyun terdiam tak mengerti lalu menggeleng

FLASH BACK ON

Keluarga Byun , keluarga harmonis , dan dikenal sangat ramah, banyak yang menyukai keluarga mereka, walaupun hidup mereka bergelimpah harta tetapi mereka tidak pernah sombong , dari situlah banyak yang menyukai sifat dan sikap mereka . mereka easy going dimanapun dan kapanpun membuat mereka nyaman dengan lingkungan. tapi semua itu berubah berjalannya waktu .

Byun Baekhyun , anak satu satunya dari keluarga itu hanya terdiam ketika mendapati eomma semakin lemah terbaring di atas kasur rumah sakit yang mungkin menurutnya sangat tidak enak, dan tidka empuk pastinya .

"Eomma"ujarnya walaupun umurnya tiga tahun dia sudah bisa berbicara sekata demi sekata, yang merasa dipanggilpun menatapnya dan mengukirkan senyum di wajah pucat itu, seperti jika dia tidak senyum maka dia seperti mati.

Byun Min Rae, wanita yang memiliki julukan the Happy Smile Delight , itu memiliki wajah cantik , bibir tipis dan sangat beruntung memiliki suami dan anaknya pertamanya itu . wanita yang masih sangat muda itu sudah dihadapi kenyataan bahwa , saat dia melahirkan anaknya yang pertama tanpa disadarinya ternyata dia memiliki anak kembar kalau saja janin satu lagi tumbuh didalam tubuhnya bersama dengan janin satunya lagi. tetapi tuhan berkehendak lain , mengatakan bahwa janin satu lagi berhenti tumbuh saat memasuki bulan kedua kehamilannya. Dia tidak pernah mengeluh akan hal itu , dia hanya selalu berdoa agar diberikan ketabahan dan kesabaran pada keluarganya . dan jangan lupa bahwa senyumnya tidak pernah pudar

Akhirnya saat umur baekhyun , selaku putra pertamanya itu masih berumur dua tahun setengah entah keajaiban apa yang menyebabkan janin yang berhenti tumbuh itu tumbuh kembali membuat keluarga itu semakin di liputi rasa senang yang tidak terkira .tentu saja , setidaknya kembaran putra pertamanya itu hidup dan tidak mati didalam rahimnya .

Seiring berjalannya waktu semua memang seperti awal harmonis dan membuat siapa saja iri dan ingin mempunyai keluarga seperti itu, tentu tanpa mereka tahu bahwa tuhan sudah mempunyai rencana lain ,saat ini saat detik detik kelahiran anak kedua mereka, minrae sudah terbaring lemah sejak usia kehamilannya menginjak 7 bulan,tentu saja senyum di keluarga itu dan kehangatan di keluarga itu tidak pernah pudar mencoba menguatkan satu sama lain. Dan tentunya keluarga itu semakin bahagia karena putra pertamanya itu, iya karena baekhyun yang selalu menyebarkan perasaaan baik kepada siapa saja , seperti moodboster julukannya

"hyuni,berjanjilah pada eomma , kau mau kan ?"tanya min rae pada putra yang masih menatapnya dengan wajah layaknya anak polos itu

"hm"guman baekhyun pada sang eomma lalu mencoba menaiki kasur rumah sakit itu , duduk disamping eommanya lalu mengelus pelan wajah cantik eommanya

"Apapun yang terjadi , jangan pernah membenci adikmu, dia sebenarnya adik kembarmu, tetapi dia lebih mengalahmembiarkan mu tumbuh dengan baik"

"hyunie punya adik?" ujar baekhyun terbata bata, dibalas anggukan minrae . kandungan yang sudah hampir berjalan 7 bulan itu tidak terlihat, perutnya bahkan seperti rata, mungkin daekhyun nuruni minrae jika masalah mengandung .

"yeay,, hyunie punya adik"teriakan semangat keluar dari mulut kecil bocah itu , membuat senyuman min rae semakin terkembang . dengan tangan yang lemah mengelus kepala kecil namja kecil itu

Sejak hari itu kondisi minrae semakin lemah, sampai pada akhirnya proses persalinan itu berjalan dengan baik, awalnya . tak penah memanjatkan doa dari mulutnya meminta keselamatan untuk istri dan calon anak

Sampai penantian mereka berakhir ketika lampu ruang bersalin itu padam, dan salah seorang dokter keluar dengan wajah yang mungkin sangat mengecewakan , mendatangi mr. byun dan yang didatangi merasa ingin lari ketika melihat raut wajah dokter itu , perasaannya berkecamuk , dia tidak ingin kehilangan dua duanya

"maaf , Karena tubuh yang lemah terjadi komplikasi persalinan, kami sudah berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan keduanya , tapi respon tubuh istri anda yang terlalu lemah menyebabkan kami tidak bisa menyelamatkan istri anda, sekali lagi maaf pak" kata kata yang memang tidak ingin di dengar oleh airmatanya tumpah , membuat sang anak hanya ketakutan melihat sikap ayahnya yang sudah sedari menangis , memeluk lutut sang ayah , hanya itu yang bisa dia lakukan .

"aku tidak ingin anak itu, kumohon kembalikan istriku, atau tukarkan saja nyawa istriku dengan bayi itu "histeris tak menyangka istrinya akan meninggalkan nya dengan cepat , tentu saja putra nya merasa ada yang tidak beres disitu.

