You're not Ice in My Eyes

Disclaimer :

Naruto only milik Masashi Kishimoto-sama

But, This Fanfic is Mine ^_^

Pairing : GaaSakuSasu

Rated : T

Warning!

This Fanfic is many Typo, OCC, Kalimat masih berantakan, dan Kurang jelas.

Jadi, Kyou minta Bantuan Reviewnya dan pengertiannya. ^_^

Happy Reading Minna…..

Chapter Six

.

.

"Jika. Jika saja… Kau tak menyatakan cintamu pada Matsuri….. Sakura… Sakura mungkin tak akan menjadi seperti ini. Gaara….."

"Hah?"

.

Suasana di lorong rumah sakit terasa sepi setelah pertanyaan yang diajukan Gaara, tak dibalas apapun oleh gadis didepannya. Semuanya terasa sunyi dan senyap. Gadis didepannya masih diam dan enggan mengangkat wajahnya. Bahkan teman sebangkunya, yang semula menonton edegan mereka, ikut menundukkan kepalanya. Gaara sungguh tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Apa hubungannya, Dia, Matsuri dan Sakura? Dia sungguh belum bisa memahaminya. Dan ketika ia ingin bertanya lebih jauh,

SRrEEttttT

Semua mata tertuju pada pintu yang terbuka yang menampilkan pria paruh baya berpakaian serba putih yang sering disebut seorang Dokter. Dokter itu keluar bersama asisten-asistennya dari ruang gawat darurat yang ditunggui Ino, Sasuke dan Gaara. Dengan segera, Ino menghampiri sang Dokter yang masih sibuk berbincang-bincang dengan para asistennya.

"Bagaimana keadaan Sakura, Dokter?" Tentu saja itu pertanyaan pertama yang keluar dari seorang sahabat yang khawatir. Dokter itu memandang Ino sejenak, lalu menyuruh para asistennya pergi untuk mempersiapkan sesuatu.

Dengan awalan berupa helaan napas, Dokter itu mulai menceritakan keadaan pasiennya. Semua mata menatap dengan serius, semua telinga mendengarkan dengan seksama, tapi, hanya Ino yang dapat berekspresi dengan baik. Wajah terkejut tidak bisa ia tutupi selama mendengar penjelasan Dokter didepannya.

Dan setelah Dokter itu berlalu, tak bisa ia membendung cairan bening yang memaksa keluar dari aquamarine-nya. Dia terisak pelan didepan pintu, sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Sasuke yang melihat kejadian didepannya, hanya menunduk, sambil mempererat genggaman tangannya. Tapi, tidak dengan Gaara.

Perlahan, dia mendekati gadis pirang yang merupakan sahabat kecilnya, lalu menarik pelan punggung gadis itu dan memasukannya dalam pelukan. Gaara merasakan, tubuh gadis itu sedikit terguncang, yang menandakan bahwa, gadis itu sedikit terkejut atas perlakuannya, tapi selanjutnya, gadis itu kembali menangis.

"Ba-hiks-bagaimana-hiks-jika-hiks-dia-hiks-melu-hiks-melupakanku?" Tubuh Gaara menegang mendengar pertanyaan Ino. Dia juga merasakan hal yang sama. Dia juga takut jika Sakura akan melupakan dirinya.

"Tenang saja, Sakura akan baik-baik saja." Balas Gaara yang mencoba menenangkan Ino dan dirinya sendiri. Akan tetapi, reaksi Ino sungguh diluar dugaan. Ino mendorong tubuhnya menjauh dan menatapnya dengan tajam.

"BAIK-BAIK SAJA KATAMU? KAU TIDAK MENDENGAR KATA DOKTER? SAKURA MENGALAMI PENDARAHAN DISEKITAR KEPALANYA! DAN ITU AKAN MEMBUAT DIA MELUPAKAN INGATANNYA! BAGAIMANA JIKA DIA TAK MENGINGAT KENANGAN KITA? BAGAIMANA JIKA DIA TIDAK INGAT PERSAHABATAN KITA? BAGAIMANA JIKA KITA TAK KAN PERNAH BISA BERSAMA LAGI? Bagaimana jika…. Dia melupakanku… Selamanya…." Kata Ino dengan sendu dikalimat terakhir.

"A-aku, hanya ingin menenangkan dirimu, Ino….Aku tidak tau jika itu akan meluka-

"MENENANGKANKU? SAKURA SEPERTI INI GARA-GARA KAU! GAARA! JIKA SAJA KAU TAK BERPACARAN DENGAN SI MATSURI ITU! SAKURA TAK AKAN SEPERTI INI!" Sepertinya Ino sudah tak tahan lagi dan tidak peduli lagi, dimana ia sekarang.

