saya gak bakal bosen ngucapin terimakasih buat yang udah baca sama yang udah kasih riview. buat pertanyaan bakal saya jawab di chapter berikutnya dan untuk chapter yang sebelunya saya belum sempat perbaiki karena saya belum sempat tapi bakal saya perbaiki.
Gak perlu banyak bicara silahkan baja lanjutan cerita gaje saya ini. Selamat membaca.
Disclamer: Saya tidak mengakui semua kerekter yang ada di Naruto,Bleach,High school dxd dan Kekkaishi. Mereka semua milik pengarangnya masing-masing saya hanya meminjam hal-hal yang berkaitan dengan anime tersebut..
Warning: Gaje,abal-abal,gak jelas,alur acak-acakkan,banyak kesalahan dari kalimat,tanda baca pokoknya banyak typo. Mohon di maafkan karena saya masih baru, ini cerita pertama saya dan semoga kalian menyukai fic pertma saya ini
Summary: Madara memberi hadiah pada Naruto karena telah berhasil mengalahkannya, begitu pula dengan hashirama dan Minato yang memberi hadiah pada Naruto. Setelah pulih Naruto keluar dari desa untuk berlatih selama empat tahun, tapi bukan di daerah-daerah shinobi melainkan di dimensi lain dengan menggunakan jutsu ruang dan waktu milik ayahnya. Bagaimana pejalanan Naruto selama berlatih di dimensi lain,suka duka apa saja yang akan Naruto alami pantengin ajah fic gaje ini..
By: Batrix danger
Rete: T
Genre: Adventure,romance
Pairing: NaruHina
A/N : semi Crossovers
Chapter 6
Sudah cukup lama Naruto berada di dimensi ini, dimana terjadi perang yang melibatkan tiga fraksi. Yaitu antara malikat, malaikat jatuh dan iblis. Perang yang sudah berlangsung cukup lama serta sudah memakan banyak korban, bukan hanya dari ke tiga fraksi yang bertikai saja bahkan dari pihak manusia yang tidak mengerti apa-apa ikut menjadi korban. Perang memang selalu membawa ke sengsaraan itulah mengapa Naruto sangat membenci peperangan, andai saja Naruto bisa mendamaikan ketiga fraksi itu pasti akan Naruto lakukan. Tapi pada kenyataannya Naruto tidak akan biasa, karena Naruto berada di dimensi ini adalah untuk berlatih, berkat latihan kerasnya pulalah Naruto bisa menguasai tehnik dari mangekyou sharingan seperti susano'o dan amaterasu. Jadi dengan begitu Naruto tinggal memfokuskan latihannya ke tehnik-tehnik dari mata Rinnegan, hubungan Naruto dengan kelima iblis itu pun semakin akrab terutama dengan Rias dan Akeno.
"Wah.. segarnya!. Setelah ini aku akan melihat ke giatan Rias-chan dan Akeno-chan di sekolahnya"Ujar Naruto saat keluar dari kamar mandi, kemudian berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
"Wow!. Pakaian ini cocok sekali untuk ku"Lanjut Naruto setelah berganti pakaian dan melihatnya di cermin, Naruto mengenakan celana panjang biru gelap dangan jaket warna putih bergaris hitam di bagian lengannya dan di biarkan terbuka sehingga menampakkan kaus orange yang ia kenakan.
"Kau tidak latihan Naruto. Kau masih belum menguasai jutsu-jutsu dari rinnegan"Tanya Kyuubi di Pikiran Naruto.
"Tidak aku ingin bersantai dulu hari ini, besok aku akan berlatih kembali"..
"Kau ini terlalu santai Naruto, cepat selesaikan latihan mu dan segera kembali ke konoha. Apa kau tidak khawatir dengan mereka semua?"..
"Ayolah Kurama hanya hari ini saja, berikan sedikit waktu untuk aku bersantai dan melihat kegiatan apa saja yang biasa di lakukan manusia di dimensi ini"Rengek Naruto pada Kyuubi.
"Terserah kau saja yang penting aku sudah mengingatkan mu"Ucap Kyuubi dan langsung memutuskan kontaknya dengan Naruto. Sedangkan Naruto hanya mendengus dan pergi ke luar.
"Aku ingin sekali makan ramen, karena sudah lama sekali aku tidak makan ramen. Tapi bagaimana caranya mendapatkan uang untuk aku membeli ramen, dan apakah di tempat ini ada yang menjual makanan para dewa itu"Gumam Naruto sambil terus berjalan menuju kuoh academy.
Waktu istirahat di kuoh academy begitu ramai dengan para siswa dan siswi yang sedang mengisi waktu istirahatnya dengan kegiatannya masing-masing, begitu pula dengan Issei beserta kedua temannya yaitu Motohama dan Matsuda yang sedang berkumpul tengah membicarakan sesuatu.
"Hei Issei apa kau mau ikut kami mengintip para anggota club kendo lagi"Ucap Motohama.
"Tentu saja aku ikut. Aku tidak akan melewatkan dada-dada yang besar yang ingin aku remas"Jawab Issai dengan tampang mesumnya.
"Kalau begitu ayo kita segera kesana, ini adalah waktu yang tepat para wanita club kendo sedang berganti pakaian!"Seru Matsuda mengajak Issei dan Motohama untuk segera pergi ke tempat para wanita club kendo berganti pakaian dengan tampang mesum yang terlihat jelas di muka mereka masing-masing.
