Chanyeol menatap kosong kearah sebuah plang kusam yang terpasang kokoh diatas bangunan tersebut.
" PARADISE"
Entah berapa lama ia sudah pergi dari bar itu dan berhenti menjadi DJ. Ia hanya sedikit rindu pada suasana bar yang lebih bebas. Jam baru menunjukan pukul 09.00 AM , masih pagi memang.
Mata Chanyeol membulat sempurna ketika melihat sesuatu didepannya . Di meja mini bar tempat barthender diva yang pernah ia taksir dulu, terdapat dua orang yang tengah berciuman ganas. Ia tau seseorang yang tengah merangkul leher lawannya dan melenguh nikmat itu adalah Baekhyun. Tapi siapa lelaki yang ia ajak berciuman? Rambutnya blonde halus mengingatkannya pada sosok….. ah tidak! Ia kesini untuk menenangkan diri bukan mengingat Kris lagi!
" Yeollie? "
Chanyeol tersadar dari lamunannya kemudian melihat kearah Baekhyun yang menatapnya heran dengan seorang namja yang….
" KAU?"
Teriak namja itu bersamaan dengan Chanyeol
" Lulu mengenal yeol? "
Tanya Baekhyun yang menerjap – nerjapkan matanya lucu kearah seseorang yang ia rangkul lehernya.
" Park Chanyeol? Tentu saja… bocah bodoh yang rela tidur dengan adikku yang sama bodohnya, iq dibawah rata – rata . Pasangan yang serasi "
Ujar namja itu sinis sambil kembali menatap Baekhyun mesra,
" Apa yang kau lakukan disini Luhan? "
Tanya Chanyeol dengan nada yang tak ramah
" Ck, bocah tidak tau sopan santun…. Bahkan aku lebih tua darimu "
Chanyeol tidak merepon dan Luhan hanya mendengus malas
" Mencari informasi tentang adikku…. dasar kalian berdua memang menyusahkan "
Ucap Luhan sekilas lalu kembali terlarut dalam ciuman bersama bibir manis Baekhyun dan melancarkan cumbuannya ke hal yang lebih intim.
Chanyeol memandang risih . Karena ia merasa diabaikan, Chanyeol lebih memilih berjalan ke taman kota dan duduk sebentar. Ia meruntuki kecerobohannya karena lupa membawa mantel tebal, sebentar lagi musim dingin ia hanya mengenakan celana jeans hitam panjang , kaus biru tua berkerah V dan jaket tipis.
' Pluk '
Sebuah mantel tebal jatuh kebadannya dan menyelimuti Chanyeol. Chanyeol menoleh kebelakang ingin melihat siapa yang memakaikannya mantel namun tidak ada seorangpun dibelakangnya.
Chanyeol yang heran kembali menoleh kedepan. Betapa kagetnya ia melihat sosok yang selama ini telah menghantui pikiran dan mengisi hari – harinya. Sosok yang tak ingin ia temui namun sangat ia rindukan.
" Kris… "
Gumam Chanyeol pelan
" Lama tak berjumpa Channie "
Chanyeol membuang muka kearah kiri untuk menghilangkan rasa gugupnya pada Kris. Tanpa sadar Kris menangkap seburat merah yang muncul dipipi putih Chanyeol. Entah karena cuaca yang dingin atau karena berhadapan dengan dirinya sekarang.
" Sudah kubilang jangan temui aku lagi "
Chanyeol menatap Kris dengan pandangan datar dan nada bicaranya terdengar dingin. Kris menghela nafas dan tetap berjongkok.
" Kenapa? "
" Karena aku tak suka bertemu denganmu "
" Apa aku berbuat salah ? "
" Iya "
" Apa itu "
" Kau tak perlu tau "
Kris tau namja didepannya ini susah diluluhkan dank eras kepala. Tapi justru itulah appeal point dimata Kris. Membuatnya merasa tertantang
Kris memegang salah satu telapak tangan Chanyeol dan meniupnya
" Apa yang kau lakukan? Le-lepaskan "
" tanganmu dingin "
Chanyeol tak membalas dan membiarkan Kris melakukan hal semaunya sampai dia bosan.
Kris berpindah duduk disamping Chanyeol namun Chanyeol masih tak menatapnya. Dengan kesal Kris menarik Chanyeol ke dekapannya. Chanyeol yang kaget memberontak mencoba melepaskan pelukan Kris. Sia – sia tenaga Kris jauh lebih kuat ketimbang dirinya Chanyeol hanya pasrah ketika kris memeluk dan menyandarkan kepalanya didada Kris. Pendengarannya menangkap sesuatu …
" Kau mendengar detak jantungku? "
"…."
