DANCING QUEEN
Chapter 5
Cast: Luhan, Sehun, Kai, Lay, Kyungsoo
Support cast: EXO's member. SNSD's Sooyoung-Yuri. And another cast is going on
Genre: Romance, Drama, School Life (GS)
Rate: T
.
.
Hai…nara is back
Sesuai janji nara, nara akan masukan adegan kai, lay dan kyungsoo pada chapter ini jadi readers tersayang engga bingung lagi
Happy reading
.
.
Luhan memasuki ruangan latihan dengan bersungut-sungut. Mengutuk Sehun yang dengan sesuka hatinya meminta sesuatu yang sangat aneh. Buat Sehun jatuh cinta padanya? Itu sesuatu yang sangat mustahil, Luhan baru beberapa hari di Korea dan belum lama mengenal Sehun, tapi pria itu malah minta yang aneh-aneh. Oh, dari awal Sehun memang aneh bagi Luhan. Kalau Luhan bisa, ia akan mematahkan leher Sehun saat itu juga.
Luhan membuka pintu ruangan dengan hati-hati, tidak ada orang di dalam. "Halo, permisi," Luhan mengedarkan pandangannya. Semua dinding kaca itu memantulkan bayangan Luhan. Luhan mengedikan bahunya, lalu masuk lebih dalam lagi. Setelah menaruh tas di pojok ruangan dan mengganti sepatunya, Luhan memulai pemanasan sebelum menari.
Selalu seperti itu, saat Luhan menari, seolah dia berada di dunia lain, di dimensi yang berbeda. Belum ada yang bisa mengalihkan Luhan dari menari. Napas Luhan adalah menari, hidup Luhan adalah menari. Luhan akan terus menari sampai saat ia tidak bisa menggerakan tubuhnya lagi.
Sebuah tepukan tangan menyadarkan Luhan. Luhan mematikan music dari iPodnya dan melihat pantulan bayangan seorang dari dinding kaca. Seorang gadis. Gadis itu masuk ke dalam dan menghampiri Luhan. Matanya meneliti Luhan dari atas hingga bawah, lalu senyuman ramah tercetak di wajahnya yang manis. Seperti panda, Luhan membatin.
"Hai, kau trainee baru? Aku Huang Zi Tao. Senang bertemu denganmu" Tao mengulurkan tangannya yang disambut antusias oleh Luhan. "Aku Xi Luhan. Senang bertemu denganmu juga Tao" Luhan tersenyum manis. Tao membelalakan matanya. "Kau dari China?" tanyanya. Luhan mengangguk. "Aku juga!" Tao berseru senang. "Aku dari Qindao. Kau dari mana Luhan?"
"Aku dari Beijing." Tao menepuk tangannya, "Kita bisa berteman Luhan. Kau tahu, orang China jarang sekali disini, aku senang bisa menemukan orang China lagi selain Kris gege." Luhan hanya tersenyum mendengarnya. Benar 'kan semua orang di PH Entertainment memang sangat baik.
"Apa kau juga trainee? Aku belum pernah melihatmu," Luhan duduk di lantai dan meluruskan kakinya, Tao mengikuti Luhan, duduk di lantai. "Hmm, sebenarnya aku artis baru PH Entertaiment. Baru saja debut, jadi kau jarang melihatku disini." Luhan manggut-manggut. "Apakah kau mengenal Byun Baekhyun?" Luhan bertanya lagi. "Oh, Baekhyun eonni! Aku kenal! Dia itu favoritku,"
"Favoritmu?" Luhan menyerngit, "Tapi dia kan belum debut."
"Memang, tapi aku sudah pernah mendengar nyanyiannya. Sungguh indah. Sayang sekali dia belum didebutkan."
