Chapter 6
SECRET LOVE
By:
Tary Sa (Riritary9)
Cast:
Cho Kyuhyun 22 tahun
Cho Kibum 23 tahun
Cho Donghae 25 Tahun
Cho Heechul 27 Tahun
Cho Jungsoo 30 tahun
Appa Cho, Eomma Cho
Siwon, etc
Genre:
Family, Brothership, Hurt, Geje, etc.
Warning :
If you don't like about this story. Just simple. Don't read, oke?
Mungkin gak sengaja ada typo nyelip saya minta maaf.
"Enjoy Reading"
Seseorang tengah duduk menyandarkan dirinya ke sofa sambil menonton televisi. Dia sedang menikmati acara yang disajikan dilayar tersebut menikmati waktu istirahatnya setelah pulang dari rumah sakit. Sesekali dia meminum kopi yang dibuatnya. Terdengar seseorang yang membuka pintu. Sontak orang itu menengok kearah pintu.
"Kau dari mana Siwon ah?"
"Oh Yesung hyung? Kenapa kau ada disini?" siwon balik bertanya.
"aku ingin mampir melihatmu dan ini juga apartementku asal kau tahu, hey kau belum menjawab pertanyaanku."
"ehehe,, mian. Aku habis mengunjungi dongsaengku."
"Dongsaeng..?" yesung tampak berpikir sejenak.
"Choi Henry."
"aa... kau habis ke makamnya ya." Yesung mengangguk tanda mengerti.
"hmm.. aku hanya rindu padanya. Kau tahu kan yesung hyung aku sangat menyayanginya." Sorot mata siwon terlihat berubah menjadi sendu dan itu disadari oleh yesung hyung.
"Aku tahu itu, dia keluargamu satu-satunya. Apa kau sudah tahu siapa yang menabrak adikmu?" tanya yesung dengan hati-hati.
"Tentu,, serapat apapun mereka menyembunyikannya. Toh bangkai akan tercium juga."
"lalu apa kau dendam dengan orang yang menabrak adikmu hingga meninggal tiga tahun yang lalu?" tanya yesung hyung.
"Aku masih tidak bisa terima dia menabrak adikku sampai meninggal. Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan yesung hyung. Kemarin mereka hanya beruntung." Siwon mengepalkan tangannya erat.
"beruntung? Apa maksudmu siwon ah? Aku tidak mengerti. Apa kau melakukan tindakan yang aku tidak ketahui?." Tanya yesung hyung khawatir apa yang akan dilakukan siwon.
"aku hanya membalas seperti yang mereka lakukan pada adikku." Jawab siwon datar penuh emosi didalamnya.
"membalas seperti yang mereka lakukan? Sebenarnya siapa yang menabrak dongsaengmu henry? Bolehkah aku tau?" yesung benar-benar tidak tau siapa yang menabrak henry.
"mianhae... untuk saat ini aku lelah yesung hyung. Aah, aku baru ingat bagaiman keadaan pasienmu yang tertabrak itu yesung hyung?" tanya siwon dengan senyum sinis diwajahnya.
"dia sudah pulang hari ini. Tu,, tunggu,, dia korban tabrak lari.. jangan bilang kau yang..." yesung kehilangan kata-kata. "ja.. jangan bilang itu benar siwon ah."
"kau sudah tahu semua yesung hyung. Hanya kau yang tahu semuanya. Ingat itu. Semua itu benar. Tidak percuma kau jadi dokter yang pintar dan cepat tanggap yesung hyung."
Yesung benar-benar shock terdiam ditempatnya. Dadanya berdetak kencang. Siwon berlalu meninggalkannnya pergi meninggalkan dirinya dan menuju kekamarnya. Padangan mata yesung membulat. Kenapa dunia begitu sempit. Ah rasanya waktu berhenti saat ini juga. Walaupn yesung sudah tau garis besar kejadian itu. Tapi dia belum tahu detail apa yang terjadi dibalik kejadian itu dan semua sungguh terasa sulit untuk dipercaya.
(*-*)
Mansion Cho
Sore hari sebuah mobil mewah baru saja sampai dipelataran rumah megah. Tentu saja yang datang adalah magnae di keluarga Cho yang hampir dua minggu tidak kembali ke rumah besar mereka. Para pelayan pun berderet didepan pintu menyambut salah satu tuan muda mereka yang baru saja terkena musibah. Tuan dan nyonya Cho serta Heechul berdiri didepan pintu lalu menghampiri kyuhyun yang berjalan pelan sambil dipegang oleh kibum hyung dan donghae hyung. Leeteuk menyuruh para pelayan untuk mengambil barang mereka yang masih ada dimobil.
