Summary : Heechul yang sudah memiliki namjachingu dipaksa menikah dengan Yunho namja yang tidak dia kenal dan tidak dia cintai. Kim Jaejoong dongsaengnya, dipaksanya untuk mengaku menjadi dirinya. Dan tanpa diduga Yunho dan Jaejoong saling jatuh cinta. Bagaimana reaksi kedua orangtua mereka?

Desclaimer : Jae umma selamanya milik Yun appa. Tapi cerita ini selamanya milik saya.^_^

Warning : Genderswitch. (sebenernya saya lebih suka kalau umma tetep jadi namja, berhubung saya masih newbie dan belum begitu mendalami (?) YAOI jadi dengan sangat terpaksa harus saya Genderswitchkan untuk semua para uke) T_T, dan mungkin akan banyak typo yang berkeliaran (?)

Junsu dan Eunhyuk menghampiri Jaejoong yang terdiam, pandangannya terlihat kosong. Senior yang mengoceh didepannya sama sekali tidak digubrisnya.

"Joongie, gwaenchana?" tanya Junsu sambil menepuk pundak Jaejoong lembut.

"YA! KAU MENDENGARKANKU TIDAK?" Si senior tampak geram karena sedari tadi dia bicara tidak didengarkan oleh Jaejoong.

Junsu, Eunhyuk, dan senior itu terkejut saat melihat cairan bening mengalir dari mata doe Jaejoong.

"Joongie.." panggil Eunhyuk. Panggilan Eunhyuk membuat Jaejoong semakin terisak. Dan Junsu langsung memeluknya erat. Si senior tampak terkejut dengan tiba-tibanya Jaejoong menangis. Junsu dan Eunhyuk memberikan deathglare pada si senior. Dan terdengar juga gumaman dari mahasiswa di kantin yang mengatai senior itu kejam, jahat, dan sebagainya.

"Ya sudah, tidak apa-apa. Tidak perlu kau pikirkan masalah ini." Senior itu langsung pergi. Dan terdengar teriakan meremehkan dari seluruh mahasiswa dikantin itu.

"Ya! Dasar senior tidak tahu malu." Donghae setengah berteriak sambil berjalan menghampiri Jaejoong yang masih terisak.

"Sudah Jaejoong-ah. Senior itu sudah pergi. Jangan menangis lagi." Hibur Yoochun.

Bukannya berhenti, tangis Jaejoong semakin menjadi. Dipeluknya Junsu dengan erat yang membuat Junsu bingung.

"Joongie..uljima." hibur Junsu sambil mencium kepala Jaejoong sayang.

Jaejoong tetap terisak, sakit didadanya semakin terasa sakit saat mengingat ekspresi wajah Yunho. Lalu semua terlihat gelap bagi Jaejoong.

"JOONGIE!" teriak Yoochun, Junsu, Donghae, dan Eunhyuk bersamaan saat Jaejoong tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri.

Yunho memukul setir mobilnya dengan keras. Setelah mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata-rata dan hampir menabrak mobil lain membuatnya terpaksa meminggirkan mobilnya.

Diusapnya wajahnya dengan kasar, mengingat ucapan Jaejoong membuatnya sakit hati. Diremasnya dadanya dengan cukup kuat agar sakitnya perlahan dapat berkurang. Bukannya berkurang, rasa sakit itu semakin terasa menyakitkan dan membuat dadanya sesak. Dan air matanya keluar tanpa bisa dia hentikan.

"Boo…" gumamnya.

Hankyung menatap selembar kertas yang baru saja diberikan Shindong padanya. Dengan serius dibacanya tiap tulisan dikertas itu.

"Jung Yunho, 23 tahun, direktur Jung's Corp, lulus dari universitas ternama Amerika saat berusia 21 tahun, putra tunggal Jung Yesung dan Jung Ryeowook." Ucap Hankyung.

"Mian sajangnim, saya hanya bisa mendapatkan informasi itu."

"Tidak apa-apa. Aku ada tugas lagi untukmu, kau ikuti kemanapun Jung Yunho pergi. Nanti aku akan menghubungimu dan menanyakan keberadaannya. Aku ingin menemuinya dan bicara empat mata dengannya."

"Akan saya laksanakan sajangnim. Apa ada lagi yang harus saya lakukan?"

"Tidak ada. Dan jangan lupa untuk berhati-hati. Jangan sampai Jung Yunho memergokimu sedang mengikutinya."

"Baik sajangnim, saya permisi dulu." Shindong membungkukkan badannya lalu meninggalkan ruangan Hankyung.

"Chullie, aku tidak akan membiarkan namja itu memilikimu." Gumamnya sambil menatap kertas ditangannya dengan tatapan dingin.

#DIRUANG KESEHATAN#

Jaejoong terbaring dikasur ruang kesehatan dengan wajah yang sangat pucat. Eunhyuk dan Junsu duduk disamping Jaejoong, Yoochun dan Donghae berdiri dibelakang Junsu dan Eunhyuk sambil menatap Jaejoong prihatin.

"Sebenarnya ada apa dengan Joongie?" gumam Eunhyuk sambil menggenggam tangan Jaejoong.

"Apa ada hubungannya dengan namja itu?" gumam Yoochun.

"Mwo? Namja yang mana Chunnie?" tanya Junsu sambil menoleh kebelakang menatap Yoochun.

"Kau lupa ada seorang namja tampan tadi dikantin?" tanya Yoochun sedikit menekankan kata tampan pada Junsu dan membuat Junsu manyun.

"Ya, namja tampan." Tambah Donghae dan menekankan juga kata tampan untuk menyindir Eunhyuk.

"Memang apa hubungannya?" tanya Eunhyuk tidak menggubris sindiran Donghae.

"Aku tadi dengar Jaejoong memanggil namja itu 'Yunho oppa'. Ya kan Chun?" Terang Donghae.

"MWO?" teriak Junsu dan Eunhyuk kompak.

"Aishh..Jangan teriak-teriak. Kalian mau kita diusir dari sini eoh?" protes Donghae.

"Apa namja tadi itu Jung Yunho?" tanya Junsu.

"Sepertinya begitu. Dan aku curiga, kalau pingsannya Jaejoong ada hubungannya dengan Jung Yunho."

"Mwo?" bingung Junsu

"Apa maksudmu?" tanya Eunhyuk dan menatap Yoochun serius.