Lalu datang beberapa orang kedalam ruangan, Luhan dan Tao langsung bediri dan menyapa mereka semu. Dan diantara orang-orang itu Luhan melihat Minyoung, staf wanita Sehun. Minyoung bergegas menghampiri Luhan dan memeluknya. "Luhan-ah bagaimana kabarmu? Apa kau senang berada disini?" Luhan tertawa dan membalas pelukan Minyoung. "Aku baik eonni. Dan ya, aku sangat senang berada disini." Minyoung melepas pelukannya. "Oh syukurlah kalau begitu," Mata Minyoung beralih ke Tao yang dari tadi hanya berdiri diam.
"Huang Zi Tao kenapa disini? Bukankah kau harus latihan?"
"Kris gege belum datang. Aku bosan menunggu." Tao mengerucutkan bibirnya. Bibir Tao sudah tipis ditambah dengan kerucutan, oh betapa imutnya gadis itu.
"Dan kau, kenapa belum latihan juga? Apa Sehun belum datang juga?" Kali ini Minyoung mengarahkan pertanyaannya untuk Luhan. "Belum," Jawab Luhan.
"Tunggu sebentar," Tao menginterupsi, "Luhan kau dilatih oleh Sehun?" Luhan mengangguk.
"Berarti kau sudah kenal dengan Sehun?" Luhan mengangguk lagi.
"Sudah, sudah Tao kau kembali ke ruangan latihanmu. Luhan kau tunggu disini saja" Minyoung memberikan perintah final untuk Tao dan Luhan.
"Baiklah." Jawab keduanya.
.
.
Bagi Yixing tidak ada yang menarik hatinya selain menari. Menari adalah kehidupannya, sudah banyak yang ia korbankan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang penari hebat. Keluarga tercintanya harus ia tinggalkan. Kehidupan remajanya harus ia tinggalkan. Dan orang terkasih, harus ia tinggalkan. Semuanya demi menari. Maka dari itu Yixing berjanji untuk mewujudkan impiannya untuk semua yang sudah Yixing korbankan. Bukankah hidup adalah sebuah pengorbanan?
Selama ini Yixing tidak pernah memperdulikan pendapat orang-orang tentang dirinya. Mereka hanya iri pada Yixing, Yixing yang tidak pernah menyerah, Yixing yang selalu bersemangat, Yixing yang selalu berusaha untuk impiannya.
Yixing menyelesaikan latihan menarinya pada pukul Sembilan malam, ini terlalu awal, karena biasanya Yixing akan terus berlatih hingga tengah malam. Tapi seseorang yang dari tadi sudah menunggunya, membuat Yixing harus selesai sebelum orang itu menarik paksa Yixing dari ruang latihan.
Setelah membersihkan dirinya Yixing langsung menuju mobil yang sudah diparkirkan di depan. Jongin tersenyum ramah saat Yixing sudah memasuki mobilnya. "Kau pasti belum makan." Jongin menjalankan mobilnya dan segera bergabung pada lalu lintas. Yixing memijat lehernya yang terasa sedikit pegal. "Apa kau mau dipijat dulu," Jongin melirik sekilas kegiatan Yixing yang memijat sebagian tubuhnya. "Tidak perlu. Kita langsung pulang saja." Jongin tersenyum kecut mendengar jawaban ketus dari Yixing. Jongin sudah terbiasa mendapat perlakuan kasar dari Yixing, tapi itu tidak menyulutkan hati Jongin untuk mendapatkan Yixing. Jongin sudah terlanjur menyukai Yixing.
Jongin memacu mobilnya menuju apartemen Yixing. Jongin melirik kesamping, Yixing tertidur. Seulas senyum tercipta di wajah Jongin. Jongin suka sekali melihat Yixing ketika tidur, tampak cantik dan polos. Inilah sesungguhnya Yixing, dibalik sikap sombong dan ketusnya Yixing menyimpan wajah malaikat. Dengan dimple satu dipipinya, membuatnya semakin manis. Jongin memakirkan mobilnya di basement apartemen Yixing. Setelah mematikan mesinnya Jongin membangunkan Yixing.