Karena kamar kyuhyun dilantai dua dan terlalu jauh maka keluarga Cho menyiapkan kamar di ruang utama untuk istirahat kyuhyun agar tidak terlalu lelah. Kibum dan donghae langsung merebahkan kyuhyun dikasur tersebut. Sekarang dikamar sudah ada seluruh keluarga mengitari tempat tidur kyuhyun yang berukuran king size itu.
"eomma senang, uri kyuhyunie sudah kembali pulang. Kyuhyun ah apa kau senang, hmm?" tanya eomma dengan senyum yang merekah diwajahnya.
"tentu eomma, aku sangat senang. Setidaknya sudah tidak ada lagi bau obat yang menyengat." Kyuhyun tersenyum. Dia sangat senang keluarganya tersenyum hangat padanya. Ah,, hatinya terasa damai dan nyaman dengan semua kehangatan yang diberikan keluarganya. "Eomma, apa aku harus selalu sakit agar seperti ini, perhatian kalian, kehangatan keluarga kita. Aku sangat merindukan kita semua berkumpul seperti ini."
"ya... apa maksudmu magnae nakal, kami tidak mau melihatmu seperti kemarin. Tidak bisa membuka mata dan selalu mengacuhkan kami. Shirreo..." jawab Heechul dengan nada dibuat agak kesal. Rasanya heechul ingin sekali menjitak kepala magnaenya kalau saja tidak di perban. Akhirnya dia mengalihkan dengan mencubit pipinya yang sudah agak tirus karena dirumah sakit.
"Yaakk.. hyung Appo. Aku ini masih sakit hyung dan kepalaku juga masih pusing." Jawab kyuhyun lirih sambil memajukan bibirnya.
"ah mianhae,, apa terlalu sakit saeng?" hechul merasa bersalah dan mengelus pipi kyuhyun yang habis dia cubit tadi. Kyuhyun kembali tersenyum dan sangat menikmati kelembutan kakaknya yang galak ini. Kekeke~
Semua hanya tersenyum geli melihat interaksi antara Heechul dan kyuhyun. Perlahan kyuhyun yang dulu sudah mulai kembali. Bukankah itu membuktikan keadaannya benar-benar mulai membaik. Ah sungguh keluarga yang menyenangkan dan saling menyayangi dan menjaga. Keluaarga yang harmonis dan diinginkan semua orang ditengah semua perdebatan kecil yang selalu mereka alami.
"Kyuhyun ah ini sudah waktunya kau makan dan meminum obatmu. Kau makan dulu ne?" leeteuk yang tadi keluar ruangan kemudian masuk membawakan makanan untuk kyuhyun.
"hyung nanti saja. Aku tidak lapar." Kyuhyun menolak karena sebenarnya dia tidak nafsu makan sama sekali.
"Yak evil mana bisa begitu, ini sudah waktunya minum obat." (Heechul sedang mencari gara-gara).
"aku semakin tidak mau makan." Jawab kyuhyun datar. Dan Heechul mendapat deathglare gratis dari semua keliarganya.
"ehehe... mianhae saengi ah, aku tak bermaksud kasar tadi. Aa.. aku.. aku.. ah ayolah kau jangan seperti itu. Kau tahu kau dongsaengku yang paling tampan?." Sepertinya heechul semakin salah bicara dan bisa membuat magnaenya itu keras kepala.
"Aku tahu.. aku memang yang paling tampan dikeluarga ini, benarkan eomma, appa?."
"Ne,," jawab tuan dan Nyonya Cho kompak. "Uri kyuhyun anak eomma yang memang paling tampan, jadi sekarang kau makan ne?" tambah nyonya Cho.
"Ne,, dongsaengku yang katanya tampan ini makan ne?" tambah Donghae yang duduk disamping kibum dan eomma.
"Dan dongsaeng yang katanya paling tampan minumlah semua obat pahit ini ne?" tambah kibum yang memegang obat yang harus kyuhyun minum itu. Kyuhyun memandang Horror Hyungnya tersebut.
"hyung bukan katanya.. tapi kenyataan. KENYATAAN." Kyuhyun mempertegas nada bicaranya.
"Ne..." jawab seluruh keluarganya. Semua tertawa bersama-sama dengan kelakuan magnae mereka yang menurut mereka konyol dan menggemaskan itu.
