Title : Waiting for Your Heart

.

.

Cast : Lee Sungmin (namja)

Cho Kyuhyun (namja)

.

.

Genre : Romance/hurt/comfort, YAOI

Rate : T

Warning : Aneh, gaje, alur yang kecepetan, Typo(s), pasaran, bisa NC ...so...if u don't like it...just don't read it...okay...! no bash, for everything! Bagi yang gak suka, please jangan dibaca. Hyun mohon!

.

.

SUMMARY

Aku mencintaimu dengan segala keterbatasan yang kupunya. Aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Meski tak pernah kusangka, cinta ini jugalah yang menyakitimu. –KyuMin-

.

.

DISCLAIMER

Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik Hyun. Kyunnie punya na Ming. Ming punya na Kyunnie. KyuMin sah milik KMS JOYer's

.

NO COPAS

.

DON'T LIKE, DON'T READ

.

.

.

.

^^HAPPY READING ^^

.

.

.

Previous Chapter

"Walau kau tidak akan mengingatnya, tapi aku akan selalu mengingatnya, Min."

.

.

"Malam pertama kita"

.

.

Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya di sebelah Sungmin yang kini sudah rapi dengan piyama barunya. Di kecupnya sebentar pipi mulus Sungmin sebelum akhirnya Kyuhyun membelakangi namja itu.

.

.

"Jaljayo, yeobo..."

.

.


Kyu's Heart

- I'm Crazy For You -


.

.

KYUHYUN POV

Hari ini, seperti biasa, aku pergi kekantor saat Sungmin masih lelap tertidur. Cuaca yang sangat dingin pagi itu membuatku menggigil. Aku pergi dengan kendaraan umum karena mobilku ternyata rusak dan aku sudah menyuruh anak buahku untuk mengantarnya nanti siang ke bengkel. Untungnya, karena aku pergi pagi jadi aku tidak perlu berdesak-desakan dengan penumpang lainnya hanya untuk sekedar mendapatkan tempat duduk.

Bus pertama pagi ini terasa sangat sepi. Hanya ada aku dan 3 penumpang yang lain yang semuanya anak sekolah. 'Apa sekarang tidak kepagian untuk pergi sekolah?'begitu pikirku ketika melihat anak-anak sekolah itu berada dalam bus sepagi ini.

Setelah menempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan 2 kali transit bus akhirnya aku sampai di kantorku yang tercinta. Hufh...malasnya. Cuaca yang dingin membuat mood ku berada dalam kondisi buruk.

.

.

"Ah, selamat pagi Tuan Cho. Ruangan Anda sudah saya bersihkan." Begitu kata cleaning service kantor ku. Bapak tua itu sudah sangat hafal dengan jam kedatanganku sehingga dia selalu membersihkan ruanganku terlebih dahulu ketika dia sampai kekantor ini.

"Ne, gamsahamnida, Kangin-ssi." Jawabku sopan sambil tersenyum dan membungkuk sedikit padanya kemudian aku segera masuk kedalam ruanganku.

"Hhh...pagi yang menyebalkan..." gerutuku sambil melepaskan jas dan bersandar lelah di kursiku.

Tak sengaja mataku menatap kearah kalender yang berdiri di atas meja kerjaku.

.

.

.

"Sebentar lagi ulang tahun pernikahan kita, Min. Apa yang harus kuberikan padamu? Apa yang harus kulakukan?" Aku mengambil selembar foto Sungmin yang kusimpan rapi dalam laci mejaku. Kelinci manis itu tengah tersenyum sambil melahap ice cream conenya bersama Lee Hyukjae, tetangga kami.

.

Sungmin dan Hyukjae. Aku tahu mereka berteman akrab. Bahkan keduanya seperti adik-kakak. Dan sejujurnya aku sudah sangat sering di ceramahi oleh suaminya Hyukjae –yang juga mantan kekasih Sungmin saat SMP- yang berwajah Nemo itu perihal sikapku yang sangat dingin pada Sungmin. Namun aku hanya bisa menanggapi segala ocehan orang itu dengan diam. Aku malu jika harus mengatakan alasanku sebenarnya pada namja yang seharusnya kupanggil 'Hyung' itu. Tapi, lagi-lagi...aku tak percaya diri.