Sementara itu Naruto yang sudah memasuki halaman Kuoh academy, langsung di sambut oleh para wanita yang terpesona akan ketampanan Naruto dan banyak pula wanita yang histeris.
"kyaaa"…
"kyaaa"..
"Tampan sekali"..
"Siapa nama mu?"..
"Apa kau sudah punya kekasih?"..
Itulah suara dan pertanyan-pertanyaan ketika Naruto sedang di kelilingi oleh para fans girl dadakkannya.
"Na-nama ku Naruto. Ti-tidak aku belum punya kekasih, aku kesini hanya ingin menemui Rias-chan dan Akeno-chan saja. Apa kalian mengenal mereka?"Jawab sekaligis tanya Naruto kepada para fans dadakkannya.
"Jadi kau teman Rias-sanpai. Kalau begitu ayo aku antar ke tempat Rias-sanpai"Ucap salah satu siswi sambil memgang tangan kanan Naruto.
"Tidak aku yang akan mengantarkan Naruto-kun ke tempat Rias-sanpai!"Ujar siswi yang lain seraya memegang tangan kiri Naruto.
"Aku yang akan mengantar Naruto-kun.."
"Tidak aku yang antar"..
Aku..
Aku..
Tidak aku..
Aku..
Terjadi keributan dan tarik menarik oleh para siswi yang mengelilingi Naruto sehingga Naruto menjadi korban ganasnya fans. Naruto yang pusing dengan keadaan ini akhirnya menemukan sebuah ide bagaimana caranya kabur dari para fans girl dadakkannya.
"Hai nona-nona! Lihat kucing itu sedang berdansa"Seru Naruto sambil menunjuk seekor kucing yang tengah tertidur. Semua siswi yang menjadi fans dadakkan Naruto mengalihkan pandangannya kearah yang di tunjuk Naruto, tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika perhatian mereka teralihkan Naruto langsung melesat kabur menjauhi mereka semua.
Kyaaa..
Kyaaa..
"Naruto-kun kau membohongi kami..!"
Teriak para siswi yang mengejar Naruto. Sementara Naruto terus berlari menghindari kejaran dari para fans girlnya, sehingga Naruto bertemu Issei dan teman-temannya kemudian berhenti di depan Issei.
"YO.. Issei! Apa yang sedang kau lakukan dan kenapa wajah mu lebam seperti itu"Tanya Naruto ketika sudah berada di dekat Issei.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu dan soal wajah ku kau tidak perlu tau"Jawab Issei sambil memegangi luka lebam di wajahnya, sedangkan Motohama dan Matsuda menatap Issei seolah meminta penjelasan atas pria asing di depan meraka.
"Baiklah dia adalah teman ku dan Kiba di club penelitian ilmu gaib. Perkenalkan diri mu"Ucap Issei sambil menyikut Naruto.
"Ah iya, aku sampai lupa. Nama ku Uzumaki Naruto kalian bisa memanggil ku Naruto"Ujar Naruto sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Motohama dan aku Matsuda kami adalah teman sekelas Issei"Ucap Motohama dan Matsuda menyambut uluran tangan Naruto secara bergantian.
"Matsuda, Motohama apa kalian tau kenapa muka Issei jadi seperti itu"Lanjut Naruto bertanya.
"Issei di pukuli para wanita club kendo karena ketahuan mengintip mereka sedang berganti pakaian"Jawab mereka berdua kompak.
Bletakk..
Ittai..
"Haha.. tawa Naruto setelah menjitak Issei.
"Hei.. kenapa kau menjitak ku?! Dan apa maksud tawa mu itu? Hah"Tanya Issei marah marah sembil memegangi kepalanya yang benjol akibat di jitak Naruto.
"Tidak. Hanya saja sifat mesum mu itu mengingatkan ku pada seseorang"Jawab Naruto nyengir.
"Kau tidak tau Naruto. Rasanya di pukuli dengan pedang bambo itu sakit sekali, tapi jika saja aku bisa melihat dada mereka itu tidak jadi masalah dan sayangnya aku tidak melihatnya sama sekali"Jelas Issei tertunduk sedih. Sementara Naruto terlihat berfikir setelah mendengar penjelasan dari Issei.
"Sepertinya aku bisa Memanfaatkan mereka untuk mendapatkan uang. Agar aku bisa membeli ramen"Batin Naruto menampakkan seringai di wajahnya.
"Woy.. Naruto kenapa dengan mu?!"Tanya Issei bingung saat melihat Naruto yang melamun.
"Oh tidak. Aku hanya berpikir apa kalian ingin melihat tubuh seorang gadis tanpa busana secara langsung"Ucap Naruto kepada trio mesum.
"Ma-mau bagai mana caranya!"Seru trio mesum kompak plus tampang mesum di masing-masing wajah mereka.
"Tapi ada syaratnya"..
"Apa itu syaratnya"Lanjut trio mesum antusias.
Kyaaa..
Kyaaa..
"Itu dia Naruto-kun"..
Belum sempat Naruto menjelaskan kepada trio mesum mengenai syarat yang akan ia berikan, keberadaan Naruto sudah di ketahui oleh para fansnya sehingga langsung mengelilingi Naruto seperti tadi.
"Naruto-kun kau jahat"..
"Benar. Kau membohongi kami semua"Ucap para fans dadakkan Naruto.