"uuuughhh" tiba-tiba pusing kembali menyerang kyuhyun.
"Wae kyuhyun ah?" tanya kibum cemas.
"Kepalaku semakin pusing." Jawab kyuhyun lemah.
"kalau begitu kau harus makan saeng, setelah itu minum obat supaya pusingmu hilang." Tambah leeteuk.
"ne, teukie hyung benar. Dan setelah itu kau harus istirahat ne?." Donghae membenarkan dan menambahkan kalimat teukie hyung yang disetujui anggukan keluarga cho.
Akhirnya kyuhyun makan walaupun sedikit dan dapat meminum obatnya. Setelah minum obat kyuhyun tertidur dan beristirahat. Kyuhyun meminta eommanya yang menemaninya di kamar.
(*-*)
Keesokan Harinya
Yesung masih berada di Apartementnya yang ditinggali oleh siwon. Yesung memang jarang berada di Apartementnya karena lebih sering menginap dirumah sakit atau berada dirumahnya sendiri walaupun dia juga memiliki Apartement. Yesung menyuruh siwon untuk tinggal di apartementnya daripada harus mencari tempat tinggal lain karena siwon jarang kembali ke rumahnya yang akan mengingatkannya pada dongsaengnya Henry. Semenjak tiga tahun yang lalu siwon seperti enggan berada dirumahnya sendiri. Siwon juga berprofesi seperti dirinya. Dokter muda. Tapi siwon dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi sedangkan yesung dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher.
Yesung seperti enggan untuk beranjak dari apartemennya. Dia ingin meminta penjelasan siwon. Percakapan kemarin masih tidak bisa yesung lupakan. Setidaknya dia ingin mengetahui apa rencana sesungguhnya siwon melakukan itu. Yesung tidak mau siwon melakukan perbuatan yang membahayakan dan merugikan dirinya sendiri. Dia sudah menganggap siwon sebagai dongsaengnya sendiri. Terlebih yesung memang tak punya adik maupun kakak. Dia anak tunggal dari kedua orangtuanya yang sama sibuknya dengan dirinya sendiri.
Yesung tidak ingin siwon bertindak lebih jauh dari sekarang. Bukankah kejadian kemarin sudah cukup. Kyuhyun yang menjadi korban semuanya. Bukankah juga dendam tidak dapat menyelesaikan segalanya. Ah, rasanya yesung juga merasa ikut terseret kedalam permasalahan yang siwon hadapi.
Yesung yang memaang sedari tadi sedang menyiapkan sarapan di dapur menunggu siwon untuk keluar kamar. Sarapan yang dibuat yesung sudah siap. Tak lama kemudian siwon tampak sudah rapi keluar dari kamarnya.
"Siwon ah, kau akan pergi? Sebaiknya kau sarapan dulu. Hyung sudah menyiapkan sarapan untukmu?" siwonpun akhirnya berjalan ke arah meja makan untuk sarapan bersama. Tak ada perbincangan setelah itu. Suasana menjadi terasa canggung.
"ehmm... soal kejadian semalam siwon ah. Apa yang akan kau lakukan pada keluarga Cho?" tanya yesung lirih dan ragu. Siwon berhenti makan dan mendongakan kepalanya menatap yesung hyung.
"Wae?" tanya siwon dengan pertanyaan yesung yang sudah seperti hyungnya sendiri itu.
"Anio, aku hanya tak ingin kau melakukan hal yang salah siwon ah, kau tahu kan hyung juga sangat menyanyagimu dan sudah menganggapmu dongsaengku sendiri."
"Apa menurut hyung yang aku lakukan salah?"
"bukan begitu siwon ah, aku..." entah kenapa yesung terlalu berat membicarakan masalah ini lagi.
"Aku tidak akan melukainya lagi yesung hyung, tapi.. sudahlah aku ada urusan hyung setelah itu aku harus kerumah sakit untuk jadwal operasi pasien."
Siwon melangkah pergi tanpa menghabiskan sarapannya. Yesung masih terdiam pa yang dimaksud siwon dengan kata tapi. Dan lagi yesung juga tidak tahu sepenuhnya kasus tiga tahun yang lalu yang telah merenggut nyawa dongsaengnya siwon yaitu Henry. Entahlah, yesung akan pikirkaan ini nanti, lagipula setelah ini dia juga akan pergi kerumah keluarga Cho. Dengan segala kekuasaan keluarga Cho, Yesung dijadikan dokter pribadi kyuhyun yang harus siap untuk dipanggil kapanpun. Dan pagi ini, keluarga Cho memanggil yesung untuk mengecek keadaan kyuhyun dan membuka perban yang aa dikepala kyuhyun.
