New Savior : Uchiha Uzumaki Naruto

Team

Pagi hari yang cerah di Konohagakure No sato. Sinar matahari langsung menyorot patung wajah para kage pendahulu dan kage sekarang di tebing tinggi belakang desa. Mentari menghangatkan suhu, mengusir hawa dingin setelah malam berakhir. Burung berterbangan diatas menghiasi indahnya langit biru cerah pagi itu.

Di apartemennya, terlihat Naruto telah selesai melakukan rutinitas paginya dan sudah bersiap melanjutkan kegiatannya lagi. Ia mengenakan pakaian berwarna biru gelap seperti biasa, lengan pendek dengan style uchiha leher bundarnya. Di belakangnya ada lambang uzumaki dan katana menempel di punggungnya. Celana panjang berwarna hitam dan terakhir sepatu Shinobi berwarna yang sama dengan bajunya.

'Yeah... Tidak ada yang bisa mengalahkan nikmatnya ramen instan pagi hari' pikirnya memegangi perutnya sendiri. 'Jika ada kurama pasti ia akan mengecoh lagi tentang sarapan yang sehat.. Hehe' pikirnya sedikit menyeringai.

Ia kemudian berdiri lalu memasukan kembali kursinya rapi. Ia mengangkat piringnya lalu membawnya ke dapur dan mencucinya. Ia diajari disipilin oleh fugaku dengan baik saat ia masih di tinggal di komplek Uchiha dulu. Semua hal itu ia lakukan secara otomatis karena sudah terbiasa, melekat di dalam dirinya.

'Sekarang semua tugas rumah selesai... Dan..' Pikirnya mentap ke arah jam dinding di belakangnya menempel di dinding. Jam 06.52 saat itu. 'Saatnya bertemu dengan teamku' pikirnya. Ia melepas celemek yang ia kenakan perlahan lalu menggantungkannya. Ia tinggal di lantai dua dimana jendela selalu terbuka. Ia berlari kearah jendela lalu melompat.

"HOOOIIIYAAA... SAATNYA TERBANG... " Teriaknya sambil melompat keluar jendelanya. Naruto si genius prodigi gila yang tidak diketahui oleh semua orang. Mungkin karena sikap liarnya ini kyuubi tertarik padanya dan merasa nyaman bersamanya.

Training ground 12

"Ini sudah hampir jam 7 dan calon anggota kita yang satunya masih belum datang."Ungkap membosankan seorang Jounin dengan Hitaitae Konoha miringnya. Ia mengenakan dalaman lengan panjang berwarna abu-abu dan pedang besar di belakangngnya.

"Nah.. Nah... Kau harus belajar bersabar Zabuza San" suara datang dari arah belakang, suara dengan nada malas. "Minato Sensei bilang dia tidak pernah terlambat jadi dia akan datang tepat waktu. "Lanjutnya melangkah sambil memegang buku orange di tangan kirinya.

"Whoa... Minpi apa kau semalam Kakashi Sensei" komen terkejut Menma. "Kau datang tepat waktu kali ini" lanjutnya menatap kearah Kakashi dengan senyum agak lebar.

"Ayolah Menma.. Aku tidak seburuk itu bukan" respon malas Hatake Kakashi berhenti di samping Zabuza dengan kedua matanya fokus pada buku kesayangannya.

"Yeah... Kau tidak buruk... Kau terlalu buruk" ucap Menma mengangkat jempolnya ke arah kakashi yang hanya tersenyum mata sipinya.

"Yeah... Sangat langka sensei tepat waktu kecuali ada Misi" respon Sakura setuju dengan Menma.

"Hn" tambahan bahasa antik Sasuke khas Uchihanya.

Dengan cepat Menma membalikan wajahnya menatap Sasuke di samping Sakura."HEI DOBE.. BISAKAH KAU TIDAK MENGUCAPKAN KATA HN DALAM SEHARI SAJA." Tegasnya menunjuk Sakura kesal akan kebiasaan antiknya.

"Pasti dobe.. " Komen seringai Sasuke. "Tidak" lanjutnya.

"GAH... ADA JUTAAN KATA DI DUNIA INI DAN KAU TIDAK MENGGUNAKNNYA... KENAPA KAU BEGITU PELIT DALAM MENELUARKAN UCAPAN TEME..." Teriak depresi Menma menunjuk tepat ke batang Hidung Sasuke.

"Hn..."Respon pelan Sasuke semakin menambah naik darah Menma. Kakashi dan Sakura hanya bisa sweetdrop melihat kebiasaan rekan mereka.

"Kerja sama team kita akhir-akhir ini buruk.." Gumam Kakashi melirik keduanya sejenak kemudian kembali menatap buku indahnya.

"Hum... Kakashi San... Apa mereka selalu seperti itu?" Tanya seorang gadis mengenakan kimono lengan pendek sepanjang lututnya berwarna ungu gelap, membelah di bagian lutut sampai pahanya. Ia mengenakan celana ketat hitam seperti yang biasa di kenakan Konoichi juga selutut dan sendal Sbinobi hitam.

Di kedua lengannya ada sepasang penghias lengan dari ujung perhelangan tangan sampai sikunya berwarna hitam. Di belakang pakaiannya terukir lambang dari Yuki klan berwarna perak. Ia mengenakan Hita itae Konoha gakure di keningnya di balik belahan rambut panjang hitamnya.

"Yeah... Itu hanyalah untuk menunjukan betapa dekatnya mereka" jawab malas Kakashi.

"Dibuku di tulis kalau persahabatan itu adalah ikatan kuat dan tidak bisa di ungkapkan. Pertengkaran sering terjadi untuk mengikatkan ikatan.. Apa itu benar" ungkap penasaran seorang bocah berwajah pucat dengan katana di belakangnya.

"Ssst.. Sai.. Bisakah kau melupakan tentang buku bangsatmu itu?" Komen Menma menatap Sai yang hnya tersenyum aneh padanya. "GAH... KENAPA TIDAK ADA YANG NORMAL DI SINI..." Ungkap depresi Menma memegangi kepalanya seolah ingin mencabutnya.

"Bisa kau ulangi perkataanmu Dobe.." Respon Sasuke terlihat tidak suka mendengarkan perkataan Menma.

"Oh yah... Kau Si emo punk, sakura si Fansgirl, Sai si pucat dengan wajah Aneh, kakashi Sensei mesum, Zabuza San ma"-

"Lanjutkan perkataanmu dan kupastikan lidahmu akan keluar dari dalam mulutmu Menma Kun.." Potong lembut haku tapi jelas itu sebuah ancaman.

'Zabuza Maniac, dan Haku Chan... Lady killer' lanjut Menma di dalam pikirannya sambil menghela Napasnya.

"Sudah jam 7 saat ini kakashi, dan dia belum muncul juga" ungkap geram Zabuza melototi Kakashi yang langsung menutup bukunya sejenak dan menatapnya.

"Hum.. Mungkin ia tersesat di jalan kehidupan.." Komen kakashi dengan ekspresi tidak bersalahnya menatap senyum mata sipit Zabuza.

Sebuah helaan napas panjang terlihat di wajah Zabuza. "Aku tetap masih belum mengerti kenapa aku ingin bergabung dengan Shinobi seperti kalian ini" gumamnya menanyakan ketidak tahuannya sendiri.

"Hum... Eto... " Semua lalu menatap sakura yang ingin berbicara. "Bisa tolong jelaskan apa yang kita tunggu? Tidak biasanya team 12 bergabung dengan team 7" tanya bingung Sakura.

"Yeah.. Aku juga ingin mengetahuinya Sensei" tambah Menma.

"Hn.." Sasuke juga ikut setuju.

"Gah... TEME.. KAU DAN AKU.. SEKARANG DISINI" teriak Menma menantang Sasuke untuk bertarung. Ia sangat kesal karena 'Hn' sasuke yang terus berulang.

"Pasti Dobe.." Ucap Sasuke menerima tantangan menma dengan seringai khasnya.

'Oh.. Jangan lagi... ' Pikir Kakashi menghela napas kembali membuka bukunya melanjutkan bacaannya. Sai terlihat memperhatikan serius Menma dan Sasuke sudah saling berhadapan siap bertarung. Ia masih belum juga mengerti tentang hubungan persahabatan Uchiha dan Senju itu yang sangat aneh baginya.

"Woah... Nikmatnya ramen ini tebayou... " Suara dari belakang Kakashi dan Zabuza terdengar. Mata kedua Jounin itu melebar, begitu juga Manma dan Sasuke berhenti saling menatap dan mencari tau pemilik suara itu. Sakura dan Sai yang kebetulan berada di depan zabuza langsung memiringkan wajah mereka menatap ke arah belakang Zabuza.

'Suara ini... ' Pikir Sasuke terkejut berbalik lalu menatap kearah sebuah pohon di belakang zabuza sekitar 5 meter.

"KAU... APA YANG KAU LAKUKAN DISINI DASAR KAU BAKA... " Teriak Sasuke melakukan jutsu big head menciptakan auman keras menggerakan rambut Naruto yang sedang menikmati ramen bungkus di atas dahan pohon.

'Uzumaki Uchina Naruto... Jadi dia yang dimaksudkan Minato Sensei..' Pikir Kakashi melirik sejenak Naruto yang tidak begitu peduli hanya menikmati ramennya saja. Matanya lalu melirik kearah tanah dimana di sana terlihat satu bungkusan ramen tergeletak kosong. 'Kenyataannya ia telah lama disana dan menghabiskan satu mangkok ramen.. Aku bahkan tidak merasakannya' lanjutnya serius.

'Bocah ini bukan bocah biasa... Aku bahkan tidak merasakan kehadirannya' pikir Zabuza yang sudah berbalik menatap Naruto. Haku tidak berkomentar apapun selain sedikit Blush melihat tampang Naruto.

'Kyaa... Dia sangat tampan Cha... ' Pikir Inner sakura dengan kedua matanya berubah menjadi tanda love berwarna pink. Sakura mengangguk setuju dengan wajah merona.

'Jadi dia yang di katakan Danzo sama untuk mengawasinya' pikir Sai menatap Naruto.

Flashback

Sai terlihat berlutut di hadapan sang pemimpin mutlak Root Danzo Shimura bersiap menerima perintah.

"Danzo Sama" ucap si pemilik kulit pucat, Sai.

"Sai... Kau akan menemui pelengkap di teammu besok pagi. Minato akan memberikan satu anggota lagi dan yang akan menjadi target misimu" ucap datar Danzo seperti biasanya tanpa emosi

"Misiku?" Gumam Sai agak bingung. "Bukankah misiku adalah mengawasi Haku san dan Zabuza San?" Tanyanya

"Hai.. Ini adalah misi tambahan untukmu" Sai mengangkat wajahnya menatap serius tuannya. "Namanya adalah Uzumaki Naruto dan ia akan bergabung dengan teammu besok pagi" jelas Danzo.

Sai menganggukan kepalanya mengerti."Jadi apa misinya Danzo Sama?" Tanya Sai tegas.

"Misimu adalah mengawasinya, mendekatinya dan membiarkanmu di percayai sepenuhnya olehnya. Lalu buat dia berpihak pada Root dan ajak bergabung dengan kita. Jika ia menolak maka eliminasi secepatnya." Ungkap Danzo menjelaskan detail misi Sai.

"Hai.. Danzo Sama" jawab Sai menganggukan kepalanya. 'Danzo Sama juga menginginkan Zabuza dan Haku sebelumnya. Kini bertambah seorang lagi dan orang itu masih misterius' lanjutnya di alam pikirannya.

End

"Huh.. Siapa dia? Hey teme... Kau mengucapkan banyak kata barusan... Mengagumkan" komen Menma tersenyum lebar menatap Sasuke yang tidak memperdulikannya hanya fokus pada Naruto.

Naruto menyudahi makannya lalu menjatuhkan bungkusan ramen ketas tanah. "Yo Semuanya... Yo Emo... Aku tepat waktu kan" ungkapnya perlahan melompat keatas tanah, mendarat mulus tanpa suara. Kakashi dan Zabuza menyipitkan mata mereka melihat hal yang mustahil silakukan oleh seorang Genin.

"Hum.. Sasuke kun.. Apa kau mengenalinya?" Tanya pensaran agak malu Sakura.

"Hn... Dia adalah "-

"Uzumaki Naruto... " Mata sasuke melebar terkejut mendengarkan perkataan Zabuza yang memotong ucapannya. "Selamat datang di team 13... Aku adalah Zabuza Momochi sebagai jounin senseimu yang akan membimbingmu selama kau dalam team.. Mengerti" tegas Zabuza.

"Hey tunggu dulu... Apa maksudmu selamat datang di team 13?" Tanya bingung Sasuke sangat penasran menatap Zabuza.

'Sasuke mengenali Naruto? Ini berarti mereka telah bertemu sebelumnya dan saling mengenal. Sangat jarang sasuke menghabiskan waktunya bersosialisasi dan mengenal seseorang yang baru. Ia mungkin juga tau tentang Naruto seorang Uchiha' pikir malas Kakashi menganalisa reaksi Sasuke. 'Tapi tetap saja aku tidak bisa merasakan kehadirannya menunjukan ia memiliki levelnya sendiri' lanjutnya melirik Naruto.

"Yup.. Ia adalah anggota terakhir team 12" jawab zabuza.

"Hey.. Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya di akademi atau di konoha? Apa dia juga ninja luar yang bergabung dengan Konoha seperti kalian ? Bagaimana Teme bisa mengenalinya?" Tanya Menma dengan suara sedikit berteriak.

'Siapapun dia, aku harus mendapatkannya.. Shannaro' pikir inner Sakura dengan manisnya.

Naruto melangkah ke samping Zabuza dengan senyum agak lebar. "Jadi yang mana anggota teamku..." Tanyanya pada zabuza.

"Hey.. Kau belum menjawab pertanyaanku.." Komen protes Menma merasa di abaikan.

"Uzumaki Naruto, Genin Konoha terdaftar sejak 3 tahun yang lalu dan alasan bersifat rahasia, ia kembali menjadi Genin team, bergabung dengan team 12." Jelas Zabuza menjawab pertanyaan Menma.

'Tiga tahun yang lalu... ' Pikir heran Sasuke.

"Jangan berikan tatapan seperti itu emo.. Aku juga adalah seorang Genin sepertimu" ungkap Naruto tersenyum ke Sasuke

"Ta-tapi Sensei.. Bagaimana bisa ia menjadi genin lebih cepat? Ia masih seumuran dengan kami" gumam Sakura bingung.

"Tidak semua orang bisa menjadi genin saat berumur 12 atau 13 tahun. Ada beberapa yang berbeda dari kebanyakan lainnya" Naruto berhenti sejenak menatap Kakashi."Bukan begitu Kakashi San?" Lanjutnya.

Kakashi meliriknya sejenak. "Bisa di bilang begitu" jawabnya malas.

"Baiklah... Ini adalah Haku yuki dan Sai sebagai anggota teammu" ucap Zabuza menunjuk dua rekannya yang lain.

"Yuki klan... Jadi masih ada yang selamat dari pemilik kekkai genkai Hyuton itu?" Komen Naruto menatap Haku hangat. Gadis belasan itu sedikit memerah melihat tatapan itu.

"Kau lumayan juga bocah bisa mengetahui tentang klan Haku" ucap Zabuza .

"Pengetahuan adalah segalanya" respon serius Naruto.

"Lupakan tentang klan untuk saat ini karena sekarang waktunya perkenalan" sebutkan tentang dirimu Bocah" ucap Zabuza menatap Naruto yang melangkah ke samping kanan Haku. Ia berada di tengah di antara Naruto dan Sai.

"Ayolah.. Kau tidak bisa menyuruh orang melakukan sesuatu tanpa kau contohkan dulu.." Komen Naruto tersenyum pada zabuza yang melototinya. Kemudian pemilik katana besar itu menghela napas.

"Baiklah... Namaku adalah Zabuza MoMochi, Hobi.. Kurasa kenjutsu, suka, kurasa kenjutsu, tidak suka.. Aku tidak tau. Cita-cita... Bukan urusanmu. Sekarang giliranmu bocah.." Telunjuk zabuza mengarak ke Naruto.

"Perkenalan yang menarik Zabuza... Sensei" komen senyum lebar Naruto. "Namaku Uzumaki Naruto. Suka..." Ia berhenti sejenak berpikir. "Kurasa Kurama..." Lanutnya dengan seringai. Kyuubi yang tertidur di dalam kandangnya membuka matanya lalu menyeringai memperlihatkan taringnya.

"Kurama? Siapa dia? Apa pacarmu?" Tanya Sakura langsung memotong.

"Kurama... Kurasa bukan urusan kalian" jawab Naruto dengan tampang tak bersalah. Inner sakura langsung terjatuh mendengarkan jawaban itu.

'Cha.. Sepertinya akan sulit seperti sasuke kun' gumam inner itu direspon anggukan oleh Sakura..

"Tidak suka... Kurasa merahasiakannya lebih baik" lanjutnya dengan grin akak lebar di wajahnya. Terlihat menma langsung beraksi kesal mendengarkan itu. "Hobi.. Kurasa makan ramen. Cita-cita... " Ia berhenti sejenak menatap serius Sasuke. "Mengungkap kebenaran sesuatu dan... Menghancurkan seseorang" lanjutnya.

Sasuke terlihat memberikan seringainya, mengerti apa maksud Naruto. Menma langsung terkejut, begitu juga dengan Sakura. Pikiran keduanya serentak mengingat kembali perkataan Sasuke pada saat perkenalan yang juga ingin membunuh seseorang.

'Hump... Kurasa kita memiliki dua orang yang sama di sini' pikir Kakashi.

'Membunuh seseorang yah... Menarik' pikir Zabuza.

"Kurasa sekarang giliranku" ucap Haku. "Namaku Haku Yuki, suka pada medicin, tidak suka pada orang arrogan. Hobi kurasa belajar medic, dan cita-cita.. Ingin menjadi seorang Ninja medis terbaik. " Ia berhenti dengan sebuah senyuman menatap Zabuza. 'Dan ingin bersama Zabuza sama selamanya' lanjutnya.

'Cinta antara guru dan murid... Kurasa aku menemukan topik untuk buku Jiraiya sama berikutnya' pikir Kakashi.

"Sekarang giliranku.. Namaku adalah Sai. Suka pada lukisan, hobi melukis, tidak suka hum... Kurasa mengabaikan misi. Cita-citaku... Ingin menjadi seperti seseorang..." Sai menyudahi perkenalannya dengan menatap ke langit cerah. Semua yang ada di training ground itu hanya bisa menatapnya penasaran.

"Oi gaki... " Ucap Zabuza menunjuk Naruto. "Kau membawa katana di belakangmu. Apa kau bisa kenjutsu?" Tanyanya sedikit penasaran.

Mendengar pertanyaan itu, Naruto sedikit menyeringai memegangi gagang katananya. "Aku hanya bisa sedikit saja.. Masih dalam tahap pembelajaran. Mungkin salah satu mantan Shinobigatama dari Kirigakure bisa mengajariku satu atau dua tekhnik" jawabnya tersenyum.

'Menurut laporan terakhir dari Minato sama, Naruto Uchiha seorang prodigy yang sangat terampil dalam menggunakan semua kemampuan Shinobi, baik taijutsu, Kenjutsu, Ninjutsu, shuriken jutsu ataupun Genjutsu. Hanya ninjutsu madic yang tidak bisa ia lakukan' pikir kakashi melirik Naruto. 'Kemanpuannya tiga tahun lalu bahkan dikatakan selevel chunin pada saat ia berusia 9 tahun. Chakra menggunung dan stamina juga tubuh monsterius membuatnya semakin sempurna' Kakshi kemudian mengembalikan tatapannya ke bukunya.

'Tapi itu tiga tahun yang lalu saat ia masih menjadi Jinchuuriki kyuubi. Sekarang tentu akan sangat berbeda, ia bahkan tidak diketahui masih bisa menggunakan Sharingannya atau tidak' lanjutnya berargumen dalam pikirannya.

"Baiklah team... Kali ini team 7 sengaja di pertemukan dengan team 12 yang sudah lengkap untuk menjalankan pertandingan team sekaligus uji coba kekuatan team" ucap Zabuza mengumumkan tujuan pertemuan dua team di training ground 7.

"Huh... Apa maksudmu dengan uji coba?" Tanya bingung Sasuke.

"Bisa dibilang ini adalah persaingan antara team 12 dengan team 7 untuk sekaligus melatih kerjasama team yang akhir-akhie ini kacau" kali ini kakashi yang menjelaskan dengan kedua matanya fokus pada buku kesayangannya. Terlihat ke 6 genin memperhatikan serius tiap kalimat yang keluar dari mulut elite jounin itu.

"Jadi apa pertandingannya? Apa kami akan melawan team 12?" Tanya Sakura penasaran.

"Hah.. Tentu saja kami akan dengan mudah menang dari mereka" komen menma melipat kedua tangan di depan dadanya penuh percaya diri. Naruto dengan cepat meliriknya sedikit menyeringai menatap si blonde.

"Aku tidak tau kalau Senju begitu percaya diri.." Komen Naruto. Menma langsung menatapnya tajam

"Hey... Apa ada masalah dengan itu Veteran Genin..?" Komennya mengejek Naruto. "Selama tiga tahun menjadi genin membuktikan kalau kau tidaklah kompoten menjasi Shinobi" lanjutnya.

Meski Sakura tidak tega tapi ia harus mengangguk setuju dengan perkataan Menma, sedangkan Sasuke hanya bisa menyeringai saja. "Haku chan bisa kami kalahkan dan telah kami tau rahasia jutsunya dan semua kemampuannya. Sedangkan Sai, dia hanya pengguna Ninjutsu berdasarkan lukisan. Menma pengguna Suiton seperti Tobirama senju dan air adalah kelemahannya" tambah Sasuke.

"Analisa yang baik untuk seorang Senju dan Uchiha, tentu saja kepercayaan diri yang tinggi untuk kalian berdua." Respon itu dari Naruto, pelan dan menatap kearah Kakshi. "Aku penasaran ingin mengetahui apa yang diajarkan oleh guru kalian. Apakah ia tidak mengajarkan kalian bahwa meremehkan lawan adalah sebuah kesalahan besar?" Lanjutnya. Zabuza tersenyum mendengarkan jawaban Naruto.

'Aku suka gaya bocah ini...' Pikirnya.

'Paling tidak di team ini ada seorang yang bisa memberikan semangat' pikir Haku juga tersenyum sedangkan sai hanya menatap datar Menma.

Kakashi meliriknya, menyorotkan tatapannya ke Naruto yang hanya tersenyum tipis. "Naruto benar Menma, Sasuke.. Kalian tidak boleh meremehkan lawan kalian karena dalam dunia Shinobi, mereka yang pandai menyembunyikan kekuatan mereka adalah yang paling kuat" ucap Kakashi mengingatkan teamnya. 'Berarti Sasuke belum mengetahui apa yang bisa dilakukan Naruto.

"Hum.. Akan sangat menyenangkan jika melihat kalian melakukan sparing di sini" komen Zabuza menatap Naruto dan menma. "Tapi sayangnya pertandingan ini bukan individu tapi melihat kemampuan team dalam pertarungan sebenarnya" tambahnya mengecewakan Menma yang sangat ingin menghajar Naruto.

"Yeah.. Dan yang kalian akan lawan adalah kami.." Tambah Kakashi.

"Apa maksudmu Sensei?" Tanya Sasuke

"Team 12 akan melawanku dan team 7 akan melawan zabuza" mata semua genin melebar sedikit terkejut, kecuali Naruto yang hanya menyeringai.

"Paling tidak seorang Jounin akan memberikan perlawanan menantang dibandingkan 3 genin yang hanya besar mulut" komen malas Naruto.

"HEY... APA MAKSUDMU HANYA BESR MULUT.." Teriak Menma menunjuk Naruto geram.

"Hn.. Apa kau mengatakan bahwa kau bisa melawan kami bertiga sekaligus Baka..." Tambah Sasuke menatap tajam Naruto.

'Bodoh... ' Suara dari dalam perut Menma mengejutkan menma yang langsung terbawa ke alam bawah sadarnya.

'Hey... Apa maksudmu kyuubi...' Tanya menma yang berdiri menatap kyuubi dari luar penjaranya.

'Kau bodoh... Kau dan juga teman Uchihamu itu' ucap malas Kyuubi dalam posisi tidur-tiduran.

'Hah... Apa kau mengatakan bahwa aku dan Sasuke tidak dapat mengalahkan veteran genin itu?' Ungkap Menma kesal menunjuk kyuubi.

Dari dalam kandangnya, rubah berekor 9 itu hanya tertawa tipis membuat Menma semakin kesal. 'Pergi dari sini dan cari tau sendiri apa maksudku' jawab Kyuubi malas langsung mengusir menma dari dalam Mindscapenya sendiri.

Di dunia nyata, Menma kembali menatap penasaran Naruto, sedikit bingung akan maksud perkataan Kyuubi padanya. 'Hum... Aku tidak tau apa yang kau lihat dari dalam dirinya kyuubi... ' Pikirnya.

"Kalian tidak melihat sesuatu dengan jelas apa yang ada di depan mata kalian. Terkadang sesuatu yang terasa sangat jelas hanyalah sebuah ilusi melindungi apa yang sebenarnya tidak terlihat" Naruto berhenti sejenak menatap kearah Sasuke. "Itachi uchiha mengatakan itu saat aku menjadi genin, memulai karirku di dunia Shinobi" lanjutnya grin. Sasuke terlihat sedikit tidak suka itu, tidak suka saat ia menyebut nama Itachi.

"Aku harus mengakui kalau kau benar-benar menarik rasa tertarikku gaki.." Komen zabuza menyeringai.

'Begitu yah... Jadi dia pernah di latih oleh dua Shinobi prodigy uchiha klan sebelumnya. Menarik' pikir Kakashi. "Yosh... Waktu pertarungan adalah 1 jam dan tugas kalian adalah mengambil lonceng ini dari kami" ucap kakashi mengangkat sebuah lonceng dengan tangan kirinya memperlihatkan pada team.

"Waktu sudah di tentukan begitu juga arena pertarungan. Sekarang aku yang akan melawan team 7 sebagai awalan dan Kakashi akan mengawasi kalian mengoreksi dimana letak kurangnya kerja sama team kalian" ucap zabuza melangkah memberikan jam waker ke Kakashi, menukarnya dengan lonceng.

"Yosh... Aku akan sangat menikmati latihan ini" ungkap Menma semangat mengepal erat tangan kanannya.

"Hn... " Ucap Sasuke menyeringai.

'Aku adalah anggota team 7 yang paling lemah di sini. Sasuke kun dan Menma sangat jauh diatasku.. Apa yang harus kulakukan' pikir Sakura khawatir.

"Jangan khawartir Sakura, lakukan semampumu dengan seluruh apa yang kau punya. Kau bisa menjadi bantuan terbaik untuk Menma dan Sasuke" ucap Kakashi memberikan senyuman mata puppynya ke Sakura yang hanya menganggukan kepalanya meski agak ragu.

"Yeah... Aku dan Teme akan membuat celah dan kau akan menghajarnya dengan pukulanmu Sakura Chan..." Tambah Menma menyemangati rekannya. Sasuke juga mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Menma.

"Hai... " Jawab semangat Sakura. 'Arigatou.. Minna' lanjutnya di dalam benaknya. Mereka berdiri bertiga dengan Sakura di bagian tengah menghadap Zabuza, bersiap melakukan pertarungan.

"Baiklah... Team 12 menyingkir dan untuk pertarungan.." Ucap kakashi mengangkat tangannya bersamaan dengan team 12 yang melompat kebelakang mengikuti instruksi Kakashi. "Aturannya adalah dalam waktu satu jam jika team 7 tidak berhasil mendapatkan lonceng, dinyatakan gagal. Diperbolehkan menggunakan semua kemampuan Shinobi yang dimiliki dan diketahui. Dilarang membunuh atau melukai sangat parah, mengerti.." Kakashi berhenti sejenak menatap ke para petarung yang menganggukan kepala mereka bersamaan.

"Baiklah, pertarungan pertama team 7 melawan Jounin Konoha Zabuza Momochi di mulai" dengan itu ia melompat kebelakang mendekati team 12 dengan matanya kembali menatap Buku indahnya.

"Yosh... Terima ini... " Teriak Menma semangat, melompat siap mendaratkan pukulan ke wajah zabuza. Tapi dengan mudah Mantan Ninja Kirigakure itu melompat kebelakang menghindari seranga itu.

Boooommm.

Terdengar suara ledakan saat pukulan Menma menyentuh permukaan tanah, menciptakan retakan sekitar 2 meter berbentuk lingkaran.

'Dia semakin baik menggunakan pukulannya sejak saat kami terakhir sparing' pikir Zabuza sejenak lalu melirik kesamping kanannya saat Sasuke melompat melayangkan kaki kanannya menendang kearah pipi kanannya. Uchiha itu menyerang dari belakang dengan cepat tapi masih di tahan oleh gagang pedang besarnya.

Sasuke menghilang dalam kecepatan, lalu muncul di hadapan Zabuza langsung melakukan tendangan memutar Hoeizontal menyerang wajah jounin itu menggunakan tumit kaki kanannya. Zabuza mendundukan kepalanya sehingga seranga itu melewatinya begitu saja.

Terlihat sasuke menyeringai saat itu seperti merencanakan sesuatu. Dari belalangnya muncul Menma langsung memukul kearah kening Zabuza saat sasuke memberikannya celah. Tapi tidak semudah itu mengalahkan seorang mantan Miss Nin A rank. Dengan mudahnya Zabuza menarik pedang besarnya lalu menahan serangan Menma, dengan meletakannya di depan wajahnya sehingga tinju keras si senju itu hanya bisa menempel pada sisi katana itu.

Tidak berhenti disitu, sasuke muncul di sisi kiri lalu melayangkan tendangan punggung kakinya cepat. Zabuza menyadari itu dan mengerakan tangan kirinya menangkap kaki Sasuke. Dari belakang Sakura muncul akan merebut konceng yangterikat di pinggang bagian kanan Zabuza.

'Waktu yang tepat Sakura' pikir Sasuke.

'Yosh...rebut loncengnya Sakura Chan' pikir Menma semangat "aaaaggghh... " Ia mendorong lebih keras lagi tinjunya memojokkan zabuza sehingga Sakura libih memiliki banyak kesempatan untuk merebut lonceng.

'Tch.. Bocah-bocah ini hanya dalam waktu singkat berkembang cukup pesat' pikir Zabuza menyadari kalau Sakura sudah berada di belakangnya akan merebut Lonceng.

Sisi lain.

"Senju dengan kekuatan pukulan menakjubkan dan Sasuke dengan kecepatan juga menakjubkan. Kau memiliki team yang menarik Kakashi San" komen Naruto menatap keatah pertarungan.

"Kau memiliki mata yang bagus Naruto... " Ucap senyum mata sipit Kakashi.

"Menma kun memiliki kekuatan yang cukup besar dalam pukulannya. Ia bahkan menghancurkan jutsuku dengan pekulan penuhnya" komen Haku terlihat kagum pada kemampuan Senju.

"Cukup kuat tapi tidak akan pernah sempurna." Kakashi melirik Naruto saat mendengarkan perkataan itu, begitu juga dua rekannya yang menatapnya meminta penjelasan. "Kekuatan itu sama dengan Tsunade Senju.. Aku tidak begitu heran karena ia adalah cucunya, tentu saja ia akan di ajatkan tekhnik itu" lanjut Naruto menjelaskan hasil analisanya.

"Huh? Kau tau?"Tanya bingung Kakashi...

"Apa kau pikir bisa menyembunyikan informasi itu? Semua orang di konoha juga mengetahuinya" jawab malas Naruro yang masih mengamati pertarungan.

'Begitu yah. . Naruto ini sangat pandai dalam menganalisa rupanya.. Sama sepertimu.. Itachi' pikir Kakashi.

"Apa kau tau tentang kekuatan pukulan itu Naruto San?" Tanya Haku sedikit penasaran.

Naruto mengalihkan tatapannya, menatap sepasang mata hitam Haku. "Tentu saja aku tau... Dia adalah cucu Tsunade senju pemilik resmi tekhnik human strength" jawab Naruto sedikit tersenyum.

"Jadi dia adalah penerus terkahir yang memungkinkan untuk Senju" gumam Sai yang ikut dalam percakapan mereka.

Naruto menganggukan kepalanya sejenak lalu mengembalikan tatapannya ke pertarungan. "Bahkan ia adalah Senju, tidak akan ada yang bisa mengendalikan chakra itu.." Ungkapnya.

Kakashi melebarkan mata terkejut menatap Naruto yang mengetahui status Menma. Bahkan semua Jounin tidak mengetahui status Jinchuriki baru mereka. Hanya orang yang benar-benar terpercaya yang bisa mengetahui hal itu. Minato sangat menjaga anaknya dan informasi dari segala apa yang dapat membahayakannya.

'Jadi dia mengetahui siapa jincguuriki setelahnya' pikir Kakashi

"Chakra? Apa maksudmu Chakra itu Naruto San" tanya bingung Haku. 'Apa maksudnya chkra orange yang ia gunakan saat menghancurkan jutsuku di nami?' Pikirnya bingung.

"Nah... Kurasa kita harus kembali berkonstentrasi ke pertarungan yang sedang terjadi saat ini" ucap Kakashi mengalihkan pembicaraan agar tidak membahas lebih lanjut tentang Menma.

Di pertarungan.

Sakura semakin dekat akan menyentuh lonceng di pinggang Zabuza. Jounin itu melirik kebelakangnya sebelum Sakura menggerakan tangan kanannya siap menarik lonceng. Tapi sebelum itu, zabuza menghindar dengan melompat kebelakang, melopaskan pegangannya di kaki Sasuke dan melewati Sakura yang sudah hampir meraih loncengnya.

"Yosh... Sedikit lagi kita akan mendapatkannya... " Ucap semangat Menma berdiri di bagian agak depan bersama Sasuke yang merespon seperti biasa.

"Hn..." Respon Sasuke. 'Kau lihat Naruto... Aku berada di atasmu, meski kau memiliki 3 tomoe Sharingan' pikirnya seringai melirik Naruto. Ia mengingat kembali kecepatan Naruto dulu saat ia melawan ayahnya sparing. Kecepatan Naruto saat itu memang berada di bawahnya karena Fugaku selalu mendaratkan pukulan bertubi-tubi padanya.

'Humm... Sepertinya Sasuke ingin menunjukan sesuatu pada Naruto' pikir Kakashi mengerti maksud lirikan muridnya.

'Kecepatannya semakin bertambah di bandingkan saat kami bertemu dulu' pikir Haku. ' Tapi tidak berarti aku hanya diam dan tidak melakukan apapun di Konoha' lanjutnya sambil senyum.

'Selalu seperti ini.. Aku selalu berada di belakang mereka berdua.. ' Pikir Sakura sedikit sedih karena kelemahannya.

"Kerja sama kalian cukup baik sehingga memaksaku untuk menggunakan Kubikiribuchoku bocah.." Ungkap senyum Zabuza memuji team 7. "Tapi bukan berarti aku akan membiarkan kalian memojokkanku lagi.." Lanjutnya menyeringai. Mengangkat pedangnya lalu memikulny bersiap untuk melakukan ronde kedua.

"Yosh... Saatnya ronde kedua.." Teriak semangat Menma. Dengan cepat Sasuke mengambil Shuriken dari dalam kantong Shinobinya melemparkannya menyerang Zabuza.

Trank... Trank.. Trankk.

Semua serangan Sasuke di tepis oleh pedang besar itu dengan mudahnya. Sasuke berlari menyerang Zabuza memegang kunai di tangan kirinya. Zabuza menyeringai melihat sasuke begitu antusias menyerangnya.

Suiton : Suiryu edan No Jutsu. ' Gumam Menma menciptakan Naga air dari sekitarnya membentuk sekitar 2 meter dengan bola mata biru meraung menyerang Zabuza meleati Sasuke.

'Serangan pengoceoh yah.. Tapi itu tidaklah cukup..' Pikir Zabuza langsung memotong kepala Naga itu menggunakan katananya sehingga terbagi dua. 'Tapi pengendalian suitonnya semakin membaik..' Pikirnya. Belum sempat Zabuza mengangkat pedang besatnya, ia melihat Sasuke telah menyelesaikan heandsealnya.

Katon : Goukakkyou No jutsu' pikir Sasuke menyemburkan bola api sekitar 2 meter besarnya menyerang Zabuza. Tentu saja zabuza sedikit terkejut melihat serangan beruntun dari team 7. Ia melompat menghindari bola api jutsu uchiha.

'Kena kau.. ' Pikir Menma yang rupanya sudah berada si udara menunggu zabuza dan langsung melayangkan pukulan tangan kanannya ke wajah pemilik pedang besar dari kiri itu.

Sisi lain.

"Team 7 cukup lihai dalam kerjasama Team tebayou" ucap senyum Naruto memuji team Kakashi. Jounin mesum itu hanya bisa tersenyum mata sipit saja mendengarkannya. "Tapi kau tau tentu saja sebuah kesalahan besar melakukan serangan itu, terlebih musuhnya memegang senjata" lanjut Naruto.

"Hai... Mereka masih kurang pengalaman dan pertarungan ini akan mengajarkan mereka pastinya" ungkap Kakashi setuju akan pendapat Naruto. 'Pemikirannya dua kali lebih Maju dibandingkan Sasuke. Aku hampir lupa kalau ia juga seorang Genius yang tidak mendapatkan gelar prodigy hanya dengan Sharingan saja' pikir Kakashi kembali melanjutkan bacannya.

'Yeah... Salah satu keuntungan Zabuza Sensei adalah pada saat pertarungan di udara' pikir senyum Haku.

Pertarungan

Zabuza seringai melihat betapa semangatnya Menma ingin menyerangnya. Ia menangkis tinju menma menggunakan sisi lebar kubokuribuchonya, tapi kali ini agak di miringkan. Menma melebarkan matanya melihat itu, mengetahui maksud Zabuza.

"Kau cukup pandai, tapi aku memiliki pengalaman puluhan tahun bocah" ucap zabuza mengangkat lutut kirinya menyambut Menma. Pukulan menma hanya mengikis saja sehingga gerakannya tidak berhenti tetapi terus dan akhirnya lutut zabuza menyentuh perutnya.

"Akkhh" teriak menma kesakitan terlempar keatas permukaan tanah bersamaan dengan zabuza yang mendarat mulus. Sasuke muncul di hadapannya, menyerangnya bertubi-tubi. Ia mendaratkan pukulan kiri dan kanannya kearah wajah, perut dan dada zabuza.

Si Jounin dapat menahannya dengan mudah menggunakan kubikiribuchonya. Ia tidak mendapatkan gelar salah satu shinobigatama dari kirigakure karena hanya memegang pedang lagenda saja, melainkan akan kemampuannya menggunakannya. Pengalaman dan kematangan emosinya menyempurnakan setiap gerakannya mengantisipasi lalu memprediksi arah gerakan Sasuke begitu mudah.

Susuke melayangkan tendantan ke wajah bagian kiri zabuza sangat cepat, tapi masih bisa di tahan dengan pedangnya. Tidak berhenti di situ, sasuke menggeraan kakinya yang lain melakukan combo. Tangan kanan Zabuza menangkisnya dan dengan cepat menggerakan kakinya menendang menusuk perut Sasuke.

"Aaakkhhh. .. " Teriak Sasuke terlempar kebelakang memantul di atas permukaan tanah dan akhirnya berhenti sekitar 1 meter di samping Menma yang perlahan menggerakan badannya untuk berdiri kembali.

"SASUKE KUN... Menma..." Teriak Sakura berlari kearah dua rekannya lalu berhenti, duduk duatas tanah melipat lututnya dan menjadikan betis bagian belakangnya alas bokongnya. "Kalian tidak apa-apa?" Tanyanya

"Tch... Apa kau pikir kalau luka kecil seperti ini dapat menyakiti Uchiha sepertiku.." Komen Sasuke perlahan bangkit kembali bersama rekan senjunya.

"Yeah... Aku tidak akan kalah hanya dengan luka seperti ini.. " Tambah Menma kembali berdiri kokoh bersiap melanjutkan pertarungan mereka.

Sisi lain.

"Woah... Dia benar-benar menciptakan air dari sekelilingnya tebayou... " Ungkap kagum Naruto saat melihat menma mengumpulkan air melakukan jutsunya tadi.

"Hai... Banyak orang mengatakan kalau hanya mitos saja tentang Tobirama sang dewa air. Tapi dengan melihat Menma aku jadi yakin kalau memang itu adalah kenyataan" jawab malas Zabuza.

'Benar seperti perkataanku, kemampuanku tidak berguna melawannya' pikir Sai mengakui pendapat Menma sebelumnya.

"Tapi sepertinya mendapatkan lonceng itu dari zabuza sama tidak mungkin jika serangan mereka hanya seperti itu" ucap Haku yang akhirnya juga ikut berkomentar.

"Kerja sama mereka akhir-akhir ini cukup buruk, tapi tentu saja hasil akhirnya belum di ketahui" komen malas Kakashi melirik Haku sejenak kemudian melanjutkan bacaannya. 'Tapi kau harus mengakui kalau mereka memaksamu untuk bertarung dengan semua yang kau miliki zabuza..' Lanjutnya dalam benaknya menatap kearah Zabuza.

Pertarungan.

"Waktu kalian terus berkurang jika kalian hanya menapku seperti itu Gaki..." Ucap zabuza menyeringai menatap team 7 yang hanya diam di tempat tidak tau akan melakukan apa.

"Kurasa Zabuza benar Menma, kita harus melakukan sesuatu atau kita kalah" komen Sasuke bersiap kembali melakukan serangan.

"Yosh... Aku juga ingin mencoba satu jutsu.. Kita lakukan seperti biasanya..." Ucap Menma meleakukan serangkain handesal. Mata zabuza menyempit mengenali heandseal yang Menma lakukan saat itu sedangkan Sasuke hanya menyeringai saja.

'Tidak mungkin ia melakukan jutsu itu... Dia masih seorang Genin dan chakranya belum cukup meski ia seorang Senju' pikir Shok Zabuza.

"Sakura... Bersiaplah.. Kau akan melakukan tugasmu setelah aku membuka pertahanannya" perintah Sasuke serius dengan Sharingan dua tomoenya berkibar jelas menatap Zabuza bersiap membaca serangannya. Sakura menganggukan kepalanya mengerti perkataan Sasuke.

Menma mempertemukan kedua telapak tangannya seperti akan bertapa. Muncullah butiran-butiran air di sekelilingnya yang kemudian membentuk pysaran air cepat berputar setinggi kisaran 5 meter mengurung mereka bertiga.

Sisi lain

"Whoa... Dia bisa mengumpulkan air sebanyak itu pasti jutsu yang akan ia lakukan sangat hebat Tebayou" ungkap Naruto menatap kagum pada apa yang menma lakukan

Prak..

"Aw... Hey kenapa kau memukulku Haku chan" gumam Naruto kesakitan memegangi kepalanya yang benjol karena jitakan Haku.

"Bagaimana mungkin kau terus menerus kagum pada team lain dibandingkan team sendiri baka..." Ucap Haku geram mengepal tanganya kuat membuat Naruto keringat dingin ketakutan.

'Wanita memang benar-benar menakutkan tebayou.. Kurasa kutau kenapa Kaa Chan sangat di takuti' pikir Naruto ketakutan.

'Bocah ini... Jika orang lain akan iri atau mengatakan hal buruk tentang kemampuan mushinya, tapi dia...' Pikir penasaran Kakashi melirik sejenak Naruto yang masih ketakutan menatap Haku. 'Kau penuh misteri..' Lanjutnya kemudian menatap ke arah menma. 'Tetap saja kau mengagumkan saat menggunakan Ninjutsu menma.. Bisa melakukan jutsu A rank saat usiamu seperti ini sangat mengagumkan. '

Pertarungan.

Suiton : Daibakufu No Jutsu' teriakan menma mengungkapkan jutsunya terdengar jelas saat itu. Pusaran Air di sekelilingnya kemudian membentuk gelombang besar seperti tsunami mengarah langsung menyerang Zabuza yang sudah standby dengan kubikiribucho di tangan kanannya siap di ayunkan.

'Jika seperti ini aku tidak punya pilihan selain melakukan ini. Jutsu sebesar ini tidak mungkin akan berhasil di hindari kecuali pengguna elemen Doton' pikir zabuza menganalisa keadaan yang tengah ia hadapi.

Di hadapannya gelombang air membentuk tsunami semakin dekat dan dekat. Gelombang setinggi sekitar 8 meter membentuk siap melumatnya dan selebar sekitar 10 meter. Sangat mustahil baginya untuk menghindarinya. Terlohat Haku di sisi lain khawatir bercampur penasaran akan apa yang Zabuza lakukan saat ini.

Saat air itu mendekatinya, ia menyabetkan katananya vertikal dari atas ke bawah memotong aliran air. 'Kijin No Ken' pikir zabuza mengungkapkan jutsunya. Akibatnya air membelah menjadi dua melawati zabuza seperti ada barier pelindung zabuza membelah gelombang tsunami jutsu Zabuza.

Sisi lain.

"Woah... Zabuza Sensei hebat sekali bisa membelah air sebesar itu tebayou... Aku jadi semangat ingin segera bertarung melawannya" ungkap semangat Naruto dengan grin lebar di wajahnya.

"Hum.. Kau rupanya berisik juga hah.. Mulut besar" ungkap Sai dengan senyum tidak bersalahnya. Di kening Naruto muncul urat besar membentuk X menyilang.

"HEY.. SIAPA YANG KAU SEBUT MULUT BESAR TEBAYOU.." Teriak Naruto kesal menunjuk Sai yang hanya tersenyum tidak bersalah.

"Sai memberikan julukan pada orang yang ia kenal untuk menandakan persahabatannya. Aku di sebut putri es olehnya" gumam Haku sedikit menghela Napas mengingat tingkah Sai.

"TAPI TETAP TIDAK BISA AKU DI SEBUT MULUT BESAR TEBAYOU.. " Protes Naruto.

"Sejak tadi kau terus berbicara keras dan selalu memuji team musuh, seperti orang bodoh" urat bertambah besar di kening Naruto sedangkan Haku hanya tertawa menggelitik tipis. "Jadi mulut besar sangat cocok untukmu" lanjut Sai senyum tak berdosa.

"TAPI AKU TIDAK SETUJU DENGAN NAMA ITU TEBAYOU.." Lagi-lagi protes keras Naruto menunjuk Sai.

"Ayolah Naruto... Kun.. Kau sangat cocok dengan Nama itu" ejek haku yang malah mendukung sai dengan sedikit tersenyum. "Bukankah kau setuju Kakashi san" lanjutnya dan di respon anggukan oleh Kakashi.

"GAH ... KENAPA KALIAN ME"-

KRRRIIINNNKKKK

Naruto belum sempat melanjutkan perkataannya, alarm sudah berbunyi menandakan pertarungan telah berakhir. Terlihat Zabuza, sakura dan Sasuke terengah-engah di sana kelelahan karena melakukan pertarungan lanjutan dan yang lain melewatkannya karena perdebatan tidak penting mereka.

"Yara.. Yara... Sepertinya team 7 gagal mendapatkan lincengnya" gumam malas Kakashi. Zabuza melangkah ke teamnya dengan senyum di wajahnya terlihat bangga akan hasil yang ia peroleh.

"Yo.. Teamku... Selanjutnya kuserahkan pada.. Kalian" ucap zabuza langsung duduk lemas diatas tanah bernapas tidak karuan dengan katana besarnya di tidurkan di hadapannya.

"Gomen Sensei.. " Gumam lemas Menma melangkah lemas bersama dua rekannya yang terlihat sangat lelah.

"Kalian melakukannya dengan bagus... Lagi pula zabuza tidak akan mungkin membiarkan kalian merebut lonceng itu darinya. Kalian melakukannya sampai menembus batas kalian dan aku bangga pada kalian" komen kakashi tersenyum mata sipit menatap ketiga muridnya yang sedikit terlejut lalu tersenyum.

"Yosh... Sekarang giliran team 12 untuk bertarung tebayou.. Aku ayo rebut loncenya dari si Jounin mesum itu" teriak Naruto semangat bersiap untuk melakukan pertarungan berikutnya.