" Jangan harap kau bisa lari pergi setelah membuat detak jantungku tak beraturan "
"…."
" Aku membutuhkanmu "
" Tapi aku tak membutuhkanmu "
" kau bohong "
" Aku tidak- "
" Jantungmu berdetak cepat Chanyeol , jangan berbohong "
Setelah itu Chanyeol bungkam, berbohong bukanlah hal yang bisa ia lakukan dengan mudah. Seketika mereka berdua larut dalam ketenangan. Sibuk dengan pemikiran masing – masing.
" jadi, apa alasanmu meninggalkanku? "
Tanya Kris masih mendekap Chanyeol
" tidak ada "
" bohong "
" Kris…. "
Kris tak menjawab gumaman Chanyeol, berbicara dengan Chanyeol yang seperti ini membuat ia jengah.
" Pernahkah kau memikirkan orang lain? "
" seperti memikirkanmu? "
" Bukan, maksudku lebih seperti keluargamu atau orang selain dirimu? "
" Selama aku bersamamu semua hal bisa kuubah, berhentilah untuk khawatir…. "
Kris merengkuh tubuh Chanyeol erat. Kemudian kembali mecium lembut bibir Chanyeol.
Kedua wanita paruh baya itu menghembuskan nafasnya berat.
" Kris… aku tak menyangka memiliki calon menantu tak tau malu seperti dirimu … meniduri adik tunanganmu… aishh jinjja setelah Chanyeol kenapa aku harus pusing dengan anak orang ! "
Eomma Chanyeol berteriak dramatis sambil memijat pelipisnya, sementara suaminya hanya mencoba menenangkan istrinya dengan menepuk – nepuk bahun istrinya lembut.
" Sudahlah eonni, mau bagaimana lagi… Chanyeol sudah kebobolan "
Chanyeol terbalak kaget ketika mendengar perkataan eomma Kris, hey ayolah… dia bukan wanita dan kalimat 'kebobolan' itu sedikit janggal ditelinganya.
Kris hanya terbengong – bengong, ia kira eommanya akan mencaci maki dirinya dan chanyeol tapi nyatanya eomma keras kepalanya itu menyerah juga.
" Pernikahan…. Kalian akan segera dinikahkan " Ucap appa chanyeol final
Kris bersorak gembira dalam hati, Chanyeol kembali memasang muka masam… sisa hidup masa mudanya harus terbuang untuk mengurus kris sebagai istri… istri? Oh… memikirkannya saja Chanyeol pusing, walau sebenarnya ia cukup senang juga (?)
" tapi itu setelah Chanyeol lulus dari kuliahnya yang tertunda di amerika " eomma Chanyeol melangkah pergi dari ruang tamu rumahnya bersama suaminya dan eomma Kris.
" Aisshhh jinjja ternyata pernikahan kita diundur lagi "
Ucap kris malas sambil merebahkan dirinya di sofa ruang tamu
" Memang sejak kapan mereka merencanakan kita menikah? "
" aku pikir kita tak akan menikah "
" Jadi kau tidak mau menikah denganku Kris? "
" tidak "
"…."
" Mana ada yang mau menikah dengan anak bodoh sepertimu Channie, selesaikan dulu kuliahmu atau kau akan menjadi istri yang bodoh "
Kris mencubit hidung Chanyeol gemas , kemudian meninggalkan Chanyeol di ruang tamu.
" YAKKK! SIAPA YANG KAU BILANG BODOH DASAR NAGA BODOH! "
Chanyeol berlari mengejar Kris. Seseorang menatap dua pasangan bodoh itu datar dari beranda tangga.
" Cihh dasar pasangan idiot, harusnya kalian berterimakasih padaku " Namja cantik berambut blonde itu mnyeringai penuh arti.
FLASHBACK LUHAN SIDE
" Gyahh… Kris apa yang kau lakukan pada kamar apartemenku hah? "
Luhan berdecak kesal dengan Sehun kecil yang menatap horror pada Kris. Rambut blondenya terlihat kusut dan acak – acakan. Tidak ada lagi pandangan tajam dari mata elangnya, hanya ada pandangan sayu yang memancarkan kepedihan yang mendalam. Badannya tak terurus dengan hanya menggunakan kaus singlet dan boxer. Keadaan kamarnya-pun tak jauh berbeda… sampah snack dan kaleng bir dimana – mana. Bahkan Luhan menemukan dalaman Kris didepan pintu kamar tergeletak dengan tidak elitnya.