(*-*)
Mansion Cho
Kyuhyun masih terjaga ditempat tidurnya dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya sampai kedadanya. Perlahan dibuka pintu kamar dimana kyuhyun berada. Kibum masuk dengan membawakan sarapan untuk kyuhyun. Ditaruhnya nampaan itu di meja samping tempat tidur kyuhyun. Kibum mendekati ranjang kyuhyun.
"Saeng, Iroena."
"euunggghhh..." terdengar lenguhan dari kyuhyun.
"ini sudah pagi, bangunlah kita sarapan, o?"
"kibum hyung nanti saja aku masih ngantuk dan kepalaku juga masih pusing."
"o? Apakah kau masih pusing dengan kepalamu saeng?" tanya kibum khawatir.
"ne, bumie hyung, pusing dikepalaku tidak hilang-hilang."
"baiklah sekarang kita ke kamar mandi dulu basuh mukamu biar kubantu. Kau harus sarapan dan minum obat supaya pusingmu cepat hilang."
Kibum menuntun kyuhyun ke kamar mandi untuk mencuci muka. Pagi itu kibum yang menemani kyuhyun untuk sarapan pagi dan meminum obatnya. Leeteuk hyung dan heechul hyung sudah pergi kekantor pagi-pagi sekali karena ada meeting penting dengan para pemegang saham. Sedangkan donghae hyung belum kembali dari olahraga paginya.
Setelah selesai sarapan dan meminum obat kyuhyun tertidur lagi. Sepertinya kondisinya belum benar-benar pulih dan harus banyak istirahat. Kibum meninggalkan kamar kyuhyun dan membawa nampan berisi sarapan kyuhyun yang telah habis setengah kembali ke dapur.
Saat di dapur kibum melihat dongahe hyung sedang meminum air putih dari kulkas. Sepertinya hyungnya itu kelelahan sehabis berolahraga.
"oh kibum ah, kau baru dari kamar kyuhyun?"
"o.. apa kau tidak bekerja hari ini hyung?"
"anio, aku sudah mengurus sesuatunya kemarin jadi aku tidak masuk hari ini. Apa kyuhyun sudah baikan."
"tadi dia mengeluh masih pusing hyung. Sekarang dia tidur lagi, sepertinya kyuhyun masih tetap butuh istirahat."
"kibum ah,, apa kau ingat kecelakaan tiga tahun yang lalu?" tanya donghae dengan tatapan mata yang berubah sendu.
"wae hyung?"
"ani.. aku Cuma takut ini ada hubungannya dengan kecelakaan tiga tahun yang lalu."
Keduanya tampak diam. Kibum tak bisa menjawab pertanyaan dari donghae hyung. Pikiraannya seolah membenarkan perkataan donghae hyungnya. Segala kemungkinan bisa terjadi kan. Mereka takut kyuhyun terluka lagi. Kyuhyun tak salah apapun dalam hal ini. Dan tak ada yang salah dalam hal ini. Semua hanya murni kecelakaan. Bahkan polisi pun mengatakan ini murni kecelakaan.
Tapi sampai sekarang keluarga cho tidak tahu dimana pihak keluarga korban. Karena waktu pemakaman korban pun tidak ada keluarga korban yang muncul. Mereka takut masih ada keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian itu.
"ting... tong"
Suara bel pintu mengalihkan perhatian mereka. Ada pelayan yang telah membukakan pintu. Tak lama setelah itu masuklah yesung uisa. Donghae dan Kibum pun menghampirinya.
"Annyeong haseyo"
"Anyeong haseyo"
"oh uisa mari saya antar ketempat kyuhyun" donghae menunjukan kamar yang ditempati kyuhyun.
Di kamar kyuhyun masih terjaga dalam tidurnya. Tak lama setelah itu dia mulai terusik dalam tidurnya karena merasakan kehadiran orang dikamarnya.
"Annyeong kyuhyun ssi, bagaimana kabarmu?"
"Sudah lebih baik uisa, tapi masih sering pusing" jawab kyuhyun jujur.
