Love Magic
Chapter 6 The Mysterious Woman
Ichigo: Langsung deh! Update!
Di chapter ini Rin di serang sama wanita jahat, untung ada yang nolongin…
Rin: Eh? Sama siapa?
Ichigo: Ada deh… baca aja~ baca disclaimer sana!
Rin: Lha? Amoretta mana?
Ichigo: Dia lagi ke salon, udah jangan banyak Tanya!
Rin: Ok. Vocaloid bukan milik Ichigo, dia cuman punya fic ini beserta OC nya
Ichigo: Ya langsung aja, jangan lupa ripiuw! .
Genre: Drama, Romance, Fantasy, Supernatural
Rate : T
Disclaimer : di atas ada *nunjuk-nunjuk ke atas*
Warning: Banyak typo, OOC, de el el (jadi mohon maaf karena tangan saya cuman 2)
Rin POV
"Haaaahh… Lega rasanya, sekarang tinggal pergi ke Len-kun, nanana…." Ucapku yang baru saja keluar dari toilet. Lalu sambil bersenandung kecil aku berjalan ketempat Len sedang menunggu.
Sepertinya pengunjung sudah banyak yang pulang. Jadi takut juga kalau sepi begini. Apalagi toilet nya itu jauuuuhh banget, dekat hutan. Jadinya sepi banget. Harus buru-buru nih!
Aku terus berjalan cepat melewati air mancur, taman, kios lalu air mancur lagi, taman, kios lalu air mancur, taman lalu….
Eeet, tunggu dulu, kok rasanya aku cuman muter-muter daerah ini aja? Perasaan jalannya udah bener apa jangan-jangan aku…. TERSESAT! Dan seketika itu juga kabut tebal menutupi arah jalan.
Aduh bagaimana ini? Tidak ada orang lagi. Oh ya! Aku telepon saja Len!
Lalu kuambil handphone yang ada di tasku lalu membalikkannya. Wajahku langsung pucat saat melihat handphomeku yang bertuliskan 'NO SIGNAL'. Hwaaaa~~~ Bagaimana ini!
Aku hanya bisa panik. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki. Mungkin itu Len yang sedang mencariku.
"Le-Len… tolong aku…" ucapku saat mendengar suara itu sambil sedikit menangis.
Namun rupanya langkah kaki itu bukanlah milik Len, melainkan milik seorang wanita yang mengenakan pakaian aneh. Dengan pakaian serba hitam dan ungu yang lumayan seksi.
Dengan tengkorak di kedua bahunya. Dengan lengan hitam yang mengembang di bagian pergelangan. Baju berwarna ungu, dan memakai ikat pinggang besar mulai dari bawah dada sampai pinggul yang berwarna hijau dengan sabuk-sabuk kecil hitam sebagai pengikatnya. Dan rok panjang berwarna hitam dengan renda putih. Dan juga sepatu boot panjang berwarna hitam.
Wanita itu berambut hitam dan wajahnya kelihatan sangat tidak bersahabat ditambah tatapan yang sangat tajam! Dengan bibir berwarna ungu tua dan kelopak mata yang berwarna ungu pula. Kukunya panjang dan berwaran ungu.
Satu hal yang bisa aku simpulkan dari orang itu. Bahwa tatapan mata orang itu padaku sangat mengerikan dan bertampang seperti ingin membunuhku! Kami-sama, tolong aku!
Tanpa kusadari, air mataku mulai menetes karena ketakutan. Dan wanita itu semakin mendekatiku, lalu memegang wajahku dengan paksa ke atas.
"Heee~… Tidak kusangka targetku akan semanis ini… Ini akan sangat menarik… Haha…" ucapnya sambil masih mengangkat wajahku keatas dan memberikan tatapan membunuh padaku. Yang bisa kulakukan saat itu hanyalah menangis. Aku tidak bisa berteriak karena wajahku masih di genggam wanita itu. 'Seseorang tolonglah aku!'
"Nah, gadis manis sekarang saatnya kau berakhi—" belum seempat ia menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba saja muncul cahaya yang langsung menghantam tubuh wanita yang sedang mencoba membunuhku. Dan wanita itu tergeser cukup jauh dari tempat berdirinya sebelumnya, namun posisinya masih berdiri.
Dan aku terlepas dari genggamannya dan terjatuh. Lalu kulihat arah sumber cahaya tersebut.
Di sana telah berdiri seorang gadis dengan baju berwarna hitam, putih dan kuning. Lengan panjang hitam dengan pita kuning berenda di pangkal lengan, dan memiliki renda putih di ujung pergelangan. Lalu pita-pita kecil dan berenda berwarna putih di bagian baju yang berwarna hitam. Dengan rok yang mengembang berwarna hitam dengan renda putih. Dan sepatu boot panjang dengan pita kuning sebagai talinya.