"Xing kita sudah sampai. Bangunlah" Jongin mengelus pipi lembut Yixing. "Aku lelah," Yixing hanya menggeliat dan kembali tidur. "Kau ini," Jongin terkekeh, lalu melepas seatbelt Yixing dan keluar dari mobil, memutar kesamping. Jongin memungungi Yixing dan mengangkat tubuh Yixing. Ringan sekali, lalu menggendong Yixing menuju apartemennya. Jongin sudah sering main ke apartemen Yixing, jadi ia tidak perlu membangunkan Yixing untuk memberitahu kode pintu apartemen Yixing.
Setelah pintu terbuka, Jongin segera menuju kamar Yixing dan meletakkan Yixing di ranjangnya. Jongin membuka hoodie dan sepatu Yixing lalu menarik selimut hingga sebatas dada. Jongin berdiri dan sedikit merenggangkan badannya. Sebelum pergi, Jongin menyempatkan untuk mengelus rambut halus Yixing. "Joonmyeon" Yixing mengigau, Jongin tersenyum miris, Yixing belum melupakan mantan kekasihnya sampai sekarang. Jongin segera berlalu dari kamar Yixing dan pergi meninggalkan apartemen Yixing.
Sepeninggal Jongin, Yixing meneteskan airmatanya.
.
.
Pukul sebelas malam Luhan baru sampai di asrama, bersama Baekhyun dan Tao, mereka baru saja selesai latihan. Tao berpisah dengan Luhan dan Baekhyun di lantai dua. "Aku lelah sekali Baekhyun," Luhan beringsut ke sofa begitu Baekhyun membuka pintu. Baekhyun menggeleng, "Baru segini saja kau sudah mengeluh, bagaimana nanti jika kau sudah debut. Akan sangat melelahkan dari ini." Baekhyun menggiring Luhan ke kamar. Baekhyun masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, sedangkan Luhan sudah terbuai kea lam mimpi. Biarkan kali ini Luhan tidur tanpa mandi. Luhan sangat lelah.
Pergi ke sekolah adalah salah satu kegiatan yang membuat Luhan hampir tidak bersemangat, kalau saja Luhan tidak ingat pada kompetisi menari yang diadakan sekolahnya, Luhan tidak akan pergi ke sekolah. Tidur malam dan bangun pagi, baru di Korea Luhan merasakan itu. Dan lagi, alasan Luhan tidak ingin ke sekolah adalah Yixing. Gadis itu sepertinya mempunyai insting dimana Luhan berada.
Seperti saat ini, Yixing sudah berdiri, dan dengan gaya sombongnya, di depan pagar sekolah menunggu Luhan. Luhan sudah menyiapkan ancang-ancang untuk menghadapi Yixing. Siap mental, dan bila perlu siap fisik, kita tidak pernah tahu niat seseorang bukan? Yixing menarik lengan Luhan begitu ia sudah berada tepat di depannya. "Pagi Luhan, kau tidak ingin menyapaku?" Luhan melepas tangan Yixing dan berbalik menghadapnya. "Pagi Yixing. Hari yang indah," Luhan dan Yixing saling melempar senyum licik.
"Selamat pagi Xi Luhan dan Zhang Yixing," Suara Sooyoung mengakhiri perang senyum diantara mereka, Luhan berderap ke Sooyoung sedangkan Yixing menghela napasnya. "Pagi Guru Choi." Sooyoung mengelus kepala Luhan, "Aku dengar kau masuk dalam tim penari inti di kelas guru Kim Hyoyeon, benar?"
"Iya guru. Aku senang sekali" Luhan hampir meloncat ketika mengatakannya, Sooyoung tersenyum gemas melihat tingkah lucu Luhan. Yixing berdecih, "Itu hanya keberuntungan Guru Choi," Luhan mencibir. Yixing melengos begitu saja dari hadapan Sooyoung dan Luhan, ingin sekali rasanya Luhan memotong lidah tajam Yixing. Sooyoung mengusap lembut punggung Luhan, "Sudahlah jangan dengarkan dia. Sebaiknya kau segera ke kelas."
"Baik guru" Luhan membungkuk hormat sebelum pergi ke kelasnya.
.
.
