SUBMIT TO ME SLAVE

Warning: YAOI, torture, orgasm denial, slavery, hardcore sex, BDSM, crack pair, typos, EYD berantakan, bahasa campur aduk, bahasa tidak sopan.

Main Pair: KrisHo/SuKris. Cameo: EXO, find it by yourself

Rated: absolute M! cockring, buttplug and vibrator

Disclaimer: Idea and story ARE MINE, no plagiarism is allowed. Kesamaan dengan ff yang lain adalah unsur ketidaksengajaan.

.

#info: author uda update " Our High School Love Story chap 10" :) REVIEW please. ^^ make it 240 review.. gomawo

#KRISHO: one shot " Drawing the Beautiful You" FLUFF.. manis berkelebihan.. silahkan direview.. hati2 diabetes akut (?)...

.

~^^happy reading^^~

#Don't be silent please#

Not recommended for youngsters below 17, told you!

CHAPTER 6

" uhh.. ayolah Suho~ kau hanya perlu menyapanya saja" ujar namja manis itu pada dirinya sendiri.

Sudah menjadi kebiasaan namja mungil itu untuk terus curi-curi menatap ke depan kelas, dimana seseorang yang berpostur tinggi itu berdiri dikerumuni beberapa teman-teman sekelasnya.

" ck! Hobi sekali ya menutup perasaanmu sendiri.. kalau naksir kenapa tidak didekati saja sih Ho?"

Suho terperanjat lalu menatap teman sekelasnya yang berdiri di sebelahnya, yang menatapnya dengan malas.

" ya! kau mengkagetkanku saja.. apalagi bagaimana aku bisa dekati Kris.. teman-temannya selalu saja mengerumuninya setiap saat" Namja manis itu menutup setengah wajah kecilnya dengan buku pelajarannya masih setia mengeluarkan poutnya sebal. Pasalnya sudah satu bulan lebih menjadi teman sekelas Kris namun ia masih belum memiliki kesempatan sekali pun untuk berkomunikasi dengan namja jangkung tersebut.

" ckck.. sudahlah.. menyerah saja.. nanti kukenalkan dengan kakak kelasku dari sekolah lain yang tidak kalah tampannya dengan dia" Suho mengalihkan fokusnya dari Kris kepada temannya yang mengutak atikkan smartphonenya mengirimkan pesan singkat pada seseorang di seberang sana, mungkin berencana untuk memperkenalkan Suho dengan seseorang yang dia bilang tampan itu.

" ini fotonya, bagaimana? Orangnya kece kan? Namanya Park Chanyeol" Suho memandang layar smartphone temannya yang menunjukkan seorang namja yang sepertinya tidak kalah tingginya dengan Kris yang sedang berlatih sepak bola di lapangan.

Tampan dan tinggi… attribute yang kurang lebih sama seperti yang dimiliki Kris. Walau Suho harus mengakui Kris jauh lebih memukau dan memesona daripada namja tersebut.

" type mu bukan? Hahaa.. aku sudah mengatur jadwal pertemuan kalian.. besok jam 10 pagi.. otte?" Suho mengangguk penuh keraguan, tapi setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya kan untuk mencoba membuka hatinya pada yang lain " baiklah"

Sore itu, namja mungil yang baru selesai dari kegiatan eskulnya pun membuka pintu kelasnya hendak mengambil tas sekolahnya. Perlahan senyum tipis menghiasi wajah cantiknya ketika kedua mata hazelnya menangkap bayangan seorang pemuda yang tengah tertidur dengan pulasnya, yang meletakkan wajahnya pada kedua lengan kokohnya yang bertumpu di atas meja. Kelas tersebut memang sudah kosong karena semua murid yang lain sudah pulang setelah kegiatan eskul mereka.

Namja berkulit putih yang sudah mengetahui kebiasaan Kris yang selalu tertidur setelah kegiatan basketnya itu pun perlahan berjalan ke arahnya dan menyampirkan jaket miliknya ke pundak kekar tersebut. Setelah itu seperti biasanya, Suho akan menarik sebuah bangku dengan hati-hati agar tidak berdecit membangunkannya lalu duduk di sebelahnya. Ia ikut menumpukan kedua lengannya di atas meja Kris lalu meletakkan dagunya di atas lengan kurusnya, mengamati tanpa berkedip perawakan tampan yang tidak sampai 30 cm di hadapannya ini yang masih setia mendengkur halus. Sudah menjadi kebiasaan Suho untuk mengambil kesempatan ini demi menatap dalam diam selama setengah jam gurat wajah teman sekelasnya yang biasanya hanya mampu diamatinya dari kejauhan, wajah damai Kris yang menunjukkan dirinya masih berada di alam mimpi itu selalu mampu membuat senyum manis Suho semakin mengembang hingga kedua matanya membentuk eyesmile yang indah.

Kris…

Apakah kamu menyadarinya?

Hanya setiap Jumat sore…

Aku selalu….

Selalu mengamatimu dari dekat….

Seperti ini….

.

piip piip piip piip piiippp…

Joonmyeon menutup jam alarmnya dengan malas hingga benda yang berhenti berdering itu jatuh di atas lantai kamar tidurnya. Namja mungil itu perlahan membuka kedua mata hazelnya lalu bangkit berdiri dari kasurnya dengan ogah-ogahan. Sudah dua hari ia cuti dari sekolahnya untuk memulihkan stamina tubuhnya yang masih lemah, jelas itu hanya alasannya saja, ia hanya belum siap bertemu muka dengan seseorang yang pernah disakitinya malam lalu. Namun demi mempertahankan nilai absensi sekolahnya, mau tidak mau ia harus kembali bersekolah hari ini dan itu artinya ia harus mempersiapkan mentalnya untuk bertemu dengan Kris. Ia menghela nafas sekuat-kuatnya lalu beranjak menuju kamar mandi sambil mengacak rambut hitamnya yang berantakan itu dengan kasar.

" urghh.. mimpi masa lalu yang menyebalkan"

#######KRISHO########

Keadaan di dalam sekolah itu tidak banyak berubah, Joonmyeon masih tetap mendapati banyak pasang mata yang menatapnya lekat ketika ia hendak memasuki area sekolahnya. Ya.. ada banyak siswa yang memandangnya jijik, cuek ataupun pandangan mengejek, tidak juga sedikit siswa di kelasnya yang berstatus seme yang memperhatikan lekuk tubuhnya dari atas sampai bawah dengan tatapan liar, seolah ingin menerkam tubuh putihnya. Sebuah pemandangan yang sangat biasa bagi Joonmyeon dalam setahun ini dan sebisa mungkin ia tak mengindahkan aura yang tidak menyenangkan tersebut.

Baru saja namja kecil itu hendak melangkah ke tempat duduknya yang berada di paling pojok belakang, Ia kembali disuguhkan dengan beberapa alat sex toys yang ditaruh sembarangan di dalam laci mejanya. Joonmyeon menatapnya dengan tatapan tak berminat, ia sangat mengerti kalau inilah salah satu cara siswa mengajaknya tidur setelah tangan kanannya mendapati sebuah kunci hotel ketika merongoh laci miliknya. Fuck! Kunci hotel?!