"Ma-maaf aku tidak bermaksud membohongi kalian semua!"Seru Naruto pada para fans dadakkannya. Sementara trio mesum hanya melihatnya dengan kesal karena Naruto yang notabene baru pertama kali berada di sini sudah menjadi sangat popular sedangkan mereka yang sudah lama malah di benci.
"Terkutuk semua peria tampan di dunia ini"Gumam trio mesum menangis meratapi nasibnya.
"Issei, Matsuda, Motohama. Jika kalian masih tertarik dengan tawaran ku tadi, temui aku di taman pinggir kota sore nanti, akan aku beritahukan syaratnya dan akan ku pastikan kalian tidak akan menyesal. Untuk kalian maaf yah, aku harus menggunakan cara ini"Ucap Naruto kepada trio mesum dan para fans dadakkannya seraya menghilang menggunakan hiraishin untuk kabur dari para fansnya.
"Ehh.. kemana Naruto-kun pergi"Ucap para fans yang bingung atas menghilangnya Naruto dan pandangan mereka pun teralih kearah Issei, Matsuda dan Motohama atau yang sering mereka sebut dengan trio mesum yang juga ikut bingung atas menghilangnya Naruto.
"Ayo kita pergi dari sini, jika kita terus berada di sini bisa-bisa kita hamil"Ucap salah satu siswi memperingatkan teman-temannya agar segera pergi dari tempat itu sambil memberikan tatapan sinis kepada trio mesum sedangkan yang di tatap hanya menangis ala anime.
Kembali ke Naruto setelah menghilang, Naruto kembali muncul di atas atap kuoh academy.
Naruto pov
"Sekarang aku tau kenapa Teme sangat membenci para fans girl, ternyata mereka sangat menyebalkan serta sangat menyeramkan. Lebih menyeramkan dari juubi yang pernah aku hadapi dulu, aku tidak ingin bertemu dengan mereka lagi. Sekarang bagaimana caranya aku menemukan Rias dan Akeno, aku hanya ingin melihat apa yang mereka lakukan di waktu istirahat, ah ia. Bukankah aku sudah menandai tubuh Akeno dengan segel hiraishin, sekarang aku bisa bertemu mereka tanpa ketahuan para siswi itu. Aku pun menyunggingkan sebuah senyuman ketika mengingat hal itu.
Naruto pov and
Dengan itu Naruto dan menghilang kembali yang hanya menyisakan seberkas cahaya kuning.
Di tempat Rias dan Akeno
"Akeno apa kau tau kenapa para siswi sehisteris itu, sepertinya mereka melihat sesuatu yang menarik"Tanya Rias kepada Akeno yang ada di sampingnya.
"Tidak Buchou. Mungkin mereka melihat Kiba"Jawab Akeno.
Tak lama sona datang menghampiri ke tempat Rias dan Akeno berada.
"Sona dari mana saja kau, sejak pagi aku tidak melihat mu?"Tanya Rias ketika Sona sudah berada di dekatnya.
"Aku tidak kemana-mana, aku hanya mengecek berkas Osis yang belum selesai aku lihat"Jawab Sona.
"Dan apa kau tau kenapa para siswi histeri seperti itu, kalau pun mereka bertemu kiba meraka tak sehisteris itu?"..
"Mereka melihat seorang pria"Jawab Sona atas pertanyaan Rias.
"Siapa pria yang membuat para siswi menjadi histeris selain kiba, apa kau ingat ciri-ciri pria itu?"Tanya Rias pada sona karena penasaran atas peria yang membuat para siswi menjadi seribut itu.
"Dia memiliki ciri-ciri"..
Belum sempat Sona menjelaskan mengenai ciri-ciri pria tersebut dia sudah di kejutkan oleh kemunculan Naruto di belakang Rias dan Akeno.
"Se-seprti dia"Lanjut Sona tergagap plus kaget akan kemunculan Naruto yang tiba-tiba, sambil menunjuk kearah Naruto.
"Halo Rias-chan, Akeno-chan dan kau nona kacamata"Ucap Naruto menyapa mareka bertiga dengan senyum hasnya. Sementara Rias, Akeno dan Sona hanya terbengong.
"Naruto-kun kenapa kau ada di sini?"Tanya Akeno.
"Aku hanya ingin menemui kalian berdua"Jawab Naruto sambil bersender di tembok.
"Jadi kau yang jadi sumber keributan para siswi tadi, pantas saja kalau begitu"Ujar Rias.
"Maksud mu para gadis-gadis itu"Ucap Naruto sambil menunjuk segerombolan siswi yang berjalan beriringan lewat jendela yang berada di dekat Naruto bersandar saat ini, sementara Rias hanya menjawab dengan anggukkan.
"Oh iya. Mereka itu menyeramkan sekali, aku tidak ingin bertemu mereka lagi"Lanjut Naruto.
"Dia siapa Rias"Tanya Sona menyikut Rias.
"Dia adalah orang yang mnyelamatkan kami saat melawan para malaikat jatuh. Naruto-kun ini teman ku namanya Sona sitri dia sama seperti ku tapi dia dari klan sitri"Ucap Rias memperkenalkan Sona pada Naruto.
"Nama ku Uzumaki Naruto"Ujar Naruto mengulurkan tangannya kearah Sona.
"Aku Sona sitri dan aku ketua Osis di sekolah ini"Balas Sona manyambut uluran tangan Naruto.
"Senang bisa kenal dengan mu Sona-chan"Lanjut Naruto tersenyum.