Sampai akhirnya ikhlas kepergian istrinya , dan membesarkan bayi itu , bayi itu diberi nama "Daekhyun" iya BYUN DAEKHYUN , saat semua terlihat seperti biasa saja , baekhyun yang sangat menyayangi sang adik, saat umur baekhyun tujuh tahun dia baru tau semuanya , semua penyebab sang eomma meninggal, dan mulai saat itu dia membenci sang adik,yang tidak tau apa apa

Saat ayahnya sakit parah saat umur mereka terpaut 9 dan 7 tahun, baekhyun dengan senang hati mengirimkan adiknya itu kepanti asuhan , mendengar berita itu membuat keadaan sang ayah semakin parah dan beberapa bulan setelah itu meninggal,

tinggalah sekarang baekhyun yang belajar keras agar dapat menempati kursi ayahnya yang kosong di perusahan yang dulu sangat terkenal, bahkan melebihI terkenalnya perusahaan Park itu, karena pendidikan yang di tempuh baekhyun sangat lama membuat perusahan sedikit terombang ambing , maka dari itu perusahaannya dibawah perusahaan park . dan sebenarnya itu juga ulah dia coba saja dia tidak mengirim adiknya itu kepanti asuhan mungkin sang ayah masih bisa bertahan lebih lama

saat pikirannya kalut dia selalu datang panti hanya untuk sekedar melihat keadaan sang adik dia sangat meyayangi sang adik tapi mengingat jika eommanya tidak melahirkan adiknya mungkin eommanya masih bisa bertahan lebih lama . hey saat itu baekhyun hanya diliputi amarahnya makanya dia berbuat keji seperti itu terhadap adiknya .

selama study di amerika dia selalu diliputi rasa bersalah, karena dia hidup dengan bergelimpah harta sedangkan adiknya hidup di panti yang mungkin menjijikkan menurut seorang byun baekhyun . setelah dia pulang dia berencana membawa adiknya hidup bersamanya lagi , kembali membangun keluarga yang sempat luluhlantak entah dari serangan mana . mau bagaimanapun dia lebih mencintai dan menyayangi adiknya lebih dari siapapun kekasih atau istrinya.

FlashBack Off

"Gwenchana oppa, memang mungkin karena aku eomma bisa meninggal"ujar daekhyun mengelus punggung namja yang ada disampingnya , setelah namja itu menceritakan kisah sebenarnya walaupun rasa sakit hati yang membuncah tidak membuat daekhyun membenci sang oppanya malah dia semakin menyayangi oppanya

"andai saja waktu itu aku tidak telat datang dan membawamu pulang , mungkin kita sudah bersenang senang di rumah "ujar baekhyun menyesal kesekian kalinya , dibalas tawa kecil adiknya

"setidaknya kita sudah bertemukan oppa, jangan pernah menyesali apapun itu , aku sudah memaafkan mu ,"ujar daekhyun dibalas dengan pelukan dari baekhyun, dia tidak menyangka bisa membuang adiknya yang sangat baik ini ke tempat yang menurutnya ehem itu.

"maafkan oppa, ayo kembali kerumah "ujar baekhyun seraya berdiri lalu menarik tangan sang adik, tetapi daekhyun menggeleng lemah dan tersenyum kecil

"akutidak bisa oppa, dari pada oppa kenapa napa nantinya, pulanglah sendiri ,"ujar daekhyun, dia takut kakaknya itu kenapa-napa ditangan seorang park chanyeol. Baekhyun melihat adiknya menahan tangannyaitu membuatnya semakin terheran

"Hey, aku tau kau sudah punya suami, hanya sebentar saja pulanglah kerumahmu , rumah sebenarnya lalu aku akan mengembalikanmu kepada suamimu itu "ujar baekhyun menghibur sang adik tetapi hanya dibalas gelengan lemah dari daekhyun . tetap saja tidak bisa.

"suamiku bukan seperti yang ada di pikiranmu oppa, dia terlalu possesive. Dia tidak mengizinkan aku kemanapun kecuali kepanti ini, maaf kan aku oppa , aku ingin sekali kerumah " ujar daekhyun menunduk lalu dibalas gelengan baekhyun kembali duduk disampingnya

"Ah gwenchana ,, lainkali mungkin kau bisa kerumah "ujar baekhyun menghibur adiknya lagi , walaupun diotaknya sudaH dipenuhi beberapa macam pertanyaan seperti, siapa suami adiknya yang posesive itu? apakah sebegitu kerasnya suami adiknya itu terhadap sang adik sendiri?, siapa namanya? Bagaimana rupanya , Tampankah? . tentu saja itu tidak akan pernah terjawab jika seorang baekhyun pun hanya diam dengan pikirannya

"kapan kapan , bermainlah kekantor, minta izin saja dengan suamimu yang posesive katamu itu "ujar baekhyun lalu mengecup pelan kening sang adik dan berpamitan pulang

Fear Of Losing

"Yak! Do Daekhyun kau , selama chanyeol ke china mengurus beberapa proyeknya setidaknya aku tidak ingin melihat wajahmu di mansion ini. tentu saja kau harus keluar sebelum aku yang menendangmu" kata kata yang membuat daekhyun melebarkan puppy eyes nya , hey sekarang siapa yang nyonya rumah ini? bahkan hyemi tidak pantas berkata seperti itu . dasar wanita tak tahu di untung

"Tenanglah, aku juga ingin bebas dari sini, aku akan menginap di panti "ujar daekhyun seraya merapikan beberapa baju chanyeol yang akan di bawa ke china.

"aku tidak perlu tau kau menginap dimana, sepertinya anakku juga muak melihat wanita menjijikkan sepertimu berada disini "ujar hyemi tak tahu malu yang sedang tiduran di kasur milik daekhyun. Ingat milik daekhyun karena posisi mereka yang berada di kamar utama itu.

Tak berapalama kemudian chanyeol pulang dengan wajah lelahnya seperti biasa tangan satunya lagi sudah selesai melonggarkan dasi dari tempat awalnya . mengecup pelan puncak kepala daekhyun tentu saja setelah itu hyemi merengek manja minta di kecup bagian bibirnya ,Bahkan daekhyun sudah kebal dengan adegan adegan yang aneh didepannya walaupun namjanya yang melakukan .