Di rambutnya ada sebuah pita kuning dengan renda putih dan sebuah batu permata berwarna biru sapphire di tengah-tengah pita tersebut dan juga sebuah lambang bintang. Dengan rambut cream yang diikat ponytail dan poni panjang yang dijepit dengan jepit putih kecil yang berkilau dengan bentuk bintang. Dan sebuah tongkat dengan panjang berwarna gold dengan bentuk bintang dan bulan di ujungnya dan juga memiliki pita putih dengan kristal biru sapphire di tengahnya.
"Syukurlah, sepertinya aku tepat waktu." Ucap gadis itu dengan santainya. Dan gadis itu adalah gadis yang sangat kukenal, tak lain dan tak bukan adalah…
"A-Amoretta…-chan?" ucapku dengan terbata-bata. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa yang berdiri di sana adalah Amoretta. Dan pakaian itu…
Tiba-tiba saja wanita jahat yang tadi terhempas berjalan kembali menuju arahku dan Amoretta. Sambil membersihkan baju hitamnya yang terkena debu, ia berkata…
"Wah, wah… Kedatangan yang sangat tidak terduga. Nona Amoretta~" ucapnya sambil tersenyum sinis dengan tatapan yang sinis pula pada Amoretta. Amoretta langsung meloncat dan berdiri di depanku untuk melindungiku. Lalu ia tersenyum pada wanita itu.
"Hmmm~ Tidak kusangka juga kau akan berada disini, Nyonya Opalnaria Rain. Kau sangat licik menggunakan kabut tebal untuk menjebak gadis ini" Ucap Amoretta pada wanita yang bernama Opalnaria itu. "Apa kau masih menginginkan kemudaan (?) dari gadis-gadis tidak bersalah lagi? Kau itu sudah tua, tidak perlu kau sembunyikan dalam tubuhmu yang seksi itu juga aku sudah tahu. Tidak selamanya kau akan berpenampilan muda."
"Dari kata-katamu sepertinya kau mengajakku untuk bertarung. Jadi Nona Amoretta… Apa kau benar-benar ingin bertarung denganku?" ucap Opalnaria dengan sinisnya.
"Dengan senang hati Nyonya Opalnaria." Balasnya sambil membungkuk. "Rin-chan, sepertinya kau harus menjauh dari sini. Atau kau bisa terluka." Ucapnya kemudian, memperingatiku untuk segera menjauh. Aku langsung menurut dan segera pergi menjauh.
"Atas nama Rune Titania! Kini kupanggil Morning Star!" setelah Amoretta mengucapkan kata itu. Tiba-tiba saja tongkatnya bersinar. Lalu muncul sebuah lingkaran dengan bintang dan bulan yang berwarna kuning dan bersinar di sekitarnya.
Dari dalam lingkaran itu, muncul sesosok wanita dengan pakaian serba biru dan di tangannya yang sedang mengarah keatas, ada sebuah benda bulat yang menyerupai bintang dengan warna kuning dan bersinar.
"Hmph… Kau memanggil sampah yang tidak berguna itu? Sepertinya kau hanya menyia-nyiakan energimu. Atas nama Rune Hades Gate! Kupanggil Phantom Knight!" ucap Opalnaria.
Sama halnya dengan Amoretta, di dekat Opalnaria juga muncul lingkaran bersinar, namun warnanya biru pucat dengan sebuah benda menyerupai gerbang. Dan dari gerbang itu ada sesuatu seperti hantu yang melayang.
Dan dari dalamnya muncul makhluk aneh seperti hantu, dengan wujud menyerupai kesatria yang hanya tersisa tulang belulang dan memegang sebuah pedang besar dan tameng.
"Morning Star, Gloria Lux*!" perintah Amoretta pada benda/gadis/orang/hantu atau apalah itu. Di saat yang sama, Opalnaria juga memerintahkan Phantom miliknya. "Pahntom, Miles Gladio**!" titahnya.
Lalu hantu itu mulai berlari hendak meyerang Morning Star milik Amoretta, namun dengan segera Morning Star menembak dengan menggunakan bintang yang ada di tangannya. Dan seketika hantu milik Opalnaria musnah.
"Jadi… sepertinya aku yang menang Nyonya Opalnaria~" jawab Amoretta sambil tersenyum mengejek.
"Hmph! Setidaknya aku tidak menggunakan banyak energiku. Aku hanya baru pemanasan. Sampai jumpa lagi Amoretta." ucap Opalnaria dengan nada sinis, lalu menghilang dalam pusaran angin penuh bulu hitam. Dan kabut tebal segera lenyap.