Kris tak memperdulikan keberadaan ayah anak itu dan tetap menatap kosong tv-nya yang menampilkan acara drama khas ibu – ibu rumah tangga. Luhan menatap ngeri sebelum masuk ke kamar Kris dan….
' Buaaagghhh '
Kris terpental jatuh ke lantai dengan tidak elitnya karena dipukul oleh namja cantik yang notabene lebih pendek darinya. Kris tetap menatap sayu pada Luhan sambil mengelap darah disudut bibirnya. Sehun mengembungkan pipinya lucu sambil berjalan kearah Kris.
" Klis ajhussi jorok! "
Ucap Sehun dengan nada kekanak – kanak sambil menendang betis Kris dengan kaki kecilnya. Kris meringis kecil karena Sehun menendang tepat di tulang kering kakinya. Cih… ayah dan anak memang sama saja, sadisnya.
Luhan menarik kaos singlet Kris dan menatapnya garang.
" Apa kau Kris? Kau bukan Kris Wu yang kukenal! Adikku tidak mungkin menyerah dan berakhir menyedihkan tanpa melakukan perlawanan "
' Duaghhh '
Luhan membanting Kris ke lantai dan sekali lagi Kris mengerang lemas karena kepalanya terbentur lantai. Luhan tak berhenti sampai sana, ia menyuruh Sehun keluar kamar dan Sehun setuju. Setelah Sehun keluar kamar. Ia menunjukan seringaian terseram yang pernah Kris lihat dari dalam diri Luhan. Oh… tidak.. dia mebangunkan imblis sebenarnya di keluarga Wu.
" Apa aku pernah mengajarimu menjadi lemah adik bodoh? "
Luhan meletakkan kakinya diperut Kris. Kris menelan sallivanya kasar.
" A-aku hanya butuh waktu ge…. Mengertilah aku argghhhh "
Luhan menekan kakinya ke perut Kris.
" Setelah menyakiti eomma lalu kau menyerah sia – sia? "
" Karena Chanyeol, Chanyeol menolak arghhh ge argghhhh "
" Kau meniduri adik tunanganmu, mengatakan suka padanya lalu setelah dibuang kau menyerah dasar bodoh tidak bisa diampuni "
" arghhh arghhh "
" gara – gara 3 hari kau mengunci diri kau tau apa saja yang kulakukan untukmu? "
Luhan menatap Kris bengis dan kembali menarik kaos Kris. Kris hanya bisa meringis pasrah.
Luhan menatap pusing berkas – berkas didepannya. Semenjak kris mengunci diri di kamar apartemennya ia harus menggantikan semua pekerjaan Kris.
Sudah cukup Luhan yang membuat eommanya pusing dan kecewa karena dia menghamili seorang gadis di umur 17 tahun hingga harus merawat Sehun. Bagaimana-pun Luhan tetap bersikeras menyembunyikan identitas yeoja atau eomma Sehun pada eommanya karena bagaimana-pun eomma Luhan bukan orang sembarangan. Bisa saja ia menyingkirkan yeoja yang menjadi pengusik hidup anaknya dengan sekejap mata karena yeoja itu bukan apa – apa.
Setelah kejadian itu eomma Luhan hampir saja ingin membuang Sehun ke panti asuhan , untungnya wajah Sehun atau Wu Shi Xun sama sekali tak menyerupai eommanya.
Jadi Luhan hanya bisa bersyukur karena anaknya telah diterima keberadaannya. Setelah masalah itu selesai Luhan kembali dipusingkan dengan masalah eommanya dan Kris.
" Anak bodoh itu mau membunuhku hah! Bisa saja menyerahkan pekerjaannya dengan santai padaku "
Luhan mematahkan pulpen yang ia pegang dengan satu tangannya dan menghela nafas. Ia memang satu – satunya pihak yang bisa diandalkan dalam keluarganya. Appanya benar – benar sibuk mengurus cabang – cabang perusahaan tentu saja ia tidak bisa dibebani lagi.