"barangku sudah rapi ?"tanyanya dengan daekhyun menyahuti"sedikitlagi"

Hyemi sudah keluar ketika chanyeol yang menyuruhnya keluar , lalu chanyeol meminta dibukakan seperti biasa , jas , kemeja, dan lainnya. Yang akhirnya menampilkan butuh kotak kotaknya yang terlihat walaupun tidak terlalu terbentuk.

"Aku akan pergi "

"arrayo"

"kau jangan mencoba kabur " peringatan chanyeol yang dibalas kikikan daekhyun bagaimana mungkin suaminya ini bisa mengatakan hal itu setiap dia ingin pergi kemanapun termasuk kekantor. Membuatnya pasti sangat merindukan sang suami

"Aku tidak akan pergi ketika kau melepaskan pengawal dari sisiku termasuk detektif mu itu , untuk kali ini saja chan"ujar daekhyun yang sedang membuka kancing kemeja itu satu persatu , chanyeol menatapnya dengan tatapan tak suka dan jangan lupa dengan tatapan mengintemidasi daekhyun

"kenapa kau tidak suka jika pengawalku mengikutimu, dulu juga kau tidak pernah membantah "ujar chanyeol kesal mengingat dulu sebelum hyemi datang kekeluarga itu daekhyun tidak pernah kesal dengan banyaknya pengawal berada disampingnya . 'itu berbeda chan, berbeda setelah aku bertekad untuk mengandung park kecil ini' batin daekhyun .

"tentu saja aku tidak ingin disamakan dengan yang dulu, aku hanya ingin berbelanja sepuasku tanpa di ikuti, aku terlalu risih dengan pengawalmu itu yang selalu mengawasi gerak gerikku, jangan lupakan detektifmu itu membuatku selalu berhati hati" wajah daekhyun berubah menjadi sedih , dia hanya –akting- ingin chanyeol mengerti keadaannya saat ini, hanya saat ini, setelah itu dia akan berbaik hati mengizinkan sepuluh bahkan seratus orang menjaganyaa, tapi itu nanti setelah dia melahirkan park kecil.

"aku tidak bisa bersamamu saat ulang tahunku nanti" ujar chanyeol mengalihkan pembicaraan , daekhyun tau suaminya itu akan berulang tahun tiga hari lagi , wajah nya tampak sangat kesal lagi lagi suaminya sengaja mengalihkan pembicaraan

"jangan mengalihkan pembicaraan PARK! Aku mengerti , urus bisnis mu lalu pulang. Dan ku ingatkan sekali lagi jangan pernah mengalihkan pembicaraan, aku janji hanya untuk saat kau pergi ini saja aku bebas dari pengawal dan detektif mu itu "

"Hanya untuk saat ini?" tanya chanyeol menaikkan satu alissnya menimbang , lalu mengangguk pasrah

"baiklah hanya saat aku pergi ini saja, kau terbebas dari itu. setidaknya 2 minggu bukanlah waktu yang lama ."ujar chanyeol merebahkan dirinya, dengan wajah berbinar binar daekhyun memeluk tubuh chanyeol yang sudah tidak memakai apapun , ingat hanya half naked. Lalu berguman terimakasih berkali kali

"Aku merindukanmu, ayo layani aku ,, setidaknya dua minggu kedepan aku tidak akan merasakan mu lagi "ujar chanyeol, daekhyunbangkit lalu menggeleng

"mandi dulu, baru aku akan melayanimu , tapi ingat perjanjian kitaa,, setidaknya tidak ada kekerasan dan masukkan secara perlahan "ujar daekhyun menarik tubuh chanyeol yang dibalas gelengan chanyeol

"nanti juga aku akan berkeringat lagi, nanti saja mandinya ,, ayolah "ujarnya pada daekhyun tentu saja daekhyun tidak akan mau melakukannya

"mandi atau aku akan kepanti saat ini juga "ancam daekhyun yang langsung dibalas anggukan chanyeol , dan berjalan lunglai menuju kamar mandinya

Skip-

"chan aku lelah "ujar daekhyun ditengah tengah kegiatan panasnya itu , tentu saja dia lelah ketika chanyeol terus bergerak didalam tubuhnya, belum lagi park kecil itu nmenendang perut sang ibu . chanyeol menghentikan gerakannya lalu menatap iba sang istri , mengelap keringat sang istri dengan tangannya lalu mencium istrinya pelan untuk mengalihkan rangsangan istrinya karena dibawah sana dia sudah memulai gerakannya lagi.

"Bagaimanamungkin aku bahkan belum menyelesaikan satu ronde"sahut chanyeol di sela sela ciuman itu daekhyun hanya pasrah dan menutup matanya , dia sangat kelelahan tidak ada yang bisa membuatnya lelah lagi kecuali suaminya itu

"hanya tiga ronde saja, bertahanlah heum"ujar chanyeol lagi menciumi istrinya sampai akhirnya daekhyun mengangguk pasrah,

Melakukan adegan panas dengan permainannya sendiri , bahkan istrinya tidak melakukan balasan ataupun melayaninya hanya saja menikmati tapi itu sudah cukup puas untuk chanyeol sampai akhirnya

"Ah baby I cum,," erang chanyeol merasakan klimaksnya yang sudah masuk ke empat kali

"chan , keluaarkan ,, aku kepenuhan "pekik daekhyun mengingat rahimnya sudah terpenuhi sperma itu , chanyeol menolak awalnya tapi akhirnya dia melepaskan dan mengeluarkan sprema itu di tempat tidurnya , adik kecilnya itu lemas, membuat daekhyun akhirnya memejamkan mata setelah kegiatan panas mereka , perlahan membuka matanya melihat adik kecil chanyeol berdiri tegak lagi,

"chan sudah, aku lelah,"keluhan yang berkali kali di lontarkan bibir tipis chanyeol , membuat wajah chanyeol berubah , bagaimana mungkin istrinya tega ketika sang adik itu terbangun bahkan tidak menidurkan adiknya lagi.