Baru saja namja kecil itu hendak mengumpat dan membanting kunci nista tersebut ke atas lantai, ia menangkap seseorang yang sangat dikenalinya meliriknya tajam dengan menggunakan ujung mata elangnya, hanya selang beberapa detik mereka beradu pandang, namja yang duduk di bangku kedua terdepan itu pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan dalam diam ia pun langsung keluar agak tertatih-tatih dari kelasnya dengan membanting pintu agak keras. Joonmyeon hanya menanggapi respond Kris dengan wajah datarnya seolah perlakuan namja jangkung itu padanya memang sangat layak untuk ia dapatkan.

.

"Ukkhh.. sakitnya masih sangat perih"

Namja chinese itu berjalan dengan lunglai menuju ke dalam kamar mandi dan perlahan sekali menurunkan tubuhnya menduduki toilet bowl yang tertutup tersebut. Ingin sekali dirinya menjerit menahan sakit pada tubuh bagian bawahnya akibat Joonmyeon yang menyetubuhinya dua malam yang lalu dengan tidakberperikemanusiaan, belum lagi dua puluh luka cambukan pada punggungnya yang masih menjerit perih saat bergesekan dengan seragam sekolahnya.

Namun bukan... bukan itu yang merupakan masalah utama Kris yang membuatnya harus melarikan diri dari namja kecil itu. Ia tidak begitu mempermasalahkan luka fisik yang dibuat Joonmyeon pada tubuhnya, hanya saja tatapan hazel yang dalam saat Joonmyeon memandangnya tadi membuat suhu tubuhnya meninggi, membuatnya dikuasai oleh hawa nafsu yang membuatnya lupa akan intensitas kesakitan tersebut.

Selama Joonmyeon tidak ada, Kris berhasil mati-matian menahan hasrat sexualnya nya yang membuatnya frustasi beberapa hari ini, namun setelah akhirnya bertemu kembali dengan namja manis itu lagi pagi ini langsung mengingatkan Kris akan kebutuhan biologisnya yang tidak mampu dicapainya sejak dua hari yang lalu.

Namja jangkung itu sangat menyesali kebodohannya waktu itu, hanya karena dikuasai oleh rasa takutnya akan hukuman yang diberikan padanya membuatnya memilih untuk menjauhi Joonmyeon dan sekarang seluruh tubuhnya menjerit untuk dipuaskan. Sekarang namja manis itu tidak lagi menyentuhnya dan itu semakin menyengsarakan Kris yang telah berada di ambang kewarasannya. Namja tampan itu tahu dengan jelas bahwa ia sangat membutuhkan sentuhan Joonmyeon pada kulitnya, namun ia tak menduga hanya dengan membayangkan suara tegas Joonmyeon yang dengan penuh birahi memaksanya kembali menjadi completely submissive mampu memberi efek yang besar pada tubuhnya.

" nngghhh~" Dengan nafas yang mulai tersengal-sengal dan tubuh yang mulai menegang, ia pun menggenggam erat kemaluannya dari luar celana merasakan bentuk penisnya yang kembali ereksi tersebut. Perlahan ia pun mengelus sekali miliknya yang masih terbungkus dari bawah ke atas, merangsang bola kembarnya hingga ke ujung penisnya dalam gesekan panjang tersebut dan seketika itu Kris pun kembali menyesali perbuatannya karena sentuhan itu mengakibatkannya semakin sexual frustrated, penis tebalnya menegang sempurna dalam kesakitan terbalut kain celana dalamnya yang ketat.

" mass..ter…ahhhh" desahnya pelan sambil mendongkakkan kepalanya dengan kedua mata tertutup. Terlarut dalam kebutuhan biologisnya, ia pun segera memasukkan tangan kanannya ke dalam celana dalamnya, memeras ereksinya dan memelintirnya beberapa kali hingga keras. Kris berusaha menghirup udara sedalam-dalamnya lalu mulai menarik celana panjangnya beserta dalamannya hingga ke lutut dan mulai membalut batang penisnya dengan tangan besarnya dan mulai mengocoknya teratur.

Lihatlah..kau sudah kembali basah seperti ini? Memalukan…

" hahh..hahhh…. tanganmu..nikmatt.. master…" kalimat Joonmyeon yang merasuki pikirannya itu membuat penisnya melonjak hingga mengeluarkan sebulir precum pertamanya. Tanpa memperdulikan desahannya yang makin tak terkendali itu, Kris pun semakin memanjakan penis panjangnya yang lebih sensitive itu, ia mengelus lubang kemaluannya yang mulai mengucurkan pre cum dengan banyaknya lalu melumasi batang penisnya dengan cairan beningnya hingga semakin basah dan lengket, memudahkan pergerakan tangannya yang semakin cepat mengocok penis beruratnya.

" mmmhhh.. moreee.. master…. Mas..ter… arghhh.. fas..terrr.. ummmhhh" pinggul Kris perlahan mulai menyodok liar tangan kanannya yang mengocok penisnya brutal, karena Kris sedang dalam posisi duduk, maka bola kembarnya pun terjepit penuh kenikmatan dan tergesek ke depan dan belakang agak kasar pada tutup toilet bowl yang berada di bawahnya.

" y..yeahh.. my balls.. mas..ter... ahhhh… so goodd…uhhh.. my nipples tooo…" tangan kirinya pun tidak diam, ia membuka kancingnya sembarangan dan mencubit kasar kedua putingnya secara bergantian membayangkan tangan lihai Joonmyeon yang memilin-milin ereksi nipplenya, tanpa menghentikan sodokan penis panasnya pada tangan kanannya.

Kris masih mengingatnya dengan jelas bagaimana jemari Joonmyeon yang lentik namun lihai itu mempermainkan selangkangannya, memberi sentuhan halus seperti sengatan listrik pada kejantanannya ataupun kocokan kasar pada batang panasnya yang membuat Kris membangun hasrat orgasm yang memuncak, makin memuncak namun tangan yang sama juga dengan tega menunda kepuasan sexualnya. Kris mengakui ia begitu menginginkan kedua tangan Joonmyeon menyentuh titik sensitifnya lagi, ia sangat menyukai sensasi candu yang mampu menambah kesakitan namun sekaligus memberikan kenikmatan pada tubuhnya, dimana hanya Joonmyeon seorang yang mampu membuatnya begitu desperate dengan mempermainkan orgasmnya dan peraturan tegas dari namja itu yang dapat membuat Kris harus mati-matian memohon padanya untuk menyelesaikan hasratnya yang memaksa melesak keluar tersebut.

Kau tidak boleh cum tanpa persetujuanku Kris..