.

.

.

Aku tersadar dari lamunanku saat aku mendapati kini Kim Taeyeon, sekretarisku, telah berdiri dengan anggun tepat di depan mejaku. Aku yang terkejut segera menyimpan kembali foto Sungmin kedalam laci dan menutupnya dengan sedikit keras.

.

"Ekhem...mm...ada apa?" tanyaku dengan nada yang kubuat se-wibawa mungkin untuk menutupi kegugupanku.

.

"Kim Taeyeon, ada apa?" tanyaku sekali lagi, kali ini aku menekankan setiap kata yang kuucap agar yeoja pintar di depanku ini berhenti menatapku dengan pandangan penuh tanda tanya seperti itu. Aku tak kuat.

.

"Ah...ne...mianhae, Sajangnim. Ini ada beberapa dokumen yang harus Anda periksa dan tanda tangani." Ucap yeoja itu sambil menyodorkan beberapa map padaku.

.

.

.

"A-anu...maaf, tapi apakah Anda ada masalah, Sajangnim? Dari kemarin saya melihat Anda sepertinya sedang bingung." Nada suara Taeyeon tiba-tiba berubah lirih dan sedikit gugup saat mengucapkannya. Inilah yang aku suka dari sekretarisku. Orangnya ramah, sopan, perhatian, baik hati dan pekerja keras. Aku sangat bangga padanya. Tapi jangan pernah kalian berpikir aku mencintainya. Hati, jiwa, dan ragaku hanya milik Sungmin seorang!.

"Aniyo...gwenchana. aku tidak apa-apa." Jawabku sambil berusaha tersenyum manis kemudian berpura-pura sibuk dengan dokumen-dokumen darinya.

"Ta-tapi...-"

"Jika tidak ada lagi yang harus kau sampaikan, kau boleh pergi sekarang." Ucapku memotong kalimat yeoja itu tanpa melihatnya sedikitpun. Memang terdengar sedikit kasar namun itulah stok kalimat pengusiran paling halus yang tersedia dalam otakku.

"Ah...ne..ne...mianhae, Sajangnim. Saya permisi dulu." Ujarnya lalu keluar dari ruanganku.

.

.

Setelah dia menutup pintu, aku kembali menyandarkan tubuhku pada sandaran kursi hitam itu. Mendongakkan kepalaku dan memejamkan mata bermaksud untuk membayangkan wajah manis Sungmin agar mood ku kembali membaik. Namun apa yang terjadi, sekelebat bayangan aktivitasku semalam malah melintas hilir mudik di pikiranku membuatku dengan paksa membuka mata dan segera bangkit dari kursi.

Aku berjalan mondar-mandir dalam ruanganku untuk melenyapkan bayangan penyatuan tubuhku dan Sungmin semalam.

.

.

"Aisshh...Sungmin-ah...kau membuatku gila!"

.

.

.

.

KYUHYUN POV END


.

AUTHOR POV

.

Sore hari, ketika Kyuhyun tengah dalam kondisi workaholic mode on, tiba-tiba ponselnya berbunyi nyaring, membuat Kyuhyun tersentak dan segera kembali ke dunia nyata. Segera diambilnya ponsel di atas meja itu dan tanpa melihat siapa yang menelepon, Kyuhyun segera mengangkatnya.

.

"Yeoboseoyo?"

.

"Kyunnie...hari ini temani aku belanja ne...jeballllll~"

.

Kyuhyun mengerutkan alisnya bingung kemudian segera melihat siapa yang tengah meneleponnya dan seketika matanya membulat.

.

"Aisshh! Tidak bisa! Aku sedang kerja, Noona! Seret saja suami manjamu itu untuk menemanimu. Aku sibuk!" ucap Kyuhyun ketus sambil terus menekuni pekerjaannya.

.