"Ya aku juga".
Mereka berempat pun berbincang bersama, Sona yang mempunyai sifat cuek pun ikut menikmati acara mengobrol mereka, dengan Naruto yang mempunyai sifat ramah dan tidak membosankan sehingga acara mengobrol mereka menjadi menarik, tak terasa waktu istirahat telah berahir dengan bunyi bel yang menandakan semua murid harus kembali masuk ke kelasnya masing-masing.
"Naruto-kun waktu istirahat kami sudah habis kami harus masuk ke kelas. Bagai mana dengan mu?"Tanya Rias.
"Ya sudah kalau begitu aku juga akan pergi"Jawab Naruto seraya bardiri.
"kalau begitu aku pergi Rias-chan, Akeno-chan sampai ketemu di ruangan club nanti dan kau nona kacamata, maksud ku Sona-chan senang bisa berbicang dengan mu lain waktu kita lanjutkan lagi"Lanjut Naruto kemudian menghilang menggunakan hiraishin.
"Aku rasa dia bukan manusia biasa"Tanya Sona pada Rias dan Akeno sambil terus berjalan menuju kelas mereka.
"Ya, aku tahu itu. Semoga saja dia tidak menjadi musuh kita"Jawab Rias sementara Akeno dan sona hanya mengangguk tanda menyetujui ucapan Rias, mereka pun masuk ke kelas karena aktifitas sekola akan segera di mulai kembali.
Waktu berjalan begitu cepat senja telah melukiskan kata di atas lembaran mega, semilir angin sore menerpa orang-orang yang berada di taman. Begitu pula dengan trio mesum yang tengah menunggu Naruto dengan ekspresi sulit di jelaskan, karena mereka sudah menunggu hampir satu jam tapi Naruto tak kunjung datang.
"Yo kalian semua! Maaf tadi aku harus mengantar nenek-nenek dulu, kemudian saat aku hendak menuju kemari aku melihat seekor kucing hitam jadi aku harus mengambil jalan memutar untuk menghindari sial dan ternyata aku tersesat di jalan yang bernama kehidupan"Ucap Naruto mengutarakan alasannya terlambat datang.
"ALASAN MACAM APA ITU!"Teriak trio mesum dengan tampang kesal.
"Aku tidak perduli dengan alasan bodaoh mu itu, cepat beritahu kami apa syaratnya agar kami bisa melihat seorang gadis tanpa busana"Ucap Issei.
"Baiklah sepertinya kalian sudah tidak sabar, syaratnya adalah kalian harus menyerahkan semua uang yang ada di saku kalian pada ku!. Apa Kalian sanggup?"Ujar Naruto sekaligus bertanya.
"Kenapa harus?"..
"Karena itu adalah syaratnya, jika kalian tidak mau melihat tubuh indah. Ya sudah aku tidak memaksa"Lanjut Naruto mambalikkan badannya.
"Ok.. kami akan berikan asal gadis itu berparas cantik serta tubuh gadis itu sangat indah, awas saja jika tidak melihat tubuh sebagus Rias-sanpai uang itu akan kami ambil lagi"Ucap trio mesum sambil menyerahkan uang mereka pada Naruto.
"Tidak masalah. Wow.. Uang kalian banyak sekali!"Ujar Naruto.
"Itu adalah uang jajan kami selama satu bulan dan kau mengambilnya. Awas saja jika tidak memuaskan"Ucap Issei yang di anggukkan oeh kedua temannya.
"Tenang saja, ayo ikut aku"Ajak Naruto. Naruto mengajak trio mesum ke tempat sepi untuk melancarkan rencananya.
"Sekarang kalian bertiga balik badan, tidak ada yang boleh menengok atau berbalik, jika sudah ada yang menyuruh kalian berbalik baru kalian boleh berbelik mengerti"Lanjut Naruto ketika sudah ada di tempat sepi.
"Ya".. jawab mareka kompak, mereka pun menuruti perintah Naruto dengan cara membalikan badan mereka memunggungi Naruto.
Naruto pun membuat satu bunsin dan membisikan sesuatu ke bunshinnya, bunshin Naruto pun mengerti akan apa yang di sampaikan tuannya dengan tanda menganggukkan kepalanya. Setelah itu Naruto menghilang meninggalkan bunshinnya bersama trio mesum. Begitu pula dengan bunshin Naruto yang langsung membuat sengel tangan dan menggumamkan nama jutsunya.
Oiroke no jutsu
Poff..
Muncul seorang gadis cantik tanpa sehelai pun busana yang membalut tubuh indahnya, tubuh yang sangat menggoda yang bisa membuat semua laki-laki kejang-kejang.
"Hei.. kalian sekarang boleh berbalik"Ucap bunshin Naruto yang sudah menjadi wanita cantik tanpa busana dengan suara yang menggoda.
Trio mesum pun berbalik dan melihat seorang gadis dengan rambut kuning bergaya twin tail tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya dengan tubuh yang sangat menggoda berada di hadapan mereka. Untuk beberapa saat mereka masih terbengong dengan mata yang membulat menyaksikan pemandangan luar biasa itu.
Croottt…
"huuuwaa…!"
Teriak trio mesum seraya jatuh ketanah dengan darah yang keluar dari lubang hidung mereka masing-masing, dengan tampang mesum terlihat jelas di wajah mereka. Bunshin Naruto pun menghilang karena tugasnya sudah selesai.