Luhan memarkirkan mobil sports mewahnya di parkiran basement mansion keluarga Wu. Sudah lama ia meninggalkan rumahnya ini. Apa eommanya kesepian sendiri disini? Entahlah,
" Luhan? "
" Eomma "
Luhan memeluk eommanya sayang. Dasar yeoja keras kepala… coba saja dia sedikit melembut seperti wanita lainnya atau setidaknya bersikap acuh kepada Sehun karena sudah menerima keberadaannya, Luhan pasti tetap tinggal disini dan menemani yeoja kesepian itu.
Luhan merasakan bahunya basah… eommanya menangis
" Waeyo eomma? "
" K-Kris… "
" arraseo… kita bicara didalam "
Luhan tersenyum miring mendengar perkataan eommanya. Terkadang ia benar – benar bangga memiliki otak cerdas dan mulut pintar yang dengan mudahnya mengasut seseorang, bahkan sampai keurusan ranjang.
Hanya berbekal pengetahuan seadanya tentang hubungan Kris dan Chanyeol juga sedikit alur kejadian yang diubah seenak jidatnya Luhan mendapati eommanya yang menghela nafas dan mengangguk setuju
" Eomma akan menerima Richard Chanyeol atau siapalah…. Lagipula dia putra sahabatku yang memiliki perusahaan mendukung kerjasama "
Luhan memutar bola matanya malas. Apa semua ini dipengaruhi oleh appanya? Eommanya penuh pertimbangan sekali ketika menyangkut hubungan dan perusahaan.
" jadi eomma menerima kenyataan kalau kris gay? "
" N-ne "
" lalu bagaimana dengan aku dan Sehun? "
" Baiklah Sehun boleh tinggal disini silahkan… aku akan menyayanginya dengan sepenuh hati "
Luhan tersenyum penuh kemenangan
" Dan aku akan berhenti mengurus kalian berdua kemudian menfokuskan diri pada Sehun… lagipula kau dan Kris sudah dewasa… terserahlah kalian mau jadi gay atau menikah dengan pria sekalipun aku sudah tidak peduli… lelah mengurus kalian yang tidak lagi mendengar nasehat "
Luhan bersorak girang dalam hati, akhirnya eomma yang memiliki kepala sekeras batu menyerah juga. Ahh… ia harus menghajar kris hingga habis setelah ini… benar – benar anak bodoh.
" Sudah dengar Tuan muda Wu yang pengecut? "
Kris meringis. Pasalnya pipinya sudah bengkak keunguan dan tubuhnya sakit. Ia sama sekali tak menyesal…. Bahkan senyum dibibirnya mengembang mendengar perkataan Luhan .
" Berani kau menyuruhku diam dikantor dan menggantikan mu lagi akan kupotong lehermu "
Ucap Luhan sakartis kemudian keluar dari kamar Kris.
Kris menyeka dara yang mengalir disudut bibirnya. Rasanya sakit, namun hatinya sangat bahagia
" Masih ada kesempatan lagi…. "
FLASHBACK LUHAN SIDE END
-THE END -
a/n : sorry buat updarenya yang terlalu lama... padahal yang nge-review eren tapi akunya terlalu sibuk makanya
susah update... maklum -_- sekalian ganti pen-name biar seru lol
lagi dalam masa - masa ujian wkwk
Terimakasih atas respon para reader pada ff gaje bin ajaib ini, aku seneng banget bacanya
sorry gabisa bales review satu - satu
yang pasti aku sangat berterimakasih kepada reader yang meluangkan waktunya buat ngisi kotak review
Mad Decameter ChanBaekLuv Kropi.L Koukei Harumi Kim Mika
EXO Love EXO Byun Nope izzy Eunfa lee Noname wereyeolves
enchris.727 ngeJAMBAN sayakanoicinoe Nounha Apel 1105 AngelGie HantaoRis HnChan8S Krisyeol Lover En Ice Rakun
Dragonius Meidi Lee Happybacon Keepbeef Chiken Chubu miszshanty05
KrisYeolJjongTae kotakpensil Jung Eunhee PRae15Cha12 daddykaimommysehun
anniewez deerpop Polarion95 SenseMVP Nam Min Seul Ecung daddykaimommysehun parkchan17 yoonheeyun totomato
TaohunJaya yukachin pandarkn
Kim Mika-ssi ff krisyeol Beautiful Foolishness-nya dilanjutin dong
karena aku biasanya habis baca komik snk baca ff di hp
jadi aku ngereview pake guest atau nama samaran(?)
habis penasaran sama tu ff -_- maaf sedikit melenceng disini
wkwkwk
sarangburung para reader /lovesign/ 34569