" tidakk.. masterrr… biarkann..aku.. uhh.. keluaarrr…. Je..ballhh…." Kris mencekram erat pangkal penisnya menahan cairan yang hendak menyembur keluar selama beberapa detik, ia mengigit bibir bawahnya menahan sakit pada penisnya lalu kembali mengocok kemaluannya saat hasrat untuk cumnya agak menghilang, ia memang berniat untuk menunda orgasmnya karena tidak ingin kenikmatan ini cepat berakhir. Sepertinya Kris perlu berterima kasih pada Joonmyeon yang mengajarkannya tentang kenikmatan orgasm denial yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.

Kris bahkan tidak tahu dirinya menjadi sangat sexually demanding, tidak ketika ia dapat merasakan perutnya yang dengan cepatnya menegang erat dalam hitungan menit pada orgasm denialnya yang pertama hingga hanya mampu bertahan 8 detik pada orgasm denial keempatnya. Wajahnya sekarang memerah sempurna hingga ke leher dan telinganya, urat yang sangat tegang tercetak jelas pada leher jenjangnya, mulutnya terbuka lebar dengan saliva mengucur dari ujung bibirnya, kedua paha kokohnya yang terbuka lebar dan kedua mata yang terpejam erat. Merasa tak sanggup lagi untuk menahan hasratnya yang dipermainkan hingga hampir 20 menit itu, akhirnya tangan kanannya yang mulai lelah itu pun semakin mengocok kencang penisnya yang semakin berkedut keras, candu akan orgasm mulai kembali mendatanginya ketika dirasakan perutnya melilit sakit dan bola kembarnya mengetat hingga absnya berkontraksi cepat.

" ahh.. ahhh..argggghhhh… ma..masterrrr…shhh…c..cummm!" Kris yang kesulitan bernafas itu kembali mengigit bibir bawahnya dengan lebih keras terakhir kalinya saat pinggulnya bergerak liar ke depan untuk menyodok tangan besar nan hangat yang menyelimuti penis tebalnya yang berkedut tanpa henti mengeluarkan seuntai demi seuntai cairan putihnya yang kental yang telah disimpannya selama dua hari, Kris mendongkakkan kepalanya sambil memejamkan matanya erat menikmati masa orgasmnya sedangkan tubuhnya yang penuh keringat itu bergetar keras, menggelinjang serta melengkungkan kesepuluh jari-jari kakinya merasakan euphoria yang menerjangnya.

" f…fuck…hahh hahhh hahhhh.." Kris menyeka tetes peluh di dahinya setelah turun dari ketinggiannya, berusaha mengumpulkan seluruh kesadarannya dari pasca post orgasm yang intens tersebut.

Namja jangkung itu mendadak takut saat tangan kanannya berupaya membersihkan cairan putihnya dari batang penisnya yang masih setengah tegang itu, meski ia sudah cum dengan sangat kuatnya namun tubuhnya sedikit pun belum merasa puas. Lihatlah penisnya bahkan belum melembut bahkan mulai menegak kembali, bagaimana pun usaha Kris untuk kembali memanjakan kemaluannya, ia tidak bisa datang, tangan besarnya tidak cukup untuk memberinya stimulasi untuk klimaks, bahkan candunya akan sentuhan Joonmyeon semakin menjadi-jadi. Perlahan air mata melapisi pelupuk mata Kris, menunjukkan bahwa ia tidak mampu lagi menahan sexual frustration-nya yang makin menggila itu. Ia perlu pelampiasan, sekujur tubuhnya haus akan sentuhan halus namja mungil itu, ia butuh Joonmyeon, ia butuh tangan mungilnya yang menyentuh area sensitifnya dan membisikkan kata-kata kotor dengan suaranya yang tegas namun lembut. Sekarang Kris benar-benar sadar apa yang dimaksudkan oleh Joonmyeon waktu itu, tubuhnya serasa bukan lagi miliknya, yang hanya akan merespon pada tangan lihai Joonmyeon dan sentuhan-sentuhannya yang membara di atas kulitnya.

Tubuhmu adalah sepenuhnya milikku.. dan hanya akulah yang dapat mengendalikan segala hasrat sexualmu

#####KRISHO#######

Namja manis yang sama sekali tidak berniat untuk mengikuti pelajaran yang berlangsung itu pun mengendap-endap keluar dari ruangan kelasnya, koridor terlihat sangat sepi tentu saja karena semua murid-murid sedang berada di dalam kelas masing-masing berkutat dengan buku cetak mereka. Baru saja Joonmyeon berencana untuk membolos ke kantin, kedua mata hazelnya menangkap seseorang yang berjalan agak lesu kepadanya. Namja mungil itu dapat melihat keadaan Kris yang sangat kalut, kedua matanya elangnya memerah dengan air mata yang masih sedikit mengenang, seragamnya dan rambut keemasaannya yang acak-acakan, tubuhnya yang agak berpeluh dan agak bergetar.

" masterrr…." Suara yang ngelangsa itu mengambang di koridor yang hanya menyisakan kedua manusia tersebut.

Kaget.. itulah respon pertama yang diperlihatkan Joonmyeon pada manusia yang sudah berdiri di hadapannya itu. Bagaimana tidak? Selama ini namja kecil itu berfikir Kris tentu tidak akan menggubrisnya lagi mengingat namja chinese itu tidak sudi menatap matanya sama sekali setengah jam yang lalu namun sekarang namja jangkung itu malah menyapanya, terlebih lagi bukan dengan sebutan "suho" melainkan "master"?

Dan yang lebih mengkagetkan bagi Joonmyeon adalah kelakuan aneh Kris yang tanpa aba-aba langsung bersimpuh di hadapannya dan mencium sebelah kakinya yang masih terbalut sepatu indoornya. Tubuh mungil itu mendadak mematung membiarkan rasa iba mendera hatinya ketika Kris dengan sangat putus asa mencengkram erat celana hitam Joonmyeon dengan kedua tangannya yang bergetar tepat pada kedua paha atasnya dan menengadah menatapnya memelas, tatapan memohon dari kedua mata sayu yang berair itu membuat Joonmyeon tidak dapat mengacuhkannya.

" ada apa?" bukan keinginan Joonmyeon kalau suara yang dikeluarkannya lebih dingin dari biasanya.

" tolong maafkan aku mas..terrr… pleaseeee… izinkan aku untuk… menjadi slavemu kembali… akuu.. sudah sangat..tidak..tahan...kumohon master.. touch me.." Joonmyeon membulatkan kedua matanya saat namja jangkung itu tanpa malu menggesekkan penisnya yang menegang pada sebelah betisnya. Well.. itu tidak cukup untuk membangunkan "little Joon" nya tentu saja. Namun ia dapat merasakan dengan jelas tonjolan keras Kris yang masih terbalut celana ketat tersebut naik turun mengerayangi betis kanannya hingga agak basah oleh pre cum. Jujur saja, namja manis itu sama sekali tidak menduga efek sentuhannya waktu itu akan berdampak besar pada Kris, namun tidak dapat dipungkiri hatinya merasa senang ketika namja tampan itu memohon untuk kembali padanya.

" apa itu cara yang baik dalam meminta maaf? Kau harus lebih mempelajari etika yang baik Kris" dengan menyeringai Joonmyeon mendorong tubuh Kris hingga jatuh terduduk lalu dengan sebelah kakinya menginjak kemaluan Kris yang semakin membesar itu.