"Jaejoong tadi bilang kan kalau appa dan ummanya sudah pulang, jadi ahjussi dan ahjumma Kim tahu kalau Jaejoong menyamar menjadi Heechul noona. Dan kemungkinan keluarga Jung juga tahu kalau Jaejoong bukan Heechul noona." Jelas Yoochun. Junsu dan Eunhyuk manggut-manggut.

"Aku yakin terjadi sesuatu antara Jaejoong dengan Yunho." Gumam Donghae.

"Apa mungkin kalau Jung Yunho marah karena merasa dibohongi?" gumam Eunhyuk.

"Bisa jadi begitu. Atau mungkin karena sesuatu yang lain." Ucap Yoochun sambil manggut-manggut.

"Aku tidak menyangka kalau masalahnya akan serumit ini." Gumam Donghae sambil menggaruk belakang kepalanya yang tiba-tiba gatal.

"Ini semua salah Heechul eonni, coba kalau dia tidak menyuruh Jaejoong menyamar jadi dia. Ini semua tidak akan terjadi."

"Semua yang terjadi merupakan takdir Su-ie. Tuhan pasti merencanakan sesuatu dibalik semua ini." Jawab Yoochun bijak.

"Apa takdir Joongie selalu tersiksa begini?" Junsu kembali menatap Jaejoong dengan pandangan iba.

"Ngghhh…" Jaejoong melenguh pelan lalu membuka matanya perlahan.

"Joongie!" panggil Junsu dan Eunhyuk bersamaan.

"Syukurlah kau sudah sadar." Ucap Donghae.

"Kau membuat kami semua khawatir." Yoochun tersenyum saat Jaejoong membuka matanya sempurna.

"A..Aku dimana?"

"Kau diruang kesehatan. Tadi kau pingsan." Jelas Junsu.

"Pingsan?" gumam Jaejoong. Lalu dia berusaha mengingat kenapa dia bisa pingsan. Lalu bayangan Yunho terlintas dipikirannya. Dia ingat, ingat jika tadi Yunho datang kekampusnya.

"Yunnie.." gumam Jaejoong dengan air mata yang kembali mengalir dari mata doenya.

"Ya! Kenapa menangis lagi?" tanya Donghae heran.

"Yunnie.." isak Jaejoong –lagi-.

"Yunnie?" gumam YooSu dan HaeHyuk bersamaan.

"Sebenarnya ada apa Jaejoong? Ceritakan pada kami." Ucap Yoochun.

Jaejoong masih menangis. Eunhyuk mengusap lembut punggung tangan Jaejoong agar Jaejoong sedikit tenang.

Setelah Jaejoong sudah agak tenang, dia menoleh menatap keempat sahabatnya. Dengan masih berlinang air mata Jaejoong menceritakan semuanya.

"Itu tadi Jung Yunho…" mulai Jaejoong bercerita mulai appanya memarahinya sampai ekspresi wajah Yunho saat Jaejoong memberitahunya kalau dia bukan Heechul.

"Apa yang harus kulakukan? Aku tahu, sejak awal aku salah karena telah menyukai, ani..mencintai namja yang merupakan calon suami kakaku ..Aku tidak mau dia marah dan salah paham padaku. Meski aku tidak bisa..hiks..memilikinya, tapi setidaknya hubunganku dengannya tidak seperti ini..hiks..aku tidak mau dia membenciku." Keluh Jaejoong, Junsu bangkit dari duduknya lalu memeluk Jaejoong.

"Uljima Joongie, jangan menangis ne. kita bantu cari jalan keluarnya."

"Ne, kau tidak sendiri, ada kami disini yang akan siap membantumu." Hibur Eunhyuk dan diamini (?) oleh Donghae dan Yoochun.

"Go..gomawo..hiks.."

"Sudah, jangan menangis lagi, dimana Kim Jaejoong yang dingin dan cuek selama ini?" ledek Yoochun dan membuat Jaejoong tertawa pelan (?).

"Dasar." Jaejoong melempar Yoochun dengan bantal yang ada diruang kesehatan itu.

Lalu mereka berlima tertawa. Ya, setidaknya Jaejoong masih bisa sedikit terhibur dengan kehadiran keempat sahabatnya.

#SORE HARI#

Jaejoong turun dari mobil Yoochun. Setelah pingsannya selesai (?) bukannya pulang Jaejoong malah mengikuti perkuliahan seperti biasanya. Dan jadilah(?) dia pulang sore.

"Gomawo suah mengantarku pulang, hati-hati dijalan ne."

"Ne, apa kau yakin tidak mau ikut nonton film dirumahku?" tanya Eunhyuk.

"Terima kasih, bukan levelku menonton film mesum."

"Haha..Junsu sekarang saja suka. Ya kan Su-ie?"

Junsu menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Dipukulnya bahu Yoochun yang disampingnya.

"Itu karena kau, dasar jidat lebar. Aku heran kenapa Junsu mau dengan namja mesum sepertimu." Cibir Jaejoong meremehkan.

"Itu karena aku tampan." Bela Yoochun.

"Haha..Bagi Jaejoong ketampananmu tidak ada apa-apanya dengan Jung Yunho."

Blushh..

Jaejoong merona mendengar ucapan Donghae barusan.

"Haha..kau benar. Yunnie.." ucap Yoochun lagi dengan menirukan suara Jaejoong tadi saat memanggil 'Yunnie'.

"HAHAHA.." Yoochun dan Donghae bertos ria (?) saat melihat wajah Jaejoong memerah. Sedangkan Junsu dan Eunhyuk terkikik geli.

"YA!JANGAN MENGGODAKU!" Protes Jaejoong.

Bukannya berhenti, tawa Yoochun dan Donghae semakin keras. Jaejoong manyun, dan langsung pergi meninggalkan sahabt gilanya itu. #ditendang Chun jussi dan Hae oppa#

"JOONGIE, KAMI PULANG DULU YA!" Teriak Junsu dengan suara melengkingnya.

"OMONGAN FISHY DAN JIDAT LEBAR JANGAN DIPIKIRKAN YA! HWAITING JOONGIE!" kali Eunhyuk yang teriak dan hanya dibalas lambaian tangan (?) dari Jaejoong tanpa menoleh kebelakang.

Jaejoong masuk kerumah, tampak Jungsoo sedang menonton acara infotainment.

"Kau sudah pulang Joongie."

"Ne, kenapa sepi? Dimana appa dan Heechul eonni?"

"Appamu kekantor, kalau Chullie kerumahnya Yunho."

Deg…

Dada Jaejoong kembali sakit saat mendengar ucapan Jungsoo.