"Issh, jebal jagiya...apa kau tak kasihan dengan Noonamu ini? berjalan sendirian dalam kondisi hamil muda ditengah cuaca panas tanpa tahu harus menggunakan angkutan umum yang mana belum lagi harus berdesak-desakan dalam kereta. Ya Tuhan, kasihan sekali kau anakku. Ahjussi mu ternyata sangat kejam." Ucap Victoria dengan suara yang didramatisir yang langsung membuat Kyuhyun memijit pelan pelipisnya yang berkedut sebal.

.

"Aissh! Oke! Oke! Aku akan menemanimu. Jam berapa kau mau pergi?! Dimana aku harus menjemputmu?! Aku tidak bawa mobil, jadi kita pergi naik taksi saja!" Kyuhyun menggeram murka. Dengan bodohnya dia luluh.

.

"Menjemputku? Ani...aku yang akan menjemputmu. Setengah jam lagi. Dikantormu!" jawab Vic santai.

.

"Mwo? Menjemputku? Bukannya tadi kau bilang..."

.

"Hehe...aku bawa mobil, jagiya...tenang saja. Aku tahu mobilmu ada dibengkel jadi kali ini aku akan menjemputmu kekantor." Jawab yeoja cantik itu riang.

.

"Mwooo? Ya! Kau membohongiku!"

.

"Membohongimu? Aku hanya bilang 'berjalan sendirian dalam kondisi hamil muda ditengah cuaca panas tanpa tahu harus menggunakan angkutan umum yang mana belum lagi harus berdesak-desakan dalam kereta', tapi aku tak bilang kalau aku tak bawa mobilkan? Ckckck. Otak jeniusmu tampaknya benar-benar sudah membatu."

.

"Hhh...sudahlah...aku sedang malas berdebat denganmu. Kutunggu di kantorku."

.

Pip

Dengan nistanya Kyuhyun langsung mematikan sambungan telepon itu tanpa menunggu konfirmasi dari sang penelepon. Benar-benar sopan.

.

.

AUTHOR POV END


.

KYUHYUN POV

.

Dan disinilah aku sekarang, berakhir mengenaskan di sebuah pusat perbelanjaan dengan kedua tangan penuh kantong-kantong yang entah apa saja isinya. Kakiku terasa mau lepas. Sangat lelah. Namun yeoja berisik ini masih saja hilir mudik kesana-kemari dengan penuh semangat tanpa kenal lelah sedikitpun. Sedangkan aku?

.

.

"Noona...ini sudah malam...aku lelah..." Sungguh aku benar-benar lelah sekarang. Keringat bercucuran di tubuhku. Tanganku perih menjinjing kantong-kantong berat menyebalkan ini.

"Uhh...Kyunnie...noona masih mau belanja...lagipula sekarang juga baru jam 8. Kau ini payah sekali..." ujar Vic sambil terus melenggang melangkah di depanku.

"Akkhh..ak-aku...aku lapar, noona." Demi seluruh lekuk tubuh Sungmin, perutku sekarang meraung-raung minta diisi, tapi yeoja di depanku ini malah tak menyadarinya sama sekali, terlebih tadi siang aku melewati jam makanku karena sibuk. Dan sekarang, jam 8 malam! Perutku melilit!.

.

.

"No-noona..." suaraku makin terdengar lirih. Mataku berkunang-kunang.

"Aihh..ne-ne-ne-neeeee...kajja kita makan sekarang." Yeoja berisik itu langsung menyeretku ke restoran dalam pusat perbelanjaan itu. Aigoo...akhirnya...

.

.

SKIP TIME

.

.

Setelah memakan seporsi besar Spaghetti seafood, aku langsung memesan double ice cream coklat vanila dan waffle. Omooo...aku benar-benar lapar! Victoria hanya melongo menatapku. Makanannya terabaikan. Apa wajahku terlihat tampan saat makan? Haha...

.

.

.

"Waeyo, noona? Tak pernah lihat orang makan, eoh?" lama-lama aku jengah juga ditatap seperti itu.

"Aniya, hanya saja...kau...sedikit...mengerikan..." jawab Vic sambil memandangku lekat-lekat.

Aku terkekeh.

.

.

.

"Noona, malam ini aku yang akan menraktirmu..." ucapku sambil tersenyum semanis mungkin.