"bantu aku sekali lagi menidurkan adikku, "ujar chanyeol memohon menatap istrinya tentu daekhyun bangkin dari tidurnya dan mulai melayani adik kecil itu dengan kemampuan mulut dan tanganya . dia sudah mempelajari cara itu saat chanyeol membawanya kedalam dunia itu.

"ah, baby,,youre so tight"ujar chanyeol menekan kepala hyemi agar dapat semakin memasukkan adik kecilnya- Sangat besarnya – itu kedalam mulut daekhyun. Daekhyun memang memilih melakukan nya sendiri tanpa chanyeol didalam tubuhnya , karena dia sudah tidak sanggup melayani gerakan chanyeol yang terlalu kasar dan terus terusan menyentuh sweet spotnya . walaupun kenikmatan yang dirasanya dia yakin bayi didalamnya itu merasakan hal sebaliknya

"Ah, ah ahhhhh—"ujar chanyeol merasakan sebentar lagi akan klimaksnya , dan benar saja cairan itu memenuhi rongga mulut daekhyun , membuat chanyeol menarik tubuh daekhyun agar menghadap kearahnya lalu mengelap kasar daerah dekat mulut daekhyun karena spermanya yang kemana mana itu

"gomawo "ujar chanyeol menarik daekhyun kedalam pelukannya , dan mereka berakhir tertidur setelah adegan panas itu . chanyeol lah yang pertama tidur duluan karena hormon didalam tubuhnya yang membuatnya sangat mengantuk setelah itu

Sedangkan daekhyun hanya meringis bagian bawahnya yang perih dan tentu saja di perutnya juga sang bayi seperti tidak terima karena permainan tadi mengusik nya didalam sana . daekhyun membawa jari lentiknya kewajah chanyeol, lalu mengelusnya pelan, seraya menghapus sisa keringat akibat permainan tadi . mengecup kening sang namja lalu tersenyum . karena Cuma saat seperti itulah dia bisa leluasa melihat wajah yang teramat dirindukannya , sekarang dan mungkin seterusnya

Fear Of Losing

Sudah dua hari yang lalu chanyeol pergi, chanyeol berangkat pada penerbangan malam, pada hari itu juga setelah kegiatan mereka. Chanyeol benar benar menepati perkataannya , untuk tidak menyuruh deketif dan pengawalnya mengikuti daekhyun lagi . dan benar saja sehari setelah itu hyemi berusaha menendangnya keluar dari mansion megah itu , seperti tidak mengizinkan siapapun menganggu kehidupannya yang mungkin sangat di idamkannya . lihatlah sekarang daekhyun sudah duduk termangu kebangku halaman panti . menatap sekelilingnya berharap sang kakak datang agar dia setidaknya tidak merasakan kebosanan terlebih lagi

"Yak! Adik kecil ku ternyata sedang bosan heum. "suara itu membuat daekhyun langsung menoleh kekirinya ketika mendapati sang kakak sudah tersenyum manis padanya lalu memeluk nya dari belakang .

"bogoshipeo"

"heum, hey bagaimana kalo kita kerumah sekarang, kau bilang kau sudah bisa kan . ayoo"ajak baekhyun membuat daekhyun mengangguk dan mengikuti baekhyun dari belakang, punggung kakaknya itu membuatnya tersenyum kecil, ternyata dia masih mempunyai sesosok yang menganggap dirinya penting , bukan hanya chanyeol lagi melainkan ada kakaknya juga,Baekhyun.

"huaaaa, ini rumah kita ?"takjub daekhyun melihat rumahnya yang hampir sama besar dengan rumahnya yang skrg ditempati, ah lebih pantas disebut itu rumah chanyeolnya . baekhyun mengangguk dan membawa daekhyun kedalam. Menunjukkan setiap ruangan , seperti tutor yang membawa turisnya berkeliling .

"kalau kau ingin tinggal disini, tinggallah, kita bisa membuat keluarga kita bersatu lagi, eomma sudah berpesan padaku seperti itu " ujar baekhyun merangkul sang adik , pelayan bahkan pengawalnya juga sudah memberikan hormat sedari tadi jika bertemu dengan dua insan itu, tidak jauh berbeda dengan kehidupannya sekarang , hanya ini lebih sedikit kurang dari punyanya yang sekarang

"besok, oppa tidak bisa bersamamu, oppa harus kechina"ujar baekhyun mengelus surai adiknya , sang adik mengangguk , dia baru sadar besok adalah ulang tahun suaminya .

"heum , gwenchana "ujar daekhyun

Dan akhirnya seharian penuh mereka bermain bersama sampai akhirnya daekhyun meminta pulang kepanti awalnya dapat penolakan dari baekhyun karena sudah terlalu larut , tapi bukan namanya daekhyun jika langsung luluh , dia masih ingin di panti dengan berat hati baekhyun mengiyakan dan mengantarnya kepanti malam itu juga

Fear Of Losing

"Eomma,,, "ringis daekhyun ketika merasakan perutnya sangat sakit, min ah yang mendengar itu langsung terbangun melihat wajah pucat sang anak , dengan tangan anaknya memegang perut itu .

"chankamman, eomma akan memanggil nana eomma, "ujar min ah berlalu pergi keluar , daekhyun sudah merasakan keringat itu membanjiri wajahnya , kesakitan dan ngilu yang dia rasakan sangat membuatnya tidak bisa berpindah, ini masih menunjukkan jam tiga dini hari , dia merasakan sesuatu cairan dari bawah mengalir kekakinya .

Min ah sudah membawa baskom, dan sarung sedangkan nana sudah tau kondisi apa yang di alami daekhyun sekarang, untung saja nana pernah belajar dan magang di suatu rumah sakit bersalin, memang itulah keahliannya . matanya menatap sedih melihat daekhyun terus terusan mengerang kesakitan .