" arghhh.. maaf.. mas..terrr.. sakitttt.. aahhhh" Kris mengepalkan kedua tangannya erat di atas keramik menahan kenikmatan yang tiba-tiba menderanya hingga terasa sangat sakit, sentuhan berlebihan dari Joonmyeon yang sangat dinanti-nantikannya membuat penisnya semakin mengeluarkan precumnya membasahi celana depannya yang berwarna hitam itu.

" hmmm.. sebegitu merindukan sentuhanku eoh? Precummu bahkan mengotori sepatuku dan celana panjangku…" Joonmyeon tersenyum tipis saat melihat sol sepatunya yang mulai lengket itu pun mengelus kasar dan semakin dalam menginjak dan mengoyangkan kaki kanannya dalam pada kejantanan Kris yang semakin menonjol tersebut.

" ohhhh… enakk.. master….. shhh… lagiihhh" Kris menaikkan pinggulnya semakin menekankan penis basahnya pada Joonmyeon yang dengan senang hati makin menginjak benda panjang dan tegang itu, namun mengingat peraturan yang dibuatnya tempo hari membuat namja mungil itu melepaskan injakannya pada kemaluan Kris saat dirasakannya ereksi yang terlihat jelas dibalik celana itu sedikit loncat dan berkedut menandakan slavenya akan cum sebentar lagi.

" uhh.. mas…ter… jangan..berhentiii.." desah Kris tanpa tenaga berusaha menghirup udara sebisanya, tubuhnya semakin mengenjang sengsara dengan perbuatan masternya yang menghentikan orgasmnya tepat di detik terakhir ketika ia hendak menyemburkan lahar hangatnya. Namun melihat masternya yang tidak mengindahkan permintaannya, ia pun harus rela mengapit erat kedua pahanya dan mencekram erat penis tegangnya dari luar tanpa memperdulikan tangan kanannya yang sangat basah oleh pre cum, berusaha meredakan kesakitan yang mendera penis yang terbalut perih oleh resletingnya tersebut.

" hmm..hmm.. tidak semudah itu.. sepertinya kau tidak mempelajari sesuatu eoh? Orgasmmu adalah milikku Kris.. dan karena kau berani-beraninya menggesekkan milikmu pada tubuhku tanpa seizinku.. aku akan menyiksa penismu lebih lama lagi" Kris mengangguk lemah mengetahui dirinya akan dihukum lagi oleh masternya namun tetap mengikutinya ke sebuah bilik kamar mandi.

" lepaskan kancing seragammu.. buka juga celanamu beserta celana dalammu.. perlihatkan padaku penismu yang gagah itu" dengan agak susah payah Kris melepaskan celananya mengingat penisnya yang terbalut erat minta dibebaskan itu menegang sempurna.

" hmmm.. selalu indah seperti biasanya Kris.. kau benar-benar merawat penismu dengan baik" Joonmyeon pun tergoda untuk menyentuh penis kemerahan berlumuran pre cum yang berbentuk kurva itu, mengocoknya pelan bermaksud menggoda Kris yang mulai memejamkan matanya menikmati sentuhan tersebut.

" jilatt" Kris menurut ketika namja manis itu memasukkan dua jari lentiknya ke dalam mulutnya, mengobrak abrik isi mulutnya dan menarik dan menjepit pelan lidahnya dengan kedua jarinya, membasahi kedua jari tersebut dengan salivanya yang terbentuk panjang ketika jari tersebut tertarik dari mulutnya.

" angkat sebelah kakimu slave" masih terbuai dengan sentuhan Joonmyeon pada kejantanannya, Kris kembali mengkangkangan kakinya, ditahannya sebelah telapak kakinya pada dinding bilik yang berukuran kecil tersebut.

Masih terus mengocok pelan batang Kris yang terus menimbulkan desahan pelan dari slavenya itu, Joonmyeon pun memasukkan kedua jarinya mempenetrasi anus Kris yang masih memerah perih itu.

" arrgghhhh… mas…terr…and..waee.." Joonmyeon membiarkan slavenya mencengkram erat seragam depannya menggunakan kedua tangannya berusaha menahan kenikmatan dan kesakitan saat jari panjang tersebut mulai bergerak pelan maju mundur. Kris sama sekali tidak menduga namja manis itu akan memasukkan jarinya ke manholenya, betapa inginnya ia menolak tapi mengingat hukuman yang akan diterimanya jadi dengan terpaksa ia menerima bagian bawahnya diobrak abrik oleh masternya.

" hwaahh! Ma..master.. apa itu?" tubuh Kris menggelinjang kaget dengan terengah-engah saat jari telaten Joonmyeon yang menginvasi lubang anusnya itu melengkung dan tak sengaja mencubit daging kecil tersebut. Hampir saja tubuh jangkung itu jatuh karena sebelah kakinya yang tidak mampu lagi menahan berat badannya kalau masternya tidak menahan pinggangnya dengan sebelah tangannya yang sempat digunakan untuk mengocok penisnya tadi.

" kkk~ polosnya… itu prostate mu Kris.. dan aku akan memberikanmu banyak kenikmatan melalui prostatemu ini" dengan santai Joonmyeon mengigit sebelah nipple di hadapannya itu sekaligus menghujam kembali kedua jarinya ke dalam prostat Kris mendapat erangan sexy keluar dari bibir tebal itu.

" uhh…Ra..sanya..anehh mas..ter… hen..tikann.. ahhhh" namja jangkung itu memeluk kepala Joonmyeon yang masih setia menghisap nipple tegang tersebut dengan kedua tangan bergetar hampir tidak mampu lagi menerima rangsangan masternya yang terus mencubit kecil dan memelintir prostatenya dengan ujung kedua jarinya, sedangkan tanpa disadarinya penis tegangnya terus mengeluarkan pre cum dalam jumlah yang sangat banyak hingga membasahi scrotum, paha dalamnya dan sisanya menitik memanjang ke lantai setetes demi setetes. Kris yakin akan cum sekarang juga bila masternya terus memainkan titik sensitivenya yang tak pernah ia ketahui sebelumnya.

" begini saja kau sudah tidak tahan Kris? Padahal aku masih ada banyak hadiah buatmu" Kris mendesah kecewa sekaligus lega saat jari panjang tersebut tercabut dari lubang anusnya yang mulai terbuka lebar tersebut. Namun tidak sampai tiga detik, ia kembali menjerit tertahan saat merasakan Joonmyeon memasukan sesuatu yang dingin dan elastis di dalam liangnya.

" ini hadiah untukmu.. kau menyukainya bukan?" Namja manis itu menggunakan jari tengahnya untuk memasukkan sedalam-dalamnya benda yang disebut sebagai "butt plug" ke dalam lubang anusnya.

" arrrhhhh… mas..ter.. benda..itu.. bergerak… da..lam.. ahh.. tubuh..ku…hahh" Joonmyeon terkekeh pelan mendengar penuturan slavenya yang polos itu, ia kembali mengelus manhole Kris dengan gaya memutar merasakan betapa lembutnya bagian tubuh tersebut.