"Mwo? Apa Kyu? Aku tak salah dengar kan? Kau tak demam kan?" Vic membelalakkan matanya lebar-lebar...hei, aku bukan orang sepelit yang kalian kira. Aku justru sangat dermawan. Contohnya saja, aku mau menraktir yeoja menyebalkan di depanku ini...hahaha...

"Eiiiiyyy...sudahlah noona. Tinggal meng 'iya' kan saja apa susahnya sih? Ini ungkapan terimakasihku padamu." Jawabku sambil terus memakan eskrim porsi besar yang tadi kupesan.

"Mwo? Memang ada apa? " Kini Vic menatapku penuh tanda tanya.

.

.

.

"Noona...kau tahu...semalam...emmm..aku...hehehe..." aku spontan tersenyum dan terkekeh mengingat 'aktivitas' semalam.

"Ya! Berhenti tersenyum mesum! Cepat katakan ada apa?" Vic membentakku sambil mengacung-acungkan garpunya kearahku...isshh...dasar nenek lampir!

.

.

.

"Noona...semalam aku...hehe...aku...sudah 'melakukannya' dengan Sungmin" aku mendadak tersipu malu saat mengatakannya yang membuatku langsung menunduk dan memain-mainkan eskrimku sambil senyum-senyum.

.

.

Semenit, tak ada tanggapan dari yeoja Cina itu. Saat aku mendongak, aku hanya melihatnya melongo kearahku...diam membatu. Yah, time controller sepertinya tengah beraksi menghentikan aliran waktu gadis cina ini.

.

.

"Noona? Noona? "

.

".."

.

"Yya! Noon-

.

"Kyaaaaa! Chukhae nae Kyunnie..." Vic menjerit histeris menghampiriku dan langsung menerjang memeluk tubuh kurusku hingga hampir terjengkang.

"Noonaahh...se-ssaakk..." Aku sungguh kaget dibuatnya. Pelukannya di leherku sangat erat sampai rasanya mencengkeram saluran nafasku...

.

.

"Ah..ne..ne...mianhe...Noona senang sekali...hohoho, akhirnya...Eotte? bagaimana rasanya? Menyenangkan bukan?" ucap Vic menyeringai mesum padaku...Hhh~ aku sedikit menyesal telah memberitahunya.

"Mmm...menyenangkan dan...hehe...isshhh, noona! Jangan membuatku malu!" omoo, pasti wajahku memerah sekarang. Aigooo...

"Whatever. Yang jelas, kau sekarang sudah benar-benar memilikinya. Chukhae, Cho babo." Ujar Vic kembali memelukku. Aku hanya diam. Bagaimana jika dia bertanya tentang obat itu? Apa yang harus kukatakan, padahal aku berniat tidak akan menggunakannya.

"Tunggu dulu..." Vic melepas pelukannya di leherku dan menatapku tajam.

"Kau mendapatkannya dengan 'caramu' atau dengan 'caraku'?" tanyanya sambil memicingkan mata menatapku.

.

Tuh kan!

Eottokae?!

.

"Noo-noona, sebenarnya..."

.

Akupun dengan terpaksa menjelaskan kronologi kejadian kemarin malam pada Victoria. Kujelaskan sedetail-detailnya pada yeoja itu. Aku tak ingin berbohong padanya.

.

.

.

.

"Mwo? Jadi semuanya karena tak sengaja?" Vic membelalakkan matanya dengan ekpresi wajah yang tegang.

"Ne, noona...aku juga tak tahu jika Sungmin meminum obat itu. Aku tak sengaja meletakkan benda itu di dekat obatnya." Aku menunduk tak berani menatap Victoria. Matilah aku! Begitu pikirku.

.

"Hhh~ sudahlah. Percuma marah-marah padamu. Kau tahu, sebenarnya aku ingin sekali memukul kepalamu yang payah itu. Apa yang kau pikirkan hingga seceroboh itu, hah? Kau benar-benar...aissh...sudahlah. Yang penting kau sudah berani melakukannya. Noona senang, Kyu. "

.