Kyungsoo berlari kecil di koridor menuju ruang latihan menari, di tangannya terdapat sekotak bekal dan botol air mineral. Selama dijalan senyum Kyungsoo tak pernah luntur dari wajahnya. Bekal itu untuk Jongin, ia sudah sering membuatkan bekal makan siang untuk Jongin, walaupun Kyungsoo tidak pernah tahu bekalnya benar-benar dimakan atau berakhir di tmpat sampah. Yang penting Kyungsoo dengan senang hati membuatkan bekal untuk Jongin.
Langkahnya semakin pelan dan jantungnya berdebar cepat ketika ia sudah sampai di depan pintu ruang latihan menari. Kyungsoo mnghirup napas banyak-banyak dan membuangnya, menetralkan rasa gugupnya. Setelah yakin pada penampilan bekalnya—dan dirinya—Kyungsoo perlahan mengetuk pintu itu. Tapi tangan Kyungsoo tidak mengetuk pintu itu karena pintunya sudah terbuka dan Jongin keluar dari dalam sana.
Kyungsoo mundur tiga langkah karena kaget akan kemunculan Jongin. Jongin menatap datar Kyungsoo dan berjalan melaluinya, tapi tangan Kyungsoo mencegah Jongin. Jongin berbalik dan Kyyungsoo harus menahan napasnya karena ia sudah lancang menyentuh tangan Jongin.
"M-Maaf," Kyungsoo berkata lirih sambil mentap Jongin takut-takut. "I-Ini aku bawakan bekal untukmu," Kyungsoo mencegah Jongin lagi ketika Jongin sudah siap untuk pergi. Jongin menatap bekal Kyungsoo lalu menatap Kyungsoo. Kyungsoo hampir memekik kesenangan karena bekalnya diambil oleh Jongin. "Selamat menikmati bekalnya. Semoga kau suka," Kyungsoo membungkuk pada Jongin walau Jongin hanya berlalu. Tidak ada yang membuat Kyungsoo senang daripada mendapatkan respon Jongin. Walaupun responnya agak dingin.
Jongin menatap bekal makanan yang dibuat Kyungsoo, kotak makan berwarna biru dengan gambar kartun Pororo menghiasi tutup kotak itu. Pororo? Kekanakan sekali. Jongin membuka bekalnya dan menemukan sushi ikan yang rapih ditata. Jongin mencomot satu sushi dan matanya melebar. Enak sekali! Belum ada yang membuatkan bekal untuk Jongin yang seenak ini. Jongin sedikit menyesal, kemarin-kemarin tidak sempat menyicipi bekal Kyungsoo, karena ia selalu memberikannya pada Yixing.
"Enak juga masakannya. Yixing tidak pernah memberikanku bekal." Jongin memakan satu lagi sushinya dan tersenyum. "Mulai besok aku akan menyuruh Kyungsoo untuk membuatkanku bekal yang enak,"
Dan Kyungsoo tersenyum senang mendengar penuturan Jongin. Kyungsoo mengakhiri kegiatan mengintip Jongin dan pergi ke kelas dengan hati yang berbunga-bunga.
.
.
Luhan membulatkan matanya melihat Sehun yang berada di kantin, bersama Tao dan Baekhyun dan mengobrol sangat dekat. Ternyata mereka sudah berteman lama, mungkin dari masa training dulu. Luhan sangat ingin bergabung kesana, tapi ia sangat canggung. Bukan karena Luhan tidak enak hati, tapi Luhan masih malu berhadapan dengan Sehun setelah pria itu mengutarakan permintaannya kemarin sore. Untung saja semalam Sehun tidak bisa datang untuk melatih Luhan, jadi Luhan bisa bernapas lega. Tapi Luhan tidak siap kalau bertemu Sehun lagi, apalagi di sekolah.
Luhan baru saja akan ke meja makan sebelum Baekhyun memanggilnya, "Luhan! Disini," Baekhyun melambaikan tangannya. Luhan terpaksa berjalan ke meja Baekhyun dan duduk di samping Baekhyun, tepat di depan Sehun.