" butt plug itu tidak bergerak Kris.. kau yang terlalu memijitnya erat dengan dinding rectummu… aku akan memberikan hadiah lain padamu..bersiaplah Kris" sekarang Kris benar-benar menumpukan tubuh jangkungnya pada masternya ketika ia merasakan sesuatu berbentuk oval yang dingin memasuki liang duburnya, mendorong masuk butt plug yang sudah tertanam dalam di dalam tubuhnya hingga tergesek tepat pada prostatenya.

" euuhhhhh.. ja….jangan… lagiii..ahhh.. uhhh.. ma..masterrr.. to..long.. henti..kannn" desahnya tidak karuan sambil menggeliatkan tubuhnya dan tanpa sadar memijit butt plug itu lebih kencang dengan rectum sempitnya hingga benda elastis yang berusaha merenggangkan lubang anus Kris itu kembali tergesek-gesek dengan prostatenya dead on tanpa dapat dihentikan.

" masih belumm… permainan baru akan dimulai Kris" namja jangkung itu masih belum mengerti saat ia melihat masternya mengeluarkan benda berbentuk seperti cincin lalu menyelusupkannya pada pangkal penisnya yang menegang dan basah itu.

" nggh~ Master!" pekik Kris setengah mendesah dalam kesakitan dan kenikmatan ketika Joonmyeon memasangkan cockring pada pangkal penisnya, menimbulkan sensasi tersendiri yang hampir serupa ketika ia menahan cumnya dengan menggunakan tangannya.

Masih belum puas menghiasi tubuh slavenya, Joonmyeon kembali mengeluarkan vibrator kecilnya dari kantong celananya dan merekatkan benda oval tersebut tepat di bagian bawah perbatasan antara kepala dan batang penis Kris (frenulum).

" hmmm.. sempurna…. Kau benar-benar indah Kris" puji Joonmyeon seraya membubuhkan kissmark pertamanya tepat di sebelah nipple kanan Kris membuat namja tersebut mendesis kesakitan lalu setelahnya ia pun menjilati luka tersebut membuat Kris kembali mendesah pelan.

" sudah siap slave? lihat berapa lama kau bisa bertahan dari penyiksaan penuh kenikmatan seperti ini" Kris masih menggedipkan matanya bingung ketika melihat masternya membawa remote kecil dari kantungnya, namja manis itu menyeringai lalu mengeset tombol on nya hingga menjadi maximal.

" aaaarrrgggggghhhhhhh" namja jangkung itu langsung merosot ke atas keramik dengan keadaan menungging karena anusnya yang tertanam vibrator dan buttplug tersebut bergetar liar membuat dinding rectumnya menjepit kedua benda tersebut erat, berusaha menahan kenikmatan yang menderanya luar dalam.

" nooooo…. Argggghh… massterrrr… I can't. takkeee itttt…. Terlalluuu nikmattttt…ahhhhhh" desah Kris menggesek-gesekkan kesejatiannya di atas lantai berusaha menahan double kenikmatan yang mendera penisnya. Ia dapat merasakan cockring tersebut bergetar keras dari pangkal hingga ke scrotumnya yang mengetat itu sedangkan vibrator kecil itu menggetarkan ujung penisnya hingga terasa geli pada uretranya. Belum lagi vibrator dalam anusnya yang mengetarkan liangnya dan buttplugnya sehingga buttplug itu memaksa merenggang lalu semakin mengesek dan menggetarkan prostatnya yang mulai membengkak tersebut.

" ahhhhh.. ahhhhhhh.. urrrrghhh… c..closeeeeee… ngahhhh!" tubuh Kris langsung melemas ketika ia mendapati orgasm kering yang pertama karena tertahan cockring yang menghiasi penisnya tersebut, Joonmyeon dapat melihat kejantanan slavenya yang berdenyut-denyut keras dengan urat yang makin menyembul.

" hmmm.. menikmati orgasme pertamamu?" Kris menggeleng pelan dengan air mata yang semakin mengumpul pada kedua pelupuk matanya, rasa sakit pada bola kembarnya dan perut bagian bawahnya kian terasa ketika sperma hangatnya yang hendak menyembur itu ditahan oleh cockring, ia dapat merasakan scrotumnya mulai memar dan memanas.

" nghh.. mas..terr.. jangan men..yiksakuuhh" ia melihat masternya berjongkok di hadapannya dan malah semakin iseng mempermainkan penisnya, menekan kepala kejantannya hingga mengeluarkan setetes precum lalu menjilati lubang kemaluannya, melesakkan lidah tak bertulangnya ke dalam organ sensitifnya hingga terasa geli.

" pleaseeee.. noo.. ahhh… akkuhh.. keluarrrr lagiihhhh" Kris mulai menggila ketika Joonmyeon menghisap lembut kepala kemaluannya yang bergetar keras itu dan memijit sekelilingnya dengan kedua belah bibirnya sedangkan tangan kanannya mengocok brutal batang keras Kris yang juga bergetar sesekali mencubit-cubit lembut urat penisnya dan scrotumnya. Saat namja manis itu memelintir bola kembarnya saat itulah ia kehilangan kendalinya dan kembali mengeluarkan orgasm keringnya yang lagi-lagi tertahan oleh cockring.

" ma..masterr…jeball.. shh... le..let ..me… cumm…" mengindahkan tarikan lemah Kris pada lengan kemejanya ataupun isakkan pelan yang mulai keluar dari bibir tebal tersebut karena tidak mampu lagi menahan sakit pada penisnya, akhirnya ia pun mengurangi penyiksaan slavenya ini dengan menurunkan level vibratornya hingga ke medium.

" kajja.. ayo kita kembali ke kelas.. ^^" Kris melongo menatap masternya tidak percaya, bagaimana mungkin ia dapat belajar dengan konsen bila tubuhnya dipenuhi oleh sex toys yang dapat membuatnya gila, ingin rasanya ia kembali menangis melihat keadaan tubuhnya yang menggenaskan. Sepertinya ia harus menerima konsekuensinya dengan berorgasme kering beberapa kali lagi bila ingin menjadi slave master sadis di hadapannya ini.

" shhh… aku tahu ini menyakitkan.. tapi kalau kau dapat bersikap baik hari ini aku akan mengizinkanmu untuk melakukan apa yang paling kau inginkan" Joonmyeon membelai kepala slavenya terakhir kali sebelum keluar dari bilik kamar mandi menyisakan slave nakednya yang masih terus mendesah keras dengan penis tegang yang ingin kembali menyemburkan laharnya.