Vic mengusap pelan pipiku kemudian mendongakkan wajahku agar menatapnya.

.

"Lain kali kau harus melakukannya dengan usahamu sendiri. Arraseo? "

.

"Neeee...~" jawabku manja sambil tersenyum manis padanya. Vic mengusap sayang pucuk kepalaku. Haha, menyenangkan dimanja olehnya.

.

.

.

"Noona...ada lagi yang ingin kusampaikan." Ucapku ketika Vic sedang memakan puding coklatnya.

.

"Mwoya?" tanyanya sambil mengunyah.

"Minggu depan adalah hari ulang tahun pernikahanku dan Sungmin. Menurut noona kira-kira apa yang harus kuberikan padanya? Apa yang harus kulakukan, noona?" aku menatap polos padanya sambil menopang daguku di atas meja dengan kedua tanganku.

Vic spontan tersedak. Ada apa? Apa ada yang salah?

.

"Ya! Masalah seperti itu apakah harus aku juga yang memikirkannya?! Sebenarnya yang suami Sungmin itu aku atau kau?!" Aku kaget dan mundur kebelakang. Lagi-lagi yeoja ini mengamuk. Sepertinya itu hobinya.

"Noona! Berhentilah berteriak. Aku hanya bertanya. Apa yang harus kulakukan." Jawabku berusaha dengan tanpa dosa sedikitpun.

.

"Aigo, aigooo...nae baby, jangan kau tiru sifat ahjussi-mu yang babo ini, arraseo? Dia benar-benar payah!" ucap Vic sambil mengelus-elus perutnya

"Aku akan terus berdoa agar anakmu sepertiku!" ucapku menggeram. Aku sedikit kesal melihatnya mengelus perutnya yang sedikit membuncit itu sambil terus menjelek-jelekkanku.

Hei! Itu calon keponakanku. Apa jadinya jika dia nanti tak menghormatiku?! Issh!

"Andwae! Malddo andwae! Anak ini tak boleh sepertimu. Titik!"

"Terserahlah! Tapi aku serius noona. Apa yang harus kulakukan?" tanyaku memelas.

.

.

Victoria terdiam sepertinya yeoja ini tengah berpikir tentang apa yang harus kulakukan pada Sungmin di hari ulang tahun pernikahan kami nanti.

.

"Berikan dia sesuatu yang dia inginkan selama ini." aku mengerutkan alisku.

"Apa? Apa yang harus kuberikan?" tanyaku bingung.

"Mana kutahu. Itu urusanmu. Bersikaplah sebagai seme sejati. Pahami isi hati ukemu. Jangan bergantung terus padaku. Cobalah dengan usahamu sendiri."

.

Aku terdiam. Dia benar. Aku harus berusaha sendiri. Tak mungkin aku terus melibatkan Vic noona dalam urusan rumah tanggaku.

.

"Oke...baiklah. doakan aku, noona." Ucapku tersenyum.

"Kau pasti bisa, Kyu. Aku tahu itu. Kau pasti bisa. Fighting Cho Kyuhyun!" Vic mengepalkan tangannya keudara memberi semangat padaku. Aku terkekeh. Yeoja ini bisa juga bersikap lucu.

.

.

.

"Noona. Kita pulang sekarang, ne. Aku mengantuk."

"Ne, kajja kita pulang."

.

.

Aku segera keluar dari restoran setelah membayar seluruh makanan yang kami pesan. Vic mengantarku sampai rumah. Hampir pukul 11.30 malam aku tiba di rumahku.

.

"Gomawo, noona. Kau telah banyak membantuku. Aku senang kau ada disini." Ucapku ketika keluar dari mobilnya.

"Gwenchana, Kyu. Aku noona-mu jadi jangan segan-segan. Jika ada apa-apa kau harus memberitahuku, jangan memutuskan sendiri jika kau tak yakin."

"Ne, arraseo noona. Gomawo." Aku berbalik dan baru saja aku akan melangkah, tangan kiriku ditahan oleh Victoria.

"Noona, waeyo." Aku melihat Vic cemberut dan memanyunkan bibirnya. Ada apa?

.