Aku yang melihat semua itu hanya bisa melongo, lalu Amoretta membalikkan badannya menghadap ke arahku. "Sekarang sudah aman, Rin-chan"
Akupun segera keluar dari tempat persembunyianku, dan aku punya sejuta pertanyaan untuk Amoretta. Dan Amoretta hanya senyum-senyum melihatku saat aku menghampirinya.
"Rin-chan apa kau tidak ap-" tiba-tiba saja ucapannya terputus.
Tiba-tiba saja Amoretta pingsan dan pakaian yang ia pakai langsung lenyap dan berubah menjadi pakaiannya yang tadi pagi. Wajahnya kelihatan sangat pucat!.
Lalu entah dari mana tiba-tiba muncul seorang cowok dengan rambut hitam dan mata merah seperti darah. Pakaiannya juga serba hitam.
Cowok itu lalu segera menggendong Amoretta yang tak sadarkan diri ala bridal style. Lalu ia melihat ke arahku dan berkata…
"Nona, sebaiknya anda tidak memberitahukan hal ini pada siapapun, dan semua yang anda lihat mengenai Nona Amoretta." Setelah itu, ia segera meloncat dengan sangat tinggi dan menghilang di balik kegelapan langit yang sudah menghitam.
Beberapa saat setelah hilangnya cowok misterius itu beserta Amoretta, Len datang dan segera memarahiku karena lama.
"Kau ini dari tadi kemana sih sampai selarut ini? Ayo cepat pulang!" omel Len.
"Maaf, tadi aku… tersesat… Len-kun" ucapku berbohong, mengingat apa yang dikatakan oleh cowok misterius tadi aku tidak boleh bilang pada siapa-siapa.
Dan kami pun segera pulang, dengan langit malam beserta bintang-bintang yang menemani kami.
-skip time, dirumah Rin-
"Sebenarnya, Amoretta itu siapa sih? Dan siapa cowok misterius tadi? Waakkh! Ini benar-benar membuatku bingung!" ucapku sambil teriak-teriak sendiri.
'Tapi, Amoretta sudah menyelamatkanku dari wanita bernama Opalnaria itu. Aku harus berterima kasih padanya besok' gumamku. Setelah itu akupun segera terlelap sambil memeluk bantal jeruk kesayanganku.
Normal POV
-di lain tempat-
"Uukhh… Aku… dimana?" ucap gadis itu sambil memegangi kepalanya. Ia memang sedari tadi pingsan.
"Akh! Nona Amoretta sudah bangun!" ucap seorang cowok berambut hitam yang segera menghampiri gadis bernama Amoretta.
"Co-cornelius?" ucap Amoretta pada cowok tersebut.
"Ya, nona. Tapi jika saya dalam wujud manusia saya, maka nama saya adalah Bartido Ballentyne" ucap cowok bernama Bartido itu. Dan Amoretta tersenyum tipis.
"Tidak biasanya kau menjadi sopan dan ramah begini, Bartido-san" ucapnya dengan nada agak mengejek.
"Itu karena dalam wujud ini saya hanyalah pelayan anda, berbeda kalau saya dalam wujud soul gem anda, maka saya adalah guardian anda. Makanya saya cerewet. Mohon maaf, Nona Amoretta." ucap Bartido dengan sangat sopan.
"Kau seperti memiliki dua kepribadian, tapi tidak apa, aku suka kok. Dan juga, tidak usah minta maaf, Bartido. Aku sudah terbiasa." Ucapnya sambil tersenyum tipis.
"Syukurlah kalau begitu nona. Sebaiknya nona besok tidak usah sekolah dulu, energy nona sudah habis karena tadi nona memanggil Morning Star. Saya permisi dulu." Ujarnya lalu segera berjalan keluar kamar.
"Ah, Bartido!" panggil Amoretta.
"Ya?" tanyanya. Lalu Amoretta memberikan sepucuk surat padanya.
"Tolong berikan ini kepada gadis yang bersamaku kemarin, Kagamine Rin." Ucapnya.
"Baiklah, saya permisi dulu." Ucap Bartido. Lalu ia segera meninggalkan kamar Amoretta.
'Aku harus menjelaskan semuanya pada Rin' gumam Amoretta. Lalu ia pun segera terlelap karena kelelahan.
*Glory Light / Cahaya kemenangan
** Knight Sword / Pedang ksatria
~To be Continued~
Ichigo: Yap, segitu dulu~
Rin: Lama-lama ni cerita jadi rumit.
Amoretta: zzzzzz *tidur*
Ichigo: Amoretta tidur, tidak biasanya. Ya readers, dari pada saya nanti ngebangunin Amoretta dengan ocehan saya, lebih baik saya minta review nya ya~ REVIEW PLEASE! W
Rin: Segitu dulu readers! Jaa ne~
.
.
Review or Discontinued?
.
.