"Eonni kerumah Yunnie? Sendiri?" gumam Jaejoong dalam hati.

"Oh..Kenapa eonni kesana? Tumben sekali?"

"Wookie mau menunjukkan gaun-gaun pernikahan. Heechul disuruh memilih sendiri."

Deg..

Lagi, dada Jaejoong sakit bahkan lebih sakit dari sebelumnya. Matanya sudah berkaca-kaca dan menggigit bibir bawahnya.

"Kau kenapa Joongie?"

"Gwae..gwaenchana umma."

"Jinjja? Tapi wajahmu sedikit pucat chagi." Ucap Jungsoo khawatir.

"Aniya umma, Joongie kekamar dulu ne. Capek sekali rasanya."

"Ne chagi. Tapi mandi dulu ne. Nanti umma bangunkan saat jam makan malam." Balas Jungsoo sambil tersenyum lembut.

Jaejoong mengangguk lalu menaiki tangga menuju kamarnya.

Blamm..

Ditutupnya lagi pintu kamarnya, dilemparkannya tasnya asal lalu menjatuhkan tubuhnya dikasur queen sizenya.

"Lupakan namja itu Joongie. Kau pasti bisa. Kau tidak boleh seperti ini terus. Dia akan jadi kakak iparmu." Gumam Jaejoong. Tapi ucapan semangat untuk dirinya sendiri itu tidak sama dengan hatinya. Cairan bening keluar dari matanya tanpa bisa ia tahan.

"Aku tidak boleh mencintainya.." gumam Jaejoong masih sambil terisak, memejamkan mata lalu tak lama Jaejoongpun tertidur lelap.

#DIRUMAH JUNG#

"Bagaimana kalau yang ini?" tawar Wookie pada Heechul sambil menunjukkan sebuah majalah yang berisi gambar gaun-gaun pernikahan yang indah.

"Bagus, tapi terlalu sederhana ahjumma." Jawab Heechul, gaun yang terkesan sederhana. Hanya gaun tanpa lengan sebatas lutut yang berwarna putih lalu ada kain panjang sepanjang 1 meter yang menempel dipunggung.

"Kau benar, ini terlalu sederhana." Jawab Wookie.

"Kau suka gaun yang bagaimana Heechul?" Tanya Yesung.

"Saya suka gaun yang terkesan glamour dan terlihat mahal." Jawab Heechul mantap. #Dasar ibu tiri#plakk.

"Oh..Bagaimana kalau ini?" tunjuk Wookie pada salah satu gaun. Gaun panjang tanpa lengan berwarna pink dengan banyak hiasan bunga didada sampai perut, bagian bawahnya penuh dengan hiasan-hiasan rumit yang ditambah sedikit kelap-kelip. Terkesan sangat mahal dan glamour.

"Ne, ahjumma. Ini saja. Sangat bagus." Ucap Heechul sambil tepuk tangan heboh. Membayangkan kalau dia pasti akan terlihat cantik menggunakan gaun itu. #masih cantik mak gue#nyeret JJ.

"Kalau begitu, Yunho memakai jas putih ini ya? Aigoo.. pasti anakku akan terlihat sangat tampan." Wookie juga bertepuk tangan heboh lalu menunjuk model pria yang menggunakan jas putih itu. Heechul hanya tersenyum.

"Andai yang memakainya Hankyung." Batin Heechul.

"Itu bagus. Pasti kau dan Yunho akan terlihat sangat serasi." Puji Yesung.

"Tentu saja." Balas Wookie sambil membuka tiap halaman majalah untuk melihat yang bagian sepatu.

"Sekarang kau pilih sepatunya. Sepatu ini juga sepatu couple. Sama seperti gaun tadi. Pilih yang menurutmu bagus."

Heechul mengambil majalah ditangan Wookie, lalu sibuk memilih-milih sepatu yang terpampang (?) disana.

"Bagaimana kalau yang ini ahjumma?" Tanya Heechul sambil memberikan majalahnya lagi pada Wookie dan menunjuk sebuah sepatu. Sepatu yang berwarna pink juga dengan hak tingginya mencapai 15 cm, terbuat dari kulit ular asli (?) yang berkilap kemerahmudaan (?).

"Kau pintar Chullie. Ini sangat bagus. Dan sepatu untuk prianya juga bagus, berwarna keputihan yang cocok dengan jasnya." Puji Wookie.

"Oya, apa Yunho lembur hari ini?"

"Molla, mungkin tidak. Aku sudah memintanya untuk tidak terlalu sibuk. Supaya nanti diacara pernikahannya dia tidak akan terlalu lelah."

"Haha..Kau benar chagi. Kalau Yunho lelah begitu akan mengganggu malam pertamanya." Yesung menyeringai mesum sedangkan Wookie hanya terkikik geli. Heechul merona mendengar ucapan calon ayah mertuanya itu.

"Aigoo..Apa aku memang harus melakukannya dengan Yunho? Aishh.." gumam Heechul dalam hati sambil memukul kepalanya pelan.

"Kenapa Chullie?"

"A..Ani ahjumma. Tidak ada apa-apa."

"Mungkin dia sudah membayangkan malam pertamanya nanti. Iya kan?" tebak Yesung sambil menaik-turunkan alisnya.

Blushh…

Wajah Heechul merona membuat Yesung tertawa terbahak-bahak.

"Ya! Sudah Sungie. Jangan goda Heechul seperti itu." Protes Wookie.

"Haha..Ne. mian ne?"

"N..Ne ahjussi."

"Aigoo..Sebentar lagi aku akan jadi appamu. Mulai sekarang panggil aku appa ne? agar kau terbiasa nantinya. Arra?"

"Mwo?"

"Ayo, panggil aku appa dan panggil Wookie umma." Perintah Yesung tegas.

"N..Ne a..appa..umma." jawab Heechul gugup.

"Bagus. Kau terlihat manis sekali jika seperti itu."

"Tentu saja. Kajja Chullie. Kita memasak untuk makan malam nanti. Kajja." Ajak Wookie lalu menyeret Heechul paksa.

"Ta..Tapi aku tidak bisa memasak ah..eh maksudku umma." Ucap Heechul terbata karena belum terbiasa memanggil Wookie dengan panggilan Umma.

"Aku akan mengajarimu. Jangan takut ne." Wookie tetap menarik Heechul menuju dapur. Sedangkan Yesung tersenyum melihat Wookie begitu dekat dengan Heechul.

"Jadi ingat saat Jaejoong jadi Heechul." Gumam Yesung. Wajahnya sedikit menunjukkan kesedihan.