"Itu sangat indah"Ucap Issei.
"Benar sekali, itu bahkan melebihi kepunyaan Rias-sanpai"lanjut Matsuda sedangkan Motohama hanya manggut-manggut menyetujui ucapan kedua temannya.
Sementara Naruto yang tengah berjalan di tengah kota sambil membawa lima kantung besar yang berisi ramen instan, hanya tersenyum setelah mendapatkan ingatan dari bunshinnya.
"Wah.. enak sekali!. Sudah lama sekali aku tidak makan ini"Gumam Naruto yang berada di atap kuoh academy tengah menyantap ramen.
"Sebaiknya aku menyimpan sisanya di gulungan penyimpanan"Lanjut Naruto. Kemudian menyegel tumpukkan ramen di depannya ke gulungan penyimpanan.
"Kau ini menghalalkan segala cara untuk mendapatkan makanan bodoh itu"
"Kau belum pernah marasakan ke lezatan ramen kurama, jika kau sudah memakannya dan merasakan ke lezatannya kau pasti akan melakukan hal yang sama denga ku "balas Naruto.
"Aku tidak akan pernah memakan makanan yang kau sebut makanan para dewa itu"Lanjut kyuubi.
"Itu terserah kau saja, sekarang aku ingin bertnya pada mu"..
"Apa yang ingi kau tanyakan"Ucap Kyuubi.
"Yamato-sensei pernah berkata pada ku bahwa elemen mokuton adalah gabungan dari suiton dan doton, karena aku sudah menguasai mokuton. Apakah aku bisa mengabungkan elemen lainnya lagi?"Tanya Naruto yang sudah menyelesaikan acara makannya.
"Tentu saja, tapi itu membutuhkan kontrol chakra yang baik, apa kau ingat saat misi pertama mu ke nami no kuni? kau menghadapi haku yang bisa menggunakan elem es. Ya, dia menggabungkan elemen dasarnya yaitu suiton dan futon sehingga menjadi elemen es (hyoton)"Ujar Kyuubi menjelaskan.
"Kalau begitu aku akan mencobanya"Ucap Naruto antusias.
"Kau ini Naruto jutsu dari rinnegan saja belum kau kuasa. Apa kau masih ingat saat kau mencoba jutsu shinra tensei hanya satu pohon saja yang bisa kau tumbangkan. Bukankah itu sangat memalukan dan sekarang ingin menguasai elemen es kau akan butuh waktu lama Naruto"Ucap Kyuubi meledek Naruto.
"Lihat saja Kurama aku akan menguasai elemen es dan jutsu-jutsu dari rinnegan dalam waktu singkat"Ujar Naruto tidak terima.
"Ya. Kau harus membuktikannya Naruto"..
"Tentu saja"Jawab Naruto kemudian bediri dan memandang jauh ke depan.
"Tunjukkan pada ku Naruto bahwa kau bisa menguasai semua itu dalam waktu singkat aku yakin kau bisa melakukannya"Batin Kyuubi sambil menampkkan senyum rubahnya.
"Sudah cukup kyuubi acara mengobrol ini. karena hari ini aku akan melanjutkan acara ku"Ucap Naruto seraya menjatuhkan diri dari atap kuoh academy lalu mendarat dengan kakinya, dengan sangat mulus kemudian berjalan keluar untuk menuju pusat kota.
Sementara di sebuah kedai makanan terlihat Kiba dan Rias yang tengah duduk di sebuah meja saling berhadap-hadapan dan terlihat jelas keseriusan di wajah mereka berdua.
"Bagaimana apa kau mengetahui kemana Naruto-kun selalu pergi selama ini?"Tanya Rias pada Kiba.
"Tidak Buchou. sulit sekali memata-matai Naruto-kun, dia selalu menghilang begitu saja, saat aku awasi. Bahkan saat Naruto-kun di hadapan ku, Naruto-kun menghilang begitu saja dan aku sama sekali tidak bisa melihat kearah mana dia bergerak. Yang di katakana Akeno-sanpai memang benar Naruto-kun sangat cepat aku sama sekali tidak bisa melihat pergerakkannya".
"Huh.. aku bingung dengan Naruto-kun dia tidak meemiliki scred gear, aku juga tidak merasakan kekuatan sihir dari dalam tubuhnya tapi dia bisa mengendalikan air, tekanan kekuatannya juga sangat luar biasa. Yang lebih membuat ku bingung adalah perubahan mata Naruto-kun yang semerah darah dengan tanda aneh di bola matanya yang menurut Akeno juga memancarkan kekuatan meskipun aku belum melihatnya secara langsung. Akeno juga sudah membuat gambar mata Naruto-kun yang ia lihat waktu itu, aku yakin Akeno tidak akan berbohong atas apa yang dia lihat dan ia rasakan tentang Naruto-kun"Ucap Rias sambil menghembuskan nafas kemudian mengambil secarik kertas dan memberikannya pada Kiba.
"Ma-mata macam apa ini"Ujar Kiba setelah melihat gambar dari kertas yang di berikan oleh Rias. Kini Kiba melihat bola mata denga warna merah darah dengan tanda seperti koma atau tomoe yang berjumlah tiga di bola matanya.
"Mungkin mata dengan warna merah aku seing melihatnya, tapi mata merah dengan tanda aneh seperti ini aku baru melihatnya Buchou"Lanjut Kiba yang masih mengamati kertas yang di dalamnya terdapat gambar mata sharingan.