"Apa kau yakin anakmu yang pertama ini ingin lahir normal daekki?"tanya nana, dia takut tiba tiba suami daekhyun marah karena seharusnya bayi pertama mereka lahir dengan operasi. Daekhyun mengangguk cepat dia sudah tidak tahan dengan sakit diperutnya itu. dia ingin cepat mengakhiri semuanya .

Nana mencoba mengangkang-kan daekhyun lalu menyuruh daekhyun agar posisi kakinya ditekuk , agar memudahkan persalinan . sarung yang dibawa minah untuk menutup antara dua kakinya itu, dan dengan cepat min ah mengambil baju untuk mengelap keringat sang anak yang sudah bercucuran bahkan tidak terhitung sudah berapa ember mungkin . singkat cerita..

"Eomma, appoyo"tangis daekhyun karena sudah tidak sanggup menahan kesakitan itu , min ah memegang tangan anaknya dengan kuat dan mengecup kening daekhyun seraya membacakan beberapa doa agar anaknya itu tidak kesakitan

"bertahanlah untuk anakmu,, ayo ikuti perintah nana eomma "seru min ah menghibur sang anak dengan cara menghapus airmata sang anak secara perlahan

"daekki, tarik napas dalam lalu lepaskan"titah min ah membuat daekhyun hanya pasrah mengikuti kata kata sang eommanya satu lagi , perintah itu guna untuk melonggarkan leher rahim agar bisa leluasa mengeluarkan bayi itu

"biarkan anakmu keluar, jangan menahannya , ulangi secara berkali kali , tarik napas lepaskan , coba dorong perlahan bayi itu " daekhyun mencoba sekuat tenaga, rasanya badannya sudah remuk, walaupun dirinya sudah lemah untuk menangis kesakitan tapi dia tidak berhenti

"kepalanya sudah keluar , ayo lagi lagi,, tarik napas lepaskan , dorong daek , dorong "ujar nana ketika melihat kepala bayi itu sudah keluar, daekhyun berusaha keras, tentu saja min ah tak pernah berhenti berdoa,, seraya menghapus keringat daekhyun lagi dan lagi

"Ah,, ahh ,, appoyo "daekhyun terengah engah , membuat nana dan minah menatapnya iba

"Sedikit lagi ,, ayo sedikit lagi daekki, bertahanlah , dorong terus "ujar nana memberi semangat , untuk daekhyun ,tentu daekhyun senang mendengarnya lalu menutup matanya perlahan . sampai akhirnya nana dan min ah mengira dia pingsan

"Chan,, appoyo chan, jebal keluarkan diaa aku tidak sanggup, CHANYEOL ! APPO " sampai beberapa detik kemudian suara tangis itu membuat nana dan min ah menyadari bahwa betapa terpukulnya daekhyun akibat suaminya , mengingat suara rintihan dan ringisan itu sangat pilu, . betapa hebatnya daekhyun setelah mengeluarkan kata kata itu , tangisan bayi terdengar diruangan itu , bayinya sudah lahir . tapi daekhyun tidak sempat melihat bayi itu karena sudah pingsan , nana dan min ah mengucap syukur ketika melihat bayi merah itu menangis , dan beberapa kali mengerjabkan matanya untuk melihat dunia ,

Min ah mendekati daekhyunlalu mengelus rambut basah akibat keringat itu ,dan berguman "kau ibu yang hebat daekhyun , anakmu laki laki , dia sangat tampan "

Nana mengguncang tubuh dakehyun sekali lagi , daekhyun hanya berdehem ketika merasaakn guncangan itu , dia sudah sadar dari pingsannya selama satu jam itu

"Kita harus mengeluarkan ari arinya , jika tidak itu berbahaya"ujar nana, membantu daekhyun kembali untuk mengeluarkan ari ari tersebut. Daekhyun mengerang kesakitan membuat nana berusaha dengan tabah sampai ari ari itu keluar,

"istirahatlah , eomma akan mengubur ari ari ini , dan anakmu sedang dibersihkan oleh minah "ujar nana yang dibalas anggukan daekhyun . dia kembali menutup matanya , dia sangat lelah sungguh mungkin jika dia melakukan operasi di rumah sakit lebih baik .

Fear Of Losing

"daekhyun, ireona" suara min ah terdengar ketika bola mata daekhyun bergerak, walaupun masih tertutup rapat, dia tau bahwa anaknya itu sudah bangun

"hmm , eomma aku lelah "ujar daekhyun langsung menyambar bantal guling disampingnya , bahkan minah tertawa melihat anaknya mungkin tidak menyadari bagian bawahnya sakit seusai melahirkan

"Arraseo, tidurlah, kalau begitu anakmu ini akan terus bermain dengan eomma saja, padahal anakmu sangat haus " mendengar kata anak membuat daekhyun terbangun , bahkan matanya hampir nyaris keluar, dia tidak menyadari bahwa dia sudah memiliki seorang anak. Akhirnya dia terbangun dan terduduk lalu menghadap kearah eommanya , untuk memastikan benar perkataan eommany . dia merasa tadi malam adalah mimpi yang sangat tak ingin dirasakannya , dan sepertinya semuanya benar , dimana dia melihat bayi merah itu , sedang memainkan jari min ah dan juga mimpi yang tadi malam adalah kenyataan

"ja,, dii ,, tadi malam bukan mimpi?"gumannya membuat min ah tertawa pelan , lalu min ah memberikan bayi itu kepada daekhyun . membuat daekhyun melongo kearahnya . bayi itu , bayi itu tersenyum manis kearahnya . bahkan ukuran bayi itu hampir sama dengan ukuran bayi umumnya hanya sedikit lebih kurus .