"tidak apa-apa kyuhyun ssi, itu hal yang wajar karena bagian yang terluka merupakan bagian kepala jadi untuk proses penyembuhannya kau harus sabar ne? Yang penting kau harus makan dengan teratur dan meminum obatnya. Jangan lupa jika obat sudah habis kau harus check up lagi ke rumah sakit." Jawab yesung Uisa dengan senyum lembut dari bibirnya.
"Nde uisa, kamsahamnida"
Setelah itu yesung uisa membuka perban dikepala kyuhyun. Jahitan lukanya sudah kering dan sembuh. Terdapat bekas jahitan di kepala depan namun akan tertutupi rambutnya. Bekas lukanya bisa hilang jika diolesi cream penghilang bekas luka secara teratur.
"lukamu sudah sembuh kyuhyun ssi, sekarang kau hanya harus beristirahat supaya cepat sembuh. Jaga dirimu baik-baik ne?"
"Nde,, uisa.."
Yesung pamit untuk langsung pergi kerumah sakit. Donghae dan kibum pun tak lupa berterima kasih pada yesung uisa dan mengantarkannya sampai ke depan pintu. Setelah itu donghae dan kibum kembali ke kamar kyuhyun untuk menemaninya didalam kamar.
"hyung, dimana Appa dan Eomma?" tanya kyuhyun begiru kibum dan donghae masuk ke kamarnya
"oh mian kyu, tadi malam ada panggilan mendadak dari jepang yang mengatakan perusahaan ada sedikit masalah dan meminta appa dan eomma untuk segera datang." Jawab kibum memberi pengertian pada dongsaengnya itu
"mereka dijepang sekarang?"
"o.. mereka akan kembali begitu urusan selesai." Jawab donghae sambil duduk diranjang samping kyuhyun.
"Arasseo, hyung aku ingin bermain game. Bisa hyung ambilkan gameku dilantai dua?"
"Aiish kyu, kau tak lupa kan omongan yesung uisa tadi. Kau harus istirahat.. istirahat." Kibum menekankan kata istirahat.
"Ne,, kyu,, lagipula bukankah kau selalu mengeluhkan pusing." Tambah donghae.
"Anio hyung, dengan bermain game pusingku akan hilang." Jawab kyuhyun.
"tidak ada hal seperti itu. Nanti saja setelah kau istirahat baru bermain game." Jawab kibum datar.
Jika sudah seperti itu, kyuhyun hanya bisa memajukan bibirnya dan menari selimutnya sampai kepala menandakan kalau dia kesal. Kedua hyungnya hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah dan menghela napas panjang dengan kelakukan dongsaengnya yang terkadang agak 'kekanakan' menurut mereka.
"donghae hyung sebaiknya kau mandi, keringatmu bau" suara kyuhyun dari balik selimut.
"yaaak kyu,," kibum mencolos karena perkataan kyuhyun sedangkan kibum hanya tertawa kecil membenarkan perkataan kyuhyun
(*-*)
Di meja kerjanya siwon gusar dengan pikirannya sendiri. Dia telah selesai dengan jadwal memeriksa pasien dirumah sakit yang sama dengan yesung. Dia melihat foto berdua bersama dongsaengnya henry. Setiap melihat henry dia merasa rindu yang menyusup kedalam hatinya tapi juga kemarahan yang terpendam.
Sejujurnya siwon telah mengamati semua pergerakan keluarga Cho akhir-akhir ini. Ada hati kecilnya yang membuatnya gusar dan tak bisa menjelaskan apa yang dirasakannya sekarang. Tapi dendam menutupi semuanya. Dia menginginkan apa yang dirasakannya dialami keluarga cho. Seringaian dan mata tajam menusuk dapat dilihat dari ekspresi wajahnya.
TBC
What do u think?
Tambah ngarang total abis,, ga jelas banget,, tapi ini part terpanjang yang aku bikin. 7 halaman. Kamarin-kamarin paling Cuma 3 halaman di MS word.. hehe
Ternyata bikin cerita itu susah-susah gampang ya... ide ga sesuai dengan tulisan..
Ga bisa ngomong apa-apa.. terserah mau koment apaan. Lagi pussiiiiing juga mikirin SKRIPSI ku...
Malah buat nulis ini.. huhu
Ada yang minat kasih review ga? Kalo perlu ide cerita sekalian deh...
Ga ada juga gpp...
BIG THANKS TO REVIEWERS, FOLOWERS, FAVORITER
Maaf ga bisa sebut satu-satu, yang pasti aku selalu baca review dari kalian walaupun Cuma sedikit yang review ^_^