########KRISHO############

Sudah 4 jam berlalu sejak sex toys nista tersebut terpasang indah pada tubuh Kris, ia kembali memasuki ruangan kelas seperti tidak ada masalah yang terjadi, namun bahasa tubuhnya dan mimic wajahnya memang tidak dapat berbohong, tak ayal membuat banyak pasang mata di kelasnya menatapnya bingung dan khawatir. Kris perlu bersyukur dirinya memakai celana dalam yang super ketat hari itu hingga mampu menutupi penis ereksinya agar tidak begitu menonjol diantara selangkangannya dan celana panjangnya yang berwarna hitam hingga tidak ada seorang pun yang menyadari betapa lengketnya bagian privatenya yang terkotori cairan bening.

Sebisa mungkin Kris hanya mampu menggeliat tidak nyaman pada kursinya tanpa terlalu melakukan aktifitas yang semakin merangsangnya, ia berusaha berjalan seanggun mungkin dengan bertumpu pada dinding sekolah agar vibrator yang bergerak liar dalam liangnya itu tidak mengenai prostatnya dan mengurangi pergesekan kain celananya pada selangkangannya. Lebih parahnya lagi bila ia mencoba untuk duduk sepelan mungkin, kursi kayu yang didudukinya menambah penyiksaannya dengan menanamkan vibrator dan buttplug itu sedalam-dalamnya, menggetarkan organ dalamnya hingga perutnya terasa keram, jangan lupakan bola kembarnya yang sudah sangat memar tersebut terjepit dengan tempat duduknya hingga menambah produksi sperma pada scrotumnya dan mempercepat proses orgasm keringnya.

" khhhhhk!" Kris sudah hampir tidak mampu lagi meredam erangan kesakitannya, ini sudah belasan kalinya ia orgasme kering, sakit pada penisnya yang berbalut perih dalam celana dalamnya itu semakin menjadi-jadi. Dapat terlihat dengan jelas tubuh Kris sekarang sudah bergetar keras dan bermandikan keringat, wajahnya memerah hingga ke telinganya dan kedua mata sayunya terus berkaca-kaca berusaha menahan air mata yang jatuh, nafasnya tersengal-sengal, otaknya serasa kosong, dan ia benar-benar tidak lagi mempedulikan sekitarnya. Namja malang itu mencengkram kemeja depannya sedikit di atas kemaluannya seraya mengigit pipi dalamnya, tubuhnya mengenjang dan semakin bergetar, sebutir air mata lolos dari mata kanannya namun langsung dihapusnya. Sakit.. perih…panas.. rasanya kemaluannya sudah akan meledak sebentar lagi bila terus disiksa 2 vibrator, buttplug serta cockring. Kris tak yakin mampu menahan penyiksaan ini lebih jauh lagi, yang ia inginkan yaitu segera menuntaskan kebutuhan biologis yang dipendamnya.

Belum lagi saat gilirannya untuk mengerjakan soal matematika di depan, mau tidak mau ia pun mencoba berdiri lalu sebisa mungkin berjalan ke depan senormal mungkin, meski tetap saja terlihat sangat kaku karena Kris berusaha seminimal mungkin tidak membuat dua alat dalam tubuhnya itu terlalu tergesek dengan prostatnya. Ia mengambil kapur dengan tangan bergetar dan mencoba menuliskan jawabannya pada papan tulis tersebut.

" hyahhhh!" Kris tak sengaja mematahkan kapur yang dipegangnya dan langsung merosot ke atas keramik hingga membuat satu garis panjang pada papan tulis tersebut. Pandangannya mulai mengabur menahan ekstasi yang tiba-tiba diterimanya ketika dirasakannya vibrator dan cockring tersebut bergetar maximum. Ia mencoba menumpukan tubuhnya yang lemas dan limbung dengan kedua lengan dan lututnya pada lantai, Kris berusaha mengigit bibir bawahnya menahan isakannya sambil membenamkan wajahnya pada kedua lengannya yang gemetaran ketika prostatenya kembali dihantam dan kemaluannya digetarkan tanpa ampun, memberikan rasa nikmat serta kesakitan yang semakin menjadi-jadi hingga tanpa malu ia pun kembali berorgasme kering di hadapan teman-temannya karena cairan yang lagi-lagi tidak dapat dikeluarkannya.

Merasa sudah cukup puas menyiksa slavenya dengan mempermalukannya di depan kelas, Joonmyeon dengan santainya berjalan ke depan kelas dan perlahan memapah tubuh jangkung yang sudah terkulai lemas tersebut.

" saem.. sepertinya Kris demam.. aku akan menemaninya ke ruangan UKS" Setelah mendapat anggukan dari gurunya, namja mungil itu pun melesat keluar dari ruang kelasnya.

" mas..masterr.. sakittthhh…" demi apapun Kris benar-benar ingin keluar, penisnya sudah benar-benar keras dan tegang, perutnya benar-benar terasa kejang dan meililit, namun cockring yang bergetar tersebut menghalanginya untuk datang.

" bersabarlah Kris… kita sudah hampir tiba di UKS" Kris semakin mengerang kesakitan ketika masternya mencoba untuk meremas kejantanannya yang sudah hampir meledak itu, rasanya benar-benar perih hingga tidak mampu untuk dijabarkan lagi.

Joonmyeon menyeringai ketika ia mendapati ruangan UKS itu tidak dijaga, ia pun segera mengunci pintunya dan membaringkan slavenya yang sudah pasrah itu di atas tempat tidur berseprei putih tersebut.

" sepertinya kau sudah tidak sabar eoh?" tubuh Kris menggelinjang ketika namja kecil itu duduk tepat di atas penisnya, menggesek-gesekkan benda tegang tersebut dengan belah pantatnya sedangkan kedua tangannya yang cekatan melepaskan ikatan dasi Kris dan menggunakannya sebagai penutup mata slavenya, lalu membuka kancing seragamnya dan tanpa aba-aba langsung mengemut kedua nipple tegangnya.

" shhh.. ja..jangannn.. pe..nisku.. sakitthh… master….uaaahhhh!" Kris mencekram seprei di bawahnya erat ketika Joonmyeon malah semakin menghisap kuat nipple kirinya kemudian menggesekkan penisnya yang sudah sangat sensitive dan sangat siap untuk menyembur itu lebih cepat dan kasar.

" penismu? Benda ini sudah menjadi milikku Kris… jangan lupakan itu" Joonmyeon membuka celana Kris beserta celana dalamnya dan melemparnya ke sembarang arah, menyentuh cockring bergetar yang dilengkapi alat sensor agar semakin mengetat pada pangkal penis yang penuh urat dan membiru itu.

" anghhhh! i..iyaaaa master.. please.. pleaseeeee.. aku bersalahhh…. Maafkan aku master… tolong lepaskan.. cockringnya… perihhhh arhhh! Kumohonnnn…hikss" Kris sudah hampir pingsan ketika ia berorgasme kering untuk hampir ke dua puluh kalinya, karena sudah terlalu lemah untuk meronta, ia pun tidak kuasa menahan tangisnya lagi ketika Joonmyeon menyentil dan menampar alat vitalnya yang masih setia bergetar dalam kesakitan dan kenikmatan yang tak tertahankan.