"berilah dia minum , eomma akan meninggalkan kalian "ujar min ah lalu membiarkan daekhyun masih berdebat hebat dengan pikirannya sendiri , lalu beranjak meninggalkan kamar itu .

Daekhyun tak menyangka sosok mungil yang di gendongnya adalah anaknya , bayi itu meraih rambut daekhyun senyum dari bayi itu tampak jelas membuat siapa saja yang melihatnya langsung jatuh cinta .

"huwee"tangisan bayi itu langsung terpecah ketika dia tidak mendapatkan minumannya , daekhyun dengan cepat membuka bajunya lalu memberikan asi kepada anak itu . dengan rakus bibir kecil itu melahapnya , membuat daekhyun menangis antara terharu dan sedih

"Maapkan eommamu ini , heum "ujar nya melengus rambut yang sangat tipis di kepala bayi itu , bayi itu tidak memperdulikan eommanya yang sedang berbicara padanya , dia seperti sangat kehausan

"kau mengabaikan eomma , heoh "desah daekhyun mencubit kecil pipi bayi itu , merasa sesuatu ada yang mencubit pipinya membuatnya melepaskan mulutnya dari minumannya lalu menatap sang eomma tidak senang

"ah , arraseo , minumlah yang banyak tuan muda"ujar daekhyun terkekeh melihat bantahan sang anak lalu menyodorkan putting nya kemulut bayi itu . lagi lagi daekhyun merasa di abaikan oleh bayi itu

"hey , bahkan ulang tahunmu sama seperti appamu, "ujar daekhyun memainkan jarinya yang sudah diambil alih oleh bayi itu , seperti mainannya . daekhyun mengangguk angguk lalu mengalun kan lagu dari bibirnya

"Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Twinkle, twinkle little star
How I wonder what you are
" baru beberapa bait lagu itu terdengar ditelinganya dia sudah terlelap , bahkan mulutnya sesekali masih mengisap putting itu . terlihat dia kelelahan dan kehausan dalam waktu bersamaan

"matamu ,hidungmu, bibirmu , ah jangan lupakan telinga mu itu sangat mirip dengan ayahmu , maapkan eomma belum bisa membuatmu bersama dengan ayahmu sekarang, eomma pastikan kau nanti akan bersamanya "ujar daekhyun membiarkan bayi itu terlelap, lalu mengelus pipinya entahlah dia selalu saja ingin menangis saat ini juga , entah menangis apa yang penting kesenangannya membuncah, dia tidak memikirkan lagi sikap suaminya yang berubah mood dengan cepat, kadang bisa membentaknya , dan kadang mengabaikannya , belum lagi keluarga chanyeol yang masih menginginkan pernikahan chanyeol dan hyemi agar segera terlaksanakan. Tentu saja hampir membuatnya gila dengan sikap hyemi terhadapnya dan memang sengaja membuat daekhyun bisa mati saat itu juga, itu hilang seketika ketika melihat wajah damai itu tidur , wajah bayinya tidur

"PARK KI KWANG " sesosok energi dari keluarga park dan sinar kebahagian untuk seluruh yang mencintainya, itulah nama yang akhirnya di berikan untuk bayi kecil itu

Fear Of Losing

Disisi Lain

Yoora datang ke kediaman adiknya itu , tentu saja perasaan khawatir menyelimutinya , dan juga dia baru tau adiknya –chanyeol - itu ke china Tadi pagi . datang ke mansion megah itu membuatnya langsung mencari keberadaan adik iparnya, daekhyun

"nyonya cari siapa ?" tanya yunho pada yoora yang di balas dengan senyum cerah dari yoora

"daekhyun eoddi? "

"nyonya muda? Sedang di panti nya , "

"panti ? antar kan aku kesana "

"baiklah " sebelum dia mengikuti yunho dari belakang dia melihat sesosok hyemi yang sedang duduk berselonjor kaki dengan makanan banyakdi pahanya , belum lagi dia menghidupkan suara tv dengan volume yang teramat keras . yoora hanya berdecih lalu meninggalkan pemandangan yang sangat memalukan untuk dilihat itu

Didalam mobil , yoora masih berpikir bagaimana mungkin kedua orang tuanya hampir menikahkan adiknya ilagi dengan wanita tak tahu malu , bahkan saat yoora disana tadi jangankan menyalaminya melihat yoora pun dia tidak mau . yunho menyadari nyonya nya itu juga sedang berdebat panjang dengan pikirannya sendiri

"Nyonya , kenapa tiba tiba mencari nyonya muda?" ujar yunho untuk menghilangkan kesenyapan dimobil , yoora hanya menggeleng sejenak lalu melihat kearah yunho

"ntahlah , aku sangat mengkhawatirkannya , kenapa dia tidak dirumah ?"

"dia diusir oleh hyemi , dia bilang selama tuan muda pergi, nyonya muda juga harus lenyap dari pandangannya , seperti ingin menguasai kediaman park dengan dirinya sendiri " ujar yunho bahkan yunho malas memakaikan nyonya sebelum nama hyemi , tentu saja dia tidak sudi mempunyai nyonya baru yang kelakuannya seperti binatang

"MWO? Di usir? Hyemi, berani sekali dia "ujar yoora gemas, lalu mengalihkan pandangannya lagi

"lalu berapa pengawal yang menjaga dakehyun, kenapa kau masih berada di mansion itu jika sudah tau daekhyun pergi kepanti " yunho hanya mendesah berat lalu mengangguk mengerti

"mianhae nyonya itu permintaan tuan muda, sepertinya nyonya mudalah yang menginginkan hal itu terjadi "

"kenapa seperti itu "

"nyonya muda takut ketahuan dengan detektif tuanmuda bahwa anaknya akan lahir , dalam jangka waktu tuan muda masih di china , maka dari itu ."ujar yunho menjelaskan membuat yoora paham lalu mengangguk angguk

Sesampainya di panti , yunho membawa yoora ke dalam dan meminta izin untuk bertemu dengan daekhyun . yoora pernah kepanti? Tentu saja tidak ini kali pertamanya menginjak yang namanya panti

"siang eommonim, apa nyonya muda ada ?"sapa yunho seraya memberi hormat lalu menanyakan keberadaan daekhyun kepada nana , nana hanya berpikir sejenak dan mengangguk

"ayo ikuti saya"ujar nana memberikan instruksi kepada yunho dan yoora , lalu mereka mengikuti kemana arah nana membawanya , kamar yang sudah dihapal yunho, dimana nyonya mudanya sering tidur dikamar itu.