"Apa yang kau-

"APA KAU TIDAK MENGERTI? SAKURA MENCINTAIMU BAKA!"

Deg.

"Jika saja kau tidak menyatakan cintamu pada Matsuri diatap sekolah, dan andai saja Sakura juga tak mengetahuinya, Sakura mungkin tak akan melamun dan melupakan bahwa sekolah kita berada dipinggir jalan. Dia pasti akan setuju pulang bersama denganku. Dia pasti… baik-baik saja sekarang…"

Ino menundukan kepalanya. Mungkin Ino tidak tau, tapi menurutnya, itu adalah teori yang membuat sahabat pink-nya terbaring lemah dirumah sakit. Dan disisi lain, dia juga merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi janjinya, untuk tidak menceritakan apapun pada Gaara.

"A-aku tidak tau, ji-jika…. Sa-Sakura…." Gaara tak mampu lagi berkata apapun. Dia terlalu terkejut mendengar hal yang baru saja terdengar. Dan mendengar ketidaktahuan Gaara, membuat Ino geram. Dia menghapus air matanya dengan kasar lalu mengangkat wajahnya. Dengan senyum yang meremehkan,

"Itulah alasannya, kenapa aku memanggilmu Baka! Gaara."

Deg.

"Kau tau? Sebenarnya, dulu, aku juga mengira, kau hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat. Begitupun dengan Dia. Tapi, setelah kejadian, dimana kau menariknya dari Sasori-senpai dengan tatapan dingin dan marah, itu berhasil mengubah pandanganku dan pandangannya." Ino menghempaskan napasnya.

"Hah! Yang benar saja Gaara! Mereka hanya berjalan beriringan, tapi, kau memberikan tatapan yang sangat mengerikan. Adakah orang yang berfikir, itu bukan tanda kecemburuan?"

"I-itu karena… aku takut siswa itu mengganggu Sakura… Bukankah itu kekhawatiran yang wajar dari seorang sahabat?" Kata Gaara sambil memalingkan wajahnya.

"Hah. Jika itu kekhawatiran seorang sahabat, bukankah aku juga sahabatmu? Kenapa kau tidak menarikku pergi saat Sai-kun menyatakan perasaannya kepadaku? Bukankah kau juga tidak mengenal Sai-kun dengan baik? Bahkan jika disuruh memilih, wajah Sasori-senpai lebih terlihat seperti orang baik dibandingkan Sai-kun, bukan? Tapi, kenapa? Kenapa kau menarik Sakura pergi dan aku tidak? Apa kau tidak menganggapku, sahabatmu?" Ujar Ino dengan penuh nada keraguan.

"Tentu saja kau adalah sahabatku. Ino." Tegas Gaara.

"Jadi, Itu bukan kekhawatiran seorang sahabat, kan? Kau lah yang membuatnya merasa terlindungi dan nyaman bersamamu. Kau yang membuat semua laki-laki tampak buruk dimatanya. Jadi, bukan salah Sakura jika dia memikirkan bahwa kau mungkin mencintainya, bukan?" Gaara hanya bisa menundukan kepalanya.

"Tidakkah kau merasa, kau sangat jahat Gaara?" Gaara mendongakkan kepalanya dan melihat wajah sendu yang ditampilkan sahabatnya.

"Kau membuat Sakura menunggumu untuk menyatakan cinta. Tapi, yang ia dengar malah pernyataan cintamu pada orang lain yang baru kau kenal di SMA ini. Kau benar-benar jahat Gaara…" Ujar gadis pirang itu dengan lemas, tapi, Gaara hanya diam.

Dengan tersenyum kecut, Ino melanjutkan perkataannya,

"Sudahlah. Mungkin, satu-satunya hal positif dari hilangnya ingatan Sakura adalah hilangnya ingatan tentang dirimu."

Deg.

"Sebaiknya kau pergi. Jika Sakura terbangun dan melihatmu, aku takut, aku takut dia akan mengingat rasa sakit yang ia peroleh darimu." Ino menatap Gaara dengan serius. Tapi, pemilik jade hijau yang sudah tampak kosong itu tak merespon perintah Ino.

"Tolong Gaara, jika kau tidak bisa membalas perasaan Sakura, jadilah orang asing baginya. Dengan begitu, Sakura akan baik-baik saja dengan ingatannya yang baru. Dan kau juga, baik-baik saja bersama Matsuri….." Gaara menatap dengan tatapan tak percaya dan sedih, sehingga Ino memilih mengalihkan pandangannya.

'Ma'af Gaara…. Sakura sudah banyak terluka… Aku akan menjaganya untukmu, dan untukku….'

TBC

Huaahhh... Chap 6 Up!

Arigatou Minna~ Kyou tunggu reviewnya ya... ^^

Bye-Bye!