"Begitu pula aku. Aku sudah mencari kesemua buku dan sumber informasi lainnya tapi aku tidak menemukan mata yang seperti itu"Balas Rias.
"Naruto-kun membuat ku bingung, aku tau Naruto-kun tidak mempunyai kekuatan seperti kita para iblis, aku juga tidak merasakan kekuatan seperti malaikat dan dia mengaku tidak mempunyai sacred gear di dalam tubuhnya. Tapi Naruto-kun mempunyai tekanan kekuatan yang luar biasa, meskipun aku belum pernah merasakannya saat aku di dekatnya, tapi seperti yang Buchou katakan Akeno-sanpai tidak akan salah atas apa yang dia lihat dan rasakan. aku yakin Akeno-sanpai tidak akan berbohong pada kita"Jelas Kiba yang kini menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
"Itu yang selalu aku pikirkan dan ingin aku ketahui, sebenarnya kekuatan apa yang berada dalam tubuh Naruto-kun. Tapi semua yang ku lakukan hasilnya nihil, Naruto-kun seperti manusia dari dimensi lain sama sekali tidak ada informasi mengenai dirinya di mana-mana"Ucap Rias yang kini menopang dagunya dengan satu tangan dan Nampak sangat frustasi.
"Lantas apa Buchou akan memberitahukan hal ini pada keluarga buchou terutama pada sirzechs-sama? Dan bagaimana, apakah aku harus terus mencari tahu kemana Naruto-kun pergi Buchou?"..
"Tidak. Selam Naruto-kun tidak membahyakan bagi kita, aku tidak akan memberitahukan hal ini pada keluarga ku. Sudah cukup kau tidak perlu lagi memata-matainya, karena aku rasa itu akan sia-sia"Jawab Rias atas pertanyaan Kiba sambil senyum-seyum tak jelas.
"Apa Buchou menyukai Naruto-kun?"Celetuk kiba ketika melihat Rias yang senyum-senyum tak jelas.
"Mungkin saja"..
"Kurasa iya, karena Naruto-kun tidak hanya tampan, dia baik dan juga ramah pada orang lain, senyumnya yang memikat mustahil wanita tidak menyukai pria seperti itu"Ucap Kiba seraya tersenyum pada rajanya yang berada di depannya sementara Rias terlihat tersipu dengan semburat merah di kedua pipinya.
Ternyata Rias diam-diam terus mengawasi Naruto dangan cara memerintahkan Kiba mencari tahu kegiatan apa yang Naruto lakukan sehari-hari selama berada di kota yang menjadi daerah kekuasaannya. Namun Kiba gagal kerena Naruto selalu menghilang begitu saja, menurut kiba pergerakan Naruto sangat cepat sehingga kiba tidak bisa mengikutinya. Kiba tidak akan bisa mengikuti Naruto karena pada dasarnya Naruto tidak bergerak malainkan berpindah tempat, otomatis kiba tidak akan bisa mengikutinya dan selalu kehilangan jejak, begitu pula dengan Rias yang mencari informasi mengenai Naruto namun hasilnya nihil, hal yang barkaita dengan Naruto sama sekali tidak bisa ia temukan. Hanya ada satu cara jika Rias ingin mengetahui tentang Naruto yaitu Rias harus menanyakannya langsung pada Naruto.
Kembali ke Naruto yang kini sudah di pusat kota, setelah berkeliling dan melihat bagunan-bangunan yang berdiri kokoh di tempat yang menjadi pusat kota yang begitu indah dan nyaman, dengan perpaduan teradisional dan modern. Di malam hari ini juga Naruto dapat melihat gemerlap lampu-lampu yang indah. Naruto tengah berdiri dengan kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya tengah memandang sekeliling, banyak orang dengan rupa yang berbeda-beda, bisa jadi di antara banyaknya orang-orang yang mengunjungi pusat kato ini bukan hanya manusia saja. Mungkin di antara meraka ada juga malaikat, malaikat jatuh atau iblis karena dalam hal bentuk fisik sama sekali tidak ada perbedaan jikalau mereka tidak mengeluarkan sayap dari punggung mereka, mereka sangat mirip dengan manusia pada umumnya. bahkan pada saat pertama kali Naruto melihat Rias, Akeno, atau pun yang lain Naruto mengira mereka adalah manusia, tapi ternyata mereka adalah iblis. Naruto baru kali ini melihat iblis secantik dan semenarik Rias dan Akeno karena yang Naruto ketahui iblis adalah mahluk yang sangat menyeramkan dan menakutkan dengan kuku dan taring yang tajam bahkan dengan tanduk di kepalanya sehingga menambah kesan seram. Tapi semua itu terbantahkan setelah melihat Rias dan Akeno yang sangat cantik dan menarik. Naruto menyunggingkan senyum ketika mengingat hal itu, kemudian pandangan Naruto teralih ke sebelah barat dari tempat dia berdiri. Tiba tiba saja senyum yang tadi terukir di wajah tampannya berubah menjadi ekspresi sedih. Arah pandang Naruto kini tertuju pada sebuah rumah makan dimana di sana terdapat sebuah keluarga dengan seorang anak kecil yang kira-kira menurut penglihatan Naruto berusia lima tahun tengah di cium oleh kedua orang tuanya di masing-masing pipinya setelah meniup lililn yang menyala di atas kue ulang tahunnya, sementara anggota keluarga yang lain menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk anak tersebut.