"Kau sendirian Luhan?" Tao bertanya, Luhan hanya mengangguk. Luhan masih berdebar, berusaha sebisa mungkin untuk tidak melihat Sehun. "Kau kenapa Luhan? Aneh sekali hari ini?" Baekhyun memegang kening Luhan, "Kau tidak panas, tapi kenapa wajahmu memerah begitu?" Luhan gelagapan untuk menjawab. Bagaiman Luhan mengatakannya ya? Masa dia harus bilang, aku bingung bagaimana membuat Sehun jatuh cinta padaku? Tidak! Hell no! Never ever!
Apalagi ada Sehun di depannya!
Sehun menyenderkan punggungnya dan tertawa kecil, membuat Tao dan Baekhyun menyerngit bingung, sedangkan Luhan mendelik. "Kenapa tertawa Sehun? Tidak ada yang lucu." Tao mendorong pelan bahu Sehun. Sehun tahu apa yang membuat Luhan gugup. Setelah berdehem dan meredakan tawanya, Sehun mencondongkan badannya ke depan.
"Bagaimana mengatakannya ya?" Sehun berpura-pura berpikir, "Aku…baru saja mengatakan perasaanku pada Luhan."
Tao, Baekhyun dan Luhan melotot ke arah Sehun dan berteriak bersamaan, "APA!"
To be continued
.
.
Haii…akhirnya nara menyelesaikan part ini
Nara minta maaf jika part ini kurang feel dan kurang panjang
Ada beberapa factor yang menyulitkan nara berpikir untuk menulis part ini, tapi nara juga harus cepat memposting cerita ini
Jadilah part ini part yang pasti mengecewakan.
Maafkan nara, maafkan nara
Tapi nara berterima kasih untuk yang membaca dan mereview cerita nara
Kalian adalah yang terbaik *peluk*
Balas review dan thanks to ada dibawah ya
Terima kasih
.
.
thanks to:
Ohristi95exindira DwitaDwitaHyunRaPeter LuÉclair Ohlisnana1luhan deer milkhunhan-yuriNiiraauwiechan92Chanyeol's WifeOh LuhanKevinlee
And more 1500 silent readers
Thanks for your silent
Balasan review
Kevinlee: hai kemana aja baru nongol lagi, hehehe terima kasihnya masih setia sama nara… insya allah nara akan terus update cepat, kalau engga ada halangan *smile*
HyunRa: sudah update! Iya nih Sehun sudah mulai move on (tapi nara belum, okeh abaikan) ayo bantu luhan buat suka juga sama sehun, hihihi…tentang kyungsoo dan jongin akan segera terungkap hehehe
Oh Luhan: ne, sabar yaaa… kompetisi dancenya pasti luhan yang menang, harus yakin, ayou luhan fighting! Hehehe
Chanyeo's Wife: gomawo, jeongmal gomawo… suka sama cerita nara, bikin nara terharu *mewek* hehehe hunhan moment akan semakin banyak di part selanjutnya, so stay tune yaaa…
Lisnana1: okeh ini sudah lanjut, ayo bantu luhan bikin sehun kelepek-kelepek hehehe…
Uwiechan92: caranya, kirim sms dengan mengetik luhan spasi cinta spasi sehun, okeh abaikan… ya jongin suka lay, dan bagaimana dengan kyungsoo kita lihat setelah pesan-pesan berikut, hehehehe tungguin aja chap berikut yaa…
Niiraa: jangan marah sama yixing plis, ini semua salah nara yang bikin yixing seperti ini, hahahaha…penasaran kan sama reaksi luhan, baca chap ini yaaa..
Ohristi95: waaahhh makin seru katanya, makasih *cium* YJY untuk Yixing Jongin Yuri, hemm boleh juga hahaha…mafkan nara belum bisa memperpanjang cerita, karena nara *sebagian teks menghilang*
Exindira: iiiiin! Itu laynya udah panjang, eh? Hehehe makasih iin sayang *peluk lagi*
.
Nah terima kasih sudah mau membaca
Annyeong!