" aku sudah memperingatkanmu.. jangan buat aku mengulangi perkataanku lagi.. kau mengerti?" Kris hanya sanggup menganggup menahan isak saat dirasakannya masternya menghentikan getaran pada kemaluannya, namun masih belum menghentikan getaran pada holenya. Namja jangkung itu mendesis menahan sakit ketika tangan hangat itu mencabut vibrator yang tertempel pada penis berdenyutnya dan mengelusnya sayang.

" kalau kau ingin keluar.. kau harus memuaskanku dulu slave" Joonmyeon membuka resletingnya dan menyodorkan penisnya pada mulut Kris yang setengah terbuka, ia mengesekkan kepala kejantanannya pada kedua belah bibir Kris seolah mengisyaratkan slavenya untuk membuka mulutnya.

" hmmm.. bagus slave… seperti itu.. shhh" Namja jangkung yang penglihatannya tertutup itu pun hanya mampu mengikuti instingnya memaju mundurkan kepalanya menghisap dan menggigit kecil benda panjang yang ia yakini sebagai penis Joonmyeon, meski tidak dapat melihat namun ia sudah sangat puas dapat mencicipi benda pusaka yang perlahan mulai membasahi mulutnya dengan precum manisnya. Hanya dengan menghirup wangi kejantanan namja yang dicintainya ini lagi-lagi mampu membuatnya hampir orgasme kering.

" cukup Kris.. aku tidak akan keluar di dalam mulutmu.. melainkan ini.." Kris memekik ketika masternya menarik kemaluannya dari gua hangatnya dan langsung memasukkan jari telunjuknya ke dalam manholenya yang masih dipenuhi dua sex toys yang belum berhenti bergetar tersebut. Mati-matian Kris menggelengkan kepalanya, ia tidak mau disetubuhi lagi untuk sementara waktu, luka di anusnya yang masih belum sembuh itu masih terasa sangat teramat perih.

" aku memberikan dua pilihan padamu… penismu yang sudah sangat sensitive itu memasuki tubuhku tanpa boleh keluar atau aku yang memasukkan penisku ke dalam tubuhmu?" Pilihan apa itu, keduanya sama-sama menyakitkan, memang Kris sangat ingin mencoba memasukkan penisnya ke dalam tubuh mungil masternya tapi ia tidak mampu untuk menahan siksaan puluhan orgasm kering lagi, penisnya sekarang sudah sangat sensitive dan sangat perih meski hanya disentuh pelan sekalipun.

" pi..pilihan kedua master" Joonmyeon tersenyum tipis lalu menaikkan sebelah kaki Kris pada bahunya, ia mengeluarkan jari panjangnya kemudian langsung melesakkan penisnya ke dalam manhole Kris tanpa aba-aba.

" urggghhhh!" tubuh Kris melengkung menahan kenikmatan yang menderanya, ujung penis Joonmyeon berhasil menanam lebih dalam vibrator dan buttplug yang bergetar tersebut hingga menghantam usus dan mengores prostat bengkaknya. Namja jangkung itu hanya mampu melihat bintang ketika masternya menyetubuhinya dengan sangat liar.

" ahhh.. akhhh! Ma..master lebihh ke…kiriii..ohhhhh! lagiihh nghhh.. masterr~" tanpa Kris sadari, instingnya menggerakan tubuhnya maju mundur agar menyamai ritme sodokan penis namja berkulit putih tersebut, desahannya semakin gila ketika namja yang mendominasinya menghajar prostatnya tanpa ampun, titik yang mampu membuatnya melihat putih. Hanya beberapa sodokan saja Kris sudah kembali memohon untuk keluar, ia sudah sangat dekat dan ia jelas tidak ingin mendapat orgasm kering lagi.

" hnghh.. kriss.. jangan.. menjepitku begituu.. uhhh" Joonmyeon menggeram menahan nikmat ketika dinding rectum slavenya seolah menghisap seluruh batang kemaluannya, seakan tidak membiarkannya bergerak meskipun sudah ia renggangkan dengan dua buah sextoys sebelumnya, terlebih lagi vibrator yang bergetar maximal itu tanpa berhenti merangsang ujung penisnya hingga terus menerus mengeluarkan pre cum.

" master..masterrrrr… c..closeeee! pleaseee.. lett me cummmm! Nghh~ I beg youuu..jebalhh" Kris mencekram kedua bahu Joonmyeon ketika masternya dengan sengaja mulai memijat penis oversensitivenya yang sedaritadi terus meneteskan precum membanjiri perutnya, merangsangnya hingga semakin dekat dengan puncak kenikmatannya hingga Kris terus menoleh ke kiri dan ke kanan berusaha menahan kesakitan pada kepala penisnya yang semakin memerah dan kedua bola memarnya.

" shhh… cum now!" dengan sekali hentakan panjang Joonmyeon mengeluarkan cairan panjangnya ke dalam tubuh Kris, memuncratkan seluruh air maninya ke dalam liang sempit yang senantiasa memeras habis penisnya. Namja yang berada di atas itu masih terus menyelami dunia kenikmatannya hingga ia kembali dari ketinggiannya, setelah itu barulah ia mengakhiri penyiksaan slavenya dengan mencabut cockring tersebut dari penis Kris yang bengkak itu, membiarkan Kris merasakan dunia surgawi yang didambakannya sejak beberapa jam yang lalu.

" ahhhhhhh!"

Tubuh Kris langsung menggelinjang dan membusur, sperma putih yang kental langsung menyembur ke udara dalam jumlah yang banyak dari lubang kemaluan Kris yang terasa sangat sensitive itu. Penis panjang yang melengkung tersebut berkedut keras hingga menyemburkan lahar panjangnya terus menerus ke sembarang arah tanpa mampu dihentikan, hingga Joonmyeon harus mengarahkan batang penisnya pada tubuh Kris agar namja jangkung itu mengotori tubuh polosnya dengan cairannya sendiri.

" arrrkkkhh! Ahhhhh! Nghh… angghhhh! Hahhh.. ahhhh!"

Efek puluhan orgasm kering yang didapat Kris membuatnya tidak mampu menghentikan untaian cairan putih kental yang terus menyembur keluar dari penisnya sedangkan Joonmyeon terpana menatap slavenya yang terus menerus mengerang dan mengeliat pasrah di bawahnya dengan penis masih setia berdenyut dalam genggaman dan kocokan tangan masternya berupaya mengosongkan kedua scrotumnya yang memar dari jutaan sperma.

Begitu kenikmatan yang melandanya telah usai, namja tampan itu berusaha menghirup udara sebisa mungkin dengan kesadarannya yang hampir minim. Seluruh otot tubuhnya melemas dan tak bertenaga hingga ia bahkan tak mampu bergerak di atas tempat tidur. Tanpa lagi memperdulikan air mata, saliva beserta sperma yang mengotori wajahnya, perlahan ia pun menutup kedua matanya yang terasa sangat berat itu ketika masternya membuka penutup matanya kemudian menghentikan dan mencabut vibrator beserta buttplug dari anusnya yang semakin perih itu. Bukan hanya anus saja, penisnya yang sudah terkulai lemas itu pun terasa sangat perih dan berdenyut-denyut.