#DIJUNG'S CORP#

"Mwo? Yang benar saja?" tanya Siwon heran.

"Wae? Kau keberatan?"

"Bukannya begitu Yunho-ah. Kau yakin mendiskusikan proyek yang belum kita bahas bulan ini sekarang? Bisa-bisa kau lembur sampai malam."

"Aku tidak peduli. Lebih cepat lebih baik. Segera siapkan semuanya. Aku ingin semuanya siap dalam waktu 1 jam. Tidak ada bantahan dan penolakan. Kau bantu Siwon juga Ahra-ah."

"Ne sajangnim."

"Kalian tidak perlu lembur, aku yang akan mengerjakan tujuan pokoknya, sisanya akan kuserahkan pada kalian. Bagikan semua tugas pada bagian-bagian staf yang sesuai." Terang Yunho tegas.

"Tidak biasanya kau seperti ini. Ada apa denganmu?" Heran Siwon karena Yunho tidak terlalu sering bekerja terlalu keras karena memang orang tuanya melarangnya. Bukan karena apa, jika sudah bekerja terlalu sibuk Yunho akan lupa untuk makan teratur karena sejak kecil lambung Yunho sedikit bermasalah.

"Aku baik-baik saja."

"Apa kau ada masalah?" kejar Siwon.

"Sajangnim ada masalah? Kalau ada ceritakan pada saya ajangnim. Saya akan membantu anda sebisa saya." Ucap Ahra mantap dan dibalas tatapan bosan oleh Siwon.

"Sudah kukatakan bukan, jangan urusi urusanku. Kerjakan tugasmu dengan baik. Aku membayarmu untuk itu." Ucap Yunho dingin yang membuat Ahra manyun. Siwon terkikik melihat Ahra seperti itu dan dibalas dengan deathglare dari Ahra.

"Kalian boleh keluar." Perintah Yunho. Siwon dan Ahra membungkukkan badan sekali lalu meninggalkan ruangan Yunho.

Yunho menghembuskan nafas pelan. Ya, dia menyibukkan diri agar tidak memikirkan Jaejoong. Memikirkan bahwa kenyataannya selama Jaejoong tidak mencintainya.

"Kalau memang kau tidak mencintaiku, untuk apa aku mempertahankan cintaku. Mungkin sekarang saatnya aku melepasmu." Yunho mengambil dompetnya dan mengeluarkan foto Jaejoong bersama Heechul.

"Selamat tinggal Jae. Mungkin sulit bagiku untuk melupakanmu. Tapi aku akan berusaha melakukannya meski aku tidak yakin." Disobeknya foto Jaejoong dan memasukkan foto yang hanya menyisakan Heechul kedalam dompetnya. Sedangkan foto Jaejoong dibuangnya asal.

#MALAM HARI#

"Kenapa jam segini Yunho belum pulang ya?" gumam Wookie saat melihat jam dinding menunjukkan pukul 10 malam. Yesung, Wookie, dan Heechul sudah makan malam duluan.

"Makanannya jadi dingin."

"Mungkin Yunho sibuk Wookie." Jawab Yesung.

"Tidak biasanya kalau lembur tidak menelpon. Apa sebegitu sibuknya?"

"Molla, mungkin juga seperti itu." Jawab Yesung.

"Lalu kau bagaimana Heechul? Mau menunggu Yunho atau pulang sekarang?" tanya Yesung.

"Ani appa, aku menunggu Yunho saja." Jawab Heechul.

"Bisa mati digantung aku kalau pulang tidak bersama Yunho. Bisa-bisa dikira aku kencan dengan Hankyung." Batin Heechul.

"Baiklah, kami akan menemanimu sampai Yunho pulang." Ucap Yesung.

Heechul mengangguk sebagai jawaban dari ucapan Yesung. Lalu mereka bertiga melanjutkan menonton televisi diruang tengah.

#DIJUNG'S CORP#

"Kau tidak pulang?" tanya Siwon sambil memberikan hasil rapat tentang proyek perusahaannya.

"Nanti saja."

"Sebenarnya ada apa denganmu? Kau terlihat seperti memaksakan diri." Ucap Siwon khawatir.

"Aku tidak apa-apa Siwon-ah. Kalau ingin pulang, pulang saja dulu."

"Ani! Aku tidak akan pulang sebelum kau pulang juga. Tidak mungkin kan aku membiarkanmu hanya berdua dengan Ahra."

Yunho terkekeh mendengar ucapan Siwon.

"Baiklah, kita pulang saja." Ucap Yunho sambil membereskan kertas-kertas yang memenuhi meja kerjanya dan dijadikan satu dengan yang lain.

"Yunho-ah." Panggil Siwon.

"Hmm.."

"Kalau kau ada masalah kau bisa menceritakannya padaku. Akan kuusahakan untuk membantumu."

Yunho tersenyum mendengar ucapan Siwon. Ingin sekali dia menceritakan masalahnya pada Siwon. Tapi mengingat semua yang telah dialaminya hari ini membuatnya mengurungkan niatnya. Mengingat itu akan membuatnya sangat sakit. Yunho menyibukkan diri agar bisa sedikit melupakan Jaejoong dan ucapannya tadi siang. Saat dia tak mengerjakan pekerjaan apapun, bayangan wajah Jaejoong melintas diotaknya dan langsung memenuhi pikirannya. Sekarang apa yang harus dilakukannya? Tidak mungkin dia bekerja terus-menerus, bisa-bisa umma dan appanya akan memarahinya habis-habisan.

"Ne, gomawo." Ucap Yunho sambil tersenyum.

Dua namja tampan itu keluar dari ruangan sang direktur. Kemudian memasuki lift dan turun dilantai dasar. Ditempat pemarkiran, Yunho dan Siwon berpisah karena arah rumah Yunho dan apartemen Siwon berlainan arah.

Entah apa yang dipikirkan Yunho saat ini, dia memutar mobilnya berlawanan dari arah yang biasanya digunakannya untuk pulang. Lalu memberhentikan mobil mewahnya disebuah tempat yang banyak dimasuki orang. Bar. Ya, Yunho memasuki bar dan langsung menuju meja bartender.

Meski lambungnya bermasalah dan akan tambah bermasalah (?) jika terlalu banyak meminum alkohol tidak membuat Yunho ragu untuk meneguk minumannya dengan sekali teguk. Yunho memilih meminum minuman yang rendah alkohol, agar dia bisa lebih lama disini dan menghindari orang tuanya untuk membahas pernikahannya dengan Heechul.