"tunggu sebentar aku akan melihatnya sedang apa "ujar nana lalu masuk sebentar dan keluar lagi, membuka pintu itu lebar lebar , tentu saja membuat yoora berjalan masuk terlebih dahulu dan di ikuti yunho , sedangkan nana kembali menutup pintu itu

"Hyun-ah "panggil yoora tidak percaya dengan pandangannya sekarang , bayi itu sedang tidur di pelukan adik iparnya , bayi itu siapa ? daekhyun menatap tak percaya juga dengan yoora yang sudah berada disampingnya , lalu memeluknya erat, yunho ? tentu saja dia hanya memperhatikan bayi yang ada didalam gendongan daekhyun

"kau,, kenapa tidak memberi tau eonni , kau disini . kita bisa tinggal dirumah utama saja "ujar yoora tidak menghiraukan bayi kecil tersebut , daekhyun hanya menggeleng pelan lalu tertawa

"aku tidak ingin menyusahkan eonni , gomawo. Yunho-ya ? kau yang mengantar eonni kesini ?"tanya daekhyun dibalas anggukan yunho , matanya tak berkedip ketika melihat bayi itu

"Nyonya , bayi itu PARK KECIL?"ujar yunho takut takut , tentu spontan yoora melepaskan pelukannya dan melihat bayi yang ada di gendongan adiknya itu , menatap bayi itu yang sedang tidur .

"heum, dia park kecil "ujar daekhyun pelan membuat mata yoora hampir keluar, dia tidak percaya adiknya itu melahirkan sebelum memastikan waktu kapan melahirkannya , hatinya sedikit kecewa

"boleh aku menggendongnya?"tanya yoora, tentu daekhyun dengan senang hati memberikan kikwang pada IMOnya . yoora melihat lekat lekat bayi itu

"dia mirip tuan muda, nyonya "sahut yunho akhirnya membuat daekhyun mengangguk kecil dan tertawa.

"tentu saja , jika dia bangun , mata hidung mulut sama telinganya milik sang appa. sangat mirip "ujar daekhyun lalu yoora menatap adiknya itu pelan

"kau melahirkan dimana ? kapan? Dan juga kenapa bisa disini "pertanyaan yang menggangu pikiran yoora langsung lolos dari mulutnya dibalas senyum tulus daekhyun

"aku melahirkan disini eonni, dan itu tadi pagi sekitar jam tiga, "jawab daekhyun membuat yunho dan yoora terbelalak sekali lagi, mereka memang tidak menyangka semuanya . bahkan uang yang mereka punya melimpah hanya untuk mengurus persalinan bukanlah hal yang mahal , tetapi adik iparnya itu lebih memilih melahirkan dirumah dengan resiko yang lebih berat

"kenapa tidak dirumah sakit ?"ujar yoora merasakan hatinya sangat sakit, daekhyun menggeleng

"tidak eon, aku tau diluar sana masih banyak mata mataku , lagi pula aku tidak memegang uang sedikitpun selama disini , dan cara paling efektif melahirkan di sini , untung ada nana eomma yang membantuku melahirkan "jujur daekhyun membuat yunho terdiam tidak menyangka majikannya yang sangat sederhana ini membuat siapa saja bisa merasakan bagaimana sakitnya hidupnya

"lalu anak ini bagaimana nanti saat chanyeol pulang ?"tanya yoora memperhatikan wajah kikwang , wajah daekhyun langsung berubah , dia tidak ingin berpisah dari putranya , sangat tidak ingin

"ntahlah eon, aku bingung, aku tidak ingin berpisah dengannya tapi aku, tidka mungkin membawanya hidup bersamaku "ujar daekhyun menahan airmatanya , jika mengenai masalah itu daekhyun memanglah lemah . bagaimana mungkin dia harus berpisah dengan anak yang sangat dijaganya itu . bahkan anak itu mungkin belum hapal betul wajah sang ibu

"rencanamu bagaimana ?"tanya yoora , daekhyun menggeleng lemah "mungkin aku akan menitipkannya dipanti saja" rahang yoora dan yunho mengeras, dia tau adik kecilnya itu pasti sangat susah berpisah dengan putranya yang baru saja lahir .

"aku akan memberi tau chanyeol, bahwa anak ini anaknya dan chanyeol pasti menerimanya "amarah yoora naik, dia melihat daekhyun menggeleng lemah mencoba menenangkan yoora

"jangan eon, jangan , dia bisa saja membunuh bayi ini , jangan … tidak apa aku meninggalkannya disini sampai nanti akhirnya aku kembali membawanya kedalam hidupku "tangis daekhyun pecah , hatinya sakit mengingat nanti dia harus berpisah dengan bayi itu

"tidak, aku yang akan merawatnya, sampai bayi hyemi lahir. Jika bayi hyemi sudah lahir maka aku akan memberikannya padamu lagi , setidaknya kau masih bisa dekat dengan anakmu jika dia bersamaku , kau mau kan ? "ujar yoora membuat daekhyun berterimakasih banyak padanya , dia tidak tau mungkin jika tidak ada yoora dia bisa benar benar kehilangan anaknya itu .