Namun segalanya terbayarkan saat Joonmyeon menjilati wajahnya berupaya membersihkannya dari sperma miliknya dan mencium lembut bibirnya. Kris perlahan tersenyum tipis di sisa tenaganya, lalu membawa ciuman manis itu ke dalam mimpi indahnya.

Joonmyeon perlahan menarik wajahnya menatap wajah damai Kris yang sudah terlelap itu, wajah tampan yang pernah menghiasi masa lalunya. Seketika itu juga ia mengingat kembali mimpinya tadi pagi

Hanya setiap Jumat sore… Aku selalu mengamatimu dari dekat….seperti ini

Sedikit rasa sakit menyergap hati Joonmyeon namun ia menggeleng keras berusaha menghentikan lamunannya, ia berdiri dari kasur tersebut seraya merapikan pakaiannya. Setelah ia membersihkan tubuh slavenya dari sperma yang menempel, ia pun hendak memakaikan kembali seragam Kris pada tubuh jangkungnya tanpa berniat membangunkannya. Dengan perlahan ia mencoba membaringkan tubuh jangkung itu menyamping ketika hendak memakaikan kemeja putih tersebut, namun aktifitasnya langsung berhenti ketika kedua mata hazelnya baru mendapati punggung Kris dengan banyak luka panjang yang belum mengering tersebut.

Yaaa.. luka akibat cambukan yang dilayangkannya kepada Kris tempo hari. Rasa penyesalan yang dalam benar-benar menampar namja mungil itu, ia tahu dirinya memang sudah keterlaluan padanya. Perlahan Joonmyeon mengambil obat dari kotak p3k dan mengoleskannya pada luka punggung tersebut kemudian membalut tubuh atas Kris dengan perban. Dipakaikannya kembali seragam Kris dengan rapi lalu menyelimuti namja jangkung tersebut.

Hanya disaat seperti inilah, Joonmyeon akan bersikap sangat lembut kepadanya, namun mau tidak mau ia harus menjadi Joonmyeon yang kejam kepada Kris saat ia terbangun nantinya. Joonmyeon tidak tahu apa yang harus dilakukannya, ia tidak bisa jujur pada Kris dan juga pada perasaannya, karena itulah ia dengan tega menyakiti Kris, meski tak ayal hal yang dilakukannya melukai hatinya juga.

Hanya dirinya sendiri yang tahu betapa terpuruknya dirinya saat Kris benar-benar meninggalkannya dua hari yang lalu, berapa banyak bulir air mata yang ia keluarkan dalam kamar gelap itu mengingat kekerasan fisik yang dilakukannya terhadap tubuh Kris. Hanya dirinya yang mendengar beribu kata maaf yang dilontarkannya malam itu, meski segalanya takkan mampu mengobati luka yang ia torehkan di hati Kris. Tidak akan pernah bisa…

Joonmyeon mencium punggung Kris yang berwangikan obat itu terakhir kalinya sebelum keluar dari ruangan tersebut, membawa sejuta penyesalan yang akan terus menumpuk di dalam hatinya.

TBC (at least 300+ reviews to continue)

REVIEW AGAIN NE ^^… WELCOME NEW REVIEWERS

OPEN TO ANY IDEAS AND OPINIONS

Sepertinya banyak readers yang bilang chap lalu sedih ya.. maafkan mood kelam author.. author sudah berusaha naikan level NCnya & terus kurangi mellow2nya karena sepertinya dominant reviewers ga suka BDSM yang bikin mewek..

Bagaimana dengan chap ini? Mudah2an chap ini juga banyak yang suka..^^ #sudah cukup hot? Author ga tanggung jawab qlu readers mimisan yee

sekali lagi maaf bahasa indonya yang aneh.. gegara bahasa inggris gaje yang senantiasa menaungi otak author -_-"

SPECIAL THANKS TO:

Luhanbaek, Sefita Wu, Suhooooooo, exoxoxoxo, joonmyeon91, hoho91, fanmyeon, wu fan, kris sistah, erza, bacon Exostan (eer.. sudah terlanjur ga bisa diubah lagi), j12, infiKa, nurayuoctarina1, lu shixun ( xD what. Your English is alrdy like an expert u know… yeah3x. of course kris will be back to his master :p thanks for the ideas.. But for the last, I really can't change suho's character.. mian), dragonAqua, Vita Williona Venus, onlyforexo( supaya antimainsteam :p), adilia taruni 7( ngejleb! -_-" kenapa readers bisa pikirin ampe situ, author aja ga kepikiran.. yahh namanya juga ff bdsm), suholic( author sih pengennya buat gitu tapi liad aza endingnya gmn), chanchan19, hyebinbaekyeolshipper, tata l kpop, a, Rei akisima(nanti mungkin chanyeol akan keluar lagi.. tapi ga janji ya), clorophylpanda, purplekim, naideel(plot yang bisa dibaca itu kayak gimana ._.? makasih ^^), blankyeol ( kris suka.. author juga suka banget ^^), babysist (yup.. pertanyaan chingu uda terjawab di chap 4), xolouhn, tie ( chap lalu paling panjang words nya chingu), jiy, Jennifer giselle55, j12( suho kan lebih pengalaman jadi wajar kalo agresif :3 iya.. memang benar kok chingu.. ^^ kayaknya perasaan suho utk Kris ketara x la dari chap 3), hae15(iya emang rada OOC sih suho ._. eer.. masa slave ga bottom? Sekali2 beda dunx xD), parkyeonra, felixio ciel (jangan marah chingu.. ya iyalah suho ga bisa merkosa yang lain.. kan si kris sendiri yang relain dirinya di uke in ._.), jenny park ( hati suho masih polos kok T.T sip3x.. sudah cukup keras?), cittahari s navika ( demi apa aku ngakak sama commentmu chinguu.. makasih xD aku suka.. apalagi part magnae line itu, chanyeol sama dio..^^), ririchan ( ada apa? ._. chingu pertanyaanmu ambigu.. author ga bisa jawab karena ngga ngerti), amalia1993, park regolas ( commentmu epic xD! Uke semacam suho? Bwahaha), askasufa (nice comment.. :') author tersentuh bacanya), kimjoon( ngakak! Punya suho ga sekecil itu kali kkk), kim jaerin( haha~ kris suka tuh dijebolin mami.. ntr liad aza akhirnya gimana.. mungkin terakhir jadi krisho tapi ga janji.. cameo juga bisa tiba-tiba nongol), richsuo ( antimainstream itu perlu.. yang ini lebih ngeri lagi.. kuatkanlah hatimu), sithasparkyusnowersELF, Dewi kim, dragonAqua( sumpah! bisa2nya keingat derpfacenya kris.. setelah author bayangin sendiri, author ngakak kek orang gila xD), aif gii myeonnie ( author juga lebih kasian sama mommy), dirakyu, fykaisoo ( serem tapi kris suka tuh :3 imajinasi chingu wah bener..xD author ikut2an ngakak), krisHo Wonkyu, kriswu393.