"Boo.." gumamnya. Sakit didadanya terasa lagi saat dia mengucapkan nama panggilan manis itu. Lalu menuangkan minuman itu kedalam gelas dan meneguknya sampai habis dan menggenggam erat gelasnya.

"Beritahu aku sebuah cara untuk melupakanmu."

Dikejauhan tampak seseorang sedang mengamati gerak-geriknya. Sejak tadi siang hingga malam orang itu terus mengikuti Yunho atas perintah dari tuannya.

"Yeoboseyo Shindong-ah."

"Ne sajangnim."

"Dimana sekarang Jung Yunho?" tanya Hankyung langsung ketopik pembicaraan.

"Jung Yunho ada dibar Mirotic sajangnim." Terang Shindong.

"Mwo?"

"Ne, sekarang dia sedang minum didekat meja bartender."

"Arra, aku segera kesana." Hankyung menutup sambungan telpon secara sepihak dan langsung menjalankan mobilnya ke bar Mirotic untuk bicara langsung dengan Jung Yunho.

Yunho masih meneguk minumannya, tak terasa minumannya sudah tinggal setengah. Kepalanya mulai sedikit pusing dan dipijatnya sedikit pelipisnya untuk meredam pusingnya yang sedikit mengganggu.

"Jung Yunho-ssi." Panggil seseorang.

Yunho menoleh, tampak seorang namja tampan mengenakan jas abu-abu. Namja itu menatapnya tajam dengan pandangan tidak suka.

"Kau Jung Yunho?" tanya Hankyung –namja itu-.

"Ne, nugu?"

"Aku Tan Hankyung."

"Siapa kau? Aku tidak ingat punya klien yang bernama Tan Hankyung."

"Aku namjachingu Kim Heechul."

"Mwo?"

"Apa kau terkejut?" tanya Hankyung sedikit sinis dan tersenyum meremehkan pada Yunho.

Yunho terdiam, menuangkan minuman kedalam gelasnya lagi lalu meneguknya. Ditatapnya gelas itu lalu tersenyum.

"Kenapa aku harus terkejut?" tanya Yunho enteng sambil menoleh kearah Hankyung.

"Karena kau calon suaminya kan?"

"Oh..Kau ingin melabrakku ya? Aigoo..Kenapa aku baru sadar. Ckckck..Mana mungkin namjachingu Heechul mengajakku kenalan tanpa ada sebuah tujuan. Benar kan?"

"Kau benar."

"Lalu? Apa maumu?"

"Mauku adalah..Batalkan pernikahanmu dengan Heechul." Ucap Hankyung mantap.

Yunho terkekeh. Membatalkan perjodohan itu percuma saja. Untuk apa dia membatalkan perjodohan ini kalau dia tidak memiliki alasan untuk membatalkannya. Satu-satunya 'alasan' telah menolaknya sebelum dia belum melakukan apapun.

"Kenapa kau tertawa? Kau pikir ini lucu." Tanya Hankyung sedikit tidak terima dengan kekehan Yunho yang diartikannya sebagai sebuah sindiran untuknya.

"Membatalkannya? Atas dasar apa aku harus membatalkannya?" tanya Yunho balik, didalam hatinya Yunho mengakui itu seperti curahan hati bagi Yunho. Bagaimana caranya Yunho membatalkan perjodohan ini dan bisa bersama Jaejoong?

"Aku tahu kau tidak mencintai Heechul. Aku tidak mau jika Heechul dengan namja yang salah. Lihat dirimu, apa ini namja yang disukai oleh Youngwoon ahjussi? Benar-benar mengecewakan." Sindir Hankyung.

"Tanyakan itu pada Kim Youngwoon, kenapa dia bisa memilihku? Kenapa tidak memilihmu?"

Hankyung mengepalkan tangannya erat. Dia maju satu langkah mendekati Yunho.

"Jaga bicaramu Yunho-ssi. Aku tidak akan segan-segan melakukan kekerasan padamu."

"Kau mengancamku eoh?"

"Aku tidak mengancam."

"Aku tidak tahu apa yang disukai Yongwoon ahjussi dariku. Atau mungkin salah satu dari kita harus berkaca pada cermin yang sangat besar? Agar kita tahu apa kekurangan atau kelebihan yang kita punya?" gumam Yunho sambil tersenyum miris, merenungi perkataannya barusan dan lagi-lagi dadanya terasa sangat sakit. Membuatnya sedikit emosi kenapa Jaejoong tidak bisa pergi dari pikirannya barang 1 detik saja.

Hankyung semakin mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya dengan keras. Hankyung menganggap bahwa ucapan Yunho barusan adalah sebuah sindiran untuknya.

Dan…

Grepp..

Buagh..

Hankyung menarik kerah kemeja Yunho lalu meninju wajahnya cukup keras hingga membuat Yunho terjungkal kebelakang. Beberapa pengunjung disana ada yang berteriak histeris terkejut dengan apa yang dilakukan dua namja tampan itu.

"Sialan, apa yang kau lakukan eoh?" protes Yunho sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.

"Kau pantas mendapatkannya."

"Kau menantangku?" tanya Yunho sambil berdiri.

"Ne, kita lihat siapa yang paling pantas berkaca didepan cermin besar, Jung Yunho-ssi."

Yunho meninju telak wajah Hankyung dengan cepat yang membuat Hankyung jatuh tersungkur. Dengan setengah berjongkok (?) diatas Hankyung, Yunho melayangkan tinjunya lagi. Pada tinju Yunho yang ketiga berhasil ditangkis Hankyung. Lalu sekuat tenaga diputarbalikkan posisinya menjadi setengah berjongkok (?) diatas Yunho dan melayangkan tinjunya berkali-kali diwajah Yunho.

Terdengar teriakan histeris para pengunjung menonton perkelahian antara Yunho dan Hankyung. Yunho meninju wajah Hankyung lebih cepat dari Hankyung yang membuat Hankyung terjatuh kebelakang. Diusapnya sudut bibir dan pelipisnya yang berdarah dan ditatapnya Yunho dengan tatapan benci.

"Namja sialan, jika bukan karena kau, aku bisa bahagia bersama Jaejoong sekarang. Perjodohan bodoh ini ada karena kau. Benar-benar membuatku muak." Gumam Yunho dalam hati sambil melepas jasnya dan membuka dua kancing kemejanya.