"Kyunnie...poppo~..." ujarnya lirih.

.

Aku terkejut. Ada apa ini?

.

"Noona tak tahu, tapi tiba-tiba saja noona menginginkannya..." ucap Vic seakan tahu kekagetanku.

'Tunggu! Apakah...dia sedang mengidam sekarang?'

.

"Kyunnie...poppo~..." ujarnya lagi. Kali ini matanya terlihat berkaca-kaca. Ya Tuhan. Dia sedang mengidam sepertinya.

"Aisshh...ne..ne...arraseo, jangan menangis." Ucapku sambil mendekatinya dan mengecup singkat dahi mulus itu. Vic langsung terdiam.

"Hehe...gomawo Kyunnie. Entah mengapa tiba-tiba aku menginginkannya." Vic menyeringai lebar.

"Itu tanda keponakanku akan mirip denganku..." aku bernarsis-narsis ria sambil bergaya mengibaskan poniku.

"Yaiks...! sudahlah. Aku pulang. Dagh...selamat berjuang!" Vic segera masuk kembali kedalam mobilnya dan aku segera melangkah masuk kedalam rumahku.

.

.

.

.

.

Aku masuk kedalam kamarku dan kulihat Sungmin tertidur. Kulepaskan jas dan pakaian kantorku kemudian berganti dengan piyama. Kulangkahkan kakiku menuju ranjang dan aku duduk termenung memandang wajah damainya.

Ya Tuhan, apa yang akan kulakukan minggu depan? Apa yang harus kuberikan pada Sungmin?

Kuusap surai hitamnya dengan lembut. Wajah tidurnya benar-benar menenangkan hatiku. Kubelai wajah itu dengan sayang. Aku sangat mencintainya. Harus bagaimana aku mengucapkannya lagi? Aku sungguh-sungguh mencintainya.

.

.

.

"Apa yang harus kulakukan padamu...Ming?"

Ya, apa yang harus kulakukan padamu? Beritahu aku agar aku tak bertindak bodoh lagi dan menyakitimu. Akupun menderita melihatmu sakit karenaku, Minnie-ah.

.

Ku baringkan tubuhku menghadapnya. Aku ingin memimpikan dirinya malam ini. Perlahan, wajahnya yang teduh menarikku terbuai kealam mimpi. Aku terlelap.

.

'Saranghae, Minnie..' ucapku dalam hati sebelum mataku terpejam

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.


Yo! Banzai !

Hyun balik bawa chappie 6 Kyu's Heart part 3! oleoleole!

Gak da KyuMin moment na lagi? Ne, arraseo, Hyun jg tau. Tapi memang gitu alurnya. Mianhae, chingu-ya. #bow

Chappie depan bakal dijelasin bagaimana perasaan Kyunnie pas Ming minta cerai.

So...don't go anywhere. Hyun will be right back! Soon!

.

Special Kisseu to :

RianaClouds, Cho Na Na, HARABEOJI/vulnie, criticusofstory, nikyunmin, Fishy kece, SPREAD JOY137, WineKyuMin137, lenyclouds, Yefah Joyers Clouds, reaRelf, ayyuannisa.1, riesty137, I was a Dreamer, Maximumelf, Kim Min Ah, HyunShi, Zahra Amelia, sitara1083, pumpkinsparkyumin, Cholee137, Kyumin, winecouple, ChoiShinYang, vey900128, ririn chubby, 3 orang Guest, ChanMoody, anonim aja, dan Chikyumin

Jeongmal gamsahae buat dukungan kalian serta semua yang dah fav, follow, n silent readers FF Hyun ini. Saranghae, chingu.

.

.

Habis gelap terbitlah terang (?). Tak henti-hentinya Hyun minta keikhlasan temand2 smw tuk meninggalkan rifyu kalian di chappie 6 ini. Karena Rifyu kalian adalah semangat buat-ku. Tanpa kalian aku hampa...#hoeekkkssz.

.

Dah lah, daripada banyak yang muntah karena kebanyakan bacot. Ya dah, Hyun akhiri sampai sini.

jangan lupakan review kalian, nee..

Gomawoooo...^^