"Kau beruntung kawan, kau di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayangi mu, sebuah ciuman kasih dari ayah dan ibu mu, sebuah hadiah dan nyanyian dari seluruh keluarga mu. Kau beruntung kawan sangat beruntung, aku iri pada mu. Kau tau kawan di saat aku seusia mu hari ulang tahun bagi ku adalah sebuah mimpi buruk, karena di hari ulang tahun ku orang orang malah memburu dan memukuli ku. Pernah sekali aku hampir mati di hari ulang tahun ku sendiri, barulah di usia ku yang ke tujuh belas, aku baru bisa merasakan bagaimana rasanya di beri hadiah di hari sepesial itu. Aku tidak bisa menggambarkan perasaan ku saat itu, tapi yang jelas aku sangat bahagia meskipun itu berada di medan perang dan berkat hadiah dari ayah kulah, aku sekarang berada di sini"Gumam Naruto yang matanya agak sedikit berkaca-kaca.
Memang jika mengingat masa kecil Naruto memang sangat menyedihkan, perilaku para penduduk yang sangat kejam kepadanya. Terutama pada saat hari ulang tahunnya, jika anak kecil pada hari ulang tahunnya mandapatkan hadiah dan kado atau pun sekedar ucapan selamat dari para tetangga dan kerabat dekatnya, tapi tidak dengan Naruto kecil. Tepat di hari ulang tahunnya bukan hadiah dan kado atau pun ucapan selamat melainkan caci, maki dan hinaan yang Naruto dapatkan. Bahkan Naruto pernah hampir mati di ulang tahunnya yang kelima kerena di pukuli dan di lempari batu oleh para penduduk desa, untunglah ada seorang anbu yang menyelamatkannya. Sejak saat itu, setiap tanggal 10 oktober Naruto selalu mengurung diri di apartemen kumuhnya. Meskipun begitu selalu saja ada lemparan batu atau teriakkan hinaan dari luar, yang bisa Naruto kecil lakukan hanyalah menangis sambil bersembunyi. Sempat terbesit dendam ketika Naruto mengingat hal itu tapi Naruto segera menyingkirkannya, karena menurut Naruto dendam hanya akan membawa kesengsaraan dan kehancuran.
"Kau harus tahu kawan, sebagian dari kesempurnaan kebahagiaan di dunia adalah memiliki keluarga yang menyayangi mu. Jadi jaga dan lindungi mereka meskipun nyawa taruhannya"Lanjut Naruto tersenyum kemudian berjalan menjauhi pusat kota yang ramai.
Naruto terus berjalan dalam keheningan malam yang hanya bersuarakan hewan malam yang riangnya berceloteh dan hanya kawanannya yang mengetahui bahasanya.
"Kurasa aku salah jalan, seingat ku. Aku tidak melawati jalan ini tadi, Benar saja ini jalan buntu"Gumam Naruto yang tidak ada jalan lagi di depannya melainkan berdiri tembok yang sangat tingga. Naruto lalu bebalik untuk kembali, Tapi saat berbalik di hadapnnya kini berdiri mahluk menyerupai babi memegang kampak besar di tangan kanannya dengan ukuran tubuh dua kali lipat dari tubuh Naruto.
"Tidak perlu terburu-buru kawan, rasanya menyenangkan bila aku mengambil daging mu kemudian memakannya dan siapa pun yang sudah masuk tempat ku akan jadi santapan ku. Haha"ujar mahluk tersebut dengan tawa yang sangat mengerikan.
"Daging ku rasanya tidak enak, aku yakin kau tidak akan menyukainya dan satu lagi. Bukankah ada peroduk yang namanya pasta gigi, mulut mu bau sekali. Aku bisa menciumnya saat kau tertawa tadi"Balas Naruto.
"Kau pandai memainkan kata-kata hingga menjadi sebuah hinaan, tapi tenang saja aku akan membunuh mu pelan-pelan. Akan ku buat sangat menyakitkan itu imbalan atas perkataan mu tadi"Ujar mahluk tersebut langsung menyerang Naruto.
Bruuaakkkk…
Suara benturan antara senjara yang di pegang oleh mahluk tersebut dengan tanah yang mengakibatkan tanah tempat Naruto berdiri tadi hancur, sementara Naruto berhasil menghindar dengan cara melompat ke belakang.
"Kau ingin coba membunuh ku dan memakan ku itu benar-benar bisa di mengerti"Ucap Naruto langsung membuat segel tangan.
Katon : Gokakyu no jutsu
Ujar Naruto dan langsung menyemburkan sebuah bola api dari mulutnya, bola api tersebut melesat meyusuri tanah sehingga meninggalkan jejak di tanah kemudian menghantam dan membakar mahluk yang meyurupai babi tersebut.
"Babi panggang sepertinya enak"Lanjut Naruto tersenyum.
Swiift..
Swiift..
Tiba tiba dua buah batu besar melesat kearah Naruto dari dalam kepulan asap hasil dari jutsu Naruto. Melihat dua bongkah batu besar mengarah padanya Naruto langsung membuat segel tangan kembali dan mengucapkan nama jutsunya.
Doton : doryuheki
Buumm..
Buumm...
Kedua bart tersebut berhasil di tahan oleh dinidng tanah yang di buat oleh Naruto.
"Huufftthh.. terlambat sedikit saja ak".
Bruakk..