Hankyung berdiri dan melepas jasnya juga. Lalu menyerang Yunho lagi. Baku hantampun terjadi lagi. Tidak ada satu orangpun berani melerai perkelahian mereka. Yunho dan Hankyung tampak gesit dalam memukul, menendang, dan menangkis serangan dari lawannya. Kebencian dan kemarahan terlihat jelas dari tatapan mata mereka.

Yunho terkena pukulan dari Hankyung dan membuatnya mundur dan menempel pada meja batender, dengan cepat Hankyung menahan Yunho hingga Yunho tidak bisa bergerak.

"Tinggalkan Heechul." Ucap Hankyung dengan terengah-engah dan wajah yang babak belur.

"Meninggalkan Heechul? Itu tidak mungkin Hankyung-ssi. TIDAK MUNGKIN!" Teriak Yunho dengan wajah babak belur juga.

Hankyung semakin emosi, dilihatnya ada sebuah botol minuman didekatnya. Dan tanpa banyak kata dan berfikir diarahkannya botol itu kekepala Yunho.

Prang….

"KYA!" Teriakan para pengunjung terdengar lebih keras dari sebelumnya saat keluar darah yang sangat banyak dari kepala Yunho.

"Sajangnim!" panggil Shindong akhirnya memberanikan diri mendekati atasannya.

Hankyung terkejut dengan apa yang dilakukannya. Dilepaskannya Yunho. Yunho memegangi kepalanya yang semakin berdenyut-denyut sakit. Lalu Yunho pingsan dan membuat para karyawan disana langsung menghampiri Yunho.

"Segera panggil ambulance dan lapor polisi." Perintah seorang karyawan bartender pada seorang temannya.

"Saya mohon jangan panggil polisi, saya akan bertanggung jawab atas namja ini." Ucap Shindong gugup.

"Tapi tuan.."

"Saya mohon. Saya benar-benar akan bertanggung jawab atas orang ini. Atasan saya akan menanggung pengobatan namja ini." Yakin Shindong lagi.

"Baiklah, tidak perlu memanggil polisi dan ambulance. Tuan ini akan bertanggung jawab pada namja ini."

"Sajangnim.." panggil Shindong.

"Apa yang telah kulakukan Shindong-ah?" gumam Hankyung.

"Sajangnim tenang. Sebaiknya kita segera membawa Jung Yunho kerumah sakit sebelum pihak bar memanggil polisi."

Shindong segera mengangkat tubuh Yunho dengan dibantu para pegawai bar. Membawa tubuh Yunho keluar dan memasukkannya kemobil Hankyung. Hankyung masuk kemobil dan duduk dikursi mengemudi.

Shindong mengambil ponsel Yunho lalu menghubungi sebuah nomor dengan nama kontak 'Umma Nae sarang'.

Hankyung menjalankan mobilnya menuju Seoul Hospital, pikirannya melayang kemana-mana (?), tidak digubrisnya Shindong yang sekarang sedang berbicara dengan ummanya Jung Yunho. Dan terdengar pula sebuah teriakan melengking dari seberang telpon. Hankyung benar-benar bingung harus berbuat apa. Dia benar-benar menyesal telah melakukannya.

"Semoga Jung Yunho baik-baik saja." Gumamnya dalam hati.

#SEOUL HOSPITAL#

Hankyung duduk lemas dikursi ruang tunggu. Yunho sudah selesai ditangani oleh dokter, dan Hankyung bisa bernafas dengan lega saat dokter mengatakan bahwa Yunho tidak apa-apa.

Hankyung berdiri lalu memandang langit, menumpukan kedua tangannya pada pembatas (?) tepi rumah sakit. Menghirup nafas dalam-dalam, dan merenungi apa saja yang terjadi hari ini.

Terlalu seriusnya melamun, Hankyung tidak menyadari kalau Yesung dan Wookie berlari memasuki ruang dimana Yunho dirawat.

"Hannie.." panggil Heechul.

Hankyung terkejut, merasa familiar dengan suara itu. Hankyung menoleh dan didapatinya Heechul sedang menatapnya dengan pandangan emosi.

"Chullie.." panggil Hankyung lalu mendekati Heechul.

"Ikut aku." Heechul menarik tangan Hankyung, membawa Hankyung menuju taman rumah sakit.

"Kenapa kita kemari Chullie?" heran Hankyung.

"Apa yang sudah kau lakukan?"

"Mwo?"

"Apa yang kau lakukan pada Yunho?" tanya Heechul sedikit berteriak.

"Aku…"

"Kau keterlaluan."

"Mwo?"

"Aku tidak menyangka jika beginilah sifat aslimu."

"Kenapa seolah-olah kau menyalahkanku?"

"Aku tidak menyalahkanmu. Seharusnya kau berfikir, kalau kau seperti ini appa akan semakin tidak menyukaimu."

"…."

"Apa kau tidak memikirkan perasaanku eoh?"

"…"

"Jawab aku Hannie." Heechul terisak sambil menutup bibirnya dengan punggung tangannya.

"Chullie…" panggil Hankyung sambil mendekat akan memeluk Heechul.

"Jangan mendekat. Kau bukan Hankyung yang selama ini kukenal." Heechul langsung berlari meninggalkan Hankyung.

Hankyung menghela nafas panjang.

"Bagus, sekarang Heechul malah membencimu Hankyung-ah. Pabbo." Gumam Hankyung sambil tersenyum miris.

#DIRUANG RAWAT#

Heechul masuk keruang rawat, saat masuk dia melihat orang tua Yunho dan keluarganya sudah ada disana.

"Eonni.." panggil Jaejoong saat menyadari kehadiran eonninya.

"Bagaimana keadaan Yunho?" tanya Heechul tanpa menggubris sapaan Jaejoong.

Wookie menarik tangan Heechul untuk lebih dekat, dan itu membuat Jaejoong sedikit sakit melihatnya.

"Yunho tidak apa-apa. Tadi aku sudah menanyakannya pada dokter." Heechul menatap Yunho iba. Tanpa sadar Heechul duduk dipinggir ranjang Yunho dan menggenggam tangannya.

Deg..

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sakit didadanya saat melihat tatapan Heechul yang lembut pada Yunho.

"Kau harus kuat Jaejoong. Harus kuat." Batin Jaejoong.

#PAGI HARI#

"Ngghh…" Yunho melenguh sambil membuka matanya pelan. Saat matanya membuka sempurna dilihatnya sekelilingnya, semua serba putih. Dan dia sangat yakin kalau sekarang dia berada dirumah sakit.