"gwenchana , istirahatlah dengan anakmu , eonni akan mengusahakan sebelum chanyeol pulang , eonni sudah menyiapkan semuanya , akte kelahiran , dan yang lainnya "ujar yoora memberikan ki kwang pada daekhyun , daekhyun mengangguk lalu menidurkan ki kwang disampingnya dan dia juga berbaring disamping ki kwang

"sekarang jangan pikirkan apa apa , pikirkan anakmu dan dirimu saja , bersenang senanglah . apa eonni perlu membelikan nya beberapa baju ?"tanya yoora daekhyun menggeleng

"tidak perlu eon , aku sudah membelinya "dusta daekhyun , tentu dia belum membelinya dan rencanya malam I nilah dia keluar bersama ki kwang untuk membeli nya

"Namany-"

"PARK KI KWANG , energi dari sinar yang menerangi keluarga park "

"tidak menanyakan pada chanyeol dulu ?"daekhyun menggeleng lemah, akhirnya yoora pamit pulang dan membiarkan sang adik istirahat

Fear Of Losing

"Happy birthday angel park , wish you all the best .'hanya itu pesan suara yang diberikan daekhyun pada chanyeol, tentu dia sangat tidak ingin berlama lama mengingat malam ini dia harus keluar untuk mencari beberapa pakaian untuk kikwang

Tiba tiba chanyeol menelponnya membuatnya memutar bolamatanya malas dan mengangkat telpon itu "yeoboseyo"

"hanya itu kado dan ucapan ulang tahun mu untukku"suara yang dirindukannya , daekhyun hanya berdehem tak ingin memperpanjang masalah . bahkan ki kwang sudah menatap sang ibu dengan tatapan sendu didalam gendongannya

"aku bingung harus ngomong apa lagi , pulanglah lebih cepat , aku merindukanmu , "ujar daekhyun singkat membuat namja disebrang sana sudah mendengus kesal

"ah kau memang tidak romantis "ujar chanyeol , hp itu membuat daekhyun susah menggendong ki kwang , makanya dia ingin cepat menyelesaikan telepon itu , dia mencari tempat duduk di depan café itu , tentu saja mereka sedang didalam mall

"memang aku tidak roman-"kata itu terpotong ketika ki kwang menangis , membuat chanyeol heran kenapa suara bayi seperti itu sangat dekat dengan pendengarannya

"huweee" daekhyun akhirnya menepuk pantat ki kwang pelan , membuat nangis bayi itu sedikit mereka

"itu siapa ?"

"siapa apanya ?" pertanyaan balik dari daekhyun , tentu sebenarnya dia tau apa maksud suaminya , dia hanya tidak ingin memperpanjang masalah , tapi suaminya yang memperpanjang masalah itu

"kau sedang dimana , kenapa ribut sekali " suara penuh intropeksi itu membuat daekhyun hanya berdehem lalu berdecak pelan

"aku di mall, sedang berbelanja, makanya jangan lama menelpon , tanganku sakit " tentu chanyeol mengerti langsung memutuskan sambungannya , dia hanya menunjukkan dia sedang marah jika daekhyun seperti itu ketika dia menelpon daekhyun .

"ckck,, liatlah appamu bahkan di bilang seperti itu dia sudah marah, ayo kita cari barang barangmu , kwangie"ujar daekhyun memasukkan hp kedalam sakunya lalu berjalan mencari peralatan yang ingin dibelinya. Tentu sja chanyeol sudah menyiapkan kartu atm jika istrinya ingin sesuatu, bahkan isi kartu itu tak penah habis, dikarenakan setiap bulan chanyeol akan mengirim uang kekartu itu kira kira $150 juta USD . uang segitu tidak ada apa apa untuk seorang park chanyeol. Kartu itu baru diantar oleh yunho tadi sore, mengingat nyonya mudanya tidak memegang uang sama sekali . Setelah puas berbelanja , daekhyun pulang dengan ki kwang yang sudah tertidur lelap di ggendonganya

"ck, kau selalu tertidur yaa"decak daekhyun mendapati anaknya itu tertidur lagi, memang wajar bagi para bayi jika mereka sering tidur di waktu umurnya masih kisaran 1-4 tahun , jadi wajar saja daekhyun tidak mempermasalahkan itu

Fear Of Losing

"kau merindukanku ?"tanya suara berat itu seraya memeluk tubuh kecil sang istrinya . sang istri hanya mengangguk pelan , dia memang merindukan suaminya itu tetapi disisi lain , dia lebih merindukan sosok kecil bayinya, iya bayinya , park ki kwang .

"Kenapa lemas sekali? "tanyanya, daekhyun menggeleng pelan lalu mengecup pelan pipi suaminya yang , memang memeluk tubuhnya secara possesive , itu .

"ah ya, eonni yoora baru memungut anak ? dari panti ?'tanya chanyeol yang dibalas anggukan daekhyun, 'iya chan , eonnimu memungut anakmu sendiri dari panti , puas' batiin daekhyun perih. Daekhyun hanya berguman iya lalu mengangguk

"Boleh tidak aku mengurus, anak bayi yang bersamayoora eonni , kasian yoora eonni sudah mengurus nara malah harus mengurus bayi itu "

.

.

.

.

.

.

.

..


Akhirnya TBC juga yawlah


hohoho di daekki nya udah melahirkan ,, yiiihuyyy.. akhirnyaaaaaaa

gimana untuk part ini ? hancur ? jelek ? gak ada feel? maaf kan naca,

naca juga merasakan kok kalo cerita ini cepat banget ,, berjalan cepatnya pun itu kelewat cepat jadi bingung harus gimaaaannaaaaaaa

udah ahh naca bingung ,, yang penting naca cuma mau minta Revieww...

jan jadi sidersss please , pan naca pen baca komentator sekalian mungkin ada yang harus di perbarui , asal jangan koment tentang banyaknya typos di ff ini titik !