Belum sempat Naruto melanjutkan kalimatnya dinding tanah yang menjadi pelindung Naruto hancur, mata Naruto terbelalak mengetahui pelindungnya hancur akibat di hantam oleh kampak besar milik mahluk yang tadi di bakarnya. Dengan gaya lambat Nampak senyum mengerikan terukit dari wajah mahluk tersebut..
Buuaagghhh…
Sebuah tendangan menghantam tubuh Naruto hingga mementalkannya jauh ke belakang kemudian menghantam tembok pembatas dengan sangat keras.
Buumm..
Serpihan dari dinding yang di hantam Naruto menutupi tubuh Naruto sampai-sampai Naruto tak terlihat.
"Pantas saja kau tidak takut saat melihat ku, ternyata kau mempunyai cukup kemampuan. Tapi sayang api mu tadi tidak cukup untuk membunuh ku"Ucap mahluk tersebut dengan tubuh yang masih berasapa kibat di bakar oleh api Naruto tadi. Cukup lama mahluk tersebut mengamati reruntuhan tempat Naruto terkubur namaun sama sekali tidak ada pergerakan yang menandai adanya kehidupan.
"Manusia tetap saja manusia, mahluk lemah yang di ciptakan untuk mengisi perut ku"lanjutnya lalu berjalan menuju tempat Naruto.
Bruaakk..
Baru beberapa langkah mahluk mahluk tersebut di kejutkan oleh ledakan yang bersumber dari tempat Naruto berasal, dari dalam kepulan asap keluar Naruto yang sudah dalam mode sage.
"Sejujurnya aku takut pada hantu atau pun semacamnya dan wujud mu, ku katakana sangat menyeramkan, tapi rasa ingin membunuh mu lebih besar dari rasa takut ku. Terlebih lagi kau mennganggap manusia hanya sebagai makana. Itu semakin membuat ku bernafsu untuk membunuh mu"Ucap Naruto dengan tampang dingin.
"Haha.. omong kosong, bagi ku takdir manusia adalah memang seperti itu dan malam ini kau yang akan aku makan. Tapi pertama-tama aku harus melakukan pekerjaan halus, Bagaimana untuk yang pertama aku akan mematahkan kaki mu agar kau tidak bisa melompat"Lanjut mahluk tersebut dengan tawa kerasnya.
"Dasar bodoh malam ini aku yang akan jadi dokternya, memeriksa dan membedah tubuh mu serta akan ku scan wajah mu yang buruk itu"Ucap Naruto sambil membuat segel tangan dengan sangat pelan, setelah selesai Naruto menghentakka tangannya ke tanah dan menggumamkan nama jutsunya.
Mokuton : mokusatsu shibari no jutsu
Dari tempat berpijak mahluk mirip babi tersebut muncul dua kayu yang berasal dari tangan Naruto dan lansung menjerat serta mengunci pergerakan mahluk tersebut. Belum sempat mahluk tersebut berfikir cara melepaskan diri dari kayu yang mengikatnya, Naruto sudah berada di atasnya siap dengan serangan selanjutnya.
Senpou : odema rasengan
Blaarrrr…
Teriak Naruto kemudian menghantamkan jutsunya pada mahluk tersebut yang mengakibatkan ledakkan dahsyat dengan daya kejut yang di hasilkan sangat luar biasa, tekanan udara yang di hasilkan dari jutsu Naruto memporak-porandakan tempat tersebut. Getaran dari jutsu Naruto pun terasa hingga pusat kota yang letaknya memeng tidak jauh sehigga membuat panik para pengunjung tapi mereka mengira itu hanya gempa bumi biasa. Kepulan asap mulai menipis terlihatlah lubang besar tercipta akibat dari jutsu Naruto tadi, dengan sosok mahluk menyerupai babi yang tergeletak di tengahnnya yang sudah tidak bernyawa dan sangat mengenaskan.
"Kau membuat hari indah ku menjadi buruk"Ucap Naruto kemudian membuat segel tangan lalu meletakkan tangannya ke tanah.
Doton : doryu taiga
Ucap Naruto tanah tempat mahluk tersebut terbaring tiba-tiba menjadi lumpur dan perlahan-lahan meneggelamkan tubuh mahluk tersebut hingga masuk ke dalam tanah, setelah tubuh mahluk tersebut tenggelam seluruhnya tanah tersebut kembali mengeras.
"Lantas bagaimana dengan semua kekacawan ini. Masa bodoh lebih baik aku segera kembali ke ruangan club, kekacawan ini bakal jadi berita utama besok"lanjut Naruto melenggang pergi meninggalkan tempat tersebut yang sudah sangat hancur. Untuk pertama kalinya Naruto membunuh di dimensi ini, dan yang ia bunuh adalah seorang iblis lebih tepatnya iblis terasingkan. Tapi Naruto tidak mengetahui hal itu jika Naruto ingin bertemu iblis yang buruk rupa atau seram Naruto baru saja menemuinya sekaligus membunuhnya.
TBC
Tadinya saya bakal ngadain pertarungan di chapter 9 tapi berhubung banyak yang minta ada pertarunga akhirnya saya buat di chapter ini meskipun lawan Narutonya ecek-ecek.. :-)
seperti biasa saya minta keritik dan saran kalina memalui riview. Dan maaf kalo masih ada yang salah atau ada kata yang hilang karena saya update di warnet di kejar sama waktu..hehe (y)
