We are Enemies and Lover
-yayaerma1-
Cast :
- Kwon Soonyoung (Hoshi)
- Lee Jihoon (Woozi)
- Others member Seventeen
Pairing : SoonHoon, and others/? Temukan sendiri~
Genre : Romance.
Warning : bxb, YAOI! TYPO bertebaran :'v bukan cerita sempurna karena perlu banyak pembetulan di sana-sini :'v
Please Reviewnya~ Don't be Silent reader :'v
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
"Apa kalian...berkencan?" Tanya Soonyoung. Seungcheol dan Jeonghan saling memandang dan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya keluar, mereka sudah ketahuan.
"Duduklah dulu Soonyoung-ah." Kata Jeonghan. "Aku akan menjelaskannya." Lanjutnya.
"Tidak, chagi, biar aku saja." timpal Seungcheol.
"Biar aku saja Seungcheol-ah." Kata Jeonghan.
"Aku saja Jeonghanie." Kata Seungcheol lagi, Soonyoung yang melihat mereka menatap sebal.
"Aku tak peduli siapa yang akan menjelaskannya, siapapun itu yang penting kalian jelaskan sekarang agar aku bisa mengerti." Kata Soonyoung membuat dua namja yang lebih tua setahun darinya itu mengangguk patuh.
"Kami berdua memang berkencan, aku dan Seungcheol sebenarnya sudah berteman sejak kami masih berumur 5 tahun." Kata Jeonghan.
"Kami mulai berkencan sejak setahun yang lalu." Lanjut Seungcheol.
"Se-setahun yang lalu?" Tanya Soonyoung meyakinkan dirinya jika dia tak salah dengar.
"Iya Soonyoung-ah, Mianhae kami tak memberi tahu siapapun soal ini bahkan dirimu yang sangat dekat dengan kami." Sesal Jeonghan.
"Aku cukup kecewa hyung. Aku pikir aku yang paling tahu rahasia kalian semua, tapi ternyata akulah yang paling tidak tahu, sama seperti Mingyu-Wonwoo yang tiba-tiba saja mereka sudah berkencan, aku bahkan tak tahu jika Mingyu menyukai Wonwoo sejak semester kedua kemarin. Dan sekarang kalian berdua juga sudah berkencan, kalian selalu terlihat tak akrab di sekolah dan ternyata itu hanya akting untuk membuat kami tak tahu tentang hubungan kalian sebenarnya." Kata Soonyoung, membuat dua namja di depannya semakin merasa bersalah.
"Emm.. Soonyoung-ah sebenarnya yang di sekolah bukan akting, itu adalah kenyataan itu terjadi karena aku sedang marah pada Seungcheol." Kata Jeonghan, Soonyoung menatap Jeonghan dan berkata "Aku tahu hyung hanya menghiburkukan?".
"Itu memang benar Soonyoung-ah, Jeonghan selalu marah padaku, karena aku selalu mengusilinya di kelas." Kata Seungcheol.
"Kau sangat menyebalkan Seungcheolie." Kata Jeonghan ketus.
"Lihat kan? Aku bahkan tak berbuat apa-apa." Kata Seungcheol.
Seungcheol dan Jeonghan bertengkar lagi hingga Soonyoung bertanya pada mereka apa mereka sering bertengkar seperti itu.
"Kami sering bertengkar seperti ini." Kata Seungcheol.
"Benarkah hyung? Jadi bagaimana bisa kalian bisa tetap bersama selama setahun ini?" tanya Soonyoung.
"Itulah kekuatan cinta Soonyoungie, meski kau bertengkar dengannya seribu kali, bukannya merasa benci kau malah semakin sayang padanya." Kata Seungcheol dan menatap Angel-nya.
"Cinta hm?" Gumam Soonyoung.
"Bagaimana denganmu Soonyoung-ah? Apa kau sudah jatuh cinta atau sekedar menyukai seseorang sekarang ini?" Tanya Jeonghan.
"Eoh? Mungkin aku sudah menemukan satu orang yang kusukai dan mungkin akan menjadi cinta… dan mungkin aku sudah mencintainya sekarang." Kata Soonyoung sambil menampilkan senyum termanisnya. "Ngomong-ngomong hyung, aku masih marah karena kalian baru memberitahuku sekarang, jadi aku minta pajak jadian dan pajak annivnya hari ini ya hyung?" Kata Soonyoung.
"Ternyata kau punya alasan tersembunyi heh?" Kata Seungcheol.
"Tak masalahkan hyung, lagi pula hanya aku." Kata Soonyoung sambil tertawa kecil.
"Traktir saja dia, Seungcheolie, lagi pula dia dongsaeng kita yang paling kita sayangikan?" kata Jeonghan sambil mengelus pelan puncak kepala Soonyoung.
"Berapa banyak dongsaeng yang kau sayang Jeonghanie?" Tanya Seungcheol.
"Eum… kalau di tambah murid baru itu mungkin ada 9 orang." Kata Jeonghan sambil mengingat anak-anak/? kesayangannya.
"Ah benar, aku dengar dari Chan kemarin, kalau Jun Sunbae mendekati Minghao saat Hallowen party." Kata Soonyoung setelah dia selesai memesan ice teanya.
"Benarkah? Syukurlah jika itu hanya Jun, dia namja yang baik dan aku tak masalah menitipkan Minghao bersamanya." Kata Jeonghan.
"Apa maksudmu menitipkannya? Apa kau Eommanya?" Tanya Seungcheol.
"Mereka semua anak kita, Soonyoung juga terkadang memanggilku Eomma, benarkan Soonyoungie?" Tanya Jeonghan dengan senyum manisnya.
"yah itu benar, Appa." Kata Soonyoung.
"Appa? Aku tak ingin punya anak sepertimu, Soonyoungie." Kata Seungcheol.
"Waeyo hyung? Aku kan tampan, imut, juga cerdas, bagaimana mungkin hyung tak ingin punya anak sepertiku? Eomma saja sudah mengakuinya." Kata Soonyoung.
"Apa kau tak ingin menjadi Appa dari anak-anakku Seungcheol-ah?" Tanya Jeonghan tajam.
"Bukan begitu maksudku chagi-ya, aku ingin, tentu saja aku ingin menjadi Appa dari anak-anakmu." Kata Seungcheol menenangkan kekasihnya.
"Kalau begitu terima Soonyoung jadi anakmu atau kita putus." kata Jeonghan.
"Heh?! Aahh arra-arra, aku mau dia menjadi anakku juga Jeonghanie." Kata Seungcheol. Dia mau tak mau memilih menjadikan Soonyoung jadi anaknya/? dari pada harus putus dari namja kesayangannya, lagi pula Soonyoung sangat dekat dengannya.
-Yayaerma1-
Esok harinya saat jam menunjukkan pukul 4 sore. Jihoon baru selesai dari acara dadakan di klubnya, mungkin selesai lebih cepat karena jam masih menunjukkan pukul 4 sore, masih terlalu cepat untuk pulang dan pergi tiduran, jadi Jihoon memutuskan untuk pergi berjalan-jalan, sekedar berjalan-jalan karena dia tak tahu ingin kemana.
"Jihoon?" Panggil seseorang, membuatnya berpaling untuk menatap seseorang yang memanggilnya.
"Soonyoung?" Gumamnya.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Soonyoung riang, sangat jarang melihatnya di suatu tempat dengan senyum yang mengenbang seperti ini.
"Jalan-jalan? Kau sendiri?" Tanya Jihoon balik. Hanya berbasa-basi tak masalahkan? Batin Jihoon.
"Aku juga." Jawab Soonyoung, senyumnya masih melekat di wajah tampannya, membuat Jihoon terpesona.
"Jangan tersenyum seperti itu." kata Jihoon sambil mengalihkan padangannya ke arah lain.
"Waeyo?" Tanya Soonyoung bingung.
"Karena…" kata Jihoon menggantung.
Karena aku bisa menyukaimu nantinya. Lanjut Jihoon dalam hatinya.
"Karena…?" Tanya Soonyoung penasaran.
"Sudah lah, apa kau tak tahu tempat yang menarik di sekitar sini?" Tanya Jihoon mengalihkan pembicaraan.
"Hmm.. ada satu tempat." Kata Soonyoung.
"Tempat seperti apa?" Tanya Jihoon tertarik.
"ayolah, jangan bertanya tempat seperti apa, tak menarik jika aku bilang padamu sekarang Jihoon-ah." Kata Soonyoung sambil menarik pelan lengan Jihoon untuk mengikutinya.
Jihoon menatap Soonyoung yang ada di depannya, dia merasa sangat nyaman di dekat namja bermarga Kwon ini, lalu dia menatap tangannya dan Soonyoung yang entah sejak kapan saling menggenggam.
"Nah di sini." Kata Soonyoung, membuat Jihoon menatap ke arah tatapan Soonyoung.
Itu hanya pemandangan Sungai Han, tapi yang membuatnya menarik ada sebuah taman kecil di sana. Taman kecil yang sangat terawat.
"Aku tak tahu jika ada taman di sini." Gumam Jihoon.
"Aku menemukannya setahun yang lalu dan merawat taman ini." Kata Soonyoung.
"Apa kau juga yang menanam tanaman-tanaman itu?" Tanya Jihoon, yang ditanya mengangguk cepat.
"Ini tempat yang bagus, aku bisa menulis lagu dengan tenang di sini." Kata Jihoon, sambil menghempaskan pantatnya ke sebuah bangku panjang yang ada di sana.
"Kalau kau menyukai tempat ini datanglah sesuka hatimu." Kata Soonyoung yang ikut duduk di sebelah Jihoon. Menatap Jihoon-nya yang sedang terpesona pada kenyamanan di tempat itu.
"Bolehkah?" Tanya Jihoon, matanya berbinar menunggu jawaban dari Soonyoung.
Lihat wajahnya yang lucu dan manis itu. Oh Lee Jihoon bagaimana mungkin aku tak menyukaimu jika kau semanis ini. Batin Soonyoung.
"Tidak." Jawab Soonyoung, membuat Jihoon menatapnya kesal, bibirnya mengerucut lucu.
Oh astaga! Lee Jihoon jangan mengerucutkan bibirmu atau aku akan menciummu! Batin Soonyoung, dia sungguh tak bisa mengendalikan dirinya jika saja dia tak ingat kalau Jihoon bisa berubah menjadi iblis yang sangat menakutkan.
"Aku hanya bercanda Jihoon-ah, tentu saja kau boleh datang." Kata Soonyoung sambil mengusap pelan pucuk kepala Jihoon.
Kenapa jantungku jadi berdebar-debar? Dan lagi kenapa dia jadi baik begini? Kau membuatku gila Kwon Soonyoung! Batin Jihoon kesal, dia hanya menatap Soonyoung yang tersenyum manis ke arahnya dan dia akan langsung merona.
Hening.
ah benar, aku harus minta maaf soal kemarin, karena aku dia sampai sakit. Batin Jihoon.
Apa aku katakan sekarang saja ya? Batin Soonyoung.
"Jihoon/Soonyoung." Panggil keduanya, sekali lagi mata mereka bertemu, hening kembali menyelimuti mereka lebih lama, dan keheningan itu berubah saat namja bermarga kwon itu bergerak lebih dulu. Jarak antara mereka sudah tak ada lagi, namja bermarga Kwon itu sudah mengapusnya, dan namja manis bermarga Lee menatapnya kaget, mata sipitnya terbuka lebar.
Dia... menciumku? Aku harus mendorongnya! Batin Jihoon, tapi seperti akal sehatnya dan tubuhnya sedang tak sinkron, dia malah menutup matanya dan menikmati ciuman manis itu.
Soonyoung memindahkan tangannya ke tengkuk Jihoon, sedikit menekannya, dan bibirnya melumat pelan bibir Jihoon. Dan Jihoon membalas lumatannya.
Tapi karena kebutuhan oksigen keduanya saling melepas ciuman itu dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, ciuman tadi membuat pasokan oksigen dalam paru-paru mereka habis.
"..." mereka saling diam, mengingat apa yang baru saja terjadi.
"Jihoon aku.."
"Aku harus pergi Kwon Soonyoung, terima kasih sudah mengajakku ka sini." Kata Jihoon dengan cepat berdiri dari tempat ia duduk dan meninggalkan Soonyoung. Soonyoung hanya terpaku menatap Jihoon-nya yang sudah pergi menjauh.
Dia marah. Batin Soonyoung kecewa pada dirinya sendiri. Kenapa aku lakukan itu sih? Pikirnya frustrasi. Tapi itu tadi terasa manis. Batin Soonyoung sambil menyentuh bibirnya, dia tersenyum kecil dan memandang sungai Han dengan perasaan sedikit/? senang.
-Yayaerma1-
Jihoon sudah sampai di kamarnya, tak ada Wonwoo di sana dan itu melegakan.
"Tadi itu apa? Kenapa aku membalasnya!" Kata Jihoon frustrasi.
Tapi bibir itu terasa manis batinnya sambil menyentuh bibirnya, dia masih bisa merasakan bagaimana lembutnya bibir Soonyoung, dan bagaimana lumatan yang diberikan Soonyoung padanya.
"Ani! Ani! Lee Jihoon sadarlah!" Katanya sambil menepuk pelan kedua pipinya.
"Ada apa denganmu Jihoonie?" Kata Wonwoo yang baru masuk ke kamar mereka.
"Tidak, aku hanya sedang mengantuk." Elak Jihoon.
"Benarkah? Jika kau ada masalah kau bisa ceritakan padaku." Kata Wonwoo dan duduk di dekat Jihoon.
"emm.. sebenarnya ada satu.." kata Jihoon.
"Apa?" Tanya Wonwoo, menurutnya sangat jarang Jihoon mau bercerita tentang masalahnya.
"Bagaimana kau bisa tahu jika kau menyukai seseorang atau tidak?" Tanya Jihoon, dan membuat Wonwoo sedikit terkejut. Sahabatnya yang satu ini tak pernah bertanya soal ini, sekalipun bertanya pasti untuk hal lain, seperti membuat lagu mungkin.
Mungkin, untuk lagu barunya. Batin Wonwoo.
"Yang pertama mungkin kau akan merasa nyaman di dekatnya, lalu jantungmu berdebar-debar jika di dekatnya, dan satu lagi, kau akan selalu mengingatnya dimanapun kau berada." Kata Wonwoo. "dan saat dia berbuat atau berkata sesuatu yang manis, seperti memujimu, pipi dan tubuhmu akan terasa panas." Kata Wonwoo, wajahnya sudah merona karena mengingat perlakuan Mingyu padanya.
"Apa itu yang kau rasakan saat bersama Mingyu?" Tanya Jihoon dan Wonwoo menjawabnya dengan anggukan. Setelah itu Jihoon diam dan menatap buku di depannya, dia melamun lagi, mencoba memikirkan apa yang terjadi tadi dan memikirkan perasaannya sekarang.
-yayaerma1-
"Jihoon!" Panggil Soonyoung, dia akhirnya bisa punya waktu bersama Jihoon, karena seharian Jihoon menghindarinya.
"Apa?" Tanya Jihoon tak ramah.
Dia masih marah soal kemarin yah? Batin Soonyoung.
"Aku.. aku ingin minta maaf soal kejadian kemarin." Kata Soonyoung.
Dia… minta maaf? Kenapa? Batin Jihoon, hatinya jadi terasa sakit.
"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud menciummu. Aku.."
'Jleb' hati Jihoon mencelos saat mendengar Soonyoung berkata begitu.
"Aku mengerti, tak apa, aku tak terlalu memikirkannya, anggap saja itu tak pernah terjadikan? Jadi sudahlah jangan mengungkitnya lagi." Kata Jihoon dan pergi meninggalkan Soonyoung tanpa menatapnya sedikitpun.
Apa aku salah bicara? Batin Soonyoung bingung.
Kau jahat Kwon! Batin Jihoon, dia berjalan cepat sambil menunduk, air matanya tiba-tiba sudah ada di pelupuk matanya, dia segera pergi dari keramayan, dan menangis di tempat yang sepi.
Bagaimana mungkin kau menciumku tanpa maksud apa-apa! Aku pikir kau… kau… mungkin saja… kau menyukaiku.. tapi ternyata... batin Jihoon kesal, Jihoon terisak dalam diamnya, dia terlanjur sakit hati karena acara minta maaf Soonyoung tadi, dia pikir Soonyoung akan mengatakan jika dia menyukai Jihoon karena itulah dia menciumnya, tapi ternyata Soonyoung hanya ingin menciumnya tanpa ada rasa apa-apa. Dia menangis sepuasnya di sana, melampiaskan rasa yang baru dia rasakan, baru kemarin dia merasakan apa itu rasa jatuh cinta, sekarang dia sudah merasakan apa itu rasa patah hati. Pabo Kwon, aku membencimu! Tapi entah kenapa aku masih mencintaimu! Batin Jihoon.
-Yayaerma1-
"Jihoon-ah." Panggil Jeonghan.
"Nde Sunbae?" Tanya Jihoon. Mereka baru berdua di dalam ruang klub.
"Aku lihat kau jadi cukup dekat dengan Soonyoung." Kata Jeonghan.
"Kenapa sunbae berpikir begitu?" Tanya Jihoon kaget.
"Kau tahu, biasanya kalian akan bertengkar di kantin saat berkumpul, tapi akhir-akhir ini kalian jadi jarang, sangat jarang bertengkar, malah terkadang kalian akan saling mencuri pandang." Kata Jeonghan.
"Eoh? Apa maksud sunbae?" Tanya Jihoon, wajahnya sudah merona, tapi dia sangat baik menyembunyikannya.
"Kau menyukai Soonyoungkan?" Tanya Jeonghan.
"Eoh?! Aku tidak menyukainya!" kata Jihoon dan dia diam sebentar. Tapi aku mencintainya. Lanjut Jihoon dalam hatinya.
"Aku membencinya! Sangaat! Aku saja berharap jika dia tak pernah lagi muncul di depanku." Kata Jihoon. Aku membencinya hingga aku jadi sangat mencintainya, aku berharap dia tak pernah muncul lagi di depanku, tapi akan selalu ada di sampingku. Batin Jihoon.
"Okay-okay Jihoon tenanglah, aku tahu sekarang kalau kau membencinya." Kata Jeonghan menenangkan Jihoon.
Tapi ada seorang yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, dia bermaksud bicara pada Jihoon, mengutarakan perasaannya, namun sebelum mengutarakannya dia sudah merasa ditolak. Kwon Soonyoung, dia mendengar jika Jihoon sangat membencinya, Jihoon juga berharap dia tak muncul di depan Jihoon lagi.
.
.
.
.TBC.
.
.
.
Balasan Review~
KittyJihoon : kkkkk~ mereka sudah saling cinta tapi masih salah paham :'v mereka di mana-mana selalu bikin greget padahal si uji udah ngasih kode ke hoshi tapi hoshi gk peka/? :v gak papa alay yang penting review dan bikin semangat buat bikinnya kkk~
Sonewbamin : ini udah lanjut kakak~ :v gimana? Makin greget? Tunggu chap selanjutnya yah~
Rsty764 : ini soonhoonnya udah banyak pake banget kok kkk~
nadiyaulya02 : dia sudah mencap Jihoon sebagai miliknya tapi jihoon…
mongyu0604 : kkkk~ ini udah banyak kan Soonhoonnya, malah greget banget :v Seunghan muncul-muncul malah berantem/? Kkkk~ jangan tanya kapan Soonyoung nyatain cintanya ;'v author pun gk tau kapan/? : chap depan masih banyak Soonhoon kok kkk~
Ntaekookie : kkkk~ gomawo~ ngomong-ngomong soal Verkwan, aku kasih bocoran mereka muncul di chap 7 :v tunggu ya~
Syahaaz : eaaa :v kkkk~ SoonHoon mainnya lirik-lirikkan :v Meanie mulai sini jarang muncul karena pasangan lain udah demo mau muncul #authorudahdidemoVerKwanJunHaoSeungHan ;'v
JonginDO : ini seunghannya sedikit lebih banyak/? Dan mereka muncul malah berantem ;'v pake acara minta putus lagi si eomma sama appa, kalo appa gak mau ngangkat Soonyoung jadi anaknya :'v
Kim ChenMin : namanya juga Jihoon kakak~ Jihoon kan gengsian #ditimvukJihoonpakegitar :'v yang chapter ini gimana? :v greget?
Uhee : ada dong ada :v Twitter : ayaerma16 Ig&Line: Yayaerma :v author jarang nyepam tweet cuman sering nyepam re-tweet :v samaaa~ aduuuhh ini couple dua unyu" tapi momentnya cmn sedikit :''v Jihoon seringnya sama Appa Seungcheol kalo gak sama Wonwoo, Mingyu, Hansol, Jisoo. :'v lah si Hoshi sama eomma Jeonghan, Mingyu, Wonwoo, Minghao, Seokmin, Jisoo, Hansol. :''v tapi mereka kalo bikin moment astagaaa! Bikin hati dan suara berteriak gaduh/? Yah SeungHan memang duluan jadian tapi diem-dieman :'v
Kkkkkkk~ gomawo reviewnya~ jadi semangat bikin lanjutannya~ . selalu kasih jejak Review yah biar fast update /
Kkkkk~ gimana SoonHoonnya? Sedih? Kesel? Atau ada yang lagi Baper sama kalimat Jihoon? Kalau ada yang tanya gimana endingnya Sad apa Happy, aku bakalan usahain buat Happy end :v jujur aku sendiri gk suka sad ending :'v apalagi gk tega bikin sad ending buat OTP kesayangan aku yang atu ini kkk~~
Okay~ diusahain buat fast update, soalnya kalo lama updatenya takut hilang feelnya :'v sampai jumpa dichap selanjutnya~ Annyeong! Don't forget Reveiwnya~ tap Follow and Fav this Story .