"Kau sudah sadar?" tanya Heechul setelah keluar dari kamar mandi.

"Heechul-ah."

Heechul tersenyum, memang sejak kemarin Heechul dipaksa untuk menjaga Yunho. Atas saran dari Youngwoon tentunya. Semuanya sudah pulang termasuk Jaejoong. #hiks..umma#

"Kenapa kau ada disini?" tanya Yunho lalu memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit.

"Gwaenchana?" tanya Heechul sambil mendekat ke Yunho.

"Ne, gwaenchana." Jawab Yunho sambil meringis.

"Apanya yang tidak apa-apa? Sudah jelas kau meringis kesakitan begitu." Protes Heechul.

Yunho masih memegangi kepalanya. Heechul yang sedikit merasa bersalah pada Yunho, mendekatkan tubuhnya pada Yunho. Sedikit memijat ringan kepala Yunho agak sedikit tenang.

Jaejoong membatu melihat posisi Yunho dan Heechul sekarang, posisi Heechul jika dari belakang tampak seperti mencium Yunho. Jaejoong menunduk, meremas dadanya yang lagi-lagi terasa sakit. Tidak ingin berlama-lama disana, Jaejoong meninggalkan rumah sakit padahal awalnya ia ingin menjenguk Yunho. Malah dia harus disuguhi pemandangan menyakitkan dari Yunho dan Heechul.

"Ottokhae?" gumam Jaejoong setelah keluar dari area rumah sakit. Air mata tak henti-hentinya mengalir dari mata indahnya.

"Sudah merasa baikan?" tanya Heechul setelah memijat ringan kepala Yunho.

"Ne, gomawo." Ucap Yunho tulus.

#DIDEPAN RUMAH JUNG#

Yunho turun dari mobil Heechul, lalu Heechul membantu Yunho berjalan. Dokter memperbolehkan Yunho pulang setelah dokter yakin keadaan Yunho baik-baik saja. Setelah memasuki rumah tampak Yesung dan Wookie terburu-buru menghampiri mereka.

"Yunho-ah.." Wookie memeluk Yunho dan Yunho hanya tersenyum.

"Sejak kapan kau suka berkelahi eoh? Kalau saja kau tidak sakit, sudah kuhajar lagi kau sejak kemarin."

"Ya! Sungie, Yunho baru pulang kenapa diomeli?" protes Wookie sambil manyun.

"Bukannya begitu, bagaimana dengan persiapan pernikahannya? Kalau seperti ini kan jadi terhambat. Kau lupa pernikahan mereka kurang 5 hari lagi?"

"Iya sih." Wookie mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Tidak apa-apa, nanti malam aku akan berangkat dengan Heechul untuk memesan cincinnya dulu."

"Mwo? Apa tidak apa-apa?"

"Ne, sudah ya? Aku mau istirahat." Yunho menaiki tangga menuju kamarnya.

Blamm..

"Kalau begitu saya pamit dulu umma, appa."

"Ne Chullie, terima kasih sudah mengantar Yunho. Maaf sudah merepotkanmu."

"Ne."

"sampaikan salamku pada Youngwoon dan Jungsoo ne."

"Ne appa. Annyoeng." Heechul membungkukkan badan sekali lalu keluar menuju mobilnya.

#SORE HARI#

"Kenapa tidak diangkat?" gumam Heechul. Berkali-kali Heechul menghubungi Hankyung untuk meminta maaf. Merasa menyesal atas apa yang dilakukannya kemarin pada Hankyung, tapi tak satupun panggilannya dijawab Hankyung.

"Mungkin sedang sibuk." Gumam Heechul.

Ting..tong..(?)

Jaejoong yang sedang menonton acara musik ditelevisi segera bangkit dari duduknya dan membuka pintu.

"Annyoeng.."

Jaejoong terdiam membatu memandang namja didepannya. Yunho tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa. Wajah Yunho masih tampak lebam tetapi tidak mengurangi ketampanan Yunho.

"A..Annyoeng.." jawab Jaejoong gugup.

"Heechul ada?"

Deg..

Jaejoong menggigit bibir bawahnya. Lagi-lagi dadanya terasa sakit.

"Ada. Silahkan masuk oppa."

Jaejoong membuka pintu lebih lebar, dan Yunho langsung masuk.

"Kau sudah datang rupanya." Ucap Heechul saat Yunho baru masuk.

"Ne, kita berangkat sekarang?"

"Ne, umma dan appa sedang keluar. Kita langsung berangkat saja. Joongie, tidak apa-apa kan kutinggal sebentar?" tanya Heechul sedikit tidak enak.

"Tidak apa-apa eonni." Jaejoong tersenyum manis padahal dalam hati dia ingin sekali menangis.

"Aku janji tidak akan lama." Ucap Heechul yang dibalas anggukan oleh Jaejoong.

Yunho langsung melewati Jaejoong tanpa mengatakan apapun. Yunho maupun Jaejoong juga merasakan sakit yang sama. Heechul menutup pintu dan membuat Jaejoong sendirian sekarang.

Jaejoong menatap miris pintu rumahnya yang tertutup. Ingin sekali dia mengejar Yunho dan memeluk namja itu. Tapi mengingat Yunho adalah calon suami Heechul membuatnya harus menahan mati-matian niatnya itu.

Yunho dan Heechul sudah sampai distand daerah tempat penjualan cincin yang sudah diberitahu Yesung. Dengan masih memegang sebuah kertas berisi alamat tempat penjualan cincin itu.

"Kau yakin ini tempatnya?"

"Aku yakin."

"Tapi daritadi kita berputar-putar terus."

"Sabarlah sedikit. Aku sendiri juga belum pernah datang kemari."

Heechul menghela nafas, lalu mengedarkan pandangannya kelain arah.

"Hannie…" gumam Heechul.

Dilihatnya Hankyung bersama dengan seorang yeoja. Dan tiba-tiba Hankyung memeluk yeoja itu dari belakang saat tiba-tiba sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi. Mata Heechul memanas menyaksikan itu. Dihampirinya Hankyung, tak mempedulikan Yunho yang masih sibuk mencari alamat.

Dilihatnya yeoja itu menolehkan kepalanya ke Hankyung dan mereka sama-sama tersenyum. Heechul mengepalkan tangannya.

"Jadi ini alasanmu tidak mau mengangkat telponku." Batin Heechul.

Hankyung dan yeoja itu saling melepaskan diri. Dan Heechul sudah semakin dekat dengan mereka berdua.

Plakk…

Heechul menampar Hankyung cukup keras, membuat Hankyung dan yeoja itu terkejut.

"Chullie.."

"Oppa, gwaenchana?" tanya yeoja itu panik.

"Jadi ini alasanmu tidak menjawab panggilanku?" tanya Heechul dingin. Mati-matian dia menahan dirinya untuk tidak menangis.

"Mian Chullie, aku lupa membawa ponselku."

"Bohong."

"Ani, aku tidak berbohong."

"Kau memang sengaja meninggalkannya agar tidak ada yang mengganggu kencanmu dengan yeoja ini kan?"

"Mwo? Apa maksudmu?"

" Mulai sekarang jangan pernah menghubungiku lagi." Heechul langsung meninggalkan Hankyung dan yeoja itu.

Hankyung hendak mengejarnya tapi ditahan oleh yeoja itu.

"Oppa, kau harus menjelaskan semuanya kepadaku dulu."

Hankyung menoleh lagi, karena banyaknya orang disana membuat Heechul sudah tidak tampak lagi.

Heechul langsung menghampiri Yunho yang masih berkutat dengan kertasnya. Dengan cepat Heechul menyeret yunho keluar dari stand itu.

"Ya! Kenapa kita kembali?" tanya Yunho saat mereka sudah sampai diparkiran.

Tanpa bisa ditahannya lagi, Heechul menangis. Yunho terkejut melihat Heechul yang tiba-tiba menangis.

"Kau kenapa?" tanya Yunho sambil menepuk pundak Heechul lembut.

"Han..Hankyung menduakanku dengan yeoja lain. Aku..hiks..melihatnya sendiri..hiks.. tadi.." dan tangis Heechul semakin menjadi (?).

Yunho memeluk Heechul dengan lembut. Mengelus punggung yeoja itu untuk menenangkannya.

"Menangislah sepuasmu. Aku akan menemanimu disini." Ucap Yunho lembut.

Heechul balas memeluk Yunho erat. Menenggelamkan wajahnya didada bidang Yunho dan menangis tersedu-sedu.

Yunho masih mengelus punggung Heechul, tiba-tiba saja dadanya terasa sakit. Yunho sangat mengerti perasaan Heechul. Yunho menenggelamkan wajahnya dibahu Heechul saat dia teringat Jaejoong lagi.

#MALAM HARI#

"Gomawo sudah mengantarku pulang." Ucap Heechul saat mereka berdiri didepan gerbang rumah Heechul.

"Cheon.."

"Boleh aku bertanya sesuatu?"

"Tentu."

"Apa kau benar-benar akan menerima perjodohan ini?"

"Mwo?"

Didepan pintu tampak Jaejoong baru saja keluar untuk mencari Jiji dan Heebum karena appanya bilang kalau dua kucing imut itu bermain diluar rumah. Jaejoong menoleh kearah gerbang rumahnya saat didengarnya suara Heechul.

"Aku tahu kau tidak mencintaiku. Yang kau cintai adalah adikku. Ya kan?"

"…"

"Untuk apa kau menerima perjodohan ini jika kau tidak mencintaiku dan hanya karena sebuah keterpaksaan? Ini hanya akan menyakiti kita berdua. Hankyung telah meninggalkanku dan menikah denganmu pun aku tidak keberatan sekarang. Jadi, sebelum terlambat sebaiknya kau katakan pada orang tua kita kalau kau tidak mencin…."

"Aku mencintaimu." Potong Yunho cepat yang membuat Heechul terkejut.

"Aku mencintaimu." Kata Yunho lagi.

Jaejoong langsung jatuh terduduk saat mendengar sendiri bahwa Yunho mengatakan cinta pada Heechul. Dengan bahu bergetar dia meneteskan air matanya lagi.

"Yunho…"

T.B.C

Saya tahu mungkin chap ini mengecewakan karena banyak moment YunCulnya. Jujur, saya nangis ngetik chap ini. T_T #meluk umma#lebay kumat.

Desroschan

Kamu nangis? Saya sendiri juga nangis pas ngetiknya #plakk#, maafkan anakmu yg durhaka ini umma. #meluk mami Jae#. Gomawo dah review.

Therany

Selesai gak ya? Liat nanti ya chingu. Gomawo ne udah review.

Jak Yunjae

Sumpah saya juga nangis chingu #meluk Jak ssi#ditendang. saya ngakak baca komennya chingu. Gomawo ne dah review.

putryboO

sabar chingu..hehe. gomawo ne dah review.

Kamu anak yunjae juga? Kita sodara donk #plakk# udah kejawab kan Yun masih cinta Jae pa gak. Gomawo dah review.

Kucing liar

Racoon jelek tu emang keterlaluan. #plakk# liat aja nanti ya chingu. Gomawo dah review.

Han gege

Setuju. Yunho mutlak milik Jaejoong, tapi gak tau ya nanti YunJae bersatu apa gak. #dibom nuklir ma YJShipp# gomawo dah review.

HaeRieJoongie

Saya seneng kalo chingu geregetan. Hoho. #ditendang Rie ssi# gomawo dah review

Ikkimassu

Iya, padahal udah nyaris ya? Gomawo dah review

Min neul rin

Ni dah lanjut, gomawo..

Aissh-ii

Iya ni..si appa payah kalah ma Han oppa. Iya chingu gak apa2 kok. Gomawo dah review.

Meirah.1111

Gomawo..ni dah lanjut. Panggil Julie aja ne? jangan thor chingu. Biar enak gitu bacanya #plakk# Gomawo ne dah review

KimShippo

Kamu nangis? Saya sendiri juga nangis. #plakk# saya ini YunjaeShipper chingu jadi dah bisa nebak kan endingnya gimana? ^_^ saya juga sayang kamu chingu #hug balik# gomawo ne dah review.

Han Neul Ra

Tenang aja chingu. Saya ini YunjaeShipper loh. Pasti dah bisa nebak kan endingnya gimana? Gomawo ne dah review..

Tha626

Apanya yang gimana chingu? #ikut bingung# ^_^ gomawo ne dah review..

Jung Hana Cassie

Ribet ya? Mian kalo gitu ^_^ gomawo ne dah review..

Shimshia63

Saya yunjaeshipper chingu. Udah gak diragukan lagi kekronisannya. Pasti endingnya yunjae. Kalo mau YunCul juga gak apa2 #plakk# gomawo ne dah review..

Mian gak bisa balas semuanya, tapi saya ngucapin makasih buat reader yang mau review. #hug..

